Proaktif dalam Penyusunan SRA SMK BNM
Proaktif dalam Penyusunan SRA SMK BNM
Alhamdulilah, kami ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat atas
segala rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun Program Kerja Sekolah
Ramah Anak Tahun 2022 SMK PLUS BNM Pariaman .
Program kerja ini kami susun sebagai bentuk komitmen kami dalam melaksanakan
Sekolah Ramah Anak. Penyusunan Program Kerja ini dijadikan sebagai pedoman dalam
pelaksanaan Sekolah Ramah Anak yang tertib dan tertur serta bertujuan menjadikan SMK PLUS
BNM Pariaman dapat lebih baik dalam melaksanakan Sekolah Ramah Anak. Untuk mewujudkan
semua itu kami mengharapkan dukungan dari semua pihak baik dari kepala sekolah, dewan guru,
karyawan, komite sekolah, orang tua, peserta didik, dan semua stakeholder yang ada di SMK
PLUS BNM Pariaman
Kami menyadari program kerja ini masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Hal ini
dikarenakan kemampuan kami yang masih minim. Oleh karena itu kritk dan saran yang sifatnya
membangun sangat kami harapkan guna perbaikan di masa mendatang. Akhirnya kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam
mensukseskan jalannya program kerja ini.
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................
KATA PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................
B. Landasan Hukum.......................................................................................................
D. Sasaran......................................................................................................................
ANAK ......................................................................................
A. Konsep.....................................................................................................................
B. Prinsip......................................................................................................................
C. Komponen ...............................................................................................................
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah sebagai sebuah satuan pendidikan formal semestinya menjadi tempat yang
aman bagi anak, sebab seperempat waktu anak dihabiskan di sekolah. Akan tetapi, hal ini
belum sepenuhnya terwujud. Sekolah masih menjadi tempat yang menakutkan bagi anak.
Yang seharusnya sekolah itu menjadi tempat yang aman, bersih, sehat dan menyenangkan
bagi anak dan warga sekolah.
Berbagai jenis ancaman masih menghantui dan mengintai anak baik dari lingkungan
sekitar sekolah maupun peristiwa alam. Ditambah lagi dengan kondisi sekolah yang masih
belum mendukung seperti suasana yang tidak kondusif, sarana dan prasarana belum lengkap,
lingkungan kotor, halaman sekolah yang gersang, dan hal-hal lainnya.
Berbagai hal ini pada akhirnya akan menyebabkan keamanan, keselamatan dan
kenyamanan anak dalam belajar menjadi kurang optimal. Berdasarkan uraian tersebut di atas,
maka SMK PLUS BNM Pariaman ingin mewujudkan sekolah yang dirindukan anak, yaitu
Sekolah Ramah Anak.
B. Landasan Hukum
5. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4424);
7. Instruksi Presiden Nomor 05 tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan
Seksual terhadap Anak;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan
Ekstrakurikuler;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang
Pencegahan Dan Penanggulan Tindak Kekerasan Di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Maksud: Memberikan panduan kepada warga sekolah SMK PLUS BNM Pariaman dalam
Tujuan :
1. Peserta didik;
Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Sekolah Ramah Anak di SMK PLUS BNM Pariaman
adalah :
2. SMK PLUS BNM Pariaman menjadi tempat yang aman, anti kekerasan, hijau, bersih,
sehat,inklusif, dan menyenangkan bagi peserta didik dan warga sekolah lainnya;
3. Pendidik dan tenaga kependidikan memahami hak-hak anak dan mampu menerapkannya
dalam proses pembelajaran dan kegiatan sekolah lainnya;
4. Partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan di sekolah
meningkat;
5. Sekolah mampu menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua dalam rangka
penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak.
BAB II
A. Konsep
Konsep Sekolah Ramah Anak didefinisikan sebagai program untuk mewujudkan kondisi
aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, yang mampu menjamin
pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah
lainnya, selama anak berada di satuan pendidikan, serta mendukung partisipasi anak terutama
dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran dan pengawasan. Sekolah Ramah Anak
bukanlah membangun sekolah baru, namun mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman
bagi anak, serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya, karena sekolah
menjadi rumah kedua bagi anak, setelah rumahnya sendiri.
B. Prinsip
1. Non diskriminasi yaitu menjamin kesempatan setiap anak untuk menikmati hak anak untuk
pendidikan tanpa diskriminasi berdasarkan disabilitas, gender, suku bangsa, agama, dan
latar belakang orang tua;
2. Kepentingan terbaik bagi anak yaitu senantiasa menjadi pertimbangan utama dalam semua
keputusan dan tindakan yang diambil oleh pengelola dan penyelenggara pendidikan yang
menghormati martabat anak dan menjamin pengembangan holistik dan terintegrasi setiap
anak;
4. Penghormatan terhadap pandangan anak yaitu mencakup penghormatan atas hak anak
untuk mengekspresikan pandangan dalam segala hal yang mempengaruhi anak di
lingkungan sekolah; dan
C. Komponen
1) Kebijakan anti kekerasan berbentuk SK internal sekolah dasar (SK Tim Pelaksana
dan Tim Pengembang SRA) disusun secara bersama-sama dan melibatkan semua
a) peserta didik
b) pendidik
c) tenaga kependidikan
a) adanya larangan:
• terhadap tindak kekerasan dan diskriminasi yang dilakukan pendidik dan tenaga
kependidikan (TU, satpam, penjaga sekolah dan pegawai kebersihan) dengan
peserta didik;
2) dan kejahatan seksual terhadap peserta peningkatan kesadaran dan kampanye pendidikan
kepada seluruh warga sekolah didik dasar untuk :
a) penjaminan kepada peserta didik untuk menikmati kondisi yang layak atas layanan
pendidikan yang inklusi;
E. Melakukan pelatihan tentang hak anak dan SRA bagi pendidik dan tenaga kependidikan
L. Memiliki mekanisme rujukan kepada sekolah lain yang sudah siap melaksanakan
pendidikan inklusi
N. ada kebijakan sekolah yang membuka kelas layanan khusus bagi anak yang memerlukan
perlindungan khusus dan/atau Penyandang Masalah Kesejahteraan
O. Mempe Sosial Anak (PMKSA) rhatikan peserta didik dari kondisi dehidrasi dan kelaparan
pada saat pembelajaran berlangsung
P. POS untuk tindak lanjut bagi tenaga pendidik yang melakukan kekerasan
Q. sekolah mewajibkan orang tua untuk melaporkan riwayat medis anaknya pada saat
penerimaan peserta didik baru dan di update setiap tahun untuk deteksi dini dan pencegahan
1) Proses Pembelajaran :
a) dilakukan dengan cara yang menyenangkan, inklusif, penuh kasih sayang dan bebas
dari perlakuan diskriminasi terhadap peserta didik baik di dalam dan di luar kelas
b) memberikan gambaran yang adil, akurat, informatif mengenai masyarakat dan budaya
local
c) memperhatikan hak anak
3) Dapat mengembangkan minat, bakat, dan inovasi serta kreativitas peserta didik melalui
kegiatan esktrakurikuler secara individu maupun kelompok
C. Bahan Ajar yang aman dan bebas dari unsur pornografi, kekerasan, dan radikalisme serta
SARA.
1) Kepala sekolah
2) Guru
3) Petugas perpustakaan
5) Petugas kebersihan
6) Komite sekolah
8) Orangtua/wali
1) Hak-hak anak
4) Lingkungan hidup
A. Persyaratan Keselamatan :
1) struktur bangunan sekolah dengan struktur yang kuat, kokoh, dan tahan gempa
2) bangunan sekolah memiliki alat pemadam kebakaran yang berfungsi dengan baik
3) bangunan sekolah memiliki jalur evakuasi bencana menuju titik kumpul aman
5) bangunan sekolah tidak berada di bawah jaringan listrik tegangan tinggi (sutet)
B. Persyaratan Kesehatan
2) bangunan sekolah memiliki bukaan permanen seperti kisi-kisi pada pintu dan
jendela dan/atau bukaan permanen yang dapat dibuka untuk kepentingan ventilasi
5) bangunan sekolah memiliki sistem pembuangan air limbah dan/atau air kotor yang
6) bangunan sekolah memiliki sistem penyaluran air hujan yang berfungsi dan
C. Persyaratan Kenyamanan
1) kapasitas ruang kelas sesuai dengan fungsi ruang, jumlah peserta didik (tidak
2) temperatur dan kelembaban ruang kelas nyaman untuk kegiatan belajar mengajar
3) ruang-ruang pada bangunan sekolah terutama ruang kelas terhindar dari gangguan
4) ruang-ruang pada bangunan sekolah terutama ruang kelas terhindar dari kebisingan
3) tersedia toilet dengan jumlah unit menyesuaikan jumlah murid, yang terpisah antara toilet
laki-laki dan perempuan
4) kondisi toilet bersih, lantai tidak licin, memiliki pencahayaan dan penghawaan yang baik
dan sarana pelengkap yang lain seperti perangkat kebersihan
5) pemisahan jarak akses pintu masuk antara toilet bagi murid laki-laki dan perempuan
7) tersedia wastafel yang layak untuk anak dengan air bersih yang mengalir dengan
9) perabot terutama pada ruang kelas memiliki standar ukuran sesuai dengan pengguna
E. Persyaratan Keamanan
4) tersedia kamera pemantau (CCTV) di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah yang
rawan
1) tempat tidur
G. Sekolah memiliki lapangan olahraga yang bisa diakses oleh seluruh anak
H. Sekolah memiliki ruang kreativitas (ruang keterampilan, pojok membaca, tempat peserta
didik mengekspresikan diri, dst.) I. Sekolah memiliki area/ruang bermain (lokasi dan
desain dengan perlindungan yang memadai, sehingga dapat dimanfaatkan oleh semua
peserta didik, termasuk anak penyandang disabilitas)
1) tersedia tempat dan peralatan yang bersih (pengolahan dan persiapan penyajian
makanan)
5. Partisipasi Anak
F. Peserta didik berani dan mampu mengungkapkan pendapat dalam seluruh kegiatan sekolah
6. Partisipasi Orang Tua/Wali, Komite Sekolah, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Pemangku
Kepentingan Lainnya, dan Alumni
A. Orang tua/wali
4) menyediakan waktu, pikiran, tenaga, dan materi sesuai kemampuan untuk memastikan
tumbuh kembang, minat, bakat, dan kemampuan anak
memastikan penggunaan internet sehat dan media sosial yang ramah anak
7) bersikap proaktif melalui komite sekolah untuk memastikan SRA masuk ke dalam
penyusunan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban RKAS
B. Komite Sekolah
C. Dunia usaha dalam bentuk Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan / Corporate Social
Responsibility (CSR)
D. Alumni
1) Kebijakan antikekerasan berbentuk SK internal sekolah dasar (SK Tim Pelaksana dan
Tim Pengembang SRA) disusun secara bersama-sama dan melibatkan semua warga satuan
pendidikan:
a) peserta didik
b) pendidik
c) tenaga kependidikan
• terhadap tindak kekerasan dan diskriminasi yang dilakukan pendidik dan tenaga
kependidikan (TU, satpam, penjaga sekolah dan pegawai kebersihan) dengan peserta
didik
2) peningkatan kesadaran dan kampanye pendidikan kepada seluruh warga sekolah dasar
untuk :
a) penjaminan kepada peserta didik untuk menikmati kondisi yang layak atas layanan
pendidikan yang inklusi;
E. Melakukan pelatihan tentang hak anak dan SRA bagi pendidik dan tenaga kependidikan
H. Menjamin, melindungi, dan memenuhi hak peserta didik untuk menjalankan ibadah dan
memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama masing- masing
L. Memiliki mekanisme rujukan kepada sekolah lain yang sudah siap melaksanakan
pendidikan inklusi
N. ada kebijakan sekolah yang membuka kelas layanan khusus bagi anak yang memerlukan
perlindungan khusus dan / atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Anak (PMKSA)
O. Memperhatikan peserta didik dari kondisi dehidrasi dan kelaparan pada saat pembelajaran
berlangsung
P. POS untuk tindak lanjut bagi tenaga pendidik yang melakukan kekerasan
Q. sekolah mewajibkan orang tua untuk melaporkan riwayat medis anaknya pada saat
penerimaan peserta didik baru dan di update setiap tahun untuk deteksi dini dan
pencegahan
1) Proses Pembelajaran :
a) dilakukan dengan cara yang menyenangkan, inklusif, penuh kasih sayang dan bebas dari
perlakuan diskriminasi terhadap peserta didik baik di dalam dan di luar kelas
b) memberikan gambaran yang adil, akurat, informative mengenai masyarakat dan budaya
local
3) Dapat mengembangkan minat, bakat, dan inovasi serta kreativitas peserta didik melalui
kegiatan esktrakurikuler secara individu maupun kelompok
6) Menerapkan kebiasaan untuk peduli dan berbudaya lingkungan hidup dalam pembelajaran
C. Bahan Ajar yang aman dan bebas dari unsur pornografi, kekerasan, dan radikalisme serta
SARA. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak-Hak Anak
1) Kepala sekolah
2) Guru
3) Petugas perpustakaan
4) Penjaga sekolah (petugas keamanan satuan pendidikan)
5) Petugas kebersihan
6) Komite sekolah
8) Orangtua/wali
1) Hak-hak anak
4) Lingkungan hidup
A. Persyaratan Keselamatan :
1) struktur bangunan sekolah dengan struktur yang kuat, kokoh, dan tahan gempa
2) bangunan sekolah memiliki alat pemadam kebakaran yang berfungsi dengan baik
3) bangunan sekolah memiliki jalur evakuasi bencana menuju titik kumpul aman
5) bangunan sekolah tidak berada di bawah jaringan listrik tegangan tinggi (sutet)
B. Persyaratan Kesehatan
2) bangunan sekolah memiliki bukaan permanen seperti kisi- kisi pada pintu dan jendela
dan/ atau bukaan permanen yang dapat dibuka untuk kepentingan ventilasi
3) bangunan sekolah menggunakan pencahayaan alami dan/atau pencahayaan buatan,
termasuk pencahayaan darurat
4) bangunan sekolah memiliki sumber air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan dan
mengalir lancer
5) bangunan sekolah memiliki sistem pembuangan air limbah dan/atau air kotor yang
berfungsi dengan baik dan tidak mencemari lingkungan sekitar
6) bangunan sekolah memiliki sistem penyaluran air hujan yang berfungsi dan terpelihara
dengan baik
8) bangunan sekolah menggunakan bahan bangunan yang aman bagi kesehatan pengguna
bangunan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan
C. Persyaratan Kenyamanan
1) kapasitas ruang kelas sesuai dengan fungsi ruang, jumlah peserta didik (tidak melebihi
32 peserta didik), dan aktivitas murid
2) temperatur dan kelembaban ruang kelas nyaman untuk kegiatan belajar mengajar
3) ruang-ruang pada bangunan sekolah terutama ruang kelas terhindar dari gangguan silau
dan pantulan sinar
4) ruang-ruang pada bangunan sekolah terutama ruang kelas terhindar dari kebisingan
D. Persyaratan Kemudahan
3) tersedia toilet dengan jumlah unit menyesuaikan jumlah murid, yang terpisah antara
toilet laki-laki dan perempuan
4) kondisi toilet bersih, lantai tidak licin, memiliki pencahayaan dan penghawaan yang baik
dan sarana pelengkap yang lain seperti perangkat kebersihan
7) tersedia wastafel yang layak untuk anak dengan air bersih yang mengalir dengan sabun
cuci tangan
9) perabot terutama pada ruang kelas memiliki standar ukuran sesuai dengan pengguna
E. Persyaratan Keamanan
4) tersedia kamera pemantau (CCTV) di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah yang
rawan
1) tempat tidur
G. Sekolah memiliki lapangan olahraga yang bisa diakses oleh seluruh anak
H. Sekolah memiliki ruang kreativitas (ruang keterampilan, pojok membaca, tempat peserta
didik mengekspresikan diri, dst.)
I. Sekolah memiliki area/ruang bermain (lokasi dan desain dengan perlindungan yang
memadai,sehingga dapat dimanfaatkan olehsemua peserta didik, termasuk anak
(penyandang disabilitas)
1) tersedia tempat dan peralatan yang bersih (pengolahan dan persiapan penyajian
makanan)
F. Peserta didik berani dan mampu mengungkapkan pendapat dalam seluruh kegiatan
sekolah Partisipasi Orang Tua/Wali, Komite Sekolah, Lembaga Masyarakat, Dunia
Usaha, Pemangku Kepentingan Lainnya, dan Alumni
A. Orang tua/wali
5) memberikan persetujuan untuk setiap kegiatan peserta didik di sekolah yang sesuai
dengan prinsip-prinsip SRA
7) bersikap proaktif melalui komite sekolah untuk memastikan SRA masuk ke dalam
penyusunan, pelaksanaan, dan pertanggung-jawaban RKAS
B. Komite Sekolah
1) aktif mengikuti pertemuan koordinasi penyelenggaraan SRA
4) berperan aktif dalam memobilisasi sumber daya untuk peningkatan penyelenggaraan SRA
C. Dunia usaha dalam bentuk Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan / Corporate Social
Responsibility (CSR)
D. Alumni
4 Tindak Lanjut
BAB IV
PENUTUP
Sekolah Ramah Anak sebagai suatu program payung untuk memenuhi hak anak termasuk
melindungi anak selama anak berada di sekolah sangat penting untuk dilaksanakan. Kita tidak
ingin anak kita menjadi korban pelanggaran hak anak selama mereka berada di sekolah, kasus
yang terjadi di sekolah mulai dari kekerasan sampai keracunan makanan bahkan sampai pada
Sekolah Ramah Anak dengan tujuan untuk menciptakan kondisi sekolah yang aman dan
nyaman, ramah dan menyenangkan untuk anak anak Indonesia serta warga sekolah lainnya
seyogyanya mendapat dukungan dari berbagai pihak baik dari pusat maupun daerah. Sekolah
Ramah Anak juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi tingginya angkanya kekerasan
Dengan program pelaksanaan Sekolah Ramah Anak yang telah kami susun ini, semoga
sekolah yang ramah anak dapat tercipta dan memberikan rasa aman dan nyaman, ramah dan