Pengelolaan Transportasi UIN Raden Intan
Pengelolaan Transportasi UIN Raden Intan
Proposal
Diajukan untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat-syarat
Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan ([Link])
dalam Ilmu Biologi
Oleh :
ROFIK RIDHO KURNIA
NPM. 1611060243
Jurusan : Pendidikan Biologi
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dan mengestimasi nya untuk
transportasi ideal bagi kampus Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
semua pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga
proposal penelitian ini dapat selesai. Ucapan terima kasih ini penulis tujukan
kepada:
1. Bapak Dr. Eko Kuswanto M,Si selaku kepala jurusan Pendidikan Biologi
perkuliahan.
kerjakan.
3. Ayah dan Ibu serta adikku yang telah memberikan doa, dorongan dan
ii
4. Sahabatku yang telah memberikan support dan Teman-temanku satu
mungkin, penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih ada kekurangan.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
proposal penelitian ini. Akhir kata, penulis berharap semoga proposal penelitian
ini berguna bagi para pembaca dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Penulis
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................i
KATA PENGANTAR...................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................1
B. Identifikasi Masalah........................................................................5
C. Batasan Masalah..............................................................................5
D. Rumusan Masalah...........................................................................6
E. Tujuan Penelitian............................................................................6
F. Manfaat Penelitian..........................................................................7
2. Berdasarkan Status....................................................................11
C. Transportasi (TR)............................................................................12
iv
1. Pola Parkir Kendaraan Satu Sisi...............................................14
E. Karateristik Parkir...........................................................................18
1. Akumulasi Parkir......................................................................18
2. Indeks Parkir.............................................................................19
3. Durasi Parkir.............................................................................20
4. Kapasitas Parkir........................................................................21
C. Metode Penelitian......................................................................29
D. Persiapan Penelitian..................................................................29
E. Pengambilan Data.....................................................................30
F. Analisis Data.............................................................................31
v
DAFTAR TABEL
Halaman
vi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.2 Pola Parkir Kendaraan Satu Sisi Sudut 30˚, 45˚ dan 90˚ ........... 15
Gambar 2.3 Pola Parkir Kendaraan Dua Sisi Sudut 90˚ ............................... 16
Gambar 2.4 Pola Parkir Kendaraan Satu Sisi Sudut 30˚, 45˚ dan 90˚ ........... 16
Gambar 2.9 Satuan Ruang Parkir (SRP) Untuk Mobil Penumpang ............. 25
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
warga kampus yang berasal dari berbagai kalangan pun menciptakan adanya
beragam warga dengan kendaraannya yang hilir mudik di area kampus. UIN
Raden Intan sendiri didominasi oleh warga kampus yang menggunakan sepeda
motor sebagai moda transportasi utama, kemudian ada yang membawa mobil dan
banyak pula yang berjalan kaki menuju area kampus. Pembangunan dan
penyesuaian jalan dan jalur pedestrian terus dilakukan dan menyesuaikan dengan
Raden Intan sehubungan dengan tujuan menjadi pelopor kampus hijau. Usaha
1
pertimbangan agar seimbang dengan dengan keadaan untuk mempertahankan
Kampus hijau yang dicanangkan oleh UIN Raden Intan memiliki tuntunan
dari UI Greenmetric dengan berbagai kondisi pendukung mulai dari Penataan dan
Infrastruktur (SI), Energi dan Perubahan Iklim (EC), Limbah (WS), Air (WR),
utama tersebut penelitian ini mengacu pada kriteria transportasi, dengan indikator
jalur pejalan kaki (pedestrian) dan lahan parkir. menjadi kampus hijau berarti
hijau.
Jalur pedestrian merupakan sebuah jalur pejalan kaki yang dibuat terpisah
dari jalur kendaraan umum, biasanya terletak bersebelahan atau berdekatan, diberi
lapis permukaan, diberi elevasi lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan dan
pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan. Jalur pejalan kaki
(pedestrian ways) berfungsi sebagai wadah atau ruang kegiatan pejalan kaki
pejalan kaki. Pada perkembangan-nya tidak saja untuk jalur pejalan kaki tetapi
1
Iswanto, Danoe. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalanan Kaki. Enclosure”.Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Pemukiman, Vol 5 No. 1 (1 Maret 2006) h, 21.
2
Fungsi utama dari jalur pedestrian adalah untuk memberikan pelayanan
dengan berjalan kaki dapat meningkatkan kecerdasan otak tapi sayang sekali,
kebanyakan masyarakat sangat malas berjalan kaki. Hanya untuk menempuh jarak
sekitar 100 meter, kebanyakan memilih naik motor, angkot atau bahkan mobil
pribadi.2
sebagaimana ditunjukkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra. dia berkata, “Aku
belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rasulullah;
roman mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang yang
secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika
Artinya ;
2
DEPKES RI, Upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Direktorat Bina Kesehatan
Kerja Departemen Kesehatan, Jakarta. 2008
3
dengan menyempurnakan wudhunya lalu keluar dari rumahnya menuju
masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah,
maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan
ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila
dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk
mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah
ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian
senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti
pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 611). 3
berjamaah. Bahkan semakin jauh jarak rumah seseorang dari masjid, setiap
langkahnya (jalan kaki) akan dihitung sebagaimana tersirat dari hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya: “Orang yang paling
besar pahalanya dalam shalat ialah yang paling jauh berjalan menujunya. Orang
tempat asal ke tempat tujuan. Sehingga dengan kegiatan tersebut maka terdapat
tiga hal yaitu adanya muatan yang diangkut, tersedianya kendaraan sebagai alat
3
Hadist Riwayat Al-Bukhari no.611.
4
Nasution, “Manajemen Transportasi” (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996), h. 13
4
seperti fasilitas parkir yang tidak mengganggu laju pergerakan transportasi dan
dua peran utama, yaitu: (1) sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan
di daerah perkotaan, (2) sebagai prasarana bagi pergerakan manusia dan barang
yang tidak kondusif pada pergerakan transportasi, lahan parkir dan jalur
sumber daya manusia. Sarana dan prasarana yang ada merupakan aset yang harus
maksimal dan sesuai dengan kebutuhan yang diperkirakan baik sekarang maupun
yang akan datang. Perlu dilakukan analisa penggunaan lahan parkir motor dan
lahan parkir dan jalur pedestrian yang ada di area Universitas Islam Negeri Raden
5
Tamin, O.Z, Konsep Kebutuhan Transportasi (MKT) sebagai Alternatif Pemecahan
Masalah Transportasi Perkotaan di DKI Jakarta, Jurnal PWK : Bandung. Vo.l. 10 No 1
(1 Maret 1999), h. 3
5
B. Identifikasi Masalah
1. Belum adanya area pejalan kaki dan lahan parkir yang memadai di
C. Batasan masalah
D. Rumusan masalah
6
3. Bagaimana rekomendasi kebijakan bidang transportasi yang ideal bagi
E. Tujuan Penelitian
kedepan.
F. Manfaat Penelitian
lahan parkir dan pedestrian di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
keadaan tidak bergerak dari suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Parkir
merupakan keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara
Pedestrian diartikan sebagai pejalan kaki atau orang yang berjalan kaki,
sedangkan jalan merupakan media diatas bumi yang memudahkan manusia dalam
tujuan berjalan, maka pedestrian dalam hal ini memiliki arti pergerakan atau
perpindahan orang atau manusia dari satu tempat ketempat lain sebagai tujuan
“person walking in the street” yang berarti orang yang berjalan dijalan.8
6
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Direktorat Jendral Perhubungan Darat,
Pedoman Perencanaan dan Pengoprasian Fasilitas Parkir, Jakarta: Direktorat
Perhubungan Darat, 1996, h. 7
7
Murwono, Joko, , Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Penerbit UGM,
Yogyakarta, 1996, h.2
8
Iswanto, Danoe. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalanan Kaki. Enclosure”.Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Pemukiman, Vol 5 No. 1 (1 Maret 2006) h, 22.
8
Fasilitas parkir merupakan suatu bagian yang penting dalam sistem
pribadi, angkutan penumpang umum, sepeda motor maupun truk adalah sangat
Permasalahan parkir pada dasarnya terjadi apabila jumlah kebutuhan parkir lebih
besar dari pada kapasitas parkir, sehingga dapat mengganggu lalu lintas di sekitar
lokasi parkir.
9
secara pasti jumlah kendaraan dan jangka waktu kendaraan parkir
yang parkir. 9
sebagainya. 10
teratas.
yang lainnya.
9
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 72.
10
Iswanto, Danoe. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalanan Kaki. Enclosure”.Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Pemukiman, Vol 5 No. 1 (1 Maret 2006). h, 22.
10
4) Shopping mall, merupakan fasilitas pedestrian yang sangat luas
2. Berdasarkan Status
a. Parkir Umum
Parkir Umum adalah areal parkir yang menggunakan lahan yang dikuasai
c. Parkir Darurat
dibagi menjadi :
11
Iswanto, Danoe. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalanan Kaki. Enclosure”.Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Pemukiman, Vol 5 No. 1 (1 Maret 2006). h, 23.
12
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, h. 73
11
a. Parkir untuk kendaraan roda dua tidak bermesin (sepeda)
c. Parkir untuk kendaraan roda tiga, roda empat, atau lebih dan bermesin
C. Transportasi (TR)
mendorong sebuah lingkungan yang lebih sehat. Kebijakan pejalan kaki akan
mendorong para mahasiswa dan pegawai untuk berjalan di sekitar fakultas, dan
hari).
13
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, h. 74
12
7. Jumlah rata-rata penumpang per shuttle pertrip yang terangkut shuttle
Fakultas
11. Total jumlah kendaraan bebas emisi dibagi dengan populasi fakultas
(TR.4).
tahun terakhir.
14
“Ui GreenMetric World University” (Online) tersedia di : [Link]
13
D. Pola Parkir di Luar Badan Jalan
Jenderal Perhubungan Darat, 1996) pola parkir di luar badan jalan dibagi menjadi:
Pola parkir ini mempunyai daya tampung lebih banyak jika dibandingkan
melakukan manuver masuk dan keluar ke ruangan parkir lebih sedikit jika
dibandingkan dengan pola parkir sudut yang lebih kecil dari 90º.15
15
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Pedoman Perencanaan dan Pengoprasian
Fasilitas Parkir, Jakarta: Direktorat Perhubungan Darat, 1996, h. 85
16
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, h. 86
14
Gambar 2. 2 Pola parkir kendaraan satu sisi sudut 30º, 45º, 60º.
Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996
17
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, h. 86
15
Gambar 2.4 Pola parkir kendaraan dua sisi sudut 30º, 45º, 60º.
Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996
2. Membentuk sudut 45 º
18
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, h 87
16
Gambar 2.7 Pola parkir pulau sudut 45º tipe B.
Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996
E. Karakteristik Parkir
yang harus disediakan. Dalam karakteristik parkir perlu diketahui beberapa hal
1. Akumulasi Parkir
tempat pada waktu tertentu dan dibagi sesuai dengan kategori jenis
satuan jam kendaraan per periode waktu tertentu. Data akumulasi parkir
dapat disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang memadai, sehingga
17
dapat tergambar akumulasi parkir sesuai dengan kategori maksud
perjalanan. Nilai akumulasi parkir tidak sama pada suatu tempat dengan
tempat yang lain dari waktu ke waktu. Pada saat tertentu nilai akumulasi
parkir melebihi kapasitas parkir yang tersedia dan pada saat lain nilainya
2. Indeks Parkir
diketahui dari waktu puncak parkir dan indeks parkir. Waktu puncak
seberapa besar kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh prasarana parkir yang
Jika nilai indeks parkir >100% berarti permintaan ruang parkir lebih besar
dari kapasitas yang ada. Jika nilai indeks parkir <100% berarti permintaan
AP
IP= 100 %
R
Keterangan:
IP = Indeks Parkir
19
Darma Royadji, dkk. “analisis Karakteristik Parkir Di Pasar Tugu Bandar Lampung”.
JRSDD. Vol 7. No 1 (Edisi Maret 2019), h. 185
20
Darma Royadji, dkk. “analisis Karakteristik Parkir Di Pasar Tugu Bandar Lampung”.
JRSDD. Vol 7. No 1 (Edisi Maret 2019), h. 186
18
AP = Akumulasi Parkir
R = Ruang Parkir yang tersedia
3. Durasi Parkir
parkir pada suatu tempat yang nilai reratanya dapat bervariasi untuk setiap
kendaraannya (menggunakan ruang parkir) kurang dari satu (1) jam dan
(menggunakan ruang parkir) lebih dari empat (4) jam dan biasanya
19
Durasi = Ti – To..........................................................(2)
Keterangan:
Ti = waktu kendaraan masuk (jam)
To = waktu kendaraan keluar (jam)
4. Kapasitas Parkir
memakai fasilitas parkir ditinjau dari prosesnya yaitu pada saat datang,
parkir, dan pergi meninggalkan fasilitas parkir. Tinjauan dari hal tersebut
akan memberikan besaran kapasitas dari suatu fasilitas parkir yang ada.
Waktu Pelayanan
KP= S
D
Keterangan :
KP= Kapasitas parkir (kendaraan/jam)
S = Jumlah petak parkir (petak)
D = Durasi rata-rata parkir (jam/kendaraan)
volume parkir dengan jumlah ruang parkir untuk setiap satuan waktu
23
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 73
20
tertentu. Rumus yang digunakan untuk menghitung tingkat pergantian
parkir adalah24
n
TR=
R
Keterangan:
Satuan Ruang Parkir (SRP) adalah luas efektif untuk memarkir satu
kendaraan (mobil penumpang, truk, motor termasuk ruang bebas dan lebar
bukaan pintu.25
Ruang bebas kendaraan parkir diberikan pada arah lateral dan longitudinal
atau memanjang kendaraan. Ruang arah lateral diterapkan pada saat posisi
pintu kendaraan dibuka, yang diukur dari ujung paling luar ke badan
24
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 74
25
Pambudi, Hariadi Tri, dkk. “Evaluasi Kapasistas Parkir Unila Berdasarkan Kebutuhan
Satuan Ruang Parkir , JRSDD Vol 6 No 1 (Maret 2018), h. 4
26
Darma Royadji, dkk. “analisis Karakteristik Parkir Di Pasar Tugu Bandar Lampung”.
JRSDD. Vol 7. No 1 (Edisi Maret 2019), h. 187
21
kendaraan parkir yang ada di sampingnya. Ruang bebas ini diberikan agar
tidak terjadi benturan antara pintu kendaraan dan kendaraan yang parkir di
sampingnya pada saat penumpang turun dari kendaraan. Ruang bebas arah
dengan dinding atau kendaraan yang lewat jalur gang (aisle). Jarak bebas
arah lateral diambil sebesar 5 cm dan jarak bebas arah memanjang sebesar
30 cm.
Tabel 2.1
Lebar Bukaan Pintu Kendaraan
27
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 75.
28
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Pedoman Teknis Penyelenggaraan, Jakarta:
Direktorat Perhubungan Darat, 1996, h. 6
22
Pintu depan terbuka Orang cacat
roda
Penentuan satuan ruang parkir (SRP) dibagi atas tiga jenis kendaraan seperti
pada tabel berikut :
Tabel 2.2
Penentuan Satuan Ruang Parkir (SRP)29
Besar satuan ruang parkir untuk setiap jenis kendaraan adalah sebagai berikut30:
29
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, h.7
30
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas Teknik
Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 75
23
Gambar 2.9 Satuan Ruang Parkir (SRP) Untuk Mobil Penumpang
Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996
Keterangan:
B = Lebar Total Kendaraan
O = Lebar Bukan Pintu
L = Panjang Total Kendaraan
a1, a2 = Jarak Bebas Arah Longitudinal
R = Jarak Bebas Arah Lateral
Gambar 2.10
Satuan Ruang Parkir untuk Sepeda Motor.
24
hal penting yang harus dipertimbangkan adalah penyediaan dan pengaturan
terhadap ruang parkir cukup besar mengingat kebanyakan penduduk di kota rata-
rata mempunyai satu jenis kendaraan bermotor baik itu kendaraan roda 2 atau pun
kendaraan roda 4. Ruang parkir yang besar terutama dibutuhkan pada daerah-
daerah perkantoran dan perdagangan dikarenakan daerah ini merupakan salah satu
tarikan dari bangkitan perjalanan. Selain itu fasilitas pejalan kaki yang tersedia di
perkotaan masih belum memadai dalam arti bahwa area atau wilayah bagi pejalan
kaki masih minim dan kebanyakan dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima sebagai
tempat berjualan. Melihat kondisi ini maka penting kiranya dilakukan penataan
ulang terhadap fasilitas parkir dan fasilitas pejalan kaki yang ada di wilayah
perkotaan.31
hirarki. Secara umum fasilitas pejalan kaki dapat digolongkan menjadi 3 yaitu
fasilitas untuk:
a. menyusuri jalan,
31
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 76
32
Tamin, O.Z, Konsep Kebutuhan Transportasi (MKT) sebagai Alternatif Pemecahan
Masalah Transportasi Perkotaan di DKI Jakarta, Jurnal PWK : Bandung. Vo.l. 10 No 1
(1 Maret 1999), h. 12
25
Sebagian besar dari jalan-jalan di daerah perkotaan mempunyai volume
pejalan kaki yang besar dan harus mempunyai trotoar, kecuali apabila
mengalihkan pejalan kaki agar jauh dari sisi jalan, seperti pada jalanjalan tol.
Pada beberapa daerah yang mempunyai aktivitas yang tinggi, seperti pada
akan membuat suatu daerah khusus pejalan kaki (pedestrian precints). Perlu
Tabel 2.3
Lebar Trotoar Minimal Berdasarkan Wilayah
33
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 76
26
Bila jumlah pejalan kaki yang melalui suatu jalan tinggi, maka lebar trotoar
Tabel 2.4
Lebar Trotoar Berdasarkan Volume Pejalan Kaki
BAB III
METODE PENELITIAN
34
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, h. 77
35
Tamin, O.Z, Konsep Kebutuhan Transportasi (MKT) sebagai Alternatif Pemecahan
Masalah Transportasi Perkotaan di DKI Jakarta, Jurnal PWK : Bandung. Vo.l. 10 No 1
(1 Maret 1999), h. 14
27
A. Waktu dan tempat penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2020 dengan lokasi
penelitian lahan parkir dan pedestrian yang berada di Universitas Islam Negeri
dipersiapkan alat-alat yang akan digunakan pada proses penelitian. Adapun alat
yang digunakan pada proses penelitiian antara lain : alat tulis, kamera, GPS, dan
meteran.
C. Metode penelitian
yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan
kejadian yang terjadi secara faktual, sistematis dan akurat. Metode yang
D. Persiapan Penelitian
1. Studi Literatur
lahan parkir dan pedestrian maupun pada jurnal dan penelitian tentang lahan
28
Sebelum dilakukan penelitian yang sebenarnya, terlebih dahulu dilakukan
E. Pengambilan Data
1. Data primer
Yaitu adalah data yang diambil langsung di lapangan dengan cara survei,
Intan Lampung.
2. Data sekunder
29
Data diperoleh dari instansi terkait. Data sekunder yang dibutuhkan dari
F. Analisa Data
1. Data yang diperoleh berupa Jumlah mobil yang aktif digunakan dan
4. Data yang diperoleh berupa Rasio jumlah kendaraan (mobil dan sepeda
kampus (TR.3).
7. Data yang diperoleh berupa Jumlah rata-rata kendaraan bebas emisi yang
8. Data yang diperoleh berupa Total area parkir (m2), Rasio total area parkir
36
Moh. Mukri, “Kampus Berkelanjutan, Masa Depan Berkelanjutan”, Seminar Nasional Biologi
XXV Perhimpunan Biologi Indonesia, Bandar Lampung (26 Agustus 2019), h. 14
30
9. Untuk data pengguna pedestrian dilakukan penghitungan yang sama pada
10. Dari data yang diperoleh akan dibandingkan jumlah pengguna jalur
Mulai
Persiapan Penelitian
- Studi Literatur
Pengambilan Data
Analisis Data
Selesai
31
Gambar 3. 1
Diagram Alur Penelitian
demi tahap pada penelitian ini. Diawali dengan melakukan persiapan studi
jumlah mahasiswa, dosen dan pegawai di Universitas Islam Negeri Raden Intan
angka Indeks Parkir guna mengetahui apakah sudah memadai lahan parkir yang
ada terhadap jumlah pengguna lahan parkir. Kemudian pada tahap analisis data,
menganalisa kebutuhan parkir 10 tahun akan datang dan juga keadaan jalur
pedestrian yang ramah pejalan kaki. Sehingga didapat hasil yang diinginkan
berupa estimasi penggunaan lahan parkir jangka panjang dan juga kesesuaian jalur
32