0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan39 halaman

Pengelolaan Transportasi UIN Raden Intan

Dokumen ini membahas tentang kajian pengelolaan pedestrian dan transportasi di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Tujuannya adalah menginventarisasi fasilitas pedestrian, menghitung ketersediaan area parkir dan merekomendasikan kebijakan transportasi ideal.

Diunggah oleh

Rofik Ridho K
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan39 halaman

Pengelolaan Transportasi UIN Raden Intan

Dokumen ini membahas tentang kajian pengelolaan pedestrian dan transportasi di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Tujuannya adalah menginventarisasi fasilitas pedestrian, menghitung ketersediaan area parkir dan merekomendasikan kebijakan transportasi ideal.

Diunggah oleh

Rofik Ridho K
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KAJIAN PENGELOLAAN PEDESTRIAN DAN TRANSPORTASI DI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI


RADEN INTAN LAMPUNG

Proposal
Diajukan untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat-syarat
Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan ([Link])
dalam Ilmu Biologi

Oleh :
ROFIK RIDHO KURNIA
NPM. 1611060243
Jurusan : Pendidikan Biologi

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
144I H/ 2020 M
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian

yang berjudul “KAJIAN PENGELOLAAN PEDESTRIAN DAN

TRANSPORTASI DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN

LAMPUNG” tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan proposal

penelitian ini adalah menginventarisasi fasilitas pedestrian di kampus Universitas

Islam Negeri Raden Intan Lampung, menghitung ketersediaan area parkir di

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dan mengestimasi nya untuk

kebutuhan beberapa tahun kedepan dan merekomendasi kebijakan bidang

transportasi ideal bagi kampus Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Pada kesempatan ini, penulis hendak menyampaikan terima kasih kepada

semua pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga

proposal penelitian ini dapat selesai. Ucapan terima kasih ini penulis tujukan

kepada:

1. Bapak Dr. Eko Kuswanto M,Si selaku kepala jurusan Pendidikan Biologi

yang telah mendidik dan memberikan bimbingan selama masa

perkuliahan.

2. Ibu Suci Pawhestri [Link] selaku dosen pembimbing yang telah

memberikan bimbingan terhadap proposal penelitian yang sedang penulis

kerjakan.

3. Ayah dan Ibu serta adikku yang telah memberikan doa, dorongan dan

semangat selama penyusunan skripsi ini.

ii
4. Sahabatku yang telah memberikan support dan Teman-temanku satu

bimbingan penelitian proposal yang telah berjuang bersama sama penulis

dalam menyelesaikan proposal penelitian ini.

Meskipun telah berusaha menyelesaikan proposal peelitian ini sebaik

mungkin, penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih ada kekurangan.

Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari

para pembaca guna menyempurnakan segala kekurangan dalam penyusunan

proposal penelitian ini. Akhir kata, penulis berharap semoga proposal penelitian

ini berguna bagi para pembaca dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Bandar Lampung, 20 Agustus 2020

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................i

KATA PENGANTAR...................................................................................ii

DAFTAR ISI..................................................................................................iii

DAFTAR TABEL .........................................................................................vi

DAFTAR GAMBAR.................................................................................... vii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang................................................................................1

B. Identifikasi Masalah........................................................................5

C. Batasan Masalah..............................................................................5

D. Rumusan Masalah...........................................................................6

E. Tujuan Penelitian............................................................................6

F. Manfaat Penelitian..........................................................................7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Parkir dan Pedestrian....................................................8

B. Jenis-Jenis Parkir dan Pedestrian....................................................9

1. Berdasarkan Penempatan Parkir Dan Pedestrian.......................9

2. Berdasarkan Status....................................................................11

3. Berdasarkan Jenis Kendaraan....................................................12

C. Transportasi (TR)............................................................................12

D. Pola Parkir di Luar Badan Jalan......................................................14

iv
1. Pola Parkir Kendaraan Satu Sisi...............................................14

2. Pola Parkir Kendaraan Dua Sisi................................................15

E. Karateristik Parkir...........................................................................18

1. Akumulasi Parkir......................................................................18

2. Indeks Parkir.............................................................................19

3. Durasi Parkir.............................................................................20

4. Kapasitas Parkir........................................................................21

5. Tingkat Pergantian Parkir.........................................................21

F. Satuan Ruang Parkir......................................................................22

G. Kebutuhan Area Pejalan Kaki (Pedestrian)....................................26

1. Kebutuhan Fasilitas Pejalan Kaki.............................................26

2. Fasilitas untuk Pejalan Kaki yang Menyusuri Jalan.................27

BAB III METODE PENELITIAN

A. Waktu dan tempat penelitian.....................................................29

B. Alat dan Bahan..........................................................................29

C. Metode Penelitian......................................................................29

D. Persiapan Penelitian..................................................................29

E. Pengambilan Data.....................................................................30

F. Analisis Data.............................................................................31

v
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Lebar Bukaan Pintu Kendaraan 23

Tabel 2.2 Penentuan Satuan Ruang Parkir (SRP) 24

Tabel 2.3 Lebar Trotoar Minimal Berdasarkan Wilayah 27

Tabel 2.4 Lebar Trotoar Berdasarkan Minimal Pejalan Kaki 28

vi
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Pola Parkir Kendaraan Satu Sisi Sudut 90˚................................ 15

Gambar 2.2 Pola Parkir Kendaraan Satu Sisi Sudut 30˚, 45˚ dan 90˚ ........... 15

Gambar 2.3 Pola Parkir Kendaraan Dua Sisi Sudut 90˚ ............................... 16

Gambar 2.4 Pola Parkir Kendaraan Satu Sisi Sudut 30˚, 45˚ dan 90˚ ........... 16

Gambar 2.5 Pola Parkir Pulau Sudut 90˚ ...................................................... 17

Gambar 2.6 Pola Parkir Sudut 45˚ Tipe A .................................................... 17

Gambar 2.7 Pola Parkir Sudut 45 ˚ Tipe B ................................................... 17

Gambar 2.8 Pola Parkir Sudut 45 ˚ Tipe C ................................................... 18

Gambar 2.9 Satuan Ruang Parkir (SRP) Untuk Mobil Penumpang ............. 25

Gambar 2.10 Satuan Ruang Parkir (SRP) Untuk Motor .............................. 25

vii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan aktifitas kampus di Universitas Islam Negeri Raden Intan

Lampung sangat berpengaruh dengan kegiatan belajar mengajar berkaitan

hubungan mahasiswa dengan dosen maupun segala komponen yang

berkepentingan dengan urusan fakultas maupun masyarakat sekitar. Keadaan

warga kampus yang berasal dari berbagai kalangan pun menciptakan adanya

beragam warga dengan kendaraannya yang hilir mudik di area kampus. UIN

Raden Intan sendiri didominasi oleh warga kampus yang menggunakan sepeda

motor sebagai moda transportasi utama, kemudian ada yang membawa mobil dan

banyak pula yang berjalan kaki menuju area kampus. Pembangunan dan

penyesuaian jalan dan jalur pedestrian terus dilakukan dan menyesuaikan dengan

kebutuhan warga kampus.

Perubahan kondisi dan pembangunan yang dilakukan di lingkungan UIN

Raden Intan sehubungan dengan tujuan menjadi pelopor kampus hijau. Usaha

untuk terus meningkatkan ranking kampus hijau berkesinambungan dengan

berjalannya pembangunan dan perbaikan fasilitas publik dengan panduan standar

kampus hijau. Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan berbagai

1
pertimbangan agar seimbang dengan dengan keadaan untuk mempertahankan

kondisi kampus hijau yang dicanangkan.

Kampus hijau yang dicanangkan oleh UIN Raden Intan memiliki tuntunan

dari UI Greenmetric dengan berbagai kondisi pendukung mulai dari Penataan dan

Infrastruktur (SI), Energi dan Perubahan Iklim (EC), Limbah (WS), Air (WR),

Transportasi (TR), Pendidikan dan Penelitian (ED). Dari keenam komponen

utama tersebut penelitian ini mengacu pada kriteria transportasi, dengan indikator

jalur pejalan kaki (pedestrian) dan lahan parkir. menjadi kampus hijau berarti

secara keseluruhan komponen acuan harus memadai dengan melaksanakan dan

mendukung pengadaan setiap indikator yang termasuk dalam komponen kampus

hijau.

Jalur pedestrian merupakan sebuah jalur pejalan kaki yang dibuat terpisah

dari jalur kendaraan umum, biasanya terletak bersebelahan atau berdekatan, diberi

lapis permukaan, diberi elevasi lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan dan

pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan. Jalur pejalan kaki

(pedestrian ways) berfungsi sebagai wadah atau ruang kegiatan pejalan kaki

melakukan aktivitas dan untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki

sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi

pejalan kaki. Pada perkembangan-nya tidak saja untuk jalur pejalan kaki tetapi

juga untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreatif, seperti duduk-duduk santai

menikmati suasana, untuk bersosialisasi dan berkomunikasi antar warganya.1

1
Iswanto, Danoe. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalanan Kaki. Enclosure”.Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Pemukiman, Vol 5 No. 1 (1 Maret 2006) h, 21.

2
Fungsi utama dari jalur pedestrian adalah untuk memberikan pelayanan

kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan

kenyamanan pejalan kaki. Kebiasaan berjalan kaki ternyata sangat besar

manfaatnya, selain untuk meningkatkan kesehatan dalam hal olahraga ternyata

dengan berjalan kaki dapat meningkatkan kecerdasan otak tapi sayang sekali,

kebanyakan masyarakat sangat malas berjalan kaki. Hanya untuk menempuh jarak

sekitar 100 meter, kebanyakan memilih naik motor, angkot atau bahkan mobil

pribadi.2

Nabi Muhammad SAW. dahulu dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki,

sebagaimana ditunjukkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra. dia berkata, “Aku

belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rasulullah;

roman mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang yang

secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika

sedang berjalan. Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW. bersabda:

Artinya ;

“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di


rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan
dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudhu

2
DEPKES RI, Upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Direktorat Bina Kesehatan
Kerja Departemen Kesehatan, Jakarta. 2008

3
dengan menyempurnakan wudhunya lalu keluar dari rumahnya menuju
masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah,
maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan
ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila
dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk
mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah
ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian
senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti
pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 611). 3

Hadist Riwayat tersebut menjelaskan tentang berjalan kaki dianjurkan oleh

Rasulullah, apalagi berjalan menuju masjid untuk menunaikan kewajiban shalat

berjamaah. Bahkan semakin jauh jarak rumah seseorang dari masjid, setiap

langkahnya (jalan kaki) akan dihitung sebagaimana tersirat dari hadits yang

diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya: “Orang yang paling

besar pahalanya dalam shalat ialah yang paling jauh berjalan menujunya. Orang

yang menunggu shalat sampai ia menunaikannya bersama Imam lebih

besarpahalanya dari orang yang menunaikannya kemudian tidur. Dalam riwayat

Abu Kuraib, “Sampai ia menunaikannya bersama Imam dalam shalat berjamaah”.

Transportasi diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari

tempat asal ke tempat tujuan. Sehingga dengan kegiatan tersebut maka terdapat

tiga hal yaitu adanya muatan yang diangkut, tersedianya kendaraan sebagai alat

angkut, dan terdapatnya jalan yang dapat dilalui.4 Kegiatan transportasi

mempunyai peranan penting terhadap perkembangan kampus, semakin maju

kondisi yang menunjang lingkungan kampus maka dituntut pula kemajuan

transportasi berupa modal transportasi ataupun fasilitas lainnya yang menunjang

3
Hadist Riwayat Al-Bukhari no.611.
4
Nasution, “Manajemen Transportasi” (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996), h. 13

4
seperti fasilitas parkir yang tidak mengganggu laju pergerakan transportasi dan

fasilitas pejalan kaki (pedestrian) yang aman. Prasarana transportasi mempunyai

dua peran utama, yaitu: (1) sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan

di daerah perkotaan, (2) sebagai prasarana bagi pergerakan manusia dan barang

yang timbul akibat adanya kegiatan di daerah perkotaan tersebut.5

Lokasi kampus antara jurusan yang berdekatan menciptakan sebuah hal

yang tidak kondusif pada pergerakan transportasi, lahan parkir dan jalur

pedestrian. Sebuah kenyamanan sangat dibutuhkan demi peningkatan kualitas

sumber daya manusia. Sarana dan prasarana yang ada merupakan aset yang harus

dijaga dan diperbaharui dalam jangka waktu tertentu untuk menambah

kenyamanan warga kampus, maka kampus berkepentingan mengelola dengan

maksimal dan sesuai dengan kebutuhan yang diperkirakan baik sekarang maupun

yang akan datang. Perlu dilakukan analisa penggunaan lahan parkir motor dan

mobil di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung guna menguatkan

Universitas Islam Negeri Raden Intan sebagai kampus hijau.

Kondisi yang terus berkembang di Universitas Islam Negeri Raden Intan

Lampung menuntut perencanaan yang matang akan pentingnya pemanfaatan

lahan parkir dan jalur pedestrian yang ada di area Universitas Islam Negeri Raden

Intan Lampung. Dengan kesesuaian setiap langkah lanjutan pembangunan seiring

dengan optimalisasi lahan parkir dan jalur pedestrian akan meningkatkan

kenyamanan warga kampus yang menggunakan kedua area penting tersebut.

5
Tamin, O.Z, Konsep Kebutuhan Transportasi (MKT) sebagai Alternatif Pemecahan
Masalah Transportasi Perkotaan di DKI Jakarta, Jurnal PWK : Bandung. Vo.l. 10 No 1
(1 Maret 1999), h. 3

5
B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti dapat mengidentifikasi

masalah sebagai berikut:

1. Belum adanya area pejalan kaki dan lahan parkir yang memadai di

seluruh fakultas yang ada di UIN Raden Intan Lampung.

2. Belum adanya kebijakan tentang aturan moda transportasi yang

diterapkan di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

C. Batasan masalah

Pengamatan dilakukan terbatas pada pelataran parkir dan fasilitas

pedestrian di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, serta pengecekan

kebijakan tentang moda transportasi yang sudah diterapkan.

D. Rumusan masalah

Dari Latar Belakang Masalah yang telah dipaparkan, maka rumusan

masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Bagaimana penyediaan fasilitas pedestrian di kampus Universitas Islam

Negeri Raden Intan Lampung?

2. Bagaimana cara menghitung ketersediaan area parkir di Universitas Islam

Negeri Raden Intan Lampung terhadap jumlah kendaraan bermotor dan

mengestimasi kebutuhan lahan untuk beberapa tahun kedepan.

6
3. Bagaimana rekomendasi kebijakan bidang transportasi yang ideal bagi

kampus Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung?

E. Tujuan Penelitian

Penelitian tentang pengelolaan pedestarian dan transportasi memiliki

beberapa tujuan yaitu :

1. Untuk mengetahui fasilitas pedestrian yang tersedia di kampus

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

2. Untuk menghitung ketersediaan area parkir di Universitas Islam

Negeri Raden Intan Lampung terhadap jumlah kendaraan bermotor

dan mengestimasi kebutuhan lahan parkir untuk beberapa tahun

kedepan.

3. Untuk merekomendasikan kebijakan bidang transportasi ideal bagi

kampus Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yakni, bagi Peneliti untuk menambah wawasan dan

pengetahuan mengenai pengelolaan parkir dan pedestrian. Serta pemberi

informasi bagi pembaca sebagai pembanding dalam optimalisasi pemanfaatan

lahan parkir dan pedestrian di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

7
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Parkir dan Pedestrian

Menurut Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, Direktorat

Jenderal Perhubungan Darat (1996) yang menyatakan bahwa parkir adalahsuatu

keadaan tidak bergerak dari suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Parkir

menurut kamus Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai tempat pemberhentian

kendaraan beberapa saat.6 Sedangkan Joko Murwono (1996) berpendapat, parkir

merupakan keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara

dan pengemudi meninggalkan kendaraannya termasuk kepentingan menaikkan

dan menurunkan orang.7

Pedestrian diartikan sebagai pejalan kaki atau orang yang berjalan kaki,

sedangkan jalan merupakan media diatas bumi yang memudahkan manusia dalam

tujuan berjalan, maka pedestrian dalam hal ini memiliki arti pergerakan atau

perpindahan orang atau manusia dari satu tempat ketempat lain sebagai tujuan

dengan menggunakan moda jalan kaki. Atau secara harfiah,pedestrian berarti

“person walking in the street” yang berarti orang yang berjalan dijalan.8

6
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Direktorat Jendral Perhubungan Darat,
Pedoman Perencanaan dan Pengoprasian Fasilitas Parkir, Jakarta: Direktorat
Perhubungan Darat, 1996, h. 7
7
Murwono, Joko, , Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Penerbit UGM,
Yogyakarta, 1996, h.2
8
Iswanto, Danoe. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalanan Kaki. Enclosure”.Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Pemukiman, Vol 5 No. 1 (1 Maret 2006) h, 22.

8
Fasilitas parkir merupakan suatu bagian yang penting dalam sistem

transportasi darat. Kebutuhan tempat parkir untuk kendaraan baik kendaraan

pribadi, angkutan penumpang umum, sepeda motor maupun truk adalah sangat

penting. Kebutuhan tempat parkir tersebut tergantung dari bentuk dan

karakteristik masing-masing kendaraan dengan desain dan lokasi parkir.

Permasalahan parkir pada dasarnya terjadi apabila jumlah kebutuhan parkir lebih

besar dari pada kapasitas parkir, sehingga dapat mengganggu lalu lintas di sekitar

lokasi parkir.

B. Jenis – Jenis Parkir dan Pedestrian

Jenis-jenis parkir dan pedestrian dibagi berdasarkan tiga penempatan yaitu

berdasarkan penempatan parker dan pedestrian, status serta jenis kendaraan.

1. Berdasarkan Penempatan Parkir dan Pedestrian

Jenis- jenis parkir dan pesestrian berdasarkan parkir dan pedestriannya

jenis-jenis parkir yakni:

a. Parkir di badan jalan (on street parking)

Fasilitas parkir di badan jalan merupakan fasilitas parkir yang

menggunakan tepi jalan sebagai ruang parkirnya.

b. Parkir di luar badan jalan (off street parking)

Fasilitas parkir di lokasi parkir merupakan tata guna lahan yang

khusus disediakan sebagai ruang parkir dan mempunyai pintu

pelayanan masuk atau pintu pelayanan keluar sebagai tempat

mengambil atau menyerahkan karcis sehingga dapat mengetahui

9
secara pasti jumlah kendaraan dan jangka waktu kendaraan parkir

yang parkir. 9

c. Pedestrian yang terlindung didalam bangunan, misalnya:

1) Jalur pedestrian arah vertikal, yaitu fasilitas jalur pedestrian yang

menghubungkan lantai bawah dan lantai diatasnya dalam bangunan

atau gedung bertingkat, seperti tangga, ramps, dan sebagainya.

2) Jalur pedestrian arah horizontal, seperti koridor, hall, dan

sebagainya. 10

d. Pedestrian yang terlindung di luar bangunan, misalnya:

1) Arcade, yaitu merupakan selasar yang terbentuk oleh sederetan

kolom-kolom yang menyangga atap yang berbentuk

lengkunganlengkungan busur dapat merupakan bagian luar dari

bangunan atau berdiri sendiri.

2) Gallery, yaitu lorong yang lebar, umumnya terdapat pada lantai

teratas.

3) Covered Walk atau selasar, yaitu merupakan fasilitas pedestrian

yang pada umumnya terdapat di rumah sakit atau asrama yang

menghubungkan bagian bangunan yang satu dengan bangunan

yang lainnya.

9
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 72.
10
Iswanto, Danoe. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalanan Kaki. Enclosure”.Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Pemukiman, Vol 5 No. 1 (1 Maret 2006). h, 22.

10
4) Shopping mall, merupakan fasilitas pedestrian yang sangat luas

yang terletak di dalam bangunan dimana orang berlalu lalang

sambil berbelanja jalan langsung ditempat itu. 11

2. Berdasarkan Status

Jenis- jenis parkir dan pesestrian berdasarkan statusnya yaitu:

a. Parkir Umum

Parkir Umum adalah areal parkir yang menggunakan lahan yang dikuasai

dan pengelolaannya diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.

b. Parkir Khusus (eksisting)

Parkir khusus adalah perparkiran yang menggunakan lahan yang

pengelolaannya diselenggarakan oleh pihak ketiga.

c. Parkir Darurat

Parkir darurat adalah perparkiran di tempat-tempat umum yang

menggunakan lahan milik pemerintah daerah maupun swasta yang terjadi

karena kegiatan yang insidentil. 12

3. Berdasarkan Jenis Kendaraan

Menurut Abubakar jenis kendaraan yang menggunakan areal parkir

dibagi menjadi :
11
Iswanto, Danoe. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalanan Kaki. Enclosure”.Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Pemukiman, Vol 5 No. 1 (1 Maret 2006). h, 23.

12
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, h. 73

11
a. Parkir untuk kendaraan roda dua tidak bermesin (sepeda)

b. Parkir untuk kendaraan roda dua bermesin (sepeda motor)

c. Parkir untuk kendaraan roda tiga, roda empat, atau lebih dan bermesin

(mobil, taxi, dan lain-lain). 13

C. Transportasi (TR)

Sistem transportasi memegang peranan penting atas emisi karbon dan

tingkatan polusi di fakultas. Kebijakan transportasi guna membatasi jumlah

kendaraan bermotor, penggunaan bis fakultas, dan penggunaan sepeda akan

mendorong sebuah lingkungan yang lebih sehat. Kebijakan pejalan kaki akan

mendorong para mahasiswa dan pegawai untuk berjalan di sekitar fakultas, dan

menghindari pemakaian kendaraan pribadi. Penggunaan transportasi publik yang

ramah lingkungan akan menurunkan bekas pencemaran karbon di sekitar fakultas.

1. Jumlah mobil dinas yang dimiliki oleh Fakultas.

2. Jumlah mobil yang memasuki kawasan Fakultas (jumlah rata-rata per

hari).

3. Jumlah sepeda motor yang memasuki kawasan Fakultas (jumlah rata-

rata per hari).

4. Total jumlah kendaraan dibagi dengan populasi fakultas.

5. Tipe operasional shuttle Fakultas.

6. Jumlah shuttle yang dimiliki oleh Fakultas.

13
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, h. 74

12
7. Jumlah rata-rata penumpang per shuttle pertrip yang terangkut shuttle

Fakultas

8. Jumlah trip shuttle Fakultas per hari.

9. Kebijakan mengenai kendaraan bebas emisi di fakultas.

10. Jumlah kendaraan bebas emisi yang ditemukan di kawasan Fakultas

(jumlah rata-rata per hari).

11. Total jumlah kendaraan bebas emisi dibagi dengan populasi fakultas

(TR.4).

12. Total area parkir (m2).

13. Ratio total parkir area terhadap total area fakultas.

14. Presentase pengurangan area parkir untuk kendaraan pribadi dalam 3

tahun terakhir.

15. Inisiatif pembatasan jumlah kendaraan bermotor pribadi yang

memasuki kawasan Fakultas.

16. Dukungan terhadap pejalan kaki.

17. Dukungan terhadap penggunaan pejalan kaki di fakultas

Jalur pejalan kaki tersedia dan memenuhi aspek keselamatan,

kenyamanan dan ramah untuk disabilitas.

18. Jarak tempuh rata-rata kendaraan Fakultas setiap harinya di dalam

fakultas (dalam Kilometer/hari).

19. Total belanja bahan bakar (bensin/solar) untuk kendaraan bermotor

milik Fakultas selama satu tahun terakhir (dalam Liter).14

14
“Ui GreenMetric World University” (Online) tersedia di : [Link]

13
D. Pola Parkir di Luar Badan Jalan

Menurut Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir (Direktorat

Jenderal Perhubungan Darat, 1996) pola parkir di luar badan jalan dibagi menjadi:

1. Parkir Kendaraan Satu Sisi

a. Membentuk sudut 90º

Pola parkir ini mempunyai daya tampung lebih banyak jika dibandingkan

dengan pola parkir paralel, tetapi kemudahan dan kenyamanan pengemudi

melakukan manuver masuk dan keluar ke ruangan parkir lebih sedikit jika

dibandingkan dengan pola parkir sudut yang lebih kecil dari 90º.15

Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996


Gambar 2.1 Pola parkir kendaraan satu sisi sudut 90º.

b. Membentuk sudut 30º, 45º, 60º


Pola parkir ini mempunyai daya tampung lebih banyak jika dibandingkan
dengan pola parkir paralel, kemudahan dan kenyamanan pengemudi
melakukan manuver masuk dan keluar keruangan parkir lebih besar jika
dibandingkan dengan pola parkir sudut 90º.16

15
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Pedoman Perencanaan dan Pengoprasian
Fasilitas Parkir, Jakarta: Direktorat Perhubungan Darat, 1996, h. 85

16
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, h. 86

14
Gambar 2. 2 Pola parkir kendaraan satu sisi sudut 30º, 45º, 60º.
Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

2. Pola Parkir Kendaraan Dua Sisi


a. Membentuk sudut 90º
Arah gerak lalu lintas kendaraan dapat saru arah atau dua arah.17

Gambar 2. 3 Pola parkir kendaraan dua sisi sudut 90º


Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

b. Membentuk sudut 30º, 45º, 60º

17
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, h. 86

15
Gambar 2.4 Pola parkir kendaraan dua sisi sudut 30º, 45º, 60º.
Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

c. Pola Parkir Pulau

Pola parkir pulau digunakan apabila ketersediaan ruang cukup luas.18

1. Membentuk sudut 90º

Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996


Gambar 2.5 Pola parkir pulau sudut 90º.

2. Membentuk sudut 45 º

a) Bentuk tulang ikan tipe A

Gambar 2.6 Pola parkir sudut 45 º tipe A.


Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

b) Bentuk tulang ikan tipe B

18
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, h 87

16
Gambar 2.7 Pola parkir pulau sudut 45º tipe B.
Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

c) Bentuk tulang ikan tipe C

Gambar 2.8 Pola parkir pulau sudut 45º tipe C.


Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

E. Karakteristik Parkir

Karakteristik parkir berkaitan dengan besarnya jumlah kebutuhan parkir

yang harus disediakan. Dalam karakteristik parkir perlu diketahui beberapa hal

yang bisa digunakan seperti diuraikan berikut ini:

1. Akumulasi Parkir

Akumulasi parkir adalah jumlah keseluruhan yang parkir di suatu

tempat pada waktu tertentu dan dibagi sesuai dengan kategori jenis

maksud perjalanan. Dimana integrasi dari akumulasi parkir selama periode

tertentu menunjukkan beban parkir (jumlah kendaraan parkir) dalam

satuan jam kendaraan per periode waktu tertentu. Data akumulasi parkir

dapat disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang memadai, sehingga

17
dapat tergambar akumulasi parkir sesuai dengan kategori maksud

perjalanan. Nilai akumulasi parkir tidak sama pada suatu tempat dengan

tempat yang lain dari waktu ke waktu. Pada saat tertentu nilai akumulasi

parkir melebihi kapasitas parkir yang tersedia dan pada saat lain nilainya

di bawah kapasitas parkir yang tersedia.19

2. Indeks Parkir

Indeks parkir adalah ukuran lain untuk menyatakan penggunaan

pelataran parkir yang dinyatakan dalam persentase ruang yang ditempati

oleh kendaraan parkir. Untuk menentukan kebutuhan parkir dapat

diketahui dari waktu puncak parkir dan indeks parkir. Waktu puncak

parkir memberikan gambaran tentang besarnya permintaan parkir pada

waktu. Apabila dibandingkan dengan kapasitas normal dapat diketahui

seberapa besar kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh prasarana parkir yang

tersedia. Dengan menggunakan indeks parkir dapat diketahui apakah

permintaan parkir sebanding atau tidak dengan kapasitas yang tersedia.

Jika nilai indeks parkir >100% berarti permintaan ruang parkir lebih besar

dari kapasitas yang ada. Jika nilai indeks parkir <100% berarti permintaan

masih dapat dipenuhi.20

AP
IP= 100 %
R

Keterangan:
IP = Indeks Parkir
19
Darma Royadji, dkk. “analisis Karakteristik Parkir Di Pasar Tugu Bandar Lampung”.
JRSDD. Vol 7. No 1 (Edisi Maret 2019), h. 185
20
Darma Royadji, dkk. “analisis Karakteristik Parkir Di Pasar Tugu Bandar Lampung”.
JRSDD. Vol 7. No 1 (Edisi Maret 2019), h. 186

18
AP = Akumulasi Parkir
R = Ruang Parkir yang tersedia
3. Durasi Parkir

Durasi parkir merupakan waktu yang digunakan oleh kendaraan untuk

parkir pada suatu tempat yang nilai reratanya dapat bervariasi untuk setiap

periode tertentu. Durasi atau lamanya parkir diperoleh dengan cara

mencari selisih waktu antara waktu saat kendaraan meninggalkan lokasi

parkir dan waktu saat kendaraan memasuki pelataran parkir. 21

Menurut waktu yang digunakan untuk parkir, maka parkir dapat

diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Parkir Waktu Singkat

Parkir waktu singkat adalah pengendara yang memarkirkan

kendaraannya (menggunakan ruang parkir) kurang dari satu (1) jam dan

untuk keperluan belanja.

b. Parkir Waktu Sedang

Parkir waktu sedang adalah pengendara yang memarkirkan

kendaraannya (menggunakan ruang parkir) antara satu (1) jam sampai

dengan empat (4) jam dan untuk keperluan berdagang.

c. Parkir Waktu Lama

Parkir waktu lama adalah pengendara yang memarkikan kendaraannya

(menggunakan ruang parkir) lebih dari empat (4) jam dan biasanya

untuk keperluan bekerja.22


21
Pambudi, Hariadi Tri, dkk. “Evaluasi Kapasistas Parkir Unila Berdasarkan Kebutuhan
Satuan Ruang Parkir , JRSDD Vol 6 No 1 (Maret 2018), h. 4
22
Darma Royadji, dkk. “analisis Karakteristik Parkir Di Pasar Tugu Bandar Lampung”.
JRSDD. Vol 7. No 1 (Edisi Maret 2019), h. 186

19
Durasi = Ti – To..........................................................(2)

Keterangan:
Ti = waktu kendaraan masuk (jam)
To = waktu kendaraan keluar (jam)

4. Kapasitas Parkir

Kapasitas parkir adalah kemampuan maksimum dari suatu ruang

parkir dalam menampung kendaraan, dalam hal ini adalah volume

kendaraan yang memakai fasilitas parkir yang ada. Kendaraan yang

memakai fasilitas parkir ditinjau dari prosesnya yaitu pada saat datang,

parkir, dan pergi meninggalkan fasilitas parkir. Tinjauan dari hal tersebut

akan memberikan besaran kapasitas dari suatu fasilitas parkir yang ada.

Rumus yang digunakan untuk menghitung kapasitas parkir adalah23

Waktu Pelayanan
KP= S
D

Keterangan :
KP= Kapasitas parkir (kendaraan/jam)
S = Jumlah petak parkir (petak)
D = Durasi rata-rata parkir (jam/kendaraan)

5. Tingkat Pergantian Parkir (Parking Turn Over)

Tingkat pergantian parkir adalah suatu angka yang menunjukkan

tingkat penggunaan ruang parkir yang diperoleh dengan cara membagi

volume parkir dengan jumlah ruang parkir untuk setiap satuan waktu

23
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 73

20
tertentu. Rumus yang digunakan untuk menghitung tingkat pergantian

parkir adalah24

n
TR=
R

Keterangan:

TR = angka pergantian parkir (kendaraan/petak/jam)

n = Jumlah total kendaraan pada saat dilaksanakan survey


(kendaraan)

R = Ruang parkir yang tersedia (SRP)

F. Satuan Ruang Parkir (SRP)

Satuan Ruang Parkir (SRP) adalah luas efektif untuk memarkir satu

kendaraan (mobil penumpang, truk, motor termasuk ruang bebas dan lebar

bukaan pintu.25

Untuk menentukan SRP didasarkan pada hal berikut26:

1. Dimensi Kendaraan Standar

Dimensi Kendaraan Standar untuk mobil penumpang adalah 5,0 m x 2,5 m

sedangkan untuk sepeda motor adalah 0,7 m x 1,75 m.

2. Ruang Bebas Kendaraan Parkir

Ruang bebas kendaraan parkir diberikan pada arah lateral dan longitudinal

atau memanjang kendaraan. Ruang arah lateral diterapkan pada saat posisi

pintu kendaraan dibuka, yang diukur dari ujung paling luar ke badan

24
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 74
25
Pambudi, Hariadi Tri, dkk. “Evaluasi Kapasistas Parkir Unila Berdasarkan Kebutuhan
Satuan Ruang Parkir , JRSDD Vol 6 No 1 (Maret 2018), h. 4
26
Darma Royadji, dkk. “analisis Karakteristik Parkir Di Pasar Tugu Bandar Lampung”.
JRSDD. Vol 7. No 1 (Edisi Maret 2019), h. 187

21
kendaraan parkir yang ada di sampingnya. Ruang bebas ini diberikan agar

tidak terjadi benturan antara pintu kendaraan dan kendaraan yang parkir di

sampingnya pada saat penumpang turun dari kendaraan. Ruang bebas arah

memanjang diberikan di depan kendaraan untuk menghindari benturan

dengan dinding atau kendaraan yang lewat jalur gang (aisle). Jarak bebas

arah lateral diambil sebesar 5 cm dan jarak bebas arah memanjang sebesar

30 cm.

3. Lebar Bukaan Pintu Kendaraan

Ukuran lebar bukaan pintu merupakan fungsi karakteristik pemakai

kendaraan yang memanfaatkan fasilitas parkir.27 Dalam hal ini,

karakteristik pengguna kendaraan yang memanfaatkan fasilitas parkir

dipilih seperti pada tabel 1.28

Tabel 2.1
Lebar Bukaan Pintu Kendaraan

Jenis Bukaan Pintu Pengguna dan/atau Peruntukan Fasilitas


Gol
Parkir

Pintu depan/belakang  Karyawan/pekerja kantor


 Tamu/pengunjung pusat
terbuka tahap awal 55cm I
Kegiatan perkantoran, Perdagangan,
Pemerintahan, Universitas

Pintu depan/belakang  Pengunjung tempat Olahraga,pusat


hiburan/rekreasi, hotel, pusat II
Terbuka
perdagangan eceran/swalayan,
Rumah sakit, bioskop.

27
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 75.
28
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Pedoman Teknis Penyelenggaraan, Jakarta:
Direktorat Perhubungan Darat, 1996, h. 6

22
Pintu depan terbuka  Orang cacat

penuh dan di tambah


III
untuk pergerakan kursi

roda

Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

Penentuan satuan ruang parkir (SRP) dibagi atas tiga jenis kendaraan seperti
pada tabel berikut :

Tabel 2.2
Penentuan Satuan Ruang Parkir (SRP)29

Jenis Kendaraan Satuan Ruang Parkir (m²)

a. Mobil Penumpang Golongan I 2,3 x 5,0

b. Mobil Penumpang golongan II 2,5 x 5,0

c. Mobil Penumpang Golongan III 3,0 x 5,0

Bus dan Truk 3,4 x 12,5

Sepeda Motor 0,75 x 2,0

Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

Besar satuan ruang parkir untuk setiap jenis kendaraan adalah sebagai berikut30:

29
Direktorat Jendral Perhubungan Darat, h.7
30
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas Teknik
Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 75

23
Gambar 2.9 Satuan Ruang Parkir (SRP) Untuk Mobil Penumpang
Sumber : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1996

Keterangan:
B = Lebar Total Kendaraan
O = Lebar Bukan Pintu
L = Panjang Total Kendaraan
a1, a2 = Jarak Bebas Arah Longitudinal
R = Jarak Bebas Arah Lateral

Gambar 2.10
Satuan Ruang Parkir untuk Sepeda Motor.

G. Kebutuhan Area Pejalan Kaki (Pedestrian)

Dalam pengembangan manajemen lalulintas wilayah perkotaan, salah satu

24
hal penting yang harus dipertimbangkan adalah penyediaan dan pengaturan

fasilitas parkir dan fasilitas pejalan kaki. Umumnya di perkotaan kebutuhan

terhadap ruang parkir cukup besar mengingat kebanyakan penduduk di kota rata-

rata mempunyai satu jenis kendaraan bermotor baik itu kendaraan roda 2 atau pun

kendaraan roda 4. Ruang parkir yang besar terutama dibutuhkan pada daerah-

daerah perkantoran dan perdagangan dikarenakan daerah ini merupakan salah satu

tarikan dari bangkitan perjalanan. Selain itu fasilitas pejalan kaki yang tersedia di

perkotaan masih belum memadai dalam arti bahwa area atau wilayah bagi pejalan

kaki masih minim dan kebanyakan dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima sebagai

tempat berjualan. Melihat kondisi ini maka penting kiranya dilakukan penataan

ulang terhadap fasilitas parkir dan fasilitas pejalan kaki yang ada di wilayah

perkotaan.31

1. Kebutuhan Fasilitas Pejalan Kaki

Pedoman yang memberikan petunjuk kapan fasilitas pejalan kaki

diperlukan beserta jenisnya akan disusun berdasarkan kepadatan kegiatan dan

hirarki. Secara umum fasilitas pejalan kaki dapat digolongkan menjadi 3 yaitu

fasilitas untuk:

a. menyusuri jalan,

b. memotong atau menyeberang di ruas jalan,

c. menyeberang di persimpangan jalan.32

2. Fasilitas untuk Pejalan Kaki yang Menyusuri Jalan

31
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 76
32
Tamin, O.Z, Konsep Kebutuhan Transportasi (MKT) sebagai Alternatif Pemecahan
Masalah Transportasi Perkotaan di DKI Jakarta, Jurnal PWK : Bandung. Vo.l. 10 No 1
(1 Maret 1999), h. 12

25
Sebagian besar dari jalan-jalan di daerah perkotaan mempunyai volume

pejalan kaki yang besar dan harus mempunyai trotoar, kecuali apabila

alternatif-alternatif sistem pengaturan yang lain telah dilakukan untuk

mengalihkan pejalan kaki agar jauh dari sisi jalan, seperti pada jalanjalan tol.

Pada beberapa daerah yang mempunyai aktivitas yang tinggi, seperti pada

jalan-jalan pusat pertokoan/bisnis dan pasar, maka suatu pertimbangan harus

diberikan untuk melarang kendaraan-kendaraan memasuki daerah tersebut

akan membuat suatu daerah khusus pejalan kaki (pedestrian precints). Perlu

tidaknya trotoar ditentukan oleh volume pejalan kaki yang berjalan di

jalan,tingkat kecelakaan,pengaduan/permintaan. Lebar trotoar berdasarkan

lokasi menurut Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 65 tahun 1993

adalah sesuai Tabel 2.3.33

Tabel 2.3
Lebar Trotoar Minimal Berdasarkan Wilayah

No Lokasi Trotoar Lebar Trotoar Minimal


1 Jalan didaerah perkotaan atau kaki lima 4 meter
2 Di wilayah perkantoran utama 3 meter
Di wilayah industry
3 a. pada jalan primer 3 meter
b. pada jalan akses 2 meter
Di wilayah pemukiman
4 a. pada jalan primer 2,75 meter
b. pada jalan akses 2 meter
Sumber : Keputusan Menteri Perhubungan 1993

33
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, Studi Optimsi Perparkiran dan Pedestrian di Fakultas
Teknik Jurusan Sipil Universitas, JRSDd : Lampung Vol 3. No 1 (maret 2015), h. 76

26
Bila jumlah pejalan kaki yang melalui suatu jalan tinggi, maka lebar trotoar

yang dianjurkan adalah menurut Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 65

tahun 1993 seperti terlihat pada Tabel 2.434

Tabel 2.4
Lebar Trotoar Berdasarkan Volume Pejalan Kaki

No Jumlah pejalan kaki/dtk/mnt Lebar Trotoar (meter)


1 6 orang 2,3 – 5,0
2 3 orang 1,5 – 2,3
3 2 orang 0,9 – 1,5
4 1 orang 0,6 – 0,9
Sumber : Keputusan Menteri Perhubungan 1993

Ruang bebas di atasnya harus sekurang-kurangnya 2,5 meter. Trotoar harus

didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan bagi penderita cacat yang

memakai kursi roda untuk dapat menggunakannya, yaitu dengan memberikan

kelandaian pada setiap akses maupun di persimpangan.35

BAB III

METODE PENELITIAN

34
Nawawi, Sherly Novita Sari dkk, h. 77
35
Tamin, O.Z, Konsep Kebutuhan Transportasi (MKT) sebagai Alternatif Pemecahan
Masalah Transportasi Perkotaan di DKI Jakarta, Jurnal PWK : Bandung. Vo.l. 10 No 1
(1 Maret 1999), h. 14

27
A. Waktu dan tempat penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2020 dengan lokasi

penelitian lahan parkir dan pedestrian yang berada di Universitas Islam Negeri

Raden Intan Lampung.

B. Alat dan bahan

Sebelum melakukan survei dan penelitian sebenarnya, terlebih dahulu

dipersiapkan alat-alat yang akan digunakan pada proses penelitian. Adapun alat

yang digunakan pada proses penelitiian antara lain : alat tulis, kamera, GPS, dan

meteran.

C. Metode penelitian

Penelitian yang akan dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif

yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan

kejadian yang terjadi secara faktual, sistematis dan akurat. Metode yang

digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research).

D. Persiapan Penelitian

Persiapan penelitian adalah tahapan yang dilakukan sebelum peneliti

melakukan penelitian langsung ke lapangan. Persiapan penelitian terdiri dari :

1. Studi Literatur

Mengadakan studi literatur, baik pada buku-buku yang membahas tentang

lahan parkir dan pedestrian maupun pada jurnal dan penelitian tentang lahan

parkir dan pedestrian yang telah dilakukan guna memberikan pengetahuan

yang berhubungan dengan penelitian ini.

2. Melakukan Survei Pendahuluan

28
Sebelum dilakukan penelitian yang sebenarnya, terlebih dahulu dilakukan

survei pendahuluan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam

penelitian. Survei pedahuluan dilakukan secara random pada skala populasi

yang kecil. Adapun tujuan dilakukannya survei pendahuluan, yaitu :

a. Menentukan lokasi pengamatan pada saat survei sebenarnya.

b. Mengamati kondisi operasi di lapangan untuk menentukan metode survei

yang harus dilakukan.

c. Meneliti apakah jumlah sampel telah memadai jumlahnya.

d. Meneliti tingkat kesesuaian dari metode survei yang akan diterapkan.

e. Meneliti kesesuaian dan kelengkapan dari kuisioner yang akan digunakan.

E. Pengambilan Data

1. Data primer

Yaitu adalah data yang diambil langsung di lapangan dengan cara survei,

diantaranya jumlah pejalan kaki dan jumlah pengguna ruang parkir.

Pelaksanaan survei dengan ketentuan pengamatan dilakukan selama 5

hari dalam satu minggu berturut-turut. Waktu pelaksanaan survei pukul

07:00 WIB sampai pukul 17:00 WIB. Pengamatan ini dilakukan

berdasarkan waktu perkuliahan reguler di Universitas Islam Negeri Raden

Intan Lampung.

2. Data sekunder

29
Data diperoleh dari instansi terkait. Data sekunder yang dibutuhkan dari

penelitian ini adalah jumlah mahasiswa, jumlah dosen, jumlah pegawai

dan jumlah luas lahan parkir yang tersedia.

F. Analisa Data

1. Data yang diperoleh berupa Jumlah mobil yang aktif digunakan dan

dikelola oleh kampus kemudian dibuat pemetaannya.

2. Data yang diperoleh kemudian dihitung berapa Jumlah mobil yang

memasuki kawasan kampus setiap hari (jumlah rata-rata per hari).

3. Data yang diperoleh kemudian dihitung berapa sepeda motor yang

memasuki kawasan kampus setiap hari (jumlah rata-rata per hari).

4. Data yang diperoleh berupa Rasio jumlah kendaraan (mobil dan sepeda

motor) dibagi dengan total populasi kampus (TR.1).

5. Data yang diperoleh berupa Layanan shuttle kampus (TR.2), Jumlah

shuttle yang beroperasi di kampus, Jumlah rata-rata penumpang per

shuttle, dan Jumlah trip shuttle kampus per hari.

6. Data yang diperoleh berupa Kebijakan mengenai kendaraan bebas emisi di

kampus (TR.3).

7. Data yang diperoleh berupa Jumlah rata-rata kendaraan bebas emisi yang

ditemukan di kawasan kampus per hari, Rasio jumlah kendaraan bebas

emisi dibagi dengan total populasi kampus (TR.4).

8. Data yang diperoleh berupa Total area parkir (m2), Rasio total area parkir

terhadap total area kampus (TR.5).36

36
Moh. Mukri, “Kampus Berkelanjutan, Masa Depan Berkelanjutan”, Seminar Nasional Biologi
XXV Perhimpunan Biologi Indonesia, Bandar Lampung (26 Agustus 2019), h. 14

30
9. Untuk data pengguna pedestrian dilakukan penghitungan yang sama pada

jalur pedestrian yang telah ditentukan.

10. Dari data yang diperoleh akan dibandingkan jumlah pengguna jalur

pedestrian dan pengguna lahan parkir.

Mulai

Persiapan Penelitian

- Studi Literatur

- Penetapan Lokasi Penelitian

- Melakukan Survei Pendahuluan

Pengambilan Data

Data Primer Data Sekunder


 Jumlah Pengguna  Jumlah Mahasiswa
Roda 2 dan Roda 4  Jumlah Dosen
 Kondisi Lahan  Jumlah Pegawai
 Pengguna jalur
pedestrian

Pengelolaan Data Parkir

Analisis Data

Hasil dan Kesimpulan

Selesai

31
Gambar 3. 1
Diagram Alur Penelitian

Berdasarkan Gambar 11. Diagram Alir Penelitian, dapat dijelaskan tahap

demi tahap pada penelitian ini. Diawali dengan melakukan persiapan studi

literatur, penetapan lokasi survey sesuai dengan judul skripsi. Kemudian

dilanjutkan dengan melakukan survey pengambilan data sekunder diantaranya

jumlah mahasiswa, dosen dan pegawai di Universitas Islam Negeri Raden Intan

Lampung. Data primer juga diperlukan, diantaranya jumlah pengguna seluruh

kendaraan dan survey lokasi lahan. Selanjutnya, dilakukan pengolahan data

dengan berbagai perhitungan yang ditentukan sehingga penulis mendapatkan

angka Indeks Parkir guna mengetahui apakah sudah memadai lahan parkir yang

ada terhadap jumlah pengguna lahan parkir. Kemudian pada tahap analisis data,

penulis menghitung kebutuhan petak parkir dan kapasitas parkir, juga

menganalisa kebutuhan parkir 10 tahun akan datang dan juga keadaan jalur

pedestrian yang ramah pejalan kaki. Sehingga didapat hasil yang diinginkan

berupa estimasi penggunaan lahan parkir jangka panjang dan juga kesesuaian jalur

pedestrian bagian pejalan kaki.

32

Anda mungkin juga menyukai