0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
228 tayangan14 halaman

Pengertian dan Teknik Writing Skill

Writing skill merupakan kemampuan menulis teks secara koheren. Terdiri dari mekanik menulis dan isi tulisan. Mekanik menulis meliputi ejaan dan tata bahasa, sedangkan isi tulisan meliputi substansi. Keterampilan menulis dapat dikembangkan secara bertahap melalui aktivitas terbimbing dan bebas.

Diunggah oleh

Serli Pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
228 tayangan14 halaman

Pengertian dan Teknik Writing Skill

Writing skill merupakan kemampuan menulis teks secara koheren. Terdiri dari mekanik menulis dan isi tulisan. Mekanik menulis meliputi ejaan dan tata bahasa, sedangkan isi tulisan meliputi substansi. Keterampilan menulis dapat dikembangkan secara bertahap melalui aktivitas terbimbing dan bebas.

Diunggah oleh

Serli Pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

WRITING SKILL

Dosen Pengampu: Nur Hasanah Safei [Link]

Oleh Kelompok 4:
Sitti Rahmawati/19010104090
Fitra Aulia Aldi/19010104091
Dini Ariani/19010104099
Serli Pratiwi/19010104117
Nur Ayn/19010104085
Mariana/19010104097
Sarfanti/19010104096
Olvi Nur Fajriani/19010104102
Yuyun Wulandari/19010104119

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAYAH


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan
hidayah-nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Writing Skil,
sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Tak lupa pula kami kirimkan salam dan
shalawat kepada junjungan kita semua Rasulullah SAW, keluarga, dan seluruh
sahabatnya.

Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teaching English For Young
Learners, Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata [Link]
karena itu kami sangat mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari [Link] makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya
kami.
DAFTAR ISI
Halaman Judul ....................................................................................................
Kata Pengantar....................................................................................................
Daftar Isi...............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................................
B. Rumusan Masalah.............................................................................................
C. Tujuan Makalah................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengerian Writing Skill.....................................................................................
B. Teknik-teknik Writing Skill..............................................................................
a) Controlled writing Activities...................................................................................
1) Straight copying...........................................................................................
2) Matching.......................................................................................................
3) Organizing and copying..............................................................................
4) Coping book..................................................................................................
5) Dictation........................................................................................................
b) Guided – writing activities......................................................................................
1) Fill – in exerciceses.......................................................................................
2) Letters/card/invitations...............................................................................
3) Free writing Activities.................................................................................
........................................................................................................................
4) Pre – writing activities.................................................................................
a. Talking about the subject................................................................
b. Word stars........................................................................................
c. Vocabulary charts............................................................................
5) Dialogues ......................................................................................................
6) Descriptions..................................................................................................
7) Lettes ............................................................................................................
8) Stories ...........................................................................................................
BAB III PENUTUP..............................................................................................
A. Kesimpulan.....................................................................................................
..........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbeda dengan keterampilan berbicara, keterampilan menulis (writing) relatif lebih sulit
untuk dipelajari dan dikembangkan. Dalam writing, anak-anak tidak bisa mengandalkan
pemakaian bahasa tubuh, intonasi, nada bicara, kontak mata, serta berbagai fitur bahasa lisan
yang lain untuk memperjelas makna. Keterampilan menulis mencakup the mechanics of
writing (mekanik menulis) maupun thinking about what to write (isi/bahan menulis). The
mechanics of writing berfokus pada masalah-masalah kerapian menulis, kebenaran ejaan,
kebenaran gramatika, dan sebagainya. Pada umumnya, keterampilan menulis dalam
pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing diasosiasikan dengan the mechanics of
writing, yaitu membetulkan kesalahan yang ada dalam tulisan. Oleh karena itu, kerapian
tulisan, tata bahasa, ejaan, dan tanda baca sering kali mendapatkan prioritas yang pertama
dalam pembelajaran menulis. Kualitas tulisan dari sisi substansi isi (the content) menjadi
terabaikan. Jika kita menginginkan tulisan anak-anak berkembang secara bermakna,
perhatian terhadap isi harus diberikan sejak awal.
B. Rumusa Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu acuan berdasarkan pada latar belakang masalah diatas
sehingga kami merumuskan masalah sebagai berikut :
a. Apa pegertian writing skill?
b. Apa saja teknik-teknik dari writing skill?
C. Tujuan Makalah
Makalah ini bertujua untuk mengatahui :
a. Pengertian writing skill
b. Teknik-teknik writing skill
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Writing Skills
Keterampilan menulis (writing skills) adalah suatu kemampuan menulis
teks dengan menyambung kata-kata yang koheren di atas kertas. Keterampilan
menulis sangat dibutuhkan dalam berkomunikasi dan belajar akademik.
Keterampilan menulis yang baik akan membuat seseorang dapat berkomunikasi
dan menyampaikan pesan secara efisien dan jelas kepada orang lain dibandingkan
dengan menyampaikan pesan melalui pertemuan tatap muka atau percakapan
telepon. Namun harus diakui dari keempat keterampilan Berbeda dengan
keterampilan berbicara, keterampilan menulis (writing) relatif lebih sulit untuk
dipelajari dan dikembangkan.
Dalam writing, anak-anak tidak bisa mengandalkan pemakaian bahasa
tubuh, intonasi, nada bicara, kontak mata, serta berbagai fitur bahasa lisan yang lain
untuk memperjelas makna. Keterampilan menulis mencakup the mechanics of
writing (mekanik menulis) maupun thinking about what to write (isi/bahan
menulis). The mechanics of writing berfokus pada masalah-masalah kerapian
menulis, kebenaran ejaan, kebenaran gramatika, dan sebagainya. Pada umumnya,
keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing
diasosiasikan dengan the mechanics of writing, yaitu membetulkan kesalahan yang
ada dalam tulisan. Oleh karena itu, kerapian tulisan, tata bahasa, ejaan, dan tanda
baca sering kali mendapatkan prioritas yang pertama dalam pembelajaran menulis.
Kualitas tulisan dari sisi substansi isi (the content) menjadi terabaikan. Jika kita
menginginkan tulisan anak-anak berkembang secara bermakna, perhatian terhadap
isi harus diberikan sejak awal.
Meskipun sulit dipelajari, keterampilan menulis tetap merupakan bagian
yang penting, yang bermanfaat, yang menyenangkan, dan yang tak terpisahkan dari
keseluruhan proses pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Kegiatan-
kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan keterampilan menulis dapat
membantu mengkonsolidasikan pengembangan keterampilan bahasa yang lain serta
membantu pengembangan kemampuan bahasa secara keseluruhan. Misalnya,
kegiatan menulis bebas bisa dihubungkan dengan kegiatan berbicara bebas.
Kegiatan menulis dapat membantu anak-anak melihat tata aturan bahasa tulis
dalam menulis. Di samping itu, anak-anak mempunyai kesempatan yang banyak
dalam menggunakan kosakata dan tata bahasa yang lebih kompleks ketika menulis.
Seperti halnya keterampilan berbicara, keterampilan menulis dalam bahasa
asing merupakan keterampilan yang berkembang secara bertahap. Dari pemahaman
ini, kegiatan menulis bisa dirancang sebagai kegiatan bertahap, dari tahapan
menulis terbimbing (controlled/guided writing) sampai tahapan menulis bebas (free
writing). Menulis terbimbing pada umumnya dilakukan untuk pelatihan bahasa
sehingga konsentrasi pembelajaran menulis hanya pada pemakaian bahasa, bukan
pada isi. Sebaliknya, menulis bebas lebih dimaksudkan untuk pelatihan
pengungkapan ide sehingga kualitas isi tulisan menjadi hal yang penting dalam
menulis. Kegiatan menulis terbimbing biasanya dilakukan dengan para pemula.
Namun demikian, tidak berarti bahwa menulis bebas tidak diperkenankan untuk
para pemula. Seperti telah disinggung di atas, kegiatan menulis di kelas dapat
dikelompokkan menjadi tiga kategori besar, yaitu controlled, guided, dan free
writing activities. Pemilihan jenis kegiatan menulis tentunya harus disesuaikan
dengan usia dan tingkat perkembangan bahasa Inggris anak.

B. Teknik-teknik Writing Skill


a) Controlled Writing Activities
1) Straight Copying
Teknik pembelajaran menulis awal dapat dilakukan dengan cara meminta
anak menyalin (straight copying). Teknik semacam ini bisa dipakai oleh guru
sebagai sarana penguatan bahasa yang telah disajikan secara lisan maupun melalui
kegiatan membaca. Sangat disarankan juga untuk meminta anak-anak membaca
nyaring sambil menyalin supaya mereka dapat melihat hubungan antara yang
diucapkan dengan yang ditulis. Kegiatan semacam ini penting dilakukan
mengingat rumitnya hubungan antara pelafalan dan ejaan dalam bahasa Inggris.
2) Matching
Teknik straight copying bisa dimodifikasi menjadi teknik matching, yaitu
meminta anak-anak mencocokkan antara gambar dengan kalimat atau memilih
menulis salah satu kalimat dari beberapa pilihan yang disediakan. Misalnya, untuk
gambar seperti di bawah ini, mereka bisa memilih menulis satu kalimat dari tiga
kalimat yang disediakan.
3) Organizing and Copying
Kegiatan menyalin bisa juga dipadukan dengan kegiatan menulis
terstruktur.
4) Copying Book
Ada baiknya juga kalau anak-anak memiliki buku untuk menyalin, yaitu
satu buku yang mereka pergunakan untuk menyalin kosakata baru, menyalin
dialog pendek, menyalin sesuatu yang harus mereka hafalkan atau menyalin apa
pun. Sebagian besar anak mungkin hanya menyalin yang diperintahkan oleh guru,
namun mereka sebaiknya diberi kebebasan untuk menyalin apa pun dari buku teks
mereka, dari papan pengumuman, maupun dari anak yang lain. Jika mereka
memiliki waktu, tidak ada salahnya juga kalau mereka mau menyalin keseluruhan
cerita.
5) Dictation
Teknik mendikte merupakan jenis pelatihan menulis yang aman jika guru
mampu memilih bahasa yang sederhana dan mudah. Dengan teknik ini, guru
dapat memberikan pajanan bahasa yang bermakna dan berkonteks. Untuk anak-
anak, kegiatan mendikte harus memperhatikan hal-hal berikut.
 Bahan yang didiktekan relatif pendek.
 Bahan mendikte tersusun dari kalimat yang bisa dibaca dengan satu helaan
napas.
 Mendikte memiliki tujuan dan selalu berhubungan dengan pokok bahasan
yang sudah dibahas atau yang akan dibahas.
 Dikte dilakukan dengan kecepatan membaca yang normal.
b) guided-writing activities
1. Fill-in Exercises
Teknik melengkapi (fill-in) sangat bermanfaat untuk pembelajar bahasa Inggris
pada tingkat pemula. Fill-in exercises tidak memerlukan pemakaian bahasa secara aktif,
namun tetap memerlukan pemahaman. Teknik ini juga bermanfaat untuk menggali
potensi kosakata anak-anak. Sebagai contoh, kalau seandainya mereka sudah mengenal
kosakata yang berhubungan dengan hewan peliharaan dan sudah mengenal beberapa kata
sifat, teks seperti berikut ini bisa sangat bermakna walaupun tidak ada ilustrasi yang
menyertai.
2. Letters/cards/invitations
Menulis surat merupakan kegiatan yang sangat populer dalam kelas bahasa.
Teknik ini dirasakan bermanfaat untuk meminta anak-anak menulis secara bermakna.
Idealnya, surat itu ditulis untuk dikirim (diposkan). Namun, guru bisa meminta anak-
anak untuk menulis surat kepada teman sekelas. Kegiatan menulis terstruktur seperti
berikut ini, bisa dilakukan oleh guru.

3. Free Writing Activities


Dalam kegiatan menulis bebas, anak-anak berkesempatan menggunakan bahasa
yang telah mereka peroleh, apa pun tingkatnya. Guru berperan sebagai inisiator dan
fasilitator, sambil memastikan bahwa tugas yang diberikan dapat dikerjakan oleh anak-
anak sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa Inggrisnya. Hal tersulit dalam kegiatan
menulis bebas adalah bagaimana ‘memulai’. Seorang anak yang mempunyai banyak
imajinasi pun kadang-kadang masih mengalami kesulitan dalam memutuskan apa yang
akan ditulis. Berikut ini beberapa contoh kegiatan menulis bebas.
4. Pre-Writing Activities
Kegiatan pra-menulis berfungsi sebagai kegiatan ‘pemanasan’, yang dimaksudkan
untuk membekali anak-anak dengan kompetensi bahasa, ide, maupun dorongan sebelum
mereka benar-benar menulis.
Kegiatan pramenulis bisa berupa berikut ini:
a. Talking about the subject
Guru bisa melakukan kegiatan tanya jawab dengan anak-anak untuk memberikan
inspirasi tentang topik yang akan ditulis. Pertanyaan, seperti What did you do last night?
dapat menjadi pemicu untuk menulis tentang watched TV, played football, had supper,
read a story.
b. Word stars
Jika guru meminta anak-anak menulis tentang binatang peliharaan, guru bisa
memulainya dengan sebuah kata kunci, misal cat. Anak-anak selanjutnya diminta
menyebutkan kata-kata yang berhubungan dengan cat. Kegiatan semacam ini tidak hanya
membekali anak-anak dengan kata-kata, namun juga ide untuk menulis.
c. Vocabulary charts
Guru bisa menyediakan gambar sederhana atau foto dengan kosakata yang
berhubungan sebagai bahan untuk kegiatan menulis. Kamus bergambar juga bisa
dimanfaatkan di sini. Misalnya, dengan gambar berikut, anak-anak bisa menulis topik
tentang breakfast.
5. Dialogues
Anak-anak bisa juga diminta untuk menulis dialog sederhana. Akan lebih
bermanfaat jika kegiatan menulis dialog ini dilakukan secara berpasangan. Guru bisa
memberikan beberapa contoh dialog sebagai model ataupun hanya memberikan suatu
situasi dan meminta anak-anak membuat dialog bebas tentang situasi tersebut.
6. Descriptions
Kegiatan menulis bebas yang lain bisa berupa deskripsi. Guru bisa memulainya
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, seperti Do you like …? Have you got …?
Have you eaten …? Have you been …?. Selanjutnya anak-anak menulis deskripsi tentang
topik yang dimaksud. Di samping itu, guru bisa juga menyediakan gambar dan meminta
anak-anak membuat deskripsi tentang gambar tersebut.
7. Letters
Berbeda dengan kegiatan menulis surat terbimbing, menulis surat bebas ini dimaksudkan
untuk memanfaatkan bahasa tulis sebagai sarana korespondensi antara siswa dengan
siswa, maupun antara siswa dengan guru. Kegiatan menulis surat bebas juga bermanfaat
untuk melatih anak-anak berekspresi.
8. Stories
Meminta anak-anak untuk membuat cerita bisa juga merupakan kegiatan menulis
yang menyenangkan. Cerita ini bisa disusun secara individual maupun secara
berkelompok. Cerita yang sudah ditulis selanjutnya ‘dipublikasikan’ dalam bentuk
booklet ataupun ditempel sebagai majalah dinding.

Mengingat bahwa kegiatan menulis dapat dirancang secara bertahap, dari


kegiatan menulis terbimbing sampai menulis bebas, pendekatan dalam mengajar menulis
seyogianya juga mengakomodasi filosofi ini. Pada dekade 1970 dan 1980-an, pendekatan
proses (the process approach) menjadi sangat populer karena buku Writing: Teachers
and Children at Work yang ditulis oleh Donald Graves (1983). Dengan pendekatan ini,
fokus pembelajaran menulis bergeser dari produk menulis menjadi proses menulis.
Proses menulis melalui 5 (lima) tahap, yaitu prewriting, drafting, sharing and responding
to writing, revising writing, publishing. Kelima tahapan tersebut tidak bersifat linier,
melainkan bisa berbolak-balik.

Step 1: Prewriting
Pengalaman pramenulis bermanfaat untuk mendapatkan informasi atau
topik, untuk mengembangkan minat menulis, serta untuk membekali kemampuan
linguistik yang diperlukan dalam menulis (kosakata dan tata bahasa). Kegiatan
dalam prewriting bisa mencakup: berbagi pengalaman, curah pendapat
(brainstorming), pajanan pada karya sastra, drama.

Step 2: Drafting
Pada tahapan ini, anak-anak diberi kesempatan untuk menulis
sebanyakbanyaknya, tanpa terlalu memperhatikan kesalahan. Anak-anak diberi
pemahaman bahwa yang mereka tulis masih mungkin untuk berubah dan direvisi.
Oleh karena itu, mereka harus merasa bebas untuk berekspresi dan bereksperimen
dengan bahasa.

Step 3: Sharing and Responding to Writing


Pada tahapan ini, anak-anak diberi kesempatan untuk berbagi tulisan
mereka dalam kelompok kecil, dengan semua teman di kelas, maupun dengan
guru. Melalui kegiatan berbagi, anak-anak bisa mendapatkan balikan dan
komentar atas tulisan mereka. Di samping itu, mereka juga berkesempatan untuk
membaca kembali hasil tulisan mereka.

Step 4: Revising Writing


Setelah mendapatkan balikan dan komentar dari teman atau guru, anakanak
didorong untuk melakukan revisi (perbaikan). Pada umumnya, anak-anak akan
merasa keberatan merevisi hasil karyanya. Revisi bisa berupa penambahan
informasi/detail, penghapusan beberapa bagian atau pergeseran kalimat. Revisi
dimaksudkan untuk perbaikan kualitas isi dan kejelasan ide. Setelah merevisi isi,
pada tahapan ini anak-anak juga bisa membetulkan kesalahan ejaan, kesalahan
tata bahasa, kesalahan tanda baca.

Step 5: Publishing
Melalui tahapan publishing, anak-anak berkesempatan untuk menyajikan
karya mereka kepada ‘publik’. Publik di sini bisa berarti seluruh warga sekolah
ataupun orang tua. Jika sering dilakukan, kegiatan semacam ini membuat anak-
anak mempunyai alasan yang kuat dalam menulis. Hasil karya anak-anak bisa
disajikan dalam bentuk buku, ditempel sebagai majalah dinding, dijilid dengan
karya yang lain, dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keterampilan menulis (writing skills) adalah suatu kemampuan menulis teks dengan
menyambung kata-kata yang koheren di atas kertas. Keteram pilan menulis sangat
dibutuhkan dalam berkomunikasi dan belajar akadem ik. Keterampilan menulis yang
baik akan membuat seseorang dapat berkomunikasi dan menyampaikan pesan secara efi
sien dan jelas kepada orang lain dibandingkan dengan menyampaikan pesan melalui
perte muan tatap muka atau percakapan telepon.
DAFTAR PUSTAKA

Blaz, Deborah. (2001). A Collection of Performance Tasks and Rubrics: Foreign


Languages. Larchmont: Eye on Education.
Brown, H. Douglas. (2004). Language Assessment. Principles and Classroom
Practices. New York: Longman.
Brookhart, Susan M. (2004). Grading. New Jersey: Pearson Education, Ltd
Depdiknas. (2002). Konsep Pendidikan berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill)
Melalui Pendekatan Pendidikan Berbasis Luas (Broad-Based Education – BBE).
Jakarta: Depdiknas.

Anda mungkin juga menyukai