0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Penanganan Abses dalam Keperawatan

Dokumen tersebut membahas tentang konsep medis abses, termasuk definisi, etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, komplikasi, pemeriksaan diagnostik, dan penatalaksanaan abses. Abses dijelaskan sebagai penimbunan nanah yang terjadi akibat infeksi bakteri, yang dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan demam. Komplikasi potensial termasuk penyebaran infeksi dan gangren jaringan. Penatalaksanaan um

Diunggah oleh

Nur Baeti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Penanganan Abses dalam Keperawatan

Dokumen tersebut membahas tentang konsep medis abses, termasuk definisi, etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, komplikasi, pemeriksaan diagnostik, dan penatalaksanaan abses. Abses dijelaskan sebagai penimbunan nanah yang terjadi akibat infeksi bakteri, yang dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan demam. Komplikasi potensial termasuk penyebaran infeksi dan gangren jaringan. Penatalaksanaan um

Diunggah oleh

Nur Baeti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
2. TUJUAN
a. Tujuan umum
b. Tujuan khusus
3. MANFAAT
1. Bagi penulis
Hasil penulisan karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat membantu penulis maupun
penulis lainnya untuk mengembangkan pengetahuan
wawasannya dan menambah pengalaman nyata dalam asuhan keperawatan pada
pasien yang menderita Hernia inguinalis
2. Bagi Ruangan
Hasil penulisan karya tulis ilmiah diharapkan dapat bermanfaat bagi Ruang Poli
Bedah di RSUD K.H. HAYYUNG dan menjadi masukan dalam rangka meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan yaitu program kesehatan yang ada khususnya tentang untuk
abses gluteus
B. TINJAUAN TEORI
1. KONSEP MEDIS
a. DEFINISI
Abses adalah penimbunan nanah yang terjadi akibat infeksi bakteri. Abses
dapatterjadi dimana saja pada bagian tubuh kita. Abses dapat terlihat karena berada
di bagianluar tubuh (pada lapisan kulit) atau teradi pada organ dalam tubuh yang
terjadi disebuahkavitas jaringan karena adanya proses infeksi oleh bakter, karena
adanya benda asingmisalnya; serpihan, lika peluru atau jarum suntik (Smaltzer,
2013).Abses adalah pengumpulan nanah yang terlokalisir sebagai akibat dari
infeksiyang melibatkan organisme progenik, nanah merupakan suatu campuran dari
jaringannekrotik, bakteri dan sel darah putih yang sudah mati dan dicairkan oleh
enzim autolik(Mansjoes, A, 2007).Abses merupakan suatu infeksi kulit yang
disebabkan oleh bakteri atau parasitkarena adanya benda asing dan mengandung
nanah yang merupakan campuran dari jaringan nefrotik, bakteri dan sel darah putih
yang sudah mati (Siregar, 2007).
b. ETIOLOGI
Etiologi atau Penyebab
Suatu infeksi bakteri bisa menyebabkan abses ketika bakteri masuk kedalam
jaringan yang sehat, maka akan terjadi infeksi. Sebagian sel mati jaringan yang sehat
itumati, dan hancur meninggalkan rongga yang berisi jaringan dan sel-sel yang
[Link] infeksi bakteri bisa menyebabkan abses beberapa cara : bakteri
masuk kebawahkulit akibat bakteri yang berasal dari tusukan jarum yang tidak steril
dan bakteri dapatmenyebar dari suati infeksi di bagian tubuh yang lain. Kondisi ini
memicu sel-sel darah putuh yang berfungsi melawan infeksi masuk kedalam rongga
tersebut, memerangi bakteri dan kemudian mati. Sel darah putih yang mati itulah
yang membentuk cairannanah, yang mengisi rongga tersebut. Peluang terbentuknya
suatu abses akanmeningkat ika terdapat kotoran atau benda asing didaerah atau
tempat terjadinyainfeksi, daerah yang terinfeksi mendapatkan aliran darah yang
kurang terdapat terjadigangguan sistem kekebalan (Siregar, 2007).
c. PATOFISIOLOGI
Patofisiologi
Kuman yang masuk kedalam tuhuh akan merusak jaringan dengan
caramengeluarkan toksin. Bakteri melepaskan eksotoksin yang spesifik
(sintesis),kimiawi yang secara spesifik mengawali proses peradangan atau
melepaskanendotoksin yang ada hubunganya dengan dinding sel. Reaksi
hipersensitivitasterjadi apabila ada perubahan kondisi respon imunologi
mengakibatkan perubahan reaksi imun yang merusak jaringan. Agen fisik dan bahan
kimiaoksidan korosif menyebabkan kerusakan jaringan, kerusakan
jaringanmenstimulus untuk terjadi infeksi. Infeksi merupakan salah satu penyebab
dari peradangan, kemerahan merupakan tanda awal yang terlihat akibat
dilatasiarteriol dan meningkatkan aliran darah ke mikro sirkulasi kalor terjadi
bersamaandengan kemerahan bersifat lokal. Peningkatan suhu dapat terjadi secara
[Link] endogen pirogem yang dihasilkan makrofaq mempengaruhi
termoregulasi pada suhu lebih tinggi sehingga produksi panas meningkat dan terjadi
[Link] terjadi perubahan diameter pembuluh darah mengalir
keseluruhkapiler, kemudian aliran darah kembali pelan. Sel-sel darah mendekati
pembuluhdarah di daerah zona plasmatik. Leukosit menempel pada epitel sehingga
langkahawal terjadi emigrasi kedalam ruang ekstravaskuler lambatnya aliran darah
yangmengikuti fase hipertermia meningkat permiabilitas vaskuler
mengakibatkankeluarnya plasma kedalam jaringan, sedangkan sel darah tertinggal
didalam pembuluh darah akibat tekanan hidrostatik meningkat dan tekanan
osmotikmenurun hingga terjadi akumulasi cairan didalam rongga ekstravaskuler
yangmerupakan bagian dari cairan eksudat yaitu edema. Regangan dan distorsi
jaringan akibat edema dan tekanan pus dalam rongga abses menyebabkan
rasanyeri. Mediator kimiawi, termasuk bradiknin, prostaglanin, dan
serotoninmerusak ujung saraf sehingga menurunkan ambang stimulus terhadap
reseptoR

d. MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi Klinis atau Tanda dan Gejala
Gejala dari abses tergantung lokasi dan pengaruhnya terhadap fungsi atau organ
syaraf,yaitu bisa berupa;
1. Nyeri tekan
2. Nyeri lokal
3. Bengkak
4. Kenaikan suhu
5. Rubor (kemerahan)
6. Panas menggigil atau deman
7. Nyeri
8. Tumor (bengkak) terdapat pus atau bau busuk

e. KOMPLIKASI
Komplikasi mayor dari abses adalah penyebaran abses kejaringan sekitar atau
jaringanyang jauh dan kematian jaringan setempat yang ekstensif (ganggren). Pada
sebagian besar bagian tubuh, abses jarang dapat sembuh dengan sendirinya,
sehingga tindakanmedis secepatnya diindikasikan ketika terdapat kecurigaan akan
adanya abses. Suatuabses dapat menimbulkan konsekuesi yang fatal. Meskipun
jarang, apabila absestersebut mendesak struktur yang vital, misalnya abses leher
dalam yang dapat menekantrakea (Siregar, 2013).
f. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

g. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan
[Link] luka biasanya tidak membutuhkan penanganan menggunakan antibiotik
[Link] abses harus diamati dengan teliti untuk mengidentifikasi
penyebabnya,utamanya disebabkan oleh benda asing, karena benda asing tersebut
harus segeradiambil.
[Link], abses dengan menggunakan pembedahan biasanya diindikasikanapabila
abses telah berkembang dari peradangan serosa yang keras menjadi lebihlunak

Anda mungkin juga menyukai