0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan8 halaman

Estetika dalam Teknologi Animasi

Teks membahas tentang estetika dalam animasi. Estetika mempelajari keindahan baik pada objek maupun subjek. Dalam animasi, unsur-unsur seperti gerak, warna, cerita dan timing dianggap memiliki nilai keindahan. Tugas animator adalah menciptakan karya yang menarik visually dan mencerminkan karakter tertentu seperti kecakapan teknis dan kreativitas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan8 halaman

Estetika dalam Teknologi Animasi

Teks membahas tentang estetika dalam animasi. Estetika mempelajari keindahan baik pada objek maupun subjek. Dalam animasi, unsur-unsur seperti gerak, warna, cerita dan timing dianggap memiliki nilai keindahan. Tugas animator adalah menciptakan karya yang menarik visually dan mencerminkan karakter tertentu seperti kecakapan teknis dan kreativitas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Teknologi Animasi

BAB III
ESTETIKA

A. Pengertian Estetika maupun penghayat terhadap benda


atau karya.
Kata estetika berasal dari kata Yunani
aesthesis yang berarti perasaan, Dari beberapa pendapat tersebut
selera perasaan atau taste. Dalam dapat disimpulkan bahwa estetika
prosesnya Munro mengatakan bahwa adalah hal-hal yang mempelajari
estetika adalah cara merespon keindahan yang berasal dari obyek
terhadap stimuli, terutama lewat maupun keindahan yang berasal dari
persepsi indera, tetapi juga dikaitkan subyek (pengamatan/pencipta). Ke-
dengan proses kejiwaan, seperti indahan yang berasal dari subyek
asosiasi, pemahaman, imajinasi, dan penciptanya berkaitan dengan proses
emosi. Ilmu estetika adalah suatu kreatif.
ilmu yang mempelajari segala sesu- Pengertian estetika terus berkem-
atu yang berkaitan dengan keindah- bang sesuai dengan peradaban,
an, mempelajari semua aspek dari konsepsi hidup manusia, keadaan
apa yang kita sebut keindahan. dan jamannya, seperti pandangan
Teorikus seni dan desain dewasa ini estetik dari sudut ekomoni yang
cenderung untuk menggunakan isti- berkonsepsi kecil itu indah, efisien itu
lah estetika sebagai suatu kegiatan indah, murah itu indah, dan seba-
pengamatan yang tidak terpisah dari gainya. Dari sudut animasi, gerak itu
pengalaman seni dan desain. Kemu- indah, warna itu indah, cerita itu
dian estilah estetika berkembang indah, dan timing itu indah.
menjadi keindahan, yaitu usaha untuk Apa alasan orang ingin mengenal
mendapatkan suatu pengertian yang estetika?.
umum tentang karya yang indah,
penilaian kita terhadapnya dan motif Pertama, karena karya-karya seni
yang mebdasari tindakan yang men- dan desain yang alami maupun yang
ciptakannya. buatan begitu berharga sehingga
dipelajari ciri-ciri khasnya demi karya
Estetika adalah hal yang mempelajari seni dan desain itu sendiri.
kualitas keindahan dari obyek, mau-
pun daya nalar dan pengalaman Kedua, ia mesti berpendapat bahwa
estetik pencipta dan pengamatannya. pengalaman estetika (pengalaman
Dari pengertian ini, bila dipahami mengenai karya seni dan desain) itu
bahwa estetika adalah ilmu yang begitu berharga baik untuk ke-
mempelajari kualitas estetik suatu lompoknya maupun masing-masing
benda atau karya dan daya nalar anggotanya sehingga karya seni dan
serta pengalaman estetik pencipta desain khususnya animasi itu mesti
dipelajari.

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 23


Teknologi Animasi

Cara mempelajarinya: dari sudut intelektual. Herbert Read, dalam


pandang apakah kualitas-kualitas bukunya The Meaning of Art meru-
karya ini mencapai tujuan. muskan keindahan sebagai suatu
kesatuan arti hubungan-hubungan
Ketiga, mungkin dikira bahwa pe-
bentuk yang terdapat di antara
ngalaman ini begitu bernilai pada
pencerapan inderawi kita. Adapun
dirinya sendiri sehingga membutuh-
Thomas Aquinas, merumuskan kein-
kan pengujian dan penelitian menge-
dahan sebagai suatu yang menye-
nai kualitaskualitas karya seni dan
nangkan bila dilihat.
desain itu.
Kant secara eksplisit menitikberatkan
Estetika merupakan pengetahuan
estetika kepada teori keindahan dan
yang mempelajari dan memahami
seni. Teori keindahan adalah dua hal
melalui pengamatan hal ikhwal ke-
yang dapat dipelajari secara ilmiah
indahan baik pada obyek maupun
maupun filsafati. Di samping estetika
subyek atau pencipta dan pengamat-
sebagai filsafat keindahan, ada pula
an melalui proses kreatis. Keindahan
pendekatan ilmiah tentang keindah-
bisa didapatkan dima-mana saja,
an.
misalnya alam, benda seni dan
desain. Dalam berkarya, desainer da- Ada dua teori tentang keindahan,
lam menciptakan karya desain selalu yaitu yang bersifat subjektif dan
memuaskan secara estetik (psikologi) obyektif, Keindahan subjektif ialah
dirinya dan orang lain (konsumen). keindahan yang ada pada mata yang
Jadi karya yang diciptakan oleh memandang. Keindahan objektif me-
desainer adalah karya yang meme- nempatkan keindahan pada benda
nuhi kebutuhan hidup manusia yang dilihat. Definisi keindahan tidak
secara fisik dan psikologis (estetik). mesti sama dengan definisi seni.
Maka dengan demikian, seni tidak
dibatasi oleh keindahan. Menurut ka-
B. Estetika Murni dan Terapan um empiris dari jaman Barok,
permasalahan seni ditentukan oleh
Estetika sangat melekat dengan hal-
reaksi pengamatan terhadap karya
hal yang menyangkut tentang kein-
seni. Perhatian terletak pada penga-
dahan sebagai warisan bangsa
nalisisan terhadap rasa seni, rasa
Yunani dahulu. Plato misalnya, me-
indah, dan rasa keluhuran (kea-
nyebut tentang watak yang indah dan
gungan).
hukum yang indah. Aristoteles
merumuskan keindahan sebagai Dari pandangan tersebut jelas bahwa
sesuatu yang baik dan menye- permasalahan seni dapat diselidiki
nangkan. Plotinus menulis tentang dari tiga pendekatan yang berbeda
ilmu yang indah dan kebajikan yang tetapi yang saling mengisi. Di satu
indah. Bangsa Yunani juga mengenal pihak menekankan pada analisis
kata keindahan dalam arti estetis objektif dari benda seni, di pihak lain
yang disebutnya “symmetria” untuk pada upaya subjektif pencipta dan
keindahan visual, dan harmonia untuk upaya subjektif dari apresiator.
keindahan berdasarkan pendengaran
Bila mengingat kembali pandangan
(auditif). Jadi pengertian keindahan
klasik (Yunani) tentang hubungan
saat itu secara luas meliputi ke-
seni dan keindahan, maka kedua
indahan seni, alam, moral, dan
24 Direktorat Pembinaan SMK (2008)
Teknologi Animasi

pendapat ahli di bawah ini sangat Tugas seorang animator tidak hanya
mendukung hubungan tersebut; Sor- menciptakan proyek atau produk
tais menyatakan bahwa keindahan yang berguna, tetapi juga mencipta-
ditentukan oleh keadaan sebagai sifat kan karya yang enak dilihat, serta
objektif dari bentuk (l’esthetique est la mencerminkan sesuatu yang baru
science du beau), sedangkan Lipps dan berkepribadian. Seorang anima-
berpendapat bahwa keindahan di- tor dikatakan berhasil bila mempunyai
tentukan oleh keadaan perasaan beberapa karakter tertentu yaitu;
subyetif atau pertimbangan selera
 Mempunyai kecakapan teknis.
(die kunst ist die geflissenliche
hervorbringung des schones). Maka  Mengerti akan sifat bahan
dengan demikian, keindahan sebuah  Mengerti akan kebutuhan orang
karya seni tidak saja ditentukan oleh banyak
kualitas objek dan keterampilan  Selalu ingin tahu
dalam mengolah serta menyusun  Ketajaman melihat
unsurunsur seninya, tetapi juga  Inisiatif
ditentukan oleh pertimbangan subjek-  Senang dan cakap
tif pencipta serta pengamatnya.  Kepercayaan
Rekayasa estetik dalam animasi  Kejujuran
komunikasi adalah teknik pengung-  Memperhatikan resiko dan mem-
kapan estetika terapan melalui proses pertanggung-jawabkan karyanya
belajar dan proses kreatif. Dalam  Mengumpulkan data
pelaksanaannya rekayasa estetik  Tekun dan mengerti maksud tu-
melalui proses panjang mulai dari juannya.
tahap desain pada proses penger-
jaannya sampai produk jadi. Ada beberapa hal yang perlu diper-
hatikan dalam perencanaan animasi,
John Wistrand berpendapat bahwa antara lain:
desain atau animasi merupakan
karya secara keseluruhan yang me-  Syarat-syarat yang ditentukan da-
lihat pada proyek atau produk dan lam penyatuan (animator, produk-
mencoba menganalisanya sepenuh- si, dan pemasaran)
nya. Animator yang menjadi sebuah  Kecocokan adanya prinsip ilmu
alat komunikasi yang berguna dan pengetahuan dengan teknik kom-
tidak hanya menentukan penampilan puter dan peralatan/mesin pro-
saja. Kesan pertama adalah kepen- duksi
tingan yang harus dipertimbangkan
berbagai bidang sehingga menjadi  Sesuai dengan lingkungan (ma-
lebih baik dan benar-benar berguna. syarakat setempat) atau pada
segmen tertentu.
Sebelum berpikir masalah materi atau
unsur dan prinsip aniumasi, seorang  Kecocokan sifat animasi dari satu
animator perlu menentukan tema bagian dengan bagian lain
yang akan diangkat untuk dikerjakan
 Kemungkinan hasil animasi dan
yang sesuai dengan maksud dan
cara pemecahannya.
tujuan pada konsepnya.

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 25


Teknologi Animasi

C. Estetika Verbal dekaan Indonesia melawan penjajah.


Arti lambang dari ”Burung Garuda”
Estetika verbal adalah kualitas estetik (Gambar: 3.1) tersebut adalah; 17
yang lahir karena adanya pengga- Agustus 1945, yaitu tanggal 17 ter-
bungan antara berbagai batasan atau dapat pada jumlah bulu sayap,
alternatif dan kriteria perencanaan Agustus (bulan 8) tertera pada jumlah
secara verbal. Estetik verbal berbeda bulu ekor, tahun 1945 (45) terwujud
dengan estetik visual. Bila estetik dalam jumlah bulu leher.
visual, keindahan didapat dari sisi
luar yang mengarah ke komposisi,
sedangkan estetik verbal merupakan
keindahan dari dalam yang mengarah
arti di balik tampilan karya atau
symbol atau lambang yang melekat
pada sisi visual.
Lambang adalah tanda lewat perjan-
jian, maksudnya yang mempunyai
hubungan antara tanda dan obyekn
yang ditentukan oleh suatu peraturan
tertentu yang sifatnya umum.
Lambang adalah suatu wujud pem-
babaran yang langsung dari idea
pembuatnya, atas dasar kedalaman
feelingnya. Apa yang terkandung
dalam lambang itu merupakan status Gambar: 3.1
kehidupan perasaan pembuatnya. Burung Garuda lambang Negara
Indonesia
Karena lambang merupakan pemba-
baran langsung dari ide, tentu di
dalamnya juga terdapat suatu perpa-
duan spontan dengan feeling.
D. Estetika Visual
Estetik visual dalam animasi meru-
Lambang terdapat di luar badan kita
pakan strategi atau langkah-langkah
dan tidak terikat oleh naluri jasmaniah
yang harus dilakukan dalam pencip-
kita, yang akan muncul bila manusia
taan animasi agar menghasilkan
sedang belajar, proses belajar ber-
karya yang mempunyai rasa estetik
langsung.
tinggi.
Lambang memperhatikan suatu dari
Estetik visual merupakan ilmu yang
kaidah-kaidah yang berlaku dalam
menyampaikan secara visual (kasat
perbuatan manusia, pengertian dan
mata) dalam animasi mengenai war-
ekspresi, sebagai contoh piramida
na, bidang, bentuk, ruang, gerak
yang ada di Mesir berbentuk segitiga
dengan berbagai pendekatan kreatif
yang menyimbulkan adanya Tuhan,
eksperimentatif meliputi komposisi,
dekat kepadaNya.
irama, harmoni dan sebagainya.
Lambang negara Indonesia ”Burung
Karya animasi harus memiliki nilai
Garuda” yang mempunyai pengertian
estetika, yaitu sesuatu yang menye-
yang dalam terhadap sejarah kemer-
26 Direktorat Pembinaan SMK (2008)
Teknologi Animasi

babkan suatu bentuk dapat dikenali 2. Keteraturan


sebagai karya animasi yang bernilai.
Keteraturan unsur-unsur visual yang
Untuk mencapai hal tersebut perlu
ditata sehingga menjadi tertata dalam
adanya kesatuan, keteraturan, satu bentuk media dinamis dalam
variasi tatanan (keragamaman), bentuk karya animasi. Teraturnya
dan komunikatif (Gambar: 3.2). tatanan unsur visual akan mem-
buahkan kesan pandangan yang
1. Kesatuan bulat dan optimal, serta memberikan
Kesatuan merupakan suatu cara kesan puas bagi yang melihatnya.
untuk menggabungkan dan menya-
tukan unsur-unsur visual yang ditata 3. Keragaman
sesuai dengan konsep ide pencipta Unsur-unsur yang ditata agar tampak
dalam desain menjadi bentuk media lebih bermakna, tidak hambar, dan
dinamis. Antara unsur-unsur tersen- tidak membosankan. Secara keselu-
diri yang kesemuanya akan memben- ruhan, obyek yang ditampilkan saling
tuk wujud sarana informasi visual dukung, saling terkait, menguntung-
melalui animasi yang menjadi kesan kan, saling memberi isi, menyatu dan
satu kesatuan. menyampaikan pesan dalam bentuk
karya animasi.

Gambar: 3.2
Adanya kesatuan, keteraturan, keaneragaman/variasi tatanan,
dan komunikatif terwujud dalam satu karya Roy Genggam

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 27


Teknologi Animasi

4. Komunikatif  Nilai subyektif, merupakan nilai pe-


nafsiran atas Kenyataan oleh setiap
Komunikatif dari kata komunikasi
pribadi dalam mengamati suatu
(Latin: Communis) yang artinya mem-
karya animasi.
beritahukan yang mengandung mak-
sud memberikan dan menyebarkan  Nilai Utilitarian, adalah nilai yang
informasi, berita, pesan, ideide, agar memiliki kegunaan sebagai usaha
hal-hal yang memberitahukan itu pemenuhan suatu tujuan.
menjadi milik bersama. Penekanan
Seseorang dengan orang lain dalam
komunikatif, di sini adalah bahwa
mengamati atau menilai suatu karya
karya animasi bisa diterima secara
film animasi mempunyai bobot atau
kasat mata oleh masyarakat.
perbedaan rasa estetika, karena
mereka memandang dari sudut yang
E. Estetika Teknologi berbeda atau mempunyai penga-
laman pemahaman estetika yang
Estetika Teknologi adalah beda pula. Agar mereka dalam
kualitas estetik yang menilai estetika bisa terarah dan yang
diciptakan melalui proses dapat disatukan, maka dalam peni-
laian animasi harus dikelompokkan,
teknologi yang menekankan apakah dengan pendekatan nilai
pada pelaksanaan jalannya obyektif, nilai relatif, nilai subyektif,
teknologi (mesin). Jadi dan nilai utilitarian, sehingga tidak
merupakan prosedur pelak-sanaan terjadi penyimpangan.
animasi dari konsep yang telah ada
diproses melalui peralatan/ mesin. Di
F. Estetika Industri
sinilah peran teknologi dapat
menentukan bisa atau tidaknya suatu Estetika dalam industri animasi
estetika konsep diproses. Maka dari meru-pakan suatu yang kompleks
itulah seorang animator dalam dan me-ngarah pada
industri perfilman setidak-tidaknya perkembangan penggayaan
mengetahui dan memahami prosedur tertentu berdasarkan kebutuhan
teknologi.
praktis. Maka dari itu kualitas estetik
Setelah animasi menjadi karya jadi yang ditampilkan merupakan kerja
(film), maka nilai estetika berubah sama berbagai pihak untuk menen-
dan menyatu pada karya, yang dapat tukan sesuatu yang dianggap sesuai,
dikelompokkan menjadi empat kelom- mengundang minat beli, mengandung
pok nilai estetika, yaitu: roh budaya serta dinamis mengha-
dapi berbagai kondisi perkembangan
 Nilai obyektif, merupakan nilai suatu
lingkungan.
karya animasi terletak kondisi dan
kualitas fisik karya yang dapat Bagi seorang animator bekerja di
menjelaskan secara rasional. industri merupakan organisasi yang
komplek, yaitu satu unit dengan unit
 Nilai relative, adalah nilainilai yang yang lainnya saling mengisi dan
berhubungan dengan preferensi saling berperan, untuk ikut campur
yang disebabkan oleh sikap, pera- menentukan estetik desain. Seorang
saan, selera setiap individu. animator harus bekerja sama dengan
28 Direktorat Pembinaan SMK (2008)
Teknologi Animasi

bagian pemasaran, keuangan, pro- Animator juga harus mengetahui


duksi, teknisi, dan bagian lain. proses, karena setiap proses meru-
pakan bagian yang vital dari
Tugas masing-masing bagian terse-
rancangan serta secara langsung
but menurut Kotler adalah sebagai
merefleksikan sukses atau kegagalan
berikut:
langkah produksi berikutnya.
1. Bagian pemasaran bertugas me- Oleh karena itu setiap proses
rencanakan dan memasarkan produksi adalah berupa pembagian
produk-produk yang akan dipa- kerja, sehingga tanggung-jawab se-
sarkan, karena bagian pemasaran penuhnya terletak pada para pekerja
merupakan unit kerja industri di setiap unit kerja.
yang paling banyak tahu tentang
Animator di lingkungan industri selalu
animasi yang diminati konsumen.
diburu waktu dalam membuat karya
Karena itulah bagian pemasaran
animasi, karena tuntutan pemasaran/
adalah mengumpulkan data ten-
pesanan. Dalam industri, waktu sa-
tang selera pasar yang layak jual.
ngat menentukan upaya pelemparan
2. Bagian keuangan bertugas me- produk/jasa ke masyarakat. Hal ini
nentukan anggaran produksi, terus dilakukan untuk berlomba me-
yang fleksibel sesuai kebutuhan narik minat pembeli / pemesan, se-
dan penetapan harga produk ani- hingga industri atau perusahaan akan
masi berdasarkan pasar yang selalu cepat bertindak dan
dibantu dengan bagian pema- melempar /mengkomunikasikan
saran. produk/jasa bila tidak ingin ditinggal
3. Bagian produksi bertugas meren- pelanggan.
canakan efektifitas dan efisiensi Produksi animasi memer-lukan waktu
produk animasi. lama dan panjang, seolah-olah ber-
4. Bagian teknisi bertugas memacu tentangan dengan kondisi yang ada
produksi dan merekayasa tekno- di perusahaan (industri) yang harus
logi agar dapat memproduksi le- cepat membuat dan melempar/meng-
bih cepat dengan biaya lebih komunikasikan karya-karya animasi
ringan. baru.

Seorang animator memang bukan G. Estetika Komunikasi


pelaku utama dalam melaksanakan
tugas produksi, karena dalam pro- Segi komunikatif pada animasi harus
duksi diperlukan peran banyak orang sangat diperhatikan. Bila karya ku-
(unit kerja) untuk mengkasilkan karya rang komunikatif, berarti karya
yang baik. Animator adalah seorang tersebut tidak berhasil, atau sesuatu
perencana produk animasi, namun ia yang diinformasikan kepada kalayak/
bekerjasama dengan pelaksana unit masyarakat (audience) tidak akan
kerja jika ia tidak dapat bekerjasama sampai. Agar karya animasi bisa
ia tidak akan mendapatkan hasil yang sampai ke kalayak, maka harus mem-
dikehendaki. Animator tidak dapat perhatikan tentang karakter, gerakan,
bekerja sendiri bila desain yang cip- cerita, dan sebagainya serta segmen
taannya ingin diterima masyarakat. yang dibidik sebagai sasaran.

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 29


Teknologi Animasi

Sebagai contoh cerita dalam film


animasi, bila cerita tidak menarik
tentunya film tersebut tidak akan di
tonton, dan bila ada cerita yang
menyinggung SARA (suku, agama,
ras, adat-istiadat) akan menjadi
permasalahan hukum.

H. Pendalaman
Coba saudara mengamati dan per-
hatikan film animasi yang diputar di
depan kelas, selanjutnya hubungkan
film animasi tadi dengan estetika
industri. Apa yang harus dilakukan
animator bila ada tuntutan pasar yang
tentunya mengarah ke estetika in-
dustri.

30 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Anda mungkin juga menyukai