EMOSI
Emosi merupakan menggerakkan/bergerak keluar, bahwa pertandingan untuk menambah ilmu bukan
dorongan/kecenderungan untuk bertindak, dan reaksi terhadap tekanan menang/kalah.
rangsangan dari luar dandalam diri individu. Expressive Suppression → Pengaturan respon dengan
menghambat ekspresi emosi berlebihan. Contoh
A. Fungsi
seseorang menggigit lidah untuk menahan amarah ketika
Pembawa pesan→ Ketika emosi ada pada indivu secara mengetahui tidak lulus ujian.
tidak langsung ia menyadari apa yang sedang terjadi. Deep Breathing, Meditasi, Relaksasi →
Contoh ketika seseorang sedang bahagia berati ia sedang
a. Deep Breathing, Tarik napas panjang dan hembuskan
memperoleh sesuatu yang sedang ia senangi.
secara perlahan.
Pembangkit energi → Emosi membangkitkan dan b. Meditasi, Yoga
memobilisasi energi individu. Contoh ketika seseorang c. Relaksasi, Melatih individu relaksasi otot tubuh atau
takut ia akan berteriak atau lari. meregangkan seluruh tubuh.
Pembawa pesan dalam intrapersonal &interpersonal →
Contoh ketika individu sedang bercerita kepapa F. Regulasi Emosi dalam Persepektif Islam
sahabatnya tentang kesedihan maka individu dan “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri,
sahabatnya akan turut menangis. hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa
hilang. Jika belum hilang hendak dia mengambil posisi tidur.
B. Faktor Pemicu (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Internal → yang berasal dari dalam individu. Contoh Mengubah posisi.
turunan/genetik, harapan diri, dan kemampuan individu Segera berwudhu atau mandi.
(kontrol diri dan kemampuan regulasi emosi).
Amalan istighfar, dzikir, membaca Al-Quran, salat, dan
Eksternal → yang berasal dari luar individu. Contoh puasa.
kejadian/peristiwa, pengalaman, dan pendidikan.
G. Emosi dan Turunannya
C. Regulasi Emosi
→ Teknik yang dilakukan untuk mencegah perilaku-perilaku
yang tidak diinginkan. Puas Malu
Iri
Lega Kosong
Gotman&Katz, 1990 → Kemampuan untuk mencegah Riang Kecewa
Kesal
Benci
perilaku tidak tepat akibat kuatnya intensitas emosi Damai Kasihan
Murka
negatif yang dirasakan seseorang. Bangga Berduka
Cemburu
Untung Bersalah
Reivich&Shatté, 2002 → Kemampuan untuk tetap tenang Bersyukur Kesepian
Tersinggung
di bawah tekanan. Bersemangat Sengsara
Gross, 2007 → Strategi yang dilakukan secara sadar Terlantar
ataupun tidak untuk mengurangi satu atau lebih aspek dari
respon emosi negatif.
Reivich&Shatté, 2002→ Individu yang memiliki Ngeri
Enek
kemampuan regulasi emosi dapat mengendalikan dirinya Gugup
Muak
Cemas Heran
apabila sedang kesal dan dapat mengatasi rasa cemas, Risih
Tersiksa Tertipu
sedih, atau marah. Sehingga membantu proses berpikir Bosan
Waspada Terpesona
Penat
danmempercepat dalam pemecahan suatu masalah. Ragu-ragu
Goleman, 2004 → Dikatan mampu regulasi emosi jika Tak Berdaya
memiliki kendali yang cukup baik terhadap emosi negatif
yang muncul.
H. Teori Emosi-Motivasi
D. Kecerdasan Emosi S.S Tomkin 1990 → Mengemukakan bahwa emosi
Emosi dapat dihayati, dilatih, dan dikembangkan. merupakan energi bagi dorongan-dorongan yang selalu
Emosi dapat diukur seperti intelegensi (EQ Emotional muncul bersama.
Quotient) Ketika seseorang anak merasa takut bencana kebakaran
EQ memegang peranan lebih penting daripada IQ dalam yang telah merembet ke rumah tetangganya, ia terdorong
keberhasilan individu. untuk lari menyelamatkan diri sambil menjinjing televisi
keluar rumah dengan ringan saat itu.
E. Teknik Regulasi Emosi yang dirasakan akan memperkuat tambahan energi
Cognitive Reapraissal → Mengubah cara berpikir pada motivasi tingkah laku.
menjadi lebih positif. Contoh pemain sepak bola berpikir