Teknik Dasar Lari dalam Atletik
Teknik Dasar Lari dalam Atletik
ANGGOTA KELOMPOK:
1. AGNES KAROLINA SINAGA (FASE E2)
2. BONA YASPIS NATHANAEUL SAING (FASE E2)
3. DELLA SABRINA PERMATA HABSY (FASE E2)
4. JUAN GILBERT SIBORO (FASE E2)
5. RAMA AYU SYAHRITA (FASE E2)
6. STAFVANNY JULIA (FASE E2)
Organisasi nasional dari atletik adalah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
Sedangkan organisasi internasionalnya adalah International Amateur Athletic Federation
(IAAF).
2) Start Lari
a) Start Jongkok
Jika seorang pelari memiliki kaki pendek atau tidak begitu panjang, maka
biasanya akan menggunakan start pendek. Untuk melakukannya, kaki kiri berada di
depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri sekitar kepal.
b) Start Berdiri
Jenis start ini digunakan untuk lari jarak menengah. Start berdiri juga
digunakan dalam jenis lari lain yakni lari marathon. Seperti namanya, start ini
dilakukan oleh pelari dalam keadaan berdiri. Untuk melakukannya, pelari akan
memiliki teknik tersendiri, yaitu:
· Pelari menggunakan kaki terkuatnya sebagai tumpuan. Letakkan kaki tersebut
tepat di belakang garis dan lutut ditekuk sedikit. Sedangkan, kaki satunya
diletakkan di belakang dengan lurus
· Condongkan badan ke depan, serta posisikan tumpuan pada kaki yang berada di
depan
· Kemudian, lemaskan kedua lengan dan jangan tegang, lalu taruh lengan di
samping badan. Fokus dan rileks, atur pandangan agar selalu melihat arah ke depan
c) Start Melayang
Jenis start melayang atau flying start biasanya digunakan pada lari estafet
4x100 meter dan 4x400 meter. Dalam estafet, start melayang dilakukan pelari
dalam posisi berdiri dan tampak seperti melayang. Start ini umumnya digunakan
oleh pelari kedua, ketiga, dan keempat. Terdapat dua cara untuk melakukannya
yaitu,
· Start Melayang Visual
Start melayang visual dilakukan pelari dengan melihat ke arah pelari sebelumnya
yang memegang tongkat estafet.
Teknik melakukannya adalah sebagai berikut ini:
- Pandangan fokus ke pelari yang memberikan tongkat.
- Berlari perlahan menuju pelari selanjutnya dan tetap melihat ke arah pelari yang
memberikan tongkat.
- Julurkan tangan ke belakang, fokuskan pandangan ke arah tongkat.
- Jika sudah mendapat tongkat, fokuskan pandangan ke arah depan dan berlarilah
sekuat tenaga menuju pelari selanjutnya.
· Start Melayang Non Visual
Start melayang non visual berarti pelari tidak melihat ke arah pelari sebelumnya
yang memegang tongkat estafet. Berikut ini teknik untuk melakukannya.
- Pandangan fokus ke pelari yang ada di depan.
- Berlari perlahan menuju pelari selanjutnya, sambil menjulurkan tangan ke
belakang untuk menerima tongkat dari pelari yang ada di belakang.
- Jika sudah mendapat tongkat, tetap fokus pandangan ke arah depan dan
berlarilah sekuat tenaga menuju pelari selanjutnya.
3) Macam-macam Lari
a) Lari Jarak Pendek/Sprint
Lari sprint adalah perlombaan jarak pendek yang mana atlet mencoba berlari
dengan kecepatan maksimum mereka sepanjang lintasan. Jarak lari cepat umumnya
dibagi menjadi beberapa [Link] lari cepat biasanya disebut sebagai sprinter.
Lari jarak pendek atau lari sprint yang terbagi menjadi beberapa macam, di
antaranya:
· Jarak 100 meter untuk pelari putra dan putri (short sprint).
· Jarak 200 meter untuk pelari putra dan putri (medium sprint).
· Jarak 400 meter untuk pelari putra dan putri (long sprint).
- Ambil ancang-ancang posisi kaki kiri (kaki yang terkuat) diletakkan di depan dan
ditekuk.
- Posisikan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri dan beri jarak sekitar
satu kepal.
- Posisikan kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan ibu jari
terpisah dan empat jari lainnya merapat.
- Ambil ancang-ancang posisi kaki kiri (kaki yang terkuat) diletakkan di depan dan
ditekuk.
- Posisikan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan tumit kaki kiri dan beri
jarak sekitar satu kepal.
- Posisikan kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan ibu jari
terpisah dan empat jari lainnya merapat.
- Ambil ancang-ancang posisi kaki kiri (kaki yang terkuat) diletakkan di depan lutut
kaki kanan dan ditekuk.
- Posisikan lutut kaki kanan diletakkan di belakang kaki kiri dan beri jarak sekitar
satu kepal.
- Posisikan kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan ibu jari
terpisah dan empat jari lainnya merapat.
· Aba-aba Bersedia
- Letakkanlah salah satu lutut di tanah dengan jarak sekitar satu jengkal dari garis
start.
- Letakkanlah kaki lainnya tepat di samping lutut yang menempel tanah sekitar satu
kepal.
- Bungkukkanlah badan ke depan, kedua tangan terletak di tanah di belakang garis
start, keempat jari rapat, ibu jari terbuka (membentuk huruf "V" terbalik).
- Tundukkanlah kepala, leher rileks, dan pandangan ke bawah dan konsentrasi pada
aba-aba berikutnya.
· Aba-aba Siap
- Angkatlah lutut yang menempel di tanah.
- Kemudian, angkatlah panggul lebih tinggi dari bahu dan berat badan dibawa ke
depan, kaki belakang membentuk sudut 120 derajat, sedangkan kaki depan
membentuk sudut 90 derajat.
- Kepala tetap tunduk, leher rileks, pandangan ke bawah dan konsentrasi pada aba-
aba berikutnya.
Ada dua tahap dalam berlari cepat atau sprint, antara lain sebagai berikut:
· Fase Topang
Fase topang bertujuan untuk memperkecil hambatan saat menyentuh tanah dan
memaksimalkan dorongan ke depan. Fase topang terdiri dari topang depan dan
topang dorong. Adapun tekniknya adalah sebagai berikut:
- Mendarat pada telapak kaki.
- Lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortisasi.
- Kaki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut, dan mata kaki dari kaki topang harus
diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak.
- Paha kaki ayun naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal.
· Fase Layang
Tujuan fase ini intinya untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan kemudian
mempersiapkan penempatan kaki yang efektif saat menyentuh tanah. Adapun
tekniknya adalah sebagai berikut:
- Mengayunkan lutut kaki, bergerak ke depan dan ke atas.
- Dalam fase pemulihan Lutut kaki topang bengkok, irama ayunan lengan aktif
namun rilek.
- Kemudian kaki topang bergerak ke belakang.
Lari lari jarak jauh sering disebut juga dengan maraton. Lari jarak jauh adalah jenis
olahraga atletik yang ditempuh dengan cara berlari 5.000 meter atau lebih.
Lari jarak jauh dibagi beberapa kategori, yaitu:
• 5.000 meter
• 10.000 meter,dan
• 42.195 meter atau biasa disebut dengan lari maraton.
- Condongkan tubuh sedikit ke depan dan beban tubuh bertumpu pada kaki kiri.
- Tangan dibiarkan tergantung dengan rileks, siku sedikit ditekuk dan berada di
dekat beban.
- Posisi kepala menghadap ke depan dengan leher diposisikan dalam keadaan
yang rileks, dan arahkan pandangan lurus ke depan.
• Yak
- Aba-aba "yak" atau suara peluit/pistol menandakan pelari sudah diperbolehkan
untuk berlari.
- Langkahkan kaki kanan ke depan dan dibarengi ayunan tangan kiri ke depan
dan tangan kanan ke belakang.
- Kaki sebelah kiri melakukan tolakan untuk menghasilkan awalan start yang
maksimal.
Pada teknik berlari jarak jauh, pelari harus mengatur tenaga dan kecepatannya
agar dapat berlari hingga akhir atau mencapai garis finis. Hal ini dilakukan agar
pelari tidak kelelahan di pertengahan perjalanan karena jarak lari yang jauh. Ketika
berlari, sebaiknya dilakukan secara konstan dan tidak terlalu cepat. Berikut ini
teknik berlari dalam cabang olahraga lari jarak jauh:
Saat setelah seorang atlet mulai berlari, posisikan badan tegak dan lurus namun
tetap dalam kondisi yang rileks.
Kepala lurus ke depan ke arah tujuan lari.
Sambil berlari dengan keadaan tubuh yang rileks ayunkan lengan yang diikuti
dengan irama antarkan kaki pada sepanjang lintasan lari.
Saat kedua tangan diayunkan dengan rileks sebisa mungkin untuk tidak melebihi
bahu saat mengayun ke arah depan. Tangan tangan yang diayunkan juga tidak
boleh melebihi pinggul saat diayunkan ke arah belakang.
Usahakan seorang atlet untuk terus berlari pada kecepatan yang konstan sebelum
mendekati garis finish dan saat seorang atlet lari jarak jauh hampir mendekati
garis finish untuk meningkatkan kecepatan secara perlahan.
► Teknik Pernapasan
Teknik pernapasan sama pentingnya agar daya tahan tubuh bisa terjaga dan
pelari jarak jauh dapat berlari tanpa sesak atau kekurangan [Link] memiliki
teknik pernapasan yang baik dengan melakukan hal berikut:
Lari jarak menengah menggunakan start berdiri atau standing start. Hal ini
berbeda dengan lari jarak pendek yang menggunakan start jongkok. Berikut
adalah cara melakukan start lari jarak menengah:
Pada aba-aba 'Bersedia'
Atur tubuh dalam posisi berdiri tegak dengan lutut agak sedikit
direndahkan. Arah pandangan fokus ke depan atau lintasan lari.
Pada aba-aba 'Siap'
Tempatkan salah satu kaki di belakang garis start, sedangkan kaki satunya
berada di belakangnya. Pastikan posisi kedua kaki sejajar dengan bahu.
Condongkan tubuh sedikit ke depan dan pindahkan tumpuan berat badan
ke kaki bagian depan. Atur kedua lengan dalam posisi siap untuk berlari.
Pada aba-aba 'Ya' atau bunyi pistol start
Mulailah berlari sambil mengayunkan kedua tangan. Jaga pandangan tetap
ke depan dan biarkan leher dalam keadaan rileks.
► Teknik Berlari
d) Lari Estafet
Lari estafet merupakan cabang olahraga lari yang dilakukan secara beregu atau
tim. Lari estafet ini disebut juga dengan lari sambung. Pada umumnya, satu tim
lari estafet diisi oleh empat anggota. Cara kerja dari lari estafet adalah dengan
memindahkan tongkat dari pelari satu ke pelari lainnya yang merupakan regu
setim hingga garis finish. Dalam turnamen lari jarak pendek, lari estafet
dilangsungkan dalam dua nomor yaitu 4×100 m dan 4×400 . Kemudian pada lari
jarak menengah estafet dilakukan dalam jarak 4×1500 m. Sedangkan jarak jauh
pada umumnya 42.195 meter.
► Teknik Lari Estafet
Memegang Tongkat
Teknik pemegangan tongkat pada estafet harus benar-benar dipahami agar
tongkat itu tidak terjatuh ketika berlari. Caranya adalah dengan
memegang tongkat pada bagian ujungnya hanya setengah saja. Tongkat
tidak dipegang di bagian tengah supaya bisa memudahkan ketika
memindahkan ke pelari lainnya. Jadi bagian atas dipegang oleh pelari 1,
nantinya bagian bawah akan dipegang oleh pelari 2 ketika dipindahkan.
Arah Penglihatan Pelari
Atlet estafet diizinkan untuk menoleh atau tidak ketika sedang menerima
operan dari pelari pertama. Teknik melihat atau menoleh ini disebut juga
dengan teknik visual, sedangkan yang tidak melihat adalah non-visual.
Penyerahan dan Penerimaan Tongkat
Menurut aturan, tongkat harus diberikan saat pelari masih berada di
sebuah area yang disebut dengan wissel yang memiliki panjang sekitar 20
m. Pada saat berada di area tersebut, kedua pelari harus sangat fokus
memindahkan tongkat agar tidak terjatuh. Apabila pelari gagal
memindahkan tongkat di area wissel, maka tim tersebut akan
didiskualifikasi.
Adapun teknik dari pemindahan tongkat itu ada tiga, yaitu,
- Downsweep
Meski namanya adalah down, tetapi teknik ini dilakukan dengan cara
mengoper dari atas. Teknik ini dilakukan dengan cara telapak tangan si
pelari penerima sudah mengarah ke atas dan kemudian pelari pertama
menyerahkan tongkat dari samping saat pelari kedua sudah mulai berlari
di area wissel. Pelari yang menerima tongkat bisa menoleh ke arah
belakang untuk melihat tongkatnya sudah dioper, tetapi juga bisa
dilakukan tanpa menoleh. Tujuan dilakukannya teknik ini adalah supaya
pelari mampu melihat dengan jelas dan memudahkan ketika
memindahkan tongkat.
- Upsweep
e) Lari Gawang
Lari gawang adalah lari cepat untuk menempuh jarak tertentu dengan melompati
gawang-gawang yang tingginya telah diatur dalam peraturan perlombaan.
Nomor Lari gawang terdiri atas:
Nomor 110 m putra
Nomor 400 m putra
Nomor 100 m putri
Nomor 400 m putri
Teknik dasar lari gawang 400 meter hampir sama seperti teknik sebelumnya,
hanya saja ada yang perlu diperhatikan dalam lari gawang 400 meter ini, yaitu
teknik dalam mengganti kaki yang memimpin untuk melewati gawang yang
berada di tikungan
- Posisi badan lebih tegak lurus dan tidak terlalu dimiringkan ketika melompati
gawang.
- Mengangkat kaki yang memimpin hingga horizontal dan meluruskannya ke
depan untuk melompati gawang. Posisi tangan mengimbangi gerakan kaki.
- Kaki yang mengikuti ditekuk pada lutut kemudian diputar ke depan secara
horizontal untuk melompati gawang. Lalu lutut kaki yang mengikuti diputar ke
atas dalam setelah kaki dijejakkan ke atas lintasan untuk mengambil langkah
berikutnya.
► Ukuran Gawang
Dalam olahraga lari gawang, dibutuhkan properti yang sangat penting yaitu
gawang. Gawang tersebut memiliki ukuran dan jumlah tertentu seperti yang
akan dijelaskan di bawah ini:
- Jumlah gawang dalam perlombaan lari gawang minimal 80 buah.
- Tinggi Gawang
Nomor 110 m putra tinggi 3 kaki (1,067 m)
Nomor 400 m putra tinggi 0,914 m
Nomor 100 m putri tinggi 0,840 m
Nomor 400 m putri tinggi 0,762 m
- Panjang maksimum bagian dasar 0,70 m, lebar maksimum 1,20 m.
- Berat gawang tidak boleh lebih dari 10 kg.
- Lebar palang kayu 7 cm, tebal 1-2 cm, palang dibulatkan supaya tidak
tajam.
- Palang di cat hitam putih. Dengan ketentuan warna hitam selebar 22,50 cm,
kedua tepinya berwarna putih.
4) Manfaat Lari
Meningkatkan daya tahan tubuh
Mempertahankan massa otot
Meningkatkan kekuatan tubuh
Menurunkan setres
Mempercepat pertumbuhan
Meningkatkan kebugaran jantung
2. Lompat
1) Pengertian
Dilansir dari World Athletics, dalam cabang olahraga atletik ada 4 (empat) nomor
lompat yang biasa diperlombakan, yaitu nomor lompat jauh, lompat tinggi, lompat
galah, dan lompat jangkit. Keempat nomor tersebut adalah cabang olahraga atletik
kategori lompat yang dipertandingkan pada ajan internasional seperti SEA Games,
Asian Games, dan Olimpiade.
2) Jenis Cabang Olahraga Lompat
a) Lompat Jauh (Long Jump)
Lompat jauh atau long jump adalah aktivitas melompat ke arah depan dan jauh
dengan salah satu kaki melakukan tolakan pada tempat yang telah
[Link] lompat jauh dihitung berdasarkan jarak terjauh pendaratan di
bak pasir. Pelompat dengan jarak terjauh akan menjadi pemenangnya.
Cara melakukan:
- Sesaat setelah melakukan tolakan, ayunkan kedua kaki ke belakang dan
ke depan yang diikuti dengan irama gerakan tangan.
- Angkat tangan ke atas untuk menyeimbangkan badan saat berada di
udara dan usahakan agar posisi tubuh tetap tegak.
- Saat akan melakukan pendaratan, luruskan kedua kaki ke depan dan
lakukan pendaratan dengan kedua tumit kaki terlebih dahulu.
Gaya Berjalan di Udara (Walking In The Air Style)
Lintasan lari.
Landasan untuk melakukan awalan lari dengan permukaan beton keras
dengan panjang minimum 40 meter. Pada ujung lintasan lari, terdapat
balok untuk lepas landas dengan ketebalan 5 cm, lebar 20 cm, serta jarak
balok dan bak pasir 1 meter.
Bak pasir
Area pendaratan yang berisi pasir memiliki ukuran panjang 9 meter dan
lebar antara 2,75 hingga 3 meter.
Papan tolakan
- Lebar papan tolakan 10cm
- Panjang papa tolakan 1,2m
- Jarak papan tolakan dari bak pasir 1 m
Cara melakukan:
- Tancapkan galah pada lubang penancap dengan diikuti kedua tangan yang
menjulur ke arah depan bawah. Geser tangan kiri kearah genggaman
tangan kanan ketika ujung galah berada didasar lubang.
- Angkat kaki kanan dan kedua tangan ke arah atas dan diikuti dengan
tolakan kaki kiri pada papan tolakan. Penumpuan dan tolakan kaki harus
kuat dan menghentak dengan cepat. Posisikan lutut lurus ketika melakukan
tolakan.
- Apabila anda menggunakan galah dari non fiber glass maka genggaman
tangan kiri digeser kearah genggaman tangan kanan namun apabila galah
terbuat dari fiber glass maka genggaman tangan kiri tidak perlu digeser ke
arah genggaman tangan kanan.
- Tangan kanan lurus setelah kaki tidak menyentuh tanah dan sikap badan
menggantung pada galah.
- Arahkan pandangan anda ke atas mistar.
Teknik Bergantung Mengayunkan Badan
Cara melakukan:
- Angkat paha kanan ke arah depan atas dan kedua lengan lurus di atas
kepala setelah kaki kiri melakukan tolakan. Kemudian kaki kiri diayun ke
atas mengikuti kaki kanan.
- Apabila seorang atlet menggunakan galah yang terbuat dari fiber glass
maka galah akan melengkung secara optimal. Pada saat itulah posisi
kedua kaki terayun ke atas melebihi tinggi kepala.
- Setelah itu lakukan tumpuan pada galah menggunakan kedua tangan.
Dorong dan angkat badan ke arah atas dengan disertai putaran badan ke
arah kiri.
Teknik Melewati Mistar dalam Lompat Galah
Berikut cara melewati mistar dengan benar dalam olahraga lompat galah:
- Lakukan tumpuan menggunakan kaki kiri kemudian disertai tumpuan
tangan pada galah agar badan dapat terangkat ke atas. Sikap kepala berada
dibawah dan posisi perut sejajar dengan mistar.
- Setelah sebagian badan melewati mistar maka lepaskan galah dengan
melepas pegangan tangan kiri terlebih dahulu. Kemudian diikuti pelepasan
tangan kanan.
- Turunkan kedua kaki dan perhatikan posisi pendaratan anda. Bagi anda
yang menggunakan galah fiber glass dapat melepaskan galah ketika
posisinya sudah benar benar lurus.
Pada lompat tinggi galah harus ada kotak yang di gunakan untuk menanamkan
galah. Ukuran kotak tersebut adalah :
- Panjang= 1 m - 1,084m
- Lebar bagian muka= 60 cm
- Panjang daerah miring= 80cm.
- Lebar bagian belakang= 15 cm
- Kedalaman bagian belakang= 20 cm
- Dasarnya terbuat dari besi atau logam= lebar 2,5 mm.
Tongkat lompat galah terbuat dari fiber dengan kelenturan khusus sesuai
dengan berat badan pelompat. Jika pelompat 60kg maka galah yang dipakainya
khusus untuk kelenturan bagi berat 60 kg karena jika dipakai dengan berat
80kg dapat patah jika digunakan. dan jika dipakai pelompat 50 kg maka galah
tidak akan melenting untuk membantu lompatan. Galah ini di gunakan hanya
untuk lompat tinggi galah.
Panjang bilah: sekitar 3,86 meter sampai dengan 4,52 m.
Berat: maksimum 2,26 kg
c) Lompat Jangkit (Triple Jump)
Lompat jangkit adalah salah satu cabang olahraga atletik nomor lompat yang
bertujuan memaksimalkan jarak jangkauan horizontal. Olahraga ini disebut juga
triple jump karena memiliki 3 fase atau gerakan, yakni hop (jingkat), step
(langkah), dan jump (lompat).
Ukuran untuk Lapangan dari awal lari sampai balok tumpuan ± 45m, dari
balok tumpuan sampai bak lompatan ± 13m, bak lompat panjang 10m, lebar
2,75m. kedalaman bak lompat ± 10-20cm.
d) Lompat Tinggi
3. Lempar
1) Pengertian
Olahraga lempar, atau permainan lempar, adalah kompetisi fisik, manusia di mana
hasilnya diukur dengan kemampuan pemain untuk melempar suatu benda.
2) Macam-macam cabang olahraga lempar
a) Tolak Peluru
Tolak peluru adalah cabang atletik olahraga yang berbentuk gerakan menolak
atau mendorong suatu peluru yang terbuat dari logam dan dilakukan dari bahu
dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya.
Cara memegang peluru ada tiga macam dan dapat disesuaikan dengan
keadaan dan kebiasaan penolak, yaitu:
Jari-jari renggang. Jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,
sehingga dapat membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah
tergeser dari tempatnya. Untuk menggunakan cara ini penolak harus
memiliki jari jari yang kuat dan panjang.
Jari-jari agak rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping
belakang peluru. Cara ini lebih banyak dipakai oleh atlet.
Bagi mereka yang tangannya agak kecil dan jari jarinya pendek, dapat
menggunakan cara ini, yaitu jari-jari seperti pada cara kedua tetapi lebih
renggang, kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut menolak
peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping, karena tangan
pelempar kecil dan berjari jari pendek, peluru diletakkan pada seluruh
lekuk tangan.
Gaya ortodoks biasanya di pakai oleh pemula, dikarenakan gaya ini tidak
membutuhkan banyak gerakan. Pelempar dapat melakukan tolakan
peluru dengan cara memosisikan tubuh menyamping dari area
pendaratan. Selanjutnya, pelempar dapat meletakkan bola logam antara
kepala dan bahu untuk kemudian dilakukan tolakan.
Gaya O’brien merupakan gaya melempar shot put yang paling sering
digunakan atlet profesional. Dalam cabang olahraga shot put, gaya
O’Brien dilakukan dengan cara membelakangi arah tolakan. Pada saat
menggunakan gaya O’brien, seorang atlet atau pelempar harus memiliki
posisi membelakangi area pendaratan. Kemudian, atlet tersebut akan
melakukan gerakan setengah putaran atau 180 derajat terlebih dahulu
sebelum melakukan tolakan terhadap bola logam. Hal ini menjadikan
pada saat persiapan, pelempar akan menghadap ke belakang sebelum
kemudian berbalik ke depan.
Gaya spin
Pada saat menggunakan gaya O’brien, seorang atlet atau pelempar harus
memiliki posisi membelakangi area pendaratan. Kemudian, atlet tersebut
akan melakukan gerakan setengah putaran atau 180 derajat terlebih
dahulu sebelum melakukan tolakan terhadap bola logam. Hal ini
menjadikan pada saat persiapan, pelempar akan menghadap ke belakang
sebelum kemudian berbalik ke depan.
Pada gaya ini seorang atlet harus melakukan putaran hingga 360 derajat
dalam kecepatan tinggi terlebih dahulu sebelum melempar bola logam ke
depan. Maka dari itu, gerakan ini memiliki tujuan untuk menghasilkan
momentum sehingga dapat membuahkan jarak tolakan terjauh.
b) Lempar Cakram
Lempar cakram adalah salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik
di mana atlet melempar sebuah kayu berbentuk piring bersabuk besi atau bahan
lain yang bundar pipih.
Jenis lemparan satu ini merupakan gaya yang dilakukan dengan posisi
tubuh atlet berdiri membelakangi arah lemparan. Teknik gaya belakang
bisa membuat lemparan lebih luas, jadi bisa menghasilkan lemparan lebih
jauh.
Terdapat dua cara yang dapat dilakukan untuk melakukan gaya belakang,
yaitu:
- Sang atlet akan membuat gerakan setengah lingkaran kemudian
melepaskan cakramnya
- Atlet membuat satu putaran penuh kemudian melepaskan cakramnya.
Lempar Cakram Gaya Samping
Gaya samping adalah dimana gaya dari sang atlet pada waktu persiapan
menghadap ke arah samping / searah dengan tangan yang nantinya akan
digunakan untuk memegang cakram.
► Tahap Ayunan
- Ayunan pendahuluan dimulai dari suatu posisi dibelakang lingkaran
dengan punggung menghadap ke lingkaran untuk melontar.
- Kaki hendaknya dibuka secukupnya dengan kepala martil terletak ditengah
dibelakang sebelah kanan.
- Gerakan melingkar dimulai dengan memutar tubuh menghadap ke kiri dan
pada saat itu juga mengangkat lengan dan punggung.
- Kedua lengan mengayun martil selebar mungkin, lengan harus tetap lurus
sampai satu titik tinggi diatas bahu kiri.
- Setelah mencapai titik tertinggi tadi, siku ditekukan dan punggung diputar
ke belakang begitu gerakan kebawah martil dimulai.
- Selama gerakan mengayun, titik tertinggi martil dibiarkan terletak di kiri
belakang dan titik terendah didepan kanan.
- Berat badan dipindahkan dari satu kaki ke kaki lain, mendahului
perpindahan arah martil.
► Tahap Melontar
- Tahap melontar dimulai ketika martil mencapai titik tertinggi dalam
putaran martil.
- Ketika martil melampaui titik terendah, tubuh harus mulai berhenti
berputar dan mulai mengangkat ke atas.
- Tenaga angkatan ini didapat dengan cara meluruskan kaki kiri sekuat
tenaga, juga punggung, lengan dibiarkan pasif.
- Tarikan yang kuat oleh lengan kiri melengkapi pelepasan martil ini melalui
bahu kiri.
- Kedua kaki harus terpantang kokoh diatas tanah pada saat martil
dilepaskan.
d) Lempar Lembing
Lempar lembing adalah salah satu cabang olahraga atletik. Melempar
merupakan suatu proses pemindahan suatu benda sejauh-jauhnya dan dilakukan
olehseseorang, ini dapat ditinjau dari kata lempar yang berarti membuang jauh-
jauh, inimerupakan unsur gerak dan tujuan dari dari sebuah proses dari kegiatan
melempar.
Cara melakukannya adalah ibu jari dan jari telunjuk saling bertemu di
belakang balutan atau lilitan lembing. Cara ini lebih mudah dilakukan
sehingga cocok bagi atlet pemula, secara umum bukan hanya atlet
pemula saja yang menggunakan pegangan American akan tetapi di
kalangan masyarakat maupun kalangan pendidikan pada umumnya
menggunakan pegangan cara American, karna daya dorongnya yang
dilakukan ibu jari dan jari telunjuk lebih tinggi
Pegangan Findandia
Cara pegangan Finlandia adalah ibu jari dan jari tengah bertemu di
belakang balutan atau lilitan lembing sedangkan jari telunjuk agak lurus
dengan batang lembing. Pegangan lembing cara Finlandia juga disebut
pegangan jari tengah ibu jari. Disebut demikian karena ibu jari dan ruas
jari tengah terletak dibelakang lilitan. Sedangkan jari telunjuk lurus dan
melekat searah dengan lembing, jari manis dan kelingking melingkar tepat
pada lilitan.
Pegangan Waddel
Pegangan cara jepit tang (Tank Style) adalah pegangan dimana jari
telunjuk dan jari tengah menjepit lembing tepat di belakang tempat
pegangan. Pegangan ini terdapat kelebihan dan kekurangan seperti yang
dikemukakan Jonath dkk (1988:81) bahwa “Pegangan tank mencegah
terjadinya luka pada siku, karena pelencengan (pegangan kesehatan)
tetapi lilitan tipis seperti yang diharuskan sering menyebabkan masalah
pada waktu melempar”.
Awalan
- Posisi tubuh pada awalan persiapan yaitu tegak lurus dengan tangan
kanan memegang pada lembing dalam posisi horizontal di atas pundak
sehingga siku lengan pembawa lembing tertekuk.
- Bernafas dengan rileks dan dalam. Kepala tegak lurus dengan pandangan
mata ke arah depan
- Setelah siap untuk melakukan pelemparan serta telah terdengar aba-aba
wasit. Maka kaki mulai berlari dengan sedikit berjingkat untuk
menegaskan gaya yang digunakan.
- Diikuti dengan lari normal dengan kecepatan tinggi sembari masih
mempertahankan posisi lengan yang membawa lembing.
- Pada saat enam langkah terakhir, gerakan kaki kembali berjingkat dan
bersiap untuk melakukan lemparan.
Lempar
Gaya cross step atau juga dikenal dengan gaya langkah menyilang ini
akan nampak pada waktu sang atlet sampai pada 2-3 langkah terakhir
sebelum melempar lembing. Silangan kaki yang dihasilkan merupakan
hasil dari putaran badan sejak hendak melempar sampai mulai melempar.
Sebab, badan berputar dari arah kanan ke kiri. Demikian juga dengan
posisi kaki pelempar sehingga nampak seperti menyilang. Gaya ini
biasanya berdampingan dengan gaya memegang lembing Amerika yang
lebih cenderung mengarahkan ujung tombak ke bagian atas dengan sudut
45 derajat. Awalan yang digunakan ialah lari biasa dengan kecepatan
yang sedang menuju kecepatan tinggi. Silangan dari kaki dan badan yang
bersamaan dengan lengan yang melempar akan menghasilkan daya
lempar yang kuat dengan arah yang cenderung lebih menyamping atau
tidak terlalu ketengah.
- Jalur awalan adalah track dengan panjang lintasan minimal 30 meter serta
maksimal 36,5 meter. Jalur ini juga mempunyai lebar 4 meter.
- Sedangkan pada area gambar sudut adalah area untuk melemparkan lembing
setelah berlari dalam track awalan.
- Dari poros tengah ke pojok busur, sudut yang terbentuk ialah 30 derajat.
Sudut ini merupakan petunjuk dari garis batas luar kanan dan kiri area sektor
lemparan.
- Jarak antara titik A/titik ancang-ancang untuk melempar hanya sepanjang 8
meter dari bibir busur. Yaitu garis akhir yang tak boleh dilewati oleh atlet
pada waktu akan melempar. Tetapi garis tersebut dapat disentuh jika pemain
telah selesai melempar, contohnya pada waktu menjatuhkan tubuh.
- Sektor lemparan adalah lapangan yang berbentuk kerucut dengan sudut yang
sebagaimana telah ditetapkan di area sudut tersebut. Panjang lepangan
pendaratan ini memiliki ukuran minimal 100 meter. Sebab sejauh ini belum
ada atlet yang bisa melempar lembing sejauh 100 meter.
4. Jalan
1) Pengertian
Jalan adalah gerak berpindah tempat dengan melangkahkan kaki dari satu titik ke
titik yang lain atau kesemua arah, baik itu kanan, kiri, depan, belakang, maupun
samping.
2) Jenis Jalan dalam Atletik
a) Jalan Cepat
.Jalan cepat merupakan cabang olahraga atletik berjalan gerak maju dengan
melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali
melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang
meninggalkan tanah
3) Manfaat Jalan
Membantu memperkuat otot tubuh.
Membantu menjaga berat badan tetap stabil dan ideal.
.Rutin berjalan cepat juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke,
kanker usus besar dan diabetes.
Memperkuat tulang, sekaligus mencegah osteoporosis dan osteoartritis.
Meningkatkan stamina dalam tubuh