0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan11 halaman

Neraca LPD: Aktiva dan Pasiva

Neraca LPD terdiri dari aktiva, pasiva, dan ekuitas. Aktiva terdiri dari kas, pinjaman yang diberikan, dan aktiva tetap. Pasiva terdiri dari simpanan, pinjaman yang diterima, dan modal. Cadangan piutang ragu-ragu dicatat sebagai pengurang pinjaman yang diberikan.

Diunggah oleh

Ketut Febriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan11 halaman

Neraca LPD: Aktiva dan Pasiva

Neraca LPD terdiri dari aktiva, pasiva, dan ekuitas. Aktiva terdiri dari kas, pinjaman yang diberikan, dan aktiva tetap. Pasiva terdiri dari simpanan, pinjaman yang diterima, dan modal. Cadangan piutang ragu-ragu dicatat sebagai pengurang pinjaman yang diberikan.

Diunggah oleh

Ketut Febriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RINGKASAN MATERI KULIAH AKUNTANSI PERBANKAN & LPD

Neraca LPD

Oleh:

Kelompok 4

Nama Anggota Kelompok:

Ni Made Ayu Tabita Cintya Hardi (09/2107531084)

Ni Ketut Febriyani (10/2107531089)

Ngurah Adhitya Warma Wardhana (11/2107531095)

Kelas B1 Akuntansi Perbankan & LPD


Dosen Pengampu : Dr. I Ketut Sujana, SE, Ak., [Link]., CA

UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JIMBARAN
2022/2023

1
A. Pengertian Neraca
Di dalam akuntansi keuangan, neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu
entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan
entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Dengan kata lain, neraca merupakan laporan
yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan
sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode
akuntansi (triwulanan, caturwulanan, atau tahunan).
Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas yang dihubungkan
dengan persamaan akuntansi berikut:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

1. Aktiva (Asset)
Asset adalah harta yang dimiliki perusahaan dan memegang peranan penting
dalam operasional perusahaan.
2. Hutang (Liabilitas)
Semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi,
dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal
dari kreditur.
3. Modal (Ekuitas)
Modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang
ditujukan dalam pos modal (modal saham), surplus, dan laba ditahan. Atau dengan
kata lain, modal yakni kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan
terhadap seluruh hutang-hutangnya.

Adapun persamaan dasar akuntansi LPD bisa disederhanakan yaitu: Aset LPD
Pecingkrem + Ekuitas.

B. Pos – Pos Neraca LPD


Secara teknis operasional LPD tidak jauh bedanya dengan bank. Di sisi pasiva
neracanya berisi uang titipan masyarakat anggotanya yang merupakan hutang bagi LPD.

2
Di sisi aktiva neracanya berisi piutang LPD kepada anggotanya. Seperti halnya bank,
modal LPD relatif sangat kecil dibandingkan dengan dana titipan anggotanya. Di sisi
pasiva LPD menghadapi risiko likuiditas bila anggotanya tiba-tiba menarik dana dalam
jumlah yang jauh melampaui persediaan uang tunai yang dimiliki oleh LPD pada saat
itu. Di sisi aktiva neracanya LPD menghadapi risiko kredit yang bias berakibat fatal bila
uang yang dipinjamkan tidak dibayar kembali pada waktunya oleh anggotanya.

Berikut adalah pos – pos Neraca Lembaga Perkreditan Desa (LPD)


No. Aktiva
1. Kas
2. Antar Bank Aktiva
3. Pinjaman
a. Pinjaman Yang Diberikan
b. Cadangan Piutang Ragu- Ragu
4. Aktiva Tetap dan Inventaris
a. Harga perolehan
b. Akumulasi Penyusutan
5. Rupa – Rupa Aktiva

No Pasiva
1. Tabungan
2. Simpanan Berjangka
3. Antar Bank Pasiva
4. Pinjaman yang diterima
5. Rupa – Rupa Pasiva
6. Modal
a. Modal Disetor
b. Modal Donasi
7. Cadangan
8. Laba/Rugi
a. Laba
b. Rugi

1. Aktiva (aset)
a. Kas
Diisi dengan uang unai yang ada dalam kas LPD berupa uang kertas dan uang
logam yang merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia.
b. Antar Bank Aktiva

3
Diisi dengan semua jenis simpanan LPD yang ditempatkan di BPD seperti
rekening giro, deposito berjangka dan tabungan. Saldo rekening ini tidak boleh
dikompensasikan dengan saldo rekening – rekening simpanan dan tagihan LPD
atau bank lain.
c. Pinjaman
1. Pinjaman yang diberikan
Diisi dengan pinjaman yang diberikan pada nasabah, yaitu penyediaan uang
atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan
atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang
mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu
tertentu dengan jumlah bunga tertentu. Adapun penggolongan kolektibilitas
pinajaman, sebagai berikut :
a) Lancar
Suatu pinjaman digolongkan lancar apabila memenuhi kriteria di bawah
ini:
1. Tidak terdapat tunggakan angsuran pokok dan tunggakan bunga atau
2. Terdapat tunggakan angsuran pokok dan:
- Belum melampaui 1 bulan bagi pinjaman yang ditetapkan masa
angsurannya kurang dari 1 bulan
- Belum melampaui 3 bulan bai pinjaman yang ditetapkan masa
angsurannya 2 bulan, 3 bulan atau
- Belum melampaui 6 bulan bagi pinjaman yang masa angsurannya
ditetapkan 4 bulan atau lebih
3. Terdapat tunggakan bunga tetapi:
- Belum melampaui 1 bulan bagi yang masa angsuran kurang dari 1
bulan atau
- Belum melampaui 3 bulan bagi pinjaman yang masa angsuran
lebih dari 1 bulan
b) Kurang Lancar
Suatu pinjaman digolongkan kurang lancar apabila memenuhi kriteria
dibawah ini:
1. Terdapat tunggakan angsuran pokok yang:
- Melampaui 1 bulan dan belum melampaui 2 bulan bagi pinjaman
dengan masa angsuran kurang dari 1 bulan atau

4
- Melampaui 3 bulan dan belum melampaui 6 bulan dari pinjaman
yang masa angsurannya ditetapkan bulanan, 2 bulanan atau 3
bulanan atau
- Melampaui 6 bulan tetapi belum melampaui 12 bulan bagi
pinjaman yang masa angsurannya ditetapkan 6 bulan atau lebih
atau;
2. Terdapat tunggakan bunga yang:
- Melampaui 1 bulan tetapi belum melampaui 3 bulan bagi pinjaman
dengan masa angsuran kurang dari 1 bulan atau
- Melampaui 3 bulan tetapi belum melampaui 6 bulan bagi pinjaman
yang masa angsurannya lebih dai 1 bulan
c) Diragukan
Suatu pinjaman digolongkan diragukan apabila pinjaman yang
bersangkutan tidak memenuhi kriteris lancar dan kurang lancar seperti
diatas tetapi berdasarkan penilaian dapat disimpulkan bahwa:
1. Pinjaman masih dapat diselamatkan dan agunannya bernilai sekurang –
kurangnya 75% dari hutang debitur atau
2. Pinjaman tidak dapat diselamatkan tetapi agunannya masih bernilai
sekurang – kurangnya 100% dari hutang debitur
d) Macet
Sutau pinjaman digolongkan macet apabila:
1. Tidak memenuhi kriteria lancar, kurang lancar
2. Memenuhi kriteria diragukan tetapi dalam jangka waktu 21 bulan sejak
digolongkan diragukan belum ada pelunasn atau usaha penyelamatan
pinjaman
3. Pinjaman tersebut penyelesaiannya telah diserahkan kepada lembaga
atau badan yang berhak menangani pinajaman macet.

2. Cadangan Piutang Ragu – Ragu


Diisi dengan cadangan pinjaman atau piutang ragu – ragu, yaitu cadangan
yang dibentuk untuk menampung kerugian yang mungkin timbul sebagai dari
tidak dapat diterimanya kembali sebagian/seluruh pinjaman yang diberikan
dan disajikan sebagai pos pengurang pinjaman yang diberikan. Pembentukan
CPRR dilakukan setiap akhir tahun. Kewajiban LPD untuk membentuk

5
cadangan kerugian aktiva produktif (Cadangan Piutang Ragu – Ragu) adalah
sebesar 0,5% dari Aktiva produktif lancar ditambah dengan:
- 10% dari aktiva produktif kurang lancar
- 50% dari aktiva produktif diragukan
- 100% dari aktiva produktif macet
Setelah dikurangi nilai agunan (jaminan) yang dikuasai.
Contoh perhitungan CPRR adalah sebagai berikut :
1) Aktiva produktif lancar = 0,5% x 83.489 = 417,4
2) Aktiva produktif kurang lancar = 10% x 8.168 = 816,8
3) Aktiva produktif diragukan = 50% x 2.481 = 1.240,5
4) Aktiva produktif macet = 100% x 2.819 = 2.819
Jumlah total = 5.293,7
Nilai agunan yang dikuasai misalnya = 2.370
Maka kewajiban membentuk Cadangan Piutang Ragu – Ragu adalah jumlah
total CPRR – nilai agunan = 5.293,7 – 2.370 = 2.923,7
Dan apabila LPD misalnya telah membentuk/mempunyai Cadangan Piutang
Ragu – Ragu sebesar 2.000, maka perlu dibentuk kembali sebesar 923,7.

d. Aktiva Tetap dan Inventaris


Pembelian aktiva tetap dilakukan oleh LPD harus mendapat persetujuan dari
badan Pembina. Pembelian barang habis pakai seperti kertas dan alat tulis, biaya
perbaikan dan pemeliharaan langsung dicatat sebagai biaya. Pembelian aktiva
baru dicata sebagai aktiva tetap apabila harganya Rp 100.000 atau lebih.
Pembelian dibawah harga ini dibebankan sebagai biaya. Untuk mengontrol aktiva
tetap petugas LPD dapat membuat daftar aktiva tetap.
1. Harga Perolehan
Diisi dengan aktiva tetap, yatu harga perolehan atau nilai revaluasi masing –
masing dari tanah, gedung kantor, rumah dan prabot milik LPD termasuk pula
ke dalam pos ini biaya – biaya yang dikeluarkan untuk :
a) Pembangunan gedung dalam penyelesaian,
b) Mengubah bentuk, menambah, memperbaiki atau mengganti
2. Akumulasi penyusutan
Diisi dengan akumulasi penyusutan aktiva tetap, yaitu berisi tentang
penyusutan aktiva tetap yang menjadi pengurang harga perolehan. Aktiva

6
tetap disusutkan sesuai dengan ketentuan Undang – Undang Pajak
Penghasilan. Dalam ketentuan ini aktiva tetap dibagi dalam empat golongan
sebagai berikut :
a) Golongan I antara lain terdiri atas meja, kursi, bangku dan lemari dari kayu
dan sepeda motor
b) Golongan II terdiri atas meja, kursi, dan lemari dari logam; kipas angin,
mesin tik, mesin hitung, pengeras suara
c) Golongan III tidak berlaku di LPD
d) Golongan bangunan dan tanah
Penyusutan Golongan I dan II dihitung pada akhir tahun sebesar 50% dan
25% dari nilai buku. Nilai buku adalah harga perolehan dikurangi penyusutan
yang telah dilakukan dimasa lalu. Penyusutan bangunan dihitung 5% dari
harga perolehan. Penyusutan dihitung secara tahunan dalam tahun pmbelian,
maka baik pebelian ada tanggal 1 Januari atau 31 Desember sama – sama
disusutkan untuk masa satu tahun.
Menurut SAK ETAP entitas harus menggunakan metode penyusutan yang
dapat mencerminkan ekspektasi dalam pola penggunaan manfaat ekonomi
masa depan aset. Metode penyusutan yang dapat dipilih dan digunakan dalam
suatu entitas menurut SAK ETAP yaitu sebagai berikut:
a) Metode garis lurus, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung
penyusutan yang dilakukan dalam bagian-bagian yang sama besar selama
masa manfaat yang ditetapkan bagi harta tersebut.
b) Metode saldo menurun, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung
penyusutan dalam bagian-bagian yang menurun dengan cara menerapkan
tarif penyusutan atas nilai sisa buku dan nilai sisa buku pada akhir masa
manfaat harus disusutkan sekaligus.
c) Metode jumlah produksi, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung
penyusutan yang berdasarkan pada penggunaan yang diharapkan dari suatu
aset.

e. Rupa – Rupa Aktiva


Diisi dengan saldo rekening – rekening aktiva lainnya yang tidak dapat
dikelompokkan ke dalam salah satu pos di atas, misalnya persediaan barang yang

7
tidak merupakan objek penyusutan (persediaan kertas dan formulir) dan
pembebanan sementara setoran jaminan listrik.

2. Pencingkrem dan Ekuitas


Kewajiban (pecingkrem) dan ekuitas terdiri dari kewajiban LPD kepada nasabah dan
pihak ketiga lainnya serta modal sendiri.
a. Pecingkrem
Pecingkrem merupakan simpanan dana krama atau pihak ketiga. Produk-produk
kreatif LPD seperti tabungan harian, adanya penarikan undian berhadiah,
kemudahan untuk menyetor maupun menarik dana serta berbagai fasilitas
lainnya.
b. Pecingkrem berjangka
Pecingkrem berjangka yang penarikannya dapat dilakukan pada waktu tertentu
sesuai dengan perjanjian pihak krama (ketiga) dengan LPD. Pecingkrem
berjangka baru bisa dicairkan sesuai dengan jatuh temponya.
c. Pinjaman antar lembaga keuangan
Merupakan pinjaman yang diterima LPD dari lembaga keuangan atau institusi
lainnya.
d. Pinjaman yang diterima
Diisi dengan pinjaman yang diterima dari pihak lain misalnya pinjaman dari LPD
lain.
e. Rupa-rupa pinjaman
Diisi dengan kewajiban lain-lain atau kewajiban yaitu saldo rekening pinjaman
lainnya yang tidak dapat dimasukkan atau digolongkan ke dalam salah satu pos.
Misalnya bunga simpanan berjangka yang belum dibayarkan.
f. Ekuitas
Modal Disetor yaitu Penyertaan modal Pemda Tingkat I pada LPD dalam bentuk
penyisihan dana APBD, penyertaan modal Pemda Tingkat II kalau ada. Selain itu
modal LPD dapat berupa swadaya masyarakat dan penambahan modal dari desa
adat. LPD harus memenuhi kecukupan ekuitas atau rasio kecukupan modal.
Kecukupan modal ditentukan berdasarkan perbandingan antara modal LPD
dengan ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko). Berdasarkan Perda No. 3
tahun 2017 tentang LPD LPD dapat didirikan dengan modal awal Rp.

8
50.000.000. Selanjutnya dalam Perda tersebut juga mengatur tentang Modal LPD
yang terdiri dari:
1. Modal inti, diperhitungkan sebagai faktor pengurang berupa pos rugi tahun
lalu dan rugi tahun berjalan.
- Modal disetor
- Modal donasi
- Modal cadangan
- Laba/rugi tahun berjalan
2. Modal pelengkap
- Akumulasi penyusutan aktiva tetap
- Cadangan Pinjaman Ragu-Ragu (CPRR)
g. Cadangan
1) Cadangan umum, yaitu cadangan yang dibentuk dari penyisihan laba
bersih yang besarnya 60% dari laba bersih LPD. Cadangan ini digunakan
sebagai tambahan modal LPD.
2) Cadangan tujuan, yaitu bagian laba yang disisihkan untuk tujuan tertentu,
seperti:
- Dana Pembangunan Desa Adat, yang besarnya 20% dari laba bersih
LPD
- Jasa Produksi, yang besarnya 10% dari laba bersih LPD
- Dana Pembinaan, yang besarnya 5% dari laba bersih LPD
- Dana Sosial, yang besarnya 5% dari laba bersih LPD
3) Cadangan piutang ragu-ragu, yaitu cadangan yang dibentuk untuk
menampung kerugian yang mungkin timbul sebagai dari tidak dapat
diterimanya kembali sebagai/ seluruh pinjaman yang diberikan dan
disajikan sebagai pos pengurangan pinjaman yang diberikan.
h. Laba/Rugi
Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi
sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari
semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu
periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik.
Rugi adalah jumlah pengeluaran atau biaya yang lebih besar dibandingkan
dengan pendapatan yang diterima, dalam asuransidapat pula diartikan sebagai

9
besarnya pembayaranyang harus diberikan oleh penanggung kepada tertanggung
atas terjadinya hal yang diasuransikan.

C. Contoh Neraca (Laporan Posisi Keuangan) LPD

LPD XXX
NERACA BULANAN

Nama LPD : XXX


Laporan Akhir Bulan : XXX

10
DAFTAR PUSTAKA

Suartana, I Wayan. (2020). Pelaporan Akuntansi Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Bali :
CV Sastra Utama.

Teddy, P. Ida Bagus. (2019). Sistem Akuntansi LPD (e-book). Denpasar: CV Setia Bakti.
Diakses pada 31 Oktober 2022, dari: [Link]
[Link].

11

Anda mungkin juga menyukai