0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan25 halaman

Pengolahan Air Limbah Secara Fisik

Diunggah oleh

Saifudin Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan25 halaman

Pengolahan Air Limbah Secara Fisik

Diunggah oleh

Saifudin Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

MODUL PERKULIAHAN

Teknik
Pengolahan Air
dan Air Limbah
Pengolahan Pertama secara
Fisik

Abstrak Sub-CPMK 2

Pengolahan limbah secara fisik Mampu menjelaskan proses pengolahan


sebelum dilakukan pengolahan Pertama termasuk , flotasi dan equalisasi.
lanjutan, dengan tujuan untuk
menyisihkan padatan-padatan
berukuran besar .

Fakultas Program Studi Tatap Muka Disusun Oleh

Teknik Teknik Sipil


03 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Pembangunan nasional saat ini banyak didominasi oleh kegiatan yang


mengutamakan peningkatan di sektor industri, maka hal penting yang harus
dicermati adalah dampak dari kegiatan proses produksi dari industry-industri
tersebut.

Lmbah sebagai hasil samping setiap industry harus ditangani secara benar agar
tidak memberikan dampak negatip, baik bagi alam lingkungan, maupun bagi
manusia dan makhluk hidup yang lain. Padahal selain limbah industri, masalah lain
yang harus diperhatikan adalah limbah domestic, dimana dari segi jumlah mungkin
saja lebih besar dari jumlah limbah industry.

Umumnya di kota-kota besar yang berpenduduk sangat padat,jumlah air limbah


penduduk sangat besar berbanding lurus denagn jumlah penduduk itu sendiri. Oleh
karena itu dalam pengelolaan dan pengolahan limbah industri dan limbah domestik
segala sesuatunya harus dipersiapkan sebaik mungkin, khususnya kesiapan dari
masyarakat sebagai pelaku utama dan Pemerintah sebagai penanggung jawab dari
program terkait dengan perlindungan masyarakat dari dampak limbah terhadap
kesehaan.

Semakin banyak masalah pencemaran yang sulit ditanggulangi disebabkan karena


meningkatnya jumlah limbah cair yang masuk ke badan air tanpa pengolahan yang
sesuai dengan standar lingkungan. Hal ini semakin rumit, karena tidak diikuti
dengan ketentuan dan indakan hukum yang jelas, dilain pihak Pemerintah belum
cukup menyediakan fasilitas dan sarana pengolahan limbah yang memadai.

Unit pengolahan air limbah pada umumnya bertujuan untuk menghilangkan


kandungan padatan tersuspensi, koloid, dan bahan-bahan organic maupun
anorganik yang terlarut.

Pengolahan artifisial sangat efektif untuk mengurangi jumlah zat-zat yang


berbahaya bagi ekologi dalam badan air penerima, antara lain zat-zat yang
mengendap.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


2 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Proses-proses yang akan dibahas adalah proses yang telah umum diterapkan di
Instalasi-instalasi pengolahan limbah. Namun perlu digaris bawahi bahwa metode
pengolahan limbah dengan proses fisika, merupakan sebagian dari beberapa
metode pengolahan.

Banyak instalasi pengolahan limbah yang menerapkan seluruh metode secara


berurutan untuk memperoleh produk akhir air yang memenuhi syarat. Tetapi
biasanya pengolahan limbah dengan proses fisika seringkali dipadukan dengan
proses secara kimiawi dan gabungan keduanya biasa dinamakan Physico-Chemial
Treatment. Dan hal ini memerlukan biaya operasi dan perawatan yang tinggi.

1.2 Pengolahan air limbah cair secara fisik

Pengolahan air limbah secara fisik, yakni memisahan padatan-padatan dari cairan
atau air limbah merupakan tahapan pengolahan yang sangat penting , adalah
pengolahan awal (primary treatment) air limbah sebelum dilakukan pengolahan
lanjutan.

Pengolahan secara fisik ini bertujuan:

• Mengurangi risiko rusaknya peralatan akibat adanya kebuntuan (clogging)


pada pipa, valve, dan pompa
• Juga bertujuan untuk menyisihkan padatan-padatan berukuran besar seperti
plastik, kertas, kayu, pasir, koral, minyak, oli, lemak, dan sebagainya.
• Untuk mengurangi beban dan mengembalikan bahan-bahan yang
bermanfaat
• Mengurangi abrasivitas cairan terhadap pompa dan alat ukur, yang dapat
berpengaruh secara langsung terhadap biaya operasi dan perawatan
peralatan.

Metode-metode pengolahan air berkaitan dengan pencemar-pencemar yang ada


dalam persediaan air tertentu , dimana pencemar-pencemar utama yang harus
diperhatikan pada kebanyakan air adalah:

1. Bakteri patogen,
2. Kekeruhan dan bahan-bahan terapung,
3. Warna

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


3 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
4. Rasa dan bau
5. Senyawa-senyawa organik dan
6. Kesadahan.

Faktor-faktor ini terutama berhubungan dengan kesehatan dan estetika.

Metode-metode yang dipergunakan untuk pengolahan air dapat digolongkan


menurut sifat fenomena yang menghasilkan perubahan yang diamati.

Dengan demikian, istilah operasi satuan fisik dipergunakan untuk menggambarkan


metode-metode yang mendapatkan perubahan-perubahan melalui penerapan gaya-
gaya fisik, misalnya pengendapan gravitasi.

Beberapa unit operasi yang diaplikasikan pada proses pengolahan air limbah
secara fisik diantaranya : Penyaringan (Screening), Pemecahan/grinding
(Comminution), Penyeragaman (Equalization), Aerasi (Aeration), Flokulasi (
Floculation), Pemanfaatan dengan menggunakan gaya gravitasi Pengendapan /
Sedimentasi (Sedimentation) atau Oil/ Water separator , Penyaringan
(Flitration), Adsorpsi ( Adsorption) , Flotasi / pengapungan (Floatation).

Gambar 1. Contoh rangkaian Unit pengolahan air limbah

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


4 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Beberapa unit fisika dan fungsinya dalam pengolahan limbah yang biasa
dipergunakan, dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 1. Fungsi unit pengolahan fisik dalam mengolah limbah

1 Screening Memisahkan kotoran / padatan dengan ukuran besar

Pemecahan padatan berukuran besar untuk mendapatkan


2 Communication ukuran yang uniform.

3 Ekualisasi Ekualisasi aliran dan beban BOD

Pencampuran bahan – bahan kimia dan gas – gas dengan

4 Pencampuran limbah, mempertahankan padatan selalu dalam bentuk


suspensi.

Pembentukan gumpalan padatan (dengan menambahkan


5 Flokulasi
bahan kimia ) sehingga padatan mudah dipisahkan

Pemisahan padatan yang dapat terendapkan dan


6 Sedimentasi
memperketat sludge

Pemisahan padatan yang berukuran sangat kecil dan


7 Flotasi
memperketat biological sludge

Pemisahan padatan yang berukuran kecil setelah proses


8 Filtrasi
biologi atau kimia

Sama seperti filtrasi, untuk bahan yang ukurannya lebih


9 Microscreening
kecil.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


5 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
2. Pengendalian Teknis Limbah Cair
dengan Proses Fisik

Berbagai metode pengolahan lmbah cair telah banyak dikembangkan akhir-akhir ini. Pada
kebanyakan situasi dan kondisi, umumnya menggunakan kombinasi atau urutan dari
berbagai metode yang telah dikembangkan sebelumnya.

Dipergunakan nya suatu urutan metode tertentu sangat tergantung pada kualitas bahan
baku yang akan diolah serta kualitas hasil air olahan apa yang diinginkan.

Pada prinsipnya metode proses pengolahan limbah seperti dibahas pada Modul
sebelumnya, dapat diklasifikasikan dalam 3 proses , yaitu : proses fisik, kimia dan proses
biologi.

Seringkali dalam suatu proses pengolahan ketiga proses ini dapat dikombinasikan,
namun pada umumnya dapat juga proses-proses ini dilakukan secara terpisah,
tergantung pada kebutuhan dan mempertimbangkan biaya operasi dan perawatan.

Rangkaian proses secara fisik yang masuk kategori proses pengolahan primer
bertujuan untuk membuang bahan-bahan padat, baik yang organik maupun anorganik,
dengan teknik sedimentasi, serta untuk membuang bahan-bahan yang terapung dalam
limbah dengan teknik skimming.

Kira-kira sebanyak 25%-50% Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen


Demand - BOD5), 50%-70& dari padatan tersuspensi total (total suspended solids),
dan 65% dari minyak dan gris (grease) yang ada dalam air limbah akan dibuang dalam
proses pengolahan primer.

Beberapa zat yang berasal dari makhluk hidup, seperti nitrogen dan fosfor, serta logam
berat yang tergolong dalam benda padat juga turut dibuang dalam proses sedimentasi
primer.

Berikut ulasan Teknis masing-masing proses pengolahan secara Fisik, dibawah ini :

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


6 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
2.1 Screening (penyaringan)

Pada umumnya setiap sistem pengolahan limbah cair mempunyai unit alat
penyaring awal. Dan biasanya merupakan unit operasi yang diaplikasikan pada
tahap awal pengolahan air limbah.

Proses penyaringan awal ini disebut Screening dan tujuan nya adalah unuk
menyaring atau menghilangkan sampah/benda padat yang bervolume , juga
pemisahan material berukuran besar seperti kertas, plastik, potongan-potongan
kayu, dan sebagainya, agar proses berikutnya dapat lebih mudah lagi
menanganinya.

Dengan hilangnya sampah-sampah padat yang besar maka transportasi limbah cair
tidak akan terganggu, misalnya bila transportasi limbah cair ini akan melewati
sebuah saluran terbuka atau tertutup dengan mengalir secara gravitasi, maka
dimungkinkan akan terjadi peyumbatan disepanjang jatingan saluran tersebut.

Limbah cair yang terkumpul harus melewati proses penyaringan terlebih dahulu
melalui saluran pembuangan. Metode ini dapat dikatakan sebagai metode yang
efisien dan tentunya tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk menyaring
bahan padat yang terdapat dalam air limbah.

Disamping itu bila limbah cair perlu dipindahkan dengan menggunakan pompa,
maka Screening dapat juga berfungsi menghilangkan bahan-bahan atau benda-
benda yang dapat membahayakan atau merusak pompa.

Perangkat pemprosesan penyaringan kasar yang baisa digunakan dikenal pula


dengan sebutan Bar Screen atau Bar [Link] ini biasa di letakkan pada Intake
bak penampung limbah cair untuk mencegah masuknya bahan-bahan besar seperti
dimaksud diatas.
Umumnya jarak antar bar yang tersusun pada rack bervariasi antara 20 mm hingga
75 mm, tergantung pada tingkat kapasitas dan performance pompa yang dipakai.
Pada keadaan tertentu biasa digunakan Micro Strainer dengan ukuran 15 hingga 64
micrometer dengan tujuan untuk menangkap an menyaring micro/orgainisme
plankton.
Microstrainer terdiri dari bingkai berbentuk silinder yang ditutup dengan jala yang
terbuat dari kawat tahan karat.
Pada saat silinder berputar ,partikel tersuspensi akan menempel pada bagian dalam
dari permukaan silinder , yang kemudian dapat dibersihkan dengan semburan jet
air.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


7 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Screen terdiri dari atas batangan-batangan besi yang berbentuk lurus atau
melengkung dan biasanya dipasang dengan tingkat kemiringan 750– 900 terhadap
horizontal.
Efektifitas proses tergantung pada jarak antarbar. Pada screen halus jarak antarbar
berkisar antara 5 mm – 15 mm, medium screen 15 mm – 50 mm, dan screen kasar
lebih dari 50 mm.
Pembersihan screen dapat dilakukan secara manual (menggunakan garpu tangan)
atau dengan menggunakan alat pembersih mekanis yang dilengkapi dengan motor
elektrik.
Bar screen mekanik otomatis sering kali dilindungi dengan pre-screening, yang
dipasang pada jarak 100 mm dari sistem by pass untuk mengatasi kemungkinan
tidak beroperasinya screen utama.

Macam-macam screening yaitu:

• Bar Screen dengan Pembersihan Manual


• Curved Screen
• Straight Screen Otomatis
• Basket Screen
• Screening Press
• Compact Screen dengan Kombinasi Screening Press

Berdasarkan teknik pengoperasian, screening diklasifikasi menjadi dua (2)


klasifikasi yaitu :

• Screening yang dioperasikan secara manual, screen yang dibersihkan


secara manual (mempergunakan tangan).
• Screening yang dioperasikan secara automatis : screen dengan pemisahan
padatan berlangsung secara kontinyu, pemisahan padatan dapat dilakukan
secara mekanik atau dengan aliran air limbah itu sendiri.

2.2 Grit Removal ( Pemisahan pasir )

Keberadaan bahan padat seperti pasir dalam air limbah merupakan suatu
permasalahan dalam pengolahan air limbah karena pasir dapat menghambat kerja
peralatan pompa, menghambat aliran dalam perpipaan dan mempengaruhi
volume bak, Pemisahan padatan seperti pasir dalam air limbah dapat dilakukan
dengan unit operasi grit chamber.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


8 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Grit chamber bertujuan untuk menghilangkan tanah kasar, kerikil, pasir, dan
partikel – partikel halus dan partikel mineral dari air buangan yang dapat
mengendap didalam saluran dan pipa-pipa serta untuk melindungi pompa-pompa
dan peralatan lain dari penyumbatan, abrasi, dan overloading. Grit removal
digunakan untuk mengambil padatan-padatan yang memiliki ukuran partikel lebih
kecil dari 0,2 mm.

Secara teoretis, partikel yang bisa diendapkan oleh grit removal adalah berukuran
>200 mm. Dalam pengolahan air buangan, grit removal untuk pengolahan air
buangan dari domestik bisa dilakukan dengan single grit channel, circular grit
channel dan aerated rectangular grit chamber.

Di dunia industri, grit removal biasanya digunakan pada efluen indutri pertanian
dan makanan ataupun industri metalurgi.

Macam - macam grit yaitu:

• Grit Removal Sederhanau


• Circular Grit Removal
• Aerated Grit Chamber

Gambar 2. Grit Removal didalam Grit Chamber

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


9 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
2.3 Equalization (penyeragaman)

Kualitas dan kuantitas air limbah yang dihasilkan suatu industri bervariasi setiap
waktu, hal ini dapat mempengaruhi perancangan instalasi, kebutuhan bangunan,
mesin, lahan, biaya operasional, dan kualitas hasil pengolahan. Dalam rangka
mengatasi permasalahan kualitas dan kuantitas air limbah, dibutuhkan suatu unit
operasi seperti “equalisasi (equalization)”.

Digunakan untuk menghindari terjadinya masalah –masalah operasi pada


downstream karena adanya variasi / fluktuasi aliran.

Hal ini pada umumnya dilakukandengan menampung limbah dalam suatu bak
ekualisasi sebelum dimasukan ke unit pengolah limbah selanjutnya.

Pada dasarnya Equalisasi berfungsi :

• Untuk penyeragaman kondisi airlimbah, dan pengendali aliran.


• Dilakukan proses pengadukan untuk menjaga homoginitas.
• Memberikan injeksi udara yang bertujuan agar limbah tidak bersifat septik
atau anaerobik.
• Untuk menangani variasi laju air dan memperbaiki performace-performance
proses selanjutnya.
• Mengurangi ukuran dan biaya.
• Meredam fluktuasi air limbah sehingga dapat masuk kedalam IPAL secara
konstan

Kemiringan atau slope bak equalisasi pada umumnya mempergunakan


perbandingan 3 : 1 atau 2 : 1. Pembangunan bak equalisasi di beberapa industri
biasanya dibangun berbentuk persegi empat panjang atau rectangular dengan
kedalaman 1,5 – 2 m.

Secara ringkas, hal-hal penting dalam proses equilisasi adalah sebagai berikut.

• Lokasi equilisasi tergantung pada jenis pengolahan dan karakteristik air limbah,
biasanya sebelum bak pengendapan awal dan aerasi
• Dalam pelaksanaan equilisasi dibutuhkan pengadukan untuk mencegah
pengendapan dan aerasi untuk menghilangkan bau.
• Equlisasi biasanya dilaksanakan bersamaan dengan netralisasi.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


10 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
• Dasar – dasar perencanaan Equlisasi:
• Energi pengadukan sebesar 5 – 10 watt/m3;
• Alat pengadukan meliputi shaft vertical atau horizontal mixer, submerged mixer,
jet mixer, dan surface aerator atau blower;
• Pemilihan material: baja beton, GRP (Glass Reinforced Plastic), batukali atau
geomembrane;
• Dapat dilengkapi penutup ataupun tanpa penutup
• Level bervariasi atau konstan; dan
• Otomatisasi atau system control (pHIR, TIR, LIRC).

Gambar 3. Bak Equalisation

2.4 Sedimentasi (pengendapan)

Sedimentasi merupakan unit operasi yang sering dipergunakan dalam proses


pengolahan air atau air limbah seperti pemisahan partikel tersuspensi pada awal
proses pengolahan air limbah, proses pemisahan partikel flok pada proses
pengolahan air limbah secara kimia, dan proses pemisahan mikroorganisme
(sludge) pada proses pengolahan air limbah secara biologi.

Sedimentasi adalah pemisahan partikel-partikel yang lebih berat dan yang


tersuspensi di air, dengan prinsip gayagravitasi berdasarkan perbedaan partikel

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


11 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
yang tersuspensi dengan larutan nya. Gumpalan padatan yang terbentuk pada
proses sebelumnya , yakni pada pemberian koagulan, masih berukuran kecil.
Gumpalam-gumpalan kecil ini akanterus saling bergabung menjadi gumpalan yang
lebih besar. Dengan terbentuknya gumpalan besar, maka beratnya akan
bertambah, sehingga karena gaya berat dari gumpaln-gumpalan tersebut, akan
bergerak kebawah dan mengendap pada bagian dasar bak sedimentasi.

Tujuan utama dari penggunaan unit ini adalah untuk menghasilkan cairan
clarified dan juga mendapatkan konsentrasi padatan yang mudah dikelola.

Pada beberapa contoh kasus, misalnya pada industri tepung, dari pengamatan
menunjukkan bahwa tidak semua partikel yang tersuspensi dapat
[Link] yang lebih besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk
menghilangkan nya /[Link] karena itu, dibutuhkan metode tambahan
seperti mikrofiltrasi untuk menghilangkan semua partikel yang harus diendapkan.

Saat ini metode sedimentasi terutama diindustri terus dikembangkan dengan cara
melakukan modifikasi pada tanki [Link] satunya dengan memodifikasi
vortex pada tanki sedimen. Modifikasi vortex menunjukkan terdapat peningkatan
proses sedimentasi .

Gambar 4 . Proses pengendapan dalam Bak sedimentasi

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


12 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Beberapa hal mengenai sedimentasi primer yang penting untuk diperhatikan
adalah sebagai berikut.

• Sedimentasi bertujuan untuk memisahkan padatan – padatan


• Proses ini mengurangi beban air limbah sebesar 50% - 70% SS dan 30% -
40% BOD5 (tipikal)
• Sedimentasi dapat dilakukan dengan ataupun tanpa bahan kimia
• Jenis – jenis sedimentasi antara lain horizontal flow, solit contact, atau inclined
surface
• Factor – factor yang perlu dipertimbangkan dalam sedimentasi adalah
overflow rate, detention time, weir loading rate, bentuk dari bak sedimentasi ,
struktur air masuk dan air keluar, serta system pengambilan lumpur

Proses sedimentasi partikel dapat diklasifikasikan menjadi beberapa


rangkaian peristiwa , yaitu :

1) Partikel Flokulan, sedimentasi partikel dimana partikel mengalami interaksi


dengan partikel lainnya, pada peristiwa interaksi terjadi penggabungan antar
partikel yang mempercepat kecepatan sedimentasi. Peristiwa ini terjadi pada
pemisahan partikel yang telah mengalami proses koagulasi/flokulasi.

2) Partikel Hindered, sedimentasi partikel terjadi karena partikel berinteraksi


dengan partikel lainnya pada posisi yang sama, dan partikel mengendap
terhambat oleh pertikel yang berada disekelilingnya dan tampaknya terjadi
pengendapan secara massal. Persitiwa ini dapat terjadi pada konsentrasi
padatan yang cukup tinggi. Peristiwa ini seperti terjadi pada pemisahan mikroba
(activated sludge) pada pengolahan air limbah secara biologi.

3) Partikel kompresi, sedimentasi partikel terjadi karena partikel mengalami


penekanan oleh partikel yang berada diatasnya, peristiwa ini terjadi pada
konsentrasi padatan yang sangat tinggi. Peristiwa ini terjadi pada pemisahan
mikroba (activated sludge) pada pengolahan air limbah secara biologi. Peristiwa
sedimentasi partikel activated sludge (lumpur mikroba) pada suatu tabung gelas
ukur .

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


13 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Bak sedimentasi dapat berbentuk segi empat atau [Link] bak ini aliran
limbah sangat tenang untuk memberi kesempatan padatan/suspense untuk
mengendap.

Kriteria-kriteria yng dibutuhkan untuk menentukan ukuran bak sedimentasi adalah :


surface loading (beban permukaan), kedalaman bak dan waktu tinggal. Waktu
tinggal bersatuan jam, cara perhitungannya adalah Volume tangki dibagu dengan
laju alir per hari. Beban permukaan sama dengan laju alir (debit volume) rata-rata
per hari dibagi luas permukaan bak , satuannya liter per meter persegi per hari.

Vo = dimana , V0 = laju limpahan / beban permukaan (liter/hari/m2)

Q = aliran rata-rata harian , liter/hari

A = total luas permukaan (m2)

Waktu tinggal dihitung dengan membagi volume bak dengan laju alir masuk,
satuannya jam. Nilai waktu tinggal adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bak
dengan kecepatan seragam yang sama dengan aliran rata-rata per hari.

t = 24 V/Q , dimana t = waktu tinggal (jam)

V = Volume bak (liter)

Q = laju rata-rata harian (liter/hari)

Kedalaman bak sama dengan kedalaman air yang dihitung dari dasar bak hingga
saluran pelimpah keluar, ketinggian ini diluar kelebihan kedalaman akibat ada
sedikit kemiringan pada dasar bak.

Beban pelimpahan keluar ( beban pintu ) sama dengan nilai rata-rata overflow
harian dibagi dengan panjang pelimpahan total, dinyatakan dalam liter per hari per
linear meter.

Pada bentuk persegi panjang, perbandingan panjang dan lebar bervariasi 3 : 1


atau 5 : 1 , dengan kedalaman air 2,1 meter hingga 2,4 meter. Laju overflow untuk
sedimentasi awal berkisar antara 1500 dan 3000 liter per hari dan disain yang
umum, adalah 2300 liter/hari .

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


14 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Contoh sebuah bak pengendapan , dengan ukuran sebagai berikut :

• Lebar=5 meter , Panjang = 3 meter, Kedalam air efektif = 2 meter , Tinggi


ruang bebas = 0,5 meter (disesuaikan dengan kondisi lapangan )
• Waktu tinggal (Retention time) rata-rata = 5 jam
• Waktu tinggal pada saat beban puncak = 2,5 jam (asumsi jumlah limbah 2 x
jumlah rata-rata)
• Beban permukaan (Surface loading) rata-rata = 10 m3 / m2 .hari
• Beban permukaan pada saat puncak = 20 m3/ m2 .hari
• Kriteria sandar : waktu tinggal = 2 jam
• Beban permukaan = 20 – 50 m3 / m2 .hari ( JWWA)

Pada umumnya aliran air pada tangki sedimentasi mempunyai sisem up-flow yaitu
air mengalir dari bawah ke atas secara vertical menuju tempat pengeluaran yang
berada di bagian aas. Partikel-partikel akan mengendap ke bawah berlawanan arah
dengan aliran air. Partikel yang mempunyai kecepatan mengendap lebih besar dari
laju pelimpahan ( Q/A) , akan mengendap dan dapat dipisahkan. Sementara
partikel yang lebih ringan yang kecepatannya lebih kecil akan terbawa ke pintu
pengeluaran air. Pada prinsipnya tanki ini didisain agar air bergerak secara perlahan
dan seragam dengan seminimal mungkin terjadi aliran pendek.

2.5 Filtrasi (penyaringan)

Proses filtrasi di dalam pengolahan air buangan, biasanya dilakukan untuk mendahu
lui proses adsorbsi atau proses reverse osmosis-nya, akan dilaksanakan untuk
menyisihkan sebanyak mungkin partikel tersuspensi dari dalam air agar tidak
mengganggu proses adsorbsi atau menyumbat membran yang dipergunakan dalam
proses osmosa.

Filtrasi merupakan unit operasi yang dioperasikan dalam pengolahan air dan air
limbah.

Dalam pengolahan air limbah filtrasi dioperasikan untuk pemisahan partikel


(padatan) pada effluen (pengeluaran) pengolahan air limbah secara kimia maupun
biologi serta dapat diaplikasikan pada awal pengolahan air limbah.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


15 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Pemisahan padatan dilakukan dengan mempergunakan media yang disebut “Media
Filter” merupakan bahan padat seperti pasir, batu bara, kerikil dan sebagainya
yang tersusun sedemikian rupa, padatan yang dipisahkan tertahan pada permukaan
dan sela-sela (porositas) media filter.

2.5.1 Terdapat 4 mekanisme dasar filtrasi yaitu :

• Sedimentasi (sedimentation), filtrasi terjadi karena partikel yang akan


dipisahkan mengalami gaya gravitasi dan kecepatan pengendapan
partikel sehingga partikel mengendap dan berkumpul pada permukaan
media filter.

• Intersep (interception), filtrasi terjadi karena partikel dalam aliran air


berukuran besar sehingga akan terperangkap, menempel dan dapat
menutupi permukaan media filter

• Difusi brownian (brownian diffusion), filtrasi terjadi pada partikel yang


berukuran kecil seperti virus, partikel dalam aliran air bergerak secara
random (gerak brown), karena terdapat perbedaan kecepatan maka
partikel tersebut bergesekan dan menempel dalam media filter.
Mekanisme ini hanya terjadi untuk partikel berdiameter < 1 mikron.

• Inersia (inertia), filtrasi terjadi karena partikel mempunyai ukuran dan


berat jenis yang berbeda sehingga kecepatan partikel dalam aliran air
berbeda-beda, akibatnya partikel akan menempel pada permukaan
media karena gaya inersia, mekanisme ini terjadi jika partikel yang
berukuran lebih besar bergerak cukup cepat dan berbenturan serta
menempel dalam media filter.

Berdasarkan mekanisme tersebut, efektivitas filtrasi akan meningkat dengan


meningkatnya ukuran partikel .Hal ini terjadi karena dalam filtrasi terjadi
mekanisme intersep dan sedimentasi, tetapi dapat pula terjadi sebaliknya
dimana efektivitas filtrasi akan meningkat dengan menurunnya ukuran
partikel hal ini dapat terjadi karena dalam filtrasi terjadi proses difusi.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


16 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
2.5.2 Jenis Filter

Berdasarkan jenis filter, flitrasi diklasifikasikan menjadi tiga yaitu :

a. Filtrasi lambat (slow sand filter), pada filtrasi ini dipergunakan media
pasir halus (fine sand) dibagian atas dan dibawahnya kerikil, pada filtrasi
ini padatan yang tersisihkan berada dipermukaan atas pasir yang
mengakibatkan aliran air melewati media filter menjadi lambat. Partikel
menumpuk pada bagian atas pasir dan dibersihkan dengan mensecrap
lapisan atas pasir yang mengandung partikel.

b. Filtrasi cepat (rapid sand filter), pada filtrasi ini dipergunakan media
pasir berukuran besar dibagian atas dan dibawahnya kerikil, pada filtrasi
ini padatan yang tersisihkan berada disela-sela (pori-pori) media filter
yang dilaluinya. Pembersihan partikel dilakukan dengan metode
“backwashing” dengan air untuk mengeluarkan partikel dalam media
filter.

c. Multimedia fliter (multimedia filters), pada filtrasi ini dipergunakan dua


atau lebih jenis media yang tersusun sedemikian rupa, media filter
mempunyai berat jenis yang berbeda, biasanya yang dipergunakan
antrasit (batu bara), pasir, dan kerikil. Penggunaan media filter yang
berbeda memberikan hasil yang lebih baik dibanding satu jenis media
filter, dan berat jenis yang berbeda akan menempatkan kembali media
filter pada posisi yang semula pada saat dilakukan pencucian dengan
metode backwashing.

Berikut dapat dilihat pada Tabel 2. Perbandingan Operasional Slow Sand


Filter terhadap Rapid Sand Filter

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


17 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Tabel 2. Perbandingan Operasional Slow Sand Filter terhadap
Rapid Sand Filter

Rapid Sand Filter


Karakteristik Slow Sand Filter
Gravity Pressure
Laju Filtrasi 120-360
2-3m3/[Link] m3/[Link]
Ukuran Unit Filtrasi Besar (2000 m2) Kecil (100 m2)
Kerikil 500
Tinggi Media Kerikil 200 mm dan mm, pasir 0,7-
pasir 1,0 m 1,0 m
Ukuran pasir efektif 0,35 mm 0,6 - 1,2 mm
Koefisien seragam 2-2,5 1,5-1,7
Hilang tekan <1m <3m
Waktu Operasi 20 - 90 hari 1-2 hari
Scrap lapisan atas,
Metode pencucian dan Backwashing
pembersihan pemasangan dengan air
kembali dan udara
Kebutuhan air 0,2 - 0,6% dari air 3-6% dari air
pencuci yang difilter yang difilter
Konstruksi pake Tergantung /
tutup Tidak Bebas Ya
Kemudahan
operasional Ya Ya Tidak
Biaya operasional Tinggi Tinggi Sedang
Biaya investasi Rendah Tinggi Tinggi
Kemampuan
supervisi Tidak Membutuhkan Membutuhkan
Penyisihan bakteri 99,99% 90 - 99%

2.6 Flotasi( pengapungan )

Dalam pengolahan air limbah, flotasi (pengapungam )merupakan suatu unit operasi
yang dipergunakan untuk pemisahan padatan tersuspensi, cairan minyak, lemak,
flok pada proses pengolahan air limbah secara kimia, dan lumpur (mikroba) pada
proses biologi.

Peristiwa flotasi didasarkan atas adanya gelembung gas, biasanya menggunakan


udara yang diinjeksikan kedalam air limbah.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


18 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Keuntungan mendasar flotasi dibanding dengan sedimentasi dalam hal pemisahan
padatan tersuspensi yaitu flotasi dapat memisahkan padatan tersupensi yang
sangat kecil, ringan, dan sulit mengendap dalam waktu relatif cepat.

Pada proses flotasi, udara diinjeksikan ke dalam tangki sehingga terbentuk


gelembung yang berfungsi untuk mengapungkan padatan sehingga mudah
dipisahkan. Dengan adanya gaya dorong dari gelembung tersebut, padatan yang
berat jenisnya lebih tinggi dari air akan terdorong ke permukaan.

Demikian pula halnya dengan padatan yang berat jenisnya lebih rendah dari air.
Hal ini merupakan keunggulan teknik flotasi dibanding pengendapan karena
dengan flotasi partikel yang ringan dapat disisihkan dalam waktu yang bersamaan.

1) Flotasi pada pengolahan air limbah mempergunakan udara sebagai


“Flotation Agent”.
Berdasarkan pemanfaatan udara ini, flotasi diklasifikasikan menjadi tiga (3)
kategori yaitu:

a. Dissolved-air flotation (DAF), proses flotasi dimana udara dilarutkan


kedalam air limbah, tekanan operasi untuk flotasi ini biasanya pada
tekanan lebih besar dari tekanan atmosfir.

b. Air flotation, proses flotasi dimana udara diinjeksikan secara langsung


kedalam air limbah, tekanan operasi untuk flotasi ini biasanya pada
tekanan atmosfir.

c. Vacumn flotation, proses flotasi dimana udara dilarutkan kedalam air


limbah hingga mencapai tingkat kejenuhan yang dapat diperoleh
dalam tekanan vacumn atau lebih kecil dari tekanan atmosfir.

2) Analisis Flotasi
Kinerja sistem flotasi udara terlarut (dissolved-air flotation) pada awalnya
tergantung pada perbandingan jumlah udara (kg) terhadap jumlah
partikel (padatan) yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat pemurnian.
Besarnya perbandingan Udara/padatan ini bervariasi untuk jenis padatan
yang tersuspensi

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


19 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan
flotasi diantaranya :

• Laju alir air limbah dan beban padatan (wastewater flow rate
and solid loading)
• Perbandingan udara terhadap padatan (Air/solid ratio), yang
dinyatakan sebagai volume udara/berat padatan atau berat
udara/berat padatan, nilai A/S dapat dipergunakan 0,005 –
0,060 ml/mg atau 0,0065 – 0,08 mg/mg.
• Temperatur operasional, ini berkaitan dengan kelarutan udara
dalam air pada temperatur tertentu.
▪ Pengolahan awal secara kimia (chemical pretreatment)
▪ Beban padatan akhir (Lb/jam.ft2)
• Beban aliran hidrolik (gpm/ft2)
• Perbandingan udara terhadap padatan (A/S)

Gambar 5. Flotation process dalam bak Sedimentasi

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


20 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
2.7 Adsorbsi ( penyerapan )

Adsorpsi adalah salah satu dari sifat koloid yang merupakan proses penyerapan
suatu partikel zat baik berupa ion, atom, atau molekul pada permukaan zat lain.
Adsorpsi terjadi karena adanya gaya tarik yang tidak seimbang pada partikel zat
yang berada pada permukaan absorben.
Proses adsorbsi, biasanya dengan karbon aktif, dilakukan untuk
menyisihkan senyawa aromatic (misalnya adalah : fenol ) dan senyawa
organic terlarut lainnya, terutama jika diinginkan untuk menggunakan kembali air
buangan tersebut.
Teknologi membran (reverse osmosis ) biasanya diaplikasikan untuk unit-unit
pengolahan kecil, terutama jika pengolahan ditujukan untuk menggunakan kembali
air yang diolah.
Adsorpsi (penyerapan) juga merupakan proses pemisahan atom, ion, biomolekul
atau molekul dalam gas atau cairan dan padatan terlarut dengan mempergunakan
media padat.
Disamping itu, adsorpsi juga menunjukkan suatu proses ketika molekul yang
terlarut (adsorbat) dihilangkan dengan cara menempelkan adsorbat pada
permukaan ansorben.
Adsorben harus memiliki luas permukaan yang tinggi, contoh adsorben antara laim
alumina, clay, hidroksida, resin, dan karbon teraktivasi.
Proses adsorpsi dipengaruhi oleh diameter partikel, konsentrasi adsorbat, suhu,
berat molekul dan pH .
Dalam sistem koloid, partikel-partikel fase terdispersi tersebar merata dalam
medium pendispersinya sebagai molekul-molekul yang sangat halus.
Setiap partikel- pertikel koloid mempunyei permukaan yang berbatasan dengan
mediumnya.
Permukaan partikel ini mempunyai kemampuan adsorpsi sangat besar.
Apabila partikel koloid mengadsorpsi ion-ion yang ada di dalam medium
pendispersi, maka partikel-partikel koloid menjadi bermuatan listrik.
Adsorpsi mengakibatkan partikel-partikel koloid menjadi bermuatan sejenis.
Oleh karena itu, partikel-partikel koloid saling berjauhan sehingga tidak terjadi
penggumpalan. Hal inilah yang membuat kolid stabil.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


21 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Atas dasar fenomena kejadiannya, adsorpsi juga dibedakan menjadi tiga
macam.
• Yang pertama disebut chemisorption, terjadi karena ikatan kimia (chemical
bonding) antara molekul zat terlarut (solute) dengan molekul
[Link] ini bersifat sangat eksotermis dan tidak dapat berbalik
(irreversible).
• Yang kedua, adsorpsi fisika (physical adsorption), terjadi karena gaya
tarik molekul oleh gaya van der Waals .
• Yang ketiga disebut ion exchange (pertukaran ion), terjadi karena gaya
elektrostatis.

Proses adsorpsi dengan menggunakan adsorben digunakan untuk memisahkan


senyawa pencemar dalam limbah cair.
Proses adsorpsi adalah kumpulan senyawa kimia dipermukaan adsorben, padat
sebaliknya absorpsi adalah penetrasi kumpulan senyawa kimia ke dalam senyawa
padat. Jika keduaperistiwa terjadi simultan maka peristiwa ini disebut adsorpsi.

Karbon aktif digunakan sebagai adsorben untuk menghilangkan kontaminan.


Karbon aktif terbuat dari kayu, batu bara, lignit, tempurung kepala, dan tulang ternak
serta limbah sayuran kemudian dipanaskan tanpa adanya oksigen sehingga
terbentuk arang utuh.
Pengolahan air secara adsorpsi merupakan proses pemisahan air dari pengotornya
dengan cara penyerapan pengotor seperti partikel-partikel halus, kation-kation
terlarut atau bau yang terkandung dalam air.
Media adsorpsi yang umum digunakan dalam pengolahan air adalah karbon aktif
atau mineral zeolit.
Karbon aktif ataupun zeolit memiliki sifat sebagai adsorben sehingga mampu
menyerap partikel atau kation-kation dan bau yang terlarut atau tercampur dalam
air.

Mekanisme Adsorpsi ialah pengumpulan zat terlarut di permukaan media dan


merupakan jenis adhesi yang terjadi pada zat padat atau zat cair yang kontak
dengan zat lainnya.
Proses ini menghasilkan akumulasi konsentrasi zat tertentu di permukaan media
setelah terjadi kontak antarmuka atau bidang batas (paras, interface) cairan dengan
cairan, cairan dengan gas atau cairan dengan padatan dalam waktu tertentu.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


22 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Contohnya antara lain dehumidifikasi, yaitu pengeringan udara dengan desiccant
(penyerap), pemisahan zat yang tidak diinginkan dari udara atau air menggunakan
karbon aktif, ion exchanger untuk zat terlarut di dalam larutan dengan ion dari media
exchanger. Artinya, pengolahan air minum dengan karbon aktif hanyalah salah satu
dari terapan adsorpsi.

Ahli pengolahan air membagi adsorpsi menjadi tiga langkah, yaitu


• Makrotransport: perpindahan zat pencemar, disebut juga adsorbat (zat
yang diadsorpsi), di dalam air menuju permukaan adsorban;
• Mikrotransport: perpindahan adsorbat menuju pori-pori di dalam adsorban
• Sorpsi: pelekatan zat adsorbat ke dinding pori-pori atau jaringan pembuluh
kapiler mikroskopis

Berdasarkan gaya tarik yang terjadi antara adsorbat dengan adsorben,


peristiwa adsorpsi dapat diklasifikasikan menjadi dua (2) jenis, yaitu :

a) Adsorpsi Fisik (Physisorption)


Adsorpsi fisik terjadi karena adanya gaya Van Der Walls dan biasanya
adsorpsi ini berlangsung secara bolak-balik. Ketika gaya tarik-menarik molekul
antara zat terlarut dengan adsorben lebih besar dari gaya tarik-menarik zat
terlarut dengan pelarut, maka zat terlarut akan cenderung teradsorpsi pada
permukaan adsorben.

b) Adsorpsi Kimia (Chemisorption)


Adsorpsi kimia terjadi karena adanya ikatan kimia yang kuat antara adsorben
dengan adsorbat, ikatan ini berlangsung searah (irreversible).Interaksi suatu
senyawa organik pada permukaan adsorben dapat terjadi melalui tarikan
elektrostatik atau pembentukan ikatan kimia yang spesifik misalnya ikatan
[Link]-sifat molekul organik seperti struktur, gugus fungsional dan sifat
hidrofobik berpengaruh pada sifat-sifat adsorpsi.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


23 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Karakteristik adsorpsi kimia sebagai berikut :

• Terbentuknya ikatan kimia yang kuat antara adsobat dan adsorben


sehingga terbentuk panas
• Terjadi reaksi yang sangat selektif antara adsobat dan adsorben
sehingga proses adsorpsi sangat spesifik
• Temperatur operasi meningkat akibat terjadinya ikatan dan reaksi
kimia sehingga proses adsorpsi meningkatkan dengan naiknya
temperatur.
• Ikatan kimia terjadi secara langsung antara adsobat dan adsorben
sehingga hanya terbentuk satu lapisan (single layer)
• Proses adsorpsi berlangsung secara irreversible (searah).

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


24 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Daftar Pustaka

1. Metcalf & Eddy, (2003): Wastewater Engineering – Treatment, Disposal, Reuse,


[Link]-Hill, New 2003,

2. Reynold, Tom & Paul A. Richards.”Unit Operation and Processes in Environmental


nd
engineering”, 2 , PWS, Boston 1996.

3. Eckenfelder, Jr 1997 : ” Industrial Pollution Control”Mc Graw Hill.

4. Duncan Mara. Pengolahan Air Limbah di Daerah Beriklim Panas. ELBS and John
Wiley & Sons, 1978

5. Fair,Geyer,Okun,“WaterandwastewaterEngineering“JohnWilleyandSons,New
York.

6. Howard Speavy, DonaldRPowe,GeorgeT,“EnvironmentalEngineering“McGraw Hill,


Inc.

7. Japan Water Works Association. 1978. Suido shisetsu sekei shishin: Design
criteria for waterworks facilities. Japan Water Works Association, Tokyo

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


25 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]

Anda mungkin juga menyukai