SOP/PROTAP
PENATALAKSANAAN HEMORAGIC ANTE PARTUM
No Dokumen No Revisi Halaman
.... ... 1/3
Tanggal Terbit Disetujui oleh,
PRAKTEK BERSAMA
MITRA BUNDA
Pengertian Perdarahan Ante-partum adalah pendarahan pervaginam pada usia
kehamilan 20 minggu atau lebih dengan diagnosis banding seperti
solusio plasenta, plasenta previa dan vasa previa.
Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penanganan perdarahan
ante-partum
Referensi 1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis
Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama.
2. 3. Buku saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas
Kesehatan Dasar dan Rujukan.
Prosedur / 1. Alat dan bahan
Stetoskop
Langkah-langkah
Tensimeter
Thermometer
Doppler
Kapas DTT
Spekulum Vagina
Sarung tangan steril
Rekam medis
Alat tulis
Pasien datang diterima oleh Dokter / Perawat di kamar bersalin.
Dokter / Perawat melakukan inform consent.
Dokter / Perawat melakuan anamnesis riwayat penyakit sekarang,
seperti:
Perdarahan per vaginam pada usia 20 minggu atau lebih.
Perdarahan spontan tanpa aktivitas atau trauma pada daerah abdomen.
Nyeri atau tanpa nyeri akibat kontraksi uterus.
Beberapa faktor predisposisi :
- Riwayat solusio plasenta.
- Perokok.
- Hipertensi.
- Multiparitas.
Dokter / Perawat melakukan pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan
generalis serta pemeriksaan obstetric, seperti :
Pemeriksaan Generalis :
i) Pemeriksaan Tanda
ii) tanda vital meliputi kesadaran, suhu, nadi, tekanan darah
dan frekuensi napas
iii) Pemeriksaan menyeluruh dari kepala hingga kaki secara
cepat
Pemeriksaan Obstetri :
i) Periksa luar
Menentukan bagian terbawah janin, menentukan letak janin
ada kelainan atau tidak dan mengukur DJJ dengan Doppler.
Periksa dalam (inspekulo)
Menentukan sumber perdarahan, apakah perdarahan
berasal dari dalam ostium uteri atau hanya perdarahan yang
berasal dari servix atau dinding vagina, serta menentukan
jumlah perdarahannya.
Dokter/ Perawat melakukan penegakkan diagnosis dengan
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Dokter / Perawat melakukan penatalaksanaan, antara lain :
Bila didapatkan ada tanda – tanda syok seperti akral dingin
dan pucat, nadi> 100x/menit teraba lemah dan tekanan darah
sistolik< 90 mmhg maka hendaknya segera dilakukan
stabilisasi keadaan umum sebelum pasien di rujuk kerumah
sakit, dengan cara :
Pemberian oksigen nasal kanul 2 – 3 Liter / menit.
- Lakukan pemasangan infus 2 jalur intravena dengan menggunakan
ringer laktat atau NaCl 0,9% dengan dosis loading secepatnya
(kecepatan 1 L dalam 15 – 20 menit), dapat diulang kembali sampai
maksimal 3 L dalam 2 – 3 jam apabila keadaan pasien tidak
membaik.
- Lakukan pemasangan kateter untuk memantau urine output.
Bila didapatkan tanda – tanda inpartu seperti cairan lender
bercampur darah dan kontraksi uterus minimal terjadi 2 kali
dalam 10 menit serta kehamilan lebih dari 37 minggu,
lanjutkan dengan tatalaksana persalinan normal, kecuali
pada pasien plasenta previa dan vasa previa. Jika kehamilan
kurang dari 37 minggu sebaiknya pasien dirujukke rumah
sakit.
Bila tidak didapatkan tanda – tanda inpartu pikirkan
perdarahan ante-partum dan segera lakukan pemasangan
infuse intravena lalu kemudian rujuk pasien kerumah sakit.
Pada plasenta previa tidak disarankan untuk periksa dalam.
Dokter / Perawat mendokumentasikan identitas pasien, hasil
anamnesis, hasil pemeriksaan fisik, dan terapi yang
diberikan kepada Pasien di dalam rekam medis. Pasien di
rujuk kerumah saki tuntuk penanganan lebih lanjut
Hal-hal yang perlu -
diperhatikan
Pelakasana Perawat dan dokter
Dokumen Terkait 1. Rekam medic
2. Informed consent
3. Buku KIA
4. Surat rujukan