0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan1 halaman

Pulpitis Irreversibel: Simptomatik vs Asimptomatik

Pulpitis irreversibel adalah perkembangan lebih lanjut dari pulpitis reversibel yang ditandai dengan kerusakan pulpa yang parah akibat trauma atau perawatan gigi. Ada dua jenis pulpitis irreversibel, yaitu simptomatik dan asimptomatik. Pulpitis irreversibel simptomatik ditandai dengan nyeri tajam pada stimulus termal sedangkan asimptomatik tidak menunjukkan gejala klinis meski respons terhadap rangsangan dingin. Kedua jenis dap

Diunggah oleh

putu winda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan1 halaman

Pulpitis Irreversibel: Simptomatik vs Asimptomatik

Pulpitis irreversibel adalah perkembangan lebih lanjut dari pulpitis reversibel yang ditandai dengan kerusakan pulpa yang parah akibat trauma atau perawatan gigi. Ada dua jenis pulpitis irreversibel, yaitu simptomatik dan asimptomatik. Pulpitis irreversibel simptomatik ditandai dengan nyeri tajam pada stimulus termal sedangkan asimptomatik tidak menunjukkan gejala klinis meski respons terhadap rangsangan dingin. Kedua jenis dap

Diunggah oleh

putu winda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pulpitis Irreversible

Pulpitis irreversibel merupakan perkembangan dari pulpitis reversibel. Kerusakan


pulpa yang parah terjadi ketika pembersihan jaringan karies dentin yang luas selama
prosedur operatif, sehingga terganggunya aliran darah pada pulpa akibat trauma, dan
pergerakan gigi dalam perawatan ortodonti dapat menyebabkan pulpitis irreversibel.
Secara klinis, pulpitis irreversibel dapat bersifat simptomatik dan asimptomatik.
Karakteristik dari pulpitis irreversibel simptomatik yaitu memiliki rasa sakit yang
tajam pada stimulus termal, nyeri berlangsung lama, dan rasa sakit bersifat spontan.
Sedangkan pulpitis irreversibel asimptomatik merupakan tipe lain dari pulpitis
irreversible dimana eksudat inflamasi dengan cepat dihilangkan.
a. Pulpitis irreversible simptomatik
Pulpitis ireversibel simtomatik ditandai dengan hipersensitivitas terhadap
stimulus termal, yang menyebabkan nyeri spontan atau rasa sakit yang bertahan 30
detik atau lebih setelah stimulus dihilangkan, nyeri yang parah, persisten, dan sulit
dilokalisir, dapat menjalar ke telinga, pelipis, mata atau leher. Kondisi pulpa yang
terinflamasi tidak dapat kembali pulih dan perawatan saluran akar merupakan pilihan
perawatan. Salah satu etiologi dari pulpitis ireversibel simtomatik yaitu karies yang
dalam. Tubulus dentin merupakan jalan masuk bagi bakteri dan iritan dari kavitas
rongga mulut, apabila proses karies ini tidak dirawat pada akhirnya dapat
menyebabkan inflamasi pulpa. Kondisi pulpa vital yang terinflamasi tidak dapat
kembali pulih dan perawatan saluran akar merupakan pilihan perawatan (Wibisono et
al, 2021) . Preparasi saluran akar merupakan fase utama dalam menghilangkan
infeksi. Preparasi sistem saluran akar meliputi pembesaran dan pembentukan anatomi
saluran akar bersamaan dengan disinfeksi. Irigasi saluran akar merupakan hal yang
krusial selama perawatan endodontik untuk mencapai kesuksesan perawatan
endodontik. Irigasi intrakanal dilakukan untuk menghilangkan mikroorganisme, sisa
jaringan pulpa, dan smear layer yang terbentuk selama instrumentasi saluran akar.
b. Pulpitis irreversible asimptomatik
Pada pulpitis irreversibel asimptomatik tidak menunjukkan gejala klinis, tetapi
memberi respons terhadap rangsangan dingin. Pulpitis ireversibel dapat berlanjut
menyebabkan kematian jaringan pulpa, dan dapat berlanjut pada inflamasi di daerah
periapikal. Secara anatomis jaringan pulpa dibatasi jaringan keras dan foramen apikal
yang sempit, maka bila terjadi inflamasi menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah
arteriola atau venula, menimbulkan bendungan aliran darah, akibatnya menyebabkan
vasodilatasi yang berlebihan yang dapat menekan saraf dan jaringan sekitarnya,
akibatnya timbul nyeri.

Anda mungkin juga menyukai