Xylene
1. Identitas Bahan dan Perusahaan
1.1. Nama Bahan : Xylene
1.2. Rumus Kimia : C8H10
1.3. IUPAC : dimethyl benzene
1.4. Cas Number : 1330-20-7
1.5. Sinonim : Benzene
1.6. Berat Molar : 106,16 g/mol
1.7. Produsen : PT XXX
1.8. Alamat : XXX
1.9. Telp. : XXX
1.10. Fax : XXX
2. Informasi Komposisi Bahan Aktif
Komponen :
Nama kimia CAS No. Konsentrasi (%b/b)
Xylene 1330-20-7 <= 100 %
3. Identifikasi Bahaya
3.1. Darurat :
Menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan
Menyebabkan iritasi pada kulit sensitive
Bahan ini menyebabkan efek samping pada organ reproduksi dan janin pada
manusia.
3.2. Peringatan ! :
Dapat menyebabjan gangguan liver, ginjal dan kerusakan jantung
Target organ : Ginjal, Jantung, Sistem syaraf pusat, Hati
3.3. Ringkasan bahaya yang penting : Berbahaya jika kontak dengan kulit, beracun bila
tertelan, dan terhirup
3.4. Pengaruh terhadap kesehatan ;
Mata :
Menyebabkan gangguan mata berat. Dapat menyababkan sensitisasi
menyakitkan terhadap cahaya. Dapat menyebabkan konjungtivitis mata dan
kornea
Kulit :
Menyebabkan iritasi pada kulit sensitive. Dapat menyebabkan sianosis pada
kasus tertentu
Tertelan :
Dapat menyebabkan iritasi gastrointestinal dengan disertai mual, muntah dan
diare
Terhirup :
Menghirup konsentrasi tinggi dapat menyebabkan efek pada sisitem syaraf pusat
yang di tandai dengan mual, sakit kepal, pusing, mengantuk, dan mual, sakit
kepala, pusing, tidak sadar dan koma. Menyebabkan iritasi saluran pencernaan.
Pada konsentrasi tinggi dapat menyebebkan efek narkotik.
Kronis :
Dapat menyebabkan efek reproduksi dan janin. Percobaan laboratorium
menunjukkan bahwa bahan ini juga menyebabkan efek mutagenic dan memicu
perkembangan tumor. Kontak yang terlalu lama dapat menyebabkan liver, ginjal
dan kerusakan hati
GAMBAR / PIKTOGRAM TANDA BAHAYA (GHS)
iritasi Flamable Karsiogenik
4. Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
4.1. Penjelasan mengenai tindakan pertolongan pertama
Saran Umum Konsultasikan dengan dokter. Tunjukan lembar data keselamatan ini
ke dokter
Mata :
Bilas dengan air yang banyak selama minimal 15 menit , angkat kelopak mata
bagian atas dan bawah sesekali. Segera dapatkan bantuan medis / Periksakan ke
Dokter mata
Kulit :
Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan
air/pancuran air yang banyak. Hubungi dokter jika terjadi iritasi
Terhirup :
Pindahkan penderita dari tempat yang terkontaminasi ke tempat yang ber udara
segar/sejuk, baringkan dan biarkan beristirahat. Jika penderita tidak dapat
bernafas dengan baik, berikan nafas buatan. Upayakan pengobatan medis
Tertelan :
Jika penderita sadar, upayakan minumkan segelas sampai dua gelas air. Jangan
berikan apapun ke mulut penderita yang tidak sadar (pingsan). Upayakan
pengobatan medis
Petunjuk perawatan dokter : Lakukan perawatan berdasarkan gejala yang
timbul.
5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran
5.1. Informasi Umum :
Petugas pemadam kebakaran harus memperhatikan sifat dan racun dari
material, jangan berada pada zona berbahaya, dan menggunakan pelindung
wajah, alat bantu pernafasan SCBA lengkap mandiri dan pakaian tahan api
untuk menghindari kontak dengan kulit
5.2. Media pemadam api :
Karbon dioksida (CO2), foam/busa, bubuk kimia kering, air
5.3. Media pemadaman yang tidak sesuai Untuk bahan/campuran ini, tidak ada batasan
agen pemadaman yang diberikan
5.4. Tindakan di sekitar kebakaran : Dinginkan wadah/tangki dengan semprotan air
5.5. Informasi lebih lanjut
Pindahkan wadah dari zona berbahaya dan dinginkan dengan air. Cegah air
pemadam kebakaran mengkontaminasi air permukaan atau sistim air tanah.
Residu dari kebakaran bahan berbahaya harus berkoordinasi dengan regulasi
setempat, tidak boleh langsung ke aliran irigasi, simpan kedalam bak
penampungan limbah untuk di control sampai residunya tidak ada bahan kimia
yang tersisa
6. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran
6.1. Pencegahan/perlindungan personel
Gunakan pelindung mata, sarung tangan, sepatu boot, yang diperlukan sebelum
menangani pembersihan pada tumpahan.
Isolasi daerah sekitar yang terjadi tumpahaan
Hentikan sumber tumpahan segera, jika aman untuk melakukannya
Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata
6.2. Perlindungan terhadap lingkungan
Pastikan tidak ada material yang masuk keselokan/saluran air karena dapat
mencemari lingkungan di perairan
Hindari kontaminasi dengan saluran air
6.3. Saran tambahan
Pembuangan sesuai dengan regulasi setempat (limbah B3)
7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan
7.1. Langkah-langkah pencegahan diri,alat pelindung dan prosedur tanggap darurat
Tindakan umum : Gunakan alat pelindung diri
Nasehat untuk personel nondarurat : Jangan menghirup uap-uap, aerosol.
Hindari kontak dengan bahan. Pastikan ventilasi memadai. Jauhkan dari panas
dan sumber api. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli.
Saran bagi responden darurat : Melengkapi dengan alat pelindung yang tepat
7.2. Tindakan pencegahan Lingkungan
Mencegah kebocoran lebih lanjut atau tumpahan jika aman untuk melakukannya.
Jangan biarkan produk masuk ke saluran pembuangan. Hati-hati terhadap resikio
ledakan
7.3. Metode dan bahan untuk penyimpanan dan pembersihan
Tutup saliran. Kumpulkan, ikat dan pompa keluar tumpahan. Amati kemungkinan
pembatasan bahan. Ambil dengan bahan penyerap (absorben). Teruskan ke
pembuangan. Bersihkan area yang terkena.
Perlindungan terhadap api dan ledakan : jauhkan dari sumber api/tempat yang
panas, debu dan bahan-bahan yng mudah meledak
7.4. Penyimpanan barang
Persyaratan untuk area penyimpanan dalam wadah : Simpan di tempat kering
dan sejuk, simpan di wadah aslinya dan jauhkan dari anak-anak dan hewan
peliharaan. Jangan makan dan minum diarea penyimpanan barang karena bisa
terkontaminasi material berbahaya. Penanganan bahan yang baik harus tetap
dikontrol ventilasi udaranya, beri label pada bahan yang jelas
7.5. Rujukan ke bagian lainnya
Indikasi mengenai pengolahan limbah atau pembuangan, sesuai regulasi yang berlaku
(limbah B3)
8. Pengendalian Paparan dan Alat Pelindung Diri
8.1. Parameter Pengendalian
Coumatetralyl (5836-29-3)
8.2. Pengendalian Pemaparan Pengendalian teknik/tindakan rekayasa yang sesuai untuk
mengurangi paparan
Langkah-langkah teknis dan operasi kerja yang sesuai harus diberikan prioritas dalam
penggunaan alat pelindung diri.
8.2.1. Tindakan perlindungan individual
Pakaian pelindung harus dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja, tergantung
konsentrasi dan jumlah bahan berbahaya yang ditangani. Daya tahan pakaian
pelindung kimia harus dipastikan dari masing-masing supier
8.2.2. Perlindungan mata/wajah
Kacamata keselamatan dengan sisi-perisai sesuai dengan peralatan EN166
Gunakan untuk perlindungan mata yang telah diuji dan disetujui di bawah
standar pemerintah yang sesuai seperti NIOSH (US) atau EN 166 (EU).
8.2.3. Perlindungan kulit / Tangan
Menangani dengan sarung tangan. Sarung tangan harus diperiksa sebelum
digunakan. Gunakan teknik penghapusan sarung tangan yang tepat (tanpa
permukaan luar menyentuh sarung tangan) untuk menghindari kontak kulit
dengan produk ini. Buang sarung tangan terkontaminasi setelah digunakan
sesuai dengan hukum yang berlaku dan praktek laboratorium yang baik. Cuci dan
keringkan tangan.
kontak penuh :
Bahan sarung tangan : Karet butil
Tebal sarung tangan : 0,70 mm
Waktu terobosan : > 480 min
kontak percikan :
Bahan sarung tangan : Karet nitril
Tebal sarung tangan : 0,40 mm
Waktu terobosan : > 120 min
Sarung tangan pelindung yang digunakan harus mengikuti spesifikasi pada EC directive
89/686/EEC dan standar gabungan d EN374, Velours (kontak [Link] terobosan
yang disebutkan diatas ditentukan oleh KCL dalam uji laboratorium berdasarkan EN374
dengan sampel tipe sarung tangan yang dianjurkan. Rekomendasi ini berlaku hanya
untuk produk yang disebutkan dalam lembar data keselamatan dan ini hanya bersifat
konsultasi dan harus dievaluasi oleh situasi industri yang dapat diantisipasi oleh
pelanggan kami. Seharusnya tidak ditafsirkan sebagai menawarkan persetujuan untuk
skenario penggunaan tertentu. Ketika dilarutkan dalam atau dicampur dengan bahan
lain dan dalam kondisi yang menyimpang dari yang disebutkan dalam EN374, silahkan
hubungi suplier sarung tangan CE-resmi (misalnya KCL GmbH, D-36124 Eichenzell,
Internet: [Link]).
8.2.4. Perlindungan tubuh
Jas lengkap melindungi terhadap bahan kimia, Flame retardant pakaian pelindung
antistatis., Jenis peralatan pelindung harus dipilih sesuai dengan konsentrasi dan
jumlah bahan berbahaya di tempat kerja tertentu.
8.2.5. Kontrol eksposur lingkungan
Jangan biarkan produk masuk ke saluran pembuangan. Resiko ledakan
Pengendalian Teknis : Gunakan hanya di tempat yang ventilasinya cukup Selalu
waspada dan berhati-hati dalam memperlakukan barang kimia berbahaya walaupun
kita sudah memakai alat pelindung diri.
9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia
9.1. Informasi tentang sifat fisika dan kimia
Bentuk : Cair
Warna : Tidak berwarna
Bau : Khas
Titik nyala : 25°C
Laju penguapan : Tidak tersedia informasi.
Flamabilitas (padatan, gas) : Tidak tersedia informasi.
Tekanan uap : 23.99 kpa pada T 37°C
Kerapatan (den-sitas) relatif : Tidak tersedia informasi.
Kelarutan dalam air : Tidak tersedia informasi.
Suhu dapat membakar sendiri (auto-ignition temperature) : 463 °C
Suhu penguraian : Tidak ada informasi
Sifat peledak : Tidak diklasifikasikan sebagai mudah meledak.
Sifat oksidator : Tidak ada
10. Informasi Toksikologi
10.1. Toksisitas akut Oral: Data tidak tersedia
LD50 Oral - Tikus - jantan - 3.523 mg/kg (EC Directive 92/69/EEC B.1
Toksisitas Akut (Oral)) Komentar: (ECHA)
Perkiraan toksisitas akut
Penghirupan - 4 h - 11 mg/l - uap(Metode kalkulasi)
LC50 Penghirupan - Tikus - jantan - 4 h - 29,09 mg/l - uap (Peraturan (EC) No.
440/2008, Lampiran, B.2)
Komentar: (Peraturan (EC) No 1272/2008, Lampiran VI)
Perkiraan toksisitas akut Kulit - 1.101 mg/kg (Metode kalkulasi)
LD50 Kulit - Kelinci - > 1.700 mg/kg Komentar: (RTECS)
Iritasi kulit
Kulit - Kelinci
Hasil: Iritasi sedang pada kulit - 24 h
Komentar: (IUCLID) Efek mengeringkan kulit menyebabkan kulit menjadi kasar dan
merekah. Setelah
terpapar dalam waktu lama dengan bahan kimia : Dermatitis.
Iritasi mata
Mata - Kelinci
Hasil: Menyebabkan iritasi mata yang serius. - 24 h
Komentar: (RTECS)
Sensitisasi
Uji kelenjar getah bening lokal (LLNA) - Mencit
Hasil: Negatif (Pedoman Tes OECD 429)
Mutagenisitas pada sel nutfah
Tipe Ujian: Mutagenisitas (uji sel mammal) : aberasi kromosom. Sistem uji: sel ovarium
marmut Cina
Aktivasi metabolik: dengan atau tanpa aktivasi metabolis
Metoda: Peraturan (EC) No. 440/2008, Lampiran, B.10 Hasil: Negatif Komentar:
(National Toxicology
Program)
Tipe Ujian: Tes Ames Sistem uji: Salmonella typhimurium Aktivasi metabolik: dengan
atau tanpa aktivasi
metabolis
Metoda: Pedoman Tes OECD 471
Hasil: Negatif Tipe Ujian: asai pertukaran antarkromatid Sistem uji: sel ovarium
marmut Cina
Aktivasi metabolik: dengan atau tanpa aktivasi metabolis
Metoda: Peraturan (EC) No. 440/2008, Lampiran, B.19
Hasil: Negatif
Tipe Ujian: tes letal dominan
Spesies: Mencit
Metoda: Pedoman Tes OECD 478 Hasil: Negatif
Karsinogenisitas
Informasi ini tidak tersedia.
Toksisitas terhadap Reproduksi
Informasi ini tidak tersedia.
Teratogenisitas
Informasi ini tidak tersedia.
Toksisitas pada organ sasaran spesifik - paparan tunggal
Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. - Sistem pernapasan
11. Informasi Ekologi
11.1. Toksisitas
Keracunan untuk ikan
Tes statik LC50 - Oncorhynchus mykiss (Ikan rainbow trout) - 2,60 mg/l -
96h
(Pedoman Tes OECD 203)
Keracunan untuk ganggang
Tes statik EC50 - Pseudokirchneriella subcapitata - 4,36 mg/l - 73 h
(Pedoman Tes 201 OECD)
Keracunan untuk bakteria
Komentar: (ECHA) (Xylene (campuran isomer)
11.2. Persistensi dan penguraian oleh lingkungan
Tidak tersedia informasi
11.3. Potensi bioakumulasi
Tidak tersedia informasi
11.4. Mobilitas dalam tanah
Tidak tersedia informasi
11.5. Hasil dar asesmen PBT dan vPvB
Zat/campuran ini tidak mengandung satu komponen pun yang dianggap
baik persisten, bioakumulatif, dan
beracun (PBT) maupun sangat persisten dan sangat bioakumulatif (vPvB)
pada kadar 0,1% atau lebih.
11.6. Efek merugikan lainnya
Zat/campuran tersebut tidak mengandugn komponenkomponen yang
disinyalir memiliki kandungan
pengganggu endokrin menurut artikel REACH 57(f) atau peraturan
Comission Delegated (EU) 2017/2100
atau peraturan Commission Regulation (EU) 2018/605 pada level 0.1% atau
lebih tinggi..
12. Pembuangan Limbah
Metode penanganan limbah
Limbah harus dibuang sesuai dengan Petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC serta peraturan
nasional dan lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia dalam wadah aslinya. Jangan
dicampurkan dengan limbah lain. Tangani wadah kotor seperti produknya sendiri.
12.1. Pembuangan, penyimpanan atau pembersihan peralatan yang digunakan tidak boleh
sampai mencemari makanan-makanan ternak atau mencemari air.
12.2. Pembuangan wadah/kemasan : Hancurkan wadah yang kosong dan buang/musnakan
sesuai dengan regulasi peraturan setempat. Jangan menggunakan wadah bekas
untuk keperluan apapun
13. Pengangkutan
13.1. ADR/RID/AND 14.1 Nomor PBB 3077
13.2. Nama pengapalan yang sesuai berdasarkan PBB
ENVIRONMENTALLY HAZARDOUS SUBSTANCE, SOLID, N.O.S.
(COUMATETRALYL MIXTURE)
Kelas bahaya transportasi 9
13.3. Kelompok pengemasan III
13.4. Tanda Bahaya bagi Lingkungan
YA
Nomor Bahaya 90
Klasifikasi ini pada prinsipnya tidak berlaku untuk pengangkutan dengan
kapal tangki di perairan darat (sungai). Silakan merujuk pada manufaktur
untuk informasi lebih lanjut.
IMDG
13.5. Nomor PBB 3077
13.6. Nama pengapalan yang sesuai berdasarkan PBB ENVIRONMENTALLY
HAZARDOUS SUBSTANCE, SOLID, N.O.S.
(COUMATETRALYL MIXTURE)
Kelas bahaya transportasi 9
Kelompok pengemasan III
Bahan pencemar laut YA
IATA
13.7. Nomor PBB 3077
13.8. Nama pengapalan yang sesuai berdasarkan PBB ENVIRONMENTALLY
HAZARDOUS SUBSTANCE, SOLID, N.O.S.
(COUMATETRALYL MIXTURE )
13.9. Kelas bahaya transportasi 9
13.10. Kelompok pengemasan III
Tanda Bahaya bagi Lingkungan
YA
13.11. Tindakan kehati-hatian khusus bagi pengguna
Lihat bagian 6 hingga 8 pada Lembar Data Keselamatan ini.
13.12. Transportasi dalam jumlah besar berdasarkan pada MARPOL Lampiran II
dan IBC Code Tidak ada transportasi dalam jumlah besar sesuai dengan
Kode IBC.
14. Peraturan Perundang-undangan
14.1 Nomor PBB ADR/RID: 1307 IMDG: 1307 IATA: 1307
14.2 Nama pengapalan yang sesuai berdasarkan PBB ADR/RID: XYLENES IMDG: XYLENES
IATA: Xylenes
14.3 Kelas bahaya transportasi ADR/RID: 3 IMDG: 3 IATA: 3
14.4 Kelompok pengemasan ADR/RID: III IMDG: III IATA: III
14.5 Bahaya lingkungan ADR/RID: Tidak IMDG Bahan pencemar laut: Tidak IATA: Tidak
14.6 Tindakan kehati-hatian khusus bagi pengguna Data tidak tersedia
15. Informasi Lain yang diperlukan
Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) ini merupakan rangakuman pengetahuan terbaik,
dari tanggal yang di publikasikan. Memberikan informasi bagaimana penanganan yang
aman, penggunaan, penyimpanan, transportasi, pembuangan (limbah) dan sebagai bahan
pertimbangan spesifikasi jaminan kualitas. Informasi diatas hanya untuk spesifikasi bahan
material diatas, tidak menyangkut dalam proses penambahan kombinasi penggunaan
material, kecuali ditentukan selanjutnya.
A. MIPA
1. Identitas Bahan dan Perusahaan
1.1 Nama Bahan : Mono Iso Propylamnin
1.2 Rumus Kimia : C12 H14 Cl2 N2 . x H2 O
1.3 IUPAC : Methyl Viologen hydrate
1.4 Cas Number : 75365-73-0
1.5 Sinonim : H2O2 50%
1.6 Berat Molar : 257.16 g/mol
1.7 Produsen : PT. XXX
1.8 Alamat : XXX
1.9 Telp. : XXX
2. Informasi Komposisi Bahan Aktif
Komponen :
Nama bahan CAS No. Konsentrasi (%b/b)
Paraquat Dichloride hidrate 75365-73-0 43.2 %
3. Identifikasi Bahaya
3.1 Klasifikasi Zat atau Campuran
Mulut : Fatal jika tertelan (H330)
Kulit : Iritasi kulit, (H315)
Mata : Kerusakan serius pada mata, kategori 1 (H319)
Toksisitas organ target spesifik : Fatal jika terhirup (H335)
Toksisitas perairan kronis : Kategori 3 (H412)
Kata sinyal : Bahaya
3.2 Pernyataan Bahaya
H330 : Beracun bila tertelan
H315 : Menyebabkan luka bakar kulit yang parah dan kerusakan
mata
H335 : Dapat menyebabkan iritasi pada pernafasan
H412 : Berbahaya badi perairan dengan efek jangka panjang
3.3 Pencegahan
P210 : Jauhkan dari panas
P220 : Simpan/jauhkan dari kain pakaian/material yang mudah
terbakar
P221 : Mengambil tindakan pencegahan apapun untuk
menghindari pencampuran dengan bahan yang mudah
terbakar
P264 : Cuci kulit secara menyeluruh setelah penanganan
P270 : Jangan makan, minum atau merokok saat menngunakan
produk ini
P271 : Gunakan hanya di luar atau ruangan terbuka dengan
ventilasi area
P273 : Hindari pelepasan ke lingkungan
P280 : Gunakan sarung tangan/baju pelindung/pelindung
mata/pelindung muka
3.4 Tanggapan
P301 + P310 : Jika tertelan = segera hubungi pusat racun atau dokter
P301 + P330 + P331 : Jika tertelan = segera bersihkan mulut. Jangan paksa untuk
muntah
P303 + P361 + P353 : Jika kontak kulit/rambut = segera lepas semua pakaian yang
terkontaminasi . bersihkan kulit dengan air yang mengalir/mandi
P304 + P340 : Jika terhirup = Segera pindahkan penderita dari tempat yang
terkontaminasi ke tempat yang sejuk, baringkan dan biarkan beristirahat.
P305 + P351 + P338 : Jika terkena mata = bilas secara hati-hati dengan air beberapa
menit. Lepaskan lensa kontak, jika ada dan mudah dilakukan. Lanjutkan
untuk membilas
P310 : Segera hubungi pusat racun atau dokter
P363 : Cuci baju yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali.
P370 + P378 : Jika kebakaran = gunakan pasir kering, bahan kimia kering atau busa
tahan alkohol untuk memadamkannya
3.5 Wadah
P403+ P233 : Simpan di tempat yang berventilasi baik. Jaga wadah dalam keadaan
tertutup rapat.
P405 : Area penyimpanan terkunci
3.6 Pembuangan
P501 : Pembuangan wadah bekas buang ke limbah yang telah di setujui di
daerah setempat
3.7 Informasi penting
Potensi terhadap efek kesehatan :
Jika tertelan = dapat menyebabkan rusaknya saluran pencernaan, luka gatal pada
kulit, terbakar, akumulasi cairan di paru-paru mungkin tertunda selam beberapa jam
(tingkat keparahan tergantung pada lamanya terpapar bahan)
GAMBAR / PIKTOGRAM TANDA BAHAYA (GHS)
Karsiogenik Beracun Mencemari Lingkungan
4. Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Pertolongan pertama apabila bahan berbahaya tersebut kontak langsung
terhadap ;
Mata : Buka mata dan basuh hati-hati dengan air yang mengalir terus menerus
selama 15 menit. Upayakan pengobatan medis
Kulit : Segera cuci kulit yang terpapar dengan sabun dan air yang banyak.
Tanggalkan pakaian dan sepatu yang terkena dan upayakan pengobatan
medis
Tertelan : Jika tertelan, bersihkan mulut. Jangan di paksa untuk muntah kecuali
atas petunjuk dokter, segera hubungi pusat racun. Jika penderita sadar
berikan satu gelas air. Jangan berikan apapun ke mulut penderita yang
tidak sadar (pingsan). Upayakan pengobatan medis
Terhirup : Pindahkan penderita dari tempat yang terkontaminasi ke tempat yang
sejuk, baringkan dan biarkan beristirahat. Jika penderita tidak dapat
bernafas dengan baik, berikan nafas buatan (oksigen). Upayakan
pengobatan medis
Catatan untuk dokter : Terpapar bahan material ini bisa cedera paru-paru yang tertunda
menyebabkan edema (bengkak) paru-paru dan pneumonitis.
Individu yang terpapar harus di monitor selama 72 jam setelah paparan
untuk timbulya gejala pernafasan yang tertunda
5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran
5.1 Informasi Umum : Pastikan zat disimpan dalam wadah yang dingin
5.2 Media pemadam api : Dry chemical, foam, CO2 dan air dengan laju alir rendah
jika diperlukan
5.3 Saran pemadam kebakaran lebih lanjut : Bahan pengoksidasi
Dalam kasus kebakaran besar. Evakuasi area setempat. Semprot dari jarak jauh,
karena resiko ledakan. Wadah tertutup dari bahan ini dapat meledak bila
terkena panas dari sekelilingnya. Jangan biarkan residu kebakaran untuk
memasuki saluran air. Peralatan/area kebakaran yang terkontaminasi harus
dibersihkan secara menyeluruh sebelum digunakan kembali.
Informasi lebih lanjut : Residu dari kebakaran bahan berbahaya harus
berkoordinasi dengan regulasi setempat, tidak boleh langsung ke aliran irigasi,
simpan kedalam bak penampungan limbah untuk di control sampai residunya
tidak ada bahan kimia yang tersisa
6. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran
6.1 Pencegahan/perlindungan personel
Gunakan pelindung mata, sarung tangan, sepatu boot, yang diperlukan sebelum
menangani pembersihan pada tumpahan.
Isolasi daerah sekitar yang terjadi tumpahaan
Hentikan sumber tumpahan segera, jika aman untuk melakukannya
Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata
6.2 Perlindungan terhadap lingkungan
Pastikan tidak ada material yang masuk keselokan/saluran air karena dapat
mencemari lingkungan di perairan
Hindari kontaminasi dengan saluran air
6.3 Cara membersihkan
Serap tumpahan dengan bahan inert seperti tanah liat, pasir, tanah, debu dan
kumpulkan dalam drum. Bersihkan area yang terkontaminasi sikat dengan sabun
sampai bersih. Kumpulkan cairan cucian kedalam drum. Pembuangan sesuai
dengan regulasi setempat (limbah B3)
7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan
7.1 Penanganan bahan
Penanganan yang aman : Baca petunjuk penggunaan pada label sebelum
menggunakan produk. Kenakan masker khusus pestisida, sarung tangan dan
pakaian pelindung pada saat menangani produk. Jangan sampai tertelan. Hindari
kontak dengan kulit dan mata. Jangan menghirup uap produk. Lakukan
penanganan produk di tempat yang berventilasi baik. Hati-hati hindari kerusakan
wadah. Simpan di wadah aslinya, tertutup rapat. Jangan memotong, mengebor,
mengelas di dekat wadah/material (resiko peledakan). Cuci segera sampai bersih
setelah menangani produk sebelum istirahat, pastikan pakaian bersih dari
kontaminasi bahan sebelum digunakan kembali, apabila terkontaminasi lepas
dan cuci di tempat pembuangan limbah sampai bersih.
Perlindungan terhadap api dan ledakan : Jauhkan dari sumber api/tempat yang
panas, debu dan bahan-bahan yng mudah meledak
7.2 Penyimpanan barang
Persyaratan untuk area penyimpanan dalam wadah : simpan di tempat kering
dan sejuk, simpan di wadah aslinya dan jauhkan dari anak-anak dan hewan
peliharaan. Jangan makan dan minum diarea penyimpanan barang karena bisa
terkontaminasi material berbahaya. Penanganan bahan yang baik harus tetap
dikontrol ventilasi udaranya, beri label pada bahan yang jelas .
8. Pengendalian Paparan dan Alat Pelindung Diri
8.1 Pedoman paparan udara
Paraquat Dichloride Hidrate (75365-73-0)
8.2 Pengendalian Teknis : Gunakan hanya di tempat yang ventilasinya cukup baik.
Jaga wadahnya selalu tertutup rapat
8.3 Alat Pelindung Diri :
Mata : Gunakan kaca mata dan pelindung wajah
Sarung tangan : Gunakan karet PVC, Impervious butyl rubber gloves
Pakaian : Pakaian pelindung, sepatu, neopron
Alat perlindungan pernafasan : Respirator (masker yang dapat menyaring uap
bahaya kimia organik) yang di setujui NIOSH untuk bahan kimia
Selalu waspada dan berhati-hati dalam memperlakukan barang kimia berbahaya
walaupun kita sudah memakai alat pelindung diri.
9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia
9.1 Bentuk fisik : Cairan
9.2 Penampakan : Violet
9.3 Bau : Tidak berbau
9.4 Nilai ambang bau : Tidak ada data yang sesuai
9.5 Titik nyala : Tidak mudah menyala
9.6 Suhu pangapian otomatis : Tidak diaplikasikan
9.7 pH : 4 di dalam air
9.8 Tekanan uap : Tidak ditentukan
9.9 Oli/koofisien partisi air : Tidak ada data sesuai
9.10 Suhu terdekomposisi : Tidak ada data sesuai
9.11 Sifat mudah terbakar : Tidak mudah terbakar
10. Reaktifitas dan Stabilitas
10.1 Kondisi yang harus dihindari : Jauhkan dari bahan terurai yang berpotensi
rusaknya wadah material
10.2 Stabilitas : Bahan kimia ini stabil dibawah penyimpanan normal dan
antisipsi terhadap penanganan pada proses produksi
10.3 Bahan yang harus di hindari : Logam, bahan organik, bahan pereduksi, oksida
logam, debu, bahan mudah terbakar (contoh ; kayu, serbuk gergaji, majun, kertas,
dan lainnya), bahan alkali (basa)
11. Informasi Toksikologi
Toksisitas akut :
11.1 Mulut
Beracun bila tertelan. (tikus) LD50 = 223 mg/Kg.(50%) (sebagai larutan air)
11.2 Kulit
Iritasi. (Kelinci) LD50 = 325.
11.3 Pernafasan
Tidak terjadi kematian. (tikus) 1 mg / m3 6 jam
12. Informasi Ekologi
Sangat berbahaya bagi lingkungan dan sangat beracun bagi mikroorganisme laut
LC 50 = 96 jam statis (Cyprinus Carprio)
13. Pembuangan Limbah
13.1 Pembuangan, penyimpanan atau pembersihan peralatan yang digunakan tidak
boleh sampai mencemari makanan-makanan ternak atau mencemari air. Baca
petunjuk pemusnahan yang tercantum pada label produk. Produk bersifat racun
untuk kehidupan air. Jangan sampai mengkontaminasi sumber air domestik atu
sumber air lainya.
13.2 Pembuangan wadah/kemasan : Hancurkan wadah yang kosong dan
buang/musnakan sesuai dengan regulasi peraturan setempat. Jangan menggunakan
wadah bekas untuk keperluan apapun (limbah B3)
14. Pengangkutan
14.1 IMDG/ IMO
Nama pengiriman : Paraquat
Nomor UN : UN2811
Kelompok pengepakan : II
15. Peraturan Perundang-undangan
15.1 Status persediaan kimia / Peraturan internasional
EU. EINECS (EINECS) = sesuai
TSCA (Amerika) = semua produk komponen ini menyala
AICS ( Australia) = Sesuai
DSL/NDSL (Kanada) = semua komponen bahan ini ada di kanada
ENCS (Jepang) = tidak sesuai
KECI (korea) = sesuai
PICCS (Philipina) = tidak sesuai
IECSC (China) = tidak sesuai
16. Informasi Lain yang diperlukan
Perhatiakan teks lengkap tentang peryataan H
H272: Dapat mengintensifkan api, Pengoxidasi
H301: Beracun bila tertelan
H314: Menyebabkan luka bakar kulit yang parah dan kerusakan mata
H318: Kerusakan fatal pada mata
H332: Sangat berbahaya bila terhirup
H335: Dapat menyebabkan iritasi pada pernafasan
H412: Berbahaya badi perairan dengan efek jangka panjang
Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) ini merupakan rangakuman pengetahuan terbaik,
dari tanggal yang di publikasikan. Memberikan informasi bagaimana penanganan yang
aman, penggunaan, penyimpanan, transportasi, pembuangan (limbah) dan sebagai bahan
pertimbangan spesifikasi jaminan kualitas. Informasi diatas hanya untuk spesifikasi bahan
material diatas, tidak menyangkut dalam proses penambahan kombinasi penggunaan
material, kecuali ditentukan selanjutnya.
B. Permethrine
1. Identitas Bahan dan Perusahaan
1.1 Nama Bahan : Permethrine
1.2 Rumus Kimia : C21H20Cl2O3
1.3 IUPAC : UN2811
1.4 Berat Molar : 391.28 g/mol
1.5 Cas Number : 52645-53-1
1.6 Sinonim : (3-Phenoxyphenyl) methyl cis-trans-3-(2.2 dichloroethenyl)-2,2
Dimethylcyclopropanecarboxylate
1.7 Produsen dan Distributor : PT XXX
1.8 Alamat : XXX
1.9 Telp. : XXXXXX
1.10 Fax : XXXXXX
1.11
2. Informasi Komposisi Bahan Aktif
Komponen
Nama bahan kimia CAS No. Konsentrasi (%b/b)
Permethrine 52645-53-1 38.40
3. Identifikasi Bahaya
3.1 Gambaran keadaan darurat
Kontak dengan mata : Iritasi mata
Kontak degan kulit : iritasi kulit
Tertelan : Fatal jika tertelan (H302+ H304)
Terhirup : Berbahaya jika Terhirup (H351 = H332)
GAMBAR TANDA BAHAYA (PIKTOGRAM)
iritasi Karsiogenik
4. Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Pertolongan pertama apabila bahan berbahaya tersebut kontak langsung terhadap ;
Mata : Buka mata dan bilas dengan air yang mengalir (selama ±15-30 menit), jika iritasi
berlanjut segera hubungi dokter terdekat
Kulit : Tanggalkan pakaian yang terkontaminasi, cuci kulit yang terkontaminasi dengan
air sabun dan bilas dengan air yang mengalir (selama ±15-30 menit), jika iritasi
berlanjut segera hubungi dokter terdekat
Terhirup : Segera pergi ke ruangan yang lebih segar dan beri pernapasan buatan (beri
oksigen bila perlu)
Tertelan : Hubungi dokter terdekat
Jangan berikan sesuatu ke mulut pada penderita yang tidak sadar atau pingsan.
Segera hubungi dokter terdekat dengan membawa LDKB ini
5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran
Bila terjadi kebakaran cari alat pemadam kebakaran dengan media yang sesuai
Kebakaran kecil : Gunakan pemadam media bubuk kimia kering (apar carbon
dioxide/CO2 atau foam) dan semprotan air dengan aliran rendah
Kebakaran besar : Gunakan semprotan air yang berkabut. Tindakan kebakaran,
mengisolasi area kebakaran evakuasi lihat arah angin, pakailah
alat bantu pernafasan
Informasi lebih lanjut : Residu dari kebakaran bahan berbahaya harus berkoordinasi
dengan regulasi setempat, tidak boleh langsung ke aliran irigasi,
simpan kedalam bak penampungan limbah untuk di control
sampai residunya tidak ada bahan kimia yang tersisa
6. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran
6.1 Pencegahan/perlindungan personel
Gunakan pelindung mata, sarung tangan, sepatu boot, yang diperlukan sebelum
menangani pembersihan pada tumpahan.
Isoalsi daerah sekitar yang terjadi tumpahaan
Hentikan sumber tumpahan segera, jika aman untuk melakukannya
Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata
6.2 Perlindungan terhadap lingkungan
Pastikan tidak ada material yang masuk keselokan/saluran air karena dapat
mencemari lingkungan di perairan
Hindari kontaminasi dengan saluran air
6.3 Cara membersihkan
Bersihkan secara tepat dengan sekop sampai bersih, buang kedalam wadah yang
telah disiapkan (wadah yang sesuai)
6.4 Saran tambahan
Pembuangan sesuai dengan regulasi setempat (limbah B3)
7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan
7.1 Penanganan bahan
Penanganan yang aman : cuci tangan segera setelah menangani produk sebelum
istirahat, pastikan pakaian bersih dari kontaminasi bahan sebelum digunakan
kembali, apabila terkontaminasi lepas dan cuci di tempat pembuangan limbah
sampai bersih.
Perlindungan terhadap api dan ledakan : jauhkan dari sumber api / tempat yang
panas(jangan melebihi suhu 40oC), debu dan bahan-bahan yng mudah meledak
7.2 Penyimpanan barang
Persyaratan untuk area penyimpanan dalam wadah : simpan di tempat kering
dan sejuk, simpan di wadah aslinya dan jauhkan dari anak-anak dan hewan
peliharaan. Jangan makan dan minum diarea penyimpanan barang karena bisa
terkontaminasi material berbahaya. Penanganan bahan yang baik harus tetap
dikontrol ventilasi udaranya, beri label pada bahan yang jelas
8. Pengendalian Paparan dan Alat Pelindung Diri
Perlindungan paparan untuk alat pelidung diri harus di perhatikan yang sesuai;
Mata : Gunakan kaca mata dan pelindung wajah
Kulit : Gunakan baju lengan panjang, celana panjang, sarung tangan kedap air (karet),
sepatu khusus (sepatu karet panjang), supaya terhindar kontak dengan kulit.
untuk perlakuan khusus gunakan safety yang di anjurkan.
Pernafasan : Gunakan masker filter kabut debu untuk melindungi pernafasan
Selalu waspada dan berhati-hati dalam memperlakukan barang kimia berbahaya walaupun
kita sudah memakai alat pelindung diri.
9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia
9.1 Bentuk fisik : Liquid
9.2 Bau : (khas)
9.3 Titik nyala : 43 0C
9.4 pH : 4.63 (asam)
10. Reaktifitas dan Stabilitas
10.1 Kondisi yang harus dihindari : jauhkan dari sumber panas dan percikan api
10.2 Bahaya produk terdekomposisi : Bahaya asap, hydrogen chloride dan phosgene
yang mungkin dihasilkan dari bahan yang terbakar
10.3 Bahaya polimerisasi : Tidak di ketahui
11. Informasi Toksikologi
11.1 Toksikoligi Akut :
Mulut LD50 (tikus) : 1030 mg/Kg
Permukaan kulit (kelinci) : 2000 mg/kg
Kerusakan mata : Iritasi sedang
12. Informasi Ekologi
12.1 Bahan berbahaya bagi lingkungan
Daphnia magna = 0.001 mg/L 48 jam EC 50
13. Pembuangan Limbah
13.1 Limbah dari residu
Membuang wadah residu harus berkoordinasi dengan regulasi pemerintah setempat,
jangan sampai mencemari air, karena termasuk limbah B3
13.2 Wadah yang terkontaminasi
Wadah yang terkontaminasi (wadah bekas), pembuangannya harus berkoordinasi
dengan regulasi pemerintah setempat, wadah kosong biarkan berlabel aslinya,
karena termasuk limbah B3
14. Pengangkutan
DOT Shipping Description: 119 gallon dan kurang dari itu, tidak ada ketentuan yang
mengatur
DOT Shipping Description: lebih dari 119 gallon : NA1993, COMBUSTIBLE LIQUIDS,
N.O.S (NAPHTHALENE), III ERG GUIDE 128 U.S. Surface Freight Classification:
INSECTICIDES OR FUNGICIDES, INSECT OR ANIMAL REPELLENTS, NOI, OTHER
THAN POISON (NMFC 102120; CLASS: 60)
15. Informasi Lain yang diperlukan
Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) ini merupakan rangakuman pengetahuan terbaik, dari
tanggal yang di publikasikan. Memberikan informasi bagaimana penanganan yang aman,
penggunaan, penyimpanan, transportasi, pembuangan (limbah) dan sebagai bahan
pertimbangan spesifikasi jaminan kualitas. Informasi diatas hanya untuk spesifikasi bahan
material diatas, tidak menyangkut dalam proses penambahan kombinasi penggunaan material,
kecuali ditentukan selanjutnya.
C. Mancozeb
1. Identitas Bahan dan Perusahaan
15.1. Nama Bahan : Mancozeb
15.2. Rumus Kimia : C4H6N2S4Mn · C4H6N2S4Zn
15.3. IUPAC : [1, 2-Ethaznediybis(carbamodithio)(2-)]manganese zinc salt
15.4. Cas Number : 8018-01-7
15.5. Berat Molar : 271.2 g/mol
15.6. Produsen : PT XXX
15.7. Alamat : XXXXXX
15.8. Telp. : XXXXX
15.9. Fax : XXXXX
2. Informasi Komposisi Bahan Aktif
Komponen :
Nama bahan CAS No. Konsentrasi (%b/b)
BPMC 8018-01-7 80 %
3. Identifikasi Bahaya
a. Ringkasan bahaya yang penting : Berbahaya jika kontak dengan kulit, beracun bila
tertelan, dan terhirup
b. Pengaruh terhadap kesehatan ;
Mata : Gangguan iritasi
Kulit : Terkena kulit akan menyebabkan iritasi. Akan terjadi sedikit
penyerapan
Tertelan dan terpapar secara berlebihan : Racun kuat, dapat menyebabkan
keracunan yang parah
Terhirup : Terhirup pada tempat yang kurang ventilasi dapat
menyebabkan keracunan
Terpapar : Aktifitas Cholinesterase dalam darah menurun pada tingkat
yang berbahaya, meyebabkan koma, kejang, sesak nafas
Menahun : Tidak ada laporan
GAMBAR / PIKTOGRAM TANDA BAHAYA (GHS)
iritasi Karsiogenik mencemari lingkungan
4. Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Pertolongan pertama apabila bahan berbahaya tersebut kontak langsung terhadap ;
Mata : Buka mata dan basuh hati-hati dengan air yang mengalir terus menerus
selama 15 menit. Upayakan pengobatan medis
Kulit : Segera cuci kulit yang terpapar dengan sabun dan air yang banyak.
Tanggalkan pakaian dan sepatu yang terkena dan upayakan pengobatan
medis
Tertelan : Jika penderita sadar, upayakan agar muntah dengan cara memasukkan
jari yang bersih kedalam tenggorokan, atau minumkan segelas air yang
telah dicampur dengan satu sendok makan garam meja. Jangan berikan
apapun ke mulut penderita yang tidak sadar (pingsan). Upayakan
pengobatan medis
Terhirup : Pindahkan penderita dari tempat yang terkontaminasi ke tempat yang
sejuk, baringkan dan biarkan beristirahat. Jika penderita tidak dapat
bernafas dengan baik, berikan nafas buatan. Upayakan pengobatan
medis
Catatan untuk dokter : Produk ini menghambat aktifitas Cholinesterase dalam darah.
Apabila keracunan, berikan 1-2 mg atropine sulfate (untuk dewasa)
berikan melalui mulut atau infuse dan dapat diulangi jika diperlukan
5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran
a. Informasi Umum : Petugas pemadam kebakaran harus memperhatikan sifat
dan racun dari produk dan menggunakan pelindung wajah, alat bantu pernafasan
lengkap mandiri dan pakaian tahan api
b. Media pemadam api : CO2 , foam/busa, bubuk kimia kering, air
c. Produk berbahaya hasil dekomposisi : Oksida karbon dan nitrogen
Informasi lebih lanjut : Residu dari kebakaran bahan berbahaya harus berkoordinasi
dengan regulasi setempat, tidak boleh langsung ke aliran irigasi,
simpan kedalam bak penampungan limbah untuk di control
sampai residunya tidak ada bahan kimia yang tersisa
6. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran
a. Pencegahan/perlindungan personel
Gunakan pelindung mata, sarung tangan, sepatu boot, yang diperlukan sebelum
menangani pembersihan pada tumpahan.
Isoalsi daerah sekitar yang terjadi tumpahaan
Hentikan sumber tumpahan segera, jika aman untuk melakukannya
Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata
b. Perlindungan terhadap lingkungan
Pastikan tidak ada material yang masuk keselokan/saluran air karena dapat
mencemari lingkungan di perairan
Hindari kontaminasi dengan saluran air
c. Cara membersihkan
Serap tumpahan dengan bahan inert seperti tanah liat, pasir, tanah, debu dan
kumpulkan dalam drum. Bersihkan area yang terkontaminasi sikat dengan sabun
sampai bersih. Kumpulkan cairan cucian kedalam drum
d. Saran tambahan
Pembuangan sesuai dengan regulasi setempat (limbah B3)
7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan
a. Penanganan bahan
Penanganan yang aman : Baca petunjuk penggunaan pada label sebelum
menggunakan produk. Kenakan masker khusus pestisida, sarung tangan dan
pakaian pelindung pada saat menangani produk. Jangan sampai tertelan. Hindari
kontak dengan kulit dan mata. Jangan menghirup uap produk. Lakukan
penanganan produk di tempat yang berventilasi baik. Hati-hati hindari kerusakan
wadah. Cuci segera sampai bersih setelah menangani produk sebelum istirahat,
pastikan pakaian bersih dari kontaminasi bahan sebelum digunakan kembali,
apabila terkontaminasi lepas dan cuci di tempat pembuangan limbah sampai
bersih.
Perlindungan terhadap api dan ledakan : jauhkan dari sumber api / tempat yang
panas, debu dan bahan-bahan yng mudah meledak
b. Penyimpanan barang
Persyaratan untuk area penyimpanan dalam wadah : simpan di tempat kering
dan sejuk, simpan di wadah aslinya dan jauhkan dari anak-anak dan hewan
peliharaan. Jangan makan dan minum diarea penyimpanan barang karena bisa
terkontaminasi material berbahaya. Penanganan bahan yang baik harus tetap
dikontrol ventilasi udaranya, beri label pada bahan yang jelas
8. Pengendalian Paparan dan Alat Pelindung Diri
a. Pengendalian Teknis : Gunakan hanya di tempat yang ventilasinya cukup baik.
Jaga wadahnya selalu tertutup rapat
b. Alat Pelindung Diri :
Mata : Gunakan kaca mata dan pelindung wajah
Sarung tangan : Gunakan karet PVC
Pakaian : Pakaian pelindung, sepatu, apron
Alat perlindungan pernafasan : Respirator (masker yang dapat menyaring uap
bahaya kimia organik) yang di setujui NIOSH untuk pestisida
Selalu waspada dan berhati-hati dalam memperlakukan barang kimia berbahaya walaupun
kita sudah memakai alat pelindung diri.
9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia
a. Bentuk fisik : Granul
b. Penampakan : berwarna kuning kecoklatan
c. Bau : Bau khas (seperti sulfur)
d. pH : 6-9
e. Suhu terdekomposisi : Tidak tersedia data
f. Berat jenis uap : Tidak tersedia
g. Laju penguapan : Tidak diaplikasikan
h. Zat yang mudah menguap : Tidak diaplikasikan
i. Titik nyala : 132 0C
j. Suhu penyalaan : Tidak tersedia data
k. Kemudahan terbakar pada udara (batas bawah) : Tidak tersedia data
l. Kemudahan terbakar pada udara (batas atas) : Tidak tersedia data
10. Reaktifitas dan Stabilitas
a. Kondisi yang harus dihindari : jauhkan dari sumber panas dan
percikan api
b. Bahan yang harus dihindari (inkompatibilitas) : Tidak cocok dengan (inkompatibel)
dengan material asam, basa dan zat pengoksidasi
c. Produk berbahaya hasil dekomposisi : Dekomposisi oleh suhu
menghasilkan oksida karbon dan nitrogen
d. Polimerisasi berbahaya : Tidak terjadi
11. Informasi Toksikologi
a. Mulut : akut LD50 = tikus >5000 mg/Kg
b. Kulit : akut LD50 = tikus > 2000 mg/Kg
c. Pernafasan : akut LC50 (4 jam) = tikus > 5.14 mg/l udara
12. Informasi Ekologi
a. Toksisitas akut (bahan teknis) ;
Utuk ikan(LC50 48 jam) : Untuk ikan 0.074 mg/L
Untuk ikan daphnia : 0.0073 mg/L
Untuk algae : 0.044 mg/L
b. Degradasi biologis : Tidak tersedia data
c. Pengaruh ekotoksik : Tidak tersedia data
d. Penguraian biologis, OECD303A : Tidak tersedia data
13. Pembuangan Limbah
a. Pembuangan, penyimpanan atau pembersihan peralatan yang digunakan tidak boleh
sampai mencemari makanan-makanan ternak atau mencemari air. Baca petunjuk
pemusnahan yang tercantum pada label produk. Produk bersifat racun untuk
kehidupan air. Jangan sampai mengkontaminasi sumber air domestic atu sumber air
lainya.
b. Pembuangan wadah/kemasan : Hancurkan wadah yang kosong dan buang/musnakan
sesuai dengan regulasi peraturan setempat. Jangan menggunakan wadah bekas
untuk keperluan apapun (limbah B3).
14. Pengangkutan
Nama pengiriman yang tepat DOT : pestisida karbamat, cair, beracun, NOS
Kelas berbahaya DOT/No. ID :9
Kelompok pengepakan : IMDG AU 02
15. Peraturan Perundang-undangan
a. SUSMP : Beracun
b. No pendaftaran : 626
16. Informasi Lain yang diperlukan
Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) ini merupakan rangakuman pengetahuan terbaik, dari
tanggal yang di publikasikan. Memberikan informasi bagaimana penanganan yang aman,
penggunaan, penyimpanan, transportasi, pembuangan (limbah) dan sebagai bahan
pertimbangan spesifikasi jaminan kualitas. Informasi diatas hanya untuk spesifikasi bahan
material diatas, tidak menyangkut dalam proses penambahan kombinasi penggunaan material,
kecuali ditentukan selanjutnya.