Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers
ISSN Online: 2654-6590 | ISSN Cetak: 2654-5306
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP ANGKA PENGANGGURAN
DI INDONESIA
Rusman
Universitas Muhammadiyah Mamuju Sulawesi Barat
Email: rusmanali@[Link]
Abstrak : Pada akhir Tahun 2019 manusia di seluruh belahan dunia dikagetkan dengan
munculnya pandemi Virus Corona-Covid-19 yang mempengaruhi berbagai sektor
kehidupan manusia dan menimbulkan berbagai sektor terjadi krisis. Sampai saat
ini jutaan manusia yang terinfeksi virus dan bahkan mengakibatkan ratusan ribu
manusia yang meninggal dunia di Indonesia akibat dari virus tersebut. Dengan
demikian pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan dan
penanggulangan pandemi Covid-19 ini. Pemerintah Indonesia telah melakukan
larangan kepada masyarakat untuk tidak berkerumun dan tidak melakukan
aktivitas di luar rumah. Masyarakat diharuskan tetap di rumah masing-masing.
Dengan adanya peraturan ini maka membuat aktivitas masyarakat, karyawan,
pekerja, buruh pabrik terpaksa harus di rumahkan atau pengurangan waktu untuk
bekerja dan hingga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja sehingga
menyebabkan terjadinya pengangguran. Dengan demikian dampak Covid-19
mengakibatkan terganggunya perekonomian, dan tenaga kerja di negeri ini.
Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah kajian pustaka dan media
internet.
Kata kunci: Pandemi Covid-19, Pengangguran, Krisis Ekonomi
Abstracts : At the end of 2019 people in all parts of the world were shocked by the emergence
of the Corona Virus-Covid-19 pandemic which affected various sectors of human
life and caused various sectors to experience crises. Until now, millions of people
have been infected with the virus and have even resulted in hundreds of thousands
of people dying in Indonesia as a result of the virus. Thus, the government has
made various efforts to prevent and overcome the Covid-19 pandemic. The
Indonesian government has banned people from gathering and not doing
activities outside the home. People are required to stay in their homes. With this
regulation, the activities of the community, employees, workers, factory workers
are forced to be sent home or reduce their time to work and to carry out
Termination of Employment, causing unemployment. Thus, the impact of Covid-19
has resulted in disruption of the economy and workforce in this country. The
research method carried out by the researcher is a literature review and internet
media.
Keywords: Covid 19 pandemic, Unemployment, Economy Crysis
PENDAHULUAN
Pandemi Covid 19 di Indonesia mulai merebak pada bulan Maret 2020 dan wabah virus
corona ini bukan hanya di Indonesia tapi hampir semua negara di dunia. Pandemi Covid 19
ini pertama kali ditemukan di Wuhan China pada bulan Desember 2019 kemudian menyebar
ke seluruh penjuru dunia hingga sampai ke Indonesia. Pada awal ditemukannya virus corona
Senin, 20 Desember 2021 687
Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers
ISSN Online: 2654-6590 | ISSN Cetak: 2654-5306
ini pertama kali ada di pasar hewan dan pasar seafood di kota Wuhan China. Koresponden
BBC Michelle Roberts & James Gallager mengatakan di pasar hewan dan pasar seafood
terdapat sejumlah hewan liar seperti ular, kelelawar, babi, dan ayam dari sini diduga bahwa
virus ini menyebar dari hewan kemudian ke manusia. Dari sinilah kasus virus corona ini
bermula hingga menyebar dan menginfeksi manusia ke seluruh belahan dunia. Dan pada
akhirnya terkonfirmasi bahwa transmisi pheneumonia ini dapat menular dari manusia ke
manusia (Relman. 2020). Sampel isolat pasien yang kemudian diteliti dan menunjukkan
bahwa infeksi virus corona berjenis beta corona virus tipe baru yang kemudian diberi nama
novel corona virus (2019-nCov). Kemudian pada tanggal 11 Februari 2020 World Health
Organization memberi nama virus baru tersebut Severe Acuterespiratory syndrome corona
virus – 2 (SAR-CoV-2) dan nama pandeminya corona virus disease 2019 (Covid-19) (WHO
2020).
Berdasarkan update data Covid 19 di Indonesia pada tanggal 30 Nopember 2021,
posisitf Covid19 : 4.256.409 orang sembuh positif Covid19 : 4.104.657 orang dan
meninggal positif Covid19: 143.830 orang.
Saat masih terdapat pasien yang diakibatkan oleh Covid19 ini, pemerintah Indonesia
tetap melakukan berbagai kebijakan untuk dapat menyelesaikan kasus Covid19, salah
satunya adalah social distancing atau masyarakat menyebutnya jaga jarak. Tujuan dilakukan
hal tersebut agar dapat mengurangi atau memutus rantai penularan Covid19 dimana orang
selalu menjaga jarak, atau tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain. Selain itu
pemerintah telah menerbitkan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang merupakan strategi
pemerintah untuk dapat mencegah virus corona agar tidak bertambah menyebar, walaupun
tidak sepenuh dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Banyak sekolah dan perguruan
tinggi yang diliburkan pada saat tingginya penyebaran Covid19.
Pada saat terjadi kasus positif terus melonjak maka sekolah dan perguruan tinggi yang
diliburkan oleh pemerintah dengan sistem pembelajaran daring/online, pembatasan kegiatan
keagamaan di tempat ibadah, pembatasan moda transportasi udara, darat, dan laut pembatasan
kegiatan di tempat publik dan meliburkan tempat kerja dan kegiatan lainnya. Dengan adanya
pandemi Covid19 ini akan terpaksa sebagian besar perusahaan mengurangi jumlah karyawan
atau pekerjanya sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan atau pekerja
untuk penanggulangan pandemi Corona 19. Namun ada pula perusahaan yang tetap bertahan
dengan bisnis mereka demi mengurangi kerugian akibat pandemi Covid19.
Berdasarkan latar belakang penulisan, penulis memberikan rumusan masalah berikut:
a. Bagaimana Covid-19 mempengaruhi angka pengangguran di Indonesia?
b. Bagaimanakah dampak Covid-19 dan pengangguran bagi perekonomian Indonesia
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh jawaban atas permasalahan yaitu:
a. Untuk mengetahui Covid-19 mempengaruhi angka pengangguran di Indonesia
b. Untuk mengetahui dampak Covid-19 dan pengangguran bagi perekonomian Indonesia
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan
pengetahuan bagi pembaca, khususnya bagaimana Covid-19 mempengaruhi angka
pengangguran, dan bagaimana dampak Covid-19 dan pengangguran bagi perekonomian
Indonesia.
Senin, 20 Desember 2021 688
Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers
ISSN Online: 2654-6590 | ISSN Cetak: 2654-5306
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Kepustakaan, yaitu studi yang
dilakukan dengan cara memperoleh teori, konsep, informasi, data dari buku-buku, karya
ilmiah, tesis, ensiklopedi, internet, observasi dan sumber-sumber lain.
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
Pandemi Covid-19 adalah kelompok virus yang terkait penyebab pandemi pada
mamalia dan burung. Pada manusia virus corona menyebabkan infeksi saluran pernapasan
ringan hingga berat yang dapat mematikan, Corona virus adalah adalah zoonosis yang artinya
dapat menyebar melalui hewan dan manusia. Menurut WHO melalui investigasi yang telah
dilakukan bahwa Covid-19 dapat menyebar dari manusia ke manusia. Virus corona namanya
ini berdasarkan proyeksi yang mirip mahkota di permukaannya “ Corona “ dalam bahasa
Latin berarti “ hallo “ atau “ mahkota” . Penyebaran Covid19 ini mirip virus penyebab flu
lainnya seperti batuk dan bersin atau sentuhan orang yang terinfeksi. Virus corona telah
menjadi topik utama di seluruh dunia yang mewabah saat ini menurut WHO menyebutnya
Covid 19 atau 2019-nCov pertama kali terdeteksi di kota Wuhan China. Virus ini berasal dari
pasar seafood dan pasar hewan menyebar melalui hewan ke manusia, manusia ke manusia.
Penularan Covid-19 dapat menyebar dari cairan saat bersin, batuk, melalui udara, kontak
langsung, serta hewan yang dekat dengan manusia atau pasien yang terjangkit Covid 19. Masa
inkubasi virus corona ini paling pendek selama 2 - 3 hari, dan paling lama bisa mencapai 10
sampai 12 hari. Ini merupakan rentang waktu yang dibutuhkan oleh virus corona menjangkit
dan menampakkan gejala awal, dan selanjutnya bisa menular ke orang lain dan sulit untuk
diketahui. Di kota Wuhan seperti yang di kutip dari www. [Link] pada tanggal 21
Januari 2020 ada 218 warga China yang tertular virus corona dan ada 4 orang meninggal.
Pada tanggal 23 Januari 2020 Pemerintah China menutup kota Wuhan karena korban tewas
mencapai 17 orang. Kemudian virus corona juga sudah menyebar ke beberapa negara. Pada
tanggal 02 Desember 2021 secara global data kasus virus corona 263.704.691 orang, yang
sembuh dari pandemi virus corona 237.977.853 orang, dan yang meninggal 5.241.331 orang.
Di Indonesia berdasarkan data tanggal 30 Nopember 2021 kasus Covid 19 ada 4.256.687
orang dan yang sembuh ada 4.104.964 orang kemudian yang meninggal 143 840 orang.
Dampak Pandemi Covid-19 bagi Tenaga Kerja
Pada Tahun 2020 dampak pandemi Covid19 memberikan tekanan besar kepada sektor
Ketenagakerjaan di Indonesia. Pada priode Agustus 2020 terdapat kurang lebih 29 juta
penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19, demikian diungkapkan oleh Kementerian
Ketenagakerjaan Indonesia pada acara Occupational Employment Outlook 2020 (IOEO) dan
Indonesia Occupational Task and Skills 2020. Menteri Tenaga Kerja RI Suharso
mengungkapkan bahwa dari 29 juta angkatan kerja yang ini berdampak pandemi Covid 19
turut menyumbang angka pengangguran hingga mencapai 7.07 persen 138.22 juta angkatan
kerja di Indonesia. Angka ini setara dengan 9.77 juta usia pekerja. Ini berarti bahwa ada 9.77
juta orang yang menganggur akibat dari pandemi virus corona. Dan ironisnya angka
pengangguran terbuka ini didominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Padahal, lulusan sekolah kejuruan tersebut merupakan calon tenaga kerja yang siap kerja.
Pemerintah perlu merespon tantangan ini untuk menekankan pembangunan sumber
daya manusia dilakukan secara holistik dan terintegrasi. Di antaranya melalui penyediaan
Senin, 20 Desember 2021 689
Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers
ISSN Online: 2654-6590 | ISSN Cetak: 2654-5306
sistem informasi pasar tenaga kerja yang kredibel dan berkualitas. Dengan sistem informasi
pasar tenaga kerja merupakan salah satu prasyarat yang harus dipenuhi bagi ketenagakerjaan.
Sekaligus sistem ini menjadi bagian dari upaya reformasi sistem pendidikan dan pelatihan
vokasi di Indonesia.
Masalah dan Penyebab Pengangguran
Masalah pengangguran dan sebab-sebab adalah diantaranya karena banyaknya
perusahaan yang tutup akibat adanya pandemi Covid-19 ini terjadi saat ini. Sebagaimana data
BPS diperhatikan pada tahun 2018 angka pengangguran 5.34 persen, pada tahun 2019 angka
pengangguran 5.28 persen ini mengalami penurunan 0.06 persen namun setelah itu pada tahun
2020 menjadi 7.07 persen kemudian pada bulan Agustus tahun 2021 angka pengangguran
menjadi 6.49 persen mengalami penurunan 0,58 persen angka ini diperoleh dari survey
angkatan kerja nasional yang dilakukan oleh BPS. Sehingga pengangguran di Indonesia pada
bulan Agustus 2021 mencapai 9.1 juta orang, mengalami penurunan 670.000 dibanding
priode yang sama tahun 2020 lalu. Pada tingkat pengangguran terbuka sebagai persentase
jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Menurut pemantauan International Labour Organization karena adanya tindakan
karantina penuh atau secara parsial saat pandemi berdampak pada sekitar 2.7 miliar pekerja
yang sudah mewakili sekitar 81 persen tenaga kerja dunia. Dalam situasi pandemi saat ini,
usaha diberbagai sektor ekonomi sedang menghadapi krisis ekonomi yang dapat mengancam
beroperasi dan kesehatan mereka, terutama perusahaan kecil, sementara jutaan pekerja
rentaan kehilangan pekerjaan dan pendapatan serta terjadi pemutusan hubungan kerja – PHK.
Berdasarkan data BPS jumlah penduduk usia kerja ( > 15 ) bertambah 2.74 juta orang
sehingga menjadi 206.71 juta angkatan kerja. Dari jumlah tersebut 140.15 juta merupakan
angkatan kerja (bertambah 1.93 juta orang) dan 66.56 juta orang (bertambah 0.81) bukan
merupakan angkatan kerja.
Sementara dari total angkatan kerja tersebut, kurang dari 2/3 atau hanya 60.12 persen
yang merupakan pekerja tetap sebanyak 84.26 juta orang. Sedangkang 35.37 juta (25.23
persen) merupakan pekerja paruh waktu, 11.42 juta (8.15 persen) setengah menganggur dan
9.1 juta (6.49 persen) orang sisanya masih tidak memiliki pekerjaan.
Berdasarkan struktur lapangan kerja, sektor pertanian masih merupakan yang tertinggi
dengan jumlah pekerja 37.13 juta orang, berkurang 1.1 juta orang dari angka tahun l2020.
Selanjutnya sektor perdagangan dan industri pengolahan masing-masing menyumbang 25.74
juta orang dan 18.70 juta orang tenaga kerja, yang mana industri pengelohan juga merupakan
penyumbang dengan tertinggi yakni naik 1.22 juta orang. Kemudian pekerja sektor formal
meningkat menjadi 40.55 persen atau naik 1.01 persen, terutama pada jumlah buruh,
karyawan, dan pegawai. Sedangkan 59.45 persen masih bekerja di sektor non formal.
Adapun tingkat pengangguran terbuka tertinggi menurut BPS adalah di Provinsi Riau
sebayak 9.91 persen dan terendah di Provinsi Gorontalo sebesar 3,01 persen. Kondisi
pengangguran di Indonesia perlu dipahami bahwa munculnya Covid 19 menimbulkan disrupsi
pada ketenagakerjaan, akan tetapi dampak tersebut tidak hanya diukur dari besarnya tingkat
pengangguran terbuka, melainkan juga seberapa besar pekerjaan yang hilang akibat pandemi.
Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa 21.32 juta (turun 7.80 juta) penduduk usia
kerja di Indonesia terdampak akibat pandemi Covid-19. Dalam priode Agustus 2021 tahun ini
1.82 juta orang kehilangan pekerjaan akibat dari pandemi, berkurang dari priode yang sama
Senin, 20 Desember 2021 690
Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers
ISSN Online: 2654-6590 | ISSN Cetak: 2654-5306
tahun sebelumnya sebanyak 2.56 juta orang. Berdasarkan Indikator Big Data
ketenagakerjaan dan data sosial memberikan kesimpulan yang sama. Adapun yang dimaksud
pada Big Data tersebut bahwa jumlah iklan lowongan di situs pencari kerja [Link] yang
meningkat dari tahun lalu, serta tren pencari kerja yang juga turun berdasarkan Google Trend.
Secara umum pada masa PPKM jumlah iklan lowongan kerja mengalami penurunan, tetapi
jumlah iklan lowongan bulan Agustus 2021 masih lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus
2020.
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran yaitu kekurangan pengeluaran agregat.
Sedangkan pengusaha memproduksi barang dan jasa bertujuan mencari keuntungan.
Keuntungan tersebut hanya dapat diperoleh apabila para pengusuha dapat menjual hasil
produksi mereka. Pada prinsipnya semakin besar permintaan maka, semakin banyak barang
dan jasa yang akan mereka wujudkan. Kenaikan produksi akan menambah jumlah tenaga
kerja. Oleh karena itu terdapat hubungan yang erat antara tingkat pendapatan nasional yang
dicapai dengan penggunaan tenaga kerja, semakin tinggi pendapatan nasional, semakin
banyak penggunaan tenaga kerja dalam perekonomian. Kekurangan permintaan agregat ini
adalah faktor penting yang menimbulkan [Link] samping itu faktor-faktor lain
yang mengakibatkan pengangguran adalah (1) menganggur karena ingin mendapatkan
pekerjaan yang diinginkan (2) pengusaha menggunakan peralatan produksi modern yang
mengurangi tenaga kerja manusia (3) ketidaksesuaian skill pekerja dengan keterampilan yang
diperlukan dalam industri-industri.
Dampak Buruk dari Pengangguran
Salah satu yang menentukan kemakmuran suatu masyarakat adalah tingkat pendapatan.
Pendapatan penduduk akan mencapai maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja
penuh dapat diwujudkan. Pengangguran tentu akan mengurangi pendapatan masyarakat, dan
ini mengurangi tingkat kemakmuran yang mereka capai. Apabila ditinjau dari sisi individu,
pengangguran dapat menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial bagi yang
mengalaminya. Tidak adanya pendapatan menyebabkan para penganggur harus mengurangi
pengeluaran komsumsinya. Di samping itu dapat mengganggu kondisi kesehatan keluarga.
Pengangguran yang berkepanjangan akan menimbulkan efek psikologis kepada diri
penganggur dan keluarganya.
Apabila pengangguran di dalam sebuah negara sangat buruk, maka kekacauan sosial
dan politik maka akan selalu terjadi dan menimbulkan efek buruk kepada kesejahteraan
masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi dalam waktu jangka menegah dan jangka
panjang. Secara nyata bahwa masalah pengangguran adalah masalah yang sangat buruk
efeknya kepada perekonomian nasional dan masyarakat, dan oleh karena itu secara terus
menerus usaha-usaha harus dilakukan untuk menanggulanginya.
Masalah lain yang erat kaitannya dengan masalah kemiskinan adalah pengangguran.
Namun jika membahas kemiskinan tentu akan berkaitan erat dengan kebijakan dan program-
program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, maka mengatasi masalah pengangguran yang
diperlukan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahwa pengangguran
merupakan masalah yang krusial di Indonesia saat ini, satu-satunya cara untuk mengatasi
menurut teori ekonomi adalah melalui pertumbuhan ekonomi. Memang diakui bahwa
merosotnya pertumbuhan ekonomi di saat pandemi Covid-19 pada tahun 2020
mengakibatkan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja dan pada saat ini
Senin, 20 Desember 2021 691
Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers
ISSN Online: 2654-6590 | ISSN Cetak: 2654-5306
pengangguran melonjak. Namun demikian pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 pada triwulan
II -2021 mengalami pertumbuhan sebesar 7.07 persen (y-o-y). Dan sektor kegiatan Usaha
Transportasi dan Pergudangan mengalami peningkatan yang tinggi sebesar 25.10 persen.
Ditinjau dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang - Jasa mengalami pertumbuhan
tertinggi 31.78 persen. Pada triwulan III – 2021, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan
sebesar 3,24 persen (c-to-c). Dalam sisi produksi, pertumbuhan tertinggi ada pada Lapangan
Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebanyak 9.81 persen. Sementara dari sisi
pengeluaran semua komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor
Barang dan Jasa sebesar 22.23 persen.
KESIMPULAN
Pada saat resiko kesehatan masyarakat yang ditimbulkan oleh Covid-19 terhadap di
berbagai negara di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan darurat kesehatan
masyarakat yang menjadi perhatian dunia Internasional untuk mengkordinasikan tanggapan
dunia Internasional terhadap pandemi tersebut. Kelompok yang rentan terpapar virus corona
adalah mereka pertahanan kekebalan rendah. Pandemi Covid-19 ini tidak hanya menimbulkan
korban jiwa di Indonesia dan seluruh dunia, tetapi juga menyebabkan angka pengangguran
yang semakin tinggi, serta menyebabkan menurunnya angka pertumbuhan ekonomi dan
bahkan menimbulkan krisis ekonomi baik di Indonesia maupun di berbagai banyak negara di
dunia.
DAFTAR PUSTAKA
Adam Indrawijaya. Perilaku Organisasi, Sinar Baru Algensindo Bandung, 2002
Abdurrahman Firdaus Thaha, Dampak Covid-19 terhadap UMKM di Indonesia: Jurnal Brand
2020
Antony Jay. Machiavelli The Bussines of War, Jakarta, 1996
David F, Cliff Bowma.,The Essence of Competitive Strategy Simon & Schuster, 1996
David Osborne,Ted Gaebler. Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is
Transforming the Public Sector. Boston 1992.
Fahri; Abd. Jalil; Sri Kasnelly, Meningkatnya Angka Pengangguran di tengah Pandemi
(Covid-19) , : Jurnal Ekonomi Syariah 2019
Gary Dessler. Human Resource Management 7e, Prentice [Link], New Jersey, 1997
John P Kotter, TheLeadership Factor, Simon & Schuster Inc. New York, 1997
Sukirno Sudono, Ekonomi Pembangunan, FE Universitas Indonesia Jakarta, 1985
Sukirno Sudono, Pengantar Teori Makroekonomi, Raja Grafindo Persada Jakarta, 2001
Maurizio Pompili, Marco Innamorati, et-all, The Impact Of Covid-19 On Unemployment
Across Italy: Consequences for Those Affected By Psychiatric Conditions.
[Link]./jad 2021
Mubyarto, Prospek Otonomi Daerah Perekonomian Indonesia, BPFE Yogyakarta, 2001
Mufid Luthfi, Menelusuri Bagaimana Dampak Covid-19 Bagi Perekonomian Indonesia:
[Link]. 2020
Netta Achdut, Tehila Refaeli, Unemployment and Psychological Distress amongYoung People
during the COVID-19 Pandemic: Psychological Resources and Risk Factors
International Journal of Environment Research and Public Health. 2020
Peter F Drucker, et-all An Introductory View of Management, Harper & Row Inc. New York
US, 1977
Prasetyoadi Warsono, Arus Balik Kependudukan, Pustaka Sinar Harapan Jakarta, 2005
Senin, 20 Desember 2021 692
Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers
ISSN Online: 2654-6590 | ISSN Cetak: 2654-5306
Siregar,P, Zahra A.H, Bencana Nasional Penyebaran Corona virus-19 sebagai Alasan Force
Majeure, Apakah bisa ? Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keungan .
2020
Sjamsul Arifin, et-all Kerjasama Perdagangan Internasional, Elex Media Komputindo
Jakarta, 2004
Taufik B, Makroekonomi Untuk Kebijakan Publik, Pustaka Petronomika Jakarta, 2002
Wibowo A, & BNPB, Empat Strategi Pemerintah Atasi Covid-19. Gugus Tugas Percepatan
Penanganan Covid-19. 2020
[Link]
[Link]
[Link]
[Link] 01-Desember 2021
Senin, 20 Desember 2021 693