MAKALAH “MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA”
TENTANG :
“SEJARAH , PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA”
DI SUSUN OLEH :
KEZIA FEBYOLA DAREA
NIM : 18304040
KELAS : AKUNTANSI 3/A
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
pertolonganNya sehingga Saya dapat menyelesaikan Makalah ini. Melalui makalah ini,
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen pembimbing Mata kuliah
Manajemen SDM yang turut membantu terselesainya makalah ini.
Dalam Makalah ini saya membahas tentang manajemen Sumber Daya Manusia
(SDM). Telah kita ketahui bahwa pembelajaran kita dalam manajemen sumber daya
manusia ini menyangkut pembelajaran tentang perusahaan dan hal terpenting dalam
tercapainya usaha yang maju tergantung dari kemampuan Sumber Daya Manusia. Oleh
karena itu dalam makalah ini yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia agar kita lebih
memahami dan mengerti apa dan bagaimana arti penting Sumber Daya Manusia dalam
Manajemen Perusahaan.
Makalah ini akan menjelaskan seluas-luasnya mengenai Manajemen Sumber
Daya Manusia yang kami rangkum dari berbagi sumber baik melalui buku penunjang
maupun dari sumber-sumber lainnya.
Untuk itu semoga makalah yang Kami buat ini dapat menjadi dasar dan acuan
agar kita menjadi lebih kreatif lagi dalam membuat suatu laporan atau makalah
Tondano, 10 sept 2019
Kezia F. Darea
DAFTAR ISI
COVER…………….………………………………………………………………………I
KATA PENGANTAR.……………………………………………………………………II
DAFTAR ISI……………..………………………………………………………………III
BAB I (PENDAHULUAN).………………………………………………………………1
A. LATAR BELAKANG………………………………….…………………………1
B. RUMUSAN MASALAH………………………………………………………….1
C. TUJUAN…………………………………………………………………………..1
BAB II (PEMBAHASAN)………………………………….…………………………….2
A. SEJARAH MANAJEMEN SDM…………………………………………………2
B. PENGERTIAN MANAJEMEN SDM……………………………………………3
C. FUNGSI MANAJEMEN SDM…………………………………………………...4
D. TUJUAN MANAJEMEN SDM…………………………………………………..6
BAB III (PENUTUP)……………………………………………………………………...8
A. KESIMPULAN…………………………………………………………………....8
B. SARAN……………………………………………………………………………8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………..9
BAB I
(PENDAHULUAN)
A. LATAR BELAKANG
Sumber daya adalah segala sesuatu yang merupakan aset perusahaan untuk mencapai
tujuannya. Sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikategorikan atas empat tipe sumber daya,
seperti Finansial, Fisik, Manusia dan Kemampuan Teknologi.
Sumber daya finansial merupakan salah satu unsur penting dalam rangka membentuk
perusahaan yang maju dan terus berkembang karena berhubungan dengan saham yang merupakan
modal utama dalam membangun sebuah perusahaan dan mengembangkan serta melanjutkan
perusahaan tersebut. Sumber daya fisik merupakan sumber daya yang menyangkut penunjang secara
fisik berdirinya suatu perusahaan seperti alat-alat kelengkapannya. Sumber daya manusia merupakan
sektor sentral dan penting dalam rangka pencapaian tujuan di suatu perusahaan, karena dengan
adanya kemampuan skill para pekerja dan kualitas sumber daya manusia dapat menggerakan
perusahaan dengan baik dan benar. Kemampuan teknologi juga merupakan unsur penunjang penting
dalam menggerakan perusahaan, karena dengan adanya kelengkapan teknologi dan kecanggihan
teknologi akan memudahkan berjalannya suatu perusahaan.
Dari keempat sumber tersebut aspek yang terpenting yaitu manusia, karena manusia
merupakan penggerak terpenting dalam perusahaan. Maju dan tidaknya perusahaan tergantung pada
pengelolaan sumber daya manusia ini dapat dilakukan dalam suatu perusahaan itu atau oleh suatu
departemen tertentu.
Oleh karena itu, berdasarkan hal tersebut penulis dalam makalah ini akan menjabarkan definisi
manajemen sumber daya manusia, fungsi, urgensi dan implementasinya.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sejarah perkembangan Manajemen sumber daya manusia?
2. Apa pengertian Dari Manajemen sumber daya manusia?
3. Apa fungsi dari Manajemen sumber daya manusia?
4. Apa Tujuan dari Manajemen Sumber daya manusia?
C. TUJUAN
1. Mengetahui sejarah perkembangan manajemen sumber daya manusia
2. Mengetahui pengertian manajemen sumber daya manusia
3. Mengetahui fungsi manajemen sumber daya manusia
4. Mengetahui tujuan manajemen sumber daya manusia
BAB II
(PEMBAHASAN)
A. SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
1) Frederick Winslow Taylor (1856 – 1915)
Taylor memusatkan perhatiannya pada 5 langkah, yaitu seleksi orang, menemukan metoda
kerja terbaik, merancang sarana kerja yang cocok, melatih dan memotivasi karyawan. Ia
mempersamakan manusia dengan mesin. Mesin akan bekerja baik jika dipelihara dan dilumasi
dengan baik, demikian juga halnya dengan manusia.
Manusia harus disediakan kondisi kerja yang baik, harus terlatih dan diupah secukupnya,
sehingga ia akan bekerja dengan baik. Ternyata Taylor tidak memperhatikan hal yang esensial, yaitu
bahwa manusia adalah kreatif, memiliki perasaan, emosi serta memiliki kecerdasan. Taylor memiliki
pemahaman yang jelas perihal peranan manajemen dan kebutuhan peningkatan produktivitas, namun
ia tidak tahu bagaimana menggugah semangat kerja para karyawan.
2) Frank Gilbreth ( 1868 – 1924 )
Frank Gilbreth dapat dianggap sebagai pencetus System Management. Dia memandang
semua gerakan operasional satu dengan lainnya berkaitan dan harus dilakukan dengan cara yang
paling sistematis. Gilbreth menanggapi kenyataan bahwa tingkat produksivitas seseorang tergantung
dari kepribadian dan lingkungan kerjanya.
3) Elton Mayo (1880 – 1949)
Mayo terkenal dengan penelitian di bidang Human Relations. Kesimpulan pertama bahwa
orang dapat menunjukkan produktivitas tinggi bila menyadari bahwa dia memperoleh pengakuan &
penghargaan. Kedua, bahwa pekerja akan mengembangkan norma-norma produksinya sendiri dan
tidak mengakui norma resmi.
Mereka mempunyai pemimpin informal yang lebih mereka patuhi daripada pemimpin yang
resmi. Produktivitas dikendalikan oleh rekan sekerja & pengawas. Perilaku pekerja dikendalikan oleh
suasana kelompok. Pekerja secara individual kehilangan identitasnya dan menjadi anggota kelompok
sepenuhnya. Pemahaman yang cukup terhadap kelompok kerja penting demi tercapainya efisiensi.
4) Mary Parker Follet ( 1868 – 1933 )
Follet berkeyakinan bahwa segala masalah manajemen pada dasarnya merupakan masalah
hubungan antar manusia dan pada dasarnya manusia itu konstruktif dan koperatif. Menjadi tanggung
jawab manajemen untuk mengorganisasi perusahaan agar orang-orang berperan serta bekerja sepenuh
hati. Follet berpendapat bahwa di dalam suatu organisasi yang baik, orang-orang akan
mengembangkan diri dengan menunjang pengembangan organisasi itu sendiri.
Hal ini bertentangan dengan gagasan Taylor dalam Scientific Management, yaitu bahwa
individu tidak memiliki kebebasan bertindak maupun ruang lingkup bagi inisiatif. Falsafah Follet ini
tepat bila disebut falsafah manajemen yang demokratis dan dinamis.
Tujuan utama manajemen adalah pencapaian suatu kesatuan yang terpadu. Apabila berhasil
dikembangkan rasa tanggung jawab bersama maka perselisihan dapat dikurangi. Tanggung jawab
bersama menuju pengembangan semangat kerja tim yang merupakan dasar bagi kreativitas bersama.
5) Abraham Maslow (1908 – 1970)
Maslow menyatakan bahwa sumber daya manusia adalah yang terpenting. Manusia
merupakan unsur pemberi kehidupan dalam setiap organisasi. Maslow telah mengemukakan teorinya
mengenai kebutuhan manusia.
Teori inilah yang kemudian diakui sebagai dasar Douglas Mc Gregor mengembangkan Teori
Y yang terkenal. Jika Sigmund Freud mengatakan bahwa manusia adalah binatang yang agresif,
penuh nafsu dan ceroboh, maka Maslow menganggap manusia pada dasarnya adalah baik dan layak,
bahkan kadang-kadang berbuat luhur dan mulia. Manusia tidak pernah sepenuhnya terpuaskan.
Kebutuhan yang tidak terpuaskan itulah yang memotivasi seseorang.
6) Douglas Mc Gregor (1906 – 1964)
Mc Gregor terkenal dengan bukunya The Human Side of Enterprise mengemukakan bahwa
sumber daya manusia tidak sepenuhnya didayagunakan pada organisasi-organisasi modern. Orang
tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan diri. Inisiatif individual seringkali dibekukan.
B. PENGERTIAN MANAJEMEN SDM
Manajemen SDM adalah salah satu fungsi dalam sebuah perusahaan atau organisasi yang fokus
pada kegiatan rekrutmen, pengelolaan dan pengarahan untuk orang-orang yang bekerja dalam
perusahaan tersebut.
Divisi HR yang mengelola manajemen SDM ini akan menyediakan pengetahuan (tentang
perusahaan), peralatan yang dibutuhkan, pelatihan, layanan administrasi, pembinaan, saran hukum,
serta pengawasan dan manajemen talenta. Semua hal tersebut dibutuhkan demi mencapai tujuan
perusahaan.
Selain itu, divisi ini memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan perusahaan dengan
menerapkan seluruh nilai dan budaya perusahaan.
Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki tim yang solid dan
mengilhami pemberdayaan karyawan.
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Hadari Nawawi,
mengemukakan bahwa MSDM adalah : “Proses mendayagunakan manusia sebagai tenaga
kerja secara manusiawi agar potensi fisik dan psikis yang dimiliki berfungsi maksimal bagi
tercapainya tujuan perusahaan”.
Menurut Edwin [Link] ,Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan,
pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia
agar tercapai berbagaitujuan individu, organisasi dan masyarakat
Dapat disimpulkan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni yang
mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam membantu
terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
C. FUNGSI MANAJEMEN SDM
Ada beberapa fungsi dari manajemen sumber daya manusia yang perlu Anda ketahui untuk
dipraktekan dalam organisasi Anda, diantaranya adalah:
1) Staffing (Mengatur Keanggotaan)
Staffing atau mengatur keanggotaan, dalam fungsi ini ada tiga kegiatan penting yang termasuk
yaitu perencanaan, penarikan, juga proses seleksi.
Semakin banyaknya perusahaan yang berdiri, semakin banyak pula sumber daya manusia yang
dibutuhkan. Inilah yang membuat manajemen sumber daya manusia berfungsi menyediakan,
menyaring, memilih sdm yang akan bergabung dalam perusahaan.
Fungsi manajemen sumber daya manusia ini berperan penting untuk menentukan kualitas sumber
daya manusia dalam perusahaan-perusahaan.
Demi mendapatkan pekerja yang sesuai kriteria, dapartemen sumber daya manusia biasanya
melakukan serangkaian kegiatan seperti wawancara, tes keahlian, dan menyelidiki latar belakang
orang tersebut.
2) Evaluasi
Manajemen sumber daya manusia mempunyai fungsi lain yaitu evaluasi. Evaluasi di sini
termasuk dalam melakukan pelatihan juga [Link] departemen SDM memberi pelatihan
terhadap para calon karyawan dan memastikan mereka mendapat evaluasi atau penilaian terhadap
performance [Link] terhadap calon, departemen juga harus melatih para manajer untuk
membuat standar kinerja yang dinilai baik dan membuat sebuah penilaian dengan akurat.
3) Penggantian dan Kepuasan
Masuk ke fungsi berikutnya yaitu penggantian atau kepuasan. Atau sering juga disebut sebagai
‘reward’. Fungsi manajemen sumber daya manusia ini berurusan dengan reward akan kinerja yang
telah dilakukan oleh para karyawan
Departemen sumber daya manusia memiliki tugas untuk membuat perkembangan atas struktur gaji
yang baik, sementara pihak manajer memiliki tugas memberikan evaluasi kinerja untuk penentuan
gaji yang akan diterima karyawan yang bersangkutan. Kedua pihak yang meliputi manajemen sumber
daya manusia ini harus melakukan koordinasi yang baik. Departemen SDM harus memastikan
pemberian reward meliputi gaji pokok, bonus, insentif, asuransi, jatah cuti, dan lainnya terhadap
SDM sesuai dengan keputusan yang dibuat juga sesuai dengan hukum (peraturan standar seperti
UMR).
4) Pelatihan dan Penasehat
Manajemen sumber daya manusia juga memiliki fungsi sebagai pelatih sekaligus penasehat.
Pihak departemen SDM bertanggung jawab untuk membantu pihak manajer dalam membuat
program-program pelatihan baik untuk calon karyawan, karyawan baru, atau juga karyawan lama
demi menghasilkan kinerja yang lebih berkualitas.
Selain melatih departemen SDM juga menjadi penasehat yang akan memberi masukan kepada pihak
manajer, serta mencarikan solusi bila terjadi kasus atau masalah selama proses pengembangan.
5) Membangun Relasi
Fungsi selanjutnya adalah membangun relasi. Manajemen sumber daya manusia berperan penting
dalammembangun relasi dengan karyawan seperti melakukan negosiasi dengan pihak perserikatan
pekerja.
Peran aktif dalam mencari jalan persetujuan antara perusahaan dengan serikat pekerja, akan
mengurangi datangnya keluhan dari [Link] departemen SDM juga harus berusaha agar tidak
terjadi tindakan tidak sehat yang dapat dilakukan oleh para karyawan seperti mogok bekerja dan
demonstrasi.
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa departemen SDM merupakan sosok yang berperan menjaga
ikatan antara karyawan dengan serikat pekerja dan perusahaan.
6) Menciptakan Kondisi Aman dan Sehat
Manajemen sumber daya manusia mempunyai fungsi yang keenam yaitu sebagai pencipta kondisi
yang aman dan sehat, yaitu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan beresiko seperti
kecelakaan yang dialami pekerja.
Departemen SDM bertanggung jawab untuk melakukan pelatihan khusus seperti keselamatan
kerja, memperbaiki kondisi yang dapat membahayakan pekerja, dan membuat program kesehatan
untuk pekerja. Selain itu departemen SDM juga wajib untuk selalu membuat laporan setiap terjadi
kecelakaan kerja.
7) Mendalami Masalah
Fungsi selanjutnya adalah sebagai pencari solusi dari masalah-masalah yang terjadi atau (problem
solver).Contoh masalah yang sering terjadi di antaranya para pekerja atau karyawan tidak hadir dan
terlambat datang terlalu sering. Mereka harus mendalami masalah tersebut dan memikirkan apakah
kebijakan yang selama ini ditetapkan sudah tepat atau [Link] dapat dilakukan tentu
mengumpulkan berbagai informasi yang terkait dan menganalisisnya.
8) Pengintegrasian
Yang dimaksud dengan integrasi disini ialah menyatukan kepentingan perusahaan dengan
kebutuhan karyawan. Jika integrasinya bagus tentu kerjasama akan lebih menguntungkan bagi untuk
kedua pihak.
9) Pemberhentian
Pemberhentian karyawan yang biasa disebut PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) Adalah
proses memutus atau mengakhiri kontrak atau hubungan kerja antar perusahaan dengan
karyawan. Dalam prosesnya PHK dapat menjadi sumber masalah bagi perusahaan, seperti
keluhan karyawan, pelaporan ke dinas tenaga kerja hingga salah membayar gaji terakhir.
Karyawan yang berhenti pun perlu mendapat perhatian karena dapat mempengaruhi operasional
perusahaan.
D. TUJUAN MANAJEMEN SDM
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Sunarto:
Sunarto mengemukakan bahwa terdapat 12 tujuan manajemen sumber daya manusia, diantaranya :
1. Memperoleh dan mempertahankan tenaga kerja yang terampil, memiliki motivasi
tinggi dan dapat dipercaya bagi organisasi.
2. Meningkatkan dan memperbaiki kualitas tenaga kerja dalam organisasi yang diukur
dari kontribusi, kemampuan dan kecakapan dalam melaksanakan operasional pekerjaan.
3. Mengembangkan sistem kerja yang baik secara prosedur dalam perekrutan dan seleksi
calon karyawan.
4. Menciptakan lingkungan yang harmonis dan produktif baik antar tim maupun
antara manajemen dan karyawan.
5. Menyeimbangkan dan menyelaraskan keperluan masing-masing stakeholder.
6. Menghargai elemen sumber daya manusia berdasarkan prestasi yang telah dicapai
7. Meningkatkan kesejahteraan para karyawan baik secara fisik maupun mental.
8. Menyediakan kesempatan yang merata bagi seluruh elemen sumber daya manusia.
9. Melakukan pendekatan yang humanis dalam proses pengelolaan karyawan yang
berlandaskan keadilan, perhatian, dan transparansi.
10. Mengelola tenaga kerja dan mempertimbangkan perbedaan kebutuhan dan
keinginan individu dan kelompok yang difasilitasi dalam penyampaian aspirasi.
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Sedarmayanti
Sedarmayanti mengemukakan 2 tujuan perusahaan yang memerlukan peranan dari sumber daya
manusia diantaranya :
Produktivitas
Semakin tinggi dan semakin baik sumber daya manusia yang dimiliki maka akan
menciptakan produktivitas yang baik bagi [Link] daya manusia yang
terampil akan menghasilkan sumbangsih yang lebih banyak dan lebih baik daripada
sumber daya manusia yang kurang terampil meski perusahaan harus mengeluarkan
biaya lebih tinggi bagi sumber daya manusia terampil.
Laba (Profit)
Sumber daya manusia yang baik akan menghasilkan laba perusahaan yang lebih tinggi.
Laba saat ini menjadi tujuan utama bagi suatu perusahaan yang bersifat profit oriented
yang juga berkaitan secara tidak langsung dengan tujuan sumber daya [Link]
kinerja dikembangkan untuk membandingkan antara input dan output. Oleh karena itu
ukuran kinerja karyawan saat ini berbasis pada ukuran laba yang diperoleh.
BAB III
(PENUTUP)
A. Kesimpulan
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian
balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenagakerja dalam rangka mencapai
tujuan organisasi.
Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia sebelum permulaan abad kedua puluh
manusia dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat diperlakukan sekehendak kali oleh
majikan, hingga saat ini peningkatan kualitas sumber daya masih terus dilakukan, karena
meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan komparatif yang baik, namun mempunyai
keunggulan kompetitif, maka negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain.
Fungsi adanya MSDM yaitu perencanaan tenaga kerja, pengembangan tenaga kerja,
penilaian prestasi kerja, pemberian kompensasi, pemeliharaan tenaga kerja, dan pemberhentian.
Urgensi adanya MSDM yaitu karena MSDM berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi
perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum, staffing dan personalia dalam
organisasi, meningkatkan kinerja, mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan
inovasi dan fleksibilitas.
B. Saran
Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca khususnya
para pembaca agar tergugah untuk terus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam
usahanya, dan dapat menambah pengetahuan bagi rekan-rekan mahasiswa. Demi penyempurnaan
makalah, penulis berharap kritik dan saran yang konstruktif
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]