Metode Penyelesaian Persamaan Linear
Metode Penyelesaian Persamaan Linear
Dalam bagian ini kita akan membahas sebuah metode untuk menyelesaikan persoalan
linear. Pandang sebuah garis pada bidang secara aljabar dapat dinyatakan oleh sebuah persamaan :
a1 x1 +a2 x2 = b dimana a1 , a2 dan b bilangan riel
persamaan ini disebut persamaan linear dalam bentuk x 1 dan x2. Secara umum persamaan linear
dalam bentuk x1, x2, ……… xn dapat dinyatakan dalam bentuk :
a1 x1 + a2 x2 + …….. + an xn = b dimana a1, a2, ………… an dan b adalah bilangan riel
Dari pernyataan diatas terlihat bahwa ciri dari persamaan linear adalah variabel-variabelnya tidak
memuat hasil kali variabel atau akar variabel.
Contoh berikut adalah persamaan linear :
1
z= x + 7y + 4
2
x1 +x2 -4 x3 = 5
y – cos x = 0
x12 + x2 +4 x3 = 7
xy + 2x + y = 8
Jadi terlihat bahwa persamaan linear tidak memuat fungsi trigonometri , fungsi logoritmik atau
fungsi eksponensial.
Sebuah penyelesaian persamaan linear
a1 x1 + a2 x2 + …….. + an xn = b adalah sebuah urutan dari n bilangan katakanlah s1, s2, ………., sn
dan jika bilangan-bilangan tersebut disubstitusikan x1 = s1, x2 =s2 …………., xn = sn pada
persamaan tersebut maka persamaan tersebut akan dipenuhi.
Contoh
Carilah himpunan penyelesaian untuk persamaan
3 x1 + 2 x2 = 4
Jawab
Untuk mencari penyelesaian persoalan ini ambil sembarang nilai x1
untuk mencari penyelesaian x2 maka kita dapatkan
x1 = t dengan t sembarang bilangan
3 x1 + 2 x2 = 4
3 t + 2 x2 = 4 2 x2 = 4 – 3 t
3
X2 = 2 - t
2
Jadi didapat rumusan penyelesaiannya adalah
x1 = t, x2 = 2 - 3 t
2
30
Persoalan diatas juga(cara dua) dapat diselesaikan dengan menetapkan x2 = t dengan menetapkan t
sembarang bilangan untuk mencari nilai/ penyelesaian x1 maka kita dapatkan
3 x1 + 2 x2 = 4
3 x1 + 2 t = 4 3x1 + 4 – 2 t
4 2 t
x1 = -
3 3
Jadi didapat rumusan penyelesaiannya adalah
4 2
x1 = - t
3 3
x2 = t
Jadi penyelesaian masih dalam bentuk parameter t walaupun kedua rumusan tersebut berbeda
namun rumusan ini menghasilkan himpunan penyelesaian yang sama untuk lebih jelasnya
perhatikan rumusan yang pertama dengan mengambil t = 2 maka akan didapat x 1 = 2 dan x2
=2- .32 = -1
2
untuk penyel bentuk dua ambil t=-1 , didapat x2=-1, lalu apakah hasil x1=2(seperti bent pertama)
perhatikan penyel x1 = 4 - 2 (-1) = 4 + 2 = 6 = 2
3 3 3 3 3
Jadi pemecahannya sama yaitu apabila x1=2 maka x2 = -1 dan sebaliknya
Contoh
Selesaikan himpunan penyelesaian untuk persamaan linear berikut
x1 – 4 x2 + 7 x3 = 5
Jawab
Untuk menyelesaikan persoalan ini kita harus mengambil sembarang bilangan untuk 2 variabel,
untuk menyelesaikan variabel yang ke-3. Misalnya jika kita menetapkan nilai sembarang, untuk x 2
dan x3 maka x1 dapat diambil
x2 = s , s sembarang bilangan
x3 = t , t sembarang bilangan
x1 – 4 x2 + 7 x3 = 5 x1 = 4 x2 + 7 x3 + 5
=4s–7t+5
Jadi salah satu rumusan penyelesaian persoalan diatas adalah
x1 = 4 s – 7 t + 5
x2 = s
x3 = t
Sebua sistem persamaan linear adalah sebuah himpunan berhingga dari persamaan linear.
Sedangkan sebuah urutan n bilangan katakanlah s1, s2, ……….. sn disebut penyelesaian dari sistem
persamaan linear dalam variabel x1, x2, ……….. xn jika kita substitusi x1 = s1, x2 =s2 …………., xn
= sn pada setiap persamaan pada sistem persamaan tersebut akan memenuhi setiap persamaan.
Sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian sedikitnya sebuah penyelesaian disebut
KONSISTEN dan sebaliknya jika sebuah sistem persamaan linear tidak ada penyelesaiannya
disebut TIDAK KONSISTEN. Untuk itu perhatikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada
31
sistem umum persamaan linear. Untuk lebih mudahnya perhatikan sebuah sistem umum persamaan
linear dengan dua persamaan linear dengan variabel x1 dan x2 yaitu
a11 x1 + a12 x2 = b1 a11, a12, bilangan yang 0
a21 x1 + a22 x2 = b2 a21, a22, bilangan yang 0
Grafik persamaan ini adalah garis-garis, katakanlah garis l 1, l2, pemecahan dari sistem tersebut
adalah titik potong dari kedua garis tersebut, sehingga dapat diambil kemungkinan yang terjadi
adalah :
1. Sebuah pemecahan jika l1 & l2 berpotongan
2. Banyak penyelesaian jika l1 & l2 berpotongan (berimpit)
3. Tak ada penyelesaian jika l1 & l2 sejajar
Jadi dapay disimpulkan bahwa untuk sembarang sistem persamaan linear adalah ada sebuah
penyelesaian atau tak terhingga banyak penyelesaian atau tidak ada penyelesaian.
Pandang sembarang sistem yang terdiri dari m persamaan linear dengan n variabel sebagai
berikut
a11 x1 + …………………. + a1n xn = b1
a21 x1 + ………………….. + a2n xn = b2
.
.
am1 x1 + ………………….. + anm xn = bm
dimana sij adalah konstanta untuk persamaan yang ke I dan variabel yang ke-j
i = 1, 2, …………….., m
j = 1, 2, …………….., n
selanjutnya jika kita perhatikan letak dari +, x dan = , dapat kita singkat dengan hanya menuliskan
empat persegi panjang dari bilangan-bilangan :
a11 a12 ………………a1n b1
a21 a22 ………………a2n b2
.
am1 am2 ………………amn bm
Susunan empat persegi panjang ini disebut MATRIKS DIPERBESAR (AUGMENTED
MATRIX).
Catatan
Penggunaan baris jika sistem persamaan linearnya sudah dirubah dalam bentuk matriks
diperbesar
Contoh
Tentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut :
x1 – x2 + x3 + 0x4 = 2
x1 - x3 + x4 = 2
2x2 + 3 x3 = 13
-4 x1 + x4 = 0
Jawab
Sistem persamaan linear tersebut dibuat dalam bentuk matriks diperbesar adalah sebagai berikut :
1 -1 1 0 2 1 -1 0 0 2
1 0 -1 1 2 B2 + (-1) B1 0 1 -2 1 0
0 2 3 0 13 0 2 3 0 13
-4 0 0 1 0 B4 + (4) B1 0 -4 4 1 8
B1 + (1) B2 1 0 -2 1 2 1 0 -1 1 2
0 1 -2 1 0 1 B 0 1 -2 1 0
3
7 -2 13
B3 + (-2) B2 0 0 7 -2 13 0 0 1 7 7
B4 + (4) B2 0 0 -4 5 8 0 0 -4 5 8
5 27 5 27
B1 + (1) B3 1 0 0 7 7
1 0 0 7 7
3 26 7 3 26
0 1 0 7 7
B4 0 1 0 7 7
27
-2 13 -2 13
B2 + (2) B3 0 0 1 7 7
0 0 1 7 7
27 108
B4 + (4) B3 0 0 0 7 7
0 0 0 1 4
B1 + ( -5 ) B4 1 0 0 0 1
7
0 1 0 0 2 Jadi : x1 = 1 x3 = 3
-3
B2 + ( ) B4 0 0 1 0 3 x2 = 2 x4 = 4
7
2
B3+( 7 ) B4 0 0 0 1 4
Penyelesaian di atas penulis hanya menekankan pada pemahaman perhitungan dan kalu memilih
langkah akan dibahas pada Bab selanjutnya.
33
Latihan 1.1
1. Yang manakah dari persamaan berikut yang merupakan persamaan linear dalam x1, x2, dan x3 ?
a) x1 + 2 x2 + x3 = 2 d) x1 = √2 x3 - x2 + 7
b) x1 + x2 + x3 = sin k e) x1 + x2-1 – 3 x3 = 5
c) x1 + 3 x2 + 2 x3½ = 4 f) x1 = x3
2. Carilah himpunan pemecahan untuk :
a) 6 x – 7 y = 3 c) -3 x1 + 4 x2 – 7 x3 +8 x4 =5
b) 2 x1 + 4 x2 – 7 x3 = 8 d) 2 v – w + 3 x + y – 4 z = 0
3. Carilah matriks yang diperbesar untuk setiap sistem persamaan linear berikut :
a) x1 – 2 x2 = 0 c) x1 + x3 =1
3 x1 + 4 x2 = -1 2 x2 – x3 + x5 = 2
2 x1 – x2 = 3 2 x3 + x4 =3
b) x1 + x3 = 1 d) x1 =1
-x1 + 2x2 – x3 = 3 x2 = 2
4. Carilah sebuah sistem persamaan linear dan penyelesaiannya yang bersesuaian dengan setiap
matriks yang diperbesar berikut :
a) 1 0 -1 2 c) 1 2 3 4 5
2 1 1 3 5 4 3 2 1
0 -1 2 4
b) 1 0 0 d) 1 0 0 0 1
0 1 0 0 1 0 0 2
1 -1 1 0 0 1 0 3
0 0 0 1 4
5. Untuk nilai-nilai manakah konteks sistem persamaan linear yang berikut tidak mempunyai
pemecahan persis satu pemecahan dan tak mempunyai pemecahan :
x– y=3
2x–2y=k
6. Tinjaulah sistem persamaan-persamaan :
ax + by = k
cx + dy = l
ex + fy = m
Terangkan kedudukan relatif dari garis-garis tersebut diatas, bila :
a) Sistem tsb tidak mempunyai pemecahan
b) Sistem tsb mempunyai satu pemecahan
c) Sistem tsb mempunyai tak terhingga banyak pemecahan
7. Tunjukkanlah bahwa jika soal nomor 6 sistemnya konsisten maka setidak-tidaknya satu
persamaan dapat dibuang dari sistem tersebut tanpa mengubah himpunan pemecahan :
34
8. Misalkan k = l = m dalam soal nomor 6. Tunjukkan bahwa sistem tsb harus konsisten, apakah
yang dapat dikatakan titik potong dari ketiga garis tsb jika sistem tsb mempunyai satu
pemecahan.
9. Tinjaulah sistem persamaan-persamaan :
x+y+2z=a
x + z=b
2x+y+3z=c
Perlihatkan bahwa supaya sistem ini konsisten maka a, b dan c harus memenuhi c = a + b !
10. Buktikan jika persamaan linear x1 +kx2 = c dan x1 + lx2 = d mempunyai himpunan pemecahan
yang sama maka persamaan tsb identik
ELEMENASI GAUS
35
Dalam bagian ini akan dibahas cara sistematis atau pemilihan langkah-langkah untuk
menyelesaikan sistem persamaan linear, cara ini didasarkan atas pemikiran mereduksi matriks
yang diperbesar.
Sifat-sifat matriks yang berbentuk eselon baris yang direduksi sebagai berikut :
1. Sebuah baris yang tidak semuana nol, maka bilangan yang tidak nol pertama adalah 1
(yang dinamakan 1 utama);
2. Sebuah baris yang seluruhnya nol, maka semua baris yang seperti ini dikelompokkan
bersama-sama di bawah matriks;
3. Dalam sembarang dua baris yang berurutan yang tidak semuanya nol, maka 1 utama diatas
lebih kekiri daripada 1 utama yang bawah;
4. Setiap kolom yang ada 1 utama harus nol ditempat lain.
Jika ada sebuah matriks hanya mempunyai sifat-sifat 1, 2 dan 3 disebut matriks dalam bentuk
eselon baris. Sedangkan kalau memenuhi sifat 1,2,3,4 matrik tersebut dinamakan matriks eselon
baris yang direduksi.
Contoh 1
Matriks dalam bentuk eselon baris yang direduksi :
1 * 0 0 0 * 1 0 0 9
0 0 1 0 0 * 0 1 0 8
0 0 0 1 0 * 0 0 1 4
0 0 0 0 1 *
Matriks dalam bentuk eselon baris :
1 * * * * * 1 * * *
0 0 1 * * * 0 1 * *
0 0 0 1 * * 0 0 1 *
0 0 0 0 1 *
Catatan : Tanda * artinya sembarang bilangan diperbolehkan
Contoh 2
Jika diketahui matriks yang dipebesar untuk sistem persamaan linear telah direduksi menjadi
bentuk eselon baris yang direduksi :
1 0 0 0
0 1 3 0
0 0 0 1
Tentukan penyelesaiannya :
Jawab :
36
Pada baris yang ketiga didapat persamaan :
Ox1 + Ox2 + Ox3 = 1 karena persamaan ini tidak pernah dapat dipenuhi maka sistem tsb tidak ada
penyelesaiannya.
Selanjutnya kita akan memberikan sebuah cara yang sistematis yaitu :
1. Elemenasi GAUS YORDAN
2. Elemenasi GAUS
ELEMENASI GAUS YORDAN : metoda ini dengan menggunakan mereduksi matriks yang
diperbesar menjadi matriks yang berbentuk eselon baris yang direduksi lalu dipecahkan dengan
langkah yang sederhana.
ELEMENASI GAUS : metoda ini dengan menggunakan mereduksi matriks yang diperbesar
menjadi matriks yang berbentuk eselon baris lalu dipecahkan dengan substitusi balik.
Contoh :
Selesaikan persamaan linear berikut :
x1 + 4 x2 + 3 x3 + x4 = 5
2 x1 + 3 x2 + 4 x3 – 3 x4 = -2
4 x1 + x2 – 2 x3 + x4 = 4
3 x1 – 2 x2 + 5 x3 + 3 x4 = 2
a) Dengan metoda Elemenasi Gaus
b) Dengan metoda Elemenasi Gaus Yordan
Jawab :
a) Metoda Gaus
Dalam bentuk matriks diperbesar
1 4 3 1 5 B2 + (-2) B1 1 4 3 1 5
2 3 4 -3 -2 0 -5 -2 -5 -12
4 1 -2 1 4 B3 + (-4) B1 0 -15 -14 -3 -16
3 -2 5 3 2 B4 + (-3) B1 0 -14 -4 0 -13
B3 + (-3) B2 1 4 3 1 5 - 1 B3
4
0 -5 -2 -5 -12
B4 + (-3) B2 0 0 -8 12 20 B2 B4
0 1 2 15 23
1 4 3 1 5 1 4 3 1 5
0 1 2 15 23 B4 + (5) B2 0 1 3 15 23
0 0 2 -3 -5 0 0 2 -3 -5
0 -5 -2 -5 -12 0 0 8 70 103
1
B4 + (-4) B3 1 4 3 1 5 B 1 4 3 1 5
2 3
37
0 1 3 15 23 0 1 2 15 23
3 5
0 0 2 -3 -5 0 0 1 - -
2 2
1 B 3
0 0 0 82 123 4 0 0 0 1 2
82
Matriks terakhir sudah berbentuk matriks eselon baris
Kalau ditulis dalam bentuk sistem :
x1 + 4 x2 + 3 x3 + x4 = 5
x2 + 2 x3 + 15 x4 = 23
3x =- 5
x3 - 4
2 2
3
x4 =
2
Dengan menggunakan substitusi balik didapat :
x4 = 3 substitusi persamaan (3)
2
5 3
# x3 = - + x4
2 2
x3 = - 5 + 3 3 = - 1 substitusi persamaan (2)
2 2 2 4
# x2 = 23 – 2 x3 - 15 x4
1 3
x2 = 23 – 2 - - 15 =1
4 2
# x1 = 5 - 4 x2 - 3 x3 - x4
= 5 – 4 (1) - 3 - 1 - 3
= 1
4 2 4
Jadi penyelesaian sistem tersebut adalah :
x1 = 1 x3 = -1/4
4
x2 = 1 x4 = 3
2
b) Metoda Gaus Yordan yaitu melanjutkan matriks terakhir pada penyelesaian metoda Gaus /
sudah berbentuk eselon baris.
7
1 4 3 1 5 B1 + (-1) B4 1 4 3 0 2
1
0 1 2 15 23 0 1 2 0 2
3 1
0 0 1 - 5 B2 + (-15) B4 0 0 1 0 -
2 2 4
3 3 3
0 0 0 1 2 B3 + 2 B4 0 0 0 1 2
B1 + (-3) B3 1 4 0 0 9 1 0 0 0 1
2 4
0 1 0 0 1 0 1 0 0 1
B2 + (-2) B3 0 0 1 0 - 1 B1 + (-4) B3 0 0 1 0 - 1
4 4
3 3
0 0 0 1 2 0 0 0 1
2
38
1 1
Jadi : x1 = 4 x3 = - 4
3
x2 = 1 x4 = 2
LATIHAN 1.2
1. Yang manakah dari yang berikut yang dalam bentuk eselon baris yang direduksi ?
a) 1 0 0 d) 1 2 0 3 0
0 0 1 0 0 1 1 0
0 0 1 0 0 0 0 1
0 0 0 0 0
b) 0 1 0 e) 1 0 0 5
1 0 0 0 0 1 3
0 0 0 0 1 0 4
c) 1 1 0 f) 1 0 3 1
0 1 0 0 1 2 4
0 0 0
2. Yang manakah dari yang berikut dalam bentuk eselon baris ?
a) 1 2 3 c) 1 1 0 e) 2 3 4
0 0 0 0 1 0 0 1 2
0 0 1 0 0 0 0 0 3
b) 1 -7 5 5 d) 1 3 0 2 0 f) 0 0 0
0 1 3 2 1 0 2 2 0 0 0 0
0 0 0 0 1 0 0 0
0 0 0 0 0
3. Dalam tiap bagian misalkanlah bahwa matriks yang diperbesar untuk sebuah sistem
persamaan –persamaan linear telah direduksi oleh operasi baris elementer menjadi bentuk
eselon baris yang direduksi seperti berikut. Tunjukkanlah pemecahan sistem tsb :
a) 1 0 0 4 c) 1 5 0 0 5 -1
0 1 0 3 0 0 1 0 3 1
0 0 1 2 0 0 0 1 4 2
0 0 0 0 0 0
b) 1 0 0 3 2 d) 1 2 0 0
0 1 0 -1 4 0 0 1 0
0 0 1 1 2 0 0 0 1
39
4. Dalam setiap bagian misalkan bahwa matriks yang diperbesar untuk sebuah sistem persamaan
linear telah direduksi oleh operasi baris menjadi bentuk eselon baris yang direduksi, pecahkan
sistem tsb !
a) 1 2 -4 2 c) 1 5 -4 0 -7 -5
0 1 -2 -1 0 0 1 1 7 3
0 0 1 2 0 0 0 1 4 2
0 0 0 0 0 0
b) 1 0 4 7 10 d) 1 2 2 2
0 1 -3 -4 -2 0 1 3 3
0 0 1 1 2 0 0 0 1
5. Pecahkanlah setiap sistem yang berikut dengan menggunakan elemenasi Gaus Yordan dan
elemenasi Gaus !
a) x1 + x2 + 2 x3 = 8
- x1 – 2 x2 + 3 x3 = 1
3 x1 – 7 x2 + 4 x3 = 10
b) 2 x1 + 2 x2 + 2 x3 = 0
-2 x1 + 5 x2 + 2 x3 = 0
-7 x1 + 7 x2 + x3 = 0
c) x– y+2z– w = -1
2x+ y – 2 z – 2 w = -2
-x + 2 y – 4 z + w=1
3x– 3w=-3
6. Pecahkanlah sistem-sistem berikut dimana a, b dan c adalah konstante !
a) 2x+y=a
3x+6y=b
b) x1 + x2 + x3 = a
2 x1 + 2 x3 = b
3 x2 + 3 x3 = c
7. Untuk nilai-nilai a yang manakah sistem berikut :
a) Tidak mempunyai pecahan :
b) Satu pecahan :
***********
41
SISTEM PERSAMAAN LINEAR HOMOGEN
Dalam suatu masalah sistem persamaan linear mungkin kita akan meneliti berapa banyak
pemecahan yang dimiliki oleh sistem tersebut.
Dalam bagian ini kita lihat beberapa kasus yang terjadi pada sistem persamaan linear homogeny.
Sistem persamaan linear homogeny cirinya adalah semua suku konstan sama dengan nol, kalau
ditulis dalam bentuk aljabar :
a11 x1 + a12 x2 + ……………… + a1n xn = 0
a21 x1 + a22 x2 + ……………… + a2n xn = 0
.
.
am1 x1 + a12 x2 + ……………… + amn xn = 0
Perlu diingat bahwa sistem linear homogen adalah sistem yang konsisten, ini karena x 1 = 0, …., xn
= 0 selalu merupakan penyelesaian. Karena sistem persamaan linear homogen sistem yang
konsisten, maka aka nada 2 kemungkinan pemecahannya yaitu :
1. Sebuah pemecahan yaitu x1 = 0, ….., xn = 0 yang biasanya disebut pemecahan TRIVIAL ;
2. Tak terhingga banyak pemecahan yang disebut TAK TRIVIAL dan TRIVIAL.
Ada sebuah kasus pada sistem persamaan linear homogeny dipastikan mempunyai pemecahan tak
trivial jika variabelnya lebih banyak daripada jumlah persamaannya.
Contoh :Selesaikanlah sistem persamaan linear homogen berikut :
2 x1 + 2 x2 - x3 + x5 = 0
- x1 - x2 + 2 x3 – 3 x4 + x5 = 0
x1 + x2 -2x3- x5 = 0
x3 + x 4+ x5=0
2 2 -1 0 1 0 1 1 -2 0 -1 0
-1 -1 2 -3 1 0 -1 -1 2 -3 1 0
1 1 -2 0 -1 0 B3 B1 2 2 -1 0 1 0
0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0
B2 + (1) B1 1 1 -2 0 -1 0 1 1 -2 0 -1 0
0 0 0 -3 0 0 B4 B2 0 0 1 1 1 0
B3 + (-2) B1 0 0 3 0 3 0 0 0 3 0 3 0
0 0 1 1 1 0 0 0 0 -3 0 0
42
1 1 -2 0 -1 0 1 1 -2 0 -1 0
B3 1 0 0 1 1 1 0 B3 + (-1) B2 0 0 1 1 1 0
3
0 0 1 0 1 0 0 0 0 -1 0 0
0 0 0 -3 0 0 0 0 0 -3 0 0
1 1 -2 0 -1 0 1 1 -2 0 -1 0
0 0 1 1 1 0 B4 + (3) B3 0 0 1 1 1 0
B3 (-1) 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0
0 0 0 -3 0 0 0 0 0 0 0 0
b) x1 + x2 = 0
4 x1 + 4 x2 = 0
c) 6 x1 + 5 x2 + x3 = 0
x2 + 4 x3 = 0
2 x3 = 0
2. Soal seperti nomer 1, pecahkanlah sistem persamaan homogen tsb !
43
3. Untuk nilai a yang manakah sistem persamaan linear homogen berikut mempunyai
pemecahan yang tak trivial ?
(a–3)x+ y=0
x+(a–3)y=0
4. Perhatikan sistem persamaan :
ax + by = 0
cx + dy = 0
ex + fy = 0
Bicarakanlah kedudukan relatif dari garis-garis :
ax + by = 0, cx + dy = 0, dan ex + fy = 0 bila :
a) Sistem tersebut mempunyai penyelesaian trivial
b) Sistem tersebut mempunyai penyelesaian tak trivial
5. Tinjaulah sistem persamaan-persamaan :
ax + by = 0
cx + dy = 0
a) Tunjukkan bahwa jika x = x0, y = y0 adalah suatu pemecahan dan k adalah suatu
konstanta maka, x = kx0, y = ky0 adalah juga sebuah penyelesaian.
b) Tunjukkan bahwa jika x = x0; y = y0 dan x = x1; y = y1 adalah sembarang dua
penyelesaian maka x = x0 + x1, y = y0 + y1 adalah juga pemecahan.
6. Tinjaulah system persamaan-persamaan:
ax + by = k ax + by = 0
(i) (ii)
cx + dy = l cx + dy = 0
a) Tunjukkan bahwa jika x = x1; y = y1 dan x = x2; y = y2 kedua-duanya adalah
pemecahan dari (i) maka x = x1 – x2, y = y1 – y2 adalah sebuah pemecahan dari (ii);
b) Tunjukkan bahwa jika x = x1; y = y1 adalah sebuah pemecahan dari (i) dan x = x0; y =
y0 adalah sebuah pemecahan dari (ii), maka x = x1 + x0, y = y1 + y0 adalah sebuah
pemecahan dari (i)
*** ***
44
45