PERENCANAAN BANGUNAN IRIGASI
TALANG
1. PENGERTIAN
Talang adalah saluran buatan yang dibuat dari pasangan beton bertulang, kayu
atau baja maupun beton ferrocement, didalamnya air mengalir dengan permukaan bebas,
dibuat melintas lembah dengan panjang tertentu (umumnya dibawah 100 m), saluran
pembuang, sungai, jalan atau rel kereta api,dan sebagainya. Dan saluran talang minimum
ditopang oleh 2 (dua) pilar atau lebih dari konstruksi pasangan batu untuk tinggi kurang 3
meter (beton bertulang pertimbangan biaya) dan konstruksi pilar dengan beton bertulang
untuk tinggi lebih 3 meter. (Menurut KP 04)
Tinggi jagaan untuk air yang mengalir dalam talang atau flum didasarkan pada
debit, kecepatan dan faktor-faktor lain. Harga-harga tinggi jagaan dapat diambil dari KP -
03 Saluran, subbab 4.3.6 Saluran Pasangan. Untuk talang yang melintas sungai atau
pembuang, harus dipakai harga-harga ruang bebas berikut
- pembuang intern Q5+ 0,50 m
- pembuang ekstern Q25+ 1,00 m
- sungai: Q25 + ruang bebas bergantung kepada keputusan perencana, tapi
tidak kurang dari 1,50 m. Perencana akan mendasarkan pilihannya pada
karakteristik sungai yang akan dilintasi, seperti kemiringan, benda-benda
hanyut, agradasi atau degradasi.
Pipa-pipa baja sering digunakan untuk talang kecil karena mudah
dipasang dan sangat kuat. Untuk debit kecil, pipa-pipa ini lebih ekonomis daripada tipe-
tipe bangunan atau bahan lainnya. Tetapi baja memiliki satu ciri khas yang harus mendapat
perhatian khusus baja mengembang (ekspansi) jika kena panas. Ekspansi baja lebih besar
dari bahan-bahan lainnya. Oleh sebab itu harus dibuat sambungan ekspansi. Sambungan
ekspansi hanya dapat dibuat di satu sisi saja atau di tengah pipa, bergantung kepada
bentang dan jumlah titik dukung (bearing point).
HAYATUL HAKIKI – F1A020080
Pipa-pipa terpendam tidak begitu memerlukan sarana-sarana semacam ini karena variasi
temperatur lebih kecil dibanding untuk pipa-pipa di udara terbuka.
Gambar 1.1 Contoh Talang
2. FUNGSI TALANG
Talang memiliki fungsi utama yakni sebagai jembatan penyebrang air irigasi
yang lewat diatas saluran lainnya, sungai,lembah- lembah dan jalan- jalan, aliran didalam
talang adalah aliran bebas atau aliran terbuka
3. KRITERIA PERENCANAAN TALANG
Suatu daerah irigasi sudah semestinya harus memiliki ketersediaan air yang
mencukupi untuk seluruh daerahnya, agar dapat membuat kelancaran dalam sistim
irigasi dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk sektor pertanian. Untuk
mencukupi ketersediaan air pada saluran irigasi pada umumnya dibangun bending
atau bendungan, namun tidak semua daerah irigasi akan mendapatkan suplai air,
daerah irigasi yang terkendala medan tidak akan memperoleh air. Medan yang
memisahkan 2 daerah dengan jarak dan ketinggian yang cukup besar maka perlu
dibangun talang. Talang bias menjadi alternatif untuk persoalan tersebut yang dimana
juga talang merupakan bagian dari bangunan bendung. Jadi kriteria perencanaan
talang mengacu pada ketersediaan air dari suatu daerah yang perlu terpenuhi namun
terkendala oleh medan yang ada.
Syarat-syarat pembuatan talang
1. Bila elevasi dasar saluran minimal 3,00 m di atas elevasi jalan.
HAYATUL HAKIKI – F1A020080
2. Bila elevasi dasar saluran minimal 1,00 m di atas elevasi muka air banjir
maksimum
3. Bila elevasi dasar saluran minimal 0,50 m di atas elevasi permukaan tanah
lembah.
4. PERHITUNGAN TALANG
Data-data :
Debit Saluran (Qmaksimum) =2,88 m³/dt
Kedalaman aliran di saluran = 1,27 m (sebelum bangunan talang)
Elevasi dasar saluran = +13,17 (sebelum bangunan talang)
Elevasi muka air saluran = +14,44 (sebelum bangunan talang)
Panjang bentang talang L = 31 m
Koefisien Strickler k = 70
V saluran = 0,46 m/dt
Penyelesaian
A =Bxh
1,92 m² = B x 1,27, sehingga B = 1,51 m
P = B +2 h
= 1,51 + (2 x1,27)
= 4,05 m
𝑅 =
= 1,92/4,05
= 0,47 m
Kemiringan dasar bangunan talang yang diperlukan bisa dihitung dengan
rumus kecepatan aliran menurut Strickler :
𝑣 = 𝐾. 𝑅 / . 𝑖 / atau
𝑣
𝑖= /
𝑘. 𝑅
,
Sehingga, 𝑖= /
. .
i= 0,0013
Bilangan Froude menjadi :
,
𝐹𝑟 = = = 0,41 < 0,70 ↔ 𝑜𝑘
. , .( , )
Kehilangan energi pada bagian peralihan antara saluran dan bagian talang dihitung
dengan rumus :
∆𝐻masuk = 0,20 (𝑣𝑡𝑎𝑙𝑎𝑛𝑔 − 𝑣𝑠𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛) /2𝑔
( , , )
∆𝐻masuk = 0,20 = 0,011 𝑚
Elevasi muka air ditalang bagian hulu = elevasi muka air disaluran - ∆𝐻masuk
= +14,44 – 0,011 = +14,43
HAYATUL HAKIKI – F1A020080
Elevasi dasar talang dibagian hulu = elevasi muka air talang -kedalaman air
= +14,43 -1,27 = +13,36
Elevasi muka air ditalang hilir = elevasi muka air talang hulu – (i x L)
= +14,13 – (0,0013 x 31) = +14,38
Elevasi dasar talang bagian hilir = elevasi muka air talang hilir – kedalam aliran
= +14,38 -1,27 = +13,11
∆𝐻keluar = 0,40 (𝑣𝑡𝑎𝑙𝑎𝑛𝑔 − 𝑣𝑠𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛) /2𝑔
( , , )
∆𝐻keluar = 0,40 = 0,022 𝑚
Elevasi muka air disaluran hilir = elevasi muka air talang hilir - ∆𝐻keluar
= +14,38 – 0,022 = +14,36
Elevasi dasar saluran hilir = elevasi muka air saluran hilir – kedalaman air
= +14,36 – 1,27 = +13,09
Kehilangan energi total ditalang menjadi :
∆𝐻 = 𝑖 𝑥 𝐿 + ∆𝐻𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 + ∆𝐻𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
= (0,0013 x 31) +0,011 +0,022 = 0,073 ≈ 0,08 𝑚
Gambar potongan memajang bangunan talang
HAYATUL HAKIKI – F1A020080