100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
369 tayangan24 halaman

Rancangan Keselamatan Konstruksi Gresik

Dokumen ini berisi rancangan konseptual sistem manajemen keselamatan konstruksi perencanaan dan perawatan gedung kantor Kementrian Agama Gresik yang mencakup data umum proyek, metode pelaksanaan, identifikasi bahaya dan risiko, peraturan yang berlaku, panduan keselamatan, serta dukungan keselamatan konstruksi seperti biaya dan personil."

Diunggah oleh

tohersams
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
369 tayangan24 halaman

Rancangan Keselamatan Konstruksi Gresik

Dokumen ini berisi rancangan konseptual sistem manajemen keselamatan konstruksi perencanaan dan perawatan gedung kantor Kementrian Agama Gresik yang mencakup data umum proyek, metode pelaksanaan, identifikasi bahaya dan risiko, peraturan yang berlaku, panduan keselamatan, serta dukungan keselamatan konstruksi seperti biaya dan personil."

Diunggah oleh

tohersams
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CV.

FIRDA KONSULTAN
PERENCANA - DESIGN - ARSITEKTUR - SIPIL & PENGAWAS PEMBANGUNAN
JL. KETINTANG BARAT II/4 SURABAYA 60231 Telp./Fax. (031) 8290507
[Link] KEBONAGUNG ASRI I NO. 22 SURABAYA Telp./Fax. (031) 8272198
Email : firda_konsultan@[Link]

RANCANGAN KONSEPTUAL
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONSTRUKSI PENGKAJIAN /
PERENCANAAN KONSTRUKSI

“Perencanaan/ Dan Perawatan Gedung Kantor Kementrian Agama Gresik”

Lokasi Pekerjaan : Jl. Jaksa Agung Suprapto Gresik


Nomor Kontrak : -
Waktu : -
Pelaksanaan

DISUSUN OLEH :

CV. FIRDA KONSULTAN

F. SANDY OKTANOVA, ST
Direktur

i
RANCANGAN KONSEPTUAL
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI

“Perencanaan/ Dan Perawatan Gedung Kantor Kementrian Agama Gresik”

Pihak Penyedia Jasa Pihak Pengguna Jasa

Dibuat Oleh : Disetujui Oleh :


CV. FIRDA KONSULTAN Pejabat Pembuat Komitmen

F. SANDY OKTANOVA, ST AHMAD FATHONY MAULIDY, ST


Direktur NIP. 19740327 200501 1 004

ii
DAFTAR ISI HAL

COVER DOKUMEN i
LEMBAR PENGESAHAN ii
DAFTAR ISI iii
1 RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI 1
1.1. Data Umum
1.1.1. Pernyataan Pertanggungjawaban Konsultansi Konstruksi Perancangan
1.2. Metode Pelaksanaan
1.3. Identifikasi Bahaya, Pengendalian Risiko dan Penetapan Tingkat Resiko Pekerjaan
1.4. Peraturan Perundang-undangan dan Standar
1.5. Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian dan Pemeliharaan Konstruksi
Bangunan
1.6. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi

2 DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI


2.1. Biaya Keselamatan Konstruksi
2.2. Kebutuhan Personil K3 Konstruksi

iii
CV. FIRDA KONSULTAN
PERENCANA - DESIGN - ARSITEKTUR - SIPIL & PENGAWAS PEMBANGUNAN
JL. KETINTANG BARAT II/4 SURABAYA 60231 Telp./Fax. (031) 8290507
[Link] KEBONAGUNG ASRI I NO. 22 SURABAYA Telp./Fax. (031) 8272198
Email : firda_konsultan@[Link]

1. RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN


KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI
1.1 Data Umum

Nama Proyek : Penataan Bangunan Gedung


Nama Paket Pekerjaan : Perencanaan/ Dan Perawatan Gedung Kantor
Kementrian Agama Gresik

Lokasi Pekerjaan : Jl. Jaksa Agung Suprapto Gresik

Waktu Pelaksanaan :
Nama Konsultan : CV. FIRDA KONSULTAN
Pengkajian / Perencanaan
Konstruksi
Lingkup Tanggung Jawab : 1. Melakukan survey lapangan dan identifikasi
Konsultan Pengkajian / permasalahan untuk memperoleh data dan
Perencanaan Konstruksi informasi, gambaran hal-hal yang akan
dilakukan, metode yang akan digunakan
serta sasaran yang akan dihasilkan;
2. Mengumpulkan data teknis dan sosial
ekonomi;
3. Pekerjaan Pengukuran;
4. Merencanakan dan penataan layout sistem
saluran;
5. Mengevaluasi, penampang, dimensi dan
elevasi saluran yang ada;
6. Menyiapkan gambar-gambar desain,
dilengkapi dengan peta skema lokasi, layout
sistim saluran, potongan memanjang,
potongan melintang, gambar bangunan;
7. Menghitung besarnya volume pekerjaan / Bill
of Quantity (BOQ);
8. Menghitung analisa harga satuan;
9. Menghitung Struktur bangunan
10. Menentukan Spekteknis atau Rencana kerja
dan syarat – syarat (RKS)
11. Menghitung besarnya anggaran biaya (RAB);
12. Menyusun buku laporan yang terdiri dari:
- Dok. Konsepsi Perancangan dan
Pra Rancangan,
- Dok. Pengembangan Rancangan
dan Rancangan Detail dan Laporan
SMKK

1
No ASPEK DESKRIPSI AWAL REKOMENDASI TEKNIS
1 Lokasi - Lahan - Diadakan pengamanan
Existing berupa batas atau pagar
merupakan agar tidak mengganggu
lahan padat lingkungan di sekitarnya
penduduk - Diperlukan Rambu-Rambu
disekitar informasi dan petunjuk.
lahan
- Sebagian
lainnya
adalah
rumah
penduduk
- Akses jalan
utama ke
lokasi
pekerjaan
ramai
kendaraan
2 Lingkungan - Cukup panas, - dijaga kondisi
dekat area pemukiman agar tidak
pemukiman ada kerusakan
- Lingkungan - di jaga kebisingan dan
eksisting polusi terhadap
merupakan lingkungan perkantoran
area dan masyarakat
perkantoran - di pasang rambu rambu
dan sekolah penunjuk maupun
rambu peringatan
- di siapkan setiap hari
petugas atau penjaga di
sekitar proyek
3 Sosio-Ekonomi - Akses - Dibutuhkan sarana dan
transportasi prasarana ruang untuk
perkotaan aktifitas masyarakat didalam,
- Area tersebut dalam melaksanakan
sudah ramai pekerjaan atau pemakai jalan
mengingat padat - Memberikan kenyamanan
penduduk dan masyarakat
perkantoran - Memberi kenyamanan bagi
pegawai terkait

4 Dampak - Polusi udara - Penambahan fasilitas RTH


Lingkungan banyak karena - Penambahan infrastruktur
jalan perkotaan terutama untuk akses
jalan ke perkantoran
- Penambahan rambu- rambu
lalulintas dan penjaga jalan
raya.
- Membuat metode
pelaksanaan yang sesuai
kondisi lingkungan

2
1.1.1. PERNYATAAN
PERTANGGUNGJAWABAN
KONSULTANSI KONSTRUKSI
PERANCANGAN CV. FIRDA
KONSULTAN

CV. FIRDA KONSULTAN Sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi bertanggung jawab
penuh terhadap hasil desain yang telah dilakukan. Apabila terjadi revisi desain, maka
tanggung jawab revisi desain dan dampaknya ada pada penyusunan revisi.

Surabaya, 2022
Pimpinan Konsultansi Konstruksi Perancangan

F. SANDY OKTANOVA, ST
Direktur

3
1.2 Metode Pelaksanaan

Tabel 1. Metode Pelaksanaan


No Lingkup Pekerjaan Metode Pekerjaan Bahaya Utama
1.
1 Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Pembersihan/ 1. Tertimpa
Pembongkaran bongkaran
1. Sebelum pekerjaan bagian dari
dilaksanakan Penyedia gedung
barang/jasa harus 2. Terjatuh
menyiapkan segala peralatan saat
dan tenaga kerja yang melakukan
dibutuhkan untuk pembongkar
pelaksanaan pekerjaan dan an atap.
Penyedia barang/jasa harus
terlebih dahulu berkonsultasi
dengan pihak-pihak yang
berkait/ User sehubungan
dengan pelaksanaan
pekerjaan pembersihan lokasi.
2. Pembersihan lokasi ini adalah
mulai dari pembongkaran
gedung lama sampai
pembuangan bekas
bongkaran tersebut keluar
dari lokasi pekerjaan minimal
sejauh 3 Km.

Pekerjaan Pagar Pengaman/ 1. Tangan


Pagar Sementara Terkena
1. Penyedia barang/jasa harus paku atau
membuat pagar sementara palu /
yang sifatnya melindungi dan bodem
menutupi lokasi yang akan 2. Tangan /
dibangun dengan persyaratan kaki terluka
kualitas sebagai berikut : tergores tepi
2. Sewa Pagar sementara rangka seng
dari kayu + penutup dari seng 3. Tertusuk
gelombang layak pakai kayu rangka
difinish cat. pagar
3. Tinggi pagar minimum 2 m.
4. Ruang gerak selama
pelaksanaan dalam lokasi
berpagar harus cukup leluasa
untuk lancarnya pekerjaan.
5. Pada tahap selanjutnya
Penyedia barang/jasa harus
menyediakan/ memasang
pengaman secukupnya
disekeliling konstruksi
bangunan untuk mencegah
jatuhnya bahan-bahan
bangunan dari atas yang
membahayakan baik pekerja
maupun aktivitas lain
disekitar bangunan.
6. Penyedia barang/jasa bisa
menggunakan kembali pagar
yang sudah ada dengan
4
melakukan perbaikan-
perbaikan terlebih dahulu bila
diperlukan.

Uitset + Pek. Bouwplank 1. Terjatuh


1. menyediakan alat untuk atau
pengkuran dan buplank, tergelincir
baik pengkuran manual saat
maupun pakai alat theodolit. melakukan
2. Menyiapkan bahan kayu 4/6 pengukuran
papan kayu dan paku. di lapangan
Menentukan titik pail 2. Tertusuk kayu
kemudian di pasang kayu dan terpukul
dengan ditancapkan bodem
kedalam tanah sampai kayu
tidak bergoyang kemudian
menentukan pail titik nol
bangunan dan pasang
papan kayu.

5
2. Pekerjaan Plesteran 1. Adukan yang dipakai yaitu 1 Pc: 1. Tertimpa material
5 Ps untuk plesteran dinding 2. Terkena percikan
bata. saat pemecahan
2. Semua jenis adukan harus batu
dicampur dg baik, merata dan 3. Mata Terkena
menggunakan molen, debu /kelilipan
pengadukan dengan tangan 4. Alergi material
harus sesuai petunjuk PPK dan semen
tempat adukan tidak boleh 5. Jatuh dari
langsung ada diatas tanah tapi ketinggian
harus ada alas papan/
sejenisnya.
3. Pelaksanaan pekerjaan ini
harus dilakukan oleh pekerja
yang cakap dan terampil.

3. Pekerjaan Kusen daun 1. Sebelum memulai 1. Terkena bor atau


Pintu Dan Jendela pelaksanaan Penyedia gergaji potong
barang/jasa diwajibkan 2. Tertusuk sisa
meneliti gambar – gambar dan material
kondisi di lapangan. aluminium
2. Sebelum proses fabrikasi 3. Tersetrum saat
dimulai harus sudah fabrikasi
dipersiapkan terlebih dahulu 4. Terjatuh saat
material yang dimaksud pemasangan
untuk mendapat persetujuan
dari PPK/ Konsultan
pengawas.
3. Angkur – angkur untuk
rangka aluminium terbuat
dari steel plate setebal 2-3
mm dan ditempatkan pada
interval 600 mm.
4. Sekeliling tepi kusen yang
langsung berbatasan dengan
dinding diberi sealant supaya
kedap air dan suara.
5. Pintu betul–betul siku sudut–
sudutnya dan datar.
6. Permukaan–permukaan yang
akan difinish harus lurus,
rata dan bersih. Tidak ada
bekas–bekas mesin kotoran
lainnya. Permukaan yang
bersentuhan dengan tembok
harus dibersihkan.
7. Semua pintu dan jendela
harus bisa dibuka dan
ditutup dengan kunci bebas,
tidak longgar, tanpa terjadi
macet atau terlambat dan
semua kunci serta engsel
cocok dan dapat bekerja
dengan baik.
4. Pekerjaan Rangka Atap 1. Pekerjaan rangka atap harus 1. Terkena bor
baik, rapi dan kokoh sehingga 2. Mata terkena
didapatkan bidang atap yang percikan api las
rata, rapi, dan rapat. 3. Tersetrum saat
2. Bila gambar rencana tidak mengelas
tertera, maka Penyedia 4. Terjatuh saat
pemasangan dari
6
barang/jasa harus mengerjakan ketinggian
sesuai petunjuk PPK. 5. Tertusuk sisa
3. Penutup bidang atap tidak potong galvalum
boleh dipasang, bila
keseluruhan komponen rangka
atap belum dilakukan berikut
kelengkapannya seperti baut-
baut, mur dan lain-lain belum
dipasang dengan baik dan
sempurna dan mendapat
persetujuan PPK.
4. Penyedia barang/jasa memulai
pelaksanaan pekerjaan terlebih
dahulu harus membuat/
mengajukan shop drawing
beserta perhitungan kontruksi
yang diperlukan.
5. Pekerjaan Penutup 1. Atap harus dipasang hingga 1. Tertimpa material
Atap betul-betul tersusun rapi dalam 2. Jatuh dari
segala arah kaitan dan saling ketinggian
menutup, harus cocok dan 3. Terkena debu
rapat. potongan genteng
2. Tidak diperkenankan ada
lubang atau tidak saling terkait
antara genteng satu dengan
lainnya.
3. Untuk menghindari hal tersebut
maka dalam rencana
pemasangannnya harus
disesuaikan dengan ukuran
atap dan jarak-jarak antara
harus ditentukan supaya cocok.
4. Sebelum dan sesudah
dilakukan pemasangan genteng
atau bubungan harus tetap
bersih.
5. Pemasangan genteng ini harus
dilakukan oleh tukang yang
cakap dan berpengalaman.
6. Untuk menghindari hal-hal
yang tidak diinginkan maka
seluruh pekerja harus
dilengkapi dengan sabuk
pengaman atau peralatan untuk
keselamatan kerja
6. Pekerjaan Plafond 1. Dipasang pada bagian sesuai 1. Terkena bor
yang ditunjuk dalam gambar 2. Tertimpa material
rencana/ Detail. 3. Terjatuh dari
2. Material untuk penutup plafond ketinggian
bagian dalam ruangan 4. Terkena debu
digunakan papan dari plafond
Kalsiboard dengan ukuran
tebal 4 mm , Lembar penutup
plafond
dikaitkan/dihubungkan pada
rangka futser, yang sebelumnya
pada letak fitser gypsum dibuat
pahatan/lubang sedalam 5 mm
dengan diameter 25 mm. Dan
setelah pemasangan filter
ditutup kembali dengan
7
kompon dan paper tipe/plester
khusus.
3. Semua pekerjaan ini mengikuti
NI-5 ’61 dan NI-3 ’70 dan pola
pemasangan disesuaikan
dengan gambar rencana contoh
terlebih dahulu harus
mendapat persetujuan PPK/
Konsultan Pengawas.
4. Untuk semua penutup plafond
ini pemasangannya dilengkapi
dengan lis gypsum, tipe
menyesuaikan gambar,
khususnya yang berhubungan
dengan bentuk maupun motif
dan teknis pemasangan sesuai
dengan gambar.
5. Untuk mendapatkan bidang
langit-langit yang rapi dan rata
maka bagian bawah harus
diukur elevasinya sesuai
dengan gambar.
6. Langit-langit penutup plafond
baru boleh dipasang apabila
semua keperluan-keperluan/
kepentingan-kepentingan yang
akan ditutup selesai terpasang
secara keseluruhan seperti
kabel listrik, pipa air talang dan
sebagainya.
7. Pemasangan rangka ini harus
sudah diperhitungkan terhadap
beban dan aktivitas lainnya.
7. Pekerjaan Pelapis 1. Keramik dipasang dengan 1. Terkena gerinda
lantai dan dinding adukan 1 Pc : 3 Ps dengan tebal 2. Mata terkena debu
adukan + 3 cm. Celah antar potongan keramik
keramik lebarnya minimal 2 3. Tertusuk sisa
mm diisi dengan air semen dan potong keramik
selama pemasangan semua
material harus dilindungi dan
tidak boleh dikotori.
2. Pasangan ini harus
dilaksanakan dengan rata dan
dikerjakan oleh tukang yang
cakap dan mampu,
pemotongan harus dilakukan
dengan alat potong khusus dan
pada pertemuan sudut harus
dibuat dengan sambungan
verstek dan campuran apesi
adukan yang dipakai 1 Pc : 3Ps.
8. Dipasang pada bagian sesuai
yang ditunjuk dalam gambar
rencana/ Detail.
9. Material untuk pelapis dinding
bagian dalam ruangan
digunakan papan dari wallboard
PVC, Lembar wallboard
dikaitkan/dihubungkan pada
rangka futser, yang sebelumnya
pada letak fitser gypsum dibuat
8
pahatan/lubang sedalam 5 mm
dengan diameter 25 mm. Dan
setelah pemasangan filter
ditutup kembali dengan
kompon dan paper tipe/plester
khusus.
3. Semua pekerjaan ini mengikuti
NI-5 ’61 dan NI-3 ’70 dan pola
pemasangan disesuaikan
dengan gambar rencana contoh
terlebih dahulu harus
mendapat persetujuan PPK/
Konsultan Pengawas
8. Pekerjaan Pengecatan 1. Pengecatan tembok dan 1. Alergi Cat
langit-langitt 2. Jatuh dari
2. Pengecatan dilaksanakan ketingian
3. Mata terkena
pada semua dinding yang
cipratan cat
tampak, permukaan beton
dan langit-langit.
3. Cat tembok yang digunakan
adalah cat kualitas atau yang
setara. Semua contoh cat
terlebih dahulu harus
mendapat persetujuan
Direksi.
4. Semua dinding, langit-langit
yang akan dicat diplamur
atau didempul dari jenis yang
sama dari cat tembok,
dihaluskan dengan ampelas
hingga licin dan rata. Untuk
memakai pekerjaan
pengecatan dapat
dilaksanakan setelah dapat
ijin dari Direksi.
5. Khusus pendempulan langit-
langit untuk dicat harus
dijaga terhadap neut yang
telah terbentuk sehingga
tetap lurus dan rata.
6. Pengecatan dilakukan
minimal 3 kali dengan kuas
atau roller.
9. Pekerjaan Elektrikal Keterangan Umum : 1. Tersetrum
1. Sesuai persyaratan pada 2. terjatuh dari
umumnya, yang dimaksud ketinggian
pada pasal ini adalah Pihak 3. tangan terkena
Penyedia barang/jasa yang alat
melaksanakan pekerjaan listrik pemotong kabel
harus mempunyai surat
pengesahan instalatur (SPI)
dengan klas minimal C dan
SIKA.
2. Penyedia barang/jasa/
instalatr yang melaksanakan
instalasi listrik harus ahli serta
berpengalaman dibidangnya.
Semua instalasi listrik yang
terpasang harus mengacu pada
Peraturan Umum Instalasi
Listrik (PUIL 1997).
9
3. Penyedia barang/jasa harus
menawar seluruh lingkup
pekerjaan yang dijelaskan baik
dalam spesifikasi yang tertera
dalam gambar dimana bahan–
bahan dan peralatan yang
digunakan sesuai dengan
ketentuan pada spesifikasi
yang dipersyaratkan pada pasal
ini, merupakan kewajiban
Penyedia barang/jasa untuk
mengganti dan merubah yang
tidak sesuai dengan bestek
tanpa adanya tambahan biaya.

Lingkup Pekerjaan :
Sebagaimana tercantum pada
gambar-gambar Rencana, Pihak
Penyedia barang/jasa wajib
melakukan pengadaan,
pemasangan, pengujian serta
menyerahkan pekerjaan dalam
keadaan baik dan siap
digunakan semua dan dalam
keadaan menyala.
Instalasi listrik yang
dilaksanakan meliputi :
a. Pemasangan Instalasi lampu
dan stop kontak
b. Pemasangan saklar dan stop
kontak
c. Pemasangan lampu (sesuai
dengan Gambar dan BQ )
d. Pemasangan Exhaust fan
ceiling 10’’ ex Maspion

.
Instalasi Listrik Penerangan/
Stop Kontak :
1. Untuk semua pekerjaan
instalasi listrik (Penerangan
+Stop Kontak). Harus
menggunakan Pipa PVC 5/8”
yang dipasang menempel pada
plat struktur beton pada lantai
1, Sedangkan pada lantai 2
instalasi listrik yang terpasang
diatas plafon /rangka plafon
harus diklem menggunakan
klem pipa.
2. Kabel yang digunakan untuk
Instalasi penerangan dan stop
kontak menggunakan kabel
jenis NYM 3 X2,5 mm2 .
3. Cara pemasangan instalasi
listrik pada langit-langit diatas
plafon dan dibawah plat beton
harus diatur serapi mungkin
bentuk penyilangan dan
pertemuan menggunakan
10
kontak sambung yang ditutup
dengan LASDOP.
4. Semua instalasi pengkabelan
listrik harus masuk pada Panel
yang telah ditentukan pada
gambar.
5. Dan yang masuk pada dinding
harus menggunakan pipa yang
sesuai dengan kebutuhan
kabel yang masuk pada panel
termasuk Penyedia
barang/jasan pipa untuk
saklar/stop kontak.
6. Dalam pelaksanaan instralasi
listrik, Pihak Penyedia
barang/jasaan harus
melaksanakan sesuai dengan
gambar Rancangan /shof
drawing, dimana shof drawing
tersebut sudah diketahui
/disetujui oleh pihak
pengawas.
7. Akhir dalam pelaksanaan
instalasi listrik harus diadakan
pengujian MERGER TEST.
Pemasangan Lampu-lampu
penerangan :
1. Pemasangan lampu
penerangan harus disesuaikan
dengan rencana plafond dan
sesuai dengan gambar
perencanaan penempatan titik
lampu.
2. Jenis-jenis lampu yang
digunakan adalah yang tertera
dalam gambar /BQ yaitu jenis
LED .
3. Sebelum pemasangan lampu
pihak Penyedia barang/jasa
diharuskan mengajukan
contoh material yang akan
terpasang untuk mendapatkan
persetujuan dari pihak
pengawas.
4. Seluruh armature dan
komponen lampu harus baru
dan bukan barang bekas.
5. Jenis-jenis lampu yang
digunakan disesuaikan
dengan rencana gambar,baik
type dan jenis lampu.
6. Setelah terpasang lampu
lampu tersebut harus
diadakan pengetesan yang
disaksikan oleh pihak
pengawas dan owner serta
dibuatkan Berita Acara
Pengetesan dan Serah Terima
lampu.
7. Berita Acara Tersebut harus
dibuat rangkap 3 (tiga) dan
11
ditanda-tangani oleh semua
pihak.

Saklar dan Stop Kontak :


1. Stop kontak dan Saklar yang
dipasang pada dinding bata/
dinding partisi adalah type
inbow /rata dengan dinding.
2. Saklar yang dipasang
mempunyai rating 10 A atau
mengikuti standart VDE
sedangkan stop kontak
mempunyai rating 16 A serta
mempunyai lubang bulat.
3. Dan untuk Swicth socket
outlet +Indikator lamp yang
dipasang untuk kebutuhan AC
ratingnya 16A~20A.
4. Dalam pemasangan/
penempatan saklar dan stop
kontak dapat disesuaikan
dengan gambar dengan
ketinggian ;
Saklar = 150 cm
Stop kontak = 30 cm
Swicth socket = 270 cm
5. Stop kontak /Swicth socket
yang terpasang harus
disambung dengan Arde/
Grounding.
6. Produk saklar /stop kontak
/switch socket yang digunakan
dijelaskan dalam outline spek,
dengan jenis/tipe saklar/ stop
kontak sesuai yang ditunjuk
dalam BQ..

1.3. Identifikasi Bahaya, Pengendalian Risiko dan Penetapan Tingkat Risiko Pekerjaan Tabel 2.

Tabel Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

No. Uraian Kegiatan Identifikasi Bahaya Dampak/Resik Penetapan


o Pengendalian
Resiko
1. Pekerjaan 1. Tertimpa 1. Pekerja 1. Barikade /
Persiapan bongkar cedera\ batas area
(Pembersih an 2. Penyelesaia kerja
an dan bagian n pekerjaan 2. Mengguna
12
Pembongka dari terhambat kan
ran) gedung Sarung
2. Terjatuh Tangan
saat 3. Mengunak
melakuk an Sepatu
an safety
pembon 4. Mengguna
gkaran kan helm
atap. 5. Mengguna
kan
masker
6. Mengguna
kan savety
belt
2. 1. Tangan 1. Pekerja 1. Barikade /
Pekerjaan Terkena cedera batas
Persiapan paku 2. Penyelesai area
(Pekerjaan Pagar atau an kerja
Pengaman/ palu / pekerjaan 2. Menggunaka
Pagar Sementara) bodem terhambat n Sarung
2. Tangan Tangan
/ kaki 3. Mengunakan
terluka Sepatu safety
tergores 4. Menggunaka
tepi seng n helm
3. Tertusuk kayu 5. Menggunaka
rangka pagar n masker
3. Pekerjaan 1. Terjatuh 1. Pekerja 1. Barikade /
Persiapan (Uitset atau cedera batas
+ Pek. tergelincir 2. Penyelesai area
Bouwplank) saat an kerja
melakuk pekerjaan 2. Menggunaka
an terhambat n Sarung
penguku Tangan
ran di 3. Mengunakan
lapanga Sepatu safety
n 4. Menggunaka
2. Tertusu n helm
k kayu 5. Menggunaka
dan n masker
terpukul
bodem
4. Pekerjaan 1. Tertimpa 1. Pekerjaan 1. Pakai helm
Pasangan material tidak 2. Pakai Sepatu
2. Terkena maksimal safety
percikan saat 3. Pakai sarung
pemecahan 2. Pekerja tangan
batu cedera 4. Pasang jaring
3. Mata Terkena ringan pengaman
debu 5. Pakai rambu
/kelilipan peringatan
4. Alergi material 6. Pakai kaca
semen mata
5. Jatuh dari
ketinggian

5. Pekerjaan 1. Terkena bor 1. pekerjaan 1. Pakai Sepatu


Kusen Pintu atau gergaji tidak safety
dan Jendela potong maksimal 2. Pakai sarung
13
2. Tertusuk sisa 2. pekerja tangan
material cedera 3. Pasang jaring
aluminium ringan pengaman
3. Tersetrum 4. Pakai rambu
saat fabrikasi peringatan
4. Terjatuh saat 5. Pakai kaca
pemasangan mata
6. Pakai helm
6. Pekerjaan 1. Terkena bor 1. pekerjaan 1. Pakai Sepatu
Rangka Atap 2. Mata terkena tidak safety
percikan api las maksimal 2. Pakai sarung
3. Tersetrum saat 2. Pekerja tangan
mengelas cedera 3. Pasang jaring
4. Terjatuh saat Sedang pengaman
pemasangan dari 4. Pakai rambu
ketinggian peringatan
5. Tertusuk sisa 5. Pakai kaca
potong mata
galvalum 6. Pakai helm
7. Pakai sabuk
pengaman
7. Pekerjaan 1. Tertimpa material 1. pekerjaan 1. Pakai Sepatu
Penutup Atap 2. Jatuh dari tidak safety
ketinggian maksimal 2. Pakai sarung
3. Tergores 2. pekerja tangan
potongan cedera 3. Pasang jaring
sincalum Sedang pengaman
4. Terkena debu 4. Pakai rambu
potongan genteng peringatan
5. Pakai kaca
mata
6. Pakai helm
7. Pakai sabuk
pengaman
8. Pekerjaan 1. Terkena bor 1. pekerjaan 1. Pakai Sepatu
Plafond 2. Tertimpa material tidak safety
3. Terjatuh dari maksimal 2. Pakai sarung
ketinggian 2. -pekerja tangan
4. Terkena debu cedera 3. Pasang jaring
plafond ringan pengaman
4. Pakai rambu
peringatan
5. Pakai kaca
mata
6. Pakai helm.
7. Pakai sabuk
pengaman
9. Pekerjaan 1. Terkena gerinda 1. pekerjaan 1. Pakai Sepatu
Keramik 2. Mata terkena debu tidak safety
potongan keramik maksimal 2. Pakai sarung
3. Tertusuk sisa 2. pekerja tangan
potong keramik cedera 3. Pakai kaca
ringan mata
4. Pakai helm
1 Pekerjaan Cat 1. Alergi Cat 1. Pekerjaan 1. Pakai sepatu
0. 2. Jatuh dari tidak safity
ketinggian maksimal 2. Pakai helm
2. Pekerja 3. Pakai masker
cedera 4. Pasang jaring
14
ringan pengaman
1 Pekerjaan 1. Tersetrum -pekerjaan [Link] sepatu
2. Elektrikal 2. terjatuh dari tidak safety
ketinggian maksimal 2. pakai sarung
tangan
- pekerja 3. pakai helm
cedera sedang 4. pakai kaca mata

KESELAMATA
Orang HARTA LINGKUNGA
N UMUM
Pekerjaan Identifikas BENDA N
Beresiko i TR TR
TR TR =
Bahaya K A = K A K A = K A
=Kx KxA
Kx Kx
A A A
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)
1. Pekerjaan 1. Tertimpa 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 2 2
Plesteran material
2. Mata
Terkena
debu
/kelilipan
3. Alergi
material
semen
4. Jatuh dari
ketinggian

3. Pekerjaan 1. Terkena 1 3 3 1 3 3 1 3 3 1 3 3
Rangka bor
Atap 2. Mata
terkena
percikan api
las
3. Tersetrum
saat
mengelas
4. Terjatuh

15
saat
pemasangan
dari
ketinggian
5. Alergi besi
,cat
6. Tertusuk
sisa potong
besi
7. Tertimp
a material
dan alat
4. Pekerjaan 1. Terkena 1 3 3 1 2 2 1 2 2 1 1 1
pelapis gerinda
lantai dan 2. Mata
dinding terkena
debu
potongan
keramik
3. Tertusuk
sisa potong
keramik
5. Pekerjaan 1. Tertimpa 1 3 3 1 2 2 1 2 2 1 2 2
penutup material
Atap 2. Jatuh dari
ketinggian
3. Terkena
debu
potongan
genteng
6. Pekerjaan 1. Terkena bor 1 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2
Plafod 2. Tertimpa
material
3. Terjatuh dari
ketinggian
4. Terkena debu
plafond
7. Pekerjaan 1. Tersetrum 1 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2
Elektrikal 2. terjatuh dari
ketinggian

Catatan :
K : Kekerapan
A : Akibat
(keparahan)
TR : Tingkat Risiko

Tingkat Risiko
Nilai 1-3 = Risiko
kecil
Nilai 4-6 = Risiko
sedang
16
Nilai 7-9 = Risiko
tinggi

Kepala Perancangan
Konstruksi .
CV. FIRDA KONSULTAN

F. SANDY OKTANOVA, ST
Direktur

17
1.4 Peraturan Perundang-Undangan dan Standar

No Pengendalian Peraturan Perundangan & Klausula / Pasal


Risiko Persyratan Lainnya Yang
Menjadi Acuan
1. Terdapat Undang – Undang RI No. 14 Pasal 15 Huruf
Papan Nama Tahun 2008 Tentang (d.) Lampiran II
Informasi Keterbukaan Informasi Publik Permen PU No.
Proyek 12/PRT/M/2014,
B.3
(b)
2. Pagar Pengaman Permenaker No. 1 tahun 1980 Pasal 5 (1)
Proyek Bab 2 Permen PU No. Pasal 34 (b) &
19/PRT/M/2011 Pasal 36
3. Bendera Kepmenaker No. 1135 tahun
1987 : Bendera K3
4. Keselamatan Kerja UU No 1 / 1970
5. Jasa Konstruksi UU No 18 / 1999
6. Ketenagakerjaan UU No 13 / 2003
7. Lalu Lintas Jalan UU No 14 tahun 1992
8. Kesehatan UU No 23 tahun 1992
9. Keselamatan & Permenaker No 1 / 1980
Kesehatan Kerja
pada Konstruksi
Bangunan
10. Keselamatan & Kpts. Bersama Menaker-MenPU
Kesehatan Kerja No. Kep./174/MEN/1986
pada Kegiatan
Konstruksi
11. Sistem Manajemen Permenaker No 5 / 1996
Keselamatan &
Kesehatan Kerja
(SMK3)
12. Pedoman Sistem Permen PU No 09/2008
Manajemen K3
Konstruksi

1.5 Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian dan Pemeliharan


Konstruksi Bangunan
Sumber daya, struktur organisasi dan pertanggungjawaban pimpinan
puncak harus mengambil tanggung jawab utama untuk K3 dan sistem
manajemen K3. Menjamin setiap karyawannya yang terlibat dalam pekerjaan
yang mengandung risiko K-3 memiliki kompetensi atas dasar pendidikan,
pelatihan atau pengaaman yang sesuai. Dalam kaitannya dengan bahaya K-3
dan SMK-3, Penyedia Jasa harus membuat, menerapkan dan memelihara
prosedur untuk komunikasi intern, pemasok, sub kontraktor, dan menerima
serta mendokumentasikan juga menanggapi kritik dan saran dari pihak luar
terkait.
Dokumentasi meliputi kebijakan dan sasaran K-3, uraian lingkup
SMK3, unsur utama dari SMK-3 dan kaitannya, acuan dan rekaman yang
diperlukan.
Pengelolaan dokumen harus memenuhi yang diperlukan oleh SMK-3,
Penyedia Jasa harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur,
untuk menyetujui, mengkaji ulang, meyimpan dan memastikan versi terbaru
18
dari dokumen yang dipakai.
Penyedia Jasa harus menentukan jenis kegiatan yang bahayanya
telah diidentifikasi, dan pada pelaksanaannya dianggap perlu untuk
melakukan pengendalian operasional untuk mengelola risiko K-3. Membuat,
mengidentifikasi, menerapkan dan memelihara prosedur pada situasi
darurat

19
1.6 Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi

Berdasarkan hasil identifikasi bahaya untuk pelaksanaan pekerjaan :

Nama Paket Pekerjaan : Perencanaan/ Dan Perawatan Gedung Kantor


Kementrian Agama Gresik

Harga Penilaian : Tingkat Risiko Orang = 2,14


Perancangan Tingkat Risiko Orang Harta
(Estimate Engineer) Benda = 1,85 Tingkat Risiko
Orang Lingkungan = 1,71
Tingkat Risiko Orang Keselamatan Umum =
1,71
Lokasi Pekerjaan : Jl. Jaksa Agung Suprapto Gresik

Maka dengan ini menetapkan bahwa tingkat Risiko Keselamatan


Konstruksi untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah
:

RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI (BESAR/SEDANG/KECIL)

Jabatan : (Penanggung Jawab Perusahaan)

Nama : F. SANDY OKTANOVA, ST

Tanda Tangan :

Keterangan :
Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk
menentukan kebutuhan Ahli K3 Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan
Konstruksi, tidak untuk menentukan kompleksitas atau segmentasi pasar
Jasa Konstruksi.

20
2 DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

2.1. Biaya Keselamatan Konstruksi

HARGA JUMLAH
No. JENIS PEKERJAAN VOLUME
SATUAN HARGA

1 2 3 4 5

PEKERJAAN PERSIAPAN / SARANA


A
DAN PRASANA

I BIAYA K3

Alat Pelindung kerja / Diri terdiri atas


d.
:
Safety helmet / Helm pelindung Rp Rp
1 6,00 bh
kepala 35.000,00 210.000,00
Rp Rp
2 Safety shoes / Sepatu pengaman 6,00 psg
100.000,00 600.000,00
Safety gloves / Sarung tangan Rp Rp
3 6,00 psg
pengaman 8.000,00 48.000,00
Rp Rp
4 Safety vest / Rompi kerja 6,00 bh
30.000,00 180.000,00
Rp Rp
5 Masker 4,00 box
15.000,00 60.000,00
Asuransi dan Perijinan terdiri
e.
atas :
Rp Rp
1 BPJS ketenagakerjaan 1,00 ls
395.454,55 395.454,55
f. Personil K3 terdiri atas :
Petugas K3 (1 orang selama masa Rp Rp
1 3,00 bln
pelaksanaan) 2.000.000,00 6.000.000,00
h. Rambu - Rambu terdiri atas :
Rp Rp
1 Rambu Peringatan 2,00 bh
75.000,00 150.000,00
Rp
JUMLAH
7.643.454,55

2.2. Kebutuhan Personil K3 Konstruksi


a. Jumlah Tenaga Kerja Konstruksi

No Jabata Jumla
n h
Persone
l
1 Petugas K3 Konstruksi 1

21

Anda mungkin juga menyukai