0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
165 tayangan30 halaman

Contoh Renja RS Bhayangkara 2021

1) Dokumen ini berisi rencana kerja Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari tahun 2021. 2) Rumah sakit ini bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi anggota kepolisian dan keluarganya serta masyarakat umum. 3) Rencana kerja ini mengarahkan kegiatan rumah sakit sesuai visi, misi, kebijakan dan tujuan yang telah ditetapkan.

Diunggah oleh

budi waluyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
165 tayangan30 halaman

Contoh Renja RS Bhayangkara 2021

1) Dokumen ini berisi rencana kerja Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari tahun 2021. 2) Rumah sakit ini bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi anggota kepolisian dan keluarganya serta masyarakat umum. 3) Rencana kerja ini mengarahkan kegiatan rumah sakit sesuai visi, misi, kebijakan dan tujuan yang telah ditetapkan.

Diunggah oleh

budi waluyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH SULAWESI TENGGARA


RUMKIT BHAYANGKARA TK III KENDARI

RENCANA KERJA
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA [Link] KENDARI
TAHUN ANGGARAN 2021.

BAB I
LATAR BELAKANG.

1. Kondisi Umum

Rencana Kerja Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari Polda


Sultra Tahun 2021 sebagai salah satu dokumen Satker Rumah Sakit Bhayangkara
Tingkat III Kendari Polda Sultra untuk periode satu tahun mendatang yang disusun
berpedoman pada rencana strategis Polda Sultra dan rencana strategis Pusdokkes
Polri serta Biddokkes Polda Sultra sebagaimana yang telah diatur dalam RKA-KL
Polri.

Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari Polda Sultra sebagai Unit
Pelaksana Teknis (UPT) dari Pusdokkes Polri dengan tugas menyelenggarakan
dukungan kesehatan yang profesional berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi
serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna bagi masyarakat Polri
jajaran Polda Sultra agar sehat Samapta dan sejahtera, diarahkan semakin
meningkatkan kinerja dan peranannya dalam rangka mendukung tugas Pokok Polri
yang semakin kompleks maupun untuk memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat
Polri terhadap pelayanan kesehatan.

Rencana Kerja dan Anggaran Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III


Kendari tahun 2021 akan mengarahkan setiap langkah kegiatan dalam program,
Rencana Kerja, dan kegiatan yang sesuai dengan Visi, Misi, Kebijakan, Tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan.
[Link]….
a. Perkembangan Aspek Kehidupan sesuai Tupoksi Satker di Lingkungan
Mapolda.

Sejak perubahan sistem keuangan yang berdiri secara mandiri


sebagai satker maka Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari sudah
banyak berbenah untuk lebih mengoptimalkan penyerapan anggaran yang ada
dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Polri/PNS dan
keluarganya.

Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari Polda Sultra dibentuk


berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 11 Tahun 2011 tanggal 30 Juni 2011
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Bhayangkara
Kepolisian Negara Republik Indonesia. Berdasarkan peraturan Kapolri pada
pasal 5 (ayat 1) dijelaskan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara merupakan UPT
Pusdokkes Polri yang berkedudukan di bawah Kapusdokkes Polri selaku
pembina fungsi teknis kedokteran kepolisian dan kesehatan kepolisian, untuk
pelaksanaan teknis operasional dan administratif bertanggung jawab kepada
Kepala Kesatuan Wilayah dan/atau Kepala Unit Organisasi yang bersesuaian.

Dijelaskan dalam pasal 6 Peraturan Kapolri bahwa Rumah Sakit


Bhayangkara bertugas menyelenggarakan kegiatan pelayanan kedokteran
kepolisian untuk mendukung tugas operasional Polri dan pelayanan kesehatan
kepolisian bagi Pegawai Negeri pada Polri dan keluarganya serta masyarakat
umum secara prima.

Penyelenggaraan rumah sakit di lingkungan Polri menerapkan


prinsip-prinsip :
1) profesional, yaitu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi satuan
organisasi dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang
dimiliki;
2) prosedural, yaitu dilaksanakan dengan mekanisme dan tata cara sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan; /2). prosedural.....
3) akuntabel, yaitu pelayanan dan pengelolaan Rumkit Bhayangkara yang
dapat dipertanggungjawabkan;
4) transparan, yaitu secara terbuka sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
5) nesesitas, yaitu dalam pengisian jabatan struktural dan fungsional
disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan kompetensi.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana pasal 7 Peraturan Kapolri
Nomor 11 Tahun 2011 tanggal 30 Juni 2011 Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat
III Kendari menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
1) pembinaan pengawasan dan pengendalian kegiatan secara internal pada
bidang pengelolaan sumber daya dan operasional pelayanan sesuai
dengan standar pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara;
2) pembinaan perencanaan dan administrasi Rumah Sakit Bhayangkara
meliputi bidang personel, materil, logistik, dan keuangan;
3) pembinaan fungsi pelayanan kesehatan yang meliputi Sistem Informasi
Manajemen (SIM), Rekam Medik (RM), dan pendidikan pelatihan serta
penelitian pengembangan;
4) pelayanan medik dan keperawatan untuk mewujudkan pelayanan prima
dan paripurna;
5) pelayanan kedokteran kepolisian yang meliputi kegiatan Kedokteran
Forensik, Disaster Victim Identification (DVI) dan Kesehatan Kamtibmas;
6) pelayanan penunjang medik dan penunjang umum untuk mewujudkan
pelayanan prima dan paripurna;
7) penatausahaan dan urusan dalam kegiatan Rumah Sakit Bhayangkara.
Rumah Sakit Bhayangkara dipimpin oleh Karumkit yang bertanggung
jawab kepada Kepala Kesatuan Wilayah/Kepala Unit Organisasi yang
membawahkan Rumkit Bhayangkara melalui Kabiddokkes Polda. Karumkit
Bhayangkara dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bantu oleh Wakarumkit
Bhayangkara yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Karumkit
Bhayangkara.
Rumkit Bhayangkara terdapat unsur pembantu pimpinan dan
pelaksana staf yang terdiri dari :
1) Subbagwasintern;
2) Subbagrenmin; dan
3) Subbagbinfung.
Dan unsur pelaksana utama yang terdiri dari :
1) Subbidyanmeddokpol; dan
2) Subbidjangmedum.
Serta Unit-unit Non-Struktural yang terdiri dari :
1) Komite; dan
2) Instalasi
Tugas dan fungsi masing-masing bagian yang terdapat dalam
struktur organisasi Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III adalah sebagai
berikut :
1) Subbagwasintern bertugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan
kegiatan Rumkit Bhayangkara secara internal pada bidang pengelolaan
sumber daya dan operasional pelayanan sesuai dengan standar pelayanan
Rumkit Bhayangkara. Dalam melaksanakan tugas, Subbagwasintern
menyelenggarakan fungsi:
a. pengawasan dan pembinaan sumber daya; dan
b. pengawasan operasional pelayanan Rumkit Bhayangkara.
Dalam melaksanakan tugas Subbagwasintern dibantu oleh:
a. Urwasbin, yang bertugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan
sumber daya; dan
b. Urwasopsyan, yang bertugas melaksanakan pengawasan operasional
pelayanan Rumkit Bhayangkara.
2) Subbagrenmin merupakan unsur pembantu pimpinan dan pelaksana staf
Rumkit Bhayangkara yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Karumkit Bhayangkara. Subbagrenmin bertugas membina dan
menyelenggarakan perencanaan dan administrasi pelayanan kesehatan di
lingkungan Rumkit Bhayangkara. Dalam melaksanakan tugas,
Subbagrenmin menyelenggarakan fungsi:
a. perencanaan kerja dan anggaran;
b. penyelenggaraan manajemen SDM;
c. penyelenggaraan manajemen materiil dan logistik;
d. penyelenggaraan manajemen keuangan Rumkit
Bhayangkara; dan;
e. penyelenggaraan ketatausahaan dan urusan dalam.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut di atas, Subbagrenmin
dibantu oleh :
a. Urtu, yang bertugas menyelenggarakan penatausahaan administrasi
Rumkit Bhayangkara;
b. Urren, yang bertugas menyelenggarakan perencanaan kerja dan
anggaran;
c. Urmin, yang bertugas menyelenggarakan manajemen SDM meliputi
perencanaan kebutuhan, penerimaan personel, dan pembinaan karier,
serta penyelenggaraan materiil dan logistik; dan
d. Urkeu, yang bertugas menyelenggarakan pengelolaan keuangan
Rumkit Bhayangkara.
3) Subbag binfung merupakan unsur pembantu pimpinan dan pelaksana
staf Rumkit Bhayangkara yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Karumkit Bhayangkara. Subbagbinfung bertugas melaksanakan
SIM, RM, serta pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan di
lingkungan Rumkit Bhayangkara. Dalam melaksanakan tugas,
Subbagbinfung menyelenggarakan fungsi perencanaan, penatalaksanaan,
pengawasan dan pengendalian kegiatan SIM dan RM serta pelaksanaan
pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan. Dalam
melaksanakan tugas Subbagbinfung dibantu oleh:
a. Ur SIM dan RM, yang bertugas menyelenggarakan perencanaan,
penatalaksanaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan SIM dan
RM; dan
b. Urdiklit, yang bertugas menyelenggarakan pendidikan, pelatihan,
penelitian dan pengembangan.
4) Subbidyanmeddokpol merupakan unsur pelaksana utama Rumkit
Bhayangkara yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Karumkit Bhayangkara. Subbidyanmeddokpol bertugas menyelenggarakan
kegiatan pelayanan medik, pelayanan keperawatan dan pelayanan
kedokteran kepolisian di lingkungan Rumkit Bhayangkara untuk
mewujudkan pelayanan prima dan paripurna. Dalam melaksanakan tugas,
Subbidyanmeddokpol menyelenggarakan fungsi:
a. pelayanan medik;
b. pelayanan keperawatan;
c. pelayanan kedokteran kepolisian; dan
d. pelayanan instalasi.
Dalam melaksanakan tugas Subbidyanmeddokpol dibantu oleh:
a. Uryanmed, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pelayanan
medik;
b. Uryanwat, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pelayanan
keperawatan;
c. Uryandokpol, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pelayanan
kedokteran kepolisian; dan
d. Instalasi-instalasi, yang bertugas menyelenggarakan pelayanan sesuai
dengan instalasinya, meliputi:
 IGD;
 IBS;
 IRNA;
 IRJA;
 Wattah; dan
 PPT.
5) Subbidjangmedum merupakan unsur pelaksana utama Rumkit
Bhayangkara yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Karumkit [Link] bertugas menyelenggarakan
pelayanan penunjang medik dan penunjang umum untuk mewujudkan
pelayanan prima dan paripurna. Dalam melaksanakan tugas,
Subbidjangmedum menyelenggarakan fungsi:
a. pelayanan penunjang medik;
b. pelayanan penunjang umum; dan
c. pelayanan instalasi;
Dalam melaksanakan tugas Subbidjangmedum dibantu oleh:
a. Urjangmed, yang bertugas menyelenggarakan pelayanan penunjang
medik;
b. Urjangum, yang bertugas menyelenggarakan pelayanan penunjang
umum;
c. Instalasi-instalasi dalam bidang Penunjang Medik yang bertugas
menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan instalasinya, meliputi:
 Instalasi Laboratorium Patologi Klinik;
 Instalasi Radiologi;
 Instalasi Farmasi;
 Instalasi Gizi; dan
 Instalasi dalam bidang Penunjang umum yang bertugas
menyelenggarakan pelayanan IPPR
6) Unit-Unit Non-Struktural yaitu Komite dan Instalasi
Komite merupakan wadah non struktural bagi tenaga ahli atau profesi yang
dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada Karumkit
Bhayangkara guna meningkatkan dan mengembangkan mutu pelayanan
Rumkit Bhayangkara. Komite meliputi dua sub unit yaitu :
a. Komite Medik (Kommed)
Komite dibentuk dan ditetapkan oleh Karumkit Bhayangkara sesuai
kebutuhan rumah sakit dengan masa kerja paling lama 3 (tiga) tahun.
Komite dipimpin oleh seorang ketua yang dipilih oleh para koordinator
Kelompok Ahli, diusulkan oleh Karumkit Bhayangkara dan ditetapkan
dengan Keputusan Kapolda. Komite berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Karumkit Bhayangkara. Kommed
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) huruf a, merupakan
wadah non struktural yang bertugas memberikan pertimbangan
kepada Karumkit Bhayangkara guna menentukan standar pelayanan
medik dan meningkatkan mutu pelayanan medik. Kommed
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyelenggarakan fungsi:
 penerapan manajemen medik;
 perencanaan dan pelaksanaan audit medik;
 penyusunan dan perumusan standar operasional prosedur;
 perumusan dan pemecahan kasus medik;
 pengaturan tugas dan tanggung jawab anggota SMF; dan
 pembinaan etika profesi medik.
b. Komite Keperawatan (Komwat)
Komwat merupakan wadah non struktural yang bertugas memberikan
pertimbangan kepada Karumkit Bhayangkara guna menentukan
standar asuhan keperawatan dan meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan. Komwat menyelenggarakan fungsi:
 penerapan manajemen asuhan keperawatan;
 perencanaan dan pelaksanaan audit asuhan keperawatan;
 penyusunan dan perumusan standar asuhan keperawatan;
 pengaturan tugas dan tanggung jawab tenaga keperawatan; dan
 pembinaan etika profesi keperawatan.
Instalasi merupakan wadah non struktural yang menyediakan fasilitas
dan menyelenggarakan kegiatan pelayanan, pendidikan dan
penelitian Rumkit Bhayangkara. Perubahan jenis instalasi ditetapkan
oleh Karumkit Bhayangkara sesuai tingkat dan kemampuan Rumkit
Bhayangkara setelah disetujui oleh Kabiddokkes. Instalasi dipimpin
oleh seorang kepala instalasi yang ditetapkan dengan Keputusan
Kapolda melalui Kabiddokkes. Kepala instalasi dalam melaksanakan
tugasnya dibantu oleh tenaga fungsional dan/atau non kesehatan.
7) Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang
terbagi atas berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang
keahliannya. Masing-masing tenaga fungsional berada di lingkungan unit
kerja rumah sakit sesuai dengan kompetensinya. Jumlah tenaga fungsional
ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang
jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

b. Analisis SWOT
Kondisi saat ini yang dihadapi oleh Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III
Kendari dapat di lihat dari gambaran SWOT ( kekuatan, kelemahan, peluang
dan ancaman ) sebagai berikut :
1) Kekuatan
a. Letak Rumah Sakit Bhayangkara Kendari yang strategis yaitu di pusat
kota kendari dan sangat mudah diakses;
b. Rumah Sakit Bhayangkara Kendari telah terakreditasi secara nasional
oleh Kemenkes RI dengan 5 pelayanan dasar;
c. Tarif pelayanan yang kompetitif;
d. Adanya pelayanan unggulan (Dokpol, Onkologi dan Urologi).
e. Rumah Sakit Bhayangkara Kendari telah lulus menjadi Badan Layanan
Umum (BLU) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
f. Rumah Sakit Bhayangkara Tk IV Kendari telah naik tingkat menjadi
Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Kendari.
2) Kelemahan
a. Kualitas dan kuantitas SDM medis dan paramedis yang perlu di
tingkatkan;
b. Sarana dan prasarana kesehatan yang masih perlu terus
dikembangkan;
c. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang masih perlu
diintegrasikan;
d. Tata letak dan tata ruang yang masih perlu penyesuaian.
e. SDM Non Organik atau SDM tenaga kontrak lebih banyak dari personil
Polri dan PNS Polri yang bekerja di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.
3) Peluang
a. Kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit Bhayangkara Kendari meningkat;
b. Pemanfaatan Rumah Sakit Bhayangkara Kendari sebagai pusat
pendidikan dan pelatihan siswa-siswa D3 Kebidanan, D3keperawatan,
Profesi Ners, farmasi dan analis kesehatan;
c. Peningkatan status rumah sakit dari Tingkat III ke tingkat III;
d. Polri dan PNS serta keluarga mempunyai ketertarikan psikologi dengan
rumah sakit sebagai peserta BPJS;
e. MOU dengan PT. Jasa Raharja, Ditlantas Polda Sultra sebagai
pelayanan Kecelakaan Lalu Lintas (KLL).
4) Ancaman
a. Meningkatnya tuntutan pelanggan terhadap pelayanan kesehatan yang
bermutu;
b. Kemajuan teknologi kedokteran dan teknologi informasi yang sangat
cepat;
c. Kecanggihan pemeriksaan diagnostik di Laboratorium klinik swasta;
d. Masih bertahannya pengobatan tradisional yang di yakini sebagian
besar masyarakat kota Kendari yang masih kental menganut
kepercayaan kepada adat leluhur.
e. Bertambahnya jumlah Rumah Sakit Swasta yang ada di kota Kendari
sebagai pesaing Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.
2. Identifikasi Masalah
Beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam
pencapaian kinerja Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari, antara lain :
a) Pengembangan dan peningkatan fasilitas kesehatan ( sarana prasarana,
peralatan dan ketenagaan ) dan pelayanan kesehatan Rumah Sakit
Bhayangkara TK III Kendari ( manajemen, operasional dan kultural ) belum
sesuai standard dan peningkatan cakupan dan jangkauan pelayanan
masih terbatas karena didukung anggaran yang kurang memadai dan SDM
yang terbatas;
b) Terbatasnya tenaga medis dan paramedis yang merupakan anggota Polri
dan PNS Polri, sehingga membutuhkan penambahan tenaga pegawai Non
PNS/tenaga kontrak atau mitra dan ini berdampak pada pengeluaran
anggaran;
c) Kondisi gedung lama masalah dalam penataan ruangan dan pemeliharaan
gedung;
d) Sebagian besar fasilitas yang dimiliki Rumah Sakit Bhayangkara Tk III
Kendari sudah perlu untuk diperbaharui dan ditambah;
e) Terbatasnya sarana dan prasarana Rumah Sakit sehingga dapat
menghambat pelayanan kesehatan yang optimal;
f) Akreditasi rumah sakit yang sudah habis yang dipergunakan untuk syarat
kerjasama dengan pihak BPJS.
g) Terbatasnya program tugas belajar bagi personil Rumah Sakit Bhayangkara
Tk III Kendari untuk menambah kemampuan dan pendidikan di luar Sulawesi
Tenggara.
/ BAB II......

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PRIORITAS

Berdasarkan tugas pokok, fungsi dan peran Polda Sulawesi Tenggara dalam
Pemerintahan Daerah maka tujuan dan sasaran Satker Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat
III Kendari Tahun Anggaran 2021 merupakan penjabaran dari tujuan dan sasaran Polda
Sultra Tahun Anggaran 2020 yang merupakan tahun ke lima dari Rencana Strategis Polri
tahun 2020 – 2024 yaitu “Terwujudnya pelayanan masyarakat yang prima sampai jajaran
kewilayahan terjauh dan sinergi kepolisian yang produktif dengan didukung Almatsus Polri
berbasis teknologi kepolisian , sumber daya manuasia berkualitas, dan kecukupan
kesejahteraan personil Polri guna menghadapi kondisi daya saing bangsa dan keunggulan
nasional”.

1. Visi dan Misi


a. Visi Polda Sultra.
Mengacu pada Visi Polri maka Visi Polda Sulawesi Tenggara adalah
“Terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Aman dan Tertib”.
b. Misi Polda Sultra
1. Melindungi;
2. Mengayomi
3. dan Melayani Masyarakat
c. Visi Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari
Mengacu pada Visi Pusdokkes Polri dan Polda Sultra maka disusun Visi Rumah
Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari sebagai berikut : “Terciptanya Pelayanan
Rumah Sakit Bhayangkara Yang Profesional dan Dipercaya”
d. Misi Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari
1. Memberikan pelayanan kesehatan bagi anggota Polri dan masyarakat
umum secara paripurna;
2. Memberikan dukungan kesehatan pada kegiatan operasional fungsi
Kepolisian;
3. Terciptanya insan Kesehatan Polri yang handal melalui pelatihan teknis.
2. Tujuan Jangka Menengah
a. Tujuan Jangka Menengah Polda Sulawesi Tenggara.
1) Menjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang
humanis dan bermartabat;

2) Menegakkan hokum scara berkeadilan;

3) Mewujudkan personil polda sultra yang profesional;

4) Menerapkan manajemen polri yang terintegritas dan terpercaya;

b. Tujuan Jangka Menengah Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari.


1) Pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Polri jajaran
Polda Sultra sampai dengan satuan terkecil ( Polsek-Polsek atau
Polsubsektor );
2) Peningkatan fungsi Kedokteran Kepolisian guna mendukung fungsi
operasional Kepolisian dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang
mantap melalui program perpolisian masyarakat ( Community Policing )
yang berorientasi kepada masyarakat sebagai mitra kerja yang
kedudukannya setara dalam menyelesaikan masalah sosial yang terjadi
didalam masyarakat;
3) Membangun kerja sama dengan instansi terkait dalam memberikan
pelayanan kesehatan bagi masyarakat Polri dan masyarakat umum;
4) Komitmen Rumkit Bhayangkara Kendari untuk menerapkan dan
mendukung pemberlakuan UU Nomor 24 Tahun 2010 tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

3. Sasaran Prioritas
a. Sasaran prioritas Polda Sulawesi Tenggara Tahun 2021.
1) Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang humanis dan
bermartabat;
2) Mengoptimalkan pelayanan public Polda Sultra;

3) Penegakan hukum secara berkeadilan;

4) Meningkatkan profesionalpersonel Polda Sultra;


5) Mengusulkan penambahan Alpalkam dan Almatsus sesuai karakteristik
wilayah Sulawesi Tenggara ;

6) regulasi dan system pengawasan yang efektif dan terpercaya

b. Sasaran Prioritas Rumah Sakit Bhayangkara [Link] Kendari Tahun 2021


1) Terlaksananya kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kendari dan Dinas
Kesehatan Propinsi dalam penerbitan Surat Izin Praktek (SIP) atau Surat
Tugas bagi tenaga Medis dan Surat Ijin Kerja (SIK) bagi Paramedis Rumah
Sakit Bhayangkara [Link] Kendari;
2) Tercapainya kuantitas SDM yang memadai dan profesional / proporsional
dalam memberikan pelayanan kesehatan tanpa mengabaikan kualitas;
3) Penanganan bencana alam, warga negara asing (imigran) dan memberikan
jaminan kesehatan bagi para korban;
4) Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
yang tercermin pada kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit
Bhayangkara [Link] Kendari kepada masyarakat guna terwujudnya standar
pelayanan prima;
5) Menjadi mitra BPJS sebagai Pusat Pelayanan Tingkat Lanjutan yang
diperhitungkan keberadaannya di Kota Kendari;
6) Penanganan personel Polri bagi yang mengalami kecelekaan saat tugas
operasional maupun pasca penugasan/operasional yang tidak maupun
penyakit tertentu yang tidak masuk tanggungan BPJS;
7) Dukungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam bentuk kedokteran
forensik, pemeriksaan kesehatan tahanan serta Keskamtibmas deteksi dini
Narkoba;
8) Tercapainya akreditasi Rumah Sakit Bhayangkara [Link] Kendari sesuai
standar dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) versi 2012.

/7).BAB III..............
BAB III

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

I. Arah kebijakan dan strategi Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara


1) a. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas
“pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang
humanis dan bermartabat”, yaitu :

a) penguatan peran intelijen Polda Sultra dalam menjaga


keamanan wilayah Sulawesi Tenggara melalui peningkatan
kemampuan deteksi aksi. Untuk mewujudkan arah kebijakan
tersebut, maka strategi yang akan dilakukan :

- meningkatkan kemampuan deteksi aksi (deteksi dini,


peringatan dini dan cegah dini) fungsi intelijen keamanan
Polda Sultra yang didukung personel, anggaran dan
teknologi intelijen yang memadai guna menurunkan dan
mengeliminasi setiap potensi gangguan keamanan dan
gejolak [Link] yang proaktif terhadap potensi
kejahatan dan gangguan Kamtibmas serta terorisme. Untuk
mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang
akan dilakukan:

(1) menguatkan program Polmas dengan penggelaran satu


Bhabinkamtibmas satu desa/kelurahan;

(2) meningkatkan kemampuan pencegahan/penanganan


radikalisme dan intoleransi melalui kegiatan preemtif
dan preventif;

(3) meningkatkan kemampuan pencegahan kejahatan


melalui penguatan kegiatan fungsi Binmas;

(4) penggalangan terhadap individu, kelompok maupun


media sosial serta kerjasama dengan instansi terkait;

(5) identifikasi terhadap individu atau kelompok dan


sosialisasi terhadap mantan Narapidana dengan
keluarganya.
c) peningkatan peran aktif masyarakat dalam memelihara
keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk mewujudkan
arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

(1) membangun dan memberdayakan pengawasan


swakarsa;

(2) meningkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas dalam


mendampingi mantan pecandu Narkoba yang telah
direhabilitasi dengan menggunakan program dana
desa.

d) mewujudkan Kamseltibcarlantas. Untuk mewujudkan arah


kebijakan tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

- melaksanakan sosialisasi budaya tertib lalu lintas.

e) penggelaran operasional dan back up kewilayahan personel


Polda Sultra dalam rangka pengamanan unjuk rasa, konflik
sosial dan menjalin sinergitas polisional. Untuk mewujudkan
arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

(1) menyiapkan …..


(1) menyiapkan personel Polda Sultra untuk mampu di gerakkan
secara cepat dalam rangka pengamanan unjuk rasa, konflik
sosial;

(2) membentuk sistem rayonisasi dalam rangka penanganan


tahap awal penanggulangan gangguan keamanan dan
ketertiban masyarakat yang berkadar dan berintensitas
tinggi;

(3) membangunan sinergitas dengan satuan kewilayahan dan


para pemangku kepentingan (stakeholder) yang produktif
guna mewujudkan situasi keamanan Sultra yang kondusif.

f) peningkatan kerja sama. Untuk mewujudkan arah kebijakan


tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

- inventarisasi MoU Polda Sultra dengan instansi terkait dan


stakeholder lainnya dalam rangka memperbaharui kerja
sama yang habis masa berlakunya.

g) penggelaran patroli kapal di wilayah perairan Sultra guna


mendukung terlaksananya pengamanan laut. Untuk mewujudkan
arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

- patroli kapal di seluruh wilayah perairan Sultra dan


sepanjang garis pantai untuk melaksanakan pengamanan
perairan dan penegakan hukum.

2) arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas


“mengptimalkan pelayanan publik Polda Sultra yang prima berbasis
TIK” yaitu :

a) mengusulkan pengembangan sarana prasarana pelayanan publik


yang berbasis TIK. Untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut,
maka strategi yang akan dilakukan:

(1) melakukan inventarisasi kondisi riil sarana prasarana atas


pelayanan publik yang berbasis TIK;

(2) melakukan evaluasi atas sarana prasarana pelayanan publik


yang berbasis TIK.

b) peningkatan …..
b) peningkatan kualitas pelayanan dan sikap petugas serta
meniadakan pungutan liar pada pelayanan publik. Untuk
mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:

(1) peningkatan pelayanan surat ijin operasional BUJP melalui


pelayanan satu pintu;

(2) menyusun standar operasional prosedur untuk pelayanan


PNBP fungsi Binmas;

(3) melaksanakan pelatihan revolusi mental;

(4) mengusulkan pembangunan Satpas Prototipe.

c) pengelolaan ruang SPKT dan RPK yang humanis serta berbasis


TIK. Untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi
yang akan dilakukan:

(1) meningkatkan kualitas dan kualitas SDM sebagai awak


SPKT, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA);

(2) mengintegrasikan sarana komunikasi dan pendataan secara


online dengan mitra penyedia layanan rujukan dalam rangka
penanganan perempuan dan anak baik sebagai korban
maupun pelaku tindak pidana;

(3) mengintegrasikan sarana komunikasi dan pendataan dengan


UPPA mulai tingkat Polda sampai dengan tingkat Polsek
sebagai sarana informasi dan komunikasi dalam
penanganan dan perlindungan terhadap perempuan dan
anak;

(4) membuat media edukasi/sosialisasi secara interkatif


mengenai pelayanan perempuan dan anak dengan pelibatan
ahli/konsultan;

(5) melakukan inventarisasi dan evaluasi kondisi tata ruang


SPKT dan RPK;

(6) pengembangan SPKT berbasis TIK.

d) pengelolaan …..
d) pengelolaan quick respons kepolisian dengan menggunakan
standar yang kredibel dan akuntabel. Untuk mewujudkan arah
kebijakan tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

- meningkatkan jumlah pelayanan prima dalam pencegahan


tindak kejahatan.

3) arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “penegakan


hukum secara berkeadilan dan terpercaya” yaitu :

a) peningkatan profesionalisme dalam penanganan dan penyelesaian


tindak pidana. Untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka
strategi yang akan dilakukan:

(1) peningkatan koordinasi antar penyidik;

(2) mengintensifkan pemberantasan 4 (empat) jenis kejahatan


dengan prioritas tindak pidana korupsi, Narkoba, terorisme
dan siber termasuk kejahatan kekerasan terhadap
perempuan dan anak serta kelompok marjinal;

(3) peningkatan kemampuan pemeriksa forensik (Labfor dan


Inafis) dalam pengolahan tempat kejadian perkara (crime
scene investigation);

(4) pemantauan, pemetaan kelompok radikal dan intoleransi;

(5) peningkatan pengungkapan terhadap jaringan peredaran


gelap Narkoba.

b) peningkatan kompetensi penyidik melalui sertifikasi. Untuk


mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:

- menyiapkan personel untuk mengikuti sertifikasi penyidik.

c) peningkatan proses penyidikan yang efektif guna menjamin


transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum yang
bebas dari pungutan liar, rekayasa perkara yang berbelit-belit,
pemerasan dan makelar kasus. Untuk mewujudkan arah kebijakan
tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

(1) meningkatkan …..


(1) meningkatkan pengawasan penyidik;

(2) memberikan saran masukan usulan revisi Perkap tentang


manajemen penyidikan.

d) peningkatan penyelenggaraan pusat data dan informasi kriminalitas.


Untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang
akan dilakukan:

(1) mengintegrasikan pelayanan dan penyajian data informasi


kriminal antar satuan fungsi internal Polda Sultra;

(2) mengintegrasikan pelayanan dan penyajian data informasi


kriminal antar penegak hukum;

(3) mempermudah akses informasi terhadap SP2HP.

4) arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Meningkatkan


Profesionalisme SDM Polda Sultra” yaitu :

a) penyusunan analisa beban kerja, SIK3 dan pengembangan struktur


organisasi tingkat Polres dan Polsek. Untuk mewujudkan arah
kebijakan tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

(1) melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis analisa


beban kerja dan HTCK pada Satfung Mapolda Sultra dan
Polres jajaran;

(2) melaksanakan pengkajian klasifikasi kesatuan kewilayahan


berdasarkan beban kerja dan kinerja.

b) pelaksanaan rekrutmen, seleksi Dikbangum dan pembinaan karier


sesuai kompetensi dan kebutuhan. Untuk mewujudkan arah
kebijakan tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

(1) menyelenggarakan rekrutmen dan seleksi Dikbang pegawai


negeri pada Polri secara proaktif, bersih, transparan,
akuntabel dan humanis (BETAH) serta clear and clean
dengan menggunakan aplikasi secara online;

(2) menyelenggarakan seleksi jabatan terbuka (open bidding)


dalam pembinaan karier personel secara merit sistem;

(3) melaksanakan .....


(3) melaksanakan uji kompetensi melalui kegiatan Assessment
Center dalam seleksi Dikbangum dan pembinaan karir
personel;

(4) melaksanakan pemenuhan hak-hak personel secara layak


dan pelatihan kewirausahaan menjelang purna tugas;

(5) menyelenggarakan klasifikasi dan mapping psikologi sebagai


dasar spesialisasi dan kesejahteraan personel.

c) peningkatan pelaksanaan e-government melalui e-planning, e-


budgeting dan e-procurement. Untuk mewujudkan arah kebijakan
tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

(1) pengembangan aplikasi SMAP;

(2) pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui e-


procurement;

(3) penyusunan Blueprint Teknologi Informasi (Assessment,


inventarisasi dan standarisasi).

d) pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja online. Untuk mewujudkan


arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

(1) melaksanakan update data SIPP sebagai dasar pengisian


SMK Online;

(2) meningkatkan prosentase pengisian SMK online sebagai


dasar seleksi Dikbang dan pembinaan karir personel;

(2) pengembangan peralatan SIPP untuk mendukung


terlaksananya pengisian SMK online.

e) peningkatan layanan kesehatan dan keselamatan kerja bagi


personel Polda Sultra. Untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut,
maka strategi yang akan dilakukan:

(1) mengusulkan peningkatan poliklinik menjadi rumah sakit;

(2) peningkatan kemampuan kedokteran dan kesehatan serta


keterampilan bagi personel Biddokkes Polda Sultra.

5) arah .....
5) arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “mengusulkan
penambahan Alpalkam dan Almatsus sesuai karakteristik wilayah
Sulawesi Tenggara” yaitu :

a) mengusulkan pemenuhan kebutuhan minimum Alpalkam dan


Almatsus. Untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka
strategi yang akan dilakukan:

(1) mengusulkan pemenuhan Almatsus berbasis teknologi


informasi guna mendukung penggelaran operasional
Satbrimob Polda Sultra dalam rangka pengamanan unjuk
rasa dan konflik sosial;

(2) mengusulkan pemenuhan Almatsus Lidik Sidik yang


berbasis teknologi dan komunikasi yang modern dalam
rangka mendukung pengungkapan kasus tindak pidana;

(3) mewujudkan pengelolaan tahanan yang tidak melanggar


HAM dan inventarisasi barang bukti secara transparan dan
akuntabel;

(4) melakukan inventarisasi kondisi riil Alpalkam dan Almatsus


Polda Sultra;

(5) melakukan pemetaan terhadap rencana kebutuhan Alpalkam


dan Almatsus Polda Sultra (minimal dan maksimal).

b) pengusulan pemenuhan rumah dinas aparatur Polda Sultra serta


pembangunan fasilitas perkantoran dan rumah dinas. Untuk
mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:

(1) melakukan inventarisasi kondisi riil atas fasilitas perkantoran


dan Rumdin;

(2) melakukan pemetaan skala prioritas terhadap rencana


pembangunan fasilitas perkantoran dan Rumdin;

(3) menyusun Renbut fasilitas perkantoran dan Rumdin;

(4) mengusulkan pembangunan fasilitas perkantoran dan


Rumdin secara selektif prioritas dan berkelanjutan.

c) evaluasi .....
c) evaluasi dan penyusunan kebutuhan minimal Alpalkam dan
Almatsus Polda Sultra. Untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut,
maka strategi yang akan dilakukan:

(1) melakukan inventarisasi kondisi riil Alpalkam dan Almatsus


Polda Sultra;

(2) menyusun kebutuhan minimal Alpalkam dan Almatsus Polda


Sultra.

6) arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “regulasi dan


sistem pengawasan yang efektif dan terpercaya” yaitu :

a) penanganan publik komplain secara efektif dan terpercaya. Untuk


mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:

(1) monitoring penanganan pengaduan masyarakat;

(2) penerapan sistem penanganan pengaduan masyarakat


secara online;

(3) percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat yang


berasal dari pengawas eksternal;

(4) memberikan SP2HP kepada pembuat pengaduan


masyarakat guna meminimalisir komplain dari masyarakat
kepada Polri di bidang penegakan hukum menjunjung tinggi
HAM kepada pelapor/korban dan tersangka;

(5) mengoptimalkan peran pengawasan melekat atasan penyidik


dan Wassidik guna mengontrol proses penyidikan agar
berjalan dengan benar.

b) penguatan Saber Pungli. Untuk mewujudkan arah kebijakan


tersebut, maka strategi yang akan dilakukan:

(1) pembangunan sistem pengumpulan, pengolahan, penyajian


data dan informasi tentang pungutan liar dari tingkat
kewilayahan sampai dengan Mapolda Sultra;

(2) mengintensifkan .....


23
LAMPIRAN KEP KARUMKIT
NO : KEP / 04 / VII / 2020
TANGGAL : JULI 2020

(2) mengintensifkan Satgas Saber Pungli terhadap


Pungli yang membajak program pemerintah.

c) pencegahan korupsi di internal Polda Sultra. Untuk


mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka
strategi yang akan dilakukan:

(1) pelaksanaan sosialisasi Perkap Nomor 8


Tahun 2017 tentang LHKPN, Perkap Nomor
9 Tahun 2017 tentang usaha bagi anggota
Polri dan Perkap nomor 10 Tahun 2017
tentang kepemilikan barang mewah bagi
anggota Polri dan PNS Polri;

(2) peningkatan layanan kontak pengaduan


masyarakat terkait adanya ketidakpuasan
masyarakat atas layanan Kepolisian.

d) penyempurnaan sistem kelembagaan dan tata


laksana Polri yang efektif dan efisien. Untuk
mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka
strategi yang akan dilakukan:

(1) pengkajian pembentukan dan perubahan


tipe kesatuan kewilayahan;

(2) penataan daerah hukum kesatuan


kewilayahan;

(3) penguatan organisasi tingkat kewilayahan.

e) peningkatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi


Polri. Untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut,
maka strategi yang akan dilakukan:

(1) mengusulkan penilaian Zona Integritas


Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan
Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM);
24
LAMPIRAN KEP KARUMKIT
NO : KEP / 04 / VII / 2020
TANGGAL : JULI 2020

(2) melaksanakan pengukuran kinerja Polda


Sultra dengan Indeks Tata Kelola;

(3) sosialisasi kebijakan forum komunikasi


publik;

(4) asistensi dan evaluasi pelaksanaan


pelayanan publik;

(5) sosialisasi kompetisi inovasi pelayanan


publik.

II. Arah kebijakan dan strategi Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Kendari.

a. Arah kebijakan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Kendari dalam


rangka pencapaian sasaran strategis terlaksananya pelayanan
kesehatan untuk mewujudkan pelayanan prima Humanis dan
bermartabat bagi anggota Polri dan PNS Polri Polda Sultra beserta
keluarga dan masyarakat umum di Sulawesi Tenggara, yaitu ;
1) Memberikan pelayanan kesehatan bagi Anggota Polri dan PNS
Polri Polda Sultra berupa promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
2) Memberikan pelayanan kesehatan pada pasien di Instalasi Gawat
Darurat dan Unit pelayanan Penunjang Rumah Sakit Bhayangkara
Tk III Kendari secara cepat dan tepat dengan mengedepankan
senyum,sapa, salam.
3) Memberikan pelayanan kesehatan pada pasien di unit pelayanan
rawat Jalan dan rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk III
Kendari dengan mengedepankan pelayanan prima.

b. Arah Kebijakan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Kendari dalam


rangka pencapaian sasaran strategis terlaksananya peningkatan
sarana dan prasarana Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Kendari
yang berbasis TIK, yaitu :
1) Pembangunan/Renovasi gedung dan bangunan Rumah Sakit
Bhayangkara [Link] Kendari secara bertahap dan
25
LAMPIRAN KEP KARUMKIT
NO : KEP / 04 / VII / 2020
TANGGAL : JULI 2020

berkesinambungan disesuaikan dengan kemampuan finansial dan


kebutuhan (prioritas).
2) Pengadaan alat kedokteran dan kesehatan yang memadai sesuai
klasifikasi Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Kendari dalam
mendukung tugas operasional Polri Polda Sultra guna memenuhi
standar Pelayanan Kesehatan yang berbasis TIK.

c. Arah Kebijakan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Kendari dalam


rangka pencapaian sasaran strategis terlaksananya pelayanan
yang didukung oleh SDM yang Profesional serta peningkatan
Kesejahteraan SDM yang sesuai dengan standar Rumah Sakit
Bhayangkara Tingkat III Kendari, yaitu :
1) Mengadakan dan mengikut sertakan pelatihan, seminar tenaga
medis dan paramedis serta tenaga penunjang lainnya guna
mendukung pelayanan terhadap anggota Polri, PNS Polri dan
keluarga serta masyarakat umum yang lebih e. Arah Kebijakan....
Profesional.
2) Memberikan Reward terhadap anggota yang berprestasi dan
Punishment terhadap anggota yang melakukan pelanggaran.
3) Meningkatkan fungsi Humas untuk melakukan program pemasaran
Rumah Sakit melalui faskes tingkat satu di Provinsi Sulawesi
Tenggara untuk meningkatkan pendapatan Rumah Sakit sehingga
kesejahteraan personel terpenuhi sesuai dengan standar UMR di
Kota Kendari.
d. Arah Kebijakan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Kendari dalam
rangka pencapaian sasaran strategis terlaksananya pelayanan
kesehatan yang memberikan dukungan penyelidikan dan
penyidikan tindak pidana dalam aspek medis, yaitu :
1) Memberikan pelayanan kedokteran forensik berupa pembuatan
Visum et Repertum (VeR) baik korban hidup maupun korban
meninggal.
2) Memberikan pelayanan kesehatan korban kekerasan pada wanita
dan anak yang tidak ditanggung oleh BPJS.
26
LAMPIRAN KEP KARUMKIT
NO : KEP / 04 / VII / 2020
TANGGAL : JULI 2020

3) Memberikan pelayanan kesehatan tahanan baik rawap inap


tahanan dengan tindakan operasi maupun rawat inap tahanan
tanpa tindakan operasi.
4) Memberikan pelayanan kesehatan keamanan dan ketertiban
masyarakat berupa deteksi dini narkoba pada anggota Polri dan
PNS Polri Polda Sultra.
e. Arah Kebijakan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Kendari dalam
rangka pencapaian sasaran strategis terlaksananya fungsi
Wasitern Rumkit Bhayangkara Kendari dalam pelayanan
kesehatan sehingga regulasi dan sistem pengawasan yang efektif
dan terpercaya, yaitu :
1) Membuat Time Skedul untuk pelaksanaan pengawasan Matfaskes
di setiap Unit Layanan dan Gudang Matfaskes.
2) Mengadakan Evaluasi dan menindak lanjuti setiap komplain yang
masuk dari pengunjung Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III
Kendari.
3) Mengadakan Evaluasi Pengadaan Barang dan Jasa serta membuat
Time Scedul pelaksanaan Evaluasi serta laporan pengadaan di
setiap Triwulan serta melaporkan hasil pelaksanaan Pengadaan
Barang dan Jasa kepada Karo Sarpras Polda Sultra tembusan
Irwasda Polda Sultra.
4) Meningkatkan fungsi wasintern dengan mengutamakan zero pungli
dilingkungan Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari.
5) Membuat Laporan LHKPN secara periodik dan tepat waktu untuk
pejabat dilingkungan Rumkit Bhayangkara Tingkat III Kendari.

/bab IV................
27
LAMPIRAN KEP KARUMKIT
NO : KEP / 04 / VII / 2020
TANGGAL : JULI 2020

BAB IV
PROGRAM, KEGIATAN DAN PAGU INDIKATIF

1. Program dan Kegiatan Rumkit Bhayangkara TK III Kendari


a. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya Polri
1) Outcome program
Menyelenggarakan Fungsi Manajemen Kinerja Polri Secara
optimal dengan melaksanakan kegiatan perencanaan,
pelaksanaan, pengendalian, pelaporan, pelayanan internal dan
pembayaran gaji yang dilaksanakan secara tepat waktu,
akuntabel dan terintegrasi antara Polda Sultra dan Rumah Sakit
Bhayangkara Kendari
2) Kegiatan :
a) Dukungan pelayanan kesehatan Polri
i. Poliklinik obat-obatan;
ii. Dukungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
b) Dukungan pelayanan internal perkantoran Polri meliputi :
i. pembayaran gaji dan tunjangan;
ii. penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan
perkantoran;
iii. dukungan operasional pertahanan dan keamanan

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


Polri
1) Outcome program.
Terdukungnya tugas pembinaan dan operasional Polri
melalui ketersediaan sarana dan prasarana meteriil, fasilitas
dan jasa baik kualitas maupun kuantitas.
2) Kegiatan :
28
LAMPIRAN KEP KARUMKIT
NO : KEP / 04 / VII / 2020
TANGGAL : JULI 2020

Dukungan pelayanan internal perkantoran Polri yaitu


penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan
perkantoran.
2. Pagu Indikatif.
Rencana anggaran Rumah Sakit Bhayangkara Kendari
perprogram, perkegiatan dalam Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.
[Link],- dengan rincian sebagai berikut :
a. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya Polri dengan anggaran sebesar Rp. [Link],-
digunakan untuk kegiatan :
1) Pelayanan kesehatan Polri dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.27.395.515 .000,-
2) dukungan pelayanan internal perkantoran Polri dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. [Link],-
b. Program Modernisasi Almatsus dan prasarana Aparatur
Polri dengan anggaran sebesar Rp. [Link],- digunakan untuk
kegiatan :
1) Pengembangan peralatan Polri sebesar Rp. 300.000.000,-
2) dukungan manajemen dan teknik sarpras sebesar Rp.
[Link],-
3. Kegiatan Prioritas Pagu Indikatif Tahun 2021

PROGRAM/ SASARAN PROGRAM/


KODE INDIKATOR KINERJA TARGET ALOKASI KET
KEGIATAN/ KEGIATAN

01 Program Dukungan Terselenggaranya dukungan


Manajemen dan manajemen dan pelaksanaan
Pelaksanaan Tugas tugas teknis lainnya di Polda
Teknis Lainnya Polri Sultra

3072 Pelayanan kesehatan Meningkatkan mutu pelayanan Jumlah pelayanan yang 100% [Link]
kesehatan anggota Polri dan diberikan
masyarakat umum

3073 Dukungan pelayanan Pembayaran gaji dan Jumlah layanan 100%


internal perkantoran tunjangan perkantoran [Link]
Polri

02 Program Dukungan palayanan sarana


modernisasi dan parsarana di Rumkit
almatsus dan Bhayangkara Kendari
prasarana aparatur
Polri

3084 Pengembangan Pengadaan peralatan Jumlah Peralatan 100% 300.000.000


Peralatan Polri Kesehatan dan pengadaan kesehatan dan non alkes.
non alat kesehatan.
29
LAMPIRAN KEP KARUMKIT
NO : KEP / 04 / VII / 2020
TANGGAL : JULI 2020

PROGRAM/ SASARAN PROGRAM/


KODE INDIKATOR KINERJA TARGET ALOKASI KET
KEGIATAN/ KEGIATAN

5059 Dukungan manajemen Penyelenggaraan operasional Jumlah layanan sarana dan 100%
dan teknis sarpras dan pemerliharaan perkantoran prasarana [Link]

/. BAB V.....
BAB V

PENUTUP

Demikian Rencana Kerja Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari


T.A. 2021 disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas di lingkup
Rumah Sakit Bhayangkara Kendari Polda Sultra.

Ditetapkan di : Kendari
pada tanggal : Juli 2020
KEPALA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI

dr. SUKARDI YUNUS [Link], [Link]


KOMISARIS POLISI NRP 77040990

militer123
30
LAMPIRAN KEP KARUMKIT
NO : KEP / 04 / VII / 2020
TANGGAL : JULI 2020

Anda mungkin juga menyukai