0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan8 halaman

Metode Guru Kembangkan Etika Siswa Kelas 2

Dokumen tersebut membahas metode guru dalam mengembangkan etika dan moral siswa kelas 2 melalui pembelajaran tematik di sekolah. Guru menggunakan metode komunikasi yang baik, memberikan contoh sebelum memerintah, serta menghukum dengan cara menghafal ketika siswa melakukan kesalahan. Metode ini sesuai dengan teori pendidikan preventif dan korektif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan8 halaman

Metode Guru Kembangkan Etika Siswa Kelas 2

Dokumen tersebut membahas metode guru dalam mengembangkan etika dan moral siswa kelas 2 melalui pembelajaran tematik di sekolah. Guru menggunakan metode komunikasi yang baik, memberikan contoh sebelum memerintah, serta menghukum dengan cara menghafal ketika siswa melakukan kesalahan. Metode ini sesuai dengan teori pendidikan preventif dan korektif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

61

BAB V
PEMBAHASAN

A. Metode Guru Dalam Mengembangkan Etika dan Moral Siswa Kelas 2


Melalui Pembelajaran Tematik di MI Tarbiyatussibyan Tanjung
Kalidawir Tulungagung

Landasan yuridis yang mendasari pelaksanaan pembelajaran tematik


di sekolah dasar adalah UU SISDIKNAS tahun 2003 dan UU No. 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa setiap anak berhak
memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan
pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya
(pasal 9). Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Bab V Pasal 1-b dinyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap
satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai
dengan bakat, minat, dan kemampuannya.88

Pelaksanaan pembelajaran tematik ini akan memberi beberapa


manfaat yaitu:

1. dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta


isi mata pelajaran, akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih
materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
2. Peserta didik mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna
sebab materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat,
bukan tujuan akhir.
3. Pembelajaran menjadi utuh sehingga peserta didik akan mendapat
pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah.

______________
88
Susun Suliharti, Konsistensi Kebijakan Pemerintah dalam Pelaksanaan Pembelajaran
Tematik di Sekolah, Jurnal Teknologi Pendidikan, Volume 9 Nomor 3, 2007, hal. 223

61
62

4. Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan


konsep akan semakin baik dan meningkat.89

Guru harus bisa menjelaskan dan menguraikan materi yang


diampunya kepada peserta didik dengan cara yang mudah agar siswa bisa
megerti dengan apa yang dijelaskan guru, oleh sebab itu guru setidaknya
memiliki metode mengajar yang bisa diterima dan dipahami oleh siswanya.

Elihami, membedakan alat pendidikan dari bermacam-macam segi


salah satunya adalah alat pendidikan preventif dan korektif. Alat pendidikan
preventif diartikan sebagai jika maksudnya mencegah anak sebelum ia
berbuat sesuatu yang tidak baik, misalnya pembiasaan perintah, pujian,
ganjaran. Kedua adalah alat pendidikan korektif, jika maksudnya
memperbaiki karena anak telah melanggar ketertiban atau berbuat sesuatu
yang buruk, misalnya celaan, ancaman, hukuman.90

Interaksi serta komunikasi yang terbangun dalam masyarakat selalu


tercerminkan akan moral serta etika para pendidik dalam penerapan
keilmuan yang dimilikinya, begitupun dengan komunikasi orang tua kepada
anak antara lain bertujuan untuk mengarahkan dan mendidik akhlak dalam
kehidupan sehari-hari. Biasanya komunikasi yang berlangsung antara orang
tua dengan anak sesuai dengan tingkatan umur anak. Komunikasi akan
efektif jika diberikan dalam bentuk contoh langsung kepada anak. Dalam
kehidupan Sekolah guru menjadi orang tua yang mengarahkan siswanya
dalam mengajarkan ilmu yang dimilikinya, sehingga tanggung jawab orang
tua di rumah menjadi tanggung jawab guru ketika di sekolah, begitupun
dalam interaksi dan komunikasi antara guru kepada siswa.91

______________
89
Salimudin, Supervisi Klinis, Alternatif Meningkatkan Kemampuan Guru Kelas 3 dalam
Pembelajaran Tematik. Jurnal Pendidikan Oktadika, Nomor 3, 2011, hal.36
90
Syaparuddin, Peranan Pendidikan…, hal. 184
91
Baharuddin, Aspek Moral Dan Etika Dalam Berkomunikasi Antar Manusia, Al-Hikmah
Jurnal Dakwah, Volume 7 Nomor 1, 2013, hal. 40
63

Berdasarkan uraian di atas peneliti menafsirkan temuan-temuan


penelitian dengan menggunakan logika dan teori-teori yang sudah ada,
sebagaimana berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Munawaroh selaku
Guru kelas 2, Bapak Muhson selaku Kepala Sekolah dan beberapa siswa
kelas 2 sebagai perwakilan di MI Tarbiyatussibyan.

Menurut Ibu Munawaroh anak-anak lebih banyak menghabiskan


waktunya bermain gadget, sehingga bahasa yang digunakan oleh siswa
terkontaminasi dengan bahasa sosial media yang menurutnya beberapa
tidak baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. MI
Tarbiyatussibyan memiliki metode khusus dalam mengembangkan etika
dan moral siswanya, Menurut Ibu Munawaroh dan Bapak Muhson
kemampuan bahasa komunikasi yang baik menjadi hal mendasar untuk
mendidik siswanya dalam pembentukan etika dan moral. Menurut peneliti
komunikasi menjadi hal mendasar dalam mengembangkan etika dan moral
sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Bahaddin.

Selain menerapkan komunikasi yang baik, memberikan contoh


sebelum memerintah merupakan metode yang digunakan MI
Tarbiyatussibyan, hal itu dibuktikan berdasarkan hasil wawancara dengan
beberapa siswa kelas 2, sebagaimana dijelaskan guru mengikuti piket kelas
ketika siswa sedang melakukan piket, kedisiplinan waktu dan tanggung
jawab sebagai seorang guru ketika mengajar akan menjadi suri tauladan
bagi siswanya. Menurut peneliti metode bertindak sebelum memerintah
yang diterapkan oleh Ibu Munawaroh merupakan bentuk Pendidikan
preventif, dimana Pendidikan preventif melakukan pencegahan sebelum
siswa melakukan perbuatan menyimpang berdasarkan teori Elihami.

Dalam menerapkan metode Pendidikan korektif dimana korektif


merupakan metode pembenaran ketika siswa melakukan sesuatu hal yang
tidak semestinya, Ibu Munawaroh menggunakan metode menghafal materi
untuk memberi sanksi kepada siswa ketika melakukan sesuatu hal yang
buruk, penggunaan metode menghafalkan materi bertujuan untuk
64

menghindari kekerasan fisik dan verbal dalam mendidik etika dan moral
siswa.

Metode ceramah Ibu Munawaroh yang ramah sehingga sesuai


dengan anak-anak dan mudah diterima, menjadikan siswa merasa nyaman
ketika proses pembelajaran, materi yang di uaraikan mudah diingat dan
berkesan. Menurut peneliti metode yang digunakan oleh Ibu Munawaroh
sudah sesuai dengan tujuan peran guru sebagai penghantar ilmu
sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Siti Maemunah.

Berdasarkan uraian di atas metode mengajar guru juga sangat


berpengaruh pada peningkatan mutu siswa. Mereka yang mengajar dengan
penuh dinamika dan retorika dan mengajak para siswa merenungi mata
pelajaran yang sedang diberikan, akan memudahkan siswa dalam
menangkap ilmu yang diberikan. Apalagi jika sang guru menyelipkan
berbagai perkembangan pengetahuan baru melalui pengembangan materi
secara religius seperti yang dilakukan MI Tarbiyatussibyan Tanjung
Kalidawir, para siswa akan banyak memperoleh manfaat yang besar. Tetapi,
jika sang guru ketika mengajar hanya dengan duduk di depan kelas sambil
membacakan buku teks yang ia miliki, kemudian siswa diminta untuk
mencatat persis sampai pada titik komanya, ini adalah hal yang sangat patut
disesalkan.

B. Implementasi Guru Dalam Mengembangkan Etika dan Moral Siswa


Kelas 2 Melalui Pembelajaran Tematik di MI Tarbiyatussibyan
Tanjung Kalidawir

Guru merupakan pendidik dan pembimbing siswa ketika di Sekolah,


seorang guru memiliki peranan dan tanggung jawab ketika membimbing
siswanya. Guru harus memiliki kepribadian yang baik untuk dicontoh oleh
semua siswa dan cerminan masyarakat. Guru dituntut untuk menjadi
sempurna yang jauh dari kata keburukan walaupun manusia tak luput dari
kesalahan.
65

Sebagai pendidik, guru harus membimbing dan menumbuhkan sikap


dewasa dari peserta didik. Guru adalah seorang pendidik formal, ia juga
adalah sebagai tokoh dan panutan bagi para siswaya dan juga bagi orang-
orang atau masyarakat di sekitarnya. Agar menjadi pendidik yang baik maka
seorang guru perlu memiliki standar kepribadian tertentu yang mencakup,
tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.92

Pengembangan etika dan moral sangat penting dilakukan melalui


kedisiplinan dalam bentuk hukuman preventif dan kuratif dengan tujuan
untuk mengontrol kedisiplinan peserta didik dapat menjadi salah satu
strategi untuk proses pendidikan dalam membentuk karakter anak. Melalui
Pendidikan preventif berguna untuk mencegah berbagai pelanggaran
peraturan atau sebagai peringatan yang sepenuhnya muncul dari rasa takut
terhadap ancaman hukuman.93 Usia anak sekolah dasar merupakan usia
permulaan untuk mencari jati diri, sebagai guru yang juga merupakan
pembimbing setidaknya harus mampu memberikan contoh yang patut ditiru
dalam berperilaku, namun pembentukan jati diri tidak hanya melalui guru,
teman dan kakak kelas di sekolah juga merupakan bagian penting dalam
pembentukan jati diri. Oleh sebab itu, guru memiliki tanggung jawab
merangkul siswa-siswanya untuk menjadi pemimpin yang mampu
memberikan contoh berdasarkan etika dan moral, melalui pemberian contoh
sederhana merupakan bentuk langkah awal dalam memberikan pemahaman
kepada siswa sekolah dasar dalam berperilaku.

Guru yang baik adalah guru yang menjalankan tugasnya dengan


baik, guru harus memiliki kepribadian yang disiplin dan tanggung jawabnya
sebagai pendidik. Tanggung jawab seorang guru harus bisa
mempertanggung jawabkan yang ia emban sebagai guru, guru tidak boleh
lepas dari tugasnya seperti membiarkan siswanya tidak belajar ketika di

______________
92
Siti Maemunawati dan Alif, Peran Guru…, hal.3
93
Muhammad Anas Ma’arif, Analisis Strategi Pendidikan Karakter Melalui Hukuman
Preventif, Ta’alum Jurnal Pendidikan Islam, Volume 6 Nomor 1, 2018, hal.51
66

sekolah walaupun guru sedang berhalangan untuk datang. Kemudian,


disipilin dalam kesehariannya, guru harus selalu menepati janji kepada
siswa atau orang lain. Guru juga harus bisa tertib dan patuh kepada
peraturan dan norma yang ada.94

Menurut peneliti, guru di MI Tarbiyatussibyan memiliki kepribadian


yang patut dijadikan suri tauladan bagi siswa dan lingkungan masyarakat,
hal tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Munawaroh selaku
guru dan beberapa siswa kelas 2, dimana Ibu Munawaroh tidak pernah
membiarkan siswanya hanya menganggur dan bermain ketika Ibu
Munawaroh sedang berhalangan untuk datang ke sekolah. Begitupun
dengan penerapan disiplin, dimana Ibu Munawaroh selalu datang tepat
waktu ketika mengajar bahkan mengikuti piket kelas bersama para
siswanya.

Guru harus bisa mengembangkan pemikiran dan pegetahuan mereka


kearah yang lebih baik. Membangun etika dan moral siswa agar mereka
dapat tumbuh dan berguna dimasa depan. Menjadi pendidik yang baik
memang tidak akan mudah, tapi dengan pembiasaan yang baik dan
dilakukan dengan hati yang iklas maka kita akan bisa belajar untuk menjadi
pendidik yang baik untuk penerus bangsa.

C. Penilaian Etika dan Moral Siswa Kelas 2 yang Dilakukan Oleh Guru di
MI Tarbiyatussibyan Tanjung Kalidawir Tulungagung

Kurikulum 2013 sendiri, didalamnya sudah dijelaskan tentang


standar penialain yang mencakup tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan
psikomotorik yang harus ada pada tiap indikator semua mata pelajaran. Tiga
ranah tersebut jelas harus dilaksanakan oleh guru, karena dalam pembuatan

______________
94
Siti Maemunawati dan Alif, Peran Guru…, hal.10
67

rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kompetensi inti dan kompetensi


dasar harus mengandung tiga penilaian tersebut.95

Penilaian afektif berarti berkenaan dengan menilai sikap dan


perubahan yang terjadi pada tingkah laku peserta didik selama
pembelajaran. Sikap berhubungan dengan tindakan seseorang dalam
merespon objek. Berarti objek yang direspon peserta didik itu adalah materi
pelajaran yang sedang diajarkan oleh guru. Tindakan seseorang atau respon
tersebut dapat dibentuk, sehingga nantinya akan terjadi perilaku yang
diinginkan. Terutama setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik
diharapkan memiliki perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik sesuai
dengan tujuan pembelajaran.96

Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang harus dilaksanakan


berdasarkan kegiatan anak yang dapat di amati misalnya membaca doa,
surah-surah pendek, bernyanyi bersama dan berolahraga. Penilaian unjuk
kerja dapat memantau pencapaian kompetensi dan indikator yang
mengharuskan anak untuk melakukan tugas tertentu dan merupakan salah
satu alternativ yang dapat kita berikan pada anak dengan mengamati
langsung pekerjaan maupun tugas yang berkaitan dengan praktik shalat,
wudhu, bermain peran, bernyanyi, bercerita dll.97

Secara periodeik MI Tarbiyatussibyan melakukan evaluasi terhadap


keberhasilan dan kendala dalam mengembangkan etika dan moral siswa
yang ada kemudian ditindak lanjuti untuk mendapatkan hasil yang lebih
baik. Proses evaluasi dilakukan dengan tiga cara, yang dimana setiap cara
memiliki target evaluasiyang berbeda-beda, diantaranya:

______________
95
Ninit Indah Sari, Skripsi: Penilaian Afektif Dan Psikomotorik Dalam Pembelajaran
Sejarah Di Sma Negeri Se Kabupaten Kendal (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2016), hal.
9
96
Ibid., hal. 28
97
Darmiyati, Penilaian Unjuk Kerja Dalam Pengembangan Agama Dan Moral Anak Usia
Dini, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Volume 10 Nomor 1, 2020, hal. 77
68

1. Proses evaluasi dengan orangtua siswa, evaluasi dengan orangtua siswa


dilakukan dengan tujuan memaksimalkan peran orangtua sebagai
pendidik siwa di rumah dan melibatkan orangtua dalam
mengembangkan etika dan moral siswa.
2. Proses evaluasi dengan para guru di sekolah, kepala sekolah setiap
minggunyarutin mengadakan evaluasi dengan para guru, untuk
memaksimalkan kinerja guru sebagai pendidik di sekolah. Evaluasi
bertujuan untuk mengetahui guru dalam mengenal seluk beluk perilaku
dan akademik siswanya.
3. Proses evaluasi dengan siswa secara langsung, evaluasi ini dilakukan
ketika upacara ketika hari senin, proses evaluasi ini bertujan untuk
memberi pengarahan kepada siswa secara langsung.

Hasil evaluasi terhadap siswa mencakup akademik, etika, moral


siswa, tingkat kreatifitas guru serta peningkatan prestasi belajar maupun
lulusan. Hasil wawancara penelitian menunjukkan pembelajaran tematik
cukup memberi pengaruh terhadap pengembangan etika dan moral siswa.
Hasil pembelajaran dengan menggunakan metode tematik ditemukan bahwa
secara kognitif siswa telah memperoleh kemajuan dalam hasil pembelajaran
berdasarkan wawancara dengan para siswa yang mengimplementasi materi
tematik dalam kehidupan sehari-hari.

Anda mungkin juga menyukai