Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Inggris
Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Inggris
Oleh :
NAMA : KURNIANINGTYAS
NIM : 202160007
KELAS :P
FAKULTAS PSIKOLOGI
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa,
karena dengan rahmat dan karuniat-Nya penulis tetap diberikan kesehatan dan kelancaran
untuk menyelesaikan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas mata kuliah Psikologi
Belajar.
Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang
telah menghantarkan kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang benderang ini. Dengan
harapan mendapatkan syafaatnya di hari akhir.
1. Bapak Ridwan Budi Pramono, [Link]., M.A selaku dosen pengampu mata kuliah
Psikologi Belajar,
2. Orang tua yang telah memberikan dukungan dan doa untuk kelancaran pengerjaan
tugas ini,
3. Serta semua pihak yang telah membantu dalam pengerjaan laporan ini.
Sekian yang dapat penulis sampaikan, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan
laporan ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu, penulis sangat mengharapkan kritik
serta saran yang bersifat membangun untuk evaluasi penulis dalam membuat karya yang
lebih baik. Terima kasih.
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................
KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG...........................................................................1
B. TUJUAN KEGIATAN..........................................................................2
C. MANFAAT KEGIATAN......................................................................3
A. TINJAUAN PUSTAKA......................................................................3-5
B. METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING ............5-10
C. LITERATUR PENDUKUNG KEEFEKTIFAN METODE
PEMBELAJARAN..............................................................................11-12
D. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN………........................12-15
A. KESIMPULAN...................................................................................16
B. SARAN...............................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
ii
Lampiran 5. Surat pernyataan dari sekolah............................................................
Lampiran 6. Dokumentasi.......................................................................................
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam bahasa Indonesia, istilah pendidikan berasal dari kata “`didik” dengan
memberinya awalan “pe” dan akhiran “an”, mengandung arti “perbuatan” (hal, cara
atau sebagainya). Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani
“paedagogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini
kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris “education” yang berarti
pengembangan atau bimbingan. Pada dasarnya pengertian
pendidikan menurut UU SISDIKNAS No.20 (2003) adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
B. TUJUAN KEGIATAN
2
C. MANFAAT
BAB II
PEMBAHASAN
A. TINJAUAN PUSTAKA
3
gambaran kognitif,emosional dan realitas. Pandangan ini didukung oleh Vygotsky
yang menyatakan bahwa pemikiran dan pembentukan makna pada anak-anak
dibentuk secara sosial dan muncul dari interaksi sosial dan lingkungannya.
4
Pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk peran siswa
terkhusus bagi siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu memberikan
peningkatan hasil belajar yang signifikan. Selain itu pembelajaran kooperatif juga
mempunyai manfaat lain diantaranya ,yaitu :
a. Siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam
pembelajaran.
b. Siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi
c. Meningkatakan ingatan siswa
d. Meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajara
B. METODE PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran merupakan suatu interaksi antar guru dan siswa untuk
mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Dalam suatu proses belajar mengajar
terdapat salah satu aspek yang sangat menentukan keberhasilan tujuan tersebut yaitu
5
penerapan model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran merupakan cara
yang digunakan oleh seorang guru untuk mengadakan proses interaksi dengan
siswanya didalam kelas saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran
(Purwandari:2022). Penerapan model yang tepat pada proses pembelajaran dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. Pada umumnya proses pendidikan dan pengajaran
di sekolah dewasa ini masih bersifat tradisional, yaitu guru menjelaskan materi
pembelajaran dan siswa mendengarkan.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, dibutuhkan sebuah strategi dalam
belajar sehingga diharapkan proses belajar dapat berlangsung dengan baik dan
terarah. Guru diharapkan selalu aktif dan kreatif dalam mengembangkan kualitas
kegiatan belajar mengajar, terutama harus terampil menggunakan berbagai metode
dan model pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran dan karakteristik siswa.
Selama ini masih banyak guru yang hanya terpaku pada satu model pembelajaran
konvensional. Guru hanya mentransfer ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada
peserta didik dengan metode ceramah/pembelajaran langsung. Siswa cenderung pasif
dan lebih banyak duduk, diam, mendengarkan, mencatat, dan mengerjakan tugas dari
guru. Bila ada siswa yang bertanya biasanya hanya tertentu pada satu atau dua orang
yang pandai saja. Sebagian besar siswa yang lain cenderung bersikap pasif, malu dan
takut untuk bertanya serta kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
6
Metode Cooperative Learning
7
Lebih lanjut Paryanto (2020) menyatakan pembelajaran kooperatif
merupakan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dilingkungan sosialnya
sehingga guru harus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
sehingga anak dapat tumbuh seimbang dalam sikap,pengetahuan,dan keterampilan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Tama (2017) pembelajaran kooperatif berakar dari
falsafah Pendidikan yang menekankan bahwa manusia sebagai mahkluk Kerjasama
dengan sesamanya. Selain itu,dalam bukunya mengutip pendapat dari Lie (2002:12)
yang memperkenalkan pembelajaran kooperatif dengan istilah pembelajaran gotong
royong dan juga didasari bahwa mausia pada dasarnya juga memiliki latar belakang
yang berbeda-beda. Dengan perbedaan itulah manusia bisa saling asah,asih,asuh.
Langkah–langkah pembelajaran menurut Rusman (2014: 212) pada prinsipnya
langkah pembelajaran kooperatif ada empat tahap,yaitu :
1. Penjelasan Materi.
Ini adalah tahapan menyampaikan pokok-pokok materi pelajaran sebelum
peserta didik belajar dalam kelompoknya. Tujuan tahap ini adalah memberikan
pemahaman peserta didik terhadap materi yang akan dipelajari.
2. Belajar Kelompok.
Tahap ini dilakukan setelah guru memberikan penjelasan materi. Peserta didik
bekerja dalam kelompok yang telah dibentuk sebelumnya.
3. Penilaian
Dalam pembelajaran kooperatif bisa dilakukan melalui tes atau kuis yang
dilakukan individu atau kelompok. Tes individu akan memberikan penilaian
kemampuan individu, sedangkan kelompok akan memberikan penilaian pada
kemampuan dalam kelompoknya. Sebagaimana dijelaskan oleh Sanjaya (2006:247)
bahwa hasil akhir setiap peserta didik adalah penggabungan keduanya dan dibagi dua.
Nilai setiap kelompok memiliki nilai sama dalam kelompoknya. Hal ini disebabkan
nilai kelompok adalah nilai bersama dalam kelompoknya yang merupakan hasil kerja
sama setiap anggota kelompoknya.
4. Pengakuan Tim atau Reward
8
Pengakuan tim adalah penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau tim
paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadiah dengan
harapan dapat motivasi tim untuk terus berprestasi lebih baik lagi.
Menurut Slavin dan Rusman (2014) pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri
dari lima tahapan yaitu penyajian kelas (class presentation),belajar dalam kelompok
(teams), permainan (games), pertandingan (tournament), dan penghargaan kelompok
(team recognition). Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukan tipe TGT
efektif digunakan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam materi matematika,seni
dan bahasa (Slavin:1995)
Bintari (2017) menyatakan bahwa NHT merupakan suatu cara alternatif guru
dalam membelajarkan siswa. Pada umumnya NHT digunakan untuk melibatkan
siswa dalam penguatan pemahaman pembelajaran ataupun mengecek pemahaman
siswa terhadap materi pembelajaran.
9
Lebih lanjut Iksan (2017) menjelaskan Numbered Heads Together (NHT)
adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif, sehingga semua prinsip dan konsep
pembelajaran kooperatif ada pada NHT ini. Dalam model NHT ada hubungan saling
ketergantungan positif antar siswa, ada tanggung jawab perseorangan, serta ada
komunikasi antar anggota kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Numbered
Heads Together (NHT), semua siswa mendapatkan kesempatan dalam diskusi
kelompoknya untuk mengeluarkan gagasan atau ide kreatifnya tanpa harus
menggantungkan diri pada teman yang pandai saja. Sehingga semua anggota
kelompok memiliki tanggung jawab masing-masing untuk memberikan kontribusi
terhadap tugas yang diberikan Karba (2019)
Model pembelajaran NHT menekankan pada struktur khusus yang dirancang
untuk mempengaruhi pola interaksi serta memiliki tujuan untuk meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar siswa. Metode ini sesuai dengan tahap perkembangan pada
anak middle childhood yang masih menyukai berkegiatan di dalam kelompok. Selain
itu, metode ini merupakan cara menyenangkan bagi anak dan memberikan
kesempatan pada anak untuk dapat menjadi pemimpin.
Hunter (2015) mengungkapkan NHT memiliki empat komponen utama yaitu:
(1) tim belajar yang heterogen; (2) peran terstruktur dalam tim; (3) kontinjensi
kelompok yang saling bergantung; dan (4) pengakuan atas upaya kolektif siswa.
Metode Penugasan
10
tergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti tugas meneliti, menyusun laporan
(lisan/tulisan), tugas di laboratorium dan lain-lain.
11
kemampuan koneksi matematik peserta didik. Penelitian juga dilakukan oleh
cahyaningsih (2017) terkait pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT
terhadap hasil belajar matematika siswa SD dalam penelitian tersebut ditemukan hasil
bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar
matematika aspek kognitif dan psikomotor. Hal ini ditunjukkan dengan hasil evaluasi
dan unjuk kerja siswa yang lebih baik antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Hasil belajar aspek afektif, hasil antara angket kelas kontrol dan kelas eksperimen
tidak terdapat perbedaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh
model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar matematika aspek
afektif.
12
1) Teams Games Tournament (TGT)
Langkah pertama yaitu penulis mempresentasikan materi
(classs presentation) yang akan dipelajari didepan kelas kemudian
pembentukan kelompok yang dilakukan secara acak yaitu siswa
berhitung dengan satu sampai empat. Bagi siswa yang mendapat
angka satu maka akan menjadi kelompok satu begitu pula dengan
siswa yang mendapat angka dua,tiga, dan empat yang otomatis
menjadi anggota kelompok tersebut. Lalu penulis memberikan waktu
bagi siswa untuk mempelajari kembali materi yang telah
dipresentasikan dengan kelompoknya masing-masing (teams).
Kemudian penulis memberikan soal kepada tiap kelompok dan soal
yang diberikan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain
berbeda. Soal tersebut kemudain dikerjakan secara berkelompok
(games), soal tersebut berisi lima pertanyaan. Setelah menemukan
jawaban para siswa berlomba untuk menuliskan jawaban tiap soal di
papan tulis (tournament). Setelah semua jawaban terisi kemudian
penulis bersama siswa mengoreksi jawaban yang telah [Link]
menentukan kelompok mana yang menjawab pertanyaan dengan
benar. Bagi kelompok yang menjawab pertanyaan dengan benar
mendapatkan reward (team recognition).
2) Numbered Head Together (NHT)
Dalam metode NHT langkah pertama yang dilakukan penulis yaitu
mempresentasikan materi yang akan dipelajari dipertemuan tersebut.
Kedua,pembentukan kelompok yang ditentukan dengan urutan meja.
Ketiga, pemberian soal kepada tiap kelompok. Keempat, menjawab
soal yang telah diberikan secara lisan dalam tahap ini semua anggota
kelompok menjawab pertanyaan yang diberikan sehingga Ketika ada
siswa yang kurang mampu dalam menjawab pertanyaan akan dibantu
anggota kelompoknya yang mampu menjawab pertanyaan tersebut.
Langkah selanjutnya dengan pemberian skor langsung terhadap
13
masing-masing kelompok. Dan yang terakhir berupa reward terhadap
kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan dan memberikan
pengertian dan semangat bagi kelompok yang belum berhasil
menjawab pertanyaan.
2) EVALUASI
Setelah melakukan pratik mengajar selama tiga hari didapatkan hasil bahwa
para siswa antusias dalam mengikuti tiap pertemuan hal tersebut dikarenakan
sebelum memulai pelajaran penulis mengajak siswa untuk bermain games
sehingga bisa menumbuhkan semangat pada siswa.
Saat pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe team game tournament
motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris meningkat hal tersebut ditunjukan
dengan keaktifan siswa dalam bertanya mengenai materi yang belum dipahami.
Dan saat mengerjakan tugas kelompok para siswa ikut andil dalam mengerjakan
soal tersebut dan saling mengeluarkan jawaban serta opini masing-masing.
Terlebih ketika memasuki tahap tournament yaitu tahap dimana anggota
kelompok saling berlomba dengan anggota kelompok yang lain untuk menuliskan
jawaban di papan tulis, para siswa terlihat begitu antusias dan gembira ketika telah
menyelesaikan menulis jawaban. Meskipun dalam penulisan bahasa Ingrris masih
banyak yang salah namun para siswa sudah mengerti dan paham dengan
pertanyaan yang diberikan kepada kelompoknya masing-masing. Saat
pengoreksian jawaban dilakukan secara bersama-sama antara penulis dan siswa.
Pembelajaran kooperatif tipe numbered head together yang dilakukan
membuat siswa antusias hal itu dikarenakan pengerjaan soal yang dilakukan
secara berkelompok. Dalam pembentukan kelompok ditentukan oleh penulis
berdasarkan tempat duduk. Dalam menjawab soal dilakukan secara lisan oleh
tiap-tiap anggota kelompok sehingga terjalin hubungan saling tolong menolong
antar anggota kelompok dimana anggota kelompok yang tidak mampu menjawab
pertanyaan dibantu oleh anggota kelompoknya yang mampu menjawab soal
tersebut. Sehingga dalam kegiatan ini kemampuan speaking para siswa
meningkat. Bagi kelompok yang benar dalam menjawab soal akan diberikan skor
14
yang ditulis di papan tulis sehingga bisa dilihat semua siswa hal tersebut
memotivasi tiap kelompok supaya menjawab pertanyaan dengan benar.
15
BAB III
PENUTUPAN
1. KESIMPULAN
2. SARAN
a. Bagi Guru
16
Guru supaya lebih kreatif dalam memotivasi siswa dalam menggunakan
metode pembelajaran kooperatif agar siswa optimal dalam mengikuti
pembelajaran.
b. Bagi Siswa
17
DAFTAR PUSTAKA
Paryanto. (2020). Implementasi Model Pembelajarn Kooperatif Tipe STAD (Student Teams
Achievement Division) Untuk Pelajarn Passing Dalam Bola Voli. Malang.
Ahlimedia Press
18
Education, Theory And Application. DOI: 10.1088/1742-
6596/855/1/012019
Khusniyah, N., & Hakim, L. (2019). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Daring: Sebuah
Bukti Pada Pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal Tatsqif, 17(1), 19-33.
DOI:[Link]
Merti,Ni Made. (2020). Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (Tgt)
Dengan Media Audio Visual Guna Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa
Inggris. Journal Of Education Action Research 4(3). DOI:
[Link]
19
Lampiran-lampiran
A. TUJUAN
Siswa mampu menyalin ungkapan greeting dan introduction.
Siswa mampu melengkapi percakapan sederhana menggunakan ungkapan greeting
dan introduction.
Siswa mampu menulis ungkapan perkenalan diri dalam Bahasa Inggris.
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
1. Melakukan Pembukaan dengan Salam dan Dilanjutkan Dengan Membaca Doa
Kegiatan (Orientasi) 15
Pendahuluan 2. Mengaitkan Materi Sebelumnya dengan Materi yang akan dipelajari dan menit
diharapkan dikaitkan dengan pengalaman peserta didik (Apersepsi)
3. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. (Motivasi)
Kegiatan Writing 60
Inti Guru memberikan catatan tentang ungkapan greeting dan introduction. menit
Siswa menyalin catatan yang diberikan guru
Siswa melengkapi percakapan sederhana menggunakan ungkapan
greeting& introduction.
Siswa menulis ungkapan perkenalan diri secara sederhana dalam Bahasa
Inggris.
Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru.
20
Kegiatan Peserta Didik : 15
Penutup Membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point menit
penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi yang baru
dilakukan.
Guru :
Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa.
Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk
kerja dengan benar diberi hadiah/ pujian
Guru memberikan informasi tentang materi untuk pertemuan berikutnya
Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam
C. PENILAIAN (ASESMEN)
Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes
pengetahuan dan presentasi unjuk kerja atau hasil karya/projek dengan rubric penilaian.
Sekolah : SD
Kelas/semester : II/ 1
A. TUJUAN
o Siswa mampu menyalin ungkapan greeting dan introduction.
21
o Siswa mampu melengkapi percakapan sederhana menggunakan ungkapan
greeting dan introduction.
o Siswa mampu menulis ungkapan perkenalan diri dalam Bahasa Inggris.
B. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Uraian kegiatan
Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan
syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai
pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap
disiplin, Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam
mengawali kegiatan pembelajaran.
Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran
yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. (Motivasi)
Kegiatan Inti Class Presentation, guru memberikan serta menjelaskan materi
mengenai greeting kepada peserta didik
Team, guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok satu
kelompok terdiri dari 4 – 6 orang
Games, guru memberikan soal kepada masing-masing kelompok
untuk kemudian didiskusikan dan dikerjakan secara berkelompok.
Tournament, peserta didik menuliskan hasi kerja kelompok di
papan tulis secara berlomba-lomba
Team recognition,guru bersama peserta didik mengoreksi jawaban
yang telah diisi oleh masing-masing kelompok dan menentukan
kelompok mana yang memiliki skor paling tinggi
Penutupan Peserta didik dibimbing oleh guru untuk menarik kesimpulan
point penting pada materi yang dipelajari pada setiap pertemuan
1,2 dan 3.
Guru memberikan apresiasi pada peserta didik atas kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan dengan pemberian pujian dan
hadiah
Guru memberikan informasi tentang materi untuk pertemuan
berikutnya
Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam
22
C. Penilaian
1. Tehnik penilaian
2. Instrument penilaian
……………………. …………………….
23
Lampiran 3. Jurnal Dan Buku Acuan
24
25
26
27
Lampiran 4. Hasil Lembar Kerja Siswa (Sampling)
28
Lampiran 5. Surat Pernyataan Dari Sekolah
29
Lampiran 6. Dokumentasi
[Link]
esdk
30