DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Penarikan Sampel) I. PENDAHULUAN Bidang Inferensia Statistik membahas generalisasi/penarikan kesimpulan dan prediksi/ peramalan.
. Generalisasi dan prediksi tersebut melibatkan sampel/contoh, sangat jarang menyangkut populasi. Sensus = pendataan setiap anggota populasi Sampling = pendataan sebagian anggota populasi = penarikan contoh = pengambilan sampel Pekerjaan yang melibatkan populasi tidak digunakan, karena: 1. mahal dari segi biaya dan waktu yang panjang 2. populasi akan menjadi rusak atau habis jika disensus misal : dari populasi donat ingin diketahui rasanya, jika semua donat dimakan, dan donat tidak tersisa, tidak ada yang dijual? Sampel yang baik Sampel yang representatif Besaran/ciri sampel ( Statistik Sampel ) memberikan gambaran yang tepat mengenai besaran ukuran populasi ( Parameter Populasi )
Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi ? perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Parameter Populasi Statistik Sampel
x : (x bar) - : (nilai xx - : (nilai
12 12
Rata-Rata : (myu)
Selisih 2 Rata-rata
mutlak) mutlak) Standar Deviasi = s : (sigma) S Simpangan Baku Varians = Ragam s s Proporsi p : (phi atau p) pp atau $ Selisih 2 proporsi pp - :(nilai mutlak - : (nilai mutlak) pp
12 12
) catatan : pada Nilai Mutlak, nilai negatif diabaikan misal : n 3 - 7 = -4 = 4
1 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
Sampel yg baik diperoleh dengan memperhatikan hal-hal berikut : 1. keacakannya ( randomness ) 2. ukuran 3. teknik penarikan sampel ( sampling ) yang sesuai dengan kondisi atau sifat populasi Sampel Acak = Contoh Random dipilih dari populasi di mana setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama terpilih menjadi anggota ruang sampel. BEBERAPA TEKNIK PENARIKAN SAMPEL : 1. Penarikan Sampel Acak Sederhana ( Simple Randomized Sampling ) Pengacakan dapat dilakukan dengan : undian, tabel bilangan acak, program komputer.
2. Penarikan Sampel Sistematik ( Systematic Sampling ) Tetapkan interval lalu pilih secara acak anggota pertama sampel Contoh : Ditetapkan interval = 20 Secara acak terpilih : Anggota populasi ke-7 sebagai anggota ke1 dalam sampel, maka : Anggota populasi ke-27 menjadi anggota ke-2 dalam sampel Anggota populasi ke-47 menjadi anggota ke-3 dalam sampel, dst. 3. Penarikan Sampel Acak Berlapis ( Stratified Random Sampling ) Populasi terdiri dari beberapa kelas/kelompok. Dari setiap kelas diambil sampel secara acak. Perhatikan !!!! Antar Kelas bersifat (cenderung) berbeda nyata (heterogen). Anggota dalam suatu kelas akan (cenderung) sama (homogen). Contoh : Dari 1500 penumpang KA (setiap kelas memiliki ukuran yang sama) akan diambil 150 orang sebagai sampel, dilakukan pendataan tentang tingkat kepuasan, maka sampel acak dapat diambil dari : Kelas Eksekutif : 50 orang Kelas Bisnis : 50 orang Kelas Ekonomi : 50 orang 4. Penarikan Sampel Gerombol/Kelompok ( Cluster Sampling ) Populasi juga terdiri dari beberapa kelas/kelompok Sampel yang diambil berupa kelompok bukan individu anggota Perhatikan !!!!
2 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
Antar Kelas bersifat (cenderung) sama (homogen). Anggota dalam suatu kelas akan (cenderung) berbeda (heterogen). Contoh : Terdapat 40 kelas untuk tingkat II Jurusan Ekonomi-GD, setiap kelas terdiri dari 100 orang. Populasi mahasiswa kelas 2, Ekonomi-UGD = 40 100 = 4000. Jika suatu penelitian dilakukan pada populasi tersebut dan sampel yang diperlukan = 600 orang, dilakukan pendataan mengenai lama waktu belajar per hari maka sampel dapat diambil dari 6 kelas.... Dari 40 kelas, ambil secara acak 6 kelas. 5. Penarikan Sampel Area ( Area Sampling ) Prinsipnya sama dengan Cluster Sampling . Pengelompokan ditentukan oleh letak geografis atau administratif. Contoh : Pengambilan sampel di daerah JAWA BARAT, dapat dilakukan dengan memilih secara acak KOTAMADYA tempat pengambilan sampel, misalnya terpilih, Kodya Bogor, Sukabumi dan Bandung, Sampel acak menjadi dasar penarikan sampel lain. Selanjutnya, pembahasan akan menyangkut Penarikan Sampel Acak. Penarikan Sampel Acak dapat dilakukan dengan 2 cara 1. Penarikan sampel tanpa pemulihan/tanpa pengembalian : setelah didata, anggota sampel tidak dikembalikan ke dalam ruang sampel 2. Penarikan sampel dengan pemulihan : bila setelah didata, anggota sampel dikembalikan ke dalam ruang sampel. Berdasarkan Ukurannya , maka sampel dibedakan menjadi : 1. Sampel Besar jika ukuran sampel (n) = 30 2. Sampel Kecil jika ukuran sampel (n) < 30 II. DISTRIBUSI PENARIKAN SAMPEL ( DISTRIBUSI SAMPLING) Jumlah Sampel Acak yang dapat ditarik dari suatu populasi adalah sangat banyak. Nilai setiap Statistik Sampel akan bervariasi/beragam antar sampel. Suatu statistik dapat dianggap sebagai peubah acak yang besarnya sangat tergantung dari sampel yang kita ambil. Karena statistik sampel adalah peubah acak maka ia mempunyai distribusi yang kita sebut sebagai : Distribusi peluang statistik sampel = Distribusi Sampling = Distribusi Penarikan Sampel Statistik sampel yg paling populer dipelajari adalah Rata-Rata ( x )
3 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
II.1. DISTRIBUSI SAMPLING RATA-RATA Beberapa notasi : n : ukuran sampel N : ukuran populasi x : rata-rata sampel : rata-rata populasi s : standar deviasi sampel s : standar deviasi populasi
: rata-rata antar semua sampel
x
s
: standar deviasi antar semua sampel = standard error = galat baku
x
[Link] Sampling Rata Rata Sampel Besar DALIL - 1 JIKA . Sampel: berukuran = n = 30 diambil DENGAN PEMULIHAN dari rata-rata = x Populasi berukuran = N Terdistribusi NORMAL Rata-rata = ; simpangan baku = s MAKA Distribusi Rata-rata akan mendekati distribusi Normal dengan :
z x = - s s = dan nilai
DALIL - 2
dan
s nx
nx
JIKA . Sampel: berukuran = n = 30 diambil TANPA PEMULIHAN dari rata-rata = x Populasi berukuran = N Terdistribusi NORMAL Rata-rata = ; simpangan baku = s MAKA. Distribusi Rata-rata akan mendekati distribusi Normal dengan :
Nn
x
=- ss
zx =- =
dan
dan nilai
-1 - Nn
- N nx
s (/ ) 1 n Nn
-N
disebut sebagai FAKTOR KOREKSI populasi terhingga.
-1N
4 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
Faktor Koreksi (FK) akan menjadi penting jika sampel berukuran n diambil dari populasi berukuran N yang terhingga/ terbatas besarnya Jika sampel berukuran n diambil dari populasi berukuran N yang sangat besar maka - Nn FK akan mendekati 1 - N 1 1, hal ini mengantar kita pada dalil ke-3 yaitu : DALIL LIMIT PUSAT = DALIL BATAS TENGAH ( THE CENTRAL LIMIT THEOREM ) DALIL - 3 : DALIL LIMIT PUSAT JIKA. Sampel: berukuran = n diambil dari rata-rata = x Populasi berukuran = N yang BESAR distribusi : SEMBARANG Rata-rata = ; simpangan baku = s MAKA. Distribusi Rata-rata akan mendekati distribusi Normal dengan :
ss
= - = dan nilai
zx
dan n nx
sx
Dalil Limit Pusat berlaku untuk : 1. penarikan sampel dari populasi yang sangat besar, 2. distribusi populasi tidak dipersoalkan Beberapa buku mencatat hal berikut : Populasi dianggap BESAR jika ukuran sampel
n
KURANG DARI 5 % ukuran populasi atau
< 5% N
Dalam pengerjaan soal DISTRIBUSI SAMPLING RATA-RATA perhatikan asumsi-asumsi dalam soal sehingga anda dapat dengan mudah dan tepat menggunakan dalil-dalil tersebut! CONTOH - 1 :
5 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
PT AKUA sebuah perusahaan air mineral rata-rata setiap hari memproduksi 100 juta gelas air mineral. Perusahaan ini menyatakan bahwa rata-rata isi segelas AKUA adalah 250 ml dengan standar deviasi = 15 ml. Rata-rata populasi dianggap menyebar normal. SOAL 1. Jika setiap hari diambil 100 gelas AKUA sebagai sampel acak DENGAN PEMULIHAN, hitunglah : a. standard error atau galat baku sampel tersebut? b. peluang rata-rata sampel akan berisi kurang dari 253 ml? SOAL 2. Jika sampel diperkecil menjadi 25 gelas, hitunglah : a. standard error atau galat baku sampel tersebut? b. peluang rata-rata sampel akan berisi lebih dari 255 ml? JAWAB : SOAL 1 : Diselesaikan dengan DALIL 1 karena PEMULIHAN Diselesaikan dengan DALIL 3 karena POPULASI SANGAT BESAR
N = 100 000 000
x
= = 250 s = 15 n = 100
P( x < 253) = P(z < ?) a. Standar Error atau Galat Baku Sampel
15 15
s s == == .
GALAT BAKU =
10 15 n 100 x
253 250 3 z = - == 15 ... 15 20
Jadi P( x < 253) = P(z < 2.0) = 0.5 + 0.4772 = 0.9772 b. Peluang rata-rata sampel akan berisi kurang dari 253 ml adalah 97,72 % SOAL 2. Diselesaikan dengan DALIL 3 karena POPULASI SANGAT BESAR N = 100 000 000 = = 250 s = 15 n = 25
x
P( x > 255) = P(z > ?) a. standard error atau galat baku sampel
15 15
s s == == .
GALAT BAKU =
5 30 n 25 x
6 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
255 250 z = - ==
5 30 ... 30 167
Jadi P( x > 255 ) = P(z > 1.67) = 0.5 - 0.4525 = 0.0475 b. Jadi peluang rata-rata sampel akan berisi lebih dari 255 ml adalah 4,75 % CONTOH - 2 : Dari 500 mahasiswa FE-GD diketahui rata-rata tinggi badan = 165 cm dengan standar deviasi = 12 cm, diambil 36 orang sebagai sampel acak. Jika penarikan sampel dilakukan TANPA PEMULIHAN dan rata-rata tinggi mahasiswa diasumsikan menyebar normal, hitunglah : a. galat baku sampel? b. peluang sampel akan memiliki rata-rata tinggi badan kurang dari 160 cm? JAWAB : Diselesaikan dengan DALIL 2 TANPA PEMULIHAN N = 500 = = 165 s = 12 n = 36
x
Catatan P( x < 160) = P(z < ?) FK =
Dalil Limit Pusat tidak dapat digunakan = 36
N 500 = 0.072 = 7.2% > 5%
- Nn 500 36 464 . ... . ... - = - - == = N 1 500 1
499 0929 0 964
12
ss=
GALAT BAKU x FK =
....
= 2 x 0.964... = 1.928...
n 160 165 = - =- z
36 0964 x
1928 259 .... ....
P( x < 160) = P(z < -2.59) = 0.5 - 0.4952 = 0.0048 b. jadi peluang sampel akan memiliki rata-rata tinggi badan kurang dari 160 cm adalah 0,48% II.1.2. Distribusi Sampling Rata-rata Sampel Kecil DISTRIBUSI - t Distribusi Sampling didekati dengan distribusi t Student = distribusi t (W.S. Gosset). Lihat Buku Statistika-2, hal 177
7 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
Distribusi-t pada prinsipnya adalah pendekatan distribusi sampel kecil dengan distribusi normal. Dua hal yang perlu diperhatikan dalam Tabel t adalah 1. derajat bebas (db) 2. nilai a Derajat bebas (db) = degree of freedom = v = n - 1. n : ukuran sampel. Nilai a adalah luas daerah kurva di kanan nilai t atau luas daerah kurva di kiri nilai t Nilai a 0.1 (10%) ; 0.05 (5%) ; 0.025(2.5%) ; 0.01 (1%) ; 0.005(0.5%) Nilai a terbatas karena banyak kombinasi db yang harus disusun! Kelak Distribusi t akan kita gunakan dalam PENGUJIAN HIPOTESIS Nilai a ditentukan terlebih dahulu Lalu nilai t tabel ditentukan dengan menggunakan nilai a dan db. Nilai t tabel menjadi batas selang pengujian Lalukan pembandingan nilai t tabel dengan nilai t hitung. Nilai t hitung untuk kasus distribusi rata-rata sampel kecil didapat dengan menggunakan DALIL 4 Pembacaan Tabel Distribusi-t Misalkan n = 9 db = 8; Nilai a ditentukan = 2.5% di kiri dan kanan kurva t tabel (db, a) = t tabel(8; 0.025) = 2.306 Jadi t = 2.306 dan -t = -2.306
2.5%
95 %
2.5%
-2.306
2.306
8 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal
dari
Arti Gambar di atas : nilai t sampel berukuran n = 9, berpeluang 95% jatuh dalam selang -2.306 < t < 2.306. Peluang t >2.306 = 2.5 % dan Peluang t < -2.306 = 2.5 % Coba cari nilai t tabel untuk beberapa nilai db dan a yang lain! Perbedaan Tabel z dan Tabel t Tabel z nilai z menentukan nilai a Tabel t nilai a dan db menentukan nilai t Dalam banyak kasus nilai simpangan baku populasi (s) tidak diketahui, karenanya nilai s diduga dari nilai simpangan baku sampel (s) DALIL - 4 JIKA Sampel: ukuran KECIL n < 30 diambil dari rata-rata = x simp. baku = s Populasi berukuran = N terdistribusi : NORMAL Rata-rata = MAKA. Distribusi Rata-rata akan mendekati distribusi-t dengan :
s
pada derajat bebas = n-1 dan suatu nilai a Contoh 3 : Manajemen PT BETUL menyatakan bahwa 95% rokok produksinya rata-rata mengandung nikotin 1.80 mg, data tersebar normal. Yayasan Konsumen melakukan pengujian nikotin terhadap 9 batang rokok dan diketahui rata-rata sampel = 1.95 mg nikotin dengan standar deviasi = 0.24 mg. Apakah hasil penelitian Yayasan Konsumen mendukung pernyataan Manajemen PT BETUL? Jawab : 95 % berada dalam selang berarti 5 % berada di luar selang; 2.5 % di kiri t dan 2.5% di kanan t a = 2.5 % = 0.025 n = 9 db = n - 1 = 8 t tabel (db, a) = t tabel (8; 0.025) = 2.306 Jadi 95 % berada dalam selang -2.306 < t < 2.306 Nilai t-hitung = ? = 1.80 n = 9 x = 1.95 s = 0.24
=- tx
s=
dan
dan nilai
sn n x
9 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
=-
195 180 .. 015 . = - == t x = t 008 1 875 . . sn 024 9 .
Nilai t hitung = 1.875 berada dalam selang -2.306 < t < 2.306 jadi hasil penelitian Yayasan Konsumen masih sesuai dengan pernyataan manajemen PT BETUL. [Link] Sampling Bagi Beda 2 Rata Rata DALIL - 5 JIKA. Dua (2) Sampel berukuran dan
1 1 2
diambil dari n n
x x
rata-rata = dan
2
Dua (2) Populasi berukuran BESAR Rata-rata dan
1 2
s
1
s
2
Ragam dan
MAKA. Distribusi Rata-rata akan mendekati distribusi Normal dengan :
2 2
s ss
dan standard error =
12 12
=+ =nn - xx xx 12
dan
= --- z xx 12 12
ss nilai z
+1 nn
1 2 2
Beda atau selisih 2 rata-rata = - ambil nilai mutlaknya!
12
Melibatkan 2 populasi yang BERBEDA dan SALING BEBAS Sampel-sampel yang diambil dalam banyak kasus (atau jika dilihat secara akumulatif) adalah sampel BESAR Contoh 4 : Diketahui rata-rata IQ mahasiswa Eropa = 125 dengan ragam = 119 sedangkan rata-rata IQ mahasiswa Asia = 128 dengan ragam 181. diasumsikan kedua populasi berukuran besar Jika diambil 100 mahasiswa Eropa dan 100 mahasiswa Asia sebagai sampel, berapa peluang terdapat perbedaan IQ kedua kelompok akan kurang dari 2?
10 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari
Jawab : Populasi Parameter populasi ke-1 (Mhs. Eropa) populasi ke-2 (Mhs. Asia) Rata-rata ( ) 125 128 Ragam (s) 119 181 =- - = - = 125 128 3 3 Beda 2 Rata-rata =
- xx 12
12
Sampel : = 100
1 2
= 100 n
- xx P(
12
<2 ) = P ( z < ?)
23 1
= --- z xx == - =- - . ... . 12 12
ss 119 181 3 0577 058 2
+ +1 2 100 100 nn
1 2
P(z<-0.58) = 0.5 - 0.2190 = 0.2810 JADI peluang terdapat perbedaan IQ kedua kelompok akan kurang dari 2 adalah 28,1 %. @
11 11
Distribusi Sampling / thomas yuni gunarto / hal dari