0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan7 halaman

KREMORES

Laporan praktikum membuat krim antiseptik (kremores) ini menjelaskan tentang formula krim unguentum leniens yang mengandung 1 gram tinctura benzoes per 1 ml sediaan. Dokumen ini berisi tentang tinjauan pustaka, deskripsi bahan, khasiat, perhitungan dan penimbangan bahan, langkah pembuatan, penyimpanan, serta deskripsi hasil akhir yang diharapkan dari krim tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan7 halaman

KREMORES

Laporan praktikum membuat krim antiseptik (kremores) ini menjelaskan tentang formula krim unguentum leniens yang mengandung 1 gram tinctura benzoes per 1 ml sediaan. Dokumen ini berisi tentang tinjauan pustaka, deskripsi bahan, khasiat, perhitungan dan penimbangan bahan, langkah pembuatan, penyimpanan, serta deskripsi hasil akhir yang diharapkan dari krim tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM FARMASETIKA II

KREMORES

A. Nama bentuk sediaan: Kremores


Nomor dan Nama Resep Resep
No. VI
Unguentum Leniens
Kekuatan sediaan: mengandung zat aktif 1 gram (1ml) Tinctura benzoes
B. Tinjauan Pustaka

Krim adalah bentuk sediaan setengah padat, mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut
atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai (Farmakope Indonesia Edisi IV). Krim adalah
suatu salep yang berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan
untuk pemakaian luar. Contoh: Hidrokortison krim. Ada dua tipe krim, krim tipe minyak-air
dan tipe air-minyak. Contoh krim tipe minyak-air adalah vanishing cream dan contoh krim
tipe air-minyak adalah cold cream (Anonim, 1979). Tipe krim minyak-air (M/A) merupakan
krim yang fase luarnya air, jadi mudah dicuci dengan air dan tidak lengket atau meninggalkan
noda pada pakaian. Tipe krim airminyak (A/M) merupakan krim dengan fase luarnya minyak,
tidak mudah dicuci dan dapat meninggalkan noda atau lengket pada pakaian serta tidak
mudah mongering (Ansel, 2008).

Kualitas dasar krim yaitu stabil selama masih dipakai mengobati. Maka krim harus bebas dari
inkompabilitas, stabil pada suhu dan kelembapan ruangan. Semua zat dalam keadaan halus
dan seluruh produk menjadi lunak dan homogen. Pada umumnya, krim mudah dipakai dan
dihilangkan dari kulit (Anief, 2007).

Pada kasus dimana efek/kerja terlokalisasi dibutuhkan, sediaan topikal memberikan peluang
yang besar. Hanya saja kulit adalah media yang buruk untuk menghantarkan obat, karena
sesuai dengan fungsi kulit tubuh, kulit akan mencegah masuknya bahan kimia. Pada
umumnya molekul polar yang besar tidak berpeneterasisecara baik melewati stratum
corneum. Sifat penting fisikokimia interinsik dari calon obat yang diberikan secara
transdermal melalui bobot molekul dan volume, kelarutan dalam air, suhu lebur, dan log P.
Rute pemberian obat secara transdermal merupakan suatu alternatif untuk menghindari
variabilitas ketersediaan hayati obat pada penggunaan per oral, menghindari kontak langsung
obat dengan mukosa lambung sehingga mengurangi efek samping obat tertentu, juga untuk
memperoleh konsentrasi obat terlokalisir pada tempat kerjanya (Anief, 2007).

Kestabilan krim akan rusak bila teganggu sistem pencampurannya terutama disebabkan
karena perubahan suhu dan perubahan komposisi, disebabkan penambahan salah satu fase
secara berlebihan atau pencampuran dua tipe krim, jika zat pengemulsinya tidak
tercampurkan satu sama lain (Anonim, 1979 ).

Perbedaan krim, salep, dan pasta adalaah krim merupakan sediaan berupa emulsi kental
mengandung tidak kurang dari 60% air, salep merupakan sediaan yang terdiri dari substansi
berminyak atau emulsi minyak yang mengandung air dengan proporsi yang relatif tinggi,
sedangkan pasta adalah salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk) (Anief,
2007).

Keuntungan sediaan krim ialah kemampuan penyebarannya yang baik pada kulit,
memberikan efek dingin karena lambatnya penguapan air pada kulit, mudah dicuci dengan
air, serta pelepasan obat yang baik. Selain itu tidak terjadi penyumbatan dikulit dan krimnya
tampak putih dan bersifat lembut (Voight, 1994).

Kelemahan krim adalah mudah pecah jika dalam pembuatan formula tidak pas, mudah kering
dan mudah rusak khususnya tipe airminyak karena terganggu system campuran terutama
disebabkan oleh perubahan suhu dan perubahan komposisi disebabkan penambahan satu fase
secara berlebihan (Voight, 1994).

C. Nama dan Isi Formula

Nama formula/ resep: Pasta Zinci

1. Resep Asli
Nama formula/resep : Unguentum Leniens

R/ Ungt. Leniens Ph. Ned. V 20


S.u.e
Pro: Soenarti

2. Resep Standar

R/ Cera alba 5
Cetaceum 10
Adeps lande 10
Oleum sesame 50

(Anonim, 1978).

D. Deskripsi Bahan
1. Cera Alba (Malam Putih)
 Pemerian : Padatan putih kekuningan, sedikit tembus cahaya dalam keadaan
tipis, bau khas lemah
 Kelarutan : Praktis, tidak larut dalam air, sukar larut dalam etanol dingin, larut
sempurna dalam kloroform, minyak lemak, minyak atsiri, eter hangat
 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
 Khasiat : Basis krim untuk menambah viskositas (Anonim, 1995).
2. Cetaceum (Kremos)
 Pemerian : Massa hablur, bening, warna putih, licin, bau khas lemah.
 Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan etanol dingin, mudah larut dalam
etanol mendidih dan kloroform.
 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
 Khasiat : Sebagai emulgator, menaikkan titik leleh (Anonim,
1995).
3. Adeps Lanae
 Pemerian : Zat serupa lemak, pekat, warna kuning muda, bau khas, agak
tembus cahaya.
 Kelarutan : Tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol 95%, mudah
larut dalam kloroform.
 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya.
 Khasiat : Basis krim, mempertahankan kontak dengan kulit (Anonim, 1995).
4. Oleum Sesami(Minyak Wijen)
 Pemerian : Cairan kuning pucat, bau lemah, rasa tawar, tidak membeku pada
suhu 0℃.
 Kelarutan : Sukar larut dalam etanol 95%, mudah larut dalam eter dan
kloroform.
 Penyimpanan : Wadah tertutup baik.
 Khasiat : Zat tambahan (fase minyak) pada emulsi (Anonim,
1995).
5. Aquades
 Pemerian : Cairan jernih, tidak berbau, tidak berwarna.
 Penyimpanan : Wadah tertutup baik.
 Kegunaan : Sebagai pelarut (fase air) (Anonim, 1995).
6. Tinctura Benzoes
 Pemerian : Cairan warna kuning tua, bau dan rasa seperti benzoat.
 Penyimpanan : Wadah tertutup baik.
 Khasiat : Antiseptik, pengawet. (Anonim, 1995)
E. Khasiat bentuk sediaan
Sediaan krim unguentum leniens atau cold cream memberikan khasiat menyejukkan
kulit berdasarkan isi formula tersebut
F. Perhitungan dan Penimbangan Bahan
Dalam resep standar bobot krim adalah 100 gram, namun dalam resep asli hanya
dibuat 20 gram.
Sehingga bahan yang dibutuhkan
- Aquadest : 20/100 x 20= 4 gram setara dengan 4 ml
- Tinctura benzoes : 20/100 x 5 = 1 gram
Untuk bahan-bahan yang dilelehkan, saat penimbangan dilebihkan 20% dari bobot
yang dibutuhkan
- Cera alba : (20/100 x 5) + 20 % (20/100 x 5 ) = 1,2 gram
- Cetaceum : (20/100 x 10) + 20% (20/100 x 10) = 2,4 gram
- Adeps lanae : (20/100 x 10) +20 % (20/100 x 10 ) = 2,4 gram
- Oleum sesame : (20/100 x 50 ) + 20 % (20/100 x 50 ) = 12 gram
G. Alat
1. Neraca lengan 8. Sendok sungu
2. Anak timbang 9. Sudip
3. Mortir dan stamper 10. Kassa
4. Cawan porselen 11. Tissue
5. Botol timbang 12. Etiket biru
6. Kertas timbang 13. Penangas air
7. Pot salep 14. Gelas ukur

H. Langkah Kerja

Timbang semua bahan dan dilebihkan 20% untuk bahan yang mengalami pemanasan

Lelehkan semua bahan kecuali tingtur benzoas dan aqua diatas cawan porselin yang dialasi
kasa

Hangatkan mortir

Masukan lelehan bahan-bahan No. 2 ke dalam mortir

Aduk sampai dingin dan homogen

Masukan ke pot salep

Beri etiket

I. Etiket
 Etiket yang digunakan berwarna biru, karena untuk pemakaian topikal
 Beyond use date: untuk formula topikal tidak lebih dari 30 hari

Apotek
Farmasetika
Sekip Utara, Yogyakarta
No : VI Tgl: 26 April 2021
Nama Pasien : Soenarti
Obat : Unguentum Liniens (krim antieptik)
Aturan Pakai : Dioleskan pada kulit yang iritasi. Nila perlu 2-3x sehari
Obat Luar
Peringatan Simpan di Kadaluarsa Apoteker
Hanya untuk Tempat kering
pemakaian dan sejuk 26 Mei 2021
luar tubuh.
J. Wadah Akhir
Sediaan kremores wadah akhirnya adalah pot cream plastik yang tertutup baik.
K. Penyimpanan
Disimpan ditempat sejuk, tempat tertutup baik.
L. Deskripsi Hasil Akhir yang Diharapkan
Krim tidak terlalu encer, tidak terlalu padat, 1 pot berbobot 20 gram, lembut,
homogen, mudah dibersihkan jika dioleskan, kedua fase tidak memisah,
konsistensinya sesuai bau seperti benzoe, dan tekstur lembut.
M. Daftar Pustaka
Anief, Moh., 2007, Farmasetika, UGM Press, Yogyakarta.
Anonim, 1978, Formularium Nasional Edisi III, Depkes RI, Jakarta.
Anonim, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Depkes RI, Jakarta.
Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta.
Anonim, 2014, Farmakope Indonesia Edisi V, Depkes RI, Jakarta.
Ansel, H.C, 2008, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi IV, UI Press, Jakarta.
Voigt, R., 1994, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Yogyakarta, UGM Press.

Asisten Koreksi Yogyakarta, 26 April 2021


)

Anda mungkin juga menyukai