100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
465 tayangan12 halaman

Panduan Pengurusan Jenazah Kelas XI

Lembar kerja peserta didik ini membahas tentang penyelenggaraan pengurusan jenazah secara Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga berziarah. Terdapat penjelasan tata cara yang harus dilakukan sesuai sunnah dan dilengkapi contoh niat serta doa yang harus diucapkan.

Diunggah oleh

Aris Cilacap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
465 tayangan12 halaman

Panduan Pengurusan Jenazah Kelas XI

Lembar kerja peserta didik ini membahas tentang penyelenggaraan pengurusan jenazah secara Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga berziarah. Terdapat penjelasan tata cara yang harus dilakukan sesuai sunnah dan dilengkapi contoh niat serta doa yang harus diucapkan.

Diunggah oleh

Aris Cilacap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

pppp

LKPD
Lembar Kerja Peserta Didik

Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti


Kelas XI

Pelaksanaan Pengurusan Jenazah

Nama Lengkap : ……
Kelas / Jurusan : ……
No Presensi : ……
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester : XI/Ganjil
Materi Pokok : Pelaksanaan Pengurusan Jenazah
Sub Materi : Memandikan, mengkafani, dan menyolatkan Jenazah

A. Kompetensi Inti : :
 KI-1:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi
secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat
dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
 KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
 KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


No Kompetensi Dasar No Indikator Pencapaian Kompetensi
3.7 Menganalisis 3.7.1  Menjelaskan kandungan dalil naqli tentang
pelaksanaan kepedulian terhadap jenazah.
penyelenggaraan 3.7.2  Menjelaskan tata cara penyelenggaraan jenazah
jenazah menurut hukum Islam.
3.7.3  Menjelaskan tata cara bertakziah sesuai ajaran Islam.
3.7.4  Menjelaskan tata cara berziarah sesuai ajaran Islam.
3.7.5  Mempraktikkan penyelenggaraan jenazah, takziah
dan ziarah sesuai dengan ajaran Islam.
3.7.6  Menyimpulkan hikmah dan manfaat tatacara
penyelenggaraan jenazah.
4.7 Menyajikan 4.7.1  Menyajikan paparan tentang makna, dalil, dan contoh
prosedur tatacara penyelenggaraan jenazah.
penyelenggaraan 4.7.2  Menyajikan paparan tentang hikmah dan manfaat
jenazah tatacara penyelenggaraan jenazah.

C. Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Memiliki rasa kepedulian terhadap orang meninggal dalam kehidupan sehari-hari
2. Bekerja sama dalam kelompok, memiliki rasa tanggung jawab, dan kreatif
3. Menjelaskan kandungan dalil naqli tentang kepedulian terhadap jenazah
4. Menjelaskan tata cara penyelenggaraan jenazah menurut hukum Islam
5. Menjelaskan tata cara bertakziah sesuai ajaran Islam
6. Menjelaskan tata cara berziarah sesuai ajaran Islam
7. Mempraktikan penyelenggaraan jenazah, takziah, dan ziarah sesuai ajaran Islam

D. Materi Pembelajaran
a. Dalil tentang kepedulian terhadap jenazah
)‫عوا بِاْل َجنَازَ ة (رواه متفق عليه‬
ُ ‫اَس ِْر‬
Artinya : “ segerakanlah pengurusan jenazah” (HR Muttafaq alaih)

)‫ـك (رواه أحمد‬ ِ ُ ‫ت قَ ْب ِلى فَفَ َس ْلت ُ ِك و َكفَّ ْنت‬


ِ ‫ـــك ثُــ َّم صلَّيْتُ علَي‬
ِ ُ ‫ْــك و َدفَّ ْنت‬ ِ ‫ض َّرك لَ ْو ِم‬
َ ‫َما‬

Artinya : "Tidak mengapa bila engkau meninggal sebelumku, karena aku akan
memandikanmu, mengkafaniku, kemudian menshalatkan dan menguburkanmu " (HR. Ahmad)
Dalam hadits diatas dijelaskan bahwa kita sebagai umat islam yang mempunyai rasa
kepedulian tinggi terhadap sesama hendaknya apabila ada saudara, kerabat, atau siapapun yang
meninggal dunia maka kita harus menyegerakan pegurusannya. Dimulai dari memandikan,
mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan.

b. Tata cara pengurusan jenazah

a. Tata Cara Memandikan

hal-hal yang perlu dipersiapkan:


[Link] tempat mandi.
[Link] bersih.
[Link] mandi.
[Link] tangan
[Link] kapas.
[Link] kapur barus.

Caranya:
[Link] mayat di tempat mandi yang disediakan.
[Link] memandikan jenazah hendaklah memakai sarung tangan.
[Link] bersih
[Link] air sabun.
[Link] air kapur barus.
[Link] mayat terlebih dahulu.
[Link] bersihkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari
tangan dan kaki dan rambutnya.
[Link] kotoran dalam perutnya dengan menekan perutnya secara perlahan-lahan.
[Link] atau basuh seluruh anggota mayat dengan air sabun juga.
[Link] siram dengan air yang bersih seluruh anggota mayat sambil berniat :
Lafaz niat memandikan jenazah lelaki :
‫ت هللِ تَعَالَى‬ ِ ِ‫اال َمي‬ ْ َ‫ن ََويْتُ ْالغُ ْس َل ِل َهذ‬
Lafaz niat memandikan jenazah perempuan :
‫ن ََويْتُ ْالغُ ْس َل ِل َه ِذ ِه ْال َميِت َ ِة هللِ تَعَالَى‬
[Link] atau basuh dari kepala hingga ujung kaki 3 kali dengan air bersih.
[Link] sebelah kanan 3 kali.
[Link] sebelah kiri 3 kali.
[Link] memiringkan mayat ke kiri basuh bahagian lambung kanan sebelah
belakang.
[Link] mayat ke kanan basuh bahagian lambung sebelah kirinya.
16’Siram kembali dari kepala hingga ujung kaki.
[Link] itu siram dengan air kapur barus.
[Link] itu jenazahnya diwudukkan

b. Tata cara mengafani jenazah

Hal-hal yang disunnahkan dalam mengkafani jenazah adalah:

1. Kain kafan yang digunakan hendaknya kain kafan yang bagus, bersih dan menutupi seluruh
tubuh mayat.
2. Kain kafan hendaknya berwarna putih.
3. Jumlah kain kafan untuk mayat laki-laki hendaknya 3 lapis, sedangkan bagi mayat
perempuan 5 lapis.
4. Sebelum kain kafan digunakan untuk membungkus atau mengkafani jenazah, kain kafan
hendaknya diberi wangi-wangian terlebih dahulu.
5. Tidak berlebih-lebihan dalam mengkafani jenazah.

Adapun tata cara mengkafani jenazah adalah sebagai berikut:

Untuk mayat laki-laki


1. Bentangkan kain kafan sehelai demi sehelai, yang paling bawah lebih lebar dan luas serta
setiap lapisan diberi kapur barus.
2. Angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup dengan kain dan letakkan diatas kain kafan
memanjang lalu ditaburi wangi-wangian.
3. Tutuplah lubang-lubang (hidung, telinga, mulut, kubul dan dubur) yang mungkin masih
mengeluarkan kotoran dengan kapas.
4. Selimutkan kain kafan sebelah kanan yang paling atas, kemudian ujung lembar sebelah
kiri. Selanjutnya, lakukan seperti ini selembar demi selembar dengan cara yang lembut.
5. Ikatlah dengan tali yang sudah disiapkan sebelumnya di bawah kain kafan tiga atau lima
ikatan.
6. Jika kain kafan tidak cukup untuk menutupi seluruh badan mayat maka tutuplah bagian
kepalanya dan bagian kakinya yang terbuka boleh ditutup dengan daun kayu, rumput atau
kertas. Jika seandainya tidak ada kain kafan kecuali sekedar menutup auratnya saja, maka
tutuplah dengan apa saja yang ada.

Untuk mayat perempuan

Kain kafan untuk mayat perempuan terdiri dari 5 lemabar kain putih, yang terdiri dari:

1. Lembar pertama berfungsi untuk menutupi seluruh badan.


2. Lembar kedua berfungsi sebagai kerudung kepala.
3. Lembar ketiga berfungsi sebagai baju kurung.
4. Lembar keempat berfungsi untuk menutup pinggang hingga kaki.
5. Lembar kelima berfungsi untuk menutup pinggul dan paha.

Adapun tata cara mengkafani mayat perempuan yaitu:

1. Susunlah kain kafan yang sudah dipotong-potong untuk masing-masing bagian dengan
tertib. Kemudian, angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup dengan kain dan letakkan
diatas kain kafan sejajar, serta taburi dengan wangi-wangian atau dengan kapur barus.
2. Tutuplah lubang-lubang yang mungkin masih mengeluarkan kotoran dengan kapas.
3. Tutupkan kain pembungkus pada kedua pahanya.
4. Pakaikan sarung.
5. Pakaikan baju kurung.
6. Dandani rambutnya dengan tiga dandanan, lalu julurkan kebelakang.
7. Pakaikan kerudung.
8. Membungkus dengan lembar kain terakhir dengan cara menemukan kedua ujung kain kiri
dan kanan lalu digulungkan kedalam.
9. Ikat dengan tali pengikat yang telah disiapkan.

c. Tata cara menyalatkan jenazah

1. niat :
a. Jenazah Laki-laki dewasa:
‫رض ْال ِكفَا َي ِة ِ ِ‬
‫ِل ت َ َعالَى‬ ‫أُ َ‬
‫ص ِلى على َهذَا ْال َم ِي ِ‬
‫ت أ َ ْر َب َع ت َ ْك ِبي َْرات فَ َ‬

‫‪b. Jenazah anak Laki-laki:‬‬

‫رض ْال ِكفَايَ ِة ِ ِ‬


‫ِل تَعَالَى‬ ‫أُ َ‬
‫ص ِلى على َهذَا ْال َميِ َ‬
‫ت ِط ْفـ ِل أ َ ْربَ َع ت َ ْكبِي َْرات فَ َ‬

‫‪c. Jenazah Perempuan dewasa:‬‬

‫رض ْال ِكفَايَ ِة ِ ِ‬


‫ِل تَعَالَى‬ ‫أُ َ‬
‫ص ِلى على َه ِذ ِه ْال َميِت َـ ِة أ َ ْربَ َع ت َ ْكبِي َْرات فَ َ‬

‫‪d. Jenazah anak perempuan‬‬

‫رض ْال ِكفَايَ ِة ِ ِ‬


‫ِل ت َ َعالَى‬ ‫أُ َ‬
‫ص ِلى على َه ِذ ِه ْال َم ِي َ‬
‫ت ِط ْفلَ ِة أ َ ْر َب َع ت َ ْك ِبي َْرات فَ َ‬

‫‪2. Setelah Takbir pertama membaca Al-fatihah‬‬


‫‪3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad .S.A.W, yaitu :‬‬

‫بار ْك علي‬ ‫ص ِل علَي م َح َّمد و َعلي آ ِل م َحمد‪َ ،‬ك َما صلَّي َ‬


‫ْت علي إب َْراهي َْم وعلي أ ِل إِب َْراهي َْم إنَّ َك َح ِمي ٌد َمج ْيدٌز ألله َّم ِ‬ ‫الل ُه َّم َ‬
‫اهيم ِإنَّ َك َح ِمي ٌد م َجيدٌز‪.‬‬ ‫بر‬
‫ِ ِ َ َ‬ ‫إ‬ ‫ل‬‫آ‬ ‫وعلي‬ ‫يم‬ ‫ه‬ ‫ا‬
‫ِ َ ِ َ‬‫ْر‬
‫ب‬ ‫إ‬ ‫علي‬ ‫ت‬ ‫ْ‬
‫ك‬ ‫ار‬
‫َ َ َ‬ ‫ب‬ ‫َمـا‬
‫ك‬ ‫‪،‬‬‫د‬‫م‬ ‫ح‬
‫ِ َ َّ‬‫م‬ ‫ل‬‫آ‬ ‫لي‬ ‫ع‬‫ُم َح َّمد و َ‬

‫‪4. setelah takbir yang ketiga membaca :‬‬


‫‪a. Jenazah laki-laki:‬‬
‫ارا َخي ًْرا ِم ْن‬ ْ ‫ َوأَب‬،‫ض ِمنَ ال َّد ْن ِس‬
ً ‫ْدلهُ َد‬ ُ ‫طا َيا َك َمايُنَ َّقى الث َّ ْو‬
ُ ‫ب األ َ ْب َي‬ َ ‫ َون ِق ِه ِمنَ ال َخ‬،ُ‫ْف َع ْنه‬ُ ‫ار َح ْمهُ َو َعافِ ِه واع‬ ْ ‫الل ُه َّم ا ْغ ِفر َلهُ َو‬
‫ب النَّارز(رواه‬ ْ
ِ ‫ب القب ِْر َو ِم ْن عذَا‬ َ ْ
ِ ‫ َوأ ِعدهُ ِم ْن عذا‬،َ‫وأدخلهُ الجنَّة‬ ِ ،‫ َوزَ ْو ًجا َخي ًْرا ِم ْن زَ ْو ِج ِه‬،‫ وأ َ ْه ًل َخي ًْرا ِم ْن أ ْه ِل ِه‬،ِ‫داره‬
َ ِ
)‫مسلم‬

b. Jenazah wanita:

‫ارا َخي ًْرا ِم ْن‬ ْ ‫ َوأَب‬،‫ض ِمنَ ال َّد ْن ِس‬


ً ‫ْدلها َد‬ ُ ‫طايَا َك َمايُنَ َّقى الث َّ ْو‬
ُ َ‫ب األَبْي‬ َ ‫ َون ِقها ِمنَ ال َخ‬،‫ْف َع ْنها‬ ُ ‫ار َح ْمها َو َعافِها واع‬ ْ ‫الل ُه َّم ا ْغ ِفر َلها َو‬
‫ب النَّارز(رواه‬ ْ
ِ ‫ب القب ِْر َو ِم ْن عذَا‬ َ َ
ِ ‫ َوأ ِعدها ِم ْن عذا‬،‫وأدخلها الجنَّة‬ْ ِ ،‫ َوزَ ْو ًجا َخي ًْرا ِم ْن زَ ْو ِجها‬،‫ وأ َ ْه ًل َخي ًْرا ِم ْن أ ْه ِلها‬،ِ‫داره‬
َ ِ
)‫مسلم‬

5. Setelah Takbir yang keempat:


.ُ‫الس ََّل ُم َعلَيْـ ُك ْم َو َر ْح َمـةُ للاِ وبَ َركـَاتُـه‬

d. Perihal Menguburkan Jenazah

1. Rasulullah SAW menganjurkan agar jenazah segera dikuburkan


2. Sebaiknya menguburkan jenazah di siang hari
3. Anjuran meluaskan lubang kubur
4. Boleh menguburkan dua atau tiga jenazah dalam satu liang kubur
5. Dilarang memperindah kuburan
6. Sebelum di kubur ahli waris atau keluarga hendaklah bersedia menjadi penjamin
atau menyeleseikan atas hutang-hutang si mayit.

c. Tata Cara Ta’ziyyah (Melayat)


Ta’ziyyah atau melayat adalah mengunjungi orang yang sedang tertimpa musibah kematian
salah seorang keluarganya dalam rangka menghibur atau member semangat. Adapun adab
ber-ta’ziyyah antara lain seperti berikut:
1. Menyampaikan do’a untuk kebaikan dan ampunan terhadap orang yang meninggal
serta kesabaran bagi orang yang ditinggal.
2. Hindarilah pembicaraan yang menambah sedih keluarga yang ditimpa musibah
3. Hindarilah tanda canda tawa apalagi sampai terbahak-bahak
4. Usahakan turut melayati mayat dan turut mengantarkan ke pemakaman sampai
selesei penguburan.
5. Membuatkan makanan bagi keluarga yang ditimpa musibah
d. Ziarah Kubur
Ziarah artinya berkunjung ke kuburan. Rasulullah menganjurkan berziarah dengan tujuan
untuk mengingat mati. Di antara hikmah dari ziarah kubur ini antara lain:
1. Mengingat kematian
2. Dapat bersikap zuhud
3. Selalu ingin berbuat baik sebagai bekal kelak di alam kubur dan hari akhir
4. Mendoakan si mayat yang muslim agar diampuni dosanya dan diberi kesejahteraan
di akhirat.
Etika ziarah kubur:
1. Niatkan ikhlas karena Allah SWT
2. Sesampai di pintu kuburan ucapkan salam
3. Tidak banyak bicara mengenai urusan dunia di atas kuburan
4. Berdoa untuk ampunan dan kesejahteraan si mayat di alam barzah dan akhirat kelak
5. Diusahakan tidak berjalan melangkahi kuburan atau menduduki nisan.

E. Kegiatan Peserta Didik

1. Coba amati gambar atau ilustrasi berikut ini! Kemudian, berilah komentar atau
tanggapan Anda yang dikaitkan dengan materi ajar!
2. Berilah tanda ( X ) pada jawaban A, B, C, D, dan E yang menurut kamu benar !

1. Hukum mengurus jenazah bagi setiap muslim adalah...


a. Sunnah muakad
b. Wajib kifayah
c. Wajib 'ain
d. Mubah
e. Sunnah Ghoiru Muakkad

2. Berapa lapis kain yang disunahkan bagi jenazah orang laki-laki


a. 1
b. 4
c. 3
d. 5

3. Di mana posisi imam shalat apabila jenazah perempuan..?


a. di kepala
b. di kaki
c. di tangan
d. di sekitar lambung/perut

4. Cermati pernyataan berikut ini!


1) Hamparkan di atas tikar kain kafan yang sudah disiapkan sehelai-sehelai dan setiap helainya
diberi harum-haruman.
2) Jenazah seharusnya diolesi kapur barus halus kemudian di letakkan di atas hamparan kain
yang telah disediakan, kemudian kedua tangan di letakkan di atas dada, tangan kanan di atas
tangan kiri.
3) Hamparkan selembar tikar di atas lantai lalu bentangkan tali di atasnya, kira-kira letaknya di
atas kepala, dada, lutut dan mata kaki jenazah yang akan dikafani.
Tata urutan yang benar dalam mengkafani adalah ....
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 3, dan 1
c. 3, 2, dan 1
d. 3, 1, dan 2
e. 2, 1, dan 3

5. Dalam mensholatkan jenazah apabila jenazah yang disholatkan adalah laki-laki , maka imam
berdiri ...
a. Lurus dengan badan jenazah
b. Sesuai dengan keinginan imam
c. Lurus dengan kaki
d. Lurus dengan kepala

e. Lurus dengan perut

6. Berikut ini jenazah yang tidak wajib dirawat sepeti jenazah muslim lainnya adalah...?
a. wabah
b. melahirkan
c. tenggelam
d. berperang di jalan Allah

7. Hamid ikut menshalatkan saudaranya yang meninggal dunia, maka Hamid harus melakukan
shalat jenazah dengan benar. Di bawah ini adalah rukun-rukun shalat jenazah.
1) Takbiratul ihram
2) Membaca sholawat Nabi Kemudian Takbir
3) Membaca surat Al fatihah kemudian Takbir
4) Membaca do’a untuk kaum muslimin
5) Membaca do’a untuk mayat Kemudian Takbir
6) Salam
Urutan pelaksanaan shalat jenazah yang benar adalah … .
a. 1,2,3,4,5 dan 6
b. 1,4,2,3,5 dan 6
c. 1,3,4,2,5 dan 6
d. 2,3,1,4,5 dan 6
e. 1,3,2,5,4 dan 6

8. Yang tidak berhak memandikan jenajah adalah....


a. Apabila jenajah laki-laki yang memandikan laki-laki pula
b. Apabila jenajah perempuan yang memandikan perempuan juga
c. Apabila jenajahnya seorang istri, sementara suami dan mahromnya ada semua maka suami
lebih berhak memandikan istrinya

d. Apabila jenajahnya seorang suami, sementara istri dan mahromnya ada semua maka istri
lebih berhak memandikan istrinya
e. Orang lain yang ga jelas asal usulnya, padahal keluarga dan mahromnya ada semua

9. Dibawah ini yang bukan tata cara memandikan jenajah adalah....


a. Di letakan di tempat tertutup agar yang melihat hanya irang yang memandingan dan
mengurusnya saja
b. Mayat di letakan di mana saja
c. Dipakaikan kain basahan seperti seperti sarung agar auratnya tidak terbuka
d. Bersihkan semua kotoran dan najisnya
e. Mewudukan setelah itu membasuh seluruh badannya

10. Bacaan setelah takbir pertama adalah....


a. Sholawat
b. Alfatihah
c. Doa yang pertama untuk jenazah
d. Doa yang kedua untuk jenazah
e. Do'a tahlil

Anda mungkin juga menyukai