0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
234 tayangan5 halaman

Penerapan TQM di PT Honda Motor

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas penerapan Total Quality Management (TQM) pada PT Honda Motor. 2. TQM adalah pendekatan manajemen yang berfokus pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. 3. Penerapan TQM diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

Diunggah oleh

BOKEP SMP
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
234 tayangan5 halaman

Penerapan TQM di PT Honda Motor

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas penerapan Total Quality Management (TQM) pada PT Honda Motor. 2. TQM adalah pendekatan manajemen yang berfokus pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. 3. Penerapan TQM diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

Diunggah oleh

BOKEP SMP
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN TOTAL MANAGEMENT (TQM) PADA PT

HONDA MOTOR

Nisa Zulkisti

STIE YASA ANGGANA GARUT

Abstrak
Industri Manufaktur adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar mekanis
mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi, dan
atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada pemakaian
akhir. Industri Otomotif di Indonesia berkembang pesat, hal ini berpengaruh juga pada perkembangan industri Manufaktur
suku cadang, bahan baku, dan bahan-bahan lain yang dibutuhkan dalam perakitan otomotif baik motor maupun mobil. Total
Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan manajemen untuk proses mencapai keberhasilan jangka panjang
melalui kepuasan pelanggan. Semakin banyaknya perusahaan baru yang bermunculan akan memperketat persaingan dalam
berbisnis, Sehingga dibutuhkan suatu stategi jangka panjang agar perusahaan dapat terus eksis dan bertahan dalam pasar
bisnis .

Keyboard : Industri Manufaktur, Industri Otomotif, TQM

Corresponding Author :

Nisa Zulkisti

Yasa Anggana College Of Economisc Garut

Jl. Otista No.278 A, Sukagalih ,Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Pendahuluan perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia,
proses, dan lingkungannya.
Total Quality Management (TQM) Sistem manajemen
yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan Total quality approach hanya dapat dicapai dengan
beriorentasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan memperhatikan karakteristik TQM berikut ini:
seluruh anggota organisasi (Santosa, 1992, p 33). Adalah  Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal
suatu capaian dalam menjalankan sebuah perusahaan maupun ekster nal.
atau organisasi dalam melakukan peningkatan kualitas  Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.
pada proses, produk, dan pelayanan untuk  Menggunakan pendekatan ilmiah dalam
mengoptimalkan daya saing perusahaan atau organisasi pengambilan kepu tusan dan pemecahan
tersebut. Sehingga TQM berpokus pada pengintegrasian masalah.
suatu design untuk meningkatan kualitas perfomance  Memiliki komitmen jangka panjang.
pada setiap level organisasi dengan tujuan “Do the right  Membutuhkan kerja sama tim (teamwork).
things right the first time, every time”.  Memperbaiki proses secara berkesinambungan.
 Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.
 Memberikan kebebasan yang terkendali
Memiliki kesatuan tujuan.
 Adanya keterlibatan dan pemberdayaan
karyawan

SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN


TQM

Evolusi gerakan total quality dimulai dari masa studi


waktu dan gerak oleh Bapak Manajemen Ilmiah
Frederick Taylor pada tahun 1920-an. Tabel 1-1
menunjukkan beberapa peristiwa dalam evolusi gerakan
total quality.
Gambar 1 : Manfaat penerapan TQM
Aspek yang paling fundamental dari manajemen
Manfaat TQM : ilmiah adalah adanya pemisahan antara perencanaan dan
pelaksanaan. Meskipun pembagian tugas telah
Kegunaan dan manfaat manajemen kualitas total adalah menimbulkan peningkatan besar dalam hal produktivitas,
untuk : sebenarnya konsep pembagian tugas tersebut telah
menyisihkan konsep lama mengenai keahlian/keteram
a. Kepuasan pelanggan yang lebih besar pilan, di mana individu yang sangat terampil melakukan
b. Biaya lebih rendah semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk menghasilkan
c. Daya tanggap yang lebih tinggi terhadap produk yang berkualitas. Manajemen ilmiah Taylor
kebutuhan pelanggan mengatasi hal ini dengan membuat perencanaan tugas
d. Tingkat produktivitas yang lebih tinggi manajemen dan tugas tenaga kerja. Untuk
e. Membuat organisasi kompetitif mempertahankan kualitas produk dan jasa yang
f. Peningkatan pengiriman dihasilkan maka dibentuklah departemen kualitas yang
terpisah.
Elemen-elemen pada TQM
Seiring dengan meningkatnya volume dan
1. Leadership kompleksitas perusahaan manufakturan, kualitas juga
Visi manajemen puncak, perencanaan, dan menjadi hal yang semakin sulit. Volume dan
support. kompleksitas mendorong timbulnya quality engineering
2. Employee Involvement pada tahun 1920-an dan reliability engineering pada
Setiap karyawan menanggung tanggung jawab tahun 1950 an. Quality engineering sendiri mendorong
dari setiap pekerjaannya. timbulnya penggunaan metode-metode statistik dalam
3. Product or Process Excellence pengendalian kualitas, yang akhir nya mengarah pada
Merangsang produk untuk terus melakukan konsep control charts dan statistical process control.
continuous improvement. Kedua konsep terakhir ini merupakan aspek fundamental
4. Continuous Improvement dari total quality management.
Suatu konsep yang mengartikan peningkatan
kualitas adalah suatu perjalanan tanpa akhir (no Sekalipun konsep TQM banyak yang dipengaruhi
ending) dimana dibutuhkan peninjauan terus oleh perkembangan-perkembangan di Jepang, tetapi tidak
menerus terhadap hal meningkatkan kualitas. dapat dinyatakan bahwa TQM 'made in Japan'. Hal ini
dikarenakan banyak aspek TQM yang bersumber dari
Amerika (Schmidt dan Finnigan, 1992, dalam Bounds, et
Total quality management merupakan suatu al, 1994, p. 61), di antaranya:
pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba
untuk memak simumkan daya saing organisasi melalui
1. Manajemen ilmiah, yaitu berupaya menemukan Pada tahun 1998 Astra Total Quality Control
satu cara terbaik dalam melakukan suatu (ATQC) mulai dikenal dengan Astra Total Quality
pekerjaan. Management (ATQM). Pada tahun 2000 fokus ATQM
2. Dinamika kelompok, yaitu mengupayakan dan pada implementasi Manajemen Mutu secara konsisten
mengorganisasikan kekuatan pengalaman dan mulai diperkenalkan Strategic Manajemen dan
kelompok. sistem lain (seperti ISO 9000-2000, Six Sigma, dll)
3. Pelatihan dan pengembangan yang merupakan sebagai penyempurnaan dari ATQM hingga pada tahun
investasi dalam sumber daya manusia. 2001, Direksi Astra memutuskan menggunakan Astra
4. Motivasi berprestasi Management System (AMS) sebagai pengganti ATQM;
5. Keterlibatan karyawan diluncurkan buku pedoman Astra Manajemen System
6. Sistem sosioteknikal, di mana organisasi Sebagai bagian dari Corporate Human Resources
beroperasi sebagai sistem yang terbuka. Perseroan, Astra Management Development Institute
7. Pengembangan organisasi (AMDI) pada tahun 2001 melakukan serangkaian
8. Budaya organisasi, yakni menyangkut pelatihan internal yang meliputi program kepemimpinan,
keyakinan, mitos, dan nilai-nilai yang functional dan basic competence. Dalam rangka
mengarahkan perilaku setiap orang dalam mendukung perekonomian yang kuat, Astra membangun
organisasi. Astra Management System (AMS) dari jaringan Total
9. Teori kepemimpinan baru, yakni Quality Control jaringan sebagai panduan dan kerangka
menginspirasikan dan memberdayakan orang kerja dan proses dalam menciptakan operasional yang
lain untuk bertindak. sempurna. 4 pilar Astra Management System yaitu:
10. Konsep linking-pin dalam organisasi, yaitu
membentuk tim fungsional silang. 1. Mentalitas Dasar (Basic Mentality)
11. Perencanaan strategik. 2. Manajemen Stratejik (Strategic
Management)
3. Sarana (Tools)
Sejarah Total Quality Management pada Honda Motor 4. Pemberdaya Astra Management
CO, Ltd. System (Enabler for
Implementation).
Honda Motor Company. Ltd. adalah perusahaan
Publik Jepang yang dikenal sebagai perusahaan Program perbaikan mutu berjalan dengan banyak
manufaktur penghasil Mobil dan Motor. Honda dikenal nama termasuk manajemen mutu total (TQM), proses
sebagai pembuat Motor sejak 1959 dan juga dikenal perbaikan mutu (QIP) dan kendali mutu terpadu (TOC).
sebagai penghasil terbesar mesin combustion. Honda Dalam Group Astra sebelumnya menggunakan sistem
melampaui Nissan pada 2001 dan menjadi nomor dua manajemen TOM, sekarang Group Astra menggunakan
penghasil terbesar industri mobil di Jepang, saat ini sistem manajemen yang bernama Astra Management
Honda menjadi penghasil mobil nomor enam di dunia, System (AMS) dimana sistem manajemen tersebut pada
dan menjadi nomor satu produksi mobil massal yang Strategic Management pada Activity Management salah
terjual di USA (Amerika Serikat). Sejarah perkembangan satunya yaitu Six Sigma, Berikut merupakan penerapan
TQM pada PT Honda yang ada di Indonesia dimulai TQM pada Honda:
pada tahun 1983 dimana Honda menerapkan Total
Quality Management-nya pada di level Manajemen 1. Berfokus pelanggan sudut pandang.
Group. TQM ini diterapkan tidak hanya dari faktor 2. Peningkatan efisiensi.
produksi, namun diterapkan di aspek non produksi 3. Upaya pemotongan biaya.
seperti penjualan, accounting. perencanaan dan 4. Pendelegasian wewenang.
pengembangan produk, dan sebagainya. Honda 5. Mempercepat operasi sehari-hari.
menamakan system TQM pada perusahaannya dengan 6. Pengembangan produk baru.
nama Astra Total Quality Control (ATQC). Pada tahun
yang sama (1983) Astra memberikan pelatihan masif
ATQC kepada seluruh jajaran manajemen Astra Group
dan berawal dari para pimpinan puncak pada bulan
Oktober.

Tahun 1983, saat yang sama Astra TQC


memperkenalkan keempat prinsip dari filosofi
perusahaan "Catur Dharma", yang merupakan bentuk
dasar dari budaya perusahaan dari Grup Astra,
diumumkan. Dasar dari AI, dengan 10 Presiden Direktur
dari AI, Benyamin pada bulan Februari 1983, dan
membuat slogan berikut dalam bahasa Indonesia dan
Inggris:

1. Menjadi milik yang bermanfaat bagi


bangsa dan Negara Gambar 2 : Honda Quality Cycle
2. Memberikan pelayanan yang terbaik
kepada pelanggan
3. Saling menghargai dan membina
kerjasama
4. Berusaha mencapai yang terbaik
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari hasil penilitian Total


Quality Management ada beberapa prinsip :

 Berfokus pada pelanggan: upaya


apa pun yang dilakukan
organisasi untuk memelihara
peningkatan kualitas, pelanggan
menentukan apakah upaya itu
bermanfaat.
 Partisipasi karyawan: partisipasi
semua karyawan untuk mencapai
tujuan bersama. Keterlibatan
METODE hanya dapat diperoleh setelah
tempat kerja terbebas dari rasa
Metodologi merupakan suatu cara takut, Total Quality Management
sistematis yang dilakukan seseorang dengan (TQM) pemberdayaan telah
mengikuti aturan-aturan dengan tujuan untuk terjadi, dan lingkungan yang
menjawab atau memecahkan suatu permasalahan layak telah disediakan oleh
yang hendak diteliti. Systematic literature review manajemen.
(SLR) merupkan istilah suatu cara identifikasi,  Orientasi proses: proses adalah
evaluasi, dan interpretasi semua ketersediaan serangkaian langkah yang
penelitian yang relevan terhadap rumusan masalah menggunakan input dari pemasok
atau area topik yang diteliti. Systematic literature (baik internal maupun eksternal)
review (SLR) didefinisikan sebagai proses kemudian mengubahnya menjadi
mengindentifikasi, menilai dan menafsirkan semua output yang dikirimkan ke
butkti penelitian yang tersedia dengan tujuan untuk pelanggan (baik internal maupun
menyediakan jawaban untuk pertanyaan penelitian eksternal). Untuk berproses,
secara spesifik. Metode Systematic literature langkah yang diperlukan harus
review (SLR) merupakan jenis dari sebuah review didefinisikan dengan jelas dan
artikel yang bertujuan untuk mencari sebuah ukuran kinerja harus terus
pembuktian efikasi klinis (evidance-based) dipantau untuk mendeteksi
terhadap suatu masalah, guna mendapatkan variasi.
sugestion penyelasaian masalah. Metode  Sistem terintegrasi: sistem bisnis
Systematic literature review (SLR) dilakukan terintegrasi dapat dimodelkan
secara sistematis dengan mengikuti tahapan yang dengan kriteria Malcolm-
memungkinkan proses literature review terhindar Balridge atau dengan
dari bias dan pemahaman yang bersifat subjektif menggabungkan standar ISO
dari penelitiannya. Sistem Manajemen mutu.
 Pendekatan strategis dan
Systematic Literature Review (SLR) pada sistematis: TQM mengharuskan
penelitian mengenai implementasi TQM terkini di adanya pendekatan ini untuk
industri manufaktur. Fink menyatakan bahwa SLR mencapai visi, misi, dan tujuan
adalah salah satu metodologi tinjauan literatur yang organisasi.
paling banyak digunakan untuk mengumpulkan dan  Perbaikan berkelanjutan :
menganalisis secara menyeluruh suatu topik Mendorong organisasi menjadi
penelitian menggunakan proses yang sistematis. analisis dan kreatif untuk
Ruang lingkup utama SLR adalah untuk menentukan cara menjadi lebih
mendapatkan daftar lengkap dari literatur yang kompetitif dan efektif dalam
tersedia yang relevan dengan tujuan penelitian yang memenuhi harapan pemangku
ditentukan. Cruz-Benito lebih lanjut menyatakan kepentingan .
bahwa metodologi SLR sebaiknya disusun  Pengambilan keputusan berbasis
mengikuti langkah-langkah sistematis, Fakta: TOM mengharuskan
organisasi untuk mengumpulkan
dan menganalisis data untuk
meningkatkan akurasi
pengambilan keputusan,
memperoleh konsensus,serta
melakukan prediksi dari sejarah
masa lalu.
 Komunikasi: terdiri dari strategi,
metode, dan ketepatan waktu.
Komunikasi yang efektif dapat
menjaga moral dan motivasi
karyawan di semua tingkatan.

Pengembangan TQM

Mengenai pengembangan TQM, menyusun sebuah


kerangka peningkatan operasional kemudian
memaparkan hubungannya dengan TQM menyusun
sebuah kerangka kerja peningkatan kualitas yang
dapat memenuhi persyaratan keuangan,
operasional, kepuasan pelanggan dan kepuasan
karyawan yang diperlukan. Adapun dapat
membutikan bahwa TQM adalah faktor signifikan
dari usaha perbaikan yang mempengaruhi kinerja
manufaktur.

Anda mungkin juga menyukai