ANALISIS PEMBERIAN PENGARAHAN OLEH PENGURUS
DALAM MENINGKATKAN DISIPIN KERJA KARYAWAN
( Studi Kasus Pada Koperasi Konsumen Mitra Usaha Cisempur )
USULAN PENELITIAN
Diajukan untuk memenuhi ujian sarjana pada Fakultas Manajemen Bisnis
Ikopin University
YULI YULIANTI
C1190301
KONSENTRASI MANAJEMEN BISNIS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
IKOPIN UNIVERSITY
2022/2023
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN
Seiring bertambahnya pertumbuhan penduduk Indonesia maka
bertambah pula berbagai macam perusahaan atau organisasi yang siap
bersaing dijaman serba modern ini. Dengan begitu, banyak perusahaan yang
dahulunya maju sekarang mengalami kekalahan dalam persaingan dengan
perusahaan atau organisasi baru, hal tersebut menjadikan para usahawan
berfikir panjang bagaimana agar usaha terumatama koperasi yang ia tekuni
dari duhulu tidak kalah saing oleh perusahaan – perusahaan yang baru berdiri.
Disini peneliti ingin berpendapat bahwa perkembangan zaman sangat
berpengaruh bagi dunia usaha, namun bukan berarti hal tersebut menjadikan
usaha yang telah kita dirikan punah begitu saja tapi bagaimana kita selaku
pendiri terus menciptakan solusi untuk persaingan yang terus meningkat ini.
Fenomena persaingan ini pasti terjadi kepada berbagai perusahaan atau
organisasi yang ada terutama koperasi, koperasi sebagai salahsatu organisasi
yang telah lama muncul pasti merasakan kalah menangnya dalam persaingan
usaha.
Sedangkan koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R. Aria Wiria
Atmaja pada tahun 1896, beliau melihat begitu banyaknya para pegawai
negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga yang diberikan rentenir
peminjam uang terlalu tinggi. Melihat penderitaan tersebut Patih R. Aria Wiria
Atmaja mendirikan Bank untuk para pegawai negeri, beliau menggunakan
sistem serupa dengan yang ada di Jerman yaitu mendirikan koperasi kredit.
Beliau berniat membantu orang – orang agar tidak lagi berurusan dengan
rentenir yang sering memberikan bunga yang tinggi.
Setelah saat itu koperasi mulai berkembang pesat di Indonesia, hal
tersebut didorong sifat orang – orang Indonesia yang cenderung bergotong
royong dan kekeluargaan sesuai dengan prinsip koperasi. Tidak hanya itu, hal
tersebut ditentukan oleh adanya organisasi yang baik, dan keberhasilan
koperasi secara dominan ditentukan oleh kemampuan didalam mengelola
organisasi dan usahanya serta memanfaatkan segala fasilitas yang ada. Untuk
dapat menerapkan manajemen yang baik, terutama yang menyangkut
manajemen personalia dapat memperhatikan pada segi manusia sebagai
pengelolanya. Masalah kinerja pengurus sangat penting diamati karena akan
berpengaruh terhadap peningkatan SHU anggota pada koperasi. Keadaan
tersebut akan lebih baik bila adanya rasa profesionalitas pada setiap diri
pengurus dalam menjalankan usaha koperasi.
Koperasi Konsumen Mitra Usaha Cisempur berlokasi di Jalan Desa
Cisempur Gang Mesjid No. 22 RT 02/RW 05 Kecamatan Jatinangor
Kabupaten Sumedang didirikan pada tanggal 10 Oktober 1984 dengan Badan
Hukum No.232/BH/DK.10.13/VI/2006. Adapun unit usaha yang dijalankan
koperasi ini diantaranya :
1) Unit Usaha Perdagangan berupa KOPMART MITRA USAHA
2) Unit Pelayanan Jasa (Pembayaran PBB, Tarik tunai, token listrik, Pulsa,
dan lain – lain.)
3) Unit Usaha Simpan Pinjam
4) Unit Usaha Peternakan
5) Unit Usaha Transportasi
6) Unit Usaha Property
Berdasarkan penelitian dan hasil wawancara dengan beberapa orang, baik
pengurus maupun karyawan koperasi dan ditunjang dengan hasil RAT,
terdapat adanya suatu fenomena permasalahan di Koperasi Konsumen Mitra
Usaha Cisempur yang ditinjau dari segi keanggotaan.
Tabel 01. Perubahan anggota Koperasi Konsumen Mitra Usaha
Cisempur Tahun 2019 – 2021.
No Tahun Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Anggota Anggota Anggota Keluar Anggota
Awal Baru Akhir
Tahun
1. 2019 866 47 123 790
2. 2020 790 39 114 715
3. 2021 715 165 240 640
Sumber : Laporan RAT Koperasi Konsumen Mitra Usaha Cisempur tahun
2021.
Berdasarkan data tabel diatas dapat diketahui anggota yang aktif
mengalami penurunan dari sisi kuantitas keanggotaan, pada tahun 2019 –
2021. Pada tahun 2019 mengalami pengurangan anggota sebanyak 123
anggota, 2020 berkuarang 114 anggota dan 2021 berkurang 240 anggota. Hal
ini disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain karena berpindah tempat
tinggal, meninggal dunia, ataupun karena ketidaknyamanan dalam
keanggotaan ini sehingga menurunkan keaktifan anggota.
Berdasarkan uraian diatas terlihat bahwa upaya pengurus dalam menarik
minat anggota agar terus berpartisipasi dalam koperasi ini masih kurang
efektif. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya jumlah anggota baru yang ikut
berpartisi dalam keanggotaan koperasi. Dari beberapa unit usaha yang ada,
ternyata Koperasi Konsumen Mitra Usaha Cisempur sedang memfokuskan
pada dua unit usaha yaitu unit simpan pinjam dan unit usaha perdagangan
Kopmart Mitra Usaha. Sedangkan unit – unit lainnya baru pada tahap
perencanaan ke depan.
Namun dengan demikian pengurus Koperasi Konsumen Mitra Usaha
Cisempur berusaha memberikan pengarahan kepada karyawan dengan tujuan
untuk menimbulkan rasa profesionalitas kerja dalam melaksanakan kewajiban
nya secara sungguh – sungguh dan jujur. Ada beberapa aspek yang terlihat
dalam memberikan pengarahan yaitu aspek kemampuan berkomunikasi,
kemampuan melaksanakan program kerja, kemampuan melayani anggota
koperasi, kemampuan memberikan kenyamanan, aspek kerjasama, kejujuran,
ketaatan kesetiaan dan rasa tanggung jawab. Diharapkan dengan adanya
pengarahan tersebut karyawan mampu menjaga ke stabilan anggota Koperasi
Konsumen Mitra Usaha Cisempur dan mampu meningkatkan minat anggota
agar tetap bergabung dengan koperasi ini. Oleh karena itu koperasi
memerlukan juga dukungan dan kesadaran anggotanya untuk terus
berpartisipasi aktif dalam memanfaatkan pelayanan dan fasilitas yang ada
pada koperasi.
BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah, untuk mengarahkan serta
memperjelas dalam pemecahan masalah dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Bagaimana memberikan pengarahan kerja yang dilakukan oleh pengurus
Koperas Konsumen Mitra Usaha Cisempur.
2. Upaya untuk meningkatkan kestabilan anggota dan minat berpartisipasi
anggota pada Koperasi Konsumen Mitra Usaha Cisempur.
BAB III
MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN
3.1. Maksud Penelitian
Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan secara menyeluruh
bagaimana pemberian pengarahan oleh pengurus dalam meningkatkan
kualitas kerja karyawan dalam meningkatkan jumlah anggota Koperasi
Konsumen Mitra Usaha Cisempur.
3.2. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui :
1. Pelaksanaan peningkatan kualitas kerja karyawan dalam
meningkatkan dan menstabilkan anggota Koperasi Konsumen
Mitra Usaha Cisempur.
2. Upaya untuk mengetahui seberapa besar profesioanalitas kerja
karyawan dalam pelayanan Koperasi Konsumen Mitra Usaha
Cisempur.
BAB IV
KEGUNAAN PENELITIAN
4.1 Kegunanaan Teorotis
Diharapkan dapat memberikan masukan dan manfaat bagi
pengembangan ilmu koperasi pada umumnya dan pengembangan ilmu
Sumber Daya Manusia pada khususnya. Dalam kajian mengenai “Analisis
Pemberian Pengarahan Oleh Pengurus Dalam Meningkatkan Disipin
Kerja Karyawan Konsumen Mitra Usaha Cisempur”.
4.2 Kegunaan Praktis
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan masukan
bagi pengurus dan karyawan Koperasi Konsumen Mitra Usaha Cisempur
dalam menganalisis Pemberian Pengarahan Oleh Pengurus Dalam
Meningkatakan Disiplin Kerja Karyawan Koperasi Konsumen Mitra Usaha
Cisempur.
BAB V
PENDEKATAN MASALAH
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dipaparkan, maka dalam
pemecahan masalah digunakan pendekatan disiplin ilmu yang berhubungan
dengan penelitian tersebut yaitu pendekatan koperasi dan pendekatan manajemen
Sumber Daya Manusia (Pengarahan dan Disiplin Kerja)
Koperasi lahir di Indonesia pada abad ke-20 dari kalangan ketika
penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem
kapitalisme semakin memuncak. Koperasi berkembag menjadi organisasi bisnis
yang memiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.
Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang
yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi di Indonesia didefinisikan sebagai
badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip – prinsip koperasi sekaligus
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan,
dibawah ini adalah beberapa pengertian mengenai koperasi.
Menurut ILO (International Labour Organization) mendefinisikan bahwa :
“Koperasi adalah perkumpulan orang – orang dengan tujuan
ekonomi yang ingin dicapai dimana anggotanya bergabung secara
sukarela. Koperasi dapat berbentuk bisnis yang diawasi dan
dikendalikan secara demokratis. Terdapat kontribusi yang adil
terhadap modal yang dibutuhkan serta risiko dan manfaat
ditanggung anggota secara seimbang”
Pengertian lain mengenai koperasi adalah Arief Subyantoro (2015:5),
yaitu sebagai berikut:
“Koperasi berasal dari kata : Co dan operation, Co berarti bersama
dan operation berarti kegiatan/pekerjaan. Dari dua kata tersebut
pengertian dasarnya menjadi ‘Bersama – sama melakukan kegiatan
atau pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan bersama, secara
demokratis, terbuka dan sukarela”
Menurut UU RI No.25 Tahun 1992, yaitu sebagai berkut :
“Koperasi adalah badan ekonomi yang sosial dan beranggotakan
orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi dan melandaskan koperasi
sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas
kekeluargaan (Ps. 1 Ayat 1). Koperasi melandaskan kegiatan
berlandaskan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 serta
berdasar atas asas kekeluargaan”
Hubungan – hubungan utama antara unsur – unsur organisasi koperasi
yaitu anggota, perorangan, kegiatan – kegiatan ekonomi kelompok koperasi,
merupakan suatu sistem sosial ekonomi.
Menurut pendapat Rusidi (2000) berdasarkan Undang – Undang Republik
Indonesia No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 1 ayat 1, apabila dikaji
mengenai hubungan timbal balik dari ketiga sub sistem yang ada didalam
koperasi itu, maka dapat digambarkan menjadi suatu bentuk khas manajemen
koperasi Indonesia yaitu sebagai berikut:
Anggota koperasi sebagai pemilik dituntut untuk menciptakan usaha
koperasi melalui pemupukan modal dengan cara menyimpan atau memenuhi
kewajibannya dalam membayar simpanannya, tidak hanya itu anggota dituntut
untuk memberi ide atau gagasan dalam hal pengambilan keputusan serta
penentuan arah dari kebijakan koperasi, anggota juga sebagai pelanggan dituntut
untuk memanfaatkan pelayanan yang ada didalam koperasi.
Pengurus diberi tanggung jawab untuk memimpin organisasi dan
perusahaan koperasi, melakukan segala perbuatan hukum dan atas nama koperasi,
serta mewakili koperasi baik didalam maupun di luar pengadilan. Tidak hanya itu
pengurus harus mempertanggung jawabkan didalam rapat anggota, atas
kebijakannya menjalankan organisasi yang dibantu karyawan didalam
melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu memberi
pelayanan kepada anggota.
Karyawan koperasi adalah orang – orang yang bekerja pada perusahaan
koperasi dan melaksanakan usaha, melayani pelanggan (anggota) koperasi. Maka
pemberian pengarahan kepada karyawan dalam meningkatkan disiplin kerjanya
untuk menjalankan tugas – tugasnya perlu diperhatikan.
Tujuan koperasi dapat diraih dengan baik jika seluruh pengelolanya
bekerja secara profesional dan bertanggung jawab sesuai dengan tugas dan jabatan
masing – masing, untuk mewujudkan semua itu maka perlu adanya faktor yang
dapat mendorong tingginya semangat kerja dari para karyawan agar disiplin kerja
terus diterapkan.
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu ilmu atau cara
bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang
dimiliki oleh individu secara efesien dan efektif serta dapat digunakan secara
maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan
masyarakat menjadi maksimal.
Menurut Melayu SP. Hasibuan “MSDM adalah ilmu dan seni mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesien membantu
terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat”
Menurut Henry Simamora “MSDM adalah sebagai pendayagunaan,
pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap
individu anggota organisasi atau kelompok kerja. MSDM juga menyangkut
desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan personalia,
pengembangan karyawan, pengelolaan karir, evaluasi kerja, kompensasi
karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus”
Menurut Achmad S. Rucky “MSDM adalah penerapan secara tepat
dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan, pengembangan dan
pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif untuk
mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh
organisasi tersebut dalam mencapai tujuan – tujuannya”
Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut
menunjukan demikian pentingnya manajemen sumber daya manusia di dalam
mencapai tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Memberikan pengarahan merupakan kewajiban bagi atasan kepada
karyawan terkhusus karyawan baru, hal tersebut dilakukan agar rencana pekerjaan
yang sudah tersusun terselesaikan dengan baik.
Menurut Siswanto (2007: 111) menyatakan “Pengarahan adalah suatu
proses pembimbingan, pemberian petunjuk, dan intruksi kepada bawahan
agar mereka bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan”
Tujuan pengarahan menurut Siswanto (2007: 112-113) adalah sebagai
berikut :
1. Menjamin kontinuitas perencanaan.
2. Membudayakan prosedur standar.
3. Menghindari kemangkiran yang tak berarti.
4. Membina disiplin kerja.
5. Membina motivasi yang terarah.
Pendapat lain mengenai pengarahan juga dikemukakan oleh George Terry
yang dikutip oleh Malayu Hasibuan (2007: 183) yang menyatakan bahwa
“Pengarahan adalah membuat semua anggota kelompok, agar mau bekerja
sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan
sesuai dengan perencanaan dan usaha – usaha pengorganisasian”
Menurut Amir (2006:10) “Pengarahan (directing) adalah membuat
pegawai mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakam dan memotivasinya
untuk mencapai tujuan organisasi, ada yang mengatur, mengarahkan,
memotivasi, memberikan sanksi dan lain – lain”
Pengarahan ada hubungan dengan kepemimpinan atau seorang manager yang
memberikan pengarahan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Pengarahan
pada hakekatnya adalah keputusan – keputusan pimpinan yang dilakukan agar
kegiatan – kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. Dengan
pengarahan diharapkan :
1. Adanya kesatuan perintah (Unity of Command)
Dengan pengarahan ini akan diperoleh kesamaan bahasa yang harus
dilakukan oleh para pelaksana.
2. Adanya hubungan langsung dengan bawahan
Dengan pengarahan yang berupa petunjuk atau perintah atasan yang langsung
kepada bawahan, tidak akan terjadi miskomunikasi.
3. Adanya umpan balik yang langsung
Pimpinan dengan cepat memperoleh umpan balik terhadap kegiatan yang
dilaksanakan. Selanjutnya umpan balik dapat segera di gunakan untuk
perbaikan. Salah atu alasan pentingnya pelaksanaan fungsi pengarahan
dengan cara memotivasi bawahan adalah:
a) Motivasi secara implisit, yakni pimpinan organisasi berada di tengah –
tengah para bawahannya dengan demikian dapat memberikan
bimbingan, inruksi, nasehat, dan koreksi jika diperlukan.
b) Adanya upaya untuk meningkatkan organisasi dengan tujuan pribadi
dari para anggota organisasi.
c) Secara explesif terlihat bahwa para pelaksana operasioanal organisasi
dalam memberikan jasa – jasanya memerlukan beberapa perangsang
insentif.
Berdasarkan pendapat – pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
pengarahan merupakan proses pemberian petunjuk, intruksi, dan bimbingan dari
pimpinan kepada bawahan agar bekerja sesuai rencana yang telah ditetapkan
untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha – usaha
pengorganisasian. Dalam proses pengarahan terdapat cara – cara yang biasanya
dilakukan oleh seorang manajer dalam pengarahan yaitu pemberian motivasi dan
pemberian perintah.
Pada kenyataannya pada saat ini masih terdapat pengurus koperasi yang
belum mampu menjalankan perannya dengan baik dalam melaksanakan tugasnya,
termasuk pada Koperasi Konsumen Mitra Usaha Cisempur yang masih perlu
ditingkatkan dalam mengantisipasi disiplin kerja karyawannya.
Karyawan dalam melakukam pekerjaannya dituntut disiplin yaitu dengan
adanya kesanggupan untuk mentaati peraturan, norma – norma, hukum dan tata
tertib. Untuk mengetahui lebih jelas tentang disiplin kerja, maka berikut definisi
disiplin dari para ahli antara lain:
Menurut Thomas Gordon (1980: 114), “Disiplin adalah perilaku dan tata
tertib yang sesuai dengan peraturan dan ketetapan, atau perilaku yang
diperoleh dari pelatihan yang dilakukan secara terus menerus”
Menurut Agustini (2019:81) “Disiplin kerja merupakan kemauan dan
kepatuhan untuk bertingkah laku sesuai dengan peraturan yang ada di
instansi yang bersangkutan”
Menurut Ansory dan Indrasari (2018:36) “Disiplin merupakan perasaan
taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab”
Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka
peneliti menyimpulkan bahwa disiplin adalah perilaku yang wajib di tanamkan
pada diri sendiri agar terciptanya kerja yang baik dalam melakukan pekerjaan baik
di tempat kerja atau di mana saja.
Adapun faktor – faktor yang merupakan ciri – ciri dari tingkat disiplin kerja
pegawai menurut Alex.S. Nitisesmito adalah :
1. Ketepatan Waktu
Yaitu dimana ketepatan waktu ini terdiri dari waktu masuk kerja, waktu
berlangsungnya kerja, waktu istirahat dan berakhirnya kerja.
2. Ketidakhadiran
Yaitu catatan – catatan mengenai diri pegawai dari hari kehari atau dari waktu
kewaktu.
3. Sanksi – sanksi Kerja
Yaitu mengenai kesiapan karyawan didalam menerima sanksi – sanksi.
Dari uraian diatas terlihat dalam upaya meningkatkan disiplin kerja karyawan
terbagi dalam beberapa faktor yang sesuai dengan kebutuhannya. Faktor faktor ini
yang akan menjadi tolak ukur dalam penelitian ini.