0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan10 halaman

Framing Media Tempo: BBM dan Jabatan Presiden

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut melakukan analisis framing berita di media online Tempo.com tentang kenaikan harga BBM, minyak goreng, dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode; (2) Tempo.com adalah media berita mingguan yang meliput berita politik secara independen tanpa pengaruh pihak lain; (3) Analisis framing dilakukan untuk melihat bagaimana Tempo.com membingk

Diunggah oleh

Hidya Awalya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan10 halaman

Framing Media Tempo: BBM dan Jabatan Presiden

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut melakukan analisis framing berita di media online Tempo.com tentang kenaikan harga BBM, minyak goreng, dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode; (2) Tempo.com adalah media berita mingguan yang meliput berita politik secara independen tanpa pengaruh pihak lain; (3) Analisis framing dilakukan untuk melihat bagaimana Tempo.com membingk

Diunggah oleh

Hidya Awalya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS FRAMING TENTANG

KENAIKAN HARGA BBM, MINYAK GORENG &

PERPANJANGAN MASA JABATAN PRESIDEN

MENJADI 3 PERIODE PADA MEDIA ONLINE [Link]

Disusun untuk memenuhi tugas:

Mata Kuliah : Penelitian Kualitatif

Dosen Pengampuh : [Link] Ansori [Link].M.I. Ikom

OLEH :

NAMA : HIDYA AWALYA

NIM: [Link]

KELAS : A - ILKOM

Prodi Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Universitas Teknologi Sumbawa


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Fenomena Komunikasi

Media yang lebih banyak menyalurkan informasi ialah media massa. Media massa meliputi
media cetak seperti koran, tabloid, majalah, dan media elektronik seperti televisi, radio dan
internet. Dalam berbagai analisis tentang kehidupan sosial, ekonomi, dan politik, media sering
ditempatkan sebagai salah satu variabel determinan. Media sebagai institusi informasi, dapat
pula dipandang sebagai faktor yang paling menentukan dalam proses-proses perubahan sosial
dan politik. Oleh karena itu media massa merupakan sumber informasi yang sangat penting bagi
manusia (Ayu : 2012).

Ayu Pratiwi (2012) mengatakan bahwa “Ada hal yang penting dan patut diketahui bahwa
media tidak pernah bisa membuat pemberitaan yang netral atau tidak mungkin objektif. Hal ini
disebabkan karena ada kepentingan-kepentingan lain, misalnya kepentingan media, pemilik
media, atau wartawan itu sendiri, yang terdapat dalam sebuah pemberitaan media massa. Media
memang dituntut untuk membuat berita yang nyata, yaitu fakta yang sesungguhnya terjadi di
lapangan. Namun, ada kepentingan-kepentingan lain yang pada akhirnya membuat realitas berita
berbeda dengan realitas sesungguhnya. Ada fakta-fakta yang diangkat menjadi berita, ada juga
yang tidak. Hal ini dapat dilihat dari siapa pemilik narasumber yang ditanyai, isu-isu apa yang
dominan diangkat dari suatu peristiwa, ataupun posisi berita dalam suatu media. Terkait dengan
hal-hal tersebut media dianggap mampu menciptakan second reality”.

Masyarakat Indonesia kembali dihadapkan dengan poremik yang mengejutkan yakni


kenaikan harga bbm dan minyak goreng serta perpanjangan masa jabatan presiden jokowi
menjadi 2 periode. Peristiwa ini tentu saja menarik perhatian media baik itu media nasional
maupun media local. Hal ini terbukti karena hampir setiap hari selalu ada update berita tentang
hal tersebut baik disiarkan langsnug dimedia massa maupun melalui media online bahkan media
social. Akan tetapi, meskipun berita yang disiarkan sama tetapi tata cara penyampaian pesan
yang berbeda kadang memicu perdebatan dalam masyarakat. Adanya perbedaan dalam
penyampaian pesan media ini menimbulkan keinginan penulis untuk melakukan penelitian akan
hal tersebut dengan memfokuskan pada satu media online yakni media online [Link].

1.2. Reseach Question


Berdasarkan fenomena diatas peneliti merumuskan masalah tentang bagaimana analisis
pemberitaan media massa tempo terkait pemberitaan kenaikan harga bbm minyak goreng dan
kenaikan presiden menjadi 3 periode?.
1.3. Asumsi Awal Peneliti
Adanya penyajian berita di media [Link] tentang kenaikan harga bbm dan minyak
goreng serta perpanjangan jabatan presiden periode yang tidak sesuai dengan kode jurnalistik
dimana banyak fakta dari isu tersebut yang tidak dimunculkan di media.
1.4. Tujuan
untuk mengetahui bagaimana media massa tempo dalam membingkai berita untuk disebarkan
ke masyarakat .

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Analisis Framing Yang
[Link] Analisis Framing Digunakan Untuk Mengetahui Suatu Realitas Yang Terjadi
Di Lapangan Dan Bagaimana Cara Menafsirkan Realitas Tersebut Dalam Sebuah Konten.
Entman Menunjukkan Bahwa Framing Pada Dasarnya Merujuk Pada Pemberitaan Definisi,
Penjelasan, Evaluasi, Dan Rekomendasi Dalam Suatu Berita Untuk Menekankan Kerangka Pikir
Terhadap Suatu Peristiwa. Untuk Mengetahui Framing Yang Dilakukan Oleh Media, Entman
Menggambarkan Bagaimana Sebuah Peristiwa Dimaknai Oleh Wartawan (Framing, Reuni, Dwi,
& Indrayani, 2018).

Untuk menjelaskan framing yang dilakukan oleh media, Entman membagi framing ke
dalam empat elemen, yaitu :

Pertama, Pendefinisian masalah (define problem), pada elemen ini menekankan


bagaimana sebuah peristiwa dimaknai secara berbeda oleh wartawan. Setiap wartawan memiliki
perspektif yang berbeda terhadap suatu peristiwa.

Kedua adalah memprediksi atau memperkirakan penyebab masalah (diagnose cause)


pada elemen ini digunakan untuk membingkai siapakah yang dianggap sebagai aktor dalam
sebuah peristiwa. Dalam elemen ini dapat didefinisikan sumber masalah ini digunakan untuk
menjelaskan siapa yang dianggap sebagai pelaku dan siapa yang menjadi korbannya.

Ketiga adalah membuat keputusan moral (make moral judgement), elemen ini digunakan
untuk membenarkan dan memberikan penilaian terhadap sebuah peristiwa yang terjadi.

Keempat, menekankan penyelesaian (treatment recommendation), pada elemen ini


digunakan untuk menilai apakah yang akan dipilih wartawan untuk menyelesaikan masalah.
Penyelesaian ini sangat bergantung bagaimana peristiwa dapat dilihat dan siapa yang dipandang
sebagai penyebab masalah.
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriftif dengan
metode analisis kualitatif yakni penelitian yang cendrung menggunakan analisis proses dan
makna ( perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian ini dan landasan teori lebih
difokuskan agar data yang diperoleh sesuai dengan fakta yang ada dilapangan.

3.2. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis berita di chanel online berita [Link].
yang dapat diakses setiap saat melalui internet. Sedangkan waktu penelitian adalah pada saat
jurnalis dari media [Link] menyajikan berita nya di chanel nya.

3.3. INFORMAN PENELITIAN

Informan dari penelitian adalah channel berita online [Link]

3.4. JENIS DATA DAN SUMBER DATA

Jenis data dari penelitian ini nantinya adalah berupa observasi analisis penelitian di kanal berita
online [Link] Adapun sumber data penelitian ini nantinya bersumber dari artikel-artikel
berita mengenai pro kontra Kenaikan Harga BBM, Minyak Goreng dan Perpanjangan Masa
jabatan presiden Menjadi periode yang dimuat dalam kanal berita [Link], periode April 2022.

3.5. METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Adapun Metode dan Teknik Pengumpulan Data yakni :

 Mengunduh artikel berita tentang pro kontra kenaikan bbm, minyak goreng, dan
perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 2 periode dari kanal berita online
[Link]
 Menyusun kronologis urutan waktu artikel berita yang akan dianalisa
 Melakukan analisis isi kualitatif setiap artikel berita sesuai dengan metode framing
Robert N. Entman
 mengumpulkan data Berupa sumber literatur seperti jurnal, buku, skripsi serta data
lainnya yang dapat melengkapi penelitian ini dan akan dilakukan dengan menggunakan
metode dokumentasi juga.
BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum

Tempo adalah majalah berita mingguan Indonesia yang umumnya meliput berita politik.
Tempo merupakan majalah pertama yang tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah. Edisi
pertama Tempo diterbitkan pada 6 Maret 1971 dengan Goenawan Mohamad sebagai
Pemimpin Redaksi. Terbitnya Tempo tersebut tidak bisa lepas dari peran Harjoko Trisnadi,
Fikri Jufri, Lukman Setiawan, dan Bur Rasuarto yang kemudian dianggap sebagai pendiri.

Alasan nama Tempo di ambil karena pertama, nama itu singkat dan bersahaja, enak di
ucapkan oleh lidah Indonesia dari segala jurusan. Kedua, nama itu terdengar netral, tidak
mengejutkan ataupun merangsang. Ketiga, nama itu bukan simbol atau golongan. Artinya
Tempo sama saja dengan waktu, sebuah pengertian yang dengan segala variasinya lazim
dipergunakan oleh banyak penerbitan jurnalistik diseluruh dunia.

Tempo adalah majalah mingguan yang rubriknya (lebih dari 30 rubrik), dan selalu
mengutamakan berita peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi dengan maksud selalu tepat
dan aktual. Dalam peliputannya dilakukan secara jujur dan harus pula dengan kenyataan
yang terjadi di tempat. Tempo bergerak secara independen yang tidak dipengeruhi oleh pihak
lain, baik pribadi atau lembaga. Tempo sebagai forum yang memperjuangkan hak bicara bagi
semua orang atau lembaga tanpa pengecualian. Edisi pertama Tempo laku sekitar 10.000
eksamplar. Di edisi kediua laku sekitar 15.000 eksamplar. Tempo terus mengalami
peningkatan hingga pada tahun ke sepuluh, perjalanan Tempo mencapai 100.000 eksamplar.
puncak kejayaan Tempo terjadi pada periode 1980-an, anggaran belanja iklan perusahaan-
perusahaan banyak masuk media cetak. Tidak selamanya mencapai puncak tapi ada saatnya
merasakan dibawah dan Tempo mengalaminya. Setelah Tempo pindah ke Kuringan tahun
1986, setahun kemudian terjadi eksodus puluhan wartawan. Mereka keluar Tempo untuk
mendirikan majalah Editor. Beberapa wartawanpun ikut keluar karena merasa Tempo sudah
berubah yang tidak lagi sebagai institusi perjuangan melainkan bisnis. Kemudian manajemen
sering membela pemilik sehingga wartawan tidak menjadi aset berharga lagi.

Majalah ini pernah dilarang oleh pemerintah pada tahun 1982 dan 21 Juni 1994 dan
kembali beredar pada 6 Oktober 1998. Tempo juga menerbitkan majalah edisi bahasa Inggris
sejak 12 September 2000 yang bernama Tempo English Edition dan pada 2 April 2001
Tempo juga menerbitkan Koran Tempo. Pelarangan terbit Majalah Tempo pada 1994
bersama dengan Majalah Edition dan Tabloid Detik, tidak pernah jelas penyebabnya. Tapi
banyak orang yakin bahwa Menteri Penerangan saat itu, Harmoko, mencabut Surat Izin
Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) Tempo karena laporan majalah ini tentang impor kapal
perang dari Jerman. Laporan ini dianggap membahayakan “stabilitas negara”. Laporan utama
membahas keberatan pihak militer terhadap impor oleh Menristek B J Habibie. Sekelompok
wartawan yang kecewa pada sikap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menyetujui
pembredelan Tempo, Editor dan Detik, kemudian mendirikan Aliansi Jurnalis Independen
(AJI).36 Tempo diterbitkan oleh PT Tempo Inti Media Tbk. PT Tempo Inti Media Tbk sudah
berstatus perusahaan terbuka. Perseroan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 8 Januari
2001. Meski masih tergolong pemain baru dalam bursa, Tempo mempunyai sejarah yang
panjang.

B. HASIL PENELITIAN

Dari Penelitian Yang Telah Penulis Lakukan Dengan Menganalisis Berbagai Artikel Dan
Jurnal dan artikel berita dimedia online tempo maka berikut adalah hasil dari penelitian yang
telah penulis lakukan:

Visi dan Misi

1. Visi
o Menjadi acuan dalam proses meningkatkan kebebasan rakyat untuk berpikir dan
mengutarakan pendapat serta membangun suatu masyarakat yang menghargai
kecerdasan dan perbedaan pendapat.
2. Misi
a. Menyumbangkan kepada masyarakat suatu produk multimedia yang menampung
dan menyalurkan secara adil suara yang berbeda-beda
b. Sebuah produk multimedia yang mandiri, bebas dari tekanan kekuasaan modal
dan politik
c. Terus menerus meningkatkan apresiasi terhadaap ide-ide baru, bahasa, dan
tampilan visual yang baik
d. Sebuah karya yang bermutu tinggi dan berpegang pada kode etik
e. Menjadikan tempat kerja yang mencerminkan Indonesia yang beragam sesuai
kemajuan zaman
f. Sebuah proses kerja yang menghargai kemitraan dari semua sektor g. Menjadi
lahan yang subur bagi kegiatan-kegiatan untuk memperkaya khasanah artistik dan
intelektua

Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Arif Zulkifli Redaktur Eksekutif

Redaktur Eksekutif : Budi Setyarso Dewan Eksekutif

Dewan Eksekutif

1. Daru Priyambodo,
2. Gendur Sudarsono
3. Yuli Ismartono,
4. Hermien Y. Kleden,
5. Wahyu Muryadi,
6. Budi Setyarso, Burhan Sholikin,
BAB V
PEMBAHASAN

Berikut adalah uraian pembahasan penelitian yang dilakukan penulis yang terkait dengan teori
yang terdapat pada bab 2 penulisan ini yakni analisis framing milik [Link]

Pertama, Pendefinisian masalah (define problem)

pada artikel berita yang terdapat pada berita kenaikan harga bbm dan presiden naik 3 periode
dalam surat kabar tempo ini menerangkan tentang pemberontakan rakyat terhadap keputusan
pemerintah tersebut. dalam penulisan artikel dalam surat kabar tersebut sudah jelas wartawan
berpihak kepada siapa.

Kedua adalah memprediksi atau memperkirakan penyebab masalah (diagnose cause)

actor dalam artikel surat kabar tempo ini adalah masyarakat yang melakukan aksi ketidak adilan
pemerintah yang menaikan harga bbm serta minyak goreng dan presiden yang naik menjadi tiga
periode sedangkan yang menajdi korban disini adalah presiden dan staf nya.

Ketiga adalah membuat keputusan moral (make moral judgement)

dalam artikel ini wartawan seolah-seolah menyudutkan masyarakat dan pemerintah lah yang
menjadi korban padahal sebenarnya bukan itulah yang terjadi. . mereka pasti telah memilih
dalam menampilkan artikel mana yang harus ditampilkan.

Keempat, menekankan penyelesaian (treatment recommendation)

pada bagian ini berdasarkan artikel yang terdapat di surat kabar [Link] ini wartawan lebih
memfokuskan pemberitaannya tentang bagaimana ketegasan presiden jokowi pada bagian ini
wartawan lebih memfokuskan pemberitaannya tentang upaya pemerintah dalam mengaatasi
permasalahan yang ada mereka lebih menonjolkan tentang bagaimana presiden dan stafnya
dalam mengatasi hal tersebut. dalam hal Ini terlihat kepada siapa Wartawan surat kabar
[Link] ini memihak. mereka tentu saja melihat bahwa disitu ada presiden selaku kepala
Negara yang harus ditonjolkan.
DAFTAR PUSTAKA

Arik Sofian & Dra. Niken Lestarini (2020) Analisis framing pemberitaan tentang kebijakan
pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 (Analisis framing model Robert N. Entman pada
media online [Link] Edisi Maret 2020) 2:(1), 2723-7672

Geremew Chala Teresa (2022) Effects of Mass Media Framing of Protest Movements: A
MetaAnalysis and Systematic Review of Mass Media Studies , 1986-3497

Hendra Setiawan & Viona Ainun Rizki As Sidiq Analisis Framing Pemberitaan Kasus Pinjaman
Online Warga Negara China pada Media Online CNN [Link] dan Nasional [Link]
4(1) 851 – 861

Kumala Citra Somara Sinaga (2016) ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN BOM SARINAH DI
[Link] DAN [Link] 3: (2)

Pablo López-Rabadán (2022) Framing Studies Evolution in the Social Media Era. Digital
Advancement and Reorientation of the Research Agenda 11: 9.

PAUL D’ANGELO (2017) Framing: Media Frames . Puji Santoso (2016 ) KONSTRUKSI
SOSIAL MEDIA MASSA 1:( 1) 30-48

Rachmat Hidayat (2022) Critical Discourse Analysis Pairing Jokowi-Prabowo in Online Media
[Link] 5(12 )1077-1087

Rens Vliegenthart (2012) Framing in Mass Communication Research – An Overview and


Assessment 6 (12) 937-948

Syugiarto, Riady Ibnu Khaldun (2022) Isu Tiga Periode Masa Jabatan Presiden Dalam Sudut
Pandang Demokrasi 7: 12
lampiran- lampiran

Anda mungkin juga menyukai