0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan5 halaman

Fungsi dan Konstruksi SCR

SCR (Silicon Controlled Rectifier) adalah alat semikonduktor empat lapis yang dapat menyala dan padam dengan tegangan positif pada gerbangnya. SCR digunakan untuk mengatur arus listrik pada beban seperti motor dan pemanas dari sumber AC maupun DC. Aplikasi utamanya termasuk kontrol kecepatan motor DC dan start lunak motor induksi tiga fase.

Diunggah oleh

Eva Rusdiana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan5 halaman

Fungsi dan Konstruksi SCR

SCR (Silicon Controlled Rectifier) adalah alat semikonduktor empat lapis yang dapat menyala dan padam dengan tegangan positif pada gerbangnya. SCR digunakan untuk mengatur arus listrik pada beban seperti motor dan pemanas dari sumber AC maupun DC. Aplikasi utamanya termasuk kontrol kecepatan motor DC dan start lunak motor induksi tiga fase.

Diunggah oleh

Eva Rusdiana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Silicon Controlled Rectifier (SCR) merupakan alat semikonduktor empat lapis (PNPN) yang

menggunakan tiga kaki yaitu anoda (anode), katoda (cathode), dan gerbang (gate) – dalam
operasinya. SCR adalah salah satu thyristor yang paling sering digunakan dan dapat melakukan
penyaklaran untuk arus yang besar.

Gambar 1 Bentuk fisik SCR

SCR dapat dikategorikan menurut jumlah arus yang dapat beroperasi, yaitu SCR arus rendah dan
SCR arus tinggi. SCR arus rendah dapat bekerja dengan arus anoda kurang dari 1 A sedangkan
SCR arus tinggi dapat menangani arus beban sampai ribuan ampere.

Gambar 2 Konstruksi dan simbol


SCR

Simbol skematis untuk SCR mirip dengan simbol penyearah dioda dan diperlihatkan pada
Gambar 2. Pada kenyataannya, SCR mirip dengan dioda karena SCR menghantarkan hanya pada
satu arah. SCR harus diberi bias maju dari anoda ke katoda untuk konduksi arus. Tidak seperti
pada dioda, ujung gerbang yang digunakan berfungsi untuk menghidupkan alat.
Operasi SCR
Operasi SCR sama dengan operasi dioda standar kecuali bahwa SCR memerlukan tegangan
positif pada gerbang untuk menghidupkan saklar. Gerbang SCR dihubungkan dengan basis
transistor internal, dan untuk itu diperlukan setidaknya 0,7 V untuk memicu SCR. Tegangan ini
disebut sebagai tegangan pemicu gerbang (gate trigger voltage). Biasanya pabrik pembuat SCR
memberikan data arus masukan minimum yang dibutuhkan untuk menghidupkan SCR. Lembar
data menyebutkan arus ini sebagai arus pemicu gerbang (gate trigger current). Sebagai contoh
lembar data 2N4441 memberikan tegangan dan arus pemicu :
VGT = 0,75 V
IGT = 10 mA
Hal ini berarti sumber yang menggerakkan gerbang 2N4441 harus mencatu 10 mA pada
tegangan 0,75 V untuk mengunci SCR.

Gambar 3 SCR yang


dioperasikan dari sumber DC

Skema rangkaian penghubungan SCR yang dioperasikan dari sumber DC diperlihatkan pada
Gambar 3. Anoda terhubung sehingga positif terhadap katoda (bias maju). Penutupan sebentar
tombol tekan (push button) PB1 memberikan pengaruh positif tegangan terbatas pada gerbang
SCR, yang men-switch ON rangkaian anoda-katoda, atau pada konduksi, kemudian
menghidupkan [Link] anoda-katoda akan terhubung ON hanya satu arah. Hal ini
terjadi hanya apabila anoda positif terhadap katoda dan tegangan positif diberikan kepada
gerbang Ketika SCR ON, SCR akan tetap ON, bahkan sesudah tegangan gerbang dilepas. Satu-
satunya cara mematikan SCR adalah penekanan tombol tekan PB2 sebentar, yang akan
mengurangi arus anoda-katoda sampai nol atau dengan melepaskan tegangan sumber dari
rangkaian anoda-katoda.

SCR dapat digunakan untuk penghubungan arus pada beban yang dihubungkan pada sumber AC.
Karena SCR adalah penyearah, maka hanya dapat menghantarkan setengah dari gelombang input
AC. Oleh karena itu, output maksimum yang diberikan adalah 50%; bentuknya adalah bentuk
gelombang DC yang berdenyut setengah gelombang.
Gambar 4 SCR yang
dioperasikan dari sumber AC

Skema penghubungan rangkaian SCR yang dioperasikan dari sumber AC diperlihatkan oleh
Gambar 4. Rangkaian anoda-katoda hanya dapat di switch ON selama setengah siklus dan jika
anoda adalah positif (diberi bias maju). Dengan tombol tekan PB1 terbuka, arus gerbang tidak
mengalir sehingga rangkaian anoda-katoda bertahan OFF. Dengan menekan tombol tekan PB1
dan terus-menerus tertutup, menyebabkan rangkaian gerbang-katoda dan anoda-katoda diberi
bias maju pada waktu yang sama. Prosedur arus searah berdenyut setengah gelombang melewati
depan lampu. Ketika tombol tekan PB1 dilepaskan, arus anoda-katoda secara otomatis menutup
OFF ketika tegangan AC turun ke nol pada gelombang sinus.

Gambar 5 Aplikasi SCR sebagai kontrol output suplai daya pada motor DC

Ketika SCR dihubungkan pada sumber tegangan AC, SCR dapat juga digunakan untuk merubah
atau mengatur jumlah daya yang diberikan pada beban. Pada dasarnya SCR melakukan fungsi
yang sama seperti rheostat, tetapi SCR jauh lebih efisien. Gambar 5 menggambarkan
penggunaan SCR untuk mengatur dan menyearahkan suplai daya pada motor DC dari sumber
AC.

Gambar 6 Aplikasi SCR untuk start lunak motor


AC induksi 3 fase

Rangkaian SCR dari Gambar 6 dapat digunakan untuk “start lunak” dari motor induksi 3 fase.
Dua SCR dihubungkan secara terbalik paralel untuk memperoleh kontrol gelombang penuh.
Dalam tema hubungan ini, SCR pertama mengontrol tegangan apabila tegangan positif dengan
bentuk gelombang sinus dan SCR yang lain mengontrol tegangan apabila tegangan negatif.
Kontrol arus dan percepatan dicapai dengan pemberian trigger dan penyelaan SCR pada waktu
yang berbeda selama setengah siklus. Jika pulsa gerbang diberikan awal pada setengah siklus,
maka outputnya tinggi. Jika pulsa gerbang diberikan terlambat pada setengah siklus, hanya
sebagian kecil dari bentuk gelombang dilewatkan dan mengakibatkan outputnya rendah.

Aplikasi SCR
Pada aplikasinya, SCR tepat digunakan sebagai saklar solid-state, namun tidak dapat
memperkuat sinyal seperti halnya transistor. SCR juga banyak digunakan untuk mengatur dan
menyearahkan suplai daya pada motor DC dari sumber AC, pemanas, AC, melindungi beban
yang mahal (diproteksi) terhadap kelebihan tegangan yang berasal dari catu daya, digunakan
untuk “start lunak” dari motor induksi 3 fase dan pemanas induksi. Sebagian besar SCR
mempunyai perlengkapan untuk penyerapan berbagai jenis panas untuk mendisipasi panas
internal dalam pengoperasiannya.

Anda mungkin juga menyukai