0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan13 halaman

Praktikum Gerak Harmonik Sederhana

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai praktikum fisika dasar tentang gerak harmonik sederhana. Tujuan praktikum adalah memahami perilaku benda yang melakukan gerak harmonis sederhana dan besaran yang berkaitan dengan gerak tersebut. Alat yang digunakan antara lain pegas, ember, dan stopwatch untuk mengukur periode gerakannya.

Diunggah oleh

Rangga Aditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan13 halaman

Praktikum Gerak Harmonik Sederhana

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai praktikum fisika dasar tentang gerak harmonik sederhana. Tujuan praktikum adalah memahami perilaku benda yang melakukan gerak harmonis sederhana dan besaran yang berkaitan dengan gerak tersebut. Alat yang digunakan antara lain pegas, ember, dan stopwatch untuk mengukur periode gerakannya.

Diunggah oleh

Rangga Aditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tanggal : 27 September 2022

PRAKTIKUM MATA KULIAH FISIKA DASAR

SEMESTER 117
GERAK HARMONIK SEDERHANA ( GHS )

Nama : Rangga Aditya Pratama


NIM : 1306622070

Dosen Pengampu : Prof. Dr. Sunaryo, [Link].


Upik Rahma, M. Pd
Asisten Laboratorium :
Ahmad Fatullah 1306619013
Galih Muhammad Gufron 1306619059
Alifia Putri Rachmatillah 1306619061
Daffa Aji Pangestu 1306619063

Nilai Laporan Awal Nilai Laporan Akhir Nilai Akhir

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Jakarta

2022
A. TUJUAN

1. Memahami perilaku benda yang melakukan gerak harmonis sederhana dan


besaran – besaran yang berkaitan dengan gerak harmonik sederhana.
2. Memahami syarat yang diperlukan agar suatu benda dapat mengalami gerak
harmonik sederhana.
3. Mengukur periode (waktu getar) pegas berbeban yang mengalami gerak
harmonik sederhana.
4. Menentukan tetapan gaya dari pegas berbeban yang mengalami gerak
harmonic sederhana.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Pegas dan statip (untuk menggantung pegas).
2. Ember dan keping-keping beban.
3. Stopwatch.
4. Neraca tekhnis dan anak timbangannya.

C. TEORI DASAR

Menurut Hukum Hooke, untuk mengadakan perubahan bentuk benda,diperlukan


gaya, asalkan batas elastisitas dari benda belum terlampaui. Jika hanya dibatasi
oleh gaya dorong dan gaya tarik saja, yang terjadi bukan perubahan bentuk,
melainkan perubahan kedudukan yaitu berupa perpindahan dari titik tempat gaya
bekerja ke titik yang lainnya. Hubungan antara gaya F dan perpindahan x dari
kedudukan setimbang dinyatakan sebagai berikut1
𝐹 = −𝑘. 𝑥 (1)

dengan k adalah tetapan gaya.


Jika suatu pegas kita tarik atau kita tekan dengan tangan sehingga mengalami
perubahan panjang sebesar x dari keadaan bebasnya, untuk hal ini diperlukan gaya
sebesar F = k.x Sebagai reaksi, pegas melakukan tekanan atau tarikan pada tangan
kita dan gaya reaksi ini dapat dinyatakan sebagai :1

1
Tim Dosen Fisika Dasar. 2018. Panduan Praktikum Fisika Dasar I. Jakarta : UNJ
𝐹′ = −𝑘. 𝑥 (2)

Gaya F' disebut gaya pulih elastik (elastic restoring force). Tanda minus adalah
menunjukkan bahwa gaya pulih selalu berlawanan dengan arah perpindahan x,
ini berarti arah gaya pulih selalu menuju ke keseimbangan benda
Jika suata pegas berbeban yang mula-mula dalam keadaan setimbang (Gb.1)
kemudian bebannya ditarik ke bawah dengan simpangan sebesar A dari
kedudukan setimbangnya (x = 0) dan dilepaskan, maka beban akan bergerak
bolak-balik ke atas dan ke bawah sekitar kedudukan setimbangnya dengan

simpangan maksimum A.
Gambar 1. Gaya tarik pada pegas, yang menyebabkan perubahan panjang pegas

Jika gaya-gaya gesekan dapat diabaikan, sehingga dalam gerakan bolak –


baliknya secara periodik tidak ada energi yang hilang, maka gerak ini akan dapat
berlangsung terus. Gerak semacam ini dimamakan gerak harmonik sederhana
(ghs). Penyebab ghs ini adalah bekerjanya gaya pulih elastis F= - k.x pada benda.
Jika digunakankan hukum kedua Newton F = m.a pada gerak ini, dengan F = -
k.x; dimana a = d2x/dt2 , maka akan diperoleh persamaan :
k.x = m.d2x/dt2 , atau

d2x/dt2 = - k.x/m (3)


Persamaan ini disebut persamaan gerak dari ghs. Bagaimana kita mendapatkan
penyelesaian dari persamaan tersebut di atas? Dengan menyelesaikan persamaan
3 dengan menggunakan persamaan deferensial, diperoleh hubungan jarak atau
simpangan terhadap waktu sebagai berikut:

X = A Cos (t +) (4)


dengan ;

ω
√ k
m
disebut frekuensi sudut

A = Amplitudo atau simpangan maksimum

(t + ) = fasa dari ghs

= tetapan fasa

Jika t pada (4) bertambah dengan 2/, maka


x= A ⋅ cos { ω ( t +2 π ∕ ω )+ θ }

x= A ⋅ cos { ωt+ 2 π 2 +θ }

x= A ⋅ cos { ωt+θ }

Karena setelah 2/ fungsinya berulang kembali, ini berarti bahwa perioda T dari
ghs sama dengan2/, jadi;

T =2 π ∕ ω=2 π
√ m
k
(5)

Dari persamaan (5), jika T dan M diketahui, maka tetapan gaya k dapat ditentukan.

D. TEORI TAMBAHAN

Salah satu jenis gerakan yang paling sederhana disebut gerak harmonik sederhana
(GHS) atau simple harmonic oscillation (SHO). Mengapa dinamakan Harmonik
sederhana? Sesuai dengan pengertian perkatanya yaitu harmonik yang artinya
bentuk/pola yang selalu berulang pada waktu tertentu dan sederhana diartikan
bahwa anggapan tidak ada gaya disipasi, sehingga amplitudo dan energi tetap/kekal.

Gerak Harmonik Sederhana adalah gerak periodik bolak balik dengan lintasan yang
ditempuh selalu sama (tetap) berpusat pada satu titik (titik setimbang). Gerak
Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan
digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak harmonis
sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah getaran benda
pada pegas dan getaran benda pada ayunan sederhana. (Yunita, 2016)

Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu:

1. Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam silinder


gas, gerak osilasi air raksa / air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas,
dan sebagainya.

2. Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul


fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.

Beberapa Contoh Gerak Harmonik Sederhana:

1. Gerak harmonik pada bandul

Gambar 1. Gerak harmonik pada bandul

Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya, maka benda
akan diam di titik keseimbangan B. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan,
maka beban akan bergerak ke B, C, lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan
terjadi berulang secara periodik, dengan kata lain beban pada ayunan di atas
melakukan gerak harmonik sederhana. (Sajidin, 2012)

2. Gerak harmonik pada pegas

Semua pegas memiliki panjang alami. Ketika sebuah benda dihubungkan ke ujung
sebuah pegas, maka pegas akan meregang (bertambah panjang). Pegas akan
mencapai titik kesetimbangan jika tidak diberikan gaya luar (ditarik atau digoyang).
Hubungan antara Periode dan Frekuensi:

Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama satu detik. Dengan
demikian selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah:

1 getaran 1
x 1 sekon = sekon
f getaran f

Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah periode.
Dengan demikian, secara matematis hubungan antara periode dan frekuensi adalah
sebagai berikut:

1 1
T= f =
f T
Periode getaran benda pada ujung pegas mendatar atau tegak yang bergetar,

memenuhi persamaan sebagai berikut: T= 2π


m
√ m
k
. Jadi besarnya konstanta pegas

k= 4 π 2 .
T2

[Link] Pemulih pada Pegas

Pegas adalah salah satu contoh benda elastis. Oleh sifat elastisnya ini, suatu pegas
yang diberi gaya tekan atau gaya regang akan kembali pada keadaan setimbangnya
mula- mula apabila gaya yang bekerja padanya [Link] pemulih pada
pegas banyak dimanfaatkan dalam bidang teknik dan kehidupan sehari- hari.
Misalnya di dalam shockbreaker dan springbed. Sebuah pegas berfungsi meredam
getaran saat roda kendaraan melewati jalan yang tidak rata. Pegas - pegas yang
tersusun didalam springbed akan memberikan kenyamanan saat orang tidur.
(Jimmy, 2010)
Gaya pemulih yang dilakukan pada pegas :

F=-kx

dengan : k =tetapan pegas (N / m)

Tanda(-) diberikan karena arah gaya pemulih pada pegas berlawanan dengan arah
gerak pegas tersebut.

Gerak harmonik sederhana adalah gerakbolak-balik benda melalui suatutitik


keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaranbenda dalam setiap sekonselalu
konstan. Setiap system yang memenuhi Hukum Hooke akan bergetardengan cara
yang unik dan sederhana yang bisa disebut pula gerak harmoniksederhana. Setiap
system yang melengkung terpuntir atau mengalami perubahanbentuk yang elastis
dikatakan memenuhi Hukum Hooke. (Verawati, 2019)

✨Hukum Hook

Ilmuan yang pertama kali meneliti tentang ini adalah Robert Hooke. Dia
menyimpulkan bahwa jika gaya yang bekerja pada sebuah pegas dihilangkan, pegas
tersebut akan kembali ke keadaan semula dan sifat elastisitas pegas tersebut ada
batasnya dan besar gaya pegas sebanding dengan pertambahan panjang pegas.
Suatu pegas apabila ditarik dengan gaya tertentu di daerah yang berada dalam batas
kelentingannya akan bertambah panjang sebesar x dan juga didapatkan bahwa besar
gaya pegas pemulih sebanding dengan pertambahan panjang pegas. Dan secara
matematis, pernyataan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :
Dengan k= tetapan pegas(N/m)

Tanda(-) diberikan karena arah gaya pemulih pada pegas berlawanan dengan arah
gerak pegas tersebut.

Dari grafik dapat kita tentukan tetapan pegas ( k ) pada batas linealitas pegas yaitu :

Kajian GHS juga meliputi aspek kinematika, dinamika dan energitika. Pembahasan
tentang kinematika diawali dengan menurunkan persamaan simpangan sebagai fungsi
waktu 𝑥(𝑡). Model yang digunakan untuk menurunkan persamaan simpangan dan
konsep GHS adalah gerak proyeksi partikel yang bergerak melingkar beraturan pada
diameter lingkaran. Proyeksi gerak partikel yang bergerak melingkar beraturan ke
sumbu horizontal atau sumbu vertikal merupakan GHS dengan persamaan2 :

𝑥 𝑡 = 𝐴𝑐𝑜𝑠(𝜔𝑡 + 𝜙) (1)
dengan :

𝐴 = amplitude

𝜙 = sudut phase

𝑥 𝑡 = simpangan partikel terhadap titik x= 0 (titik kesetimbangan)

Dari persamaan simpangan ini besaran kecepatan dan percepatan dapat diturunkan.

𝑣𝑥 𝑡 = 𝑑𝑥/𝑑𝑡 = −𝐴𝜔sin⁡ (𝜔𝑡 + 𝜙) (2)

2
Saraswati, Dadan Luhur. 2016. "Penggunaan Logger Pro Untuk Analisis Gerak Harmonik
Sederhana Pada Sistem Pegas Massa." (Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Teknik,
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI ) 9: 119-121.
𝑎𝑥 𝑡 = 𝑑𝑣𝑥/𝑑𝑡 = −𝐴𝜔2 cos 𝜔𝑡 + 𝜙

𝑎𝑥 𝑡 = −𝜔2𝑥 (3)

Gambar 2. Grafik (a) simpangan (x), (b) kecepatan (v), dan (c) percepatan (a)
dari GHS (Sumber : Giancoli, 1998)

Apabila tidak ada gaya gesek maka pegas akan terus berosilasi tanpa berhenti.
Pada kenyataannya amplitudo osilasi makin lama akan semakin berkurang dan
pada akhirnya osilasi akan berhenti. Dikatakan bahwa gerak osilasi diredam oleh
gaya gesek sehingga gerak osilasi ini disebut gerak harmonik teredam. Dalam
banyak hal, gaya gesek adalah sebanding dengan kecepatan benda, dan
mempunyai arah berlawanan dengan kecepatan benda tersebut. Pada sistem
osilasi, energi mekanik terdisipasi akibat gaya geseknya. Jika energi mekaniknya
berkurang maka dapat diartikan bahwa gerak pada sistem teredam. Ketika suatu
sistem pegas diberi gaya, maka respon yang terjadi bergantung pada gaya luar
yang diberikan pada sistem dan redaman yang dialami sistem tersebut3

E. CARA KERJA

1. Pertama – Tama menimbang pegas, ember beban dengan menggunakan


neraca teknis untuk menentukan massa masing-masing.
2. Lalu, menggantunggkan pegas pada statif dan gantunglah ember beban pada
ujung bavah dari pegas. Lalu, kita tarik ember hingga diperoleh simpangan
kecil dan lepaskan, sistem akan melakukan ghs.

3
Kunlestiowati H., Nani Yuningsih, Sardjito. 2011. Model Osilasi Harmonik Logaritmik Pada
Gerak Beban Dengan Massa Yang Berubah Secara Linier Terhadap Waktu ( Politeknik Negeri
Bandung) 3.
3. Lalu, mencatat waktu ayunan dengan stop watch dalam 5 getaran
4. Selanjutnya, menambahkan keping beban dan ulangi percobaan d.2 dan d.3.

5. Dan terakhir, kita mengulangi percobaan d.4 dengan mengurangi beban satu-
persatu.

F. PERTANYAAN
1. Tunjukkan bahwa energi total dari suatu benda yang mengalami ghs;
1 2
ETotal = k ⋅ A adalah amplitude getaran
2
Jawab :
1 2
Ek= m v
2
1 2
EP= k y
2

2. Berapa perbandingan energi kinetik dan energi potensial dari suatu benda yang
mengalami ghs pada saat simpangannya sama dengan setengah amplitudonya ?
Jawab :
Em = ¹/₂ k A²
saat simpangan y = ¹/₂A
Ep = ¹/₂ k y²
         = ¹/₂ k (¹/₂A)²
         = ¹/₄ · ¹/₂ k A²

Ek = Em – Ep
= ¹/₂ k A² - ¹/₄ · ¹/₂ k A²
= ³/₄ · ¹/₂ k A²
Perbandingan energi kinetik dengan energi potensial
Ek : Ep = ³/₄ · ¹/₂ k A²  :  ¹/₄ · ¹/₂ k A²
= 3 : 1

3. Sebuah benda bermassa 10 gram mengalami ghs dengan amplitudo 24 cm dan


periode 10 sekon. Pada saat t=0 simpangan benda +24 cm.
a. Berapa simpangan benda pada saat t = 0,5 sekon?
b. Berapa besar dan kemana arah gaya pada benda saat t =0,5 sekon?
c. Berapa waktu minimiun yang diperlukan oleh benda untuk bergerak dari
kedudukan awalnya ke titik dimana simpangannya sama dengan - 12 cm.
d. Berapa kecepatan benda pada saaf simpangannya - 12 cm.

4. Tunjukkan bahwa persamaan (4) merupakan jawaban dari persamaan gerak (3)
jika;

ω=
√ k
m
Jawab :
ⅆ 2 x −kx
= Persamaan3
ⅆt2 m
x ( t )= A cos ( ωt+ θ ) Persamaan 4

ⅆ 2 x −kx
2
=
ⅆt m
2 kx
A ω cos ωt =
m
k k
A cos ωt= x
m m
x= A cos ωt( terbukti)

5. Dari persamaan (4) turunkan kecepatan v dan percepatan dari ghs (gerak
harmonis sederhana)!

6. Tunjukkan bahwa kecepatan benda yang mengalami ghs dapat dinyatakan


sebagai :

v=±
√ k ( 2 2)
m
A −x

Jawab :
Ek + EP = Etotal
1 2 1 2 1 2
mv + kx = k A
2 2 2
1 1
m v = k ( A −x )
2 2 2
2 2
k 2 2
2
v= ( A −x )
m

v=±
√ k 2 2
m
( A −x )

7. Tunjukkan bahwa proyeksi pada garis menengah dari benda yang melakukan
gerak melingkar dengan laju tetap merupakan ghs (gerak harmonis sederhana)!

8. Gerak ayunan dari bandul matematis dengan simpangan sudut yang cukup kecil
merupakan ghs. Turunkan rumus perioda dari bandul matematis.
∑ F=ma
-[Link] θ = m.a

Sudut kecil berlaku


y
sin θ=
L
Sehingga persamaan (1) dapat ditulis
y
−m ⋅ g ⋅ =ma
L
−g
a= ⋅Y
L
Persamaan getaran selaras
Y = A sin ωt
ⅆy
v= = Aω sin ωt
ⅆt
ⅆv 2
a= =−ω A sin ω
ⅆt
a=−ω 2 Y (Persamaan 2)

Subtitusikan persamaan 2 ke persamaan 1


−g
−ω 2 Y = ⋅y
L
2 g 2π
ω= → ω=2 π f =
L T
2
4πr
2
T
2 2 L
T =4 π
g

T= 4 π
√ 2 L
g

T =2 π
√ L atau
g √
T =2 π
m
k

G. DAFTAR PUSTAKA

Laporan-praktikum-Fisika-dasar-Gerak-Harmoni-Sederhana-GHSdoc. Accessed 18 Oct. 2022.

Kristian Jimmy - [Link].” (DOC) Laporan Praktikum Fisika Gerak


Harmonik Sederhana | Kristian Jimmy - [Link], 5 Feb. 2010,

Yunita - [Link].” (DOC) LAPORAN PRAKTEK FISIKA GERAK


HARMONIK SEDERHANA | Ika Yunita - [Link], 30 July 2016,
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA GERAK HARMONIS AYUNAN SEDERHANA ~
PramArda, 20 Mar. 2014, [Link]/2014/03/laporan-praktikum-fisika-
gerak-harmonis
Muhhabatullah, Sajudin. “[Link] Praktikum Fisika Dasar : Gerak Harmoni
Sederhana (GHS).”

Anda mungkin juga menyukai