0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan3 halaman

Tami Mengganggu Tomi di Kelas

Cerita pendek ini menceritakan tentang hubungan antara Tomi dan Tami, dua teman sebangku yang berbeda sifat. Tami sering mengganggu dan menjahili Tomi untuk membuatnya kesal, sementara Tomi bersikap tenang dan tidak terpengaruh. Cerita ini menggambarkan berbagai kejadian di sekolah dan interaksi mereka selama jam pelajaran.

Diunggah oleh

Immanuel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan3 halaman

Tami Mengganggu Tomi di Kelas

Cerita pendek ini menceritakan tentang hubungan antara Tomi dan Tami, dua teman sebangku yang berbeda sifat. Tami sering mengganggu dan menjahili Tomi untuk membuatnya kesal, sementara Tomi bersikap tenang dan tidak terpengaruh. Cerita ini menggambarkan berbagai kejadian di sekolah dan interaksi mereka selama jam pelajaran.

Diunggah oleh

Immanuel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

.

Tomi dan Tami

Menceritakan tentang kisah hidup dua orang teman sebangku yang bernama tomi dan [Link]
juga memiliki rumah yang saling ber sebelahan . Tomi merupakan anak pendiam yang memiliki sifat
tidak mudah marah atau kesal . sedangkan sebaliknya , Tami memiliki sifat yang agak berisik dan
suka mengganggu Tomi . Tami juga merupakan anak yang pintar . Ia selalu mendaoatkan juara
umum dan juga selalu memenangkan lomba di tiap kompetisi yang ia ikuti . Ada bebagai macam cara
yang dilakukan Tami untuk membuat Tomi kesal . Mulai dari mencuri pulpen nya , menendangnya ,
hingga menjahilinya dengan berbagai macam upaya . Berikut adalah kisah bagaimana perjuaangan
Tami untuk mem buat Tomi Kesal .

Di suatu hari yaitu pada hari senin tepatnya sebelum terlaksananya upacar bendera , seperti biasa
nya Tomi datang terlambat karena bangun kesiangan . Tami pun langsung endatanginya dan
mengejeknya “Yahaha gak guna banget sih dateng nya selalu telat mulu pdahal gweh mau yontek pr
lwuh. “ Ujar Tami . Karena sudah terbiasa medengaar ocehan dari Tami, Tomi pun tidak
memperdulikannya dan hanya meletakkan tas nya di atas kursi . Lalu bel pun erbunyi pertanda
bahwa siswa akan berbaris di lapangan untuk mengadakan Upacara Bendera . Guru piket pun
mengambil mic dan menyuruh para siswa yag masih di dalam kelas untuk langsung berbaris menuju
ke lapangan .

Bahkan saat di lapangan pun dikala upacara berlangsung . Tami masih mengganggu Tomi dengan
tujuan agar Tomi kesal dan membuat keributan . Segala cara dan upaya sudah Tami lakukan mulai
dar menenddang kaki nya , mendorong nya hingga sampai memukul nya . Tetapi Tomi hanya
menghiraukan apa yang sedang Tami perbuat kepadanya karena itulah yang setiap hari biasanya
yang ia hadapi . Tomi hanya fokus terhadap apa yang ia lakukan dan mengikuti jalannya proses
upacara bendera. “ Ah , jelek banget sih suara paduan suara nya . Pasti itu karena bukan gweh sih
yang ngajarin mereka nyanyi . “ Ujar Tami karena mendengar bahwa slagu yang dinyanyikan oleh
paduan suara yang bertugas dalam paduan suara tersebut terdengar tidak pas di telinga nya . “ Yah
menurut ku sih masih oke oke aja dibandingin dengar in kau nyanyi bahkan perut ku bsa sakit kalau
mendengar kau nynyi. “ Ujar Tomi untuk mnyindir Tami. “ Ih lwuh kok sombong banget sih mentang
mentang jago nyanyi . itu kan cuman pendapat gweh. “ Ujar Tami untuk membalasnya . “ Hadeh
padahal dia duluan yang mulai . “ Kata Tomi dalam Hati .

Lalu upacara pun terlaksana dan saat murid murid ingin masuk ke dalam kelas , tiba tiba guru ingin
membuat suatu pengumuman untuk di dengar siswa . Pengumuman yang disampaikan guru dalah
pengumuman bahwa perwakilan olimpiade m dari sekolah yaitu Tami telah memenangkan
pertandingan tersebut dan lolos sebagai perwakilan provinsi Tami dengan hati gembira maju ke
podium untuk mengambil hadiah penghargaan atau apresiasi yang akan diberikan kepala sekolah
kepadanya . Teman Teman pun bersorak dan bertepuk tangan kepadanya enginat Tami juga anak
yang ramah dan rupawan kepada teman teman yang lain . Lalu ia pun lari balik ke barisan . “ Ha ha
kamuh gak bisa kan kayak gweh lwuh kan lemah. “ Ujar Taami untuk mengejek Tomi mengingat Tomi
juga perwakilan ips tetapi tidak lolos di babak seleksi sebelumnya. “Iya deh. Soal uji untuk mapel tu
kan gampang . kalau gitupun aku juga bisa. ‘ Balas Tomi . “Yahaha jangaan nangis dong. “ Ejek Tami
lagi. Lalu siswa lain pun bubar dari barisan dan masuk ke dalam kelas untuk memulai jam mata
pelajaran pertama di Hari Senin.
Di dalam kelas mereka , yang merupakan jam mata pelajaran pertama adalah mata pelajaran
matematika . Guru Matematika yang mengajar di kelas mereka merupakan salah satu guru yang
paling ditakuti di sekolah karena mengingat bagaimana cara beliau mengajar kepada ana didiknya .
Tetapi kecuali hari ini , beliau sangat senang karena belajar di kelas yang dimana salah satu
perwakilan sekolah mememnangkan olimpiade di bidang mata pelaaran yang ia ajarkan . Beliau
sanad mengapresiasi pencapaian Tami yang juga merupakan peraih nilai tertinggi ujian matematika
selama dari ia masuk sekolah sampai hari ini . Ia memberikan kata penyemangat kan kata inspiratif
kepada Tami agar dpat lebih meningkatkan prestasinya ke epannya . Teman Teman pun merasa
senang dan lega sebab hari ini guru tersebut tidak marah marah seperti biasanya dan juga sebelum
itu selama Tami mengikut lomba l ia izin tidak masuk sekolah dan selama itu tteman teman pun
kebingungan karena tidak bisa mengerti dan menjawab apa yang guru tersebut ajarkan.

Lalu Pelajaran pun dimulai dan Bu Guru mengajar kan materi seperti biasanya. Tetapi pada saat
proses belajar mengajar, Tami yang merasa bosan dengan materi yang diajarkan pun bermaksud
untuk menganggu Tomi yang sedang serius mendengar kan guru yang sedang mengajar. Tami
mengambil penghapus pensil milik Tomi lalu memotong nya kecil kecil lalu dilemparkan nya ke arah
Tomi. Kini rambut Tomi penuh dengan butiran - Butiran penghapus pensil miliknya sendiri yang di
potong potong oleh Tami. Kemudian Tomi meminta izin ke kamar mandi ke pada ibu guru dengan
tujuan untuk membersihkan rambut nya dari sisa butiran - butiran bekas penghapus yang
dilemparkan Tami kepadanya. Tidak sampai disitu saja, saat Tomi selesai dari kamar mandi dan
hendak duduk kebangku nya, Tami pun langsung menjahili nya dengan ketika ia duduk ke bangku
nya Tami menarik kursi nya sehingga Dapat menyebabkan Tomi terjatuh, namun siapa sangka Tomi
dapat memprediksi hal tersebut dan malah menduduki bangku Tmai yang membut ia terjatuh dari
bangku nya sendiri. Hal tersebut lantas membuat Tami kesal karena sudah dijahili balik oleh Tomi.

Lalu bel istirahat pun berbunyi, Tomi pun keluar dari bangku nya dan niat ke kantin untuk membeli
makanan kesukaannya yaitu nasi gurih yang ada di kantin sekolah. Harga nasi gurih nya pun sangat terjangkau
yaitu dengan 5000 rupiah. Saat Tomi hendak keluar dari kelas, Tami pun dengan cepatt cepat keluar dari
bangku dengan hendak mengikuti Tomi pergi ke kantin. Saat di kantin tiba tiba Tami mendorong Tomi. Tomi
pun hampir terjatuh tetapi dengan rasa tak bersalah, Tami meminta Tomi untuk membelikannya apa yang
Tomi belikan. Tomi pun dengan berat hati menyetujui permintaan teman nya tersebut. Lalu Tomi
memberikan makanan nya itu kepada Tami dan mrngajaknya untuk duduk di teras kelas untuk
makan bersama dengan Teman Teman yang lain juga.
Saat makan bersama, Teman Teman bercerita dan memumuji Tami karena prestasinya dan juga berkat itu
pula, bu guru tidak marah seperti biasanya pada hari ini. "Wah untung ada Tami hari ini jadi bu mm gak marah
deh kayak biasanya. " Ujar Temannya. "Eh biasanya kayak mana sih marah nya sampe sampe kalian takut gitu
ama ibu itu. " Balas Tami. "Gila sih pokoknya ngeri lah kalo ibu itu marah bisa bisa nya sampe barang barang di
kelas beterbangan ama rol besi nya itu ampe ke punggung kita. " Sahut Temannya yang lain. "Haha iya sih
kelihatannya dari muka ibu itu emang muka pemarah sih eh tapi ibu itu kok baik sih sama aku. " Kata Tami
sambil menyindir Teman temannya tersebut. "Wah ada yang sombong nih mentang menang anak emas guru
mapel mm. " Kata Temannya yang satu.

Tomi hanya mendengarkan Tmen temennya berbicara sambil memakan makanannya pada saat itu.
Lalu Tami pun dengan iseng mengambil lauk yang ada di makanan Tomi. Hal itu tidak hanya terjadi
sekali, Tami sudah banyak mengambil lauk dari makanan Tomi. "Ih bisa gak sih kalo ngambil itu
jangan banyak banyak, udah gak minta ngambil banyak banyak lagi. " Ucap Tomi tapi dengan nada
sedikit pelan. "Yahh kita kan kawan masa gaboleh berbagi. Kan ada tuh lagunya sesama Teman harus
saling mengasihi. " Balas Tami dengan sedikit gurauan. Lalu saat setelah makan pun Tami mengambil
minum Tomi dan meminumnya sampai habis. Hal itu membuat Tomi terpaksa untuk membeli aqua
botol di kantin agar dapat ia minum setelah makan.

Bel pun berbunyi tanda istirahat telah selesai dan untuk masuk ke mata pelajaran selanjutnya.
Untuk di kelas mereka, mata pelajaran selanjutnya adalah seni budaya dan keterampilan atau
disingkat (SBK) . Kali ini guru seni budaya mereka akan mengajarkan materi seni musik yaitu dengan
praktek menyanyikan sebuah lagu dengan menggunakan alat musik recorder. Namun pada saat itu
itu, Tami kelupaaan untuk membawa recorder miliknya. Ia tak sempat memasukkan nya ke dalam
tas pada saat menyusun roster. Kebetulan Tomi membawa dua recorder dengan suara yang berbeda
beda. Tomi memiliki keahlian di bidang permainan alat musik terutama dalam memahami teori alat
musik melodi. Tami pun ingin meminjam recorder milik Tomi tapi agak jijik karena pasti ada bekas
mulut Tomi di alat recorder nya. TETAPI apa boleh buat, Tami terpaksa meminta nya untuk
meminjamkan daripada harus dimarahin guru. "Wahai Tomi, meskipun dengan berat hati dan
perasaan jijique , tetapi aku telah merendahkan hatiku dan berkata kepada engkau: panjamkanlah
wahai alat musik yang engkau punya supaya aku tidak dimarahin guru kali ini. " Ucap Tami. "Emang
nya kamu mau? Ini bekas mulut ku lho eh walaupun ada tisu sih tapi tetap aja... " Balas Tomi.
"Mengapa aku mempermasalahkan hal tersebut? Aku sudah rela merendahkan hati ku saat ingin
memintanya. Ucap Tami. "Oh okelah. Eh btw emang nya kamu bisa main punya ku? Yang kupunya
suara alto ama bass lho. " Ucap Tomi. "Yahh aku sih kurang ngerti begituan kan kamuh baik dan
pintar jadi boleh lah ajarin aku cara mainnya nanti. " Balas Tami dengan memohon. "Okelah. Nih aku
pinjemin tapi jangan rusakin harganya 400 ribu lho. " Ucap Tomi. "Iya deh kamu kan orang kaya jadi
apa apa dibeli yang paling mahal sedangkan yang lain aja beli yang murah. " Ujar Tami.

Lalu guru seni budaya pun dengan gaya nya yang keren masuk ke dalam kelas. Guru seni budaya di
kelas mereka merupakan laki laki. Ia merupakan guru seni budaya tetapi lulusan psikolog di UI. Ia
sangad pandai menggambar dan terutama memiliki keahlian yang sangad terampil dalam bidang
seni musik. Tidak heran Tomi merupakan anak "emas" Beliau karena Tomi juga memiliki
keterampilan di bidang seni musik.

Pak guru pun memulai kelas dengan mengajarkan panduan dari kegiatan yang akan dilakukan pada materi hari ini.
Pada hari ini mereka akan praktek memainkan alat musik tiup yang bernama recorder. Lalu bapak itu menyuruh masing
masing murid memilih pasangan bermain yang berjumlah dua orang. Tanpa berpikir panjang Tami pun mengajak Tomi
untuk berpasangan dengannya dalam praktek kali ini. Tami memilih Tomi karena Tomi merupakan satu satunya yang dapat
diandalkan di kelas ini dan juga merupakan teman sebangku Tami. Lalu pak guru menyuruh anak anak untuk berlatih
terlebih dahulu sebelum melakukan praktik di depan kelas. Lagu yang akan dibawakan pada praktek kali ini adalah lagu
"rambadia" Yang berasal dari Sumatera Utara. Lalu Tami pun mengajak Tomi berlatih di tempat
"biasanya" Yaitu bertempat di depan ruang kepala sekolah. Tami juga bertujuan agar mendapatkan
pujian dari kepala sekolah. Tami sering dipuji kepala sekolah karena sering nya berlatih di tempat
tersebut.

Anda mungkin juga menyukai