UJI 2 SAMPEL
BERPASANGAN (UJI
WILCOXON)
I MADE SUDARMA ADIPUTRA
POKOK BAHASAN
• Pengertian dan penggunaan uji wilcoxon berpasangan
• Contoh kasus
• Aplikasi SPSS
1 sampel
Data
Komparasi 2 sampel berpasangan
Macam
Stat NPar Komparasi > 2 sampel Data Tidak
berpasangan
Asosiasi
Data berpasangan
Komparasi 2 sampel Komparasi > 2 sampel
Nominal
Uji Cochran
Uji Mc Nemar
Wilcoxon Sign Rank Uji Friedman
Test for Matched
Pair (wilcoxon
berpasangan)
Ordinal
PENGERTIAN DAN PENGGUNAAN
UJI WILCOXON BERPASANGAN
• Uji ini sama dengan paired sample t test dalam statistik
parametrik
• Digunakan untuk menguji hipotesis dua sampel berpasangan
• Data berskala ordinal
• Selain memperhatikan tanda perbedaan, Wilcoxon signed rank
test memperhatikan besarnya beda dalam menentukan apakah
ada perbedaan nyata antara data pasangan yang diambil
CONTOH
• Suatu penelitian dengan mengamati Nadi sebelum pemberian
obat x (Nadi-1) dan setelah pemberian obat x (Nadi-2)
didapatkan data seperti terlihat pada Tabel berikut
• Apakah ada perbedaan Nadi-1 dan Nadi-2 dengan =0,05
dan CI 95%
Individu ke- Sebelum Sesudah
1 60 90
2 68 100
3 64 110
4 80 120
5 76 116
6 72 112
7 86 124
8 82 120
9 72 116
10 70 124
UNTUK MEMUDAHKAN,TABEL DIBUAT SEPERTI INI….
n x (pre) Y (post) d (y-x) No urut Peringkat (r)
1 60 90 + 30 1 1
2 68 100 + 32 2 2
3 64 110 + 46 9 9
4 80 120 + 40 5 6 → (5+6+7/3)
5 76 116 + 40 6 6 → (5+6+7/3)
6 72 112 + 40 7 6 → (5+6+7/3)
7 86 124 + 38 3 3,5 → (3+4/2)
8 82 120 + 38 4 3,5 → (3+4/2)
9 72 116 + 44 8 8
10 70 124 + 54 10 10
T= 55
• Ingat...memberi no urut tidak perlu memperhatikan tanda +
atau -, tetapi cukup perhatikan nilai selisihnya (d) dimulai dari
yang terkecil.
Nilaitotal T diambil dari nilai rank dengan
tanda yang paling sedikit. Karena dalam soal
semua tanda adalah +, maka semua nilai
tersebut dijumlahkan.
n (n+1) 10 (11)
• R = ⎯⎯⎯⎯ = ⎯⎯⎯⎯ = 55
2 2
• T hitung = 55
• T tabel (pada α=5% dan N=10) = 8
• T hitung > T tabel → 55 > 8, maka :
• Ho ditolak,→ Terdapat perbedaan signifikan
antara nadi-1 dan nadi-2.
Jadi, pemberian obat x dapat meningkatkan nadi.
KESIMPULAN (2)
• Jika z hitung < z tabel= H0 diterima
• Jika z hitung > z tabel = H0 ditolak
• P value > 0,05 ➔ H0 diterima
• P value < 0,05 ➔ H0 ditolak
PERHITUNGAN MANUAL
Z = T – [ ¼ N (N+1)]
V 1/24 (N) (N+1) (2N+1)
T = selisih nilai terkecil
N = jumlah sampel (selain ties)
Ties= nilai yang sama antara seblum dan sesudah (dihilangkan dari perhitungan)
Hasil z hitung = -2,817
z tabel = 1,96
KESIMPULAN
• Jika z antara -1,96 – 1,96 = Ho diterima
• Z tidak di antara -1,96 – 1,96 = Ho di tolak
• Z = -2,812 ➔ Ho ditolak
Terdapat perbedaan signifikan antara nadi-1 dan nadi-2.
Jadi, pemberian obat x dapat meningkatkan nadi.
CEK TABEL Z
• Angka 2,812 (minus diabaikan) pada tabel z
probabilitas = 0,995, atau 0,4975*2 karena tabel z
untuk setengah kurva
• Berarti probabilitas adalah 1-0,995 = 0,005 (sama
seperti hasil spss)
APLIKASI SPSS
1. Klik Analyze → Non Parametric Test → 2 Related
Sampels, pada Menu Bar
2. Blok variabel “Sebelum dan sesudah”, pindahkan ke
kotak Test Pairs dengan tombol panah
3. Klik Option dan beri tanda centang Exclude Cases
Listwise
7. Pada Test Type beri tanda centang Wilcoxon →klik Ok
8. Untuk keputusan hipotesis lihat kolom test statistic
9. Jika Asymp sig. (2-tailed) ≥ α → maka Ho gagal ditolak
Entery data
disebelah ke layar
SPSS
OUTPUT SPSS
Z = -2,817
P value = 0,005