0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan2 halaman

SOP Fogging untuk Pengendalian DBD

Dokumen ini memberikan panduan tentang kegiatan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk vektor penyakit demam berdarah dengan radius 200 meter. Fogging dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti malathion menggunakan alat hot fogger. Prosedurnya meliputi pemberitahuan kepada masyarakat, pelaksanaan penyemprotan oleh petugas kesehatan, dan pelaporan hasil ke dinas kesehatan.

Diunggah oleh

Puskesmas Sempol
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan2 halaman

SOP Fogging untuk Pengendalian DBD

Dokumen ini memberikan panduan tentang kegiatan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk vektor penyakit demam berdarah dengan radius 200 meter. Fogging dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti malathion menggunakan alat hot fogger. Prosedurnya meliputi pemberitahuan kepada masyarakat, pelaksanaan penyemprotan oleh petugas kesehatan, dan pelaporan hasil ke dinas kesehatan.

Diunggah oleh

Puskesmas Sempol
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FOGGING / PENGASAPAN

No. Dokumen
No. Revisi
SOP
Tanggal Terbit 02 Januari 2021
Halaman

PUSKESMAS drg RUDY ISWOYO, MM


SEMPOL NIP. 19700823 200501 1 006

Fogging adalah Kegiatan Pemberantasan nyamuk penular/vektor DBD dengan


1. Pengertian menggunakan penyemprotan atau pengasapan yang berisi pembasmi serangga dengan
radius 200 meter
Sebagai panduan dalam pelaksanaan lintas program DBD demi efektifitas proses
2. Tujuan
maupun hasil pengelolaan program DBD
SK Kepala Puskesmas Sempol No. 440/390e/[Link]/2021 tentang Penetapan
3. Kebijakan
Penanggung Jawab UKM / Program
1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
949/MENKES/SK/VIII/2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan sistem
kewaspadaan KLB.
4. Referensi 2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
374/MENKES/SK/III/2010 tentang Pengendalian Vektor.
3. Modul Pengendalian DBD di Indonesia, Departemen Kesehatan RI direktorat
Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan [Link].2011,
5. Prosedur / langkah Alat :
- langkah 1. Hot Fogger

2. Malathion

3. Solar

4. APD

Langkah – Langkah :

1. Pemberitahuan kepada warga setempat bahwa akan dilakukan penyemprotan agar


mengeluarkan hewan piaraan dsan lansia bila ada lansia di rumah tersebut kemudian
menutup semua ventilasi

2. Dilakukan pada pagi hari atau sore hari oleh tenaga puskesmas dan bekerja sama
dengan dinas kesehatan kabupaten

3. Petugas penyemprot adalah petugas puskesmas atau petugas harian lepas yang
terlatih
4. Ketua RT, TOMA atau kader mendampingi petugas dalam kegiatan penyemprotan

5. Penyemprotan dilakukan dari rumah penderita DBD kemudian memutar sampai


radius 200m.

6. Hasil pelaksanaan kegiatan dilaporkan oleh puskesmas kepada dinas kesehatan


kabupaten

Pemberitahuan kpd Penyemprotan dilakukan dalam


masyarakat setempat radius 200m

Setelah penyemprotsn pintu


6. Bagan alir dsn semua ventilasi ditutup ±
30 menit
Pelaksanaan
kegiatan dilaporkan
ke Dinas Kesehatan
Kabupaten

7. Hal – hal yang Dibutuhkan kerjasama yang kuat di semu lini agar seluruh data yang dihasilkan benar
perlu diperhatikan dan akurat
1. Dinas Kesehatan
2. Kepala Puskesmas
8. Unit Terkait
3. Penanggung Jawab Program
4. Desa, RW/RT

9. Dokumen Terkait
1. SOP Pencatatan dan pelaporan DBD

10. Rekaman Historis No Yang diubah Isi perubahan Tgl mulai diberlakukan
Perubahan

Anda mungkin juga menyukai