0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan12 halaman

Kesiapan Penerapan RME di RSUP M. Djamil

Analisis kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUP Dr. M. Djamil Padang menunjukkan bahwa kesiapan budaya organisasi, tata kelola, dan sumber daya manusia untuk menerapkan RME sudah cukup baik, meskipun perlu ditingkatkan. Namun demikian, pengalaman penggunaan RME di IGD masih menggunakan printout manual karena belum terintegrasi sepenuhnya.

Diunggah oleh

HERMAWATI -
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan12 halaman

Kesiapan Penerapan RME di RSUP M. Djamil

Analisis kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUP Dr. M. Djamil Padang menunjukkan bahwa kesiapan budaya organisasi, tata kelola, dan sumber daya manusia untuk menerapkan RME sudah cukup baik, meskipun perlu ditingkatkan. Namun demikian, pengalaman penggunaan RME di IGD masih menggunakan printout manual karena belum terintegrasi sepenuhnya.

Diunggah oleh

HERMAWATI -
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Vol 8, No.

1: page 71-82
ISSN 2301-5454, e-ISSN 2654-7643
Available online at [Link]

ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI


RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

Vesri Yoga*, Bestari Jaka Budiman*, Mendhel Yanti


Program Studi Kesehatan Masyarakat, FK Universitas Andalas
e-mail: vesriyoga@[Link]

KATA KUNCI ABSTRAK

Rekam Medis Elektronik, Pendahuluan: Penggunaan rekam medis elektronik (RME) bisa
Rumah Sakit, Pendekatan memberikan manfaat besar bagi pelayanan kesehatan seperti fasilitas
Kualitatif, Kesiapan pelayanan dasar maupun rujukan (rumah sakit). Saat ini RSUP dr. M.
Pelayanan Kesehatan Djamil berencana menerapkan pelayanan dengan rekam medis
elektronik demi efisiensi pelayanan dan meningkatkan mutu
pelayanan yang diberikan kepada pasien, dan menjamin patient
safety. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penilaian kesiapan sebelum
implementasi RME. Hal ini akan membantu identifikasi proses dan
skala prioritas, juga membantu pembentukan fungsi operasional untuk
mendukung optimalisasi implementasi RME. Tujuan penelitian untuk
menganalisis kesiapan penerapan rekam medis elektronik di RSUP dr.
M. Djamil Padang. Metode: Penelitian menggunakan metode studi
kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di RSUP dr.
M. Djamil Padang. Kegiatan penelitian dimulai sejak bulan Agustus –
Oktober 2020. Informan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan
metode purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa kesiapan budaya organisasi cukup siap. Pengetahuan terkait
penerapan RME telah disosialisasikan kepada seluruh staf medis dan
penunjang medis dan pengalaman dalam penerapan RME di IGD
yang sedang berjalan saat ini masih terdapat kendala seperti
menggunakan printout manual karena belum terintegrasi. Terkait
kesiapan tata kelola dan kepemimpinan, RSUP dr. M. Djamil Padang
memiliki visi yang jelas dalam penerapan RME. Rata-rata informan
optimis terhadap perubahan sistem rekam medis manual menjadi
elektronik (RME) dapat berhasil diterapkan di RSUP dr. M. Djamil
Padang karena dengan adanya RME dapat memberikan keuntungan
bagi Rumah Sakit. Untuk kesiapan SDM dan kesiapan infrastruktur
juga sudah cukup siap. Terlihat dari antusias tenaga medis ataupun
paramedis dalam penggunaan RME. Meskipun masih terdapat
beberapa kendala, namun pihak RS optimis akan penerapan RME ini
akan berjalan dengan baik. Simpulan: Kesiapan implementasi RME
masih perlu ditingkatkan, seperti kesiapan budaya organisasi,
kesiapan tata kelola dan kepemimpinan, kesiapan Sumber Daya
Manusia (SDM) dan kesiapan infrastruktur.

KEYWORDS ABSTRACT
Electronic Medical Introduction: The use of Electronic Medical Records (EMR) can
Records (EMR), Hospital, provide great benefits for health services such as basic service
Qualitative Approach, facilities and referrals (hospitals). Currently, RSUP dr. M. Djamil
Health Service Readiness plans to implement services with electronic medical records for
services efficiency and improve the quality of services provided for
patients, and ensure patient safety. Therefore, it is necessary to
conduct a readiness assessment before implementing EMR. This
will help identify processes and priority scales, as well as help

71
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Vol. 8, No. 1: page 71-82

establish operational functions to support the optimization of EMR


implementation. Research objectives to analyze the readiness of
implementing electronic medical records at RSUP dr. M. Djamil
Padang. Methods: The research design used in this research is a
case study with a qualitative approach. The research was conducted
at the RSUP dr. M. Djamil Padang. The research activity was
started from August to October 2020. The informants in this study
were selected based on the purposive sampling
method. Results: This study shows that organizational culture
readiness is quite ready. Knowledge related to the application of
EMR has been disseminated to all medical staff and medical
support and experience in implementing EMR in the Emergency
Room, which was currently running, there were still obstacles, still
use manual printouts at the end. Regarding the readiness of
governance and leadership, RSUP dr. M. Djamil Padang has a
clear vision in implementing EMR. The average informant is
optimistic that the change in the manual to electronic medical
record system (EMR) can be successfully implemented in RSUP dr.
M. Djamil Padang because the EMR can provide benefits for the
hospital. The readiness of human resources for medical support is
still in a gradual process. For infrastructure readiness, hardware
and software can be implemented at RSUP dr. M. Djamil Padang in
implementing EMR, although there were still some obstacles, the
hospital is optimistic that the implementation of this EMR will run
well. Conclusion: EMR implementation readiness still needs to be
improved, such as organizational culture readiness, governance
and leadership readiness, Human Resources (HR) readiness, and
infrastructure readiness.

PENDAHULUAN
Rumah sakit adalah sebuah lembaga yang penatalaksanaan penyakitnya oleh tenaga
bergerak dalam memberikan layanan medis (dokter) dan tenaga paramedis
kesehatan untuk masyarakat. Menurut UU (perawat) sebagai tenaga kesehatan yang
No. 44 Tahun 2009, definisi dari sebuah profesional.1
rumah sakit adalah tempat penyelenggaraan Dalam hal pelaksanaan pelayanan tersebut
layanan kesehatan individu yang dilakukan maka setiap rumah sakit wajib membuat
secara holistik (mulai dari promotif, kegiatan suatu dokumentasi, catatan ataupun
preventif, kegiatan pengobatan dan untuk gambaran dari semua layanan kesehatan
rehabilisasi) yang berupa layanan rawat inap, yang dilakukan kepada pasien, atau dikenal
rawat jalan ataupun layanan emergensi sebagai rekam medis. Huffman pada tahun
(gawat darurat). Layanan rawat inap adalah 1994, menerangkan bahwa rekam medis
pelayanan kesehatan kepada pasien yang seharusnya berisikan tentang informasi
diobservasi dengan cara diinapkan dalam mengenai pasien dan layanan kesehatan yang

72
yoga: analisis kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME)…

diperoleh serta mengandung informasi yang digunakan harus kuat dan aman. Dokter dan
lengkap dalam mengidentifikasi pasien, perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan
menegakkan diagnosis serta rencana dapat memanfaatkan penggunaan RME
pengobatan. Status rekam medis akan untuk mengelola pemberian asuhan medis
menentukan laporan kesehatan yang terukur, dan keperawatan lebih efisien.3
sehingga kualitas penulisan, pengolahan, dan Pencatatan informasi merupakan langkah
pelaporannya harus terjaga. Dalam hal ini, yang sangat penting, terutama dalam
tenaga medis ataupun paramedis memiliki melakukan sebuah tindakan. Apabila terjadi
peranan penting dalam membuat rekam kelalaian maka rekam medis dapat dijadikan
medis yang dilakukan secara manual maupun sebagai bukti atas apa yang telah dilakukan.
elektronik.1 Medical error dapat menyebabkan
Salah satu pelayanan di fasilitas kesehatan meningkatnya biaya perawatan. Patient
yang bisa diintegrasikan dengan teknologi safety akan membuat lingkungan yang
informasi yaitu rekam medis elektronik mempunyai budaya tidak saling
(RME). RME merupakan salah satu bentuk menyalahkan, membangun lingkungan yang
layanan informasi kesehatan yang dilakukan profesional, memantau proses secara berkala,
dan tercatat secara komputerisasi. Fasilitas dan menjadikan keselamatan dari pasien
pelayanan kesehatan mengimplementasikan menjadi prioritas utama.4
RME dalam rangka upaya untuk Pelaksanaan rekam medis elektronik bisa
meningkatkan mutu dan kualitas layanan, memberikan keuntungan serta manfaat yang
meningkatkan kepuasan pelanggan, besar bagi fasilitas pelayanan kesehatan
meningkatkan keakuratan pendokumentasi- dasar maupun fasilitas kesehatan rujukan.
an, serta meminimalisir clinical errors, dan Bagi pasien juga akan dirasakan manfaat
mempercepat pengaksesan data pasien.2 yang bermakna karena terjadi efisiensi proses
Rekam Medis Elektronik (RME) adalah layanan kesehatan. Bagi tenaga administratif,
pencatatan penyakit dan permasalahan pasien penerapan rekam medis elektronik dapat
yang terkomputerisasi dalam format memudahkan dalam hal mencari informasi
elektronik. Sistem informasi rekam medik pasien. Tenaga medis dan paramedis akan
elektronik memberi kemudahan dalam lebih mudah untuk mencari informasi pasien
mendata informasi mengenai pasien dengan yang nantinya juga mempercepat pembuatan
cara yang praktis dan cepat. Namun keputusan klinis seperti bagaimana
sebaliknya juga terdapat kelemahan dalam membangun diagnosis, perencanaan terapi,
mengoperasikan rekam medis elektronik meminimalisir munculnya reaksi alergi dan
karena memerlukan biaya yang tinggi, pemberian obat yang ganda.5
sehingga sistem jaringan dan keamanan yang

73
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Vol. 8, No. 1: page 71-82

Pengolahan data dengan sistem yang Jakarta Cempaka Putih. Kegunaan sistem
terkomputerisasi atau elektronik di sektor elektronik ini untuk memudahkan pengguna
kesehatan yang saat ini menjadi highlight dalam melakukan proses pelayanan di rumah
adalah Rekam Medis Elektronik (RME). sakit. Penelitian oleh Rika Andriani, dkk
Rekam medis elektronik saat ini mulai pada tahun 2017 tentang analisis
banyak digunakan di Indonesia karena keberhasilan penerapan Rekam Medis
diyakinkan dapat menambah kualitas Elektronik (RME) di RS UGM menyatakan
pelayanan kesehatan. 6
Sedangkan bagi bahwa dalam penerapan RME di RS UGM,
manajemen, RME ini akan bermanfaat untuk RME mampu menjalankan fungsi integrasi
memantau masalah layanan kesehatan karena pada Instalasi Laboratorium dan Farmasi,
mengandung data yang akurat, sehingga bisa Computerized Physician Order Entry
dijadikan sebagai solusi untuk menerapkan (CPOE), dokumentasi klinis secara
efisiensi biaya, peningkatan akses dan elektronik, Clinical Decision Support System
kualitas pelayanan kesehatan.7 (CDSS) level pertama telah
Banyak rumah sakit di dunia yang telah diimplementasikan, dan akses Picture
berhasil menerapkan RME untuk melakukan Archiving and Communications System
penelusuran pasien, staf medis, peralatan dan (PACS) untuk dokter di luar Instalasi
area aplikatif lainnya. Di Eropa dan Amerika, Radiologi.9
landasan utama dalam penerapan teknologi Sedangkan penelitian lain oleh Sudirahayu &
RME adalah untuk meningkatkan persaingan Harjoko pada tahun 2016 yang meneliti
bisnis dengan meningkatkan keselamatan terkait analisis kesiapan penerapan RME di
pasien dan melakukan penurunan terhadap RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung
medical error sebagai jaminan atas mutu didapatkan hasil yang menyatakan RS
pelayanan RS yang berfokus pada sasaran tersebut berada pada range II dalam kesiapan
keselamatan pasien. Dua rumah sakit di untuk penerapan RME. Penelitian tersebut
Singapura (Singapore National University menerangkan bahwa RSUD dr. H. Abdul
Hospital dan Singhealth Hospital) dan lima Moeloek Lampung telah cukup siap dalam
rumah sakit di Taiwan salah satunya penerapan RME.10
Changhua Christian Hospital juga telah Pada saat peneliti melakukan survey awal,
mengaplikasikan sistem RME.8 RSUP dr. M. Djamil Padang merupakan
Sedangkan di Indonesia sendiri beberapa fasilitas pusat rujukan tersier (level-3)
rumah sakit juga telah melakukan penerapan dengan Tipe-A Pendidikan yang berada di
sistem Rekam Medis Elektronik (RME), Sumatera Barat, dan sudah terakreditasi
diantaranya RSCM, RS Pondok Indah, RS KARS internasional pada tahun 2019.
Eka Hospital, RS Panti Rapih dan RS Islam Rumah sakit ini memiliki kapasitas tempat

74
yoga: analisis kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME)…

tidur 800 buah. Bentuk pelayanan yang telah selama tahun 2018 menunjukkan pencapaian
diberikan oleh RS adalah pelayanan setiap bulan cenderung meningkat dan telah
kesehatan spesialistik dan sub-spesialistik. mencapai standar (> 80%). Rata-rata capaian
Saat ini RS telah ikut serta menjalankan indikator mutu ini adalah 84.51%.
upaya pemerintah dalam menyehatkan Pencapaian terbaik adalah pada bulan Juni
masyarakat melalui sistem Jaminan yaitu 86,12% dan pencapaian terendah pada
Kesehatan Nasional/ BPJS, dengan berbagai bulan Januari yaitu 71.8%. Indikator ini
pelayanan unggulan. Dihitung dari jumlah termasuk kedalam Indikator Kinerja Individu
SDM kurang lebih 2.340 orang yang terdiri (IKI) Direktur, dan Indikator Kinerja Terpilih
dari para SDM profesional dan SDM (IKT) Direktur. Sedangkan pada tahun 2019
penujang kesehatan yang mendukung dalam kategori pengembalian rekam medis
pelayanan kesehatan di RSUP dr. M. Djamil. pulang 24 jam yaitu 98,38%, >24 jam
Saat ini RSUP dr. M. Djamil berencana sebanyak 11,96%, lengkap dan tepat 24 jam
menerapkan pelayanan dengan rekam medis sebanyak 88,64%, dan lengkap dan tepat >24
elektronik demi efisiensi pelayanan dan jam adalah 0,67%, angka tersebut sudah
dalam rangka menjamin patient safety. RSUP sesuai standar pengembalian rekam medis 24
dr. M. Djamil melaksanakan rekam medis jam yaitu >80%.
elektronik secara bertahap yaitu yang dimulai Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis
saat ini adalah pencatatan resume pulang lakukan, masih terdapat banyak
pasien dengan menggunakan rekam medis permasalahan kegiatan unit rekam medis
elektronik yang sudah berjalan semenjak yang selama ini dikelola oleh RSUP dr. M.
triwulan II tahun 2019. Serta simulasi rekam Djamil Padang seperti catatan rekam medis
medis elektronik di Instalasi Gawat Darurat manual tidak tersimpan dengan rapi, tidak
(IGD) pada bulan Agustus 2020. Pencatatan ada buku catatan pengendalian rekam medis,
resume pulang berbasis elektronik tersebut adanya rekam medis yang sama atau
membutuhkan SDM yang ahli dalam berulang, data yang disimpan dalam bentuk
menggunakan IT serta perlunya fasilitas kertas berisiko hilang atau rusak, serta
seperti gadget untuk Dokter pencarian rekam medis yang lama karena
Penanggungjawab Pasien (DPJP) sehingga belum adanya sistem yang terintegrasi.
hanya beberapa DPJP yang sudah Analisis kesiapan adalah salah satu cara
melaksanakan rekam medis elektronik dalam mendalami potensi penyebab tidak
tersebut dalam masa percobaan penerapan berhasilnya suatu inovasi. Oleh sebab itu
RME di RSUP dr. M. Djamil saat ini. perlu dilaksanakan penilaian kesiapan
Berdasarkan telaah dokumen laporan sebelum dilakukan penerapan RME. Hal ini
pengembalian status rekam medis pasien akan membantu identifikasi proses

75
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Vol. 8, No. 1: page 71-82

berdasarkan prioritas serta bermanfaat dalam kecil dalam mengontrol kejadian yang akan
pembentukan fungsi operasional agar diteliti serta tidak memerlukan kontrol
menciptakan RME yang optimal. Penilaian terhadap peristiwa seperti penelitian studi
kesiapan harus meliputi sumber daya eksperimental.12
manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola Sedangkan Creswell (dalam Ulber, 2009)
dan kepemimpinan, dan infrastruktur. mengatakan bahwa penelitian kualitatif
Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti diartikan sebagai suatu proses penelitian
merasa perlu untuk dilakukan analisis dalam mempelajari permasalahan sosial
kesiapan penerapan rekam medis elektronik berdasarkan kerangka gambaran holistik
di RSUP dr. M. Djamil Padang. yang dirangkai dengan kalimat, merangkum
hasil informasi dari informan secara rinci,
METODE dan disempurnakan ke dalam sebuah latar
alamiah.12
Rancangan penelitian yang dipakai dalam
Penelitian ini menggunakan studi kasus
penelitian ini adalah dengan desain studi
dengan pendekatan kualitatif karena
kasus pendekatan kualitatif. Dengan metode
persoalan yang akan diurai bukan berupa
penelitian kualitatif, peneliti dapat
angka tetapi lebih kepada menggambarkan
mempelajari fenomena terkait apa yang
dengan jelas dan terperinci serta
dirasakan oleh subjek penelitian seperti
mendapatkan data yang dibutuhkan dari
bagaimana tentang perilaku, pandangan,
perilaku yang telah diperhatikan oleh
motivasi, secara menyeluruh dan
peneliti. Fokus utama dalam penelitian ini
dideskripsikan dalam bentuk kalimat, pada
adalah kesiapan penerapan RME di RSUP dr.
suatu konteks alamiah dan dengan
M. Djamil Padang, sehingga akan lebih rinci
menggunakan berbagai metode alamiah.11
jika disajikan berupa kata-kata yang sesuai
Menurut Yin (dalam Ulber, 2009) studi kasus
dengan kejadian sebenarnya yang dialami
merupakan penyelidikan empiris yang
oleh subjek.
mempelajari tentang sebuah fenomena atau
suatu kejadian kontemporer, disaat batas
HASIL
antara fenomena dan konteks tidak terlihat
begitu jelas. Studi kasus merupakan satu Penelitian ini akan menganalisis mengenai
strategi penelitian yang secara umum lebih kesiapan penerapan rekam medis elektronik
cocok digunakan untuk situasi apabila bentuk dengan mengkaji faktor budaya organisasi
pertanyaan suatu penelitian berkaitan dengan dengan melihat aspek pengetahuan,
“bagaimana" atau “mengapa". Studi kasus pengalaman, rencana pengembangan sistem,
juga cocok digunakan apabila penelitian faktor kesiapan tata kelola dan
tersebut hanya mempunyai peluang yang kepemimpinan dengan melihat aspek

76
yoga: analisis kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME)…

dukungan dari manajemen puncak, visi yang akhirnya akan menghasilkan output kesiapan
jelas terhadap perubahan sistem rekam medis RSUP dr. M. Djamil Padang dalam
manual ke rekam medis elektronik, harapan menerapkan rekam medis elektronik.
setelah terjadi perubahan sistem, faktor Informasi dalam wawancara dilakukan
kesiapan sumber daya manusia dengan dengan cara purposive sampling dimana
melihat aspek kesiapan tenaga medis, informan dipilih secara berjenjang dan
kesiapan tenaga penunjang medis, kesiapan diusahakan memperoleh informasi yang
infrastruktur dengan melihat aspek kesiapan bervariasi dari masing-masing informan.
hardware, kesiapan software. Dan pada

Karakteristik informan penelitian ini adalah sebagai berikut:


Tabel 1. Karakteristik Informan Penelitian
Kode Jenis
No Pendidikan Unit Kerja Jabatan
Informan Kelamin
1. If-1 Laki-laki S3 Doktor Direksi Direktur Utama
2. If-2 Perempuan Dokter Spesialis Direktorat Medik, Direktur Medik,
Konsultan Keperawatan, dan Penunjang Keperawatan, dan Penunjang
3. If-3 Laki-Laki S3 Doktor Irna Penyakit Dalam Ka. Panitia RME
4. If-4 Laki-laki Dokter Spesialis IGD Kepala Instalasi Gawat
Darurat
5. If-5 Laki-laki S1 Sistem SIMRS Kepala Instalasi SIMRS
Informasi
6. If-6 Perempuan D3 Rekam Instalasi Rekam Medis Kepala Instalasi Rekam
Medis Medis
7 If-7 Perempuan Dokter Spesialis Instalasi Penyakit Dalam Kepala Instalasi Rawat Inap
Konsultan Penyakit Dalam
8 If-8 Laki-laki Dokter Spesialis DPJP Penyakit Dalam Dokter Spesialis Penyakit
Dalam
9 If-9 Premepuan S2 Keperawatan IGD Perawat IGD

Kesiapan Budaya Organisasi


Tabel 2. Matrik Triangulasi Terkait Budaya Organisasi
Wawancara Semi
Telaah Dokumen Kesimpulan
Terstruktur
a. Pengetahuan dari tenaga • Adanya presensi sosialisasi • Pengetahuan terkait penerapan RME sudah
medis, paramedis peserta yang sudah mengikuti. disosialisasikan kepada seluruh staf medis dan
ataupun penunjang Tercatat sosialisasi sudah penunjang medis yang terkait dalam tahap
medis terkait sosialisasi dilakukan sebanyak 3 kali untuk ujicoba RME. Sosialisasi dan pelatihan
dan pelatihan yang semua KSM. berkesinambungan sudah dilakukan dari
diberikan terkait dengan • Adanya presensi pelatihan Instalasi SIMRS. Pelaksanaan RME ini pada
penerapan RME. peserta yang sudah mengikuti. awal ujicoba dilakukan pendampingan
b. Pengalaman uji coba Tercatat pelatihan yang diberikan langsung dari staf SIMRS sampai user bisa
RME di IGD, pelatihan SIMRS sebanyak 6 gelombang, lancar menggunakannya.
yang telah diberikan, serta pendampingan terus • Pengalaman dalam penerapan RME di IGD
solusi pemecahan menerus selama 2 minggu awal. yang sedang berjalan saat ini masih terdapat
masalah terhadap kendala seperti tanda tangan DPJP masih
kendala yang terjadi. manual. Dikarenakan masih menunggu izin
Badan Sandi Negara.

77
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Vol. 8, No. 1: page 71-82

Kesiapan Tata Kelola Dan Kepemimpinan


Tabel 3. Matrik Triangulasi Terkait Tata Kelola Kepemimpinan
Wawancara Semi Terstruktur Telaah Dokumen Kesimpulan
a. Pihak manajamen sangat mendukung Adanya dokumen a. Adanya dukungan dan upaya yang dari pihak
penerapan RME ini. Dukungan SPO, dan alur manajemen untuk penerapan RME. Dukungan
berupa fasilitas pelatihan, bagaimana secara umum terkait dari manajemen sangat mempengaruhi
solusi pemecahan masalah yang penerapan RME keberhasilan penerapan RME. RME ini
terjadi, percepatan penyediaan alat- termasuk permasalahan darurat karena terkait
alat terkait. dengan IKT Direktur dan RS.

b. Visi yang diharapkan dengan b. Adanya visi yang jelas untuk penerapan RME
penerapan RME ini adalah yang diharapkan mempermudah tenaga medis
dapat menguntungkan bagi pihak dan paramedis dalam memberikan pelayanan
manajemen RS, dapat meningkatkan dengan menggunakan RME.
kinerja DPJP dalam memberikan
pelayanan kepada pasien c. Kebijakan dan SPO dalam penerapan RME
secara umum sudah ada, tetapi secara rinci
c. Kebijakan dan SPO dalam penerapan dalam proses penyusunan dan perbaikan alur
RME secara umum sudah dibuat. penggunaan.

Kesiapan Sumber Daya Manusia


Tabel 4. Matrik Triangulasi Terkait Sumber Daya Manusia
Wawancara Semi Terstruktur Kesimpulan
a. Kesiapan tenaga medis dalam penerapan RME 1. Tenaga medis sangat antusias dalam persiapan RME di
sangat antusias dengan perubahan sistem rekam RSUP dr. M. Djamil Padang.
medis manual ke RME, terutama efek pandemi
sekarang, para DPJP dan perawat tidak ingin 2. Terdapat kendala pada staf medis yang belum mahir
memegang status manual berlama-lama karena dalam pengaplikasian komputer. Dibutuhkan perubahan
penularan kuman dapat terjadi. perilaku SDM agar mampu melaksanakan perubahan.
Keinginan dari SDM untuk belajar diiringi dengan
b. Kesiapan tenaga penunjang medis saat ini belum pendampingan serta pelatihan dari SIMRS sangat
menjadi prioritas RS, karena dijadwalkan secara mempercepat proses kelancaran penggunan RME ini.
bertahap.
3. Kesiapan tenaga penunjang medis masih dalam proses
bertahap, karena yang menjadi prioritas utama adalah
kesiapan tenaga medis. Serta terkait dengan sistem
penunjang medis yang belum bisa terintegrasi.

Kesiapan Infrastruktur
Tabel 5. Matrik Triangulasi Terkait Infrastruktur
Wawancara Semi
Observasi Kesimpulan
Terstruktur
Kesiapan infrastruktur seperti 1. Di IGD sudah tersedia 9-unit komputer 1. Kendala utama dalam penerapan RME
hardware yang disediakan yang terdistribusi merata sehingga selama ini adalah akibat lamanya
jumlahnya sudah memadai memudahkan tenaga medis dan persiapan infrastruktur. Baik dari
untuk tenaga medis dan paramedis dalam mengisi asesmen penyediaan hardware ataupun
paramedis dalam RME. software.
operasionalnya. Sedangkan 2. Di Instalasi Rawat Jalan sudah 2. Dampak dari IKT dan kewajiban aturan
untuk kesiapan software yang dipersiapkan 118-unit komputer yang untuk RS Vertikal, penggunaan RME
digunakan sudah sangat akan didistribusikan untuk mendukung ini harus segera dilaksanakan. Saat ini
aplikatif dan mudah dipahami. upaya penerapan RME ini. sudah tersedia komputer di IGD dan
3. Untuk Instalasi rawat inap diperkirakan IRJ yang memadai.
22-unit komputer yang harus 3. Software yang ada sudah baik dan user
disediakan friendly. Kendala pada software saat ini
4. Dari total keseluruhan dapat pada sistem pengintegrasian dengan
disimpulkan 85% kebutuhan hardware rawat inap, penunjang medis dan
sudah dipersiapkan dengan baik. farmasi.

78
yoga: analisis kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME)…

Komponen Output
Tabel 6. Matrik Triangulasi Terkait Output
Wawancara Semi Terstruktur Kesimpulan
1. Output dari kesiapan penerapan RME di RSUP dr. M. Djamil Padang sudah cukup siap dalam
RSUP dr. M. Djamil Padang masih penerapan RME, meskipun masih terdapat beberapa kendala,
belum terintegrasi untuk penunjang namun pihak RS optimis penerapan RME ini akan berjalan
2. Masih terdapat beberapa kendala dalam dengan baik.
persiapannya

PEMBAHASAN elektronik tentunya akan lebih efisien dalam

Permenkes No. 82 Tahun 2013 pasal 3 proses layanan kesehatan. Bagi tenaga

tentang SIMRS menyatakan bahwa setiap operator, penggunaan RME bisa

rumah sakit diwajibkan untuk menerapkan mempermudah pencarian informasi pasien.14

RME. Aturan tersebut secara tidak langsung Dokter dan paramedis juga sangat terbantu

mengharuskan penggunaan rekam medis dalam kemudahan untuk mengakses

elektronik dalam layanan kesehatan di rumah informasi pasien, sehingga bermanfaat dalam

sakit. Penerapan RME akan berjalan dengan mengambil keputusan klinis seperti membuat

baik apabila didukung oleh semua bagian di diagnosis, perencanaan terapi, menghindari

rumah sakit dan salah satu bagian yang munculnya reaksi alergi dan obat yang

mempunyai peranan penting adalah instalasi berulang.15 Selain itu penerapan rekam medis

rekam medis. elektronik juga akan menurunkan biaya

Tujuan RME untuk memudahkan pengguna, operasional sehingga lebih efisien. Efisiensi

seperti proses kelengkapan data, peringatan tersebut tentunya akan meningkatkan

apabila terjadi kendala, serta dapat menjadi pendapatan di fasilitas layanan kesehatan

acuan dalam mengambil keputusan klinik terutama bagi rumah sakit.16

karena sudah terhubung dengan pemeriksaan Pada penelitian ini didapatkan bahwa

penunjang lainnya. RME berisikan seluruh pengetahuan terkait penerapan RME telah

riwayat kesehatan, data demografi, catatan disosialisasikan kepada seluruh staf medis

penyakit, informasi obat, resep elektronik, dan penunjang medis dan pengalaman dalam

dan pemeriksaan penunjang pasien. Semua penerapan RME di IGD yang sedang berjalan

hal tersebut menjadi tempat tersimpannya saat ini masih terdapat kendala seperti pada

data secara elektronik terkait status kesehatan informed consent yang mana untuk tanda

dan pelayanan kesehatan yang didapatkan tangan DPJP masih menggunakan printout

pasien sepanjang hidupnya.13 manual.

Penerapan RME dapat meningkatkan kinerja Menurut UU No 19 Tahun 2016 tentang

dan informasi terkait catatan elektronik Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 1

pasien di rumah sakit. Dengan sistem ayat 3, “Teknologi informasi adalah suatu
teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan,

79
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Vol. 8, No. 1: page 71-82

menyimpan, memproses, mengumumkan, komputerisasi ini adalah kemampuan dari


menganalisis, dan atau menyebarkan pengguna. Menurut Heeks (2006), keaktifan
informasi.” dan pada ayat 1 dijelaskan dan kemampuan dari penggunanya sangat
bahwa, “Informasi Elektronik adalah satu berpengaruh dalam memperkecil
atau sekumpulan data elektronik, termasuk ketimpangan yang ada diantara fungsi dan
tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, manfaat SIMRS.
gambar, peta, rancangan, foto, Electronic Adanya RME ini akan memudahkan petugas
Data Interchange (EDI), surat elektronik dalam mengelola data pasien yang mencakup
(electronic mail), telegram atau sejenisnya, proses pendaftaran, catatan rekam medis
huruf, tanda, angka, kode akses, atau simbol pasien rawat jalan, catatan data dokter,
yang telah diolah yang memiliki arti atau pencarian kode ICD-9 atau 10. Sistem
dapat dipahami oleh orang yang mampu informasi ini menghasilkan berbagai laporan-
memahaminya.” laporan serta informasi rekam medis pasien
Penerapan rekam medis elektronik, yang diperlukan pihak manajemen dalam
memerlukan perpindahan dari rekam medis mengambil keputusan.
manual atau kertas menjadi RME dengan Dalam pelayanan yang diberikan masih
beberapa proses yang diawali dari sosialisasi secara manual dengan menulis data pasien di
rekam medis elektronik beserta manfaatnya, formulir pendaftaran, ini akan membutuhkan
pelatihan penggunaan RME yang waktu 5-10 menit. Permasalahan lain yang
berkesinambungan kepada pengguna ada di klinik yaitu proses menyimpan rekam
sehingga mereka bisa menggunakannya saat medis rekam pasien rawat jalan dan data
memberikan layanan kepada pasien. lainya ini tersimpan di dalam buku besar,
Dukungan manajemen sangat dibutuhkan sehingga membutuhkan waktu 10-20 menit
dalam mendorong pelaksanaan rekam medis untuk memperoleh data bahkan terkadang
elektronik serta untuk memutuskan kebijakan rekam medis tidak dapat ditemukan. Untuk
mengenai rekam medis elektronik. Sama membuat laporan bulanan dilakukan
dengan penelitian Feby tahun 2012 di UPT penghitungan kembali transaksi yang terjadi
Poliklinik Jember, dibutuhkan waktu sekitar untuk setiap pasien. Ketika rekapan dan
2 minggu agar terbiasa dalam menggunakan penghitungan kembali semua transaksi,
sistem komputerisasi rekam medis bukan tidak mungkin ada data yang salah
elektronik.17 sehingga harus dihitung ulang kembali untuk
Perilaku dan budaya organisasi sangat memastikan bahwa hitungannya sudah benar.
berhubungan dengan bagaimana reaksi dan Sehingga dibutuhkan rancangan
tindakan seseorang. Salah satu faktor yang pengembangan sistem dengan tingkatan
mempengaruhi keberhasilan sistem perhitungan serta penyampaian data lebih

80
yoga: analisis kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME)…

cepat menjadi 2-3 menit, mampu bekerja d. Infrastruktur, hardware dan software
cepat dan lebih akurat, sehingga dapat yang sudah dipersiapkan dengan baik
mempercepat dan mempermudah proses untuk pelaksanaan RME.
pengelolaan data pasien. 2. Keberhasilan penerapan RME di RSUP
Penelitian ini menyatakan bahwa RSUP dr. dr. M. Djamil Padang membutuhkan
M. Djamil Padang sudah cukup siap dalam komitmen bersama dari manajemen dan
penerapan RME, meskipun masih terdapat seluruh SDM terkait perubahan dari
beberapa kendala, namun pihak RS optimis comfort zone dengan rekam medis manual
akan penerapan RME ini akan berjalan selama ini.
dengan baik. RSUP perlu merevisi kendala
yang ada dan melakukan monitoring, REFERENSI
evaluasi, dan pemantauan secara rutin serta 1. Budi, S. C. (2011). Manajemen Unit Kerja
memberikan umpan balik kepada pihak Rekam Medis. Yogyakarta: Quantum Sinergis
Media.
terkait. 2. Herlyani, E., Koten, B., Ningrum, B. S., &
Indonesia, U. (2020). ISSN 2654-6191 (Print).
Carolus Journal of Nursing Tersedia, 2(2), 95–
110.
SIMPULAN 3. Potter, & Perry. (2009). Fundamental of Nursing
7th Edition. Missouri: St. Louis.
1. RSUP dr. M. Djamil Padang sudah 4. Vedam, S., Stoll, K., Rubashkin, N., Martin, K.,
Miller-Vedam, Z., Hayes-Klein, H., & Jolicoeur,
cukup siap dalam menerapkan Rekam G. (2017). The Mothers on Respect (MOR)
index: measuring quality, safety, and human
Medis Elektronik (RME), terlihat dari rights in childbirth. SSM - Population Health.
[Link]
analisis penelitian ini terkait faktor- 5. Erawantini, F., Nugroho, E., Sanjaya, G. Y., &
Hariyanto, S. (2013). Rekam Medis Elektronik:
faktor sebagai berikut: Telaah Manfaat dalam Konteks Pelayanan
Kesehatan Dasar. Fiki, 1(1), 1–10.
a. Budaya organisasi, sosialisasi dan
6. Jahanbakhsh, M., Tavakoli, N., & Mokhtari, H.
pelatihan yang berkesinambungan (2011). Challenges of EHR implementation and
related guidlines in isfahan. Procedia Computer
sudah dilakukan dalam rangka Science, 3(2011), 1199–1204.
7. Qureshi, Q., Shah, B., Khan, N., Miankhel, K., &
penerapan RME ini. Nawaz, A. (2013). Determining the
Users’Willingness To Adopt Electronic Health
b. Tata kelola dan kepemimpinan, Records (Ehr) in Developing Countries. Gomal
dukungan dan tindak lanjut dari University Journal of Research, 28(2), 140–148.
8. Furukawa, M. F., Raghu, T. S., & Shao, B. B. M.
manajemen yang selalu memfasilitasi (2010). Electronic medical records and cost
efficiency in hospital medical-surgical units.
penerapan RME ini. Inquiry.
[Link]
c. Sumber daya manusia, adanya 9. Andriani, R., Kusnanto, H., & Istiono, W. (2017).
keinginan SDM untuk segera beralih Analisis Kesuksesan Implementasi Rekam Medis
Elektronik di RS Universitas Gadjah Mada.
dari status rekam medis manual ke Jurnal Sistem Informasi.
[Link]
elektronik. 10. Sudirahayu, I., & Harjoko, A. (2016b). Analisis
Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik
Menggunakan DOQ-IT di RSUD Dr. H. Abdul
Moeloek Lampung. Journal of Information

81
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Vol. 8, No. 1: page 71-82

11. Systems for Public Health, 1(2), 35–43. Retrieved Record: Documentation-based Clinical Decision
from Support to Improve Disease Management,
[Link] Journal of the American Medical Informatics
12. Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Association, 2008, ed. 15(4), hlm. 17–20
Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda karya. 16. Dinevski D; Bele U; Šarenac T., Clinical
13. Ulber, S. (2009). Metode Penelitian Sosial. Decision Support Systems, Studies in Health
Bandung: PT. Refika Aditama. Technology and Informatics, 2013, hlm. 105-18
14. Hatta GR. Pedoman Manajemen Informasi 17. James Spruell; David Vicknair; Dochterman S,
Kesehatan Di Sarana Pelayanan Kesehatan. Report Information from ProQuest, Proquest,
Jakarta: Universitas Indonesia; 2008. 2013
15. Chnipper JELS, Inder JEAL, Alchuk MABP, 18. Feby E, dkk. Rekam Medis Elektronik: Telaah
Inbinder JOSE, Ostilnik ANP, Iddleton BLM, et Manfaat dalam Konteks Pelayanan Kesehatan
al., “Smart Forms” in an Electronic Medical Dasar. 2012.

82

Anda mungkin juga menyukai