Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
LAPORAN
PROGRAM KEGIATAN LITERASI
SMP ALQURAN AN NAWAWIY
TP. 2018/2019
KELOMPOK LITERASI SEKOLAH
DATE
AN:NAWAWIY,
Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran An Nawawiy
JL. KH. M, Mansur Yusuf No.51. Mengelo Utara Sooko MojokertoGerakan Literasi Sekolah
PROGRAM KEGIATAN LITERASI SMP AL QURAN AN NAWAWIY
(KELOMPOK LITERASI SEKOLAH)
Pendahuluan
Literasi sangat berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana siswa
dalam memahami, mengenel dan menerapkan ila yang didapat di sekolah. Literasi sangat
terkait dengan kehidupan siswa, baik kehidupan di lingkungan sekolah, lingkungan rumah
‘maupun lingkungan sekitarnya sehingga tumbuh sifat budi pekerti yang mulia,
Dalam kontekas kehidupan beragamapun budaya literasi sangat ditekankan dalam
kehidupan penganutnya, sebagai masyarakat muslim, pentingnya literasi bahkan ditekankan
dalam wahyu pertama Allsh kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca (
igra’) yang dilanjutkan dengan perintah mendidik dengan literasi (allama bit galam),
namun rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia kita
tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai
akibat lemahnya minat dan kemampuan membaca dan menulis.
Membaca dan menulis belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya
bangsa. Jumlah perpustakaan dan buku buku jauh dari mencukupi keburuhan tuntutan
‘membaca sebagai basis pendidikan permasalahan budaya membaca belum dianggap sebagai
critical problem, sementara banyak masalah lain yang dianggap lebih mendesak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23 tahun
2013 meluncurkan sebuah gerakan literasi Madrasa untuk meaumbubkan sikap budi
pekerti luhur kepada anak-anak melalui bahasa, Sedethananya, setiap anak di Madrasah
dasar diwajibkan membaca buku-buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat yang memiliki
kearifan lokal dalam materi bacaannya sebelum pelajaran kelas dinulai,
Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar membaca dan menulis. Ia
juga meneangkup bagaimana seseorang berkonmunikasi dalam masyaraket. Literasi juga
bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan
budaya (UNESCO, 2003)
Penanaman nilai-nilai budi pekerti uhur ini penting dilakukan sejak dini sebab proses
pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak manusia yang cerdas secara intelektual,
tapi juga cerdas emosional dan spiritual. Harus diakui, salah satu kekeliruan besar dalam
sistem pendidikan kita adalah sangat mengedepankan kecerdasan intelektual, namunGerakan Literasi Sekolah
‘mengenyampingkan pelajaran yang mengandung nilai-nilai moral. Tak heran jika saat ini
banyak orang pintar, berpendidikan tinggi, tapi tak tahu sopan-santun, tak punya sikap
tenggang rasa, tak punya empati, dan semacamnya. Padahal dari buku-buku cerita rakyat
misalnya, banyak digambarkan ueap dan laku nenek moyang kita yang begitu lubur.
Anak-anak yang duduk di bangku Madrasah dasar merupakan usia emas sehingga
penting menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada mereka. Gerakan literasi adalah
salah satu cara untuk menanamkan budi pekerti lubur tersebut, Guru memiliki peran penting
dalam merangsang siswa untuk belajar, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran, guru
harus menggunakan pendekatan yang komprehensif serta progresif agar bisa memotivasi
rasa ingin tahu siswa dan memicu mereka untuk berpikir kritis, Hal ini akan berhasil jika
guru mampu mengembangkan pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran yang
dilaksanakan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan potensi siswa seutubnya, Dalam
pengembangan pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan memanfaatkan bahan
ajar, seperti mendorong siswa untuk membaca buku-buku yang berkualitas, Karena
‘membaca sejalan dengan proses berpikir kritis yang memungkinkan siswa untuk kreatif dan
berdaya cipta.
Gerakan literasi akan berhasil jika berjalan secara holistik. Selain guru di Madrasab,
orang tua, perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta pun harus bersama-sama mendukung
mewujudkan gerakan literasi.
A. Konsep Dasar Literasi
a. Literasi Dasar (Basic Literacy)
Mengembangkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung.
b. Literasi Perpustakaan
Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi yang ada di
perpustakaan,
c. Literasi Tekhnologi
Menggunakan kemajuan tekhnologi untuk memudahkan kegiatan literasi
d. Literasi Media
Menggunakan media sebagai media kampanye literasi. Media terbagi menjadi
media online seperti pembuatan blog yang akan me-link ke website
fe. Literasi Visual
Kemampuan untuk mengapresiasi design grafis dan teks visual.8. Tujuan
Tujuan untuk menjadikan Madrasah sebagai komunitas yang memiliki komitmen dan
budaya membaca yang tinggi serta miliki kemampuan untuk menulis yang
komprehensif.
Program Aksi dari Gerakan Literasi Sekolah adalah :
1. Menawarkan, mengajak atau menunjuk masyarakat Sekolah (siswa, guru,
manajemen Sekolah, kepala Sekolah dan komite) agar dapat melaksanakan
kegiatan gerakan literasi Sekolah yang merupakan bentuk aksi/kegiatan;
2. Mengadakan Sosialisasi tentang pemahaman kepada guru, kepala Sekolah, komite
atau orang tua siswa tentang apa dan bagaimana gerakan literasi Sekolah;
3. Menyediakan Buku Bacaan Bagi Siswa, merupakan kegiatan yang dirancang untuk
mendapatkan buku bacaan bagi Sekolah;
4. Program Membaca Setiap Hari, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap
Madrasah mengalokasikan waktu minimal 15-30 menit sehari, guna membiasakan
siswa, guru, manajeman Sekolah dan kepala Sekolah untuk membaca di Sekolah
maupun di rumah;
5. Membuat pohon literasi di setiap kelas, pohon literasi dibuat oleh siswa secara
mandiri;
6. Posterisasi sekolah, merupakan kegiatan pembuatan poster ~ poster yang berisi
ajakan, motivasi maupun kata- kata mutiara yang ditempel di beberapa spot
kelas;
7. Writing Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan
penghargaan kemampuan menulis bagi siswa terhadap buku yang dibaca baik
berupa cerita, resume, ataupun puisi, hal ini bertujuan agar meransang siswa
untuk bisa menulis;
8 Program Aksi Lainnya, program aksi/kegiatan lainnya dapat dirancang secara
khusus dalam upaya membudayakan minat baca dan meningkatkan kemampuan
menulis siswa sesuai dengan sasaran dan harapan yang diinginkan.
C. Sasaran
Gerakan Literasi Sekolah mengajak emua pihak untuk terlibat dalam usaha
penyandaran budaya literasi yakni:
1. Sekolah sebagai lembaga formal yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan@& —
D.
$$. Gerakan titerasi Sekolah
2. Guru sebagai tenaga pendidik dan teladan bagi siswa dalam hal budaya baca -
tulis
3. _Siswa sebagai sasaran utama dalam kegiatan
4. Perpusatakaan sebagai pusat kegiatan baca ~ tulis.
Bentuk kegiatan
Gerakan literasi sekolah adalah sebuah program interverensi pembudayaan literasi
yang dilaksanakan dan dilakukan secara komperhensif pada semua komponen sekolah
setra berkelanjutan.
Adapun kegiatan yang dilekukan dalam Gerakan Loterasi Sekolah ini adalah sebagai
berikut:
aC PENGEMBANGAN Coe)
45menitmembaca [= 15 menit membaca ts. 15 menit membaca
Jurnal membaca ps Jam membaca mandiri_ |: Pemanfaatan berbagai
Harian untuk kegiatan kurikuler/| _strategi literasi dalam
Penataan sarana kokurikuler (bila pembelajaran lintas
Literasi memungkinkan) disiplin
One child one book ( 1] Pembuatan pohon >» Pemanfaatan berbagai
bulan sekali) literasi organizers untuk
Menciptakan ss Menanggapi bacaan pemahaman dan
lingkungan kaya teks | — secara lisan dan tulisan | _ memproduksi berbagai
Memilih buku bacaan |» Penilaian non-akademik | jenis teks
Kunjungan hs Pemanfaatan berbagai |» Diorama cerita
perpustakaan graphic organizers untuk |». Pembuatan mading
portofolio membaca kelas
hs Pengembangan ss Penilaian akademik
lingkungan fisik, sosial_|>. Pengembangan
dan afektif lingkungan fisik, sosial,
E.
Pelaksanaan
Tekhnis Konsep Literasi (Harian, Mingguan, Bulanan) Sekolah
HARIAN
1. Membaca buku-buku umum, majalah, alquran, dan koran 15 menit sebelum.
pelajaran dimulai di kelas masing-masing/ perpusatakaan Sekolah.
2. Membuat Majalah Dinding di perpus Sekolah sebagai media apresiasi karya anak.
3. Pembuatan pohon literasi di setiap kelasGerakan Literasi Sekolah
@
4. Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan buku-buku yang mengandung nilai-nilai
budi pekerti lubur.
MINGGUAN
1. Mengadakan quis atau perlombaan kegiatan literasi (lomba membaca, menulis,
berpuisi, drama, menari) yang menyenangkan.
2. Mendorong dan mendampingi anak untuk membuat karya (mengarane, pusi,
gambar, dll) untuk dimuat di media massa.
3. Melakukan Evaluasi dan Observasi terhadap pelaksanaan kegiatan literasi di akhir
pekan
F. Strategi Pelaksanaan
a. Perpustakaan Daerah bersama Dinas Pendidikan Nasional dan relawan
mengadakan sosialisasi pengantar ke 20 Madrasah pilot project.
b. Perpustakaan memberi training/couching khusus kepala Madrasah dan
pustakawan Madrasah (2-3 hari)
¢. Perpustakaan melaksanakan pembangunan SIM Perpustakaan
d. Perpustakaan melakukan audiensi awal dengan Lombok Timur (khususnya Bupati)
serta audiensi lanjutan dengan para stakeholder (media, LSM, perusahaan, dll)
G. Monitoring dan Evaluasi
a. Perpustakaan kepada Sekolah
b. Sekolah kepada murid
Penutup
Demikianlah laporan ini dibuat. Semoga dapat menggambarkan kegiatan yang
dimaksud serta dapat dijadikan kerangka acuan kerja Gerakan Literasi Sekolah,
Mengetabui,
Wali Kelas, Kepala Madrasah,
(Syamrotul Fiqriah, [Link].) (M. A. Nurul Haikal. $.Pd., [Link].)@
Gerakan Literasi Sekolah
LAMPIRAN KEGIATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Tanggal | Jum.
No. Berita Foto Kegiatan
Kegiatan | Peserta
Jumat, 18, ap __Milaksanakon Kegiaton
Jamnari 2019, ‘mengunjungi perpustakean
dilaksanakan kegiatan
Sabtu,26 J | membaca sebelum memulai
Januari 2019, | ~ | pembelajaran selama 10-15
menit di kelas
Selasa, 4 jo | dlaksamakan Kegiotan
Maret 2019 pembuatan pohon litersi .
dilaksanakan kegiatan Pentas
Seni Pembacaan Puisi
Sabu, 25
Agustus 2018] 29