100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
799 tayangan8 halaman

SOP Penambangan Bijih Nikel Gane Permai

Dokumen tersebut membahas prosedur operasi standar (SOP) penambangan bijih nikel yang meliputi metode penambangan berjenjang, pengawasan grade control untuk menghasilkan bijih nikel sesuai spesifikasi kimia, dan tugas-tugas grade control mulai dari persiapan, penambangan, pengambilan sampel hingga pengiriman hasil uji ke laboratorium.

Diunggah oleh

dictusfrid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
799 tayangan8 halaman

SOP Penambangan Bijih Nikel Gane Permai

Dokumen tersebut membahas prosedur operasi standar (SOP) penambangan bijih nikel yang meliputi metode penambangan berjenjang, pengawasan grade control untuk menghasilkan bijih nikel sesuai spesifikasi kimia, dan tugas-tugas grade control mulai dari persiapan, penambangan, pengambilan sampel hingga pengiriman hasil uji ke laboratorium.

Diunggah oleh

dictusfrid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT.

Gane Permai Sentosa STANDARD OPERATION PROCEDURE


Kategori : Mine Geologist Judul : SOP Penambangan Bijih Nickel
[Link] : Dibuat : 13 September 2007

I. Pendahuluan

Metoda penambangan yang akan diusahakan untuk dilakukan adalah system


berjenjang dengan banyak muka kerja (multi bench system). Setiap jenjang
dihubungkan jalan masuk tambang dengan jalan utama tambang. Penambangan
mulai dari pengupasan overburden, limonit, saprolit dan berhenti pada batuan dasar
(bed rock).
Pada setiap jenjang lapisan ore, akan dilakukan face sampling dan selanjutnya akan
dipasang patok dan diberi keterangan hasil dari face sampling, selanjutnya data ini
akan dijadikan acuan rencana (sequence) penambangan
Namun bila kondisi lapangan belum memungkinkan untuk penerapan sistem
berjenjang, maka akan menerapkan metoda penambangan konvensional yaitu
jenjang per jenjang dengan kedalaman setiap penggalian sedalam 2 meter dan
kemiringan dinding 60° dan kemiringan keseluruhan untuk satu trap (bench) 52°
dengan tinggi maksimum 6 meter, dengan tetap menjaga lingkungan, produktifitas
dan keselamatan kerja.

Grade Control adalah salah satu seksi / bagian yang mempunyai tugas untuk
mengontrol / mengurangi kemungkinan ore dibuang ke disposal ketika stripping dan
mencegah OB / waste (silica, serpentine, batu, sirtu) bercampur dengan ore ketika
penambangan.

II. Maksud Dan Tujuan

Tujuan Grade Control adalah : untuk menghasilkan ore dengan kadar Ni sesuai
dengan yang direncanakan (permintaan buyer) serta komposisi kimia yang
ditentukan (Fe on spech, Si/Mg).

Nilai – nilai yang harus diperhatikan :


1. Menghasilkan Ni grade sesuai dengan rencana yang dibuat (kadar dan
lokasi mining), dengan cara menstripping OB dan menghilangkan / mengurangi
dilusi (silica, serpertin, batu, sirtu)
2. Mendapatkan komposisi kimia ore yang ditentukan ( Fe ; Co)

Dengan melihat maksud dan tujuannya, tentunya semua orang yang tergabung dalam
seksi ini harus benar – benar mengetahui dan memahami data (membaca koordinat
dan analisa data bor); karakteristik ore (penyebaran, ketebalan, jenis waste, dan
kandungan kimia); dan teknik pengambilan ore (jenis alat berat yang dipakai).

III. Ruang Lingkup

SOP ini menjelaskan pengawasan kegiatan penambangan oleh grade control mulai
dari operasi penambangan meliputi kegiatan clearing& grabbing, stripping
overburden, penambangan limonit, penambangan saprolit, pengangkutan ore ke
tempat penyaringan ukuran, pemiliharaan stock ore, dan pengapalan. Disamping
kegiatan utama tersebut di tunjang juga dengan pekerjaan kualitas meliputi
penyamplingan di muka kerja area tambang, pemisahan antara ore dan bukan ore,
PT. Gane Permai Sentosa STANDARD OPERATION PROCEDURE
Kategori : Mine Geologist Judul : SOP Penambangan Bijih Nickel
[Link] : Dibuat : 13 September 2007

penyamplingan ore yang ditambang sebelum masuk tempat penyaringan,


penyampilangan setelah tempat penyaringan dan terakhir penyamplingan ore
sebelum masuk ke tongkang dalam aktivitas pengapalan

IV. Referensi

 SOP Grade Control


 SOP Check Sample

V. Defenisi

 Clearing : Pemotongan / penebangan pohon-pohon.


 Over Burden : Tanah penutup
 LFO : Low Ferro Ore (material Limonit yang
berkadar Ni rendah , Ni = 1 % Fe > 45 %)
 Saprolite : Material yang mengandung kadar nikel di
atas COG Ni > 1.5%
 Bedrock : Material yang ditinggalkan setelah kegiatan mining. < COG).
 COG : Cut Of Grade ( Nilai batas bawah dimana kadar nikel
dianggap ekonomis / akan ditambang).
 Waste : Material pengotor diantara sela-sela ORE.
 Stripping : Kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup (OB).
 Sublot : pengambilan sample kapal 1 sublot = 100 rit
 HGS : High Grade Saprolite (ORE berkadar Nikel Tinggi).
 LGS : Low Grdae Saprolite (ORE berkadar Nikel Rendah).
 Limonite : Material yang mengandung kadar Fe tinggi dan Ni > 1.2%
 Dilusi : Pengotor (material yang mengotori ORE).
 Sample : Conto material (tanah atau batuan).
 Formasi 2 : 1 : pengambilan sample setiap 2 rit DT
 Stockyard : Lokasi penumpukan
 Grizly : saringan dari rel dengan bukaan sebesar 20 cm, untuk
memisahkan ukuran ore lebih besar dari 20 cm dengan yang
lebih kecil 20 cm
 ETO : Exportable Transit Ore
 EFO : Exportable Fine Ore
 Boulder : Material / batu yang tidak bisa masuk pada saringan dengan
ukuran tertentu.
 Ore : Material bijih nickel yang marketable
 Sampler : Orang yang ditugaskan mengawasi kegiatan stripping –
mining dan mengambil sample ETO / EFO.

V. Uraian Pekerjaan

5.1 Pekerjaan persiapan


PT. Gane Permai Sentosa STANDARD OPERATION PROCEDURE
Kategori : Mine Geologist Judul : SOP Penambangan Bijih Nickel
[Link] : Dibuat : 13 September 2007

Dengan sistem check sample ini kita dapat mengetahui komposisi kimia ore
yang ditambang / rencana penambangan
 Melakukan pengamatan visual di lapangan dengan pedoman lokasi titik bor
dan bila ada perubahan litologi cek sample :
1. Channel pada bench level penambangan dengan spasi per 5 m, dengan
kedalaman 25 cm dan lebar 20 cm dan di preparasi (kwartering) hingga
berat sample sekitar 2 kg. Bila terdapat spotite limonite, hitung
percentasinya dan bila dibawah 10 % digabung, bila lebih besar di
pisahkan samplenya
2. Treching menggunakan excavator 320 dilkoasi yang telah ditentukan
3. Grab Sampling
 Bila batu yang muncul diklasifikasikan menjadi fraksi -20 cm Pecahkan batu
pecahkan dengan palu sampai menjadi fragmen ukuran -20 cm. Kemudian
lakukan quartering untuk dijadikan sample dan dikirim ke lab
 Klasifikasikan fragment batu +10 – 20 cm yang ada/muncul apakah batu
tersebut akan pecah menjadi fraksi -20 cm, atau tetap sebagai 10 – 20 cm
dalam proses screening (dari tingkat kerapuhan/kekompakan)
 Klasifikasikan fragment batu 15 – 20 cm yang ada/muncul apakah batu
tersebut akan pecah menjadi fraksi -20 cm, atau tetap sebagai 15 – 20 cm
dalam proses screening (dari tingkat kekerasan / kekompakan);
1. Bila batu yang muncul diklasifikasikan menjadi fraksi -10 cm, maka
proses penyamplingan dicampur langsung saprolite (matriknya)
2. Pisahkan batu ukuran 15 – 20 cm, pecahkan dengan palu sampai menjadi
fragmen ukuran -20 cm. Kemudian lakukan quartering untuk dijadikan
sample dan dikirim ke lab
 Ambil contoh setangan yang mewakili tiap jenis/type material +20 cm yang
ada dan dimasukkan kantung sample untuk dikirim ke lab
 Bandingan semua boulder-boulder tersebut dengan material saprolite ukuran
– 20 cm, berapa persen dalam satu space lokasi pengambilan sample
 Hindari kontaminasi dengan material lain dengan cara membersihkan
peralatan yang dipakai setiap selesai dengan satu proses kwatering
 Hindari material yang tercecer (tidak ada kehilangan berat akibat material
hilang/tumpah)
 Hasil analisa dari channel sample diberi pita dan cantumkan kadar Ni, Fe,
SiO2 untuk masing-masing block 5 m x 5 m x 2 m, untuk OB warna coklat
(N1<0.8, Fe>20), LFO warna merah (0.8 < Ni <= 1.4, Fe > 45), Limonite
warna kuning (1.4< Ni < 1.7, Fe > 35), Low Grade warna cyan (1.5 < Ni < 2,
Fe >10), Medium Grade warna Hijau Muda (2 =<Ni < 2.3, Fe >10), High
Grade warna Hijau Tua (Ni >= 2.3, Fe > 10), Waste warna biru muda , dan
bedrock warna biru tua, semua sampel yang belum keluar analisa diberi pita
warna putih
 Membuka dan menyiapkan minimal harus dua face yang berbeda / sama
chemistrynya, limonite, saprolite exposed yang disesuaikan dengan
perencanaan/channel sampling dan beri kelas ore (Low Grade, Medium
Garde, dan High Grade), berdasarkan hasil analisa chemistry labaratorium
 Setelah pekerjaan selesai check sample di pick up oleh team survey
PT. Gane Permai Sentosa STANDARD OPERATION PROCEDURE
Kategori : Mine Geologist Judul : SOP Penambangan Bijih Nickel
[Link] : Dibuat : 13 September 2007

5.2 Stripping dan penambangan

 Mengontrol lokasi stripping untuk mengurangi sekecil mungkin ore terbuang


ke disposal dan sesedikit mungkin OB yang tertinggal di antara ore.
 Mengontrol lokasi mining untuk mengurangi sesedikit mungkin kotoran
(waste) bercampur dengan ore yang dikirim ke grizly
 Memberikan informasi kepada operator mengenai arah stripping atau mining
di lokasi tersebut berdasarkan data dan pengamatan langsung (visual) di
lapangan.
 Melakukan pengecekan jenis material, yaitu dengan cara mengambil sample
material dan mengirimkannya ke Preparasi/LAB
 Jika hasil analisa LAB menunjukan OB di pasang patok pita warna merah,
dan harus menginformasikan kepada operator untuk melakukan stripping
 Jika hasil analisa LAB menunjukan grade limonit/ tanah berkadar nikel COG
Ni = 1.2% dan Fe >= 35%), maka daerah ini harus dipasang patok dengan
bendera berwarna kuning.
 Mengambil sample persiapan mining untuk daerah yang siap di mining
 Mengambil sample produksi untuk kegiatan mining
 Memasang patok dengan bendera berwarna biru jika daerah tersebut sudah
blue zone/ waste / BR (material yang ditinggalkan setelah kegiatan mining
dengan kadar untuk saprolite Ni < 1. 4 , untuk limonite < 1.2 dan Fe < 25%
cut off grade)
 Memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
 Menentukan klasifikasi ore (Low Grade, Medium Grade dan High Grade),
berdasarkan chemistry dari hasil channel sampling, grab, dan treching
 Lakukan cek sample sebelum front akan ditinggalkan baik itu mine out
ataupun ada perubahan perencanaan tambang atau ada keraguan secara
visual
 Jika 2 hari berturut-turut kadar jatuh di luar batas toleransi, harus pindah
front lain yang sudah disiapkan sebelumnya
 Penempatan stock ETO / EFO berdasarkan kadar Ni dan beri patok / pita
warna berdasarkan klasifikasi ore
 Cara penambangan harus mengikuti rencana,sehingga mendapatkan hasil
sesuai dengan pembeli(buyer), bila ada perubahan harap di diskusikan pada
Mine Geologist
 Hasil cek sample lama, maka sebelum kegiatan penambangan dimulai harus
dibuat patok survey pada level berapa material dapat diambil, dan pada level
berapa penambangan harus dihentikan. (sesuai dengan COG)
 Pemberian PITA setiap akhir shift berdasarkan jenis material dengan warna
Pita yang ditentukan.
 OB pita warna merah, Bedrock/waste pita warna biru, limonite pita warna
kuning, saprolite pita warna hijau, check sample atau tumpukan ore belum
keluar kadar pita warna putih
PT. Gane Permai Sentosa STANDARD OPERATION PROCEDURE
Kategori : Mine Geologist Judul : SOP Penambangan Bijih Nickel
[Link] : Dibuat : 13 September 2007

5.3 Pemuatan Ore


Penambangan diklasifikasikan atas 2 jenis kualitas ore utama, yaitu limonit dan
saprolit. Sedangkan 1 jenis kualitas ore lagi yaitu low grade saprolit (LGSO)
dimana kualitas ore merupakan transisi antara saprolit dan limonit. Ke tiga jenis
ore tersebut ditentukan oleh grade controller.
 Limonit ditambang dan diangkut langsung ke tempat pemisahan ukuran
berdasarkan gravitasi atau disebut Clift berupa tebing setinggi kurang
lebih 10 meter dengan kemiringan dinding 60 – 70 °. Batuan yang besar
akan menggelinding lebih dahulu ke lantai, kemudian dipilih dan
dipindahkan sebagai waste, pengambilan sample diatas truk atau pada
tumpahan truk dengan ketentuan yang ditetapkan dengan formasi 10 : 1
(10 rit DT / 1 sample) , atau 5 rit ADT / 1 sample.
Dumptruk pembawa material limonite di beri tanda pita warna kuning
 Saprolit ditambang sebagian akan diangkut langsung ke tempat
penyaringan tetap atau disebut Grizzly. Pengambilan sample dilakukan
di atas truk dengan ketentuan formasi 2 : 1 (2 rit DT / 1 sample) Dan
sebagian akan dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara atau
disebut Stockyard ETO dan pengambilan sample di atas truk atau pada
tumpahan truk dengan ketentuan yang ditetapkan ½ tinggi tumpukan.
Dumptruk pembawa material saprolite di beri tanda pita warna hijau
 Penentuan ore akan diangkut langsung ke grizzly atau diangkut ke
stockyard ETO wewenang grade controller. Hal ini didasari oleh factor
kualitas, dan harus mengikuti prosedur tersebut dan penentuan lokasi
stock akan ditentukan oleh Foreman Quality Qontrol
 Pembatuan jalan di front ataupun tempat penggalian harus menggunakan
batuan yang tidak mengandung silica tinggi diutamakan menggunakan
batuan/boulder sekitar area penggalian yang masih mengandung nikel
 Selama penggalian grade controller harus memisahkan boulder yang
berukuran besar diameter diatas 50 cm sehingga dipastikan tidak
terangkut sebagai ore. Boulder dapat diangkut sebagai waste ataupun
dipindahkan ketempat aman yang tidak mengganggu kegiatan gali muat
disekitar area penambangan
 Saprolit yang disimpan di stockyard sementara (ETO) pada saat diangkut
kembali ke grizlly dipastikan diangkut bersih, tidak terjadi pengotoran
dari material lain diluar tumpukan ore, dan boulder yang besar
dipisahkan sehingga tidak terangkut ke grizzly. Tidak ada pengambilan
sample yang dilakukan pada kegiatan ini.
 Pengosongan grizly akan diangkut langsung ke tempat yang telah
ditentukan crew quality control dan disimpan di EFO, dan pengambilan
sample dilakukan diatas truk dengan ketentuan formasi 2: 1 melalui
sample house
PT. Gane Permai Sentosa STANDARD OPERATION PROCEDURE
Kategori : Mine Geologist Judul : SOP Penambangan Bijih Nickel
[Link] : Dibuat : 13 September 2007

5.4 Penyamplingan

1. Stockyard Sementara (ETO)


 Label untuk setiap stock hasil penambangan di ETO, diberi kode yang
mencakup: tanggal, bulan/ nama_pit / elevasi / code material (jenis
material)/nomor. urut stock, conto :

08 Agust/Sriwijaya/282 - 284/Limonite/01

 Penyamplingan dilakukan setiap 2 rit DT dengan berat setiap sample 25 kg,


dengan menggunakan scope 125 D, masukkan ke dalam karung sample,
kemudian ikat supaya tidak tumpah, dan selanjutnya di kirim ke preparasi
 Masukkan sample kedalam karung, kemudian ikat supaya tidak
jatuh/tumpah selama pengangkutan
 Titik pengambilan adalah ½ dari tinggi dumpingan
 Lakukan pengambilan sample secara sistematik dengan formasi 2:1.
 Berikan kode / label untuk setiap tumpukan ETO yang sudah lengkap ( 750
ton / tumpukan ore)

2. Sample House (EFO)


 Berikan kode / label untuk setiap tumpukan EFO yang sudah lengkap ( 1500
ton / tumpukan ore)

08 Agust/Sriwijaya/282 - 284/Limonite/EFO/01

 Scope 125 D harus bersih dari kontaminasi


 Pengambilan sample di lakukan di sample house dengan petugas sampler 3
orang atau lebih
 Lakukan pengambilan sample dengan formasi 2 : 1 setiap sample produksi
 Pengambilan sample, scope sejajar dump selanjutnya sample di ambil pakai
pacul, serta diambil selang-seling dari kiri –kanan sample house

3. Pengapalan
 Lakukan pengambilan sample setiap 2 rit DT menggunakan scope 125 D dan
masukan ke dalam ember dan di tutup rapat
 Pengambilan sample, scope sejajar dump selanjutnya sample di ambil pakai
pacul, serta diambil selang-seling dari kiri –kanan sample house
 Kode pegambilan sample berdasarkan sublot ( 1 sublot = 100 rit DT)

08 Agust/SUBLOT 1/Limonite/01

5.5 Pemeliharaan Ore


 Periksa lokasi yang ditentukan
PT. Gane Permai Sentosa STANDARD OPERATION PROCEDURE
Kategori : Mine Geologist Judul : SOP Penambangan Bijih Nickel
[Link] : Dibuat : 13 September 2007

 Bersihkan dan ratakan sekitar lokasi penumpukan untuk keamanan dan


kelancaran kerja.
 Buatkan saluran pembuangan air di sekitar stock ore dengan jarak masing-
masing stock/timbunan 3 meter
 Exc.320 untuk perapian stock sehingga mudah untuk ditutup
 Sekitar stock semua peralatan pengambilan sample sudah diamankan dan
pemasangan kode pada stock ore
 Bila pekerjaan telah selesai semua peralatan di simpan di sample house
 Penarikan terpal dilakukan bersama-sama ditarik oleh 6 orang crew
 Setelah tertutup, terpal diberi pemberat dengan batu supaya tidak
terbang/terbuka
 Setelah terbuka, terpat dilipat dan disimpan di sample house

VI. Material

Material disini adalah jenis “batuan/tanah” yang ada di daerah tambang. Dalam
istilah tambang pada “Nikel laterit” kita mengenal istilah OB (Overburden),
LIMONITE, SAPROLITE, dan WASTE.

OB (Overburden) adalah lapisan tanah penutup yang harus dibuang / distripping.


Secara kandungan kimia material ini mempunyai nilai Ni < 1.2 % dan Fe > 35%.

Limonit merupakan material yang mengandung kadar COG Ni > 1.2 % - 1.8 %
mempunyai kandungan Fe > 30 %.

Saprolite adalah jenis material yang mempunyai kandungan Ni diatas COG (Cut Off
Grade) yang telah ditentukan, seperti yang tercantum di bawah ini :

TIPE ORE SAPROLITE ORE BOTTOM ORE ORE


LGS 1.5 – 1.99 % 1.45 % > 1.5 %
MGS 2 – 2.20 % - > 1.8 %
HGS > 2.20 % - > 2 %

Untuk mengetahui jenis material, maka seorang grade control harus melakukan
pengecekan dengan cara mengambil sample. Jika analisa Ni menunjukkan:
 OB maka akan dipasang patok dengan pita berwarna MERAH.
 LIMONITE maka akan dipasang patok dengan pita berwarna KUNING.
 SAPROLITE maka akan dipasang patok dengan pita berwarna HIJAU.
 WASTE/BR maka akan dipasang patok dengan pita berwarna BIRU.

Jika hasil pengecekan belum diketahui harus dipasang pita berwarna PUTIH dan lokasi
ini TIDAK BISA DIGANGGU.

VII. Aspek Keselamatan Kerja


PT. Gane Permai Sentosa STANDARD OPERATION PROCEDURE
Kategori : Mine Geologist Judul : SOP Penambangan Bijih Nickel
[Link] : Dibuat : 13 September 2007

Keselamatan kerja merupakan aspek yang sangat penting dalam kegiatan sehari-
hari. Mengejar peoduksi dengan TIDAK memperhatikan keselamatan kerja TIDAK
dibenarkan.

“SELAMAT BEKERJA”

UTAMAKAN KESELAMATAN, KESEHATAN DAN LINGKUNGAN KERJA,


TUJUAN KITA JELAS DAN “TEAM WORK” AKAN MENGARAHKAN KITA
UNTUK MENCAPAI NYA

Anda mungkin juga menyukai