0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan18 halaman

Pengenalan Pemrograman Java Dasar

Dokumen tersebut merupakan modul praktikum Object-Oriented Software Development yang membahas pengenalan dasar bahasa pemrograman Java, meliputi tipe data, operator dasar, dan contoh kode program Java."

Diunggah oleh

Atalya Saragih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan18 halaman

Pengenalan Pemrograman Java Dasar

Dokumen tersebut merupakan modul praktikum Object-Oriented Software Development yang membahas pengenalan dasar bahasa pemrograman Java, meliputi tipe data, operator dasar, dan contoh kode program Java."

Diunggah oleh

Atalya Saragih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSTITUT TEKNOLOGI DEL

MATERI PRAKTIKUM
OBJECT-ORIENTED SOFTWARE DEVELOPMENT
(IF32103/ IF42103)
Semester III Tahun Ajar 2022/2023

Tanggal Sesi : 27 Oktober 2022


Minggu ke-/sesi : 2/2
Topik : Pengenalan Dasar Bahasa Pemrograman Java
Aktifitas : Mahasiswa diperkenalkan dengan dasar-dasar pemrograman pada Java
Tujuan praktikum : Mahasiswa mampu memahami dan menguasai dasar-dasar
pemrograman Java
Waktu pengerjaan : 2 x 50 menit
Setoran : Java Application (Detail pada Modul Praktikum)
Batas penyerahan : 27 Oktober 2022, Pukul 22:00
Tempat Penyerahan : Ecourse
Sarana : IDE Net Beans 8.2, JDK 1.8, Laptop

1. PENDAHULUAN

Bahasa pemrograman Java dikembangkan pertama kali oleh Sun Microsystems pada tahun
1995. Java menjadi salah satu bahasa pemrograman yang populer dengan filosofi “Write Once,
Run Anywhere”, yaitu perangkat lunak yang ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman
ini dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda. Program yang ditulis pada perangkat
berbasis Windows dapat juga dijalankan pada platform lain, seperti varian Linux, Solaris OS dan
Mac OS. Hal ini dimungkinkan dengan penggunaan Java Virtual Machine (JVM) yang sudah
disesuaikan untuk masing-masing platform. JVM merupakan tempat pengeksekusian kode
program Java yang sudah berupa bytecode. JVM juga sudah dirancang agar dapat berkomunikasi
dengan berbagai platform. Dengan demikian file bytecode yang sudah dihasilkan dapat dijalankan
di berbagai platform (portable).

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 1 dari 18


Ketika menuliskan program dalam Bahasa Java, aturan-aturan yang harus diikuti antara lain:

1. Bahasa pemrogamann Java bersifat case sensitive, yakni penggunaan huruf besar dan
huruf kecil sangat berpengaruh pada penulisan kode program.
2. Kode program Java dituliskan ke dalam sebuah file dengan ekstensi .java. Semua file
dengan ekstensi tersebut akan di-compile menjadi file bytecode dengan ekstensi .class.
3. Sebuah file program Java hanya diperbolehkan memiliki sebuah kelas yang menggunakan
modifier aksesnya adalah public. Nama file kode program tersebut harus persis sama
dengan nama kelas tersebut. Nama file program java juga bersifat case sensitive.
4. Method yang dijalankan pertama kali pada program Java bernama main yang memiliki
sebuah parameter array dari String. Hanya ada satu buah method main dalam sebuah
program Java.

Contoh kode program Java dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.
Tabel 1 Contoh Kode Program Java
public class Buku {
/* Contoh ini menunjukkan pembuatan sebuah kelas dengan
* nama Buku. Ini adalah contoh penggunaan komentar *
pada Java.
*/
public static void main(String []args) {
String tahunAjar = “2021/2022”; //contoh deklarasi variable
//menuliskan teks ke konsol
[Link]("Buku PBO Tahun Ajar "+tahunAjar);
}
}
Pada Tabel 1 dicontohkan sebuah kelas dengan nama Buku dan memiliki sebuah method dengan
nama main. Nama file untuk penampung kode program ini harus diberi nama yang sama dengan
nama kelas yang sifatnya public dan diikuti dengan akhiran .java, dalam hal ini menjadi

[Link]. Dalam method main terdapat satu contoh deklarasi variabel dengan tipe data String
dan penggunaan sebuah method untuk menuliskan teks dalam parameter ke layar konsol. Potongan
kode tersebut juga menunjukkan penggunaan komentar yang dituliskan di antara /* dan */, serta

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 2 dari 18


penggunaan // yang diikuti oleh komentar. Hal ini diperlukan untuk proses dokumentasi
potongan program yang Anda tuliskan. Pada sub bab berikut akan dijelaskan dasar-dasar
pemrograman Java.

1.1 Tipe Data


Dalam bahasa pemrograman Java, parameter digunakan sebagai tempat penampung data
yang nilainya dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan. Semua paramenter pada Java harus
dideklarasikan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan pada bagian kode program yang lain.
Parameter dapat berupa variabel atau konstanta. Pembeda keduanya adalah nilai dari sebuah
konstanta sudah tetap sejak ditentukan dan konstanta menggunakan modifier static final pada

proses deklarasi untuk memastikan nilai yang ditampung tidak dapat diubah. Sebuah parameter
memiliki nama dan tipe data. Nama parameter digunakan untuk mengidentifikasi nama penampung
nilai, sedangkan tipe data mengindikasikan jenis data yang ditampung.
Deklarasi sebuah parameter biasanya mengikuti pola sebagai berikut:

[static final] tipeData namaVar [= nilaiAwal];

Keterangan

- tipeData merujuk kepada jenis data yang akan ditampung oleh parameter tersebut.

- namaVar merujuk kepada nama penampung nilai.

- nilaiAwal merupakan nilai awal dari variabel yang dapat langsung diatur pada saat

deklarasinya. Penentuan nilai awal ini sifatnya opsional. Nilai sebuah variabel dapat diatur

pada bagian lain kode program.

- Penggunaan static final hanya digunakan untuk pembuatan sebuah konstanta.


Contoh deklarasi parameter adalah:

int volBuku = 7;
String tahunAjar = “2021/2022”;

Bahasa pemrograman Java memiliki dan mendukung pemakaian delapan tipe data primitif,
yaitu tipe yang sudah didefinisikan oleh Java dan namanya tidak dapat digunakan untuk menamai

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 3 dari 18


kelas, parameter, objek, atau method. Kedelepan tipe data tersebut dirangkum ke dalam Tabel 2
berikut ini.

Tabel 2 Tipe Data Primitif Pada Java


No Tipe Data Ukuran Jangkauan Nilai

(dalam bit)

1 byte 8 -128 s/d 127

2 short 16 -32767 s/d 32767

3 int 32 -2147483648 s/d 2147483647 ( -231 s/d 231-1)

4 long 64 -9223372036854775808 s/d 9223372036854775807 (-


263 s/d 263-1)

5 float 32 3.4e-038 s/d 3.4e+038

6 double 64 1.7e-308 s/d 1.7e+308

7 boolean 8 true atau false

8 char 16 Karakter Unicode dengan nilai minimal'\u0000' (atau 0)


dan nilai maksimal '\uffff' (atau 65,535)

1.2 Operator Dasar


Untuk pengoperasian nilai-nilai yang dimiliki oleh parameter, Anda memerlukan operator
berupa simbol khusus. Pengoperasian nilai yang dimaksud adalah proses inisialisasi nilai, serta
perkalian, pembagian, pengurangan atau penjumlahan nilai dari dua buah parameter. Selain itu,
nilai dari dua buah parameter juga dapat dibandingkan dengan menggunakan sebuah operator.
Untuk konteks Java, terdapat beberapa jenis operator yang akan dijelaskan pada bagian-bagian
berikut ini.

1. Operator Penugasan (Assignment Operator)

Operator jenis ini digunakan untuk pemberian nilai kepada sebuah parameter. Pada
dasarnya operator ini menggunakan tanda sama dengan (“=”) untuk pemberian nilai pada

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 4 dari 18


sebuah parameter, akan tetapi dapat dikombinasikan dengan operator jenis lain untuk
tujuan penyingkatan penulisan. Contoh penggunaannya dapat dilihat berikut ini.

int c = 10;
Pada potongan kode di atas, sebuah parameter dengan nama “c” dengan tipe integer diberi
nilai “10” dengan menggunakan operator penugasan “=”. Contoh pengkombinasian
operator penugasan “=” dengan jenis operator lain dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Kombinasi
Operator Penugasan Dengan Jenis Operator Lainnya
Operator Lain Kombinasi Contoh Penggunaan Maksud Operator
* (pengali) *= a*=b a=a*b
/ (pembagi) /= a/=b a=a/b
+ (penjumlah) += a+=b a=a+b
- (pengurang) -= a-=b a=a-b
% (modulus) %= A%=b a=a%b

2. Operator Aritmatika (Arithmetic Operator)

Operator ini digunakan untuk kebutuhan operasi aritmatika antar parameter. Parameter ini
digunakan untuk proses perkalian, pembagian, pengurangan, penjumlahan dan mendapat
hasil sisa pembagian atau modulus. Kelima operasi tersebut, secara berurutan,
masingmasing menggunakan simbol “*”, “/”, “-“, “+” dan “%”. Contoh penggunaan pada
program Java.
int a = 10; int
b = 5; int c;
//parameter c akan menampung angka integer 2 sebagai
//hasil operasi penjumlah parameter a dan parameter b c
= a + b;

3. Operator Logika (Logical Operator)

Operator ini digunakan untuk operasi logika dengan True atau False sebagai nilai yang

dihasilkan oleh proses ini. Contoh penggunaan operator ini dapat dilihat pada Tabel

4 ini.

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 5 dari 18


Tabel 4 Operator Logika
Operator Deskripsi Contoh Penggunaan
&& Menggambarkan operasi logika int a = 10; int
AND, yaitu hasil operasi b = 5;
bernilai True jika kedua
operand bernilai True. Selain //nilai hasil operasi: True
itu, hasilnya adalah if(a> 4 && b < 8){
Operator Deskripsi Contoh Penggunaan
False.
//nilai hasil operasi: False
if(a> 11 && b < 8){
|| Menggambarkan operasi int a = 10;
logika OR, yaitu hasil operasi int b = 5;
bernilai True jika salah satu
operand bernilai True. Selain //nilai hasil operasi: True
itu, hasilnya adalah False. if(a> 11 || b < 8){

//nilai hasil operasi: False


if(a> 11 || b < 3){
! Mengembalikan nilai True int a = 10;
jika hasil operand yang diikuti int b = 5;
simbol operator ini bernilai
False, dan sebaliknya. //nilai hasil operasi: True
if(!(a == b)){

4. Operator Pembanding(Comparison Operator)

Operator ini digunakan untuk membandingkan nilai dari dua buah parameter yang menjadi
operand operasi pembanding. Operator pembanding dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5 Operator Pembanding
Operator Keterangan Contoh Penggunaan
< Nilai operand pertama lebih int a = 10;
kecil dari nilai operand kedua int b = 5;

//nilai hasil operasi: False


if(a < b){

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 6 dari 18


> Nilai operand pertama lebih int a = 10;
besar dari nilai operand kedua int b = 5;

//nilai hasil operasi: True


if(a > b){
<= Nilai operand pertama lebih int a = 10;
kecil dari atau sama dengan nilai int b = 5;
operand kedua
//nilai hasil operasi: False
if(a <= b){
>= Nilai operand pertama lebih int a = 10;
besar dari atau sama dengan int b = 5;
nilai operand kedua
//nilai hasil operasi: True
Operator Keterangan Contoh Penggunaan
if(a >= b){

== Nilai operand pertama sama int a = 10;


dengan nilai operand kedua int b = 5;

//nilai hasil operasi: False


if(a == b){
!= Nilai operand pertama tidak int a = 10;
sama dengan nilai operand int b = 5;
kedua
//nilai hasil operasi: True
if(a < b){
<> Nilai operand pertama tidak int a = 10;
sama dengan nilai operand int b = 5;
kedua
//nilai hasil operasi: True
if(a < b){

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 7 dari 18


1.3 Displaying output

Untuk dapat menampilkan keluaran ke layar (standard output) diperlukan bantuan objek yang
menangani standard output. Secara default, semua program berbasis Java dapat mengakses
objek tersebut melalui kelas System.

Berikut ini adalah contoh program yang menampilkan sebuah pesan "Hello world!" ke layar
(standard output):

File: [Link]
public class Display { public static void
main(String[] _args){
[Link]("Hello world!");
}
}

Penjelasan:

1. Pada contoh di atas kita menerapkan konsep entry point dengan Display sebagai kelas
di mana entry point kemudian didefinisikan.
2. Kita menggunakan objek out yang disediakan oleh kelas System. Objek out memiliki
method println() yang dapat digunakan untuk menampilkan keluaran ke layar (standard
output).

1.4 Accepting input


Terdapat kondisi di mana anda memerlukan data dari pengguna program, pada situasi sederhana
anda dapat menerima masukan melalui keyboard (standard input).

Berikut ini adalah sebuah contoh untuk menagkap masukan melalui keyboard:
File: [Link]

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 8 dari 18


public class Keyboard { public static
void main(String[] _args){
Scanner scanner = new Scanner([Link]);
[Link]("type a string: ");
String inputString = [Link]();
[Link]("you entered: \"" + inputString + "\"");
[Link]("type a int: "); int inputInt =
[Link]();
[Link]("you entered:" + inputInt); } }
Penjelasan:

1. Tetap menggunakan konsep entry point dengan Keyboard sebagai kelas di mana entry
point didefinisikan.
2. Berbeda dengan menampilkan keluaran ke layar, proses menerima masukan dari
keyboard tampak lebih kompleks. Benar, karena pada dasarnya keyboard dibaca satu per
satu key pressed, dan dengan bantuan scanner (objek dari kelas Scanner) program
dapat membaca satu baris masukan dan tidak satu per satu karakter.
3. Untuk dapat menggunakan objek dari kelas Scanner, kita perlu terlebih dahulu
mendeklarasi objeknya: Scanner scanner kemudian menginstansiasi (menciptakan
objek bertipe Scanner) dengan menggunakan keyword new. Dalam proses instansiasi
objek, diperlukan sebuah masukan berupa objek bertipe InputStream, sebagai sumber
masukan yang akan dibaca, dalam konteks ini keyboard (standard input), new
Scanner([Link]). scanner siap dipergunakan.
4. Semua objek dari kelas Scanner memiliki method nextLine() untuk membaca dari
masukan sepanjang satu baris: [Link]() dan mengembalikan nilai
bertipe String. Oleh sebab itu diperlukan variabel penampung untuk menyimpan
keluaran dari invokasi [Link](). Untuk itu dideklarasi sebuah variabel
bernama string dengan tipe String, String inputString.
5. Setelah masukan dari keyboard terbaca dan ditampung pada variabel inputString,
kita dapat gunakan sesuai dengan keperluan.
6. Kelas Scanner juga dapat membaca masukan dengan berbagai tipe data. Misalkan untuk
membaca nilai bertipe integer: [Link](), silakan mengacu ke Java
documentation untuk daftar lebih lengkap.

1.5 Pernyataan Bersyarat (Conditional Statement)


Pada pembuatan kode program, Anda sering dihadapkan kepada persoalan yang membutuhkan
percabangan pada program aplikasi. Percabangan tersebut untuk keperluan pengambilan keputusan

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 9 dari 18


berdasarkan satu atau lebih kondisi yang berbeda dan berpengaruh terharap pilihan kode program yang
akan dieksekusi. Java mengakomodasi percabangan pada kode program dengan menggunakan pernyataan
bersyarat. Terdapat dua cara untuk pembuatan conditional statement pada program Java, yaitu penggunaan
kata kunci if dan switch. Kedua kata kunci ini akan memiliki operasi yang nilainya akan diuji untuk
menentukan kode program yang akan dijalankan. Nilai hasil pengeksekusian operasi tersebut akan berupa
nilai Boolean (True/False).

1.5.1 If- statement

Pada sebuah if- statement, kata kunci tersebut diikuti dengan ekspresi Boolean yang di
dalamnya terdapat beberapa operasi yang nilai akhirnya akan berupa True atau False. Jika

menggunakan kata kunci if-statement, maka kode yang berada di dalam blok if akan dieksekusi

jika ekspresi Boolean bernilai True. Sementara itu, jika ekspresi Boolean bernilai False, maka

kumpulan kode pada blok berikutnya yang akan dieksekusi. Cara penggunaan if-statement dapat
dilihat pada poin-poin berikut ini:

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 10 dari 18


1. If-statement yang hanya memiliki satu blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi
Boolean adalah True. Sintaksnya dapat dilihat pada bagian berikut ini.
if(ekspresi_Boolean) {
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi Boolean
adalah true
}

2. Sebuah if- statement yang diikuti oleh sebuah else- statement. Blok kode else- statement
akan dieksekusi ketika ekspresi Boolean bernilai False. Sintaksnya dapat dilihat pada
bagian berikut ini.
if(ekspresi_Boolean) {
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi Boolean
adalah true }else{
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi Boolean
adalah false
}

Selain dua pendekatan yang dituliskan di atas, Anda juga dapat membuat percabangan di dalam
kedua blok kode pada if-statement. Sintaks untuk kasus yang sering juga disebut sebagai nested if
statement ini dapat dilihat pada bagian berikut ini.
if(ekspresi_Boolean_1) {
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi Boolean 1
adalah true
}else{
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi Boolean 1
adalah false
if(ekspresi_Boolean_2) {
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi Boolean
2 adalah true }else{
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi Boolean 2
adalah false
}
}

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 11 dari 18


Contoh penggunaannya pada program Java ditunjukkan oleh potongan kode berikut. Potongan
kode tersebut bertujuan untuk meminta sebuah input dari pengguna aplikasi dan kemudian
mengeksekusi blok kode sesuai dengan nilai input.
import [Link];

public class ContohIf {


public static void main (String[] args){
int opsi = 0;
Scanner inputPengguna = new Scanner([Link]);
opsi = [Link]();

if (opsi == 1)
{
[Link]("Opsi nomor 1 dipilih.");
}
else{
[Link]("Opsi Anda tidak tersedia.");
}
}

1.5.2 Switch- statement

Pendekatan lainnya untuk melakukan percabangan pada kode program adalah dengan
menggunakan switch- statement. Kata kunci ini digunakan jika Anda ingin menguji nilai yang
terdiri dari beberapa pilihan dari sebuah ekspresi. Switch akan menentukan blok kode yang akan
dieksekusi sesuai dengan nilai ekspresi yang sesuai. Sintaksnya dapat dilihat pada bagian berikut
ini. Bagian yang diberi garis miring menunjukkan kata kunci yang harus dipakai pada saat
menggunakan switch- statement.

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 12 dari 18


switch (ekspresi_yang_diuji)
{ case nilai_1:
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai
ekspresi yang diuji sama dengan nilai 1 break;
//gunakan ini untuk membatasi blok kode yang
akan dieksekusi case nilai_2:
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi
yang diuji sama dengan nilai 2
break; //gunakan ini untuk membatasi blok kode yang
akan dieksekusi case
nilai_n:
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi
yang diuji sama dengan nilai n
break; //gunakan ini untuk membatasi blok kode yang
akan dieksekusi default:
//blok kode yang akan dieksekusi jika nilai ekspresi
yang diuji bukan salah satu antara nilai 1, nilai 2, atau nilai n
break; //gunakan ini untuk membatasi blok kode yang
akan dieksekusi
}

Pada saat menggunakan switch, Anda harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Tipe variabel pada ekspresi yang diuji harus salah satu dari sebuah byte, integer, atau char.
Selain itu, nilainya yang menjadi pengujian harus memiliki tipe data yang serupa.
2. Gunakan kata kunci break untuk membatasi area sebuah blok kode yang akan dieksekusi.
Sebagai contoh pada sintaks, jika blok kode pada case nilai 1 tidak dibatasi dengan
menggunakan kata kunci break, maka eksekusi akan berlanjut sampai pada bagian blok kode

case nilai 2.

3. Jika tidak ada case yang nilainya sesuai dengan pilihan pada switch- statement, maka yang

akan dieksekusi adalah pada bagian kode blok default.


4. Anda juga dapat membuat nested switch- statement seperti halnya ketika menggunakan if-
statement. Anda juga dapat menggunakan if-statement pada blok kode eksekusi pada sebuah
switch- statement.

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 13 dari 18


Contoh penggunaan switch pada program Java ditunjukkan oleh potongan kode berikut. Potongan
kode tersebut memiliki tujuan yang sama dengan contoh pada if- statement, yaitu untuk meminta
sebuah input dari pengguna aplikasi dan kemudian mengeksekusi blok kode sesuai dengan nilai
input.
import [Link];

public class ContohSwitch {


public static void main (String[] args){
int opsi = 0;
Scanner inputPengguna = new Scanner([Link]);
opsi = [Link]();

switch (opsi)
{
case 1: [Link]("Opsi nomor 1 dipilih."); break;

default: [Link]("Opsi Anda tidak tersedia.");


}
}

1.6 Pengaturan Pengulangan (Loop Control)


Pengulangan (looping) atau sering juga disebut sebagai iterasi dapat digunakan pada kode
program untuk mengotomatisasi perulangan blok kode yang sama. Hal ini sangat membantu dalam
mengurangi kompleksitas kode program melalui pengurangan jumlah baris kode program. Anda
dapat membuat perulangan pada sekumpulan kode program jika memenuhi syarat yang diberikan.
Selama kondisi perulangan belum terpenuhi, maka blok kode program akan dieksekusi berulang
kali. Walaupun demikian, Anda selalu dapat keluar dari sebuah perulangan tanpa harus memenuhi
syarat perulangan dengan menggunakan kata kunci break. Pada bahasa pemrograman Java,

perulangan dapat dilakukan dengan tiga cara.

1.6.1 Perulangan Menggunakan For- statement

Perulangan menggunakan for- statement menggunakan tiga parameter untuk menentukan


jumlah pengulangan yang akan dilakukan. Parameter yang digunakan adalah nilai awal, ekspresi
untuk pengecekan kondisi akhir perulangan, dan operasi perubahan nilai. Nilai awal merupakan

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 14 dari 18


sebuah variabel yang harus dideklarasikan terlebih dahulu dan nilai sudah diinisialisasi. Sementara
ekspresi pengecekan kondisi akhir merupakan penentu apakah nilai awal yang nantinya nilai akan
berubah pada setiap iterasi masih memenuhi syarat untuk melakukan perulangan. Operasi
perubahan nilai bertugas untuk mengubah nilai parameter penentu perulangan pada setiap iterasi.
Sintaksnya dapat dilihat pada bagian berikut ini.

//terlebih dahulu lakukan deklarasi variabel penampung nilai awal


//atau deklarasi di dalam parameter for- statement for(nilai_awal;
ekspresi_pengecek_kondisi; operasi_perubah_nilai) { //blok kode
yang akan diulang }

Contoh penggunaan for- statement pada program Java ditunjukkan oleh potongan kode berikut.
Potongan kode tersebut memiliki tujuan untuk meminta sebuah input dari pengguna aplikasi
sebanyak lima kali dan menampilkan hasilnya ke layar.
import [Link];

public class ContohFor {


public static void main (String[] args){
int opsi = 0;
Scanner inputPengguna = new Scanner([Link]);

//nilai awal ditampung parameter i dengan nilai 1


//ekspresi pengecek kondisi: i<5
//operasi perubah nilai ada sebuah increment: i++
for(int i=1; i<=5; i++){
opsi = [Link]();
switch (opsi)
{
case 1: [Link]("Opsi nomor 1 dipilih.");
break; default: [Link]("Opsi Anda tidak
tersedia.");
}
}
}

1.6.2 Perulangan Menggunakan While- statement

Jenis ini digunakan jika ekspresi yang menjadi penentu perulangan masih bernilai Boolean true.
Jika nilainya sudah mencapai false atau di dalam blok kode yang diulang ditemukan kata kunci

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 15 dari 18


break, maka perulangan akan dihentikan. Selain itu, while-statement sangat berguna jika Anda
tidak mengetahui berapa kali harus melakukan perulangan terhadap blok kode program. Pada saat
menggunakan while, Anda biasanya diharuskan untuk melakukan inisialisasi variabel yang akan
dipakai pada ekspresi penentu kelanjutan perulangan dan diikuti dengan penulisan ekspresi
penentu perulangan dan blok kode program yang akan diulang. Sintaksnya dapat dilihat pada
bagian berikut ini.

//terlebih dahulu lakukan deklarasi variabel untuk digunakan oleh


//ekspresi penentu kelanjutan perulangan while
(ekspresi_penentu) {
//blok kode yang akan diulang }

Contoh penggunaan while- statement pada program Java ditunjukkan oleh potongan kode berikut.
Potongan kode tersebut memiliki tujuan untuk meminta sebuah input dari pengguna aplikasi dan
menampilkan hasilnya ke layar sampai pengguna mengetikkan pilihan angka 0.
import [Link];

public class ContohWhile {


public static void main (String[] args){
//deklarasi variabel yang digunakan dalam ekspresi penentu loop
int opsi = 0;
Scanner inputPengguna = new Scanner([Link]);

opsi = [Link]();

while(opsi != 0){
opsi = [Link](); switch (opsi)
{
case 0: [Link]("Anda memilih untuk berhenti.");
break;
case 1: [Link]("Opsi nomor 1 dipilih.");
break;
default: [Link]("Opsi Anda tidak tersedia.");
}
}
}

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 16 dari 18


1.6.3 Perulangan Menggunakan Do while- statement

Bentuk perulangan yang ketiga ini mirip dengan while-statement dengan pembeda adalah do
while- statement akan menjalankan sekali perulangan sebelum melakukan pengecekan ekspresi
penentu kelanjutan perulangan pada kode program. Jika satu kali perulangan sudah dilakukan,
maka berikutnya akan dicek apakah kondisi pada ekspresi penentu masih bernilai true untuk
melanjutkan perulangan atau sebaliknya. Sintaksnya dapat dilihat pada bagian berikut ini.
//terlebih dahulu lakukan deklarasi variabel untuk digunakan oleh
//ekspresi penentu kelanjutan perulangan do{
//blok kode yang akan diulang, minimal 1 kali perulangan while
(ekspresi_penentu) {

Contoh penggunaan do while- statement pada program Java ditunjukkan oleh potongan kode
berikut. Potongan kode tersebut memiliki tujuan untuk meminta sebuah input dari pengguna
aplikasi minimal sekali dan menampilkan hasilnya ke layar sampai pengguna mengetikkan pilihan
angka 0.
import [Link];

public class ContohDoWhile { public


static void main (String[] args){
//deklarasi variabel yang digunakan dalam ekspresi penentu loop
int opsi = 0;
Scanner inputPengguna = new Scanner([Link]);

do{
opsi = [Link]();
switch (opsi)
{
case 0: [Link]("Anda memilih untuk berhenti.");
break;
case 1: [Link]("Opsi nomor 1 dipilih.");
break; default: [Link]("Opsi Anda tidak
tersedia.");
}
while(opsi != 0);
}

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 17 dari 18


Seluruh file hasil pengerjaan praktikum di atas harus disetor ke ecourse. Kompres file dengan
ekstensi .rar. Nama file dengan format: oosd_w02s02_NIM.rar. NIM diganti dengan NIM
Anda.

ADS-OOSD-2022/2023 Halaman 18 dari 18

Anda mungkin juga menyukai