0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan13 halaman

Program TMBB untuk Literasi Digital

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tingkatkan Literasi Digital untuk Bandung Barat ini bertujuan untuk membimbing siswa dalam membaca, menulis, berbicara di depan umum, serta memahami dan menerapkan literasi digital. Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru dari sekolah-sekolah di Bandung Barat selama 5 bulan untuk meningkatkan budaya literasi.

Diunggah oleh

Kartiwi Kartiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan13 halaman

Program TMBB untuk Literasi Digital

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tingkatkan Literasi Digital untuk Bandung Barat ini bertujuan untuk membimbing siswa dalam membaca, menulis, berbicara di depan umum, serta memahami dan menerapkan literasi digital. Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru dari sekolah-sekolah di Bandung Barat selama 5 bulan untuk meningkatkan budaya literasi.

Diunggah oleh

Kartiwi Kartiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji bagi Allah SWT. atas segala nikmat dan karunia yang diberikan bagi kita
semua sehingga Program GLS TMBB SMP NEGERI 2 CIPATAT ini dapat disusun dan
selesai sesuai dengan rencana. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjunan alam
Nabi Besar Muhammad SAW, atas segala pengorbanan dan tauladan yang diberikan kepada
kita semua.

Program TMBB ini adalah Gerakan Literasi Sekolah dikembangkan berdasarkan


Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Tujuan gerakan ini
untuk membiasakan dan memotivasi siswa agar mau membaca dan menulis guna
menumbuhkan budi pekerti siswa yang baik. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal
yang mendidik peserta didik, diwajibkan untuk mengembangkan program literasi sehingga
dapat mewujudkan tujuannya, sehingga dibutuhkan kerjasama semua pihak yang ada di
sekolah karena program ini bersifat pembiasaan dan dibutuhkan penanganan yang masif dan
terevaluasi.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, sehingga program ini
dapat disusun. Semoga apa yang direncanakan dalam program ini dapat direalisasaikan.

Bandung Barat, November 2022

Koordinator

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................3

DAFTAR ISI...............................................................................................................................4

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1

A. Latar Belakang...................................................................................................................1

B. Landasan Hukum...............................................................................................................2

C. Tujuan Kegiatan.................................................................................................................3

BAB II BENTUK DAN TEKNIK PELAKSANAN KEGIATAN............................................4

B. Nama Kegiatan...................................................................................................................4

C. Bentuk Kegiatan.................................................................................................................4

D. Ketentuan Kegiatan............................................................................................................6

E. Teknik Pelaksanaan...........................................................................................................7

F. Pelaksana............................................................................................................................8

G. Kepengurusan GLS MELESAT........................................................................................9

H. Pemberi Tantangan............................................................................................................9

I. Peserta Kegiatan.................................................................................................................9

J. Waktu Pelaksanaan..........................................................................................................11

BAB III RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BIAYA....................................................13

A. Rencana Anggaran Biaya TMBB Reguler.......................................................................13

BAB IV PENUTUP..................................................................................................................15

A. Penutup............................................................................................................................15

B. Saran................................................................................................................................15

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

COVID-19 telah memberikan perubahan yang sangat besar terhadap kegiatan belajar


mengajar. Di seluruh dunia, lebih dari 1 miliar pelajar baik di usia sekolah maupun perguruan
tinggi, telah didorong untuk melakukan perubahan secara radikal pada implementasi teknologi
pendidikan dalam waktu sekejap.
Institusi Pendidikan harus tergupuh-gupuh untuk mendesain ulang kegiatan
pembelajaran bagi semua usia dari rumah. Sisi baiknya, Tekanan yang didapatkan baik secara
individual, organisasi maupun masyarakat secara umum dalam menghadapi pandemi dan
krisis kali ini justru dapat mempercepat proses perwujudan masyarakat industry 4.0.
Salah satu persoalan mendasar penyebab maraknya penyebaran covid 19 adalah
rendahnya angka literasi, terutama literasi sains di masyarakat. Beberapa bulan yang lalu,
kebanyakan masyarakat yang tidak mendalami sains tidak terlalu peduli terkait perbedaan
antara virus dan bakteri; antigen dan antibodi; DNA dan RNA; angka linear dan angka
eksponensial. Istilah-istilah tersebut tidaklah begitu berarti dalam kehidupan sosial kita sehari-
hari. Namun, di saat ini hampir semua hal yang berkaitan dengan covid 19 pasti akan
berkaitan erat dengan istilah-istilah tersebut.

Kemampuan literasi peserta didik di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan.


Kemampuan literasi membaca, literasi sains, dan literasi matematika masih rendah
dibandingkan dengan siswa dari negara lain. Tahun 2012 Indonesia berada pada posisi ke-
64 dari 65 negara peserta Programme for International Student Assessment (PISA). Tahun
2015 negara kita menduduki ranking ke-60 dari 61 negara yang mengikuti ajang ini. Tahun
2018 Indonesia berada pada posisi ke-70 dari 78 negara peserta.

Berdasarkan kajian terhadap fakta tersebut, maka pemerintah meluncurkan Gerakan


Literasi Sekolah (GLS). GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana
dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015.
Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “kegiatan 15 menit membaca buku

1
nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai”. Kegiatan ini dilaksanakan untuk
menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar
pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti,
berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan
peserta didik.

Kabupaten Bandung Barat menindaklanjuti program Kementerian Pendidikan dan


Kebudayaan ini dengan Gerakan Literasi Sekolah Membaca dan Berkarya (GLS MEKAR),
yang dideklarasikan pada Desember 2017. Pendeklarasian ini sekaligus pula peluncuran
salah satu program GLS MEKAR yaitu Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB).
TMBB merupakan program tantangan dari Bupati Bandung Barat kepada guru dan peserta
didik. Awalnya tantangan ini dilakukan terhadap sekolah-sekolah jenjang Pendidikan Dasar
baik SD maupun SMP, namun pada tahun kedua hingga sekarang karena berbagai kendala,
TMBB hanya diikuti oleh jenjang SMP saja.

Tahun 2022 merupakan tahun keempat pelaksanaan Tantangan Membaca Bandung


Barat (TMBB), tentu saja pada tahun keempat ini ada kegiatan yang berbeda dari tahun-
tahun sebelumnya, selain juga tantangannya yang semakin meningkat. Kegiatan literasi
yang menjadi ciri khas tahun ini adalah Literasi Digital. Hal ini dimaksudkan agar peserta
TMBB lebih terampil dalam penggunaan teknologi saat ini.

B. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.


2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa,
dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.

2
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

C. Tujuan Kegiatan

1. Membimbing siswa memiliki pembiasaan membaca, menulis dan berbicara didepan


umum.
2. Membimbing siswa memahami dan terampil dalam menerapkan literasi pada berbagai
platform digital.
3. Menyediakan wadah untuk siswa agar memliki karakter dan budi pekerti
4. Menumbuhkan dan membangun budaya literasi di sekolah.

3
BAB II
BENTUK DAN TEKNIK PELAKSANAN KEGIATAN

A. Tema Kegiatan
“Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tingkatkan Literasi Digital untuk Bandung Barat”.

B. Nama Kegiatan
Dalam tahun keempat keikutsertaan SMP Negeri 2 Cipatat, pada tahun ini akan
dilaksanakan kegiatan dengan judul sama dengan tema di atas yaitu,
“Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tingkatkan Literasi Digital untuk Bandung Barat”.

C. Ketentuan Umum Kegiatan


1. Peserta (Murid): 10-40 orang tiap sekolah
2. Pembimbing (Guru): 2 sampai 8 orang tiap sekolah
3. Satu pembimbing membina 3- 5 murid.
4. Waktu Pelaksanaan: Selama 5 bulan. OktoberNovember 2022 dan Januari-Maret
2023
5. Waktu tantangan dimulai dari Oktober 2022 minggu ke dua dan diakhiri pada Maret
2023 minggu ke dua.
6. Melaksanakan Pengelolaan Perpustakaan sekolah.
7. Membaca buku: Murid 2 buah/bulan (Jumlah total 10 buah selama masa tantangan)
Guru 1 buah /bulan dan Kepala sekolah satu buah selama masa tantangan.
8. Tulisan: Siswa 1 buah/bulan; Guru 1 buah/bulan. Kepala sekolah 1 buah selama masa
tantangan
9. Jenis tulisan: Fiksi dan Non fiksi. (Puisi, pantun, cerpen, cerita bergambar, komik,
artikel popular, artkel ilmiah dll)
10. Jenis reviu: Bebas bervariasi (fishbone, AIH, Y-chart, infografis dll, berdasarkan
hasil buku bacaan.
11. Reviu buku murid, guru dan kepala sekolah di upload pada Blog sekolah setiap bulan
dalam satu halaman (satu kali publikasi).

4
12. FB Subrayon untuk mengunggah Rekap Reviu buku dari setiap sekolah dan kegiatan
literasi. Sedangkan FB GLS Mekar hanya untuk kegiatan Literasi dari setiap Sekolah.
13. Jenis Buku: Bahasa Sunda 2 buah. Buku lainya bebas, (fiksi atau non fiksi) tidak
boleh komik dan diperbolehkan menggunakan e-book. Namun jumlah e-book
maksimal 3.
14. Publikasi kegiatan Literasi sekolah : Wajib diunggah di Facebook dan Instagram.
Diperbolehkan juga di Youtube, tiktok dan lain-lain.
15. Tersedia Pojok baca dan pohon geulis di sekolah (jumlah tidak dibatasi)
16. Tersedia Spanduk yang menunjukan sekolah sebagai peserta TMBB 2022 V.
17. Melaksanakan Readhaton, minimal dua kali dalam satu periode.
18. Setiap murid membuat satu buah video (reviu buku) satu kali selama masa tantangan
yang diunggah di blog sekolah.
19. Semua dokumen fisik reviu diarsipkan dalam sebuah map, satu siswa satu map.

D. Kategori Tantangan

Pada TMBB V tahun 2022 ini memiliki 3 level yaitu:

1. Sekolah Inspiratif
2. Sekolah Inovatif
3. Sekolah Best Practise
Setiap level mempunyai syrat-syarat yang harus dipenuhi peserta tantangan yaitu:

1. Sekolah Inspiratif : Memiliki Blog Sekolah Untuk menyimpan tulisan


2. Sekolah Inovatif :
a. Memiliki Blog Sekolah Untuk menyimpan tulisan
b. Video dokumenter budaya lokal/budaya daerah sekitar yang diupload di Youtube
3. Sekolah Best Practise :
a. Memiliki Blog sekolah Untuk menyimpan tulisan .
b. Membuat Video dokumenter budaya lokal/budaya daerah sekitar yang diupload di
Youtube .
c. Membuat tulisan praktik baik (best practise) tentang kemajuan literasi di sekolah.

5
Untuk tantangan TMBB V ini SMPN 2 Cipatat mengambil tantangan yang pertama yaitu
Sekolah Inspiratif.

E. Teknik Pelaksanaan

Teknik pelaksanaan TMBB adalah:


1. Kordinator sekolah membuat program kerja yang disetujui dan disahkan oleh kepala
sekolah.
2. Kordinator TMBB sekolah mengadakan sosialisasi kegiatan kepada kepala sekolah,
guru, dan seluruh siswa.
3. Kordinator sekolah membuka pendaftaran bagi siswa dan guru yang akan
mengikuti tantangan.
4. Kordinator mengadakan pertemuan dengan peserta yang sudah mendaftar.
5. Setiap kelompok peserta terdiri dari 2-5 orang peserta dan 1 orang pembimbing
untuk kegiatan.
6. Setiap peserta wajib membaca buku non pelajaran minimal 2 buku dalam sebulan,
dan wajib menyetorkan reviunya beserta buku dalam bentuk photo.
7. Setiap peserta wajib membaca membuat karya tulis.
8. Waktu membaca siswa adalah minggu1 dan 2.
9. Minggu ke-3, penyetoran kepada kordinator sekolah dari setiap pembimbing.
10. Pembimbing menyimpan reviu dari siswa yang dibimbingnya dalam map file yang
sudah disediakan untuk arsip dari masing-masing siswa,
11. Soft file reviu dan buku siswa dikirimkan kepada kordinator sekolah.
12. Kordinator sekolah mengirimkan lagi softfile seluruh peserta sekolah kepada
kordinator Sub Rayon
13. Kordinator Sub Rayon mengirimkan lagi softfile seluruh peserta Sub Rayon kepada
Fasilitator Daerah Tingkat KBB.
14. Teknik pelaksanaan ini berlangsung tiap bulan, dan sampai ke Fasda KBB setiap
tanggal terakhir setiap bulannya.

6
15. Pelaksanaan TMBB berakhir di 31 maret 2022.

F. Pelaksana
1. Guru Pembimbing
Guru pembimbing adalah guru yang membimbing siswa peserta TMBB.
2. Guru Koordinator Sekolah
Guru Koordinator Sekolah adalah guru yang mengoordinir, memfasilitasi, dan
mengumpulkan rekap reviu peserta. Selanjutnya mengirim data dalam bentuk file
[Link] ke WhatsApp Koordinator Subrayon.
3. Guru Koordinator Subrayon
Guru Koordinator Subrayon adalah guru yang mengoordinir, memfasilitasi, dan
mengumpulkan rekap reviu peserta dari setiap sekolah dalam Subrayon masing-
masing. Selanjutnya mengirimkan data dalam bentuk Ms. Excell ke WhatsApp
Fasilitator masing-masing Subrayon.

Tugas dan tanggung jawab pelaksana TMBB sebagai berikut:


No. Pelaksana Tugas dan Tanggung jawab
1 Siswa Mengunggah tagihan ke Facebook sekolah
masing-masing.
2 Guru Pembimbing Setiap guru membimbing 5 orang siswa peserta
dan mengunggah tugas/tagihan siswa ke
Facebook Subrayon
3 Koordinator Sekolah - Mengoordinir, memfasilitasi, dan
mengumpulkan rekap reviu peserta
- Mengirim data dalam bentuk file [Link]
ke WhatsApp Koordinator Subrayon
- Mengunggah tugas/tagihan kepala sekolah
ke Facebook Subrayon.

7
G. Waktu Pelaksanaan
TMBB Tahun V 2022 dilaksanakan selama lima bulan, mulai Oktober-November
2022 dan Januari-Maret 2023.

8
BAB III
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BIAYA

A. Rencana Anggaran Biaya TMBB Reguler

No Kebutuhan Banyaknya Harga Jumlah


1 Banner TMBB ukuran 3X1.5 Meter 1 Rp 70.000,0 Rp 70.000,0
4 Kertas HVS ukuran F4 2 Rp 54.000,0 Rp 108.000,0
5 Kertas Warna 15 Rp 10.000,0 Rp 50.000,0
7 lem fox putih 2 Rp 15.000,0 Rp 30.000,0
8 Solatif Bening 1/2 inch 4 Rp 7.000,0 Rp 28.000,0
9 Double tape 4 Rp 6.000,0 Rp 24.000,0
10 Spidol 12 Warna 5 Rp 15.000,0 Rp 75.000,0
12 Bolpint hitam 2 Rp 25.000,0 Rp 50.000,0

14 Box file 1 Rp 22.000,0 Rp 22.000,0

15 Map plastik Bisiness file 35 Rp 3.000,0 Rp 105.000,0

16 Map Clear Holder 20 F4 25 Rp 19.000,0 Rp 475.000,0


18 Pin TMBB 26 Rp 2.500,0 Rp 65.000,0

Jumlah Total Rp 1.102.000,0

9
BAB IV
PENUTUP

A. Penutup
Pengembangan Budaya Literasi di sekolah merupakan hal yang tidak bisa disepelekan
lagi. Betapapun kecil atau sederhananya sebuah program kegiatan pengembangan budaya
literasi sekolah patutlah kiranya dikawal dan ditingkatkan ke arah yang lebih baik.
Semoga program kegiatan pengembangan budaya literasi di SMP Negeri 2 Cipatat
Kabupaten Bandung Barat ini bermanfaat bagi peserta didik khususnya dan bagi seluruh
civitas akademika pada umumnya.
Semoga Alloh SWT memberi kemudahan dan kelancaran bagi kita semua. Aamiin Ya
Robbal’alamiin.

B. Saran
Tahun 2022 merupakan tahun keempat keikutsertaan SMP Negeri 2 Cipatat dalam
mengikuti kegiatan TMBB. Suksesnya kegiatan ini sangat dipengaruhi peran serta semua
pihak terutama guru, wali kelas serta siswa-siswi secara keseleruhan. Besar harapan kami
agar semua ikut andil dalam mensuskseskan TMBB 2022 SMP Negeri 2 Cipatat.

10

Anda mungkin juga menyukai