PROPOSAL
BUSINESS PROCESS RE-ENGINEERING
PROGRAM MAGANG MAHASISWA BERSERTIFIKAT (PMMB) BATCH II
2021
INTEGRASI & OPTIMALISASI LAYANAN SDM MELALUI APLIKASI
HCIS
Disusun Oleh : Azzahra Nurulfarhanah Maulidya Arifin
POLITEKNIK STIA-LAN MAKASSAR
PELAYANAN SDM REGIONAL 4
PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat Rahmat dan Karunia- Nya, dan
dengan ijin serta Ridho Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah
Business Process Reengineering (BPR) dengan judul “Integrasi & Optimalisasi Layanan
SDM melalui Aplikasi HCIS”, sebagai inovasi tampilan pada aplikasi tersebut. Tak lupa
pula salawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW beserta
keluarganya.
Terima kasih penulis ucapkan segala pihak yang telah membantu penulis dalam
menyelesaikan makalah BPR ini. Terima kasih kepada Mentor, Co-Mentor, Bapak, Ibu,
dan Kakak-kakak Pegawai pada Pelayanan SDM Regional 4 PT PELINDO (PERSERO)
yang selalu membimbing dan mengarahkan saya dalam bekerja, serta memberikan banyak
masukan dalam penyelesaian makalah BPR ini. Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih
kepada seluruh teman-teman PMMB Batch II Tahun 2021 yang selalu memberikan
semangat dan motivasi untuk selalu maju bersama.
Semoga project dalam makalah BPR ini dapat berguna dan bermanfaat bagi saya
dan para pembaca. Dan semoga project yang diangkat dalam tulisan ini dapat memberikan
kebermanfaatan bagi perusahaan maupun orang banyak.
Makassar, 7 Maret 2022
Penulis,
Azzahra Nurulfarhanah Maulidya Arifin
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................. iii
DAFTAR TABEL.......................................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
A. Gambaran Umum ................................................................................................................ 1
B. Kinerja Unit Terkait ............................................................................................................ 4
BAB II RUMUSAN MASALAH .................................................................................................. 8
A. Latar Belakang .................................................................................................................... 8
B. Kondisi Eksisting .............................................................................................................. 10
C. Analisis Permasalahan ...................................................................................................... 12
BAB III PEMECAHAN MASALAH.......................................................................................... 14
A. Integrasi & Optimalisasi Aplikasi HCIS........................................................................... 14
B. Implementasi ..................................................................................................................... 14
C. Timeline ............................................................................................................................ 17
BAB IV PENUTUP ..................................................................................................................... 18
A. Kesimpulan ....................................................................................................................... 18
B. Saran ................................................................................................................................. 18
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 As is to be ...................................................................................................................... 16
Tabel 2 Timeline Pelaksanaan .................................................................................................. 17
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Organisasi Regional 4 ............................................................................... 5
Gambar 2 Struktur Organisasi Divisi Pelayanan SDM ........................................................... 6
Gambar 3 Beberapa Aplikasi Pegawai .................................................................................... 11
Gambar 4 Pelayanan SDM yang dilakukan secara manual .................................................. 12
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum
1. PT Pelabuhan Indonesia Regional 4 (Persero)
PT Pelindo IV Makassar merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak
dalam bidang pengelolaan pelabuhan laut. Pada tahun 1983 sejalan dengan kebijakan tatanan
kepelabuhanan nasional yaitu pemerintah menetapkan adanya 4 (empat) pintu gerbang
perdagangan luar negeri nasional, maka dilakukan merger 8 Badan Usaha PN. Pelabuhan menjadi
4 (empat) Badan Usaha yang berstatus Perusahaan Umum (Perum), salah satu diantaranya adalah
Perum Pelabuhan IV. Perum Pelabuhan IV merupakan hasil merger PN. Pelabuhan V (sebagian),
VI, VII, dan VIII, ditambah dengan 6 (enam) pelabuhan yang tidak diusahakan di Propinsi Irian
Jaya, yang pendiriannya didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No.17 Tahun 1983 yaitu oleh
[Link].7 Tahun 1985. Selanjutnya, pada tahun 1992, berdasarkan PP. 59 tahun 1991 status Badan
Usaha Perum dialihkan menjadi Persero yaitu menjadi PT. Pelabuhan Indonesia IV yang dikuatkan
dengan Anggaran Dasar Perusahaan yang pengesahannya melalui Akta Notaris Imas Fatimah, SH
No.7 tanggal 1 Desember 1992.
Pada tahun 1992 sampai sekarang, PT Pelindo IV dilandasi oleh pertimbangan peningkatan
efisiensi dan efektifitas perusahaan serta dengan melihat perkembangan yang dicapai oleh perum
pelabuhan IV, pemerintah menetapkan melalui PP 559/1991 bahwa pengelolaan pelabuhan di
wilayah Perum Pelabuhan IV dialihkan bentuknya dari Perum menjadi (Persero). Selanjutnya,
Perum Pelabuhan Indonesia IV beralih menjadi PT (Perser0) Pelabuhan Indonesia IV. Sebagai
persero, pemilikan saham PT Pelabuhan Indonesia IV yang berkantor pusat di jalan Soekarno No.
1
1 Makassar sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah. Dalam hal ini, Menteri Keuangan Republik
Indonesia pada saat ini telah dialihkan ke Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pada 1 Oktober 2021 dilakukan integrasi oleh Pelabuhan Indonesia yang merupakan
penggabungan dari empat (4) BUMN Pelabuhan yaitu PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II
(Persero), PT Pelindo III (Persero0, dan PT Pelindo IV (Persero). Maka dari itu PT Pelindo IV
(Persero) berubah menjadi PT Pelindo (Persero) Regional 4. Berdirinya Pelindo sebagai
perusahaan hasil integrasi merupakan inisiatif pemerintah selaku pemegang saham untuk
mewujudkan konektivitas nasional dan jaringan ekosistem logistic yang lebih kuat. Konektivitas
maritime baik keterhubungan antar Pelabuhan-pelabuhan di dalam negeri, maupun antara
Pelabuhan di dalam dan luar negeri akan meningkat.
Dengan memiliki kendali strategis yang lebih baik dan didukung oleh kemampuan
finansial yang kuat, operasional bisini Pelindo menjadi lebih terkoordinasi, terstandar dan efesien
sehigga akan memberi keuntungan bagi masyarakay khususnya pengguna jasa Pelindo. Integrasi
yang dilakukan oleh Pelindo menciptakan sinergi satu BUMN Pelabuhan dengan standarisasi
operasional dan proses bisnis yang lebih efesien. Integrasi Pelindo akan membuat efesiensi
operasional di seluruh Pelabuhan nasional, dengan standarisasi teknologi informasi. Integrasi
juga membuat kendali strategis yang lebih baik dalam perencanaan keseluruhan untuk jaringan,
pengurangan biaya logistic, dan meningkatkan infrastruktur dan kapasitas. Untuk menjalankan
bisnis, Pelindo ditunjang oleh 4 unit bisnis yaitu:
1. Pelindo Terminal Petikemas
2. Pelindo Multi Terminal
3. Pelindo Jasa Maritim
4. Pelindo Solusi Logistik
2. Visi Misi Perusahaan
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mempunyai visi dan misi, sebagai berikut:
- Visi Perusahaan
“Menjadi Pemimpin Ekosistem Maritim Terintegrasi dan Berkelas Dunia”. Visi tersebut
merupakan cita-cita Perusahaan menjadi pintu gerbang utama jaringan logistic global di
2
Indonesia. Cita-cita ini dilandasi dengan potensi geografis, peluang bisnis serta kebijakan
nasional yang membuka peluang begi perusahaan untuk merealisasikan visi dimaksud.
- Misi Perusahaan
“Mewujudkan jaringan ekosistem maritime nasional melalului peningkatan konektivitas
jaringan dan integasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia”.
Menyediakan jasa kepelabuhanan & maritime yang handal & terintegrasi dengan Kawasan
industry untuk mendukung jaringan logistic Indonesia & global dengan memaksimalkan
manfaat ekonomi selat Malaka.
3. Nilai-Nilai Perusahaan
• Amanah yaitu memegang teguh kepercayaan yang diberikan.
Panduan Perilaku:
a. Memenuhi janji dan komitmen
b. Bertanggung jawab atas tugas, keputusan, dan tindakan yang dilakukan
c. Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika
• Kompeten yaitu terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.
Panduan Perilaku:
a. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah
b. Membantu orang lain belajar
c. Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik
• Harmonis yaitu saling peduli dan menghargai perbedaan
Panduan Perilaku:
a. Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya
b. Suka menolong orang lain
c. Membangun lingkungan kerja yang kondusif
3
• Loyal yaitu berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara
Panduan Perilaku:
a. Menjaga nama baik sesame karyawan, pimpinan, BUMN, dan Negara
b. Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar
c. Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan etika
• Adaptif yaitu terus berinovasi dan antusias dalam menggerakan ataupun menghadapi
perubahan.
Panduan Perilaku:
a. Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik
b. Terus-menerus melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi
c. Bertindak proaktif
• Kolaboratif yaitu membangun kerja sama yang sinergis.
Panduan Perilaku:
a. Memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi
b. Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah
c. Mengerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama
B. Kinerja Unit Terkait
1. Struktur Organisasi Regional 4
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang
ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan suatu kegiatan untuk mencapai
tujuan.
4
Gambar 1
Struktur Organisasi Regional 4
2. Struktur Organisasi Pelayanan SDM
Secara umum, fungsi dari layanan SDM yaitu melakukan kegiatan pelayanan sumber daya
manusia untuk memastikan pencapaian visi dan misi perusahaan dan aspirasi pemegang saham
sesuai RKAP dan ketentuan yang berlaku. Adapun struktur organisasi Divisi Pelayanan SDM
dapat dilihat pada gambar 2.
5
Gambar 2
Struktur Organisasi Divisi Pelayanan SDM
3. Kedudukan dan Tugas Divisi Pelayanan SDM
a. Divis Pelayanan SDM dipimpin oleh Departement Head Pelayanan SDM yang bertanggung
jawab ke Division Head Pelayanan SDM & Umum.
b. Divisi Pelayanan SDM memiliki tugas:
a) Menyusun kegiatan penyelarasan strategi SDM, Organisasi dan Budaya Perusahaan di
lingkungan Regional 4
b) Menyusun kegiatan pengelolaan Manajemen Kinerja di lingkungan Regional 4
c) Menyusun kegiatan pengelolaan hubungan pekerja di lingkungan Regional 4
d) Menyusun kegiatan Integrasi Human Capital System di lingkungan Regional 4
6
e) Menyusun kegiatan Manajemen Kinerja Individu di Lingkungan Regional di lingkungan
Regional 4
f) Menyusun kegiatan pengelolaan hubungan industrial di lingkunagn Regional 4
g) Menyusun kegiatan pelayanan SDM di Cabang Regional 4
7
BAB II
RUMUSAN MASALAH
A. Latar Belakang
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) pada dasarnya adalah praktik merekrut,
memperkerjakan, memutasi, dan mengelola karyawan di sebuah organisasi atau perusahaan.
Departemen ini biasanya bertanggung jawab untuk membuat, menerapkan, dan mengawasi
kebijakan yang mengatur karyawan dan hubungan perusahaan denga karyawannya. Manajemen
SDM merupakan divisi yang berperan dalam mengembangkan potensi karyawan sebuah
perusahaan sebagai asset bisnis. Jika asset tersebut dikelola dengan baik didukung juga dengan
menggunakan sistem aplikasi hr yang baik, maka produktivitas karyawan pun juga makin efektif.
Divisi ini akan membekali karyawannya dengan berbagai pengetahuan tentang perusahaan,
fasilitas yang diperlukan, pelatiha, pembinaan, layanan administasi, dan sebagainya. Hal tersebut
dipenuhi oleh manajemen SDM demi tercapainya tujuan perusahaan. Pihak Manajemen SDM
suatu perusahaan berperan dalam memastikan bahwa hubungan antara perusahaan dan seluruh
karyawan memiliki solidaritas. Jika antara perusahaan dengan karyawan terjalin hubungan yang
solid, maka akan berdampak positif pada perkembangan dan peningkatan produktivitas
perusahaan tersebut. Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia dalam perusahaan data
diuraikan sebagai berikut:
a) Manajemen Strategis
Manajemen SDM dapat meningkatkan laba perusahaan dengan keahlian dan
pengetahuannya tentang bagaimana SDM mempengaruhi keberhasilan perusahaan.
Begitupula dalam pengambilan keputusan perusahaan yang mendasari penilaian
kepegawaian dan proyeksi kebutuhan tenaga kerja berdasarkan permintaan bisnis.
b) Pelatihan dan Pengembangan
8
Manajemen SDM melakukan koordinasi orientasi karyawan baru serta berperan penting
dalam menjalin hubungan atasan dengan karyawan. Bidang pelatihan dan
pengembangan karyawan bertujuan untuk mempersiapkan calon pemimpin untuk peran
pengawasan dan manajemen berikutnya.
c) Kepuasan Karyawan
Manajemen SDM menciptakan hubungan antar karyawan di perusahaan guna mencapai
tingkat kinerja, moral, dan kepuasan kerja yang tinggi.
Berikut beberapa hal yang menjadi tugas dari Manajamen SDM menurut Fischer et al
(1993:19):
a) Staffing/Human Resources Planning: Perencanaan SDM
b) Organization/Employee Development: Pengembangan Pegawai/Organisasi
c) Compensation/Employee Relations: Hubungan Pegawai atau kompensasi
d) Legal recruitments/compliance: Rekrutmen Legal/Keluhan
e) Labor/Union Relations: Serikat/Organisasi Buruh
f) Policy Adherence: Kebijakan
g) Adminstrative services: Pelayanan Administrasi
Kontribusi efektif kepada perusahaan dalam penerapan Manajemen SDM yang baik
(Jhon Invacevich, 2007:10):
a) Membantu organisasi dalam mencapai tujuan
b) Memperkerjakan keterampilan dan kemampuan tenaga kerja secara efesien
c) Memenuhi organisasi dalam hal pegawai yang terlatih dan termotivasi
d) Meningkatkan kepuasan kerja pegawai secara penuh dan aktualisasi diri
e) Mengkomunikasikan kebijakan SDM kepada semua pegawai/karyawan
9
f) Membantu dan memelihara kebijakan etika dan perilaku tanggung jawab social
g) Mengelola perubahan terhadap keunggulan yang saling menguntungkan dari individu
Sama halnya pada PT Pelabuhan Indonesia (PERSERO) Regional 4 juga memiliki divisi
yang melakukan manajemen terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu divisi Pelayanan SDM.
Divisi Pelayanan SDM berfungsi untuk memberikan Pelayanan yang baik kepada SDM sehingga
dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan membantu dalam melakukan pekerjaan yang efektif
dan efesien. Terlebih lagi di era teknologi yang telah berkembang pesat, kita dapat
memanfaatkannya agar pelayanan yang diberikan lebih cepat dan mudah bagi karyawan. Namun
hasil pengamatan penulis, dalam hal pelayanan SDM masih terdapat beberapa hal yang belum
dilakukan secara optimal sehingga pelayanan yang diberikan kepada karyawan belum
dilaksanakan secara efektif dan efesien. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengangkat judul
BPR Integrasi dan Optimalisasi Layanan SDM melalui Aplikasi HCIS.
B. Kondisi Eksisting
Saat ini ada beberapa masalah yang ditemukan terkait pelayanan SDM yaitu:
1. Masih terdapat beberapa aplikasi Pelayanan SDM yang digunakan oleh pegawai seperti
Manajemen Kinerja, Pelindo E-office dan belum terintegrasi pada aplikasi HCIS.
10
Gambar 3
Beberapa Aplikasi Pegawai
2. Penggunaan aplikasi HCIS pada lingkup pegawai belum dilakukan secara optimal.
Penggunaan aplikasi HCIS masih digunakan oleh pegawai divisi pelayanan SDM saja.
Sehingga ada beberapa layanan SDM yang seharusnya dapat dilukan melalui aplikasi
namun dilakukan secara manual dan prosesnya lebih lama karena pegawai belum
mengenal dan menggunakan aplikasi HCIS secara optimal.
11
Gambar 4
Pelayanan SDM yang dilakukan secara manual
C. Analisis Permasalahan
Berdasarkan riset sederhana yang dilakukan selama pelaksanaan magang yang dilakukan
selama 6 (enam) bulan, berikut permasalahan yang ditemui adalah:
1. Jumlah pegawai yang berada di Divisi Pelayanan SDM terbatas dan banyak beban kerja
lainnya yang harus dikerjakan sehingga ketika layanan SDM yang harusnya dapat
dilakukan melalui aplikasi tapi dilakukan secara manual sehingga dapat menghambat
pekerjaan lain.
2. Banyak aplikasi yang digunakan oleh pegawai dalam hal layanan SDM sehingga
beberapa pegawai kebingungan dalam penggunaannya dan banyak aplikasi yang harus
mereka pelajari.
12
D. Ruang Lingkup Permasalahan
Agar tulisan ini tidak menimbulkan persepsi yang luas, maka ruang lingkup dari
perencanaan ini dipersempit hingga ditemui konteks yang dituju. Sehingga Batasan
masalah yang akan diangkat adalah perlunya Integrasi & Optimasilasi Layanan SDM
pegawai pada aplikasi HCIS.
13
BAB III
PEMECAHAN MASALAH
A. Integrasi & Optimalisasi Aplikasi HCIS
HCIS merupakan aplikasi yang mengintgerasikan kegiatan pengelolaan human capital dari
berbagai sub sistem yang digunakan sehingga memudahkan kegiatan perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, pengendalian dan pengambilan keputusan dengan cepat melalui standarisasi proses
administrasi, analisis data dan keterkaitannya dalam mendukung pencapaian keberhasilan
perusahaan dan pelaporan (workforce analytics). Sehingga menurut penulis bahwa dibutukan
integrasi dan optimalisasi penggunaan aplikasi HCIS pada ruang lingkup pelayanan SDM agar
dapat mendukung proses Manajemen SDM yang baik pada PT Pelabuhan Indonesia (PERSERO)
Regional 4.
B. Implementasi
Dalam hal pemanfaatan aplikasi HCIS pada Divisi Pelayanan SDM pada Regional 4 ada
beberapa pemecahan masalah yang ditawarkan oleh penulis yaitu:
1. Melakukan integrasi layanan SDM dan aplikasi yang digunakan oleh Pegawai pada
aplikasi HCIS. Sehingga pegawai hanya butuh membuka satu aplikasi layanan SDM
yang akan membuat proses pelayanan SDM menjadi lebih efektif dan efesien.
2. Melakukan sosialisasi secara menyeluruh terkait dengan penggunaan aplikasi HCIS
kepada seluruh pegawai Regional 4 sehingga tidak terjadi gap informasi dan seluruh
pegawai mengerti terkait penggunaan aplikasi HCIS sehingga penggunaan aplikasi HCIS
dapat dilakukan secara optimal. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
memaksimalkan sosialisasi:
14
- Membuat workshop penggunaan aplikasi HCIS kepada top dan middle manager
setelah itu para top dan middle manager akan melakukan knowledge sharing
kepada para bawahannya
- Menggunakan social media yang dipunya
- Membuat pamphlet, poster, atau video yang menarik bagi pegawai
3. Pada aplikasi HCIS layanan SDM yang dapat dilakukan oleh pegawai sendiri (self-
service):
- Melakukan pengecekan SK
- Melakukan update data mandiri (Biodata, Riwayat Jabatan,dll)
- Melakukan pelaporan/complain
- Mendapatkan pelayanana administrasi (Pengajuan cuti, pengajuan SPPD, dll)
Berikut rekomendasi Alur untuk pemutakhiran Data pegawai pada aplikasi HCIS:
1. Divisi Pelayanan SDM
a. Verifikasi: Memeriksa terhadap keberadaan dan kebenaran data SDM secara
bersakala.
b. Validasi: Melakukan pengujian, perbaikan, penghapusan, dan/atau persetujuan
pemuthakhiran data SDM.
c. Koordinasi: Melakukan koordinasi dan asistensi mengenai pelaksanaan
pemutakhiran data SDM.
2. Pegawai
a. Verifikasi: Memeriksa terhadap keberadaan dan kebenaran data SDM secara
berkala.
15
b. Update Mandiri: Pemutakhiran data secara mandiri dengan menambah,
memperbaiki, atau menggunggah informasi pendukung yang berupa dokumen
kepegawaian elektronik terhadap data SDM yang tidak sesuai.
c. Koordinasi: Melakukan koordinasi dengan unit pengelola SDM untuk data yang
tidak sesuai dan perlu dihapus.
Tabel 1
As is to be
Permasalahan As Is To Be
Integrasi Masih terdapat beberapa Aplikasi yang Diharapkan setiap layanan SDM
digunakan pegawai untuk mendapatkan dipusatkan dan diintegrasikan
layanan SDM seperti Manajemen Kinerja, menggunakan aplikasi HCIS, sehingga
Pelindo E-office, dll kegiatan pegawai dapat dilakukan
dalam satu aplikasi
Belum dilakukan sosialiasasi secara merata Diharapkan dapat dilakukan sosialisasi
penggunaan HCIS pada setiap pegawai secara menyeluruh kepada pegawai
terkait dengan aplikasi HCIS dan
memberikan pemahaman kepada
pegawai bahwa dengan menggunakan
Optimalisasi aplikasi HCIS, layanan SDM akan
lebih efektif dan efesien
Masih banyak kegiatan layanan SDM yang Diharapkan layanan SDM dapat
dilakukan secara manual padahal dapat dioptimalkan melalui aplikasi HCIS
dilakukan melalui aplikasi HCIS sehingga dapat menghasilkan layanan
SDM yang cepat.
16
C. Timeline
Tabel 2
Timeline Pelaksanaan
Integrasi & Optimalisasi
Bulan
Jenis Kegiatan
Mar Apr May
Integrasi aplikasi
Sosialisasi aplikasi
Implementasi Aplikasi secara optimal
17
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) pada dasarnya adalah praktik merekrut,
memperkerjakan, memutasi, dan mengelola karyawan di sebuah organisasi atau perusahaan.
Departemen ini biasanya bertanggung jawab untuk membuat, menerapkan, dan mengawasi
kebijakan yang mengatur karyawan dan hubungan perusahaan denga karyawannya. Manajemen
SDM merupakan divisi yang berperan dalam mengembangkan potensi karyawan sebuah
perusahaan sebagai asset bisnis. Jika asset tersebut dikelola dengan baik didukung juga dengan
menggunakan sistem aplikasi hr yang baik, maka produktivitas karyawan pun juga makin efektif.
Sehingga dalam melakukan pelayanan SDM diharapkan divisi Pelayanan SDM dapat
memberikan pelayanan yang efektif dan efesien kepada para pegawai dengan menggunakan
teknologi yang telah berkembang sehingga akan berpengaruh terhadap kepuasan pegawai yang
juga akan mempengaruhi kinerja mereka.
B. Saran
Pemanfaatan aplikasi HCIS untuk melakukan pelayanan SDM kepada pegawai sangatlah
penting untuk diperhatikan agar dapat menciptakan pelayanan SDM yang efektif dan efesien.
Maka dari itu, dibutuhkan pengintegrasian pelayanan pada aplikasi HCIS dan optimalisasi
penggunaannya kepada pegawai agar dapat dimaksimalkan penggunaannya. Sehingga diharapkan
dampak yang dihasilkan dari integrasi dan optimalisasi dari penggunaan aplikasi HCIS yaitu dapat
mengurangi pekerjaan administrative secara manual, mempercepat proses internal, meningkatakan
layanan SDM kepada pegawai, dan memastikan tertib adminstrasi.
18