0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
483 tayangan8 halaman

Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah

Dokumen tersebut berisi profil seorang mahasiswa bernama Sri Mariatun Sholeha dengan NIM 859165196 yang berkuliah di program studi S1 PGSD. Terdapat beberapa pertanyaan dan jawaban mengenai karya ilmiah yang ditulis oleh seseorang bernama Pak Ridho.

Diunggah oleh

sri winarni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
483 tayangan8 halaman

Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah

Dokumen tersebut berisi profil seorang mahasiswa bernama Sri Mariatun Sholeha dengan NIM 859165196 yang berkuliah di program studi S1 PGSD. Terdapat beberapa pertanyaan dan jawaban mengenai karya ilmiah yang ditulis oleh seseorang bernama Pak Ridho.

Diunggah oleh

sri winarni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Sri Mariatun Sholeha

NIM : 859165196

Prodi: S1 PGSD

1. Menurut Anda, apakah pak Ridho membuat suatu karya ilmiah? Jelaskan apa yang
dimaksud dengan karya ilmiah!

Iya. Pak Ridho membuat suatu karya ilmiah berupa disertasi.

Karya tulis ilmiah adalah suatu karya tulis yang disusun berdasarkan pendekatan metode
ilmiah (aplikasi dari metode ilmiah) yang ditujukan untuk kelompok pembaca tertentu
dan disajikan menggunakan format tertentu yang baku. Metode ilmiah ini harus
mengikuti prosedur dan langkah-langkah tertentu. Adapun langkah-langkahnya adalah
sebagai berikut.

a. Mengidentifikasi masalah.
b. Menghubungkan masalah dengan teori tertentu.
c. Merumuskan kerangka konsepsional/teoritis.
d. Merumuskan hipotesis (bila diperlukan).
e. Menyusun rancangan studi.
f. Menentukan pengukuran dan teknik pengumpulan data.
g. Menganalisis dan menginterpretasi data.
h. Membuat kesimpulan.

2. Apakah tujuan Ridho menulis karya ilmiah tersebut?

Tujuan pak Ridho menulis karya ilmiah adalah sebagai syarat untuk memperoleh gelar
Doktor (S3)

3. Apakah saja fungsi karya ilmiah? Menurut Anda, karya ilmiah yang dibuat Ridho


memiliki fungsi apa?

Fungsi karya ilmiah adalah antara lain sebagai berikut:

a. Fungsi untuk pendidikan


Ketika berada di bangku perguruan tinggi, menulis laporan praktikum dan membuat
makalah, merupakan kegiatan rutin, yang berujung pada penulisan skripsi atau tugas
akhir, tesis bagi mahasiswa yang mengambil program master atau magister, disertasi
bagi mahasiswa yang mengambil program doktoral. Sebagai fungsi pendidikan, karya
tulis ilmiah, menghadirkan pengalaman menulis tersendiri bagi siswa, maupun
mahasiswa.
b. Fungsi untuk penelitian
Pada setiap masa, ilmu pengetahuan semakin berkembang, sesuai dengan pertumbuhan
sosial masyarakat. Dari sini, karya tulis ilmiah dimanfaatkan untuk mengembangkan
penelitian seseorang, dengan menghadirkan pengetahuan-pengetahuan baru, setelah
memperoleh data-data yang akurat, diolah, disimpulkan, kemudian diterapkan dalam
kehidupan.
c. Fungsi fungsional
Karya tulis ilmiah ditulis oleh penulis dari berbagai disiplin ilmu. Penjelasan arti
fungsi fungsional berarti, karya tulis ilmiah dapat menjadi media pengembangan
pengetahuan sebagai bahan tinjauan pustaka, untuk kebutuhan dari berbagai disiplin
ilmu.

Karya ilmiah yang dibuat pak Ridho memiliki fungsi pendidikan, karena pak Ridho
sedang berada di bangku perkuliahan doctoral, pak Ridho membuat disertasi sebagai
tugas akhir dan syarat untuk memperoleh gelar doctor.

4. Terdapat berbagai jenis Karya ilmiah. Karya yang ditulis Ridho termasuk jenis karya


ilmiah apa?

Terdapat berbagai jenis karya tulis ilmiah diantaranya yaitu artikel, makalah, skripsi,
tesis, disertasi, work paper dan paper.

Jenis karya tulis ilmiah yang dibuat pak Ridho adalah jenis Disertasi. Disertasi
merupakan salah satu karya ilmiah yang Setingkat lebih tinggi dari tesis, ada yang biasa
disebut dengan disertasi. Karena setingkat lebih tinggi, disertasi digunakan sebagai syarat
kelulusan untuk meraih gelar doktor bagi mahasiswa program studi strata tiga (S-3).

Isi dari disertasi merupakan hasil penelitian orisinil yang nantinya dapat diaplikasikan ke
kehidupan nyata, biasanya, disertasi diuji oleh seorang profesor, atau doktor senior dan
profesional

5. Jelaskan langkah-langkah penulisan karya ilmiah yang dilakukan Ridho.  (skor 10)

Langkah-langkah penulisan karya tulis ilmiah yang dilakukan pak Ridho yaitu pertama
pak Ridho mulai mencari topik disertasi, kemudian pak Ridho mulai mengumpulkan
data-data penelitian, kemudian pak Ridho mulai mengorganisasi data hasil penelitian,
setelah itu pak Ridho menyunting disertasi
dan menyajikan disertasinya pada sidang ujian disertasi.

6. Faktor-faktor kesulitan apa saja yang biasanya menghinggapi penulis yang menulis karya
ilmiah? Menurut Anda, faktor kesulitan apa yang dihadapi Ridho?

Kesulitan yang sering dihadapi dalam penulisan KTI sangatlah beragam, mulai dari
kurang memahami permasalahan yang akan diteliti, terbatasnya referensi, kurang
menguasai teori, belum memiliki keinginan untuk memulai menulis, sibuk bekerja,dan
sebagainya.

Faktor kesulitan yang dihadapi oleh Pak Ridho yaitu kurangnya referensi sehingga
ia mengalami kesulitan dalam membangun konstruksi pengetahuan.

7. Jelaskan bagian-bagian dari struktur penulisan karya ilmiah. (skor 10)

a. Halaman judul
Struktur karya ilmiah yang pertama adalah halaman judul. Halaman judul itu sendiri
dimuat berdasarkan topik yang dipilih untuk dibahas dalam karya ilmiah. Pembuatan
judul diharapkan dapat ditulis dengan unik dan semenarik mungkin, namun tetap
disesuaikan dengan topik yang akan diangkat. Hal ini diharapkan dapat membuat
pembaca menjadi tertarik dengan isu atau topik yang dibahas dalam karya ilmiah
Selain membuat para pembaca tertarik, judul harus dibuat dengan spesifik. Hal ini
dilakukan agar pembaca mendapatkan gambaran awal dengan membaca halaman
judul karya ilmiah. Pada halaman judul karya ilmiah biasanya juga dilengkapi
dengan nama penulis, asal institusi atau lembaga, tanggal, bulan, tahun dan tempat
karya ilmiah dibuat yang ditulis dengan aturan rata tengah, diurutkan setelah judul di
bagian bawah.
b. Abstrak
Struktur karya ilmiah yang kedua yaitu abstrak. Abstrak dapat dipahami sebagai
ringkasan dari keseluruhan isi atau materi yang terkandung dalam karya ilmiah.
Peran abstrak dalam karya ilmiah sebenarnya adalah untuk memberikan penjelasan
kepada pembaca dengan lebih cepat, tanpa harus membaca keseluruhan karya ilmiah.
Abstrak biasanya digunakan para pembaca untuk membaca sekilas isi, maksud dan
tujuan dari karya ilmiah. Ketentuan penulisan abstrak kurang lebih hanya 250 kata
dan dengan menggunakan bahasa yang bersifat informatif
c. Pendahuluan
Pendahuluan ini terletak di paling awal materi karya ilmiah memiliki 4 sub bab, yaitu
latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.
d. Kerangka teori
Pada bagian kerangka teori terdapat dua sub bab yaitu pertama landasan teori
Landasan teori, dalam karya ilmiah dapat dipahami sebagai satu perangkat konsep
yang membatasi dan memfokuskan penelitian sehingga dapat menyajikan suatu
pandangan sistematis. Pada bagian ini, karya ilmiah akan memuat pembahasan
fenomena yang rinci tentang hubungan antar variabel, sehingga mendapatkan
penjelasan serta prediksi dari fenomena yang diteliti tersebut. Yang kedua hipotesis
penelitian dalam karya ilmiah dapat dipahami sebagai sebuah kesimpulan sementara
berdasarkan kerangka pemikiran atau teori yang diungkapkan oleh seorang peneliti.
e. Metode penelitian
Metode penelitian sendiri dapat diartikan sebagai sebuah langkah-langkah yang
digunakan oleh penulis atau peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian yang tepat
dan valid.
Metode penelitian yang paling sering digunakan ada dua jenis, yaitu metode
kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang
berfokus untuk melakukan analisa dan pendeskripsian terhadap suatu masalah.
Sedangkan, untuk metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang lebih fokus
dengan analisa terhadap angka, tabel, hingga statistik.
f. Pembahasan penelitian
Bagian ini dapat dikatakan sebagai bagian yang paling panjang dalam naskah karya
ilmiah. Hal ini dikarenakan pembahasan memuat tentang penjelasan dari rumusan
masalah, tujuan, manfaat, kerangka teori, dan tentunya metode penelitian
g. Penutup
Setelah menjelaskan mengenai hasil penelitian, selanjutnya Kamu dapat
mengemukakan kesimpulan dan saran berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.
Pada bagian penutup ada dua sub yaitu kesimpulan dan saran.
h. Daftar pustaka
Selanjutnya, struktur yang perlu dipaparkan dalam karya ilmiah adalah daftar
pustaka. Daftar pustaka sendiri dapat diartikan sebagai sebuah daftar yang memuat
sumber informasi atau referensi teori yang digunakan oleh peneliti atau penulis
dalam penelitiannya. Dalam menuliskan daftar pustaka, peneliti atau penulis
biasanya menggunakan format, yaitu seperti nama penulis, judul tulisan, nama
penerbit buku atau karya akademik, identitas, dan waktu terbit
i. Lampiran
Lampiran biasanya digunakan dalam karya ilmiah untuk menjelaskan data yang
berhasil diperoleh dan proses analisis data pada saat melakukan penelitian.

8. Jelaskan macam-macam struktur penulisan karya ilmiah.

a. Pendahuluan Bagian awal pendahuluan berisi tentang pengantar pembahasan.


Pendahuluan menjelaskan latar belakang masalah dari deskripsi penelitian. Latar
belakang adalah dasar untuk memberikan pemahaman kepada pembaca tentang topik
yang disampaikan
b. Pembahasan Bagian kedua adalah pembahasan untuk menjelaskan teori yang dipakai
dalam penelitian. Bagian pembahasan ini menggunakan referensi yang sesuai untuk
teori dan metode. Setelah manfaat penelitian ada kajian pustaka. Bagian pembahasan
ini berisi teori dan penelitian terdahulu yang sesuai dengan topik. Penulis menjelaskan
jika penelitian yang dilakukan merupakan pengembangan lebih lanjut
c. Penutup Bagian terakhir adalah penutup berupa kesimpulan karya ilmiah. Kesimpulan
ini berisi inti jawaban dari latar belakang dan pembahasan. Bagian penutup berisi
kesimpulan saran, dan daftar pustaka.
9. Menurut Anda artikel yang diberikan apakah memiliki struktur penulisan AIMRaD,
AIRDaM, AIM(RaD)C? Jelaskan

Iya, pada artikel tersebut sudah memiliki struktur penulisan AIMRaD, AIRDaM,


AIM(RaD)C karena pada artikel tersebut sudah ada pendahuluan, metode penelitian, hasil
penelitian, pembahasan dan penutup.

10. Lengkapi tabel berikut dengan menuliskan keterangan atau ringkasan atau poin-poin dari 
setiap bagiannya.
Jika ada bagian yang tidak terdapat pada artikel tersebut, isikan “tidak ada.” (skor 40)

BAGIAN KETERANGAN ATAU RINGKASAN

MODEL PEMBELAJARAN DARING DENGAN


PENDAMPINGAN ORANG TUA
Halaman Judul Penulis: Andy Sapta, Abdul Hamid dan Edi Syahputra
Instansi : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer
Royal, Kisaran, Indonesia dan Universitas Negeri Medan, Medan,
Indonesia
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model
pembelajaran daring dengan pendampingan
orang tua yang layak digunakan bagi siswa kelas VII SMP Negeri
di kota Kisaran. Populasi pada
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII (tujuh) SMP Negeri
di Kisaran pada tahun ajaran 2019/2020.
Adapun langkah-langkah (sintaks) model pembelajaran ini adalah
model pembelajaran SAPTA, yaitu
sebagai berikut: (1) Schedule (fase perancangan pembelajaran);
(2) Acceptance (fase umpan balik); (3)
Performance (fase penugasan); (4) Transmit (fase penyampaian
informasi); (5) Assistance (fase
pendampingan orang tua). Instrumen penelitian ini terdiri dari
angket dan hasil belajar siswa. Dalam
penelitian menggunakan teknik analisis data guna mengetahui
validitas, kelayakan, keefektifan, dan
praktikalitas model pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan
model pembelajaran daring dengan
pendampingan orang tua beserta perangkat pendukungnya yang
layak diimplementasikan untuk
mendukung kegiatan pembelajaran terutama pembelajaran daring.
Perangkat pembelajaran yang
dihasilkan adalah aplikasi android pendampingan orang tua
dalam belajar, buku model, buku panduan
guru, dan buku panduan orang tua. Melalui penelitian ini juga
telah dibuktikan bahwa produk yang
dikembangkan memberikan dampak yang positif, yaitu dapat
meningkatkan pencapaian hasil belajar
mandiri siswa secara signifikan. Dapat disimpulkan model
pembelajaran daring dengan pendampingan
orang tua yang dikembangkan dinilai layak, efektif, dan praktis
digunakan bagi siswa kelas VII SMP
Negeri di kota Kisaran.
Pembelajaran daring ini menjadi
sebuah pilihan yang tidak terelakkan
bagi institusi pendidikan. Di tengah
pandemi Covid-19, metode pembelajaran ini dapat menjadi solusi
agar
proses belajar mengajar dapat tetap
Pendahuluan berlangsung. Guru tetap bisa mengajar
dan siswa tetap bisa belajar di rumah
selama pandemi ini. Pembelajaran
daring identik dengan pemanfaatan fitur
teknologi berbasis internet, yang sangat
bergantung pada ketersediaan teknologi
informasi (Asmuni, 2020).
Metode Pada penelitian ini terdapat dua
jenis kuesionet/angket yang digunakan
yaitu pada studi pendahuluan, dan pada
uji coba penelitian. Secara spesifik
kedua jenis instrument tersebut
memiliki perbedaan dalam tujuan yang
ingin dicapai. Pada studi pendahuluan,
daftar pertanyaan yang digunakan
bertujuan untuk mengungkap fakta
pendampingan belajar yang dilakukan
orang tua siswa selama ini.
Kuesioner/angket yang digunakan pada
uji coba penelitian bertujuan untuk
memperoleh data mengenai respon
sampel terhadap desain model yang
telah diterapkan serta mendeskripsikan
hambatan yang ditemui
Penelitian ini menghasilkan model
pembelajaran dengan pendampingan
orang tua berbantuan aplikasi android
beserta perangkat pendukungnya yang
layak diimplementasikan untuk
mendukung kegiatan pembelajaran
Hasil
terutama pembelajaran daring.
Perangkat pembelajaran yang dihasilkan
adalah aplikasi android pendampingan
orang tua dalam belajar, buku model,
buku panduan guru, dan buku panduan
orang tua.
Pengaruh pandemi Covid-19
membuat kegiatan pembelajaran
berubah signifikan. Pada saat sebelum
pandemi siswa mengikuti pembelajaran
di sekolah secara teratur dari pagi
sampai siang setiap hari, kecuali hari
libur. Pembelajaran tatap muka yang
dilaksanakan di sekolah membuat siswa
Penelitian lebih disiplin waktu dalam pelaksanaan
proses pembelajaran. Selain itu juga
guru dapat lebih mudah dalam
menjalankan rencana pembelajaran
yang telah dirancang, mulai dari
persiapan sampai dengan evaluasi.
Kondisi ini jauh berbeda dengan
pembelajaran yang terjadi di masa
pandemi.
Berdasarkan pembahasan dalam
penelitian ini dapat diambil simpulan
bahwa produk model pembelajaran
yang dikembangkan menggunakan
Kesimpulan sintaks model pembelajaran SAPTA
(Schedule, Acceptance, Performance,
Transmit, Assistance) layak digunakan
pada pelajaran Matematika bagi siswa
kelas VII SMP Negeri di kota Kisaran.
Ucapan Terima
Tidak ada
Kasih

Anda mungkin juga menyukai