0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Drama Anak Yatim dan Hati Nurani

Dokumen tersebut menceritakan perdebatan antara pengurus masjid dengan dua jin tentang seorang anak yatim piatu yang kelaparan mencuri uang dari kotak amal di masjid. Kedua jin tersebut mengkritik pengurus masjid yang lebih mementingkan bangunan masjid daripada kesejahteraan umatnya.

Diunggah oleh

Mrwn qwerty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Drama Anak Yatim dan Hati Nurani

Dokumen tersebut menceritakan perdebatan antara pengurus masjid dengan dua jin tentang seorang anak yatim piatu yang kelaparan mencuri uang dari kotak amal di masjid. Kedua jin tersebut mengkritik pengurus masjid yang lebih mementingkan bangunan masjid daripada kesejahteraan umatnya.

Diunggah oleh

Mrwn qwerty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DRAMA

Di suatu desa seorang anak berjalan tertatih dengan menahan lapar…

Anak yatim : aduh.. perut lapar, gak punya uang nuat makan (sambil ngerogoh kantong)

Wah ada kotak amal tuh, pasti ada uangnya (sambil diambil uangnya)

Ya allah aku pinjam uangnya buat beli makan nanti kalaw aku

Sudah besar aku kembalikan.

Pengurus masjid : woyy.. ngapain kamu mau maling ya

Anak yatim : kagak pa ( sambil berlari )

Pengurus masjid : astagfirullah ( apaan itu ) (baca al-fatihah)

Setan1 : Amiinn

Setan2 : Amiinn

Jamaah : kenapa setan-setan terkutuk itu tidak terbakar, apa bapak salah bacanya

Jamaah : hei kalian kenapa tidak takut dengan bacaan ayat suci Al-Quran

Setan 1 : tertawa

Setan 2 : tertawa

Setan 1 : hei manusia bodoh.! Aku kan sudah bilang kamu bukan setan, kami ini mahluk JIN yang

sama seperti kalian yang dituntut untuk beribadah kepada allah SWT. (ya kan bang)

setan 2 : iya bang ( sambil ketawa )

setan 1 : tapi kami tak seperti kalian setiap hari kalian baca al-quraan tapi tak pernah berkesan

dalam hati apalagi wujud dalam perbuatan

setan 2 : betul bang bacaan daun talas hilang tanpa berkesan hehehehe

jamaah : heii… apa maksud kamu.?

Setan 1 : aku tau siapa anak kecil itu dia Cuma anak yatim yang kelaparaan

Sekarang pun dia sudah menjadi anak yatiim piatu sebab ibunya meninggal seminggu yg lalu

Setan 2 : betull-betull

Setan 1 : makam ibunya belum kering masih basah, dari bunga-bunga kalian harii ini memburunya

Dan hendak membunuhnya Hey..! dimanah hati nurani kalian

Pengurus masjid : bukan berati dia boleh mencuri kotak amal

Setan 1 : dia tidak akan mencuri kotak amal kalaw saja kalian tidak lalay dengan kelaparanya,

Kalian hanya berbangga-bangga mengumumkan khas masjid kalian itu dengan pengeras

Suara.
Setan 2 : sombong sekali

Setan 1 : kalian tidak sadar ada anak yatim yang kelaparaan disamping rumah kalian lalu kemana

Uang khas yang berjuta-juta itu

Pengurus masjid : kami kan sudah bangunkan masjid supaya masyarakat nyaman beribadah

Di dalamnya

Setan 1 : hehehh…. Memangnya ada upaya masyarakat ke masjid itu ku lihat engkau-engkau

Saja bentuk mahluk yang datang ke masjid enkau yang muadjin, engkau makmum,

Engkau juga makmumnya. Hahah…

Pengurus masjid : yang penting masjidnya besar, suatu saat banyak jamaah yg sholat disitu

( berdialog dengan teman) kamu juga din, kapan kamu mau sholat di masjid.

Jamaah : saya bukan nggak mau ke masjid, tapi saya selalu ketinggalan kalaw saya ke masjid

Kalau saya mau sholaat maghrib,, di masjid sudah sholat isya.

Kalaw saya mau sholat isya, dimasjid sudah adzan subuh

( bareng – bareng ) waduh-waduh….

Setan 2 : itu namanya sholat Cuma dalam rencana.

Setan 1 : heheheh.. manusia-manusia bodoh kalian tidak salah bangun masjid dengan megah.

Cuma saja kalian lalai membangun manusia dan umatnya.

Setan 2 : betul Denger tuh..!

Setan 1 : kalaw kalian bangun manusianya terlebih dahulu maka masjid itu akan terbangun

Dengan sendirinya, tanpa harus kalian meminta minta, tapi kalo kalian membangun

Masjidnya tanpa membangun manusianya, maka inilah yang ditakutkan oleh rasullalah

Dimana masjid-masjid itu tinggal megahnya dan bangunanya saja tapi tidak ada manusia

Dan umat yang masuk di dalamnya.

Jamaah 3 : mungkin bang Jin ini dulunya mantan ustad

Jamaah 1 : mungkin-mungkin.. tapi om Jin, tidak semua umatnya jauh masih ada kami yang rajin

Ke masjd

Setan 1 : hahahaha

Setan 2 : hahahha

Setan 1 : Cuma orang tua yang expayert, kalaw tidak ada anak-anak kecil yang mengaji di dalamnya

kalaw tidak ada suara anak muda yang mengumandangkan adzan didalam masjid itu

Alamt suram masa depan masjid itu, hemm…


Pengurus masjid : anak-anak kecil itu cuman bikin ribut saja di masjid, biarkan mereka mngaji dan

Sholat dirumah masing-masing

Setan 1 : heh..! bodoh anak kecil mana yang tidak ribut, kau tak ingat ketika kau kecil pun lebih parh

Pengurus masjid : tapi menggngu orang ibadah.

Setan 1 : mendiamkan anak-anak itu bukan dengan cara membentaknya,

Tapi dengan cara menasehatinya. Hei.. lagipula kalian lebih resah anak-anak

Didalam masjid dari pada dia diam menonton televisi dan handpon mereka

BODOH…!! HAHAHA…

Jamaah 3 : bener juga kata om jin ini

Jamaah 1 : pantas saja anak kecil takut ke masjid, ribut sedikit kau bentak.

(sambil melihat ke pengurud masjid)

Pengurus maasjid : betul juga ya. Eeehhh, tapi bagai mana dengan anak kecil pencuri tadi

Setan 1 : seterah pada kalian cuman satu pesanku, setiap jiwa yang kelaparan dan

Kehausan ada ALLAH SAT yang begitu dekat dengan mereka

Apakah kalian tidak pernah mengasah hati nurani kalian ..

Moderator : itulah kisah dari seorang pengurus masjid dan anak yatim yang kelaparan

Anda mungkin juga menyukai