MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
BAB VIII
MAYNARD OPERATION
SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa memahami proses pengukuran waktu dengan metode pengukuran
tidak langsung: Maynard Operation Sequence Technique (MOST).
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu menentukan waktu baku dengan metode pengukuran tidak
langsung: Maynard Operation Sequence Technique (MOST).
8.1 Definisi Maynard Operation Sequence Technique (MOST)
S
istem pengukuran waktu secara tidak langsung dengan metode
Maynard Operation Sequence Technique (MOST), dianggap sebagai
sistem yang paling rinci, akurat, dan dapat diterima secara luas
(Zandin, 2003). Metode MOST ditemukan oleh Kjell Zandin yang bekerja di
perusahaan H.B. Maynard and Company pada tahun 1960.
126
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
MOST adalah salah satu teknik pengukuran kerja yang disusun
berdasarkan urutan sub-sub aktivitas atau gerakan. Sub-sub aktivitas ini
pada dasarnya diperoleh dari gerakan-gerakan yang memiliki pola-pola
berulang seperti: menjangkau, memegang, bergerak dan memposisikan
objek serta pola-pola tersebut diidentifikasikan dan diatur sebagai suatu
urutan kejadian yang diikuti dengan perpindahan objek.
MOST berbeda dengan MTM yang memfokuskan analisa terhadap
suatu pekerjaan berdasarkan elemen gerakan dasar yang terlibat, MOST
lebih fokus pada pergerakan objek (the movement of object) pada saat
pekerjaan berlangsung. Konsep MOST berdasarkan pada perpindahan objek
karena pada dasarnya pekerjaan itu adalah memindahkan objek. Misalnya
mengangkat peti, menggeser panel kendali dan lain-lain kecuali berpikir.
Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisa perpindahan objek
adalah bahwa gerakan-gerakan itu sebenarnya terdiri dari sub-sub kegiatan
yang bervariasi dan saling bebas satu sama lainnya.
Konsep di atas menjadi dasar model urutan dalam MOST. Dalam
hal ini satuan kerja bukan gerakan dasar lagi, melainkan kegiatan dasar
(kumpulan dari gerakan-gerakan dasar) yang berkaitan dengan
pemindahan objek. Kegiatan-kegiatan itu diuraikan menjadi sub-sub
kegiatan yang ditetapkan dalam urutan tertentu. Dengan kata lain, dalam
pemindahan objek akan terjadi urutan baku dari kejadian-kejadian atau
gerakan-gerakan. Oleh sebab itu, pola dasar pemindahan objek digambar-
kan sebagai model urutan gerakan umum. Untuk tiap tipe gerakan bisa
terjadi urutan gerakan yang berbeda-beda. Oleh karena itu perlu dilakukan
pemisahan model urutan kegiatan dalam metode MOST.
Kelebihan yang dimiliki metode MOST antara lain, sebagai berikut:
MOST lebih cepat karena lebih sederhana, dengan membagi
aktivitas kedalam pekerjaan yang umum dan tidak terlalu detail.
Dokumentasi yang diperlukan lebih sedikit, sehingga menghemat
biaya juga.
8.2 Konsep Dasar Sistem Pengukuran Waktu Metode MOST
Secara umum konsep dasar sistem pengukuran waktu metode
MOST memiliki 2 (dua) model yakni:
Model-model urutan dasar (basic sequence model)
Model urutan penangganan peralatan
127
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
8.2.1 Model-model urutan dasar (basic sequence model)
Model ini terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu:
a. Urutan gerakan umum (the general move sequence)
Model ini dipakai bila terjadi perpindahan objek dengan bebas.
Maksudnya di bawah kendali manual, objek berpindah tanpa hambatan.
Contohnya sebuah kotak diangkat (dipindahkan) dari bawah meja ke
atas meja. Model urutan gerakan umum ini adalah : ABG ABP A
Di mana:
A : Action distance (jarak tempuh untuk melakukan tindakan).
Parameter ini meliputi semua gerakan jari, tangan dan kaki baik
dalam keadaaan membawa beban atau tidak.
B : Body motion (gerakan badan). Parameter ini berhubungan dengan
gerakan vertikal badan atau gerakan yang diperlukan untuk
mengatasi gangguan terhadap gerakan badan.
G : Gain control (pengendalian objek).Parameter ini mencakup semua
gerakan manual yang dipakai untuk mengendalikan objek.
P : Place (menempatkan). Parameter ini merupakan tahap akhir dari
kegiatan memindahkan yaitu dengan mengatur sebelum melepas-
kan kendali terhadap objek.
Untuk mengetahui besarnya index yang diberikan pada bagian ini, dapat
dilihat pada Tabel 8.1 berikut:
b. Urutan gerakan terkendali (the controlled move sequence)
Model ini menggambarkan perpindahan objek secara manual
dikendalikan oleh satu jalur. Gerakan objek dibatasi satu arah karena
kontak atau menempel dengan objek lainnya. Contoh pekerjaan dengan
gerakan terkendali adalah mendorong kotak yang cukup berat di atas
meja kerja. Model urutan gerakan ini adalah : ABG MXI A, di mana
parameter A, B, dan G sama dengan model urutan gerakan umum.
Sedangkan parameter lainnya adalah:
M : Move controlled (gerakan terkendali). Parameter ini mencakup
semua gerakan manual yang diarahkan atau gerakan dari objek
dalam jalur yang terkendali.
128
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
X : Process time (waktu proses). Parameter ini termasuk bagian
dari kerja yang terkendali karena diproses atau dimesin bukan
aktivitas manual.
I : Alignment (gerakan mengurut, mengatur, atau penyesuaian).
Parameter ini berhubungan dengan aktivitas manual yang
termasuk juga gerakan terkendali atau akhir dari waktu proses
untuk mengatur objek yang sesuai dengan keinginan.
Untuk mengetahui besarnya index yang diberikan pada bagian ini,
dapat dilihat pada Tabel 8.2 dan Tabel 8.3 berikut:
Tabel 8.1 Tabel Index Waktu untuk General Move
ABG ABP A - General Move
A
Index B G P Index
(Action
x10 (Body Motion) (Gain Control) (Placement) x10
Distance)
≤ 2 in
0 No body motion No gain control No placement 0
(5 cm)
grasp
within light object lay aside
Put
1 1
reach light object simo loose fit
light object non- loose fit blind or
simo obstructed
get
sit or stand
Place
heavy or bulky adjustments
3 1-2 steps bend and arise 3
blind or obructed light pressure
50% occ
disengage double
interlocked, collect placement
care of precision
heavy pressure
position
blind or
6 3-4 steps bend and arise 6
obstructed
intermediate
moves
sit or stand with
10 5-7 steps 10
adjustments
stand and bend
bend and sit
16 8-10 steps 16
climb on or off
through door
(Sumber: Zandin, 2003)
129
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
Tabel 8.2 Tabel Index Waktu untuk Controlled Move
ABG MXI A - Controlled Move
M C
Index I (Alignment)
(Move Controlled) (Process Time) Index x10
x10
Push/Pull/Turn Crank Seconds Minutes Hours
0 No action No action - - - No alignment
< 12 in (30 cm)
Button
1 0,5 sec 0,01 min 0,0001 hr 1 point 1
Switch
Knob
> 12 in (30 cm)
Resistance
Seat or unseat
3 1 Rev 1,5 sec 0,02 min 0,0004 hr 2 points < 4in 3
High control
2 stages <24 in
(60cm)
2 stages >24 in
6 (60cm) 2-3 Rev 2,5 sec 0,04 min 0,0007 hr 2 points > 4in 6
1-2 steps
3-4 steps
10 4-6 Rev 4,5 sec 0,07 min 0,0012 hr 10
3-5 steps
16 6-9 steps 7-11 Rev 7,0 sec 0,11 min 0,0019 hr Precision 16
(Sumber: Zandin, 2003)
Tabel 8.3 Tabel Index Waktu untuk Controlled Move (Extended Values)
M (Move Controlled) X (Process Time)
Extended Values Extended Values
Index Steps Index Second Minutes Hours
24 10-13 24 9,5 0,16 0,0027
32 14-17 32 13,0 0,21 0,0036
42 18-22 42 17,0 0,28 0,0047
54 23-28 54 21,5 0,36 0,0060
67 29-34 67 26,0 0,44 0,0068
81 31,5 0,52 0,0073
96 37,0 0,62 0,0104
Crank 113 43,5 0,72 0,0121
Extended Values 131 50,5 0,84 0,0141
Ibdex Rev 152 58,0 0,97 0,0162
24 12-16 173 66,0 1,10 0,0184
32 17-21 196 74,5 1,24 0,0207
42 22-28 220 83,5 1,39 0,0232
54 19-36 245 92,5 1,54 0,0257
270 102,0 1,68 0,0264
300 113,0 1,70 0,0314
330 124,0 2,06 0,0344
(Sumber: Zandin, 2003)
130
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
c. Urutan gerakan pemakaian peralatan (the tool use sequence)
Model ini dipakai bagi gerakan yang memakai bantuan alat seperti:
tang, kunci inggris, kunci pas, obeng, dan lain-lain. Model urutan ini
adalah: ABG / ABP / . . . / ABG / A. Ruang kosong pada model di atas
merupakan tempat untuk mengisi parameter-parameter berikut:
C : Cut (memotong). Parameter ini menggambarkan kegiatan
memotong atau membuang bagian dari suatu objek dengan
menggunakan bagian yang tajam dari perkakas tangan.
S : Surface treat (perlakuan pada permukaan, misalnya
membuang material yang tidak dikehendaki dari permukaa
objek).
M : Measure (mengukur). Parameter ini berhubungan dengan
kegiatan untuk menentukan karakteristik fisik tertentu dari
suatu objek dan membandingkannya dengan alat ukur standar.
R : Record (mencatat). Parameter ini mencakup kegiatan manual
dengan pensil, pena atau kapur atau alat tulis lainnya dengan
maksud mencatat informasi.
T : Think (berpikir). Parameter ini berhubungan dengan kegiatan
mata dan aktivitas mental untuk mendapatkan informasi
(membaca) atau memeriksa suatu objek.
Untuk mengetahui besarnya index yang diberikan pada bagian ini,
dapat dilihat pada Tabel 8.4 berikut:
Tabel 8.4 Tabel Index Waktu untuk Jenis Aktivitas Tool Use (Fasten & Loosen)
ABG ABP * ABP A - Tool Use
F (Fasten) or L (Loosen)
Finger
Wrist Action Arm Action Power Tool
Act.
Screw
Index Spins Turns Strokes Cranks Taps Turns Strokes Cranks Strikes Index
Diam
x10 x10
hand,
finger wrench wrench
screwdriver, hand, ratchet T- wrench power
screwdrive wrench ratchet wrench ratchet hammer
ratchet, hammer 2-hands wrench
r
t-wrench
1 1 - - - 1 - - - - - - 1
3 2 1 1 1 3 1 - 1 - 1 ¼ in 3
6 3 3 2 3 6 2 1 - 1 3 1 in 6
10 8 5 3 5 10 4 - 2 2 5 10
16 16 9 5 8 16 6 3 3 3 8 16
24 25 13 8 11 23 9 6 4 5 12 24
32 35 17 10 15 30 12 8 6 6 16 32
42 47 23 13 20 39 15 11 8 8 21 42
54 61 29 17 25 50 20 15 10 11 27 54
131
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
Finger Driver Screwdriver Ratchet
Pliers T-Wrench Wrench
Hammer Adjustable Wrench Power Wrench
Gambar 8.1 Beberapa Peralatan untuk Mengencangkan atau Mengendurkan
Tabel 8.5 Tabel Index Waktu untuk Sub Aktivitas Tool Placement
P (Tool Placement) Alignment of Machining Tools
Tool Index Index Align to
Hammer 0 (1) 3 Workpiece
Finger or Hand 1 (3) (6) 6 Scale mark
Pliers 1 (3) 10 Indicator Dial
Scissors 1 (3)
Knife 1 (3) Alignment of Non Typical Object (Flat,
Surface treating tool 1 Large, Flimsy)
Measuring tool 1 Index Positioning Method
Writing tool 1 0 Againt stop
Screwdriver 3 3 1 Adjustment to stop
Ratchet 3 2 Adjustment to stop
6
T-wrench 3 1 Adjustment to 2 stop
Wrench 3 3 Adjustment to stop
Power tool 3 10
2-3 Adjustment to linkmark
Adjustable wrench 6 (3)
(Sumber: Zandin, 2003)
132
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
Tabel 8.6 Tabel Index Waktu untuk Jenis Aktivitas Tool Use
8.2.2 Model urutan penanganan material
Model ini terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu:
a. Pemindahan dengan crane manual (the manual crane sequence)
Model ini dipakai jika ada aktivitas pemindahan barang dengan
menggunakan crane secara manual. Urutan aktivitas model ini adalah:
ATK FVL VPT A, dimana:
A : Jarak yang ditempuh operator
T : Memindahkan crane dalam keadaan kosong
K : Menyambung atau melepas sambungan
F : Pembebasan objek
V : Gerakan vertikal, menaikan atau menurunkan objek
L : Gerakan dalam keadaan berbeban
P : Menempatkan objek pada lokasi tertentu
b. Pemindahan dengan crane listrik diesel (the powered crane sequence)
Model ini berhubungan dengan perpindahan objek dengan bantuan
crane listrik atau diesel. Urutan model ini adalah : ATK TPT A, dimana:
A : Jarak yang ditempuh operator ke atau dari panel kendali crane
T : Perpindahan crane dengan atau tanpa beban.
K : Menghubungkan dan melepaskan hubungan antara objek dengan
crane
133
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
P : Menempatkan objek pada lokasi tertentu.
Pada model ini, setelah diberi nilai indeks, indeks tersebut dijumlahkan
dan dikalikan dengan 100 untuk dikonversikan ke TMU. Ini juga berlaku
untuk model pemindahan dengan truk.
c. Pemindahan dengan truk (the truck sequence)
Model ini menitikberatkan pada pemindahan material secara horizontal
dari satu lokasi ke lokasi yang lain dengan menggunakan peralatan
yang beroda. Peralatan yang beroda dapat dibagi 2 (dua) yakni truk
yang dikendarai dan yang didorong.
Model urutan ini adalah: AST LTL T A, dimana:
A : Jarak yang ditempuh operator ke atau dari truk
S : Aktivitas untuk menyiapkan truk untuk siap bergerak ditambah
aktivitas parkir setelah mengakhiri pemindahan bahan.
T : Pergerakan truk dengan atau tanpa beban
L : Pengambilan material pada lokasi awal atau penempatan material
pada lokasi akhir dengan mengunakan fork atau alat pengangkut
lainnya.
Waktu yang diperoleh dari pengukuran memakai metode MOST
adalah waktu normal. Untuk mencari waktu baku, waktu normal yang
diperoleh diberi kelonggaran. Kelonggaran yang diberikan adalah untuk
kebutuhan pribadi, menghilangkan kelelahan (fatique), dan hambatan yang
tidak terhindarkan.
8.3 Latihan Soal
1. Jelaskan perbedaan pengukuran waktu kerja metode WF, MTM,
dan MOST?
2. Jelaskan penggunaan General Move Sequence, Controlled Move,
Sequence, Tool Use Sequence! Berikan contohnya!
3. Analisis dengan menggunakan MOST. Seorang operator
mengambil objek yang berada diatas meja dalam jarak jangkauan
tangan, dan menempatkan objek tersebut pada kotak dengan hati-
hati (get object and position into box carefully). Tentukan urutan
gerakan, index masing-masing parameter sub aktivitas dan waktu
untuk melaksanakan aktivitas tersebut!
4. Perhatikan gambar bagian mesin bubut dibawah ini. Seorang
pekerja memegang suatu roda tangan mesin yang berada dalam
134
MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST)
jarak jangauan dan memutar roda tangan tersebut sebanyak 6
(enam) kali untuk memposisikan pahat pada benda kerja
(workpiece). Tentukan model urutan gerakan terkendali pada
aktivitas ini, index masing-masing parameter sub aktivitas dan
waktu untuk melaksanakan aktivitas tersebut, dengan metode
MOST.
5. Seorang pekerja mengambil obeng (screwdriver) di atas meja
dalam jangkauan tangan, dan dipakai untuk mengencangkan
sekrup dengan 3 (tiga) kali putaran yang melibatkan pergelangan
tangan. Tentukan model urutan gerakan, index masing-masing
parameter sub aktivitas, dan waktu untuk melaksanakan aktivitas
tersebut!
6. Seorang pekerja mengambil meteran (steel tape) yang berada
dalam kotak perkakas berjarak 5 langkah dari posisinya sekarang.
Untuk mengambil meteran, pekerja harus membungkuk karena
kotak perkakas berada di lantai. Kemudian, pekerja mengukur
benda kerja, dan setelah selesai digunakan meteran tersebut
diletakkan diatas meja kerja. Tentukan model urutan gerakan,
index masing-masing parameter sub aktivitas, dan waktu untuk
melaksanakan aktivitas tersebut!
135