KEPATUHAN KEBERSIHAN TANGAN
KAMUS INDIKATOR
Judul Indikator Kepatuhan Kebersihan Tangan
Dasar Pemikiran 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017
Tentang Pedoman PPI di Fasyankes
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017
tentang Keselamatan Pasien
Dimensi mutu Keselamatan
Tujuan Terwujudnya layanan kesehatan yang berorientasi pada
standar keselamatan dengan cara mengurangi risiko infeksi
yang mungkin ditularkan diantara pasien, petugas, keluarga,
dan pengunjung rumah sakit
Definisi Operasional 1. Kebersihan tangan dilakukan dengan mencuci tangan
menggunakan sabun dan air mengalir bila tangan tampak
kotor atau terkena cairan tubuh, atau menggunakan
alkohol (alcohol-based handrubs) dengan kandungan
alkohol 60-80% bila tangan tidak tampak kotor.
2. Kebersihan tangan yang dilakukan dengan benar adalah
kebersihan tangan sesuai indikasi dan langkah
kebersihan tangan sesuai rekomendasi WHO.
3. Indikasi adalah alasan mengapa kebersihan tangan
dilakukan pada saat tertentu sebagai upaya untuk
menghentikan penularan mikroba selama perawatan.
4. Lima indikasi (five moment) kebersihan tangan terdiri
dari:
a. Sebelum kontak dengan pasien yaitu sebelum
menyentuh tubuh/permukaan tubuh pasien atau
pakaian pasien, sebelum menangani obat-obatan dan
sebelum menyiapkan makanan pasien.
b. Sesudah kontak dengan pasien yaitu setelah
menyentuh tubuh/permukaan tubuh pasien.
c. Sebelum melakukan prosedur aseptik adalah
kebersihan tangan yang dilakukan sebelum
melakukan tindakan steril atau aseptik, contoh:
pemasangan intra vena kateter (infus), perawatan
luka, pemasangan kateter urin, suctioning,
pemberian suntikan dan lain-lain.
d. Setelah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien
seperti muntah, darah, nanah, urin, feces, produksi
drain, setelah melepas sarung tangan steril dan
setelah melepas APD.
e. Setelah bersentuhan dengan lingkungan pasien
adalah melakukan kebersihan tangan setelah tangan
petugas menyentuh permukaan, sarana prasarana,
dan alat kesehatan yang ada di lingkungan pasien,
meliputi: menyentuh tempat tidur pasien, linen yang
terpasang di tempat tidur, alat-alat di sekitar pasien
atau peralatan lain yang digunakan pasien.
5. Peluang adalah periode di antara indikasi di mana tangan
terpapar kuman setelah menyentuh permukaan
(lingkungan atau pasien) atau tangan menyentuh zat yang
terdapat pada permukaan.
6. Tindakan kebersihan tangan yang dilakukan adalah
kebersihan tangan yang dilakukan sesuai peluang yang
diindikasikan.
7. Pemberi pelayanan terdiri dari tenaga medis dan tenaga
kesehatan.
8. Penilaian kepatuhan kebersihan tangan adalah penilaian
kepatuhan pemberi pelayanan yang melakukan
kebersihan tangan dengan benar.
9. Observer adalah orang yang melakukan observasi atau
penilaian kepatuhan dengan metode dan tool yang telah
ditentukan.
10. Periode observasi adalah kurun waktu yang digunakan
untuk mendapatkan minimal 200 peluang kebersihan
tangan di unit sesuai dengan waktu yang ditentukan
untuk melakukan observasi dalam satu bulan.
11. Sesi adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan
observasi maksimal 20 menit (rerata 10 menit).
12. Jumlah pemberi pelayanan yang diobservasi adalah
jumlah pemberi pelayanan yang diobservasi dalam satu
periode observasi.
13. Jumlah pemberi pelayanan yang diobservasi pada waktu
observasi tidak boleh lebih dari 3 orang agar dapat
mencatat semua indikasi kegiatan yang dilakukan.
Jenis Indikator Proses
Satuan pengukuran Persentase
Numerator Jumlah tindakan kebersihan tangan yang dilakukan dengan
benar selama satu bulan
Denumerator Jumlah total peluang kebersihan tangan yang seharusnya
dilakukan dalam periode observasi
Target Pencapaian ≥ 85%
Kriteria : Inklusi : Seluruh peluang yang dimiliki oleh pemberi pelayanan
terindikasi harus melakukan kebersihan tangan
Ekslusi : -
Formula Numerator X 100 %
Denumerator
Metodologi pengumpulan Observasi
data
Sumber Data Hasil observasi
Instrumen Pengambilan Formulir Kepatuhan Kebersihan Tangan
Data
Besar Sampel Minimal 200 Peluang
Cara Pengambilan Sampel Non probability Sampling – Consecutive sampling
Periode Pengumpulan Data Bulanan
Penyajian Data Tabel
Run chart
Periode Analisis dan Bulanan, Triwulanan, Tahunan
Pelaporan Data
Penanggung Jawab Komite PPI
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI
KAMUS INDIKATOR
Judul Indikator Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri
Dasar Pemikiran 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017
Tentang Pedoman PPI di Fasyankes
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017
tentang Keselamatan Pasien
3. Keputusan Menteri Kesehatan mengenai penanggulangan
penyakit yang dapat menimbulkan wabah atau kedaruratan
kesehatan masyarakat.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2016
Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Dimensi mutu Keselamatan
Tujuan 1. Mengukur kepatuhan petugas Rumah Sakit dalam
menggunakan APD
2. Menjamin keselamatan petugas dan pengguna layanan
dengan cara mengurangi risiko
Definisi Operasional 1. Alat pelindung diri (APD) adalah perangkat alat yang
dirancang sebagai penghalang terhadap penetrasi zat,
partikel padat, cair, atau udara untuk melindungi
pemakainya dari cedera atau transmisi infeksi atau
penyakit.
2. Kepatuhan penggunaan APD adalah kepatuhan petugas
dalam menggunakan APD dengan tepat sesuai dengan
indikasi ketika melakukan tindakan yang memungkinkan
tubuh atau membran mukosa terkena atau terpercik darah
atau cairan tubuh atau cairan infeksius lainnya
berdasarkan jenis risiko transmisi (kontak, droplet dan
airborne).
3. Penilaian kepatuhan penggunaan APD adalah penilaian
terhadap petugas dalam menggunakan APD sesuai
indikasi dengan tepat saat memberikan pelayanan
kesehatan pada periode observasi.
4. Petugas adalah seluruh tenaga yang terindikasi
menggunakan APD, contoh dokter, dokter gigi, bidan,
perawat, petugas laboratorium.
5. Observer adalah orang yang melakukan observasi atau
penilaian kepatuhan dengan metode dan tool yang telah
ditentukan.
6. Periode observasi adalah waktu yang ditentukan sebagai
periode yang ditetapkan dalam proses observasi penilaian
kepatuhan
Jenis Indikator Proses dan Outcome
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator Jumlah petugas yang patuh menggunakan APD sesuai
indikasi dalam periode observasi
Denumerator Jumlah seluruh petugas yang terindikasi menggunakan APD
dalam periode observasi
Target Pencapaian 100 %
Kriteria Inklusi : Semua petugas yang terindikasi harus
menggunakan APD
Ekslusi : -
Formula Numerator X 100 %
Denumerator
Metodologi pengumpulan data Observasi
Sumber Data Hasil observasi
Instrumen pengambilan Data Formulir Observasi Kepatuhan Penggunaan APD
Besar Sampel 1. Total sampel (apabila jumlah populasi ≤ 30)
2. Rumus Slovin (apabila jumlah populasi > 30)
Cara Pengambilan Sampel Non Probability Sampling – Consecutive Sampling
Periode Pengumpulan Data Bulanan
Penyajian Data Tabel
Run chart
Periode Analisis dan Pelaporan Bulanan, Triwulanan, Tahunan
Data
Penanggung Jawab Komite PPI RS
KEJADIAN INFEKSI PASCA OPERASI
KAMUS INDIKATOR
Judul Indikator Kejadian infeksi pasca operasi
Dasar Pemikiran PMK No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit
Dimensi mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya pelaksanaan operasi dan perawatan pasca
operasi yang bersih sesuai standar
Definisi Operasional Infeksi pasca operasi adalah adanya infeksi nosokomial pada
semua kategori luka sayatan operasi bersih yang
dilaksanakan di rumah sakit yang ditandai oleh rasa panas
(kalor), kemerahan (color), pengerasan (tumor) dan
keluarnya nanah (pus) dalam waktu lebih dari 3 x 24 jam
Jenis Indikator Outcome
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator Jumlah pasien yang mengalami infeksi pasca operasi dalam
satu bulan
Denumerator Jumlah seluruh pasien yang mendapat pelayanan operasi
dalam satu bulan
Target Pencapaian ≤ 1,5 %
Kriteria Inklusi : pasien yang mengalami infeksi pasca operasi dalam
waktu lebih dari 3 x 24 jam
Ekslusi : -
Formula Jumlah pasien yang mengalami infeksi pasca operasi dalam
satu bulan X 100 %
Jumlah seluruh pasien yang mendapat pelayanan operasi dalam
satu bulan
Metodologi pengumpulan data Survey
Sumber Data Hasil survey
Instrumen pengambilan Data Formulir Kejadian Infeksi Pasca Operasi
Besar Sampel Total sampel
Cara Pengambilan Sampel Probability Sampling –Total Sampling
Periode Pengumpulan Data Bulanan
Penyajian Data Tabel
Run chart
Periode Analisis dan Pelaporan Bulanan, Triwulanan, Tahunan
Data
Penanggung Jawab Komite PPI RS
KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL
KAMUS INDIKATOR
Judul Indikator Kejadian infeksi nosokomial
Dasar Pemikiran PMK No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit
Dimensi mutu Keselamatan
Tujuan Mengetahui hasil pengendalian infeksi nosokomial rumah
sakit
Definisi Operasional Infeksi nosokomial adalah infeksi yang dialamioleh pasien
yang diperoleh selama dirawat di rumah sakit yang meliputi
dekubitus, phlebitis, sepsis, dan infeksi luka operasi
Jenis Indikator Outcome
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator Jumlah pasien rawat inap yang terkena infeksi nosokomial
dalam satu bulan
Denumerator Jumlah pasien rawat inap dalam satu bulan
Target Pencapaian ≤ 1,5 %
Kriteria Inklusi : pasien yang mengalami infeksi pasca operasi dalam
waktu lebih dari 3 x 24 jam
Ekslusi : -
Formula Jumlah pasien rawat inap yang terkena infeksi nosokomial
dalam satu bulan X 100 %
Jumlah pasien rawat inap dalam satu bulan
Metodologi pengumpulan data Survey
Sumber Data Hasil survey
Instrumen pengambilan Data Formulir Kejadian Infeksi Nosokomial
Besar Sampel Total sampel
Cara Pengambilan Sampel Probability Sampling –Total Sampling
Periode Pengumpulan Data Bulanan
Penyajian Data Tabel
Run chart
Periode Analisis dan Pelaporan Bulanan, Triwulanan, Tahunan
Data
Penanggung Jawab Komite PPI RS
TERSEDIANYA ANGGOTA TIM PPI YANG TERLATIH
KAMUS INDIKATOR
Judul Indikator Tersedianya anggota Tim PPI yang terlatih
Dasar Pemikiran PMK No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit
Dimensi mutu Kompetensi Teknis
Tujuan Tersedianya anggota Tim PPI yang kompeten untuk
melaksanakan tugas-tugas Tim PPI
Definisi Operasional Tim PPI yang kompeten adalah anggota Tim PPI yang telah
mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar dan lanjut PPI
Jenis Indikator Struktur
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator Jumlah anggota tim PPI yang sudah terlatih
Denumerator Jumlah anggota Tim PPI
Target Pencapaian 75 %
Kriteria Inklusi: anggota tim PPI yang sudah terlatih
Ekslusi : -
Formula Jumlah anggota tim PPI yang sudah terlatih X 100 %
Jumlah anggota Tim PPI
Metodologi pengumpulan data Retrosfektif
Sumber Data Kepegawaian
Instrumen pengambilan Data Formulir Kompetensi Tim PPI
Besar Sampel Total sampel
Cara Pengambilan Sampel Probability Sampling –Total Sampling
Periode Pengumpulan Data Bulanan
Penyajian Data Tabel
Run chart
Periode Analisis dan Pelaporan Bulanan, Triwulanan, Tahunan
Data
Penanggung Jawab Komite PPI RS
KOORDINASI APD
KAMUS INDIKATOR
Judul Indikator Tersedianya APD (Alat Pelindung Diri)
Dasar Pemikiran PMK No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit
Dimensi mutu Keamanan
Tujuan Tersedianya APD di setiap instalasi RS
Definisi Operasional APD adalah alat terstandar yang berguna untuk melindungi
tubuh, tenaga kesehatan, pasien atau pengunjung dari
penularan penyakit di RS seperti masker, sarung tangan
karet, penutup kepala, sepatu boots dan gaun
Jenis Indikator Proses dan Outcome
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator Jumlah instalasi yang menyediakan APD
Denumerator Jumlah instalasi di rumah sakit
Target Pencapaian 75 %
Kriteria Inklusi: seluruh instalasi di RS
Ekslusi : -
Formula Jumlah instalasi yang menyediakan APD X 100 %
Jumlah instalasi di rumah sakit
Metodologi pengumpulan data Observasi
Sumber Data Hasil Observasi
Instrumen pengambilan Data Formulir Ketersediaan APD
Besar Sampel Total sampel
Cara Pengambilan Sampel Probability Sampling –Total Sampling
Periode Pengumpulan Data Bulanan
Penyajian Data Tabel
Run chart
Periode Analisis dan Pelaporan Bulanan, Triwulanan, Tahunan
Data
Penanggung Jawab Komite PPI RS
KEGIATAN PENCATATAN DAN PELAPORAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUMAH SAKIT
KAMUS INDIKATOR
Judul Indikator Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi
nosokomial di rumah sakit
Dasar Pemikiran PMK No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit
Dimensi mutu Keamanan
Tujuan Tersedianya data pencatatan dan pelaporan infeksi di RS
Definisi Operasional Kegiatan pengamatan faktor resiko infeksi nosokomial,
pengumpulan data (cek list) pada instalasi yang tersedia di
RS, minimal 1 parameter (ILO, ILI, VAP, ISK)
Jenis Indikator Proses dan Outcome
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator Jumlah instalasi yang melakukan pencatatan dan pelaporan
Denumerator Jumlah instalasi di rumah sakit
Target Pencapaian 75 %
Kriteria Inklusi: seluruh instalasi di RS
Ekslusi : Instalasi yang tidak merawat pasien
Formula Jumlah instalasi yang melakukan pencatatan dan pelaporan
X 100 %
Jumlah instalasi di RS
Metodologi pengumpulan data Observasi
Sumber Data Hasil Observasi
Instrumen pengambilan Data Formulir Pencatatan dan Pelaporan Infeksi Nosokomial
Besar Sampel Total sampel
Cara Pengambilan Sampel Probability Sampling –Total Sampling
Periode Pengumpulan Data Bulanan
Penyajian Data Tabel
Run chart
Periode Analisis dan Pelaporan Bulanan, Triwulanan, Tahunan
Data
Penanggung Jawab Komite PPI RS