0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan12 halaman

Pembelajaran Pengantar Studi Islam

Teks tersebut membahas tentang mata kuliah Pengantar Studi Islam yang diikuti oleh Putri Widiasari pada semester satu jurusan PBS. Mata kuliah tersebut diampu oleh Dosen Nurul Hidayati dan membahas tentang pengertian dan tujuan dari Studi Islam."

Diunggah oleh

Lala Olivia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan12 halaman

Pembelajaran Pengantar Studi Islam

Teks tersebut membahas tentang mata kuliah Pengantar Studi Islam yang diikuti oleh Putri Widiasari pada semester satu jurusan PBS. Mata kuliah tersebut diampu oleh Dosen Nurul Hidayati dan membahas tentang pengertian dan tujuan dari Studi Islam."

Diunggah oleh

Lala Olivia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Putri Widiasari

Hari/Tgl: Kamis, 23 September 2021


Semester: 1 (satu)
Jurusan: PBS
Mata kuliah: Pengantar Studi Islam
Dosen pengampu: Nurul Hidayati [Link]

UJIAN AKHIR SEMESTER


JAWABAN
1. Yang saya pahami setelah belajar Pengantar Studi Islam yaitu, sebagaiman
ayang kita ketahui bahwa Pengantar Studi Islam adalah sebuah mata kuliah atau
prawacana yang mana dalam melaksanakan proses pembelajarannya adalah
dengan melakukan kajian secara sistematis dan juga terpadu dalam rangka
mengetahui, memahami, dan menganalisis hal-hal yang berkaitan dengan agama
islam secara mendalam, pokok-pokok ajaran agama islam, sejarah islam,
maupun realitas pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari.

2.1 Baiklah dari awal pembelajaran mata kuliah saya tentang PSI, persoalan-
persoalan yang dibahas disana menurutku lebih menitik tekankan membahasnya
tentang Aqidah dan juga tentang macam-macam aliran dalam agama islam serta
pemikiran-pemikiran dari para penganutnya masing-masing. Kemudian setelah
menjalani perkuliahan selanjutnya sampai sekarang ini, ternyata dalam mata
kuliah ini juga membahas tentang islam itu sendiri secara mendalam, seperti
membahas sumber ajaran islam, tentang islam sebagai sumber ajaran dan juga
kedudukannya sebagai sasaran studi, islam kontemporer, islamisasi ilmu
pengetahuan, dan masih banyak ilmu-ilmu yang didapatkan dari mata kuliah ini
tentang islam.
2.2 Tujuan dari pembelajaran PSI itu sendiri ialah membentuk pemahaman islam
secara Holistik, islam Universal, dan Islam inklusif. Islam Holistik sendiri ialah
islam yang mengedepankan sebuah ahal pada yang bijak dan juga suci, dalam
istilah lain yaitu islam Komperehensif, seperti kita dapat terbuka dan juga dapat
melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Selanjutnya Islam Universal
adalah konsep beragama yang bersifat Universal dalam konteks ke-Indonesiaan
yang khas, yang menampakkan wajah dinamis agama dalam konsep akulturasi
agama dan juga peradaban antara jazirah Arab sebagai basis wilayah dimana
agama islam tersebut diturunkan dan negara Indonesia yang menjadi wilayah
subjek dinamisasi agama islam. Dan sedangkan islam Inklusif yaitu sebuah
pandangan yang mana mengajarkan tentang sikap terbuka dalam beragama,
terkhusus dalam menjalani hubungan dengan selain agama Islam (agama diluar
islam, seperti Kristen, Hindu, Budha, Kong Hu Chu). Sikap yang terbuka
tersebut akan nampak pada aktivitas sosial yang bersifat sehat dan juga
harmonis. Konsep Islam inklusif ini berupaya dalam meminimalisir tindakan
anarkisme antar umat beragama, seperti yang sering kita lihat di media cetak
tentang aksi pembakaran atau bahkan pengeboman tempat ibadah yang
dilakukan oleh agama yang lain terhadap suatu agama, hal tersebut terjadi
dikarenakan kurangnya sosialisai atau komunikasi antar penganut agama
tersebut.
PEMBAHASAN PENGANTAR STUDI ISLAM SEBAGAI SALAH SATU
MATA PERKULIAHAN MAHASISWA

Oleh: Putri Widiasari

ABSTRAK: Pengantar Studi Islam merupakan salah satu mata kuliah dasar
dalam perguruan tinggi islam, mata kuliah ini sebagai pengantar sarana untuk
mengetahui seluk beluk agama islam secara mendalam. Didalam mata kuliah ini
membahas tentang dasar-dasar ajaran agama islam dan juga cara atau pola
pemahaman mengenai ajaran agama islam yang berkembang di kalangan umat
islam. Dengan mempelajari mata kuliah in,i dapat membuka wawasan para
mahasiswa dalam mengenal lebih dalam lagi ajaran agama islam, dengan
demikian akan semakin tumbuh rasa kepercayaannya terhadap agama yang
anutnya yang mana telah di bawa oleh Rasulullah SAW. Didalam mata kulih
Pegantar Studi Islam, hal-hal yang dibahas lebih condong mengenai agama
islam itu sendiri.
Kata Kunci: Studi Islam, perkembangan studi islam, metodologi studi islam,
pendekatan studi islam, manusia dan kebutuhan beragama, islam normatif dan
historis, memahami sumber ajaran agama islam, islam sebagai sasaran studi, dan
hakikat studi islam.

PENDAHULUAN
Mempelajari mata kuliah Pengantar Studi Islam sangtlah penting bagi
para mahasiswa/mahasiswi dalam penekanan dan sangat diperlukan ialah
muatan mahasiswa yang bekecenderungan pada “pendidikan agama” dan bukan
“pengajaran agama”. Seperti yang kita lihat sekarang ini, yang berlaku pada
umumnya dalam kebanyakan institut pendidikan, baik itu umum maupun agama,
islam diajarkan sebagi pengajaran agama bukan sebagai suatu pendidikan
agama. Penganjar agama itu sendiri adalah pengenai pengetahuan keagamaan
kepada mahasiswa. Mata kuliah PSI lebih identik dengan mata kuliah
pengenalan beragam metodologi ilmu umum untuk menyoroti ilmu-ilmu agama
dalam sistem pendidikan di perguruan tinggi islam.
Studi Islam
Studi Islam secara etimologi merupakan terjemahan dari bahasa Arab
yaitu: Dirosah Islamiah. Sedangkan kalau kita melihat di dunia dunia Barat
dikenal dengan istilah Islamic Studies. Maka studi islam secara bahasa adalah
suatu kajian mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan agama islam. Dalam
studi islam merupakan usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan juga
memahami tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan agama islam, baik hal
yang berkaitan dengan ajaran dari agama islam itu sendir, sejarah maupun
praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari
sepanjang sejarahnya (Anwar, 2009).
Adapun mengenai arah dan tujuan dari atudi islam itu sendiri adalah
sebagai berikut: 1). Untuk mempelajari secara mendalam tentang apa sebenarnya

(hakikat) agama Islam itu, dan bagaimana posisi serta hubungannya


dengan agama-agama lain dalam kehidupan budaya manusia, 2). Untuk
mempelajari secara mendalam pokok-pokok isi ajaran agama Islam
yang asli, dan bagaimana penjabaran serta operasionalisasinya dalam
pertumbuhan dan perkembangan budaya dan peradaban Islam sepanjang
sejarahnya, 3). Untuk mempelajari secara mendalam sumber dasar ajaran agama
islam yang tetap abadi, dinamis, dan bagaimana aktualisasinya sepanjang
sejarahnya, 4). Untuk mempelajari secara mendalam prinsip-prinsip dan nilai-
nilai dasar ajaran agama Islam, dan bagaimana realisasinya dalam membimbing
dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan budaya dan peradaban
manusia pada zaman modern ini.
Perkembangan Studi Islam di Barat dan di Indonesia
Banyak sekali para ilmuan dari negara-negara non- muslim yang
menandakan penelitian atau pengkajian tentang agama islam. Negara- negara
yang melakukan kajian tersebut diantaranya yaitu: India, Amerika, London, dan
juga Kanada. Kajian-kajian yang dilakukan oleh masing-masing negara tersseut
tentunya berbeda-beda, ada yang mengkaji agama islam sebagai doktrin,
kemudian ada juga yang mengkaji agama islam dari segi kebahasaan dan
kebudayaannya, yang paling banyak ialah yang mengakaji agama islam dari sisi
sejarah dan sosiologinya.
Tahapan-tahapan yang dilakukan oleh barat mengenai kajian dari aspek
sejarah yaitu diantaranya:1. Tahap teologis, yaitu, islam merupakan agama yang
sangat cepat perkembangannya sehingga sangat menarik perhatian dari pemeluk
agama lain, termasuk agama Kristen yang lebih dulu ada sebelum agama Islam.
2. Tahap politik yaitu, pada tahap ini studi Islam dilakukan dengan serius dan
dengan tujuan misionaris. 3. Tahap saintifik, tahap ini dimulai pada abad ke-19.
Ketika itu kekuasaan Islam menurun secara drastis. Hampir seluruh kekuasaan
bani Utsmaniyyah berada dalam control kolonialisme, bangsa-bangsa barat.
Pada masa tersebut Studi Islam dikaji dalam masalah-masalah ketimuran
(oriental studies).
Sedangkan mengenai perkembangan islam di Indonesia bermula dari
sistem pembelajaran yang dilakukan di langgar-langgar, surau, atau juga
dirumah guru. Dan kemudian setelah itu berkembang menjadi mata pelajaran
yang mana terdapat di sekolah-sekolah formal sebelum kemerdekaan, hal
tersebut pertama kali dipelopori oleh Abdullah Mukti Ali.
Metodologi Studi Islam
Metodologi sendiri merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk
memperoleh suatu kebenaran, dan yang mana dilakukan dengan mengkaji realita
yang ada. Menghadapi perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, umat
islam saat ini berada dalam posisi problematik, masyarakat semakin mudah
menerima berita-berita hoax yang beredar di media sosial, terlebih-lebih remaja
melenial yang akrap dengan jejaring sosial, hal tersebut disebabkan karena
masyarakat saat ini telah dimanjakan oleh kecanggihan teknologi yang mudah
dan praktis itu. Mengatasi permasalahan tersebut, ilmu metodologi sangat
berperan dalam menyaring segala informasi-inforasi yang beredar yang belum
tentu kebenarannya di media sosial. Sebagai generasi milenial sangat disarankan
untuk memahami metodologi studi islam denan benar guna diharapkan menjadi
generasi milenial yang beradab dengan mengedepankan Al-qurkan dan juga
hadis sebagai pegangan hidup sekaligus menjadi landasan pemikirannya.
Pendekatan Teologis, Antropologi, sosiologi, dan filosof Dalam Studi Islam
kata teoslogis sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu teologiayang
terdiri dri kata theos yang berarti tuhan atau dewa, dan logos yang berarti ilmu.
Sehingga teologi bisa diartikan sebagai pengetahuan mengenai ketuhanan.
Sedangkan pendekatan teologis adalah suatu pendekatan yang normatif dan
subjective terhadap agama. Pada dasarnya pendekatan ini dilakukan dari dan
oleh agama lain dalam usaha menyelidiki agama yang lainnya
Kemudian pendekatan Antropologis dalam islam sangat dibutuhkan
dalam memahami ajaran agama, dikarenakan dalam ajaran agama islam terdapat
uraian teori dan juga informasi yang dapat dijelaskan lewat bantuan ilmu
antropologi dengan cabang-cabangnya (Nata, 1998).
Pendekatan Sosiologi dalam studi islam juga sangat penting,
sebagaimana kita ketahui, ilmu sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
kehidupan kebersamaan dalam masyarakat seta menyelidiki ikatan-ikatan
manusia yang menguasai hidupnya.
Selanjutnya pengantar filosofi dalam studi islam, fisafat yang umumnya
digunakan adalah pendapat yang dikemukakan Sidi Gazalba. Menurutnya
filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam
rangka mencari kebenaran, inti, hikmah, atau hakikat mengenai segala sesuatu
yang ada.
Manusia dan Kebutuhan Beragama
Agama merupakan sebuah jalan yang diambil secara alternatif oleh
seseorang sebagai jalan keselamatan dalam hidupnya. Dengan meyakini akan
adanya kekuatan yang maha tinggi, dan mengantur jalannya kehidupan manusia.
Dikarenakan suatu yang ada pasti ada yang menciptakannya, dan sesuatu yang
menciptakan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari sesuatu yang dia
ciptakan. Untuk itu, beragama haruslah dilakukan dengan keimanan yang
sungguh-sungguh kepada tuhan.
Agama islam, hakekatnya, adalah sistem keyakinan dan prinsip-prinsip
hukum serta petunjuk perilaku manusia, yang didasarkan pada Al-qur'an, dan
hadist dan ijtihad ulama. Agama islam itu berfungsi sebagai jalan untuk
menggapai kemaslahatan, ketenangan kedamaian serta keselamatan, baik di
dunia maupun diakhirat.
Islam Normatif dan Historis
Kata normatif berasal dari bahasa inggris norm yang berarti norma,
ajaran, acuan, ketentuan tentang masalah yang baik dan buruk, yang boleh
dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Islam normatif yaitu, islam yang
benar, sejati, yang ideal yang dikehendaki oleh Allah SWT. Yang dikatakan
islam yang benar itu, yaitu islam yang terdapat pada Al-Qur’an dan juga hadits.
Hadits juga termasuk dikatakan sebagai kategori normatif karena hadits
bersumber dari Rasulullah, dan yang bersumber dari Rasulullah tersebut
merupakan suatu kebenaran dan menjadi pegangan bagi semua umatnya.
Sesuatu yang bersumber dari Rasulullah baik itu yang berupa perkataan,
perbuatan, dan juga yang ditentukan oleh Rasulullah dijamin kebenarannya olah
Allah SWT.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, historis yaitu berkenaan
dengan sejarah, bertalian atau ada hubunganya dengan masa lampau. Sehingga
islam historis ialah islam yang di pahami dan islam yang dipraktekkan oleh
kaum muslim diseluruh penjuru dunia, mulai dari nabi Muhammad hingga
sekarang ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa islam historis adalah Islam
yang bersejarah atau islam yang menyejarah. History (sejarah) itu sendiri
mempunyai pengertian sebagai peristiwa yang benar-benar telah terjadi, yang
terkait oleh ruang dan waktu. Dengan demikian Islam Historis adalah islam yang
benar-benar terjadi, yang benar-benar diamalkan oleh manusia atau masyarakat,
terkait dengan konteks ruang dan waktu, kapan dan dimana islam diamalkan
oleh manusia atau masyarakat tersebut.
Sumber Ajaran Islam Al-Qur’an dan Hadits
Sumber ajaran islam adalah segala sesuatu yang melahirkan dan
kemudian melahirkan aturan yang memiliki kekuatan mengikat dan apabila
dilanggar akn mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. Dengan begitu
sumber ajaran islam adalah segala sesuatu yang dijadikan dasar, acuan, dan
pedoman dalam syariat islam. Sumber ajaran agma islam itu sendiri ada tiga,
yakni Al-Qur’an, Hadits, dan ijtihad. Al-Quran dan Hadits itu sendiri merupakan
sumber ajaran yang langsung berasal dari Allah dan Nabi Muhammad,
sedangkan Ijtihat ialah hasil dari pemikiran umat islam, yaitu para ulama
mujtahid dengan tetap mengacu pada Al-Qur’an dan Hadits.
Al-Qur’an adalah kalam Allah yang berupa kitab suci yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara malaikat Jibril secara berangsur-
angsur dimulai dari surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas dan
apabila dibaca akan bernilai ibadah. Sedangkan fungsi dari Al-Qur’an itu sendiri
adalah sebagai konfirmasi dan memperkuat keyakinan pendapat akal pikiran,
dan sebagai konfirmasi terhadap hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh akal.
As-sunnah atau hadits sebagai sumber ajaran islam berdasarkan dari
kesepakatan para sahabat mengenai penetapan tentang wajib mengikuti hadits,
berdasarkan jumlah periwayatnya dan juga kualitasnya, baik pada masa
Rasululah masih hidup maupun setelah beliau wafat. Keberadaan hadits tersebut
didasarkan karena ayat-ayat dalam Al-Qur’an masih bersifat global dan umum
sehingga kurang detail. Hadits terbagi juga menurut jmlah periwayatnya,
diantaranya yaitu: hadits mutawatir, hadits masyur, dan hadits ahad. Sedangkan
berdasarkan kualitasnya, hadits terbagi menjadi empat yaitu: hadits shahih,
hadits hasan, hadits dla’if, dan hadits maudhu’.
Ijtihad sendiri yaitu mencurahkan pikiran secara bersungguh-sungguh.
Sedangkan menurut istilah adalah proses menetapkan hukum syariat dengan cara
mencurahkan pikiran dan tenaga dengan bersungguh-sungguh. Tujuan dari
ijtihad adalah untuk memenuhi kebutuhan umat islam dalam menjalankan
ibadah kepada Allah pada waktu dan tempat tertentu.
Islam Sebagai Sasaran Studi Doktrinal, Sosial dan Budaya
Studi doktrin ialah studi yang berkenaan tentang sesuatu yang bersifat
teoritis dalam artian tidak praktis. Tidak praktis disini maksudnya yaitu, ajaran
itu belum menjadi sesuatu bagi seseorang yang dijadikan dasar dalam berbuat
dan juga mengerjakan sesuatu. Studi Islam dari sisi doctrinal kemudian menjadi
sangat luas, yaitu studi tentang ajaran Islam baik yang ada di dalam Al-Qur’an
maupun yang ada di dalam Sunnah serta ada yang menjadi penjelasan kedua
sumber tersebut dengan melalui ijtihad (Sahrodi, 2008). Ruang lingkup islam
sebagai doktrin dapat dijelaskan berdasarkan lingkup tuhan, manusia dan juga
alam.
Islam sebagai sasaran studi sosial dimaksudkan sebagai studi tentang
Islam sebagai gejala sosial. Hal ini menyangkut keadaan masyarakat penganut
agama lengkap dengan struktur, lapisan serta berbagai gejala sosial lainnya yang
saling berkaitan.
Studi budaya diselenggarakan dengan penggunaan cara-cara penelitian
yang diatur oleh aturan aturan kebudayaan yang bersangkutan. Kebudayaan
adalah keseluruhan pengetahuan yang dipunyai oleh manusia sebagai makhluk
social yang isinya adalah perangkat-perangkat model-model pengetahuan secara
efektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterprestasi lingkungan
yang di hadapi, dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan-tindakan yang
diperlukan
Hakikat Studi Islam
Hakikat studi islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertakwa
secara sadar dalam mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta
perkembangan fitrah anak melalui pendidikan islam menuju kearah titik
maksimal dan perkembangannya.
Dalam pendidikan islam ada tiga istilah yang lazim digunakan yaitu:
tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Ketiga istilah tersebut, mengandung makna yang
sangat dalam menyangkut manusia, masyarakat serta lingkungannya yang erat
hubungannya dengan tuhan yang maha esa.
Dunia Islam sebagai Objek Studi Timut dan Barat
Islam sebagai objek kajian senantiasa menarik seiring dengan
berkembangnya displin ilmu dan metodologi. Oleh karena itu pengkajian islam
yang dilakukan oleh para ilmuwan islam baik dari kalangan sarjana muslim
barat maupun dari kalangan sarjana muslim timur tidak akan berhenti.
Banyaknya tantangan yang dihadapi umat muslim dalam mengaktualisasikan
ajaran-ajarannya, kajian dari kalangan insider lebih dalam lagi karena ingin
memberikan tantangan Islam dari kalangan kontemporer.
KESIMPULAN
Studi Islam secara etimologi merupakan terjemahan dari bahasa Arab
yaitu: Dirosah Islamiah. Sedangkan kalau kita melihat di dunia dunia Barat
dikenal dengan istilah Islamic Studies. Maka studi islam secara bahasa adalah
suatu kajian mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan agama islam.
Metodologi sendiri merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk
memperoleh suatu kebenaran, dan yang mana dilakukan dengan mengkaji realita
yang ada.
Dari mata kuliah Pengantar Studi Islam(PSI), kita bisa lihat ternyata
agama dapat dipahami melalui  berbagai pendekatan, seperti; Pendekatan
Teologis Normatif, Pendekatan Antropologis, Pendekatan Sosiologis,
Pendekatan Filosofis, Pendekatan Historis, Pendekatan Kebudayaan, dan
Pendekatan Psikologis. Dengan pendekatan itu semua orang akan sampai pada
agama. Di sini kita melihat bahwa agama bukan hanya monopoli kalangan
teolog dan normatif belaka, melainkan agama dapat dipahami semua orang
sesuai dengan pendekatan dan kesanggupan yang dimilikinya. Dari keadaan
demikian seorang akan memiliki kepuasan dari agama karena seluruh persoalan
hidupnya mendapat bimbingan dari agama.
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, R. (2009). Pengantar Studi Islam. Bandung: Pustaka Setia,.


Chabib Thoha, d. (1999). Metodologi Pengajaran Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jalaluddin. (2001). Teologi Pendidikan . Jakarta: Raja Grafindo Persada.
John M Echols, H. S. (1979). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta : Gramedia.
Nata, H. A. (1998). Metodologi Studi Islam. In H. A. Nata, Metodologi Studi Islam (p.
39). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sahrodi, J. (2008). Medotologi Studi Islam. Bandung: Pustaka Setia.
TUGAS UAS
PENGANTAR STUDI ISLAM
Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pengantar Studi Islam
Dosen Pengampu: Nurul Hidayati [Link]

Oleh :
Putri Widiasari
NIM: 20211707018

PRODI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL -AMIEN PRENDUAN
2021-2022

Anda mungkin juga menyukai