0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan42 halaman

Laporan Maintenance Pompa BPO 27P01

Laporan ini membahas kegiatan praktek kerja di PT Wilmar Nabati Indonesia. Praktikan melakukan pekerjaan perawatan pompa sentrifugal di area Refinery II perusahaan. Tugas-tugas meliputi pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan kembali pompa serta pengujian operasional setelah perawatan. Laporan ini berisi gambaran umum perusahaan, deskripsi kegiatan, prinsip kerja pompa, dan prosedur perawatan pompa sentrifugal yang dilaksanak

Diunggah oleh

Ediagel Pranata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan42 halaman

Laporan Maintenance Pompa BPO 27P01

Laporan ini membahas kegiatan praktek kerja di PT Wilmar Nabati Indonesia. Praktikan melakukan pekerjaan perawatan pompa sentrifugal di area Refinery II perusahaan. Tugas-tugas meliputi pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan kembali pompa serta pengujian operasional setelah perawatan. Laporan ini berisi gambaran umum perusahaan, deskripsi kegiatan, prinsip kerja pompa, dan prosedur perawatan pompa sentrifugal yang dilaksanak

Diunggah oleh

Ediagel Pranata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KERJA PRAKTEK

MAINTENANCE POMPA BPO 27P01 AREA REFINERY II PT.


WILMAR NABATI INDONESIA

M FARHAN AKBAR
NIM. 2103181094

POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS


2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah S.W.T, berkat bimbingan,


petunjuk dan karunia – Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja
praktek ini dengan baik. Laporan kerja praktek Maintencance pompa BPO 27P01
area refinery II PT. Wilmar Nabati Indonesia. Penulisan laporan kerja praktek
sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar ahli madia ([Link]) pada program
Studi Teknik Mesin di Politeknik Negeri Bengkalis Tahun Akademik 2020/2021.
Dalam rangka penyusunan laporan kerja praktek ini penulis telah
memperoleh bantuan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung,
moril maupun material, mental dan spritual, maka melalui kesempatan ini penulis
ingin menyampaikan terima kasih sebesar – besarnya terutama kepada:
1. Bapak Johny Custer, S.T., M.T selaku Direktur Politeknik Negeri Bengkalis.
2. Bapak Armada, S.T., M.T selaku Wakil Direktur I Bidang Akademik.
3. Bapak Guswandi, S.T., M.T selaku Wakil Direktur II Bidang Keuangan, Umum
dan Kepagawaian.
4. Bapak Akmal Indra, [Link]., M.T selaku Wakil Direktur III Bidang
Kemahasiswaan.
5. Bapak Ibnu Hajar, S.T., M.T selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik
Negeri Bengkalis.
6. Bapak Syahrizal, S.T., M.T selaku Dosen Pembimbing Politeknik Negeri
Bengkalis.
7. Bapak Doni Febri Edi, selaku pembimbing Praktek Kerja Lapangan PT. Wilmar
Nabati Indonesia.
8. Bapak Tahan Manurung, selaku Head Departement Production PT. Wilmar
Nabati Indonesia.
9. Bapak Syahrial Siregar, selaku Head Departement Maintenance PT. Wilmar
Nabati Indonesia.
10. Bapak Jimmy sianipar, selaku mentor pendamping Praktek Kerja Lapangan PT.
Wilmar Nabati Indonesia.
11. Orang tua, Kakak dan keluarga tercinta atas doa, dukungan, semangat dan kasih
sayang yang telah diberikan.

ii
12. Pihak – pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan kerja
praktek ini masih banyak kesalahan sehingga masih jauh dari sempurna. Karena itu
kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan dan
penyempurnaan laporan kerja praktek ini kedepannya.
Akhirnya, semoga laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat bagi
pengembangan ilmu pengetahuan pada umunya dan Teknik Mesin pada khususnya.
Aamiin Yaarobbal Alamiin.

Dumai, 31 Desember 2020

Penulis

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. i


KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2 Tujuan ........................................................................................... 2
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT. WILMAR NABATI
INDONESIA
2.1 Sejarah Singkat PT. Wilmar Nabati Indonesia (WINA) ................. 3
2.2 Visi Dan Misi PT. Wilmar Nabati Indonesia (WINA) .................... 4
2.3 Struktur Organisasi PT. Wilmar Nabati Indonesia (WINA) ............ 4
2.4 Ruang Lingkup PT. Wilmar Nabati Indonesia (WINA) .................. 5
BAB III DESKRIPSI KEGIATAN SELAMA KERJA PRAKTEK (KP)
3.1 Spesifikasi Tugas Yang Dilaksanakan............................................ 6
3.2 Target Yang Diharapkan ................................................................ 11
3.3 Perangkat Yang Digunakan ........................................................... 11
3.4 Data – data Yang Diperlukan ......................................................... 12
3.5 Dokumen Dan File Yang di Hasilkan............................................. 13
3.6 Kendala Yang di Hadapi Dalam Menyelesaikan Tugas .................. 13
3.7 Hal – hal Yang Dianggap Perlu...................................................... 14
BAB IV MAINTENANCE POMPA BPO 27P01 AREA REFINERY II DI PT
WILMAR NABATI INDONESIA
4.1 Pengertian dan Klasifikasi Pompa .................................................. 15
4.2 Prinsip Kerja Pompa Sentrifugal .................................................... 16
4.3 Fungsi dan troubleshooting pompa sentrifugal ............................... 19
4.4 Maintennce Pompa sentrifugal 27P01 pompa BPO area Refinery 2 PT
wilmar nabati indoneisa ................................................................. 23

iv
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ................................................................................... 30
5.2 Saran – saran ................................................................................. 31
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN I SURAT KETERANGAN KERJA PRAKTEK ( KP )
LAMPIRAN II NILAI KERJA PRAKTEK DARI PERUSAHAAN
LAMPIRAN III LAPORAN KEGIATAN HARIAN KERJA PRAKTEK

v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.0 Struktur Organisasi PT. Wilmar Nabati Indonesia (WINA) .......... 5
Gambar 1.1 Flow proses Analisa perawatan .................................................... 18
Gambar 1.2 Pompa sentrifugal ........................................................................ 19
Gambar 1.3 Bagian bagian pompa sentrifugal ................................................. 20
Gambar 1.4 Irisan pompa sentrifugal............................................................... 20
Gambar 1.5 Pompa 27P01 ............................................................................... 21
Gambar 1.6 Proses pembongkaran .................................................................. 25
Gambar 1.7 Proses pelepasan impeller ............................................................ 26
Gambar 1.8 Pechanical seal............................................................................. 26
Gambar 1.9 Phaft dan bearing pompa.............................................................. 27
Gambar 2.0 Proses press bearing ..................................................................... 28
Gambar 2.1 Pemasangan mechanical seal ....................................................... 28
Gambar 2.2 Pompa sudah terpasang kembali ................................................. 29

vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 1 (satu) ............. 6
Tabel 1.2 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 2 (dua) .............. 6
Tabel 1.3 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 3 (tiga).............. 7
Tabel 1.4 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 4 (empat) .......... 8
Tabel 1.5 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 5 (lima) ............ 8
Tabel 1.6 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 6 (enam) ........... 9
Tabel 1.7 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 7 (tujuh) ........... 10
Tabel 1.8 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 8 (delapan) ....... 10

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kelapa sawit adalah tanaman komoditas di Indonesia bahkan Indonesia
menjadi nomor 1 penghasil minyak kelapa sawit didunia yang rasio totalnya sampai
46.32% (BPS.2009). Hasil dari tanaman kelapa sawit adalah minyak sawit (CPO –
crude palm oilI) dan minyak inti sawit (CPKO – crude palm kernel oil). Oleh karena
itu bagi komoditas sawit menjadi salah satu prospek yang cerah bagi indonesia
dalam perdagangan minyak nabati di dunia (Casson,2000)
Dalam tahun 2010 di Indonesia mempunyai lahan kelapa sawit seluas
5349000 Ha. Sedangkan pada tahun 2011 lahan 2011 lahan kelapa sawit pun
menjadi tambah luas yaitu sebesar 53498000 Ha. Dari situlah dapat terlihat bahwa
semakin tambah tahun lahan sawit akan terus bertambah (BPS, 2011). Dengan
bertambahnya lahan sawit pasti juga diikuti dengan bertambahnya perusahaan sawit
di Indonesia.
Salah satunya adalah PT. Wilmar Internasional Group yang mempunyai anak
perusaan di Dumai yaitu PT. Wilmar Nabati Pelintung. Yang tepatnya di Jalan
Ahmad Yani Kecamatan Medang Kampai, Kelurahan Pelintung. Dengan produk
unggulan minyak sawit mentah (CPO) dan minyak biji sawit mentah (CPKO), yang
hasil dari turunan minyak kelapa sawit tersebut akan digunakan sebagai bahan baku
produksi minyak goreng, biodesel, pupuk, dan produk – produk lainnya.
Oleh karena itu akan dilaksanakan praktek kerja lapangan (PKL)
diperusahaan ini sebagai syarat untuk memenuhi gelar Ahli Madia Teknik Mesin
Politeknik Negeri Bengkalis. Dalam praktek ini diharapkan bisa mengerti antara
ilmu pengetahuan yang dapat pada masa perkuliahan dan praktek secara langsung
di lapangan.

1
1.2 Tujuan Kerja Praktek
Tujuan dari kerja praktek ini yaitu sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui definisi dari Maintenance
b. Untuk mengetahui pengertian dari Maintenance
c. Untuk mengetahui proses yang terjadi di Workshop maintenance
d. Untuk mengetahui jenis – jenis perawatan yang dilakukan dan mengetahui
kerusakan yang terjadi pada pompa, dan valve
e. Menjelaskan profil serta visi dan misi PT. Wilmar Nabati Indonesia

2
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Profil Perusahaan PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT. WINA)


PT. Wilmar Nabati Indonesia sebelumnya bernama Bukit Kapur Reksa
(BKR). PT. WINA telah berdiri sejak tahun 1989 dengan produksi utama minyak
goreng. Desa bukit kapur kurang lebih 30 km dari kota dumai dan pada tahun 1991
berkembang dengan didirikan pabrik kedua berlokasi di jalan datuk laksamana,
areal pelabuhan dumai yang kemudian di jadikan sebagai pabrik dan kantor pusat
untukwilayah dumai. Perkembangan PT. WINA didukung juga dengan lokasi
pabrik yang strategis, yaitu fasilitas dermaga dari pelindo yang dapat menyadarkan
kapal – kapal bertaraf internasional untuk ekspor dengan daya angkut30.000 MT.
Pada awal tahun 2004, manajemen PT. WINA telah memutuskan untuk
menambah tangki timbun bahan baku CPO sebesar 12.000 MT, dengan
penambahan tangki timbun ini, tertentu secara langsung dan tidak langsung akan
berpengaruh pada perekonomian di RIAU umumnya dan tidak langsung akan
berpengaruh pada perekonomian di riau umumnya dan kota dumai pada khususnya
akan semakin maju dan berdampak positif dalam pembangunan kota. PT. WINA
telah mampu mengolah CPO sebesar 4.100 MT/harinya dan PK crushing sebanyak
1000 MT/harinya yang menjadikan [Link] sebagai produsen dan pengekspor
minyak sawit terbesar di Indonesia.
Perkembangan lain yang dilakukan oleh manajemen PT. WINA yaitu pada
awal tahun 2005 kembali membangun pabrik di kawasan industri dumai – pelintung
berupa pembangunan refinery/fractionation dengan kapasitas 5.600 MTD dan PK
Crushing plant dengan kapasitas 1.500 TDP (Ton Per Day). Adapun perkembangan
pabrik ini didukung dengan pelabuhan yang mempunyai dermaga dengan panjang
425 meter dan kolom pelabuhan dengan kedalaman 14 meter, yang dapat disandari
oleh kapal dengan bobot 50.000 DWT dan akan dikembangkan untuk dapat
disandari kapal 70.000 DWT yang merupakan perusahaan yang berada dalam
naugan WILMAR Group.

3
Komitmen yang tinggi dari manajemen dan karyawannya memungkinkan PT.
WINA untuk berkembang lebih besar lagi. Hal ini terbukti dengan telah di
perolehnya sertifikat ISO 9001:2008 pada tanggal 6 Oktober 2009. Didalam
menjalankan operasional perusahaan, manajemen PT. WINA telah mendapatkan
suatu visi dan misi yaitu mendukung bisnis operasional group sehingga tercapai
kapasitas yang optimal dan kualitas yang sesuai dengan permintaan pelanggan serta
waktu pengiriman yang tepat dengan cara penggembangan kinerja sumber daya
manusia yang ada. Pada tahun 2009 PT. WINA nama menjadi PT. WILMAR
NABATI INDONESIA sebagai wujud perkembangan usaha yang semakin besar
dan mulai membangun pabrik – pabrik baru di luar kota dumai dibawah bendera
WILMAR Group.
2.2 Visi dan Misi PT. Wilmar Nabati Indonesia
Visi dari PT. Wilmar Nabati Indonesia, yaitu:
“Perusahaan kelas dunia yang dinamis di bisnis agrikultur dan industri terkait
dengan pertumbuhan yang dinamis dengan tetap mempertahankan posisinya
sebagai pemimpin pasar di dunia melalui kemitraan dan manajemen yang baik.
Misi dari PT. Wilmar Nabati Indonesia, yaitu:
“menjadi mitra bisnis yang unggul dan layak dipercaya bagi stakeholder.
2.3 Struktur Organisasi di PT. Wilmar Nabati Indonesia
Struktur organisasi adalah gambaran umum hubungan kerjasama antara dua
orang atau lebih dengan tugas yang saling berhubungan satu sama lain supaya
tercapainya suatu tujuan yang sama. Struktur organisasi bagi perusahaan sangat
penting dalam menentukan jalannya perusahaan tersebut. Job description,
wewenang dan tanggung jawab dapat digambarkan pada struktur organisasi,
sehingga para karyawan mengetahui job description dan tanggung jawab masing –
masing.

4
General Manager

Deputi General
Manager

Factory Manager

Supervisor PPIC QC Factory Admin

Shift Leader Engineering

Operator Mechanic Electric

Gambar 1.0 Struktur Organisasi PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT. WINA)
2.4 Ruang lingkup Bidang Usaha
PT. Wilmar Nabati Indonesia (WINA) bergerak dalam bidang agrokultural
yaitu pengolahan PK (Palm Karnel) menjadi PKO (Palm Karnel Oil) dan PKE
(Ampas). Produk yang dihasilkan dari pengolahan bahan baku tersebut CPKO
(Crude Palm Karnel Oil) sebagai bahan baku untuk di proses di PT. Oleo Chemical
dan Refinery untuk mendapatkan produk yang diinginkan dan PKE untuk pakan
ternak. Produk – produk yang diminta tergantung grade yang diminta oleh
permintaan konsumen. Produk unggulan perusahaan di PT. Wilmar Nabati
Indonesia (WINA) yaitu PKE yang dikirim melalui dermaga ke luar negeri.
Beberapa Negara yang menjadi tempat pemasaran produk PT. Wilmar Nabati
Indonesia (WINA) adalah negara – negara di Australia dan Belanda.

5
BAB III
DESKRIPSI KEGIATAN SELAMA KERJA PRAKTEK (KP)

3.1 Spesifikasi Tugas Kegiatan Praktek (KP)


Selama penulis melakukan kegiatan kerja praktek di perusahaan PT. Wilmar
Pelintung. Umumnya penulis berkosentrasi dibidang Maintenance pompa
sentrifugal
Secara terperinci pekerjaan (kegiatan) yang telah penulis laksanakan selama
kerja praktek dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 3.1 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 1 (satu)
No Tanggal Jam Kegiatan Tempat
 Penerimaan Mahasiswa Di Living
02 Nov 09.00 s/d Oleh Pihak Maintenance Room dan
1
2020 17.00 wib Central Ruang Rapat
 Pengenalan EHS PT. WINA
 Pengenalan lokasi PT. Di PT.
03 Nov 09.00 s/d
2 WINA (PK. Plant, WINA
2020 17.00 wib
Refinery dan Boiler) Pelintung
04 Nov 09.00 s/d  Pengenalan dengan Di
3
2020 17.00 wib mentor pada workhsop Workshop
 Pengecekan pompa di
05 Nov 09.00 s/d
4 bagian refinery 1 Di refinery 1
2020 17.00 wib
 Pengecekan hidrolik filter
06 Nov 09.00 s/d
5 press untuk dilakukan Di refinery 1
2020 17.00 wib
perbaikan
66 07 Nov 09.00 s/d  Penambahan oli pada
shaft pompa crystalizer
2020 17.00 wib Di refinery 1

Tabel 3.2 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 2 (dua).


No Tanggal Jam Kegiatan Tempat
09 Nov 09.00 s/d  Membongkar pompa Di refinery
1
2020 17.00 wib cooling tower dirty 2 2
10 Nov 09.00 s/d  Mengecek steam trap di Di PT,
2
2020 17.00 wib seluruh lokasi PT, WINA WINA
 Pemeriksaan dan
11 Nov 09.00 s/d Di refinery
3 pembongkaran pompa
2020 17.00 wib 1
chiller

6
 Pengecekan pompa
sentrifugal yang kurang Di refinery
12 Nov 09.00 s/d
4 tekanan 1 & Pk.
2020 17.00 wib
 Perbaikan pompa di pk Plant
plant
 Pengecekan metering
13 Nov 09.00 s/d pump dan perbaikan Di refinery
5
2020 17.00 wib  Pergantian pompa 2
metering pump
66 09.00 s/d  Pengecekan pompa yang
14 Nov pernah di maintenance
17.00 wib Di reff 1
2020 pada refinery
dan 2

Tabel 3.3 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu Ke – 3 (tiga)


No Tanggal Jam Kegiatan Tempat
16 Nov 09.00 s/d  Perbaikan dan pergantian
1 Di refinery
2020 17.00 wib pompa Niagara
 Perbaikan dan
17 Nov 09.00 s/d
2 pengecekan kebocoran Di refinery 2
2020 17.00 wib
pompa niagara
3 18 Nov 09.00 s/d  Pengecekan dan
perbaikan pompa chiller Di refinery 2
2020 17.00 wib
19 Nov 09.00 s/d  Overhaul dan perbaikan
4 Di workshop
2020 17.00 wib pompa chiller
20 Nov 09.00 s/d  Pergantian rubber valve Di
5
2020 17.00 wib Niagara filter refinery 1 Workshop
66 09.00 s/d  Pemasangan gearbox
21 Nov
pada refinery 1 dan
17.00 wib Di refinery 1
2020 penambahan oli gearbox
crystalyzer

Tabel 3.4 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 4 (empat)


No Tanggal Jam Kegiatan Tempat
23 Nov 09.00 s/d  Check pompa p770 ref 2.
1 Di refinery 2
2020 17.00 wib Berisik
Nov 09.00 s/d  Pasang smart check area
Di Refinery
24
2 refinery dan fraksinasi dan
2020 17.00 wib
fraksinasi
25 Nov 09.00 s/d  Pasang pompa deodorizer
3 Di refinery 2
2020 17.00 wib P.7122A refinery

7
 Pasang strainer pompa
26 Nov 09.00 s/d Di Cooling
4 cooling chiller fraksinasi
2020 17.00 wib tower ref 2
2 yang bocor
27 Nov 09.00 s/d  Check kelengkapan Di Cooling
5
2020 17.00 wib cooling tower dirty baru tower diry
66 09.00 s/d  Repair pompa fatrap 04
28 Nov refinery 2
17.00 wib Di refinery
2020
2

Tabel 3.5 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 5 (empat)


No Tanggal Jam Kegiatan Tempat
 Repair pompa vacuum
30 Nov 09.00 s/d berisik dan overhaul
1 Di workshop
2020 17.00 wib untuk pemeriksaan lebih
lanjut
 Ganti valve cooling tower
Di cooling
1 Des 08.00 s/d 405257
2 tower
2020 16.00 wib  Penggantian tuas refinery 1
pembuka valve
 Pemeriksaan dan
2 Des 08.00 s/d Di Cooling
3 perbaikan pada cooling
2020 16.00 wib tower ref 2
tower baru
3 Des 08.00 s/d  Check valve ½ inch p/a Di refinery
4
2020 16.00 wib dinamik ref 2 2
 Servis pompa PFAD
4 Des 08.00 s/d
5 bocor pada mekanikal Di workshop
2020 16.00 wib
seal
66 08.00 s/d  Pemasangan pompa BPO
5 Des di refinery 2
16.00 wib Di refinery
2020
2

Tabel 3.6 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 6 (enam)


No Tanggal Jam Kegiatan Tempat
10 Nov 08.00 s/d  Mempelajari proses produksi
1 Di refinery 1
2020 16.00 wib di refinery
11 Des 08.00 s/d  Repair pompa 27P01 BPO
2 Di refinery 2
2020 16.00 wib refinery 2
 Analisis dan pengumpulan Di refinery
12 Des 08.00 s/d
3 data untuk kelangkapan dan
2020 16.00 wib
perngerjaan laporan fraksinasi

8
Tabel 3.7 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 7 (empat)
No Tanggal Jam Kegiatan Tempat
14 Des 08.00 s/d  Alignment fan cooling
1 Di refinery 2
2020 16.00 wib tower dirty refinery 2
Des 08.00 s/d  Check pompa p 120c
Di cooling
15
2 chiller fraksinasi 410613 tower
2020 16.00 wib
refinery 1
16 Des 08.00 s/d  Levelkan fan dirty Di Cooling
3
2020 16.00 wib refinery 2 tower ref 2
17 Des 08.00 s/d  Welding line condensate
4 Di refinery 2
2020 16.00 wib citrid refinery 2
18 Des 08.00 s/d  Pasang cover eks spiral
5 Di workshop
2020 16.00 wib refinery 2
66 19 Des 08.00 s/d  Servis valve Niagara
filter refinery 2
2020 16.00 wib Di refinery 2

Tabel 3.8 Agenda Kegiatan Kerja Praktek (KP) Minggu ke – 8 (empat)


No Tanggal Jam Kegiatan Tempat
21 Des 08.00 s/d  Pembuatan laporan ( bab 1,2
1 Di sentral
2020 16.00 wib dan 3 )
22 Des 08.00 s/d  Pembuatan laporan ( bab 4 &
2 Di sentral
2020 16.00 wib 5)
23 Des 08.00 s/d  Presentasi hasil kerja praktek
3 Di sentral
2020 16.00 wib lapangan di perusahaan

3.2 Target Yang di Harapkan


Di era globalisasi ini persaingan manusia sangat lah ketat, baik di bidang
perdagangan maupun industri. Dengan bekal keahlian dalam bidang tertentu dan
softskill yang di miliki. Adapun target yang diharapkan dari kerja praktek adalah
sebagai berikut:
1. Menjadi sumber daya manusia yang memiliki hardskill dan softskill yang
mengikuti perkembangan teknologi.
2. Memiliki etos kerja yang baik dilingkungan industri.
3. Mengetahui macam – macam kerusakan yang sering terjadi pada pompa
4. Mengetahui macam – macam resiko kerja yang terjadi pada saat diindustri.
5. Mengetahui bagaimana prosedure perbaikan dari pompa sentrifugal.

9
3.3 Perangkat Yang di Gunakan
Selama mahasiswa melaksanakan praktek kerja industri mahasiswa di tuntut
langsung dalam melaksankan kegiatan kerja di area workshop. Guna untuk
menerapkan ilmu – ilmu yang telah di bekali dari Politeknik Negeri Bengkalis dan
sekaligus membantu pekerjaan karyawan. Dalam hal ini mahasiswa selama
melakukan kerja praktek di perusahaan banyak menggunakan peralatan untuk
membantu pekerjaan yang di berikan. Diantara perangkat yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1. Alat Pengaman (Safety)
2. Kunci pas dan Ring satu set
3. Palu
4. Kunci inggeris
5. Besi pipa
6. Dongkrak
7. Kunci L Segi Enam
8. Kunci Pipa
9. Gerinda Duduk
10. Pahat
11. Mesin press hidrolik
12. Mistar baja
13. Sigmat
3.4 Data – data Yang Diperlukan
Dalam melakukan pengumpulan data dan mendapatkan serta memperoleh
data yang akurat dan benar penulis menggunakan metode pengumpulan data
melalui berbagai cara yang diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Merupakan metode pengumpulan data yang komplek karena melibatkan
berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode observasi dilakukan dengan
cara mengamati langsung terhadap semua kegiatan yang berlangsung, baik
melalui praktek dilapangan maupun dengan memperhatikan teknisi yang
sedang bekerja.

10
2. Interview
Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan
tanya jawab secara langsung baik dengan supervisor maupun dengan teknisi
yang ada di ruang lingkup industri/perusahaan
3. Studi Perpustakaan
Studi Perpustakaan adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan
langsung kepada subjek penelitian. Merupakan metode pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari literatur – literatur yang
berhubungan dengan proses dan cara kerja, juga catatan – catatan yang
didapatkan di bangku kuliah.
3.5 Dokumen Dan File Yang Di Hasilkan
Selama kegiatan kerja praktek berlangsung di PT. Wilmar Pelintung,
perusahaan memberikan beberapa dokumen dan file yang dapat diakses oleh
mahasiswa seperti:
1. Struktur Organisasi PT. Wilmar Pelintung
Pihak perusahaan juga memiliki dokumen rahasia yang tidak dapat diakses
oleh pekerja/mahasiswa magang, karena dokumen dan file itu merupakan rahasia
perusahaan.
3.6 Kendala Yang di Hadapi Dalam Menyelesaikan Tugas
Adapun kendala – kendala yang di hadapi dalam pembuatan dan penyelesaian
tugas praktek ini yaitu:
1. Keterbatasan peralatan kerja sehingga menghambat pekerjaan.
2. Kurangnya pengetahuan tentang penyusunan laporan kerja praktek yaitu dari
segi bahasa, tata tulis, paragraf, dan lampiran yang diperlukan dalam
pembuatannya.
3. Terbatasnya waktu kerja praktek sehingga pada saat pengumpulan data untuk
penyelesaian laporan tidak semua di dapati dari perusahaan tempat kerja
praktek.
3.7 Hal – hal Yang Dianggap Perlu
Dalam proses menyelesaikan laporan Kerja Praktek ini, ada beberapa hal
yang di anggap perlu diantaranya adalah sebagai berikut:

11
1. Mengambil data – data dan beberapa dokumen yang harus di buat pada
penyusunan laporan KP.
2. Menyesuaikan data dengan judul laporan yang dibuat.
3. Mengumpulkan beberapa informasi dan bahan untuk penyusunan laporan dari
media informasi.
4. Mencari referensi buku – buku dari staf dan karyawan dari perusahaan tersebut.

12
BAB IV
MAINTENANCE POMPA BPO 27P01 AREA REFINERY II
DI PT WILMAR NABATI INDONESIA

4.1 Pengertian dan Klasifikasi Pompa


4.1.1 Pengertian Pompa
“Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida
yang berbentuk cair dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media
perpipaan dengan cara menambahkan energi pada cairan yang dipindahkan dan
berlangsung secara terus menerus. Dengan kata lain, pompa berfungsi mengubah
tenaga mekanis dari suatu sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis
(kecepatan), dimana tenaga ini digunakan untuk mengalirkan cairan dan melawan
hambatan yang ada sepanjang aliran fluida.”

4.1.2. Klasifikasi Pompa


Sehubungan aplikasi pompa sangat luas, maka jenis-jenis pompa yang beredar di
pasaran dan yang dibuat oleh produsen pompa cukup banyak, baik ditinjau dari sisi
konstruksi, tipe dan materialnya. Tapi berdasarkan prinsip kerjanya, pompa dikelompokan
menjadi dua bagian, yaitu:

• Pompa Aksial

Pompa aksial adalah pompa yang pada saat terjadi kenaikan kecepatan
putaran pada impeller, aliran pada saluran discharge arahnya aksial (searah
poros).

• Pompa Campuran

Mixed pump adalah pompa yang pada saat terjadi kenaikan kecepatan
putaran pada impeller, arah aliran pada saluran discharge merupakan
gabungan antara sentrifugal dan aksial.

13
• Pompa Sentrifugal (Radial)

Pompa Sentrifugal adalah pompa yang dimana pada saat terjadi kenaikan
kecepatan pada impeller, aliran fluida pada sisi discharge (keluaran)
arahnya sentrifugal (tegak lurus terhadap poros).

Ciri – ciri pompa sentrifugal :

1. a) Umumnya memiliki rumah/ casing berbentuk volute (rumah keong).


2. b) Secara umum bentuknya lebih besar dari pada pompa positive
displacement.
3. c) Digunakan untuk kapasitas aliran fluida cair yang besar.

4.2 Prinsip kerja, masalah, dan metode penelitian pada pompa sentrifugal

4.2.1 prinsip Kerja Pompa Sentrifugal

Daya putar dari penggerak mula (motor/turbin) diberikan pada poros pompa
untuk memutar impeller, impeller yang berputar akan menghisap fluida lalu
memutarkannya. Akibat dari putaran fluida cair yang cepat maka timbul gaya
Sentrifugal yang besar sehingga cairan akan terlempar dan mengalami kenaikan
kecepatan. Setelah keluar dari impeller, fluida akan mengalir dan ditampung pada
saluran berbentuk spiral (volute) kemudian sebagian kecepatan aliran dirubah
menjadi tekanan keluaran (discharge pressure). Jadi di dalam impeller, fluida
mengalami kenaikan energi kinetik.

4.2.2 Masalah-Masalah Pada Pompa Sentrifugal

1. masalah mekanika :

• impeller jebol
• mechanical seal bocor
• shaft patah bengkok

2. masalah operasional

14
3. Gangguan – gangguan pada Pompa

• Surging

Surging ialah kondisi beban atau suply masuk tidak sebanding dengan
keluaran atau pemakaian yang mengakibatkan fan impeler mengalami
fibrasi akibat beban gesekan terhadap udara

• Kavitasi

Kavitasi adalah fenomena perubahan fase uap dari zat cair yang sedang
mengalir, karena tekanannya berkurang hingga di bawah tekanan uap
jenuhnya. Pada pompa bagian yang sering mengalami kavitasi adalah sisi
hisap pompa. Misalnya, air pada tekanan 1 atm akan mendidih dan menjadi
uap pada suhu 100 derajat celcius.

• Vibrasi

Vibrasi pada pompa adalah getaran yang melebihi standar yang sudah di
tentukan. Getaran pada pompa di akibatkan aus nya bearing atau kurang
balance dalam alignment pada pompa

15
4.2.3 FLOW PROSES ANALISA PERAWATAN

Gambar 1.1 flow Proses Analisa perawatan

16
4.2.4 METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam proses maintenance ini metode pengumpulan data yang digunakan
adalah :
1. metode observasi yaitu metode pengumpulan data dengan cara melakukan
pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan di bahas
2. metode interview yaitu metode pengumpulan data dengan cara melakukan
diskusi langsung dengan pembimbing dan operator di lapangan

4.3 Fungsi dan trouble shooting pada pompa sentrifugal


Fungsi dari Pompa Sentrifugal adalah memindahkan condesnsat/fluida
BPO dari BPO Tank ke Exchanger dengan suhu lebih dari 100°C untuk
menguapkan dan membuang kandungan kadar ammonia sebelum dibuang
kelingkungan.

Gambar 1.2 pompa sentrifugal

17
Gambar1.3 bagian bagian pompa sentrifugal

Gambar 1.4 irisan pompa sentrifugal

18
Spesifikasi pompa sentrifugal 27P01

Gambar 1.5 pompa 27P01

Kondisi operasi
• Fluida : BPO (MINYAK)
• Tekanan fluida pompa : 205 bar
• Kebutuhan tenaga : 75 KW
• Rpm : 2975
• Suhu : 115-130*C
• Flow : 141 m3/h

19
Trouble shooting pompa

20
4.4 Maintenance Pompa sentrifugal P2701 Pompa BPO Area refinery 2 PT.
Wilmar nabati Indonesia

Setelah dilakukan perencanaan perawatan maka selanjutnya dilakukanlah


tindakan perawatan. Tindakan perawatan di Unit refinery bertujuan untuk
mempertahankan kelancaran produksi agar sesuai dengan target yang telah
ditetapkan. Kegiatan-kegiatan perawatan meliputi

Predictive Maintenance

Merupakan tindakan perawatan yang bersifat pengamatan terhadap objek


dengan melakukan pengukuran-pengukuran tertentu. Kegiatan ini dilakukan untuk
menentukan langkah perawatan yang dilakukan serta menigkatkan kesiapan untuk
melakukan perawatan. Kegiatan yang dilakuakan saat predictive maintenance
adalah :

• Pengecekan terhadap temperature mesin


• Mengukur tingkat kebisingan mesin
• Pengecekan vibrasi pada alat putar
• Memprediksi terhadap kerusakan dari mesin tersebut

Preventive Maintenance

Preventive Maintenance merupakan pekerjaan perawatan yang sifatnya


berupa pencegahan dan dilakukan secara rutin sesuai jadwal. Hal ini bertujuan
untuk meningkatkan keandalan peralatan dan memperpanjang umur peralatan
tersebut.

21
Hal-hal yang dilakukan pada saat melakukan preventive maintenance pada pompa
sentrifugal adalah sebagi berikut :

• Periksa kondisi oli pompa


• Periksa lateral play pompa
• Ukur vibrasi sebelum dan sesudah maintenance
• Periksa alignment kelurusan poros sebelum dan sesudah preventive
maintenance
• Periksa baut baut pompa
• Periksa baut baut pondasi pompa dan motoran
• Bersihkan mesin dan area sekitar pompa

Dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat preventive maintenance

adalah :

1. Pemberian pelumas

Pemberian pelumasan pada pompa dengan mengisi sesuai dengan


ukuran/kapasitas yang sudah ditentukan , dan apabila mengisi
pelumas pada pompa melebihi ukuran yang sudah ditentukan, akan
meningkatkan temperature dengan tidak normal

2. Awal pengoperasian

Awal pengoperasian pompa yang harus diperhatikan adalah


temperature bearing, dan mengganti pelumasan pompa secara
berkala

3. Pemberhentian operasi pompa

Operasi berhenti jika pompa mengalami getaran yang berlebihan,


pompa berisik, dan kenaikan suhu diluar batas maksimal pompa

22
4. Memperkuat penekanan pompa

Mengencangkan packing untuk menghindari kebocoran yang


berkelanjutan, apabila terjadi kebocoran Kembali, gantimpacking
dan kencangkan Kembali

4.4.1 Persiapan perawatan pompa BPO 27P01

1. Siapkan material dan peralatan


2. Pengecekan ke lapangan

4.4.2 Pelaksanaan

[Link]. Proses Pembongkaran pompa ( overhaul )

1. Siapkan alat pemanas (acetylene), gunakan jika ada part logam yang sulit
dibuka karena karat atau ada dua bagian part logam yang menyatu karena
panas (welding effect).
2. Bongkar accessories pompa (jika ada).
3. Buka baut-baut pengikat cover pompa.

Gambar 1.6 proses pembongkaran

23
4. Lepas cover casing pompa.
5. Lepas impeller.

Gambar 1.7 proses pelepasan impeller

6. Lepas nut gland mechanical seal / gland packing.


7. Posisikan pompa secara vertikal kemudian angkat casing dari body pompa.
8. Buka dan lepas mechanical seal atau glandpacking dari shaft. Penggantian
a. part atau unit mechseal mengikuti rekomendasi Inspection
Engineer.

Gambar 1.8 mechanical seal

9. Lepas baut pengikat deflector.

24
10. Buka cover bearing housing IB.
11. Gunakan palu , dorong ujung shaft OB ke arah IB sampai shaft dab
a. bearing keluar dari body pompa (bearing housing).

Gambar 1.9 shaft dan bearing pompa

12. Lepas hub copling dari shaft.


13. Lepas locknut bearing dan washernya.
14. Bongkar bearing dari shaft.
15. Bersihkan part-part yang sudah dibongkar

[Link] proses pemasangan pompa

1. Ukur semua part baru (pengganti) yang akan dipasang, pastikan sesuai
dengan standar atau rekomendasi.
2. Pasang bearing ke shaft dengan menggunakan bearing heater, kemudian
press dengan hidrolik press.

25
Gambar 2.0 proses press bearing

3. Pasang rotor ke bearing housing dari arah inboard.


4. Pasang cover bearing housing beserta gasket dan ikat dengan baut-bautnya
5. Pasang deflector.
6. Siapkan mechanical seal di posisinya.

Gambar 2.1 pemasangan mechanical seal

26
7. Pasang casing ke body pompa secara vertikal.
8. Ikat baut gland mechanical seal / glandpacking.
9. Pasang impeller serta pastikan key dan lock nut terpasang dengan benar. .
10. Pasang cover casing pompa
11. Cek putaran rotor dan pastikan putaran ringan serta tidak ada gesekan.
12. Jika tidak ada gesekan maka perakitan bisa dilanjutkan.
13. Ikat baut-baut mech seal dan stel sesuai standar.
14. Lakukan hydrotest sesuai tekanan standar pada mechanical seal, pastikan
tidak ada kebocoran pada mechanical seal dan casing.
15. Pastikan semua baut-baut serta accessories telah terpasang dan terikat
dengan benar.
16. Perakitan pompa di lokasi dan alignment pada pompa

Gambar 2.2 pompa sudah terpasang kembali

17. Buat laporan / data hasil pekerjaan.

27
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Selama pelaksanaan praktek lapangan industri di PT. Wilmar Nabati
Indonesia penulis banyak sekali mandapatkan pengalaman dan pengetahuan yang
berguna untuk diterapkan nantinya dalam pendidikan ataupun setelah tamat
nantinya. Dari pelaksanaan praktek lapangan industri yang penulis dapatkan di
bangku kuliah,maka dari itu penulis dapat mengambil kesimpulan dari penelitian
selama kerja praktek ini adalah:
 Umumnya kerusakan pompa selalu berhubungan dengan kebocoran,
kerusakan umum lainnya adalah pompa berisik, dan pompa bergetar
 Fungsi dari gasket adalah untuk mencegah kebocoran dan menjaga
kompresi agar tetap normal
 Dalam proses pemasangan pompa ,alignment pada pompa adalah hal yang
wajib di perhatikan, karena keawetan dan umur pompa juga bergantung
terhadap alignment
5.2 Saran – saran
Sesuai dengan tujuan praktek lapangan industri yang dilakukan di PT.
Wilmar Nabati Indonesia, mahasiswa dapat memberikan masukan dan mengatasi
masalah yang terjadi sesuai dengan kemampuan mahasiswa, adapun saran-saran
yang dapat penulis sampaikan:
• Menurut saya Alat seperti kunci torsi bisa bermanfaat saat penggerjaan
pompa di lapangan agar penguncian pompa sesuai dengan torsi maksimum
yang di berikan , dan kuat penguncian bisa merata di seluruh pompa
• Pengecekan berkala terhadap pompa harus sering dilakukan agar kerusakan
yang lebih besar terhadap pompa / breakdown bisa di hindari

28
DAFTAR PUSTAKA

PT. Wilmar Nabati Indonesia


Sterling Germany Pumps Pty Ltd , Manual and instruction
Centrifugal series pump overhung
LAMPIRAN I
SURAT KETERANGAN KERJA PRAKTEK (KP)
LAMPIRAN II
NILAI DARI PERUSAHAAN
LAMPIRAN III
LAPORAN KEGIATAN HARIAN KERJA PRAKTEK

HARI : Selasa
TANGGAL : 03 November 2020
No URAIAN KEGIATAN PEMBERI PARAF
TUGAS

1 Pengenalan lokasi PT. WINA (PK. Plant,Head Departement


Refinery dan Boiler) Maintennace
Catatan Pembimbing Industri

No GAMBAR KERJA KETERANGAN

1 Overhaul pompa 27P01

HARI : Rabu
TANGGAL : 11 November 2020
No URAIAN KEGIATAN PEMBERI PARAF
TUGAS

1 Mempelajari Pompa Sentrifugal Pembimbing Lapangan

Catatan Pembimbing Industri


No GAMBAR KERJA KETERANGAN

Pompa 27P01 yang


1 bocor

HARI : Kamis
TANGGAL : 26 November 2020
No URAIAN KEGIATAN PEMBERI PARAF
TUGAS

1 Mempelajari aliran pompa sentrifugal Pembimbing Lapangan

Catatan Pembimbing Industri

No GAMBAR KERJA KETERANGAN

Alignment Pompa di PK
1 Plant

HARI : Selasa
TANGGAL : 24 November 2020
No URAIAN KEGIATAN PEMBERI PARAF
TUGAS

1 Memahami cara Alignment pada pompa Pembimbing Lapangan

Catatan Pembimbing Industri

No GAMBAR KERJA KETERANGAN

1 Mech seal dan as pompa

HARI : Senin
TANGGAL : 21 Desember 2020
No URAIAN KEGIATAN PEMBERI PARAF
TUGAS

1 Memahami cara Pemasangan Mechanical Pembimbing Lapangan


seal dan Plank pompa
Catatan Pembimbing Industri

Anda mungkin juga menyukai