0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan1 halaman

Dampak Resesi Ekonomi Indonesia 2020

Resesi adalah kondisi penurunan pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut yang disebabkan oleh melemahnya perekonomian global yang mempengaruhi negara-negara di dunia. Resesi dapat menyebabkan penurunan keuntungan perusahaan, lapangan kerja, dan investasi serta inflasi atau deflasi. Indonesia berupaya menghindari resesi dengan strategi pemerintah dan masyarakat seperti stimulus ekonomi dan relaks

Diunggah oleh

mybae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan1 halaman

Dampak Resesi Ekonomi Indonesia 2020

Resesi adalah kondisi penurunan pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut yang disebabkan oleh melemahnya perekonomian global yang mempengaruhi negara-negara di dunia. Resesi dapat menyebabkan penurunan keuntungan perusahaan, lapangan kerja, dan investasi serta inflasi atau deflasi. Indonesia berupaya menghindari resesi dengan strategi pemerintah dan masyarakat seperti stimulus ekonomi dan relaks

Diunggah oleh

mybae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Resesi adalah kondisi dimana pertumbuhan ekonomi riil tumbuh negative atau dengan

kata lain terjadi penurunan produk domestik bruto selama dua kuartal berturut-turut
dalam satu tahun berjalan. Resesi ditandai dengan melemahnya perekonomian global
dan akan mempengaruhi ekonomi domestik negara-negara di seluruh dunia. Kemungkinan
suatu negara mengalami resesi semakin kuat apabila perekonomian negara tersebut
memiliki ketergantungan pada perekonomian global (Miraza, 2019). Resesi ekonomi
dapat menyebabkan terjadinya penurunan semua aktivitas ekonomi seperti keuntungan
perusahaan, lapangan kerja dan investasi secara bersaman. Resesi ekonomi biasanya
terkait dengan adanya penurunan harga (deflasi), atau sebaliknya, kenaikan harga
yang tajam (inflasi) dalam proses yang disebut stagflasi. Faktor-faktor lain
terjadinya resesi dapat dilihat dari beberapa hal seperti ketidakseimbangan antara
produksi dan konsumsi, pertumbuhan ekonomi yang lambat atau menurun selama dua
kuartal berturut-turut, nilai impor jauh lebih besar dibandingan nilai ekspor, dan
tingkat pengangguran yang semakin tinggi.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berdasarkan studi literatur
dan analisis yang mendalam. Penelitian kualitatif merupakan metode yang digunakan
untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian dengan mendeskripsikan
dalam bentuk bahasa, kata-kata, dan konteks khusus yang alamiah (Sugiyono, 2014).
Studi literatur diantaranya berasal dari jurnal nasional dan internasional yang
relevan, sumber laman terpercaya, serta beberapa artikel yang dipublikasikan secara
online. Ruang lingkup penelitian ini terfokus pada masalah perekonomian Indonesia
selama masa pandemi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghindarkan Indonesia dari
ancaman resesi ekonomi yang ditempuh dengan cara menyusun strategi-strategi yang
dapat dilakukan baik oleh pemerintah dan masyarakat terkait. Analisis data
dilakukan dengan cara merepresentasikan data yang diperoleh dengan literatur yang
dirujuk untuk memetakan strategi yang relevan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berbagai belahan dunia dalam pengalamannya telah menunjukan bahwa pemerintah
memiliki peran yang sangat penting dalam memperbaiki ekonomi pada fase penyebaran
pandemi Covid-19 (Faroni et al., 2020). Berbagai paket kebijakan sekaligus stimulus
ekonomi diinisiasi oleh pemerintah seperti memberikan relaksasi terhadap beberapa
aktivitas ekonomi dalam usaha peningkatan penerimaan negara seperti jaminan sosial,
penundaan pembayaran pinjaman dan pajak serta bantuan negara terus dilaksanakan.
Konsekuensi ini timbul dari adanya krisis ekonomi dunia terkait pandemi yang memicu
peningkatan peran serta intervensi negara atau pemerintah, masyarakat dan lembaga
keuangan baik nasional maupun internasional (Sulkowski, 2020).
Berdasarkan data yang diperoleh dari (Badan Pusat Statistik, 2020), Produk Domestik
Bruto (PDB) Indonesia pada Q1-2020 tercatat hanya tumbuh sebesar 2,97% (y-o-y) yang
merupakan angka pertumbuhan terendah sejak 2001. Disamping itu, ekonomi Indonesia
Q2- 2020 terhadap Q2-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 5,32% (y-o-y).
Kontraksi pertumbuhan terjadi di hampir semua wilayah usaha. Bidang usaha yang
mengalami kontraksi pertumbuhan yang signifikan yaitu industry transportasi dan
penyimpanan (pergudangan) yang

Anda mungkin juga menyukai