ABSTRAK
Di negara berkembang seperti negara Indonesia, kebutuhan akan alat Gearbox sangat tinggi
sebagai salah satu faktor pendukung mesin pabrik dan alat berat. Khusus nya di kota besar,
kebutuhan akan Gearbox Cyclo sangatlah tinggi karena lebih efesien dari segi ukuran serta
menghasilkan torsi yang lebih besar sesuai kebutuhan out put baik mesin pabrik dan alat berat
untuk kelancaran proses produksinya. Sumitomo merupakan salah satu alat berat yang sangat
sering digunakan. Semakin banyak alat berat yang dimiliki oleh suatu perusahaan, maka
semakin banyak pula perawatan yang harus dilakukan secara rutin agar alat berat dan mesin
pabrik selalu dalam kondisi prima. Salah satunya adalah perawatan transmisi gearbox. Hal yang
paling penting adalah pengecekan kondisi bearing dan gear. Dimana untuk mengecek kondisi
bearing dan gear, gearbox harus dilepas terlebih dahulu. Susahnya proses bongkar pasang
gearbox membuat pekerja harus menggunakan beberapa alat, seperti dongkrak, las karbit, balok
kayu, ataupun katrol. Oleh karena itu dibuatnya perancangan alat bantu bongkar pasang gearbox
yang dapat membantu pekerja agar lebih mudah untuk melakukan proses bongkar maupun
pasang. Mekanisme yang digunakan yaitu menggunakan sistem roller dan bearing, sehingga
pekerja hanya perlu untuk memutar handle untuk menaikkan ataupun menurunkan beban torsi
yang ditopang oleh motor tersebut.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam beberapa unit mesin memiliki sistem pemindahan tenaga yaitu gearbox
yang berfungsi untuk mengalirkan tenaga atau daya mesin ke salah satu bagian mesin
lainnya, sehingga unit tersebut dapat bergerak menghasilkan sebuah pergerakan baik
maupun pergeseran. Gearbox merupakan suatu susunan d a r i b e r b a g a i m a c a m r o d a
g i g i d a n p o r o s . K o m p o n e n i n i h a r u s m e m i l i k i konstruksi yang tepat agar dapat
menempatkan poros-poros roda gigi pada sumbuyang benar sehingga roda gigi dapat
berputar dengan baik dengan sedikit mungkinterjadi yang terjadi. Selain harus
memiliki konstruksi yang tepat, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi
oleh komponen ini yaitu dapat dianggap getaran yang timbul akibat perputaran dan
perpindahan antar roda gigi.
1.2. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi nilai mata kuliah T e k n i k
M e s i n . S e l a i n i t u p u l a d i h a r a p k a n l a p o r a n i n i d a p a t memberikan wawasan bagi
pembaca agar dapat memahami :
● Cara pembongkaran dan pemasangan gear helical pada gearbox.
● Klasifikasi dan peralatan yang digunakan dalam pemasangan dan buka gearbox.
● Melakukan pemeriksaan gearbox gear helical dan bearing yang digunakan didalam
Gearbox. Contoh : (Skor, Noise)
1.3. Perolehan Data
Data-data dari laporan yang diperoleh dari hasil Kerja Praktek PT. HIMALAYA
EVEREST JAYA dan juga daribeberapa sumber penunjang s eperti makalah,
jurnal maupun internet yang membahas mengenai gearbox.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Gearbox
Gearbox atau gear motor merupakan suatu alat khusus yang dapat
menambah kekuatan beban (torsi) dengan cara menambah kecepatan dari dinamomotor.
Gearbox juga adalah alat pengubah daya dari mesin yang berputar menjadi tenaga yang
lebih besar dengan mengkombinasikan perangkat mekanik dan listrik. Secara
prinsip perbedaan dinamo motor (elektrik motor) dan gearbox adalah :
Dynamo motor memiliki kecepatan tinggi namun beban yang dimilikirendah (torsi
kecil)
Gearbox memiliki kecepatan rendah namun mampu untuk beban- beban yang
berat (Torsi Besar)
2.2 Fungsi Gearbox
Kotak persneling dalam hal yang berkaitan dengan bidang kebutuhan industri
ataupermesinan memiliki fungsi sebagai pemindah tenaga dari tenaga
penggerak(mes in dies el atau dinamo motor elektrik) ke mesin yang ingin
digerakan.
“ GEAR REDUCER “
✔ TUJUAN
Setelah menyelesaikan praktek ini, mahasiswa dapat :
1. Mengetahui fungsi gear reducer
2. Mensejajarkan poros reducer dengan poros pompa
3. Mengetahui cara kerja gear reducer
4. Memeriksa kondisi gear reducer
5. Menyebutkan serta menggunakan peralatan untuk pembongkaran, perawatan dan
perakitan gear reducer dengan baik dan benar.
✔ DASAR TEORI
Gear reducer berfungsi untuk mengurangi putaran dari putaran yang masuk, sehingga putaran
yang dihasilkan lebih sedikit atau bahkan berkurang. Gear reducer mempunyai prinsip kerja
roda gigi cacing, sehingga pada konstruksi gear reducer tersusun dari pemasangan gear dan
pinion roda gigi cacing karena kerjanya yang halus dan hampir tidak ada bunyi, serta
memungkinkan perbandingan transmisi yang benar. Namun pada prinsip roda gigi cacing,
transmisi tidak dapat dibalik untuk menaikkan putaran yang berbalik dan roda gigi cacing akan
dihentikan oleh cacingnya sendiri.
Antara roda gigi cacing dan cacingnya terjadi gesekan yang besar, sehingga menimbulkan
banyak panas. Oleh karena itu, pelumasan sangat diperlukan untuk meredam panas yang
dihasilkan. Namun selain berfungsi sebagai pendingin, pelumasan pada gear reducer juga
berfungsi untuk mengurangi gesekan antara roda gigi cacing dan cacingnya, mencegah karat atau
korosi, merapatkan singgungan antara roda gigi cacing dan cacingnya, menghindari penegangan
lebih ( tekanan yang berlebihan ) dan mencuci kotoran dari serpian keausan.
✔ KEGIATAN PRAKTEK
- Alat :
1. Kunci L
2. Obeng minus ( - )
3. Kunci ring & pass
4. Kunci Shock
5. Pembukaan Bearing dengan metode Las Blender
6. Majun (Kain Lap)
- Langkah kerja
1. Pembongkaran
1.1 Mempersiapkan alat yang akan digunakan
1.2 Melepaskan baut pada rangkaian reducer
1.3 Melepaskan sabuk
1.4 Melepaskan pully
1.5 Melepaskan gear pada rangkaian gear reducer
2. Pemeriksaan dan perawatan
2.1 Membersihkan semua komponen dari kotoran yang menempel
2.2 Memeriksa keadaan belt ( sabuk )
2.3 Memeriksa roda gigi cacing
2.4 Memeriksa poros – porosnya
2.5 Memberi pelumas
3. Perakitan
3.1 Memasang gear reducer pada rumahnya
3.2 Mengencangkan baut pengikat rumah gear reducer
3.3 Mensejajarkan kedua poros
3.4 Memasang kedua pully
3.5 Memasang belt ( sabuk )
3.6 Memasang semua baut
3.7 Mengencangkan semua baut.
✔ DATA PRAKTEK
☼ Reducer pertama
► Jumlah gigi
– Roda gigi cacing 8 alur
– Roda gigi vertikal 60 alur
► Perbandingan putaran
– 60 putaran input = 1 putaran output
► Kerusakan
– Bantalan luncur untuk poros output telah rusak ( mudah lepas ) – Bagian dalam
rumah reducer dalam keadaan sangat kotor.
☼ Reducer kedua
► Jumlah gigi
– Roda gigi cacing 4 alur
– Roda gigi vertikal 40 alur
► Perbandingan putaran
– 20 putaran input = 1 putaran output
► Kerusakan
– Tumpuan bantalan pada poros roda gigi cacing tidak ada
– Bagian dalam rumah reducer dalam keadaan sangat kotor.
Adapun bagian - bagian dari Motor Cyclo tersebut adalah sebagai berikut :
1) Cyclo Unit.
Cyclo Unit merupakan komponen atau onderdill yang menyerupai gear box yang di mana
di dalam cyclo terdapat beberapa gear unit.
Sedangkan cyclo unit mempunyai fungsi seperti berikut :
● Sebagai perubah speed motor drive dari speed tinggi menjadi low speed tergantung
dari jumlah ratio yang tertera pada cyclo drive.
● Meneruskan putaran dari motor penggerak ke benda kerja dengan perbandingan speed
tertentu sesuai spec ratio pada cyclo drive.
● Mereduce putaran motor penggerak sesuai spec ratio yang tertera pada name plate
cyclo drive.
Cyclo drive tersebut di baut menjadi satu dan permanen dengan motor penggerak
sehingga putaran motor penggerak langsung di reduce oleh cyclo drive tanpa perantara
untuk di teruskan ke benda kerja.
Pada body cyclo drive ini terdapat Name Plate yang berisi spesifikasi data cyclo drive itu
sendiri.
Adapun data spesifikasi yang tertera pada name plate cyclo drive tersebut adalah sebagai
berikut :
Tulisan Nama onderdill yaitu Cyclo Drive.
Type atau Model cyclo drive tersebut.
Spec Ratio pada cyclo drive tersebut misal 1 : 23 yang berarti 1 putaran Motor
penggerak menghasilkan 23 putaran cyclo drive.
Nama pabrik produsen cyclo drive tersebut.
Rpm motor yang di gunakan pada motor penggerak cyclo drive tersebut.
Spec Daya Motor yang di gunakan pada cyclo drive tersebut.
Dan cyclo drive itu sendiri di lengkapi dengan :
Neple Grease yang berfungsi sebagai jalur supply grease untuk melubrikasi gear unit
di dalam cyclo drive.
Lubang drain grease yang berfungsi sebagai lubang pembuangan sirkulasi grease dari
dalam cyclo drive.
Bracket dudukan yang berfungsi sebagai stand atau dudukan cyclo motor unit.
Lubang baut pada bracket yang berfungsi sebagai tempat baut untuk mengikat cyclo
motor pada body mesin.
Lubang nuckle yang berfungsi sebagai tempat tali atau wire untuk mengangkat atau
handling cyclo motor.
2) Motor Drive.
Motor Drive atau motor penggerak merupakan onderdill yang berfungsi untuk memutar
Cyclo unit kemudian putaran tersebut akan di teruskan untuk memutar benda kerja.
Adapun bagian - bagian dari motor drive tersebut adalah sebagai berikut :
Stator merupakan bagian motor drive yang diam.
Rotor merupakan bagian motor drive yang berputar.
Kipas motor yang berfungsi sebagai media pembuang panas pada motor pada saat
running.
Terminal power yang berfungsi sebagai media penghantar listrik yang akan dialirkan
ke Stator.