GAMBARAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA PENDAFTARAN
PASIEN DI RS PMC TAHUN 2021
PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH
Oleh :
RAMA DANIATI
NIM : 19021026
PROGRAM STUDI D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
UNIVERSITAS HANG TUAH PEKANBARU
T.A 2021/2022
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul Karya Tulis Ilmiah : Gambaran Rekam Medis Elektronik Pada
Pada Pendaftaran Pasien Di RS PMC Tahun
2021
NAMA : RAMA DANIATI
NIM : 19021026
PROGRAM STUDI : D III Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan
Proposal Karya Tulis Ilmiah telah di periksa, disetujui dan siap untuk
dipertahankan dihadapan tim penguji proposal karya tulis ilmiah program studi D
III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Hangtuah Pekanbaru
Pekanbaru, 07 Januari 2022
Menyetujui
Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping
( Mohd. Rinaldi Amartha,M kom) (Ulil Kholili,[Link],[Link])
NIDN : 1019079101 NIDN : 1024128001
Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat dan karunia-nya berupa kesehatan, kesempatan,keinginan,
serta semangat untuk terus menerus mencari ilmu, dengan semua usaha sehingga
penulis dapat menyelesaikan sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di
program Studi D lll Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIkes Hangtuah
Pekanbaru dengan judul Gambaran Rekam Medis Elektronik Pada
Pendaftaran Pasien Di [Link] Tahun 2021 ini tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan ini Proposal Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak
menemukan kendala, namun berkat dukungan, bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak, sehingga Proposal Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan tepat
[Link] sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada yg terhormat :
1. Bapak H. Ahmad Hanafi, SKM, M. Kes, selaku Ketua Yayasan STIkes Hang
Tuah Pekanbaru.
2. Ibu dr. Fanny Annisa Abrani selaku direktur Rumah Sakit Pekanbaru Medical
Center.
3. Ibu Haryani Octaria, [Link],SKM,[Link], selaku Ketua Prodi D lll Rekam
Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru.
4. Seluruh staff Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Rumah Sakit PMC
5. Bapak Mohd. Rinaldi Amartha,[Link], [Link] selaku pembimbing 1 yang
telah banyak memberikan masukan ilmu dan semangat serta memberikan
pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah
6. Bapak Ulil Kholil.A. [Link] selaku pembimbing ll yang telah
banyak memberikan masukan ilmu dan semangat serta memberikan pengarahan
kepada penulis dalam menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah
7. Seluruh staff pengajar Program Studi D lll Rekam Medis dan Informasi
Kesehatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru dan bimbingan kepada penulis selama
mengikuti pendidikan.
8. Teristimewa kepada kedua orangtua tercinta yang telah memberikan dukungan
serta limpahan kasih sayang dan doa nya.
9. Temen-temen seperjuangan yang telah memberikan bantuan serta
menyemangati untuk menyelesaikan proposal penelitian ini.
Dengan segala kerendahan hati penulis menerima kritikan, saran serta
masukan dan komentar yang bersifat membangun demi kesempurnaan Proposal
Karya Tulis Ilmiah ini belum sempurna seluruhnya, baik dalam teknik penulisan
maupun isi nya. Penulis berharap Proposal Karya Tulis Ilmiah ini dapat
bermanfaat dan dapat digunakan sesuai keperluan.
Pekanbaru, 27 Maret 2022
Penulis
DAFTAR ISI
Persetujuan Pembimbing...............................................................................
Kata Pengantar ..............................................................................................
Daftar isi .........................................................................................................
Daftar Tabel....................................................................................................
Daftar Gambar.........................................................................................
Daftar Lampiran.......................................................................................
Bab I Pendahuluan .......................................................................................
A. Latar Belakang ..................................................................................
B. Rumusan Masalah ..............................................................................
C. Tujuan Penelitian ...............................................................................
D. Manfaat Penelitian .............................................................................
Bab II Tinjauan Keperpustakaan ................................................................
1. Rumah Sakit .......................................................................................
2. Rekam Medis ......................................................................................
3. RME ( Rekam Medis Elektronik ) .....................................................
Bab III Rancangan Penelitian ......................................................................
A. Rancangan Penelitian ........................................................................
B. Lokasi dan Waktu Penelitian .............................................................
C. Informan dan Objek Penelitian ..........................................................
D. Variabel Penlittian dan Definisi Istilah .............................................
E. Instrumen Penelitian ..........................................................................
F. Pengelolaan Data ................................................................................
G. Analisis Data .....................................................................................
H. Jadwal Penelitian ...............................................................................
I. Etika Penelitian ...................................................................................
Daftar Pustaka ...............................................................................................
Pedoman Wawancara ....................................................................................
Pedoman Observasi .......................................................................................
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Informan Penelitian ........................................................................
Tabel 3.2. Definisi Istilah.................................................................................
Tabel 3.3. Jadwal Penelitian......................................................................
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 : Kerangka Teori...........................................................................
Gambar 2.2 : Kerangka Berfikir .....................................................................
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Surat Izin Penelitian Dari Kampus
Lampiran 2 : Surat Balasan Dari Rumah Sakit PMC Pekanbaru
Lampiran 3 : Pedoman Observasi
Lampiran 4 : Pedoman Wawancara
Lampiran 5 : Lembar konsultasi Pembimbing Utama
Lampiran 6 : Lembar Konsultasi Pembimbing Pendamping
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara parirpurna yang menyediakan pelayanan
rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat (kemenkes RI, 2010). Haikat dasar dari
rumah sakit adalah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang diharapkan
mampu untuk menylesaikan masalah kesehatan pasien. Pebaikan mutu pelayanan
senantiasa ditingkatkan demi menunjang fasilitas rumah sakit,salah satu mutu
pelayanan yang harus dijaga di rumah sakit adalah adanya penyelenggaraan
rekam medis.
Berdasarkan permenkes RI No. 259 tahun 2008 yang dimaksud dengan
rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas
pasien, pemeriksaan, pengobatan tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan
kepada pasien.(PERMENKES RI NO 269/MENKES/III/2008) catatan tersebut
sangat lah penting untuk pelayanan kesehatan, dikarenakan setiap pengobatan
dan pelayanan yang diberikan kepada pasien akan menghasikan informasi yang
akan digunakan untuk pengobatan dan pemberian tindakan untuk kesembuhan
pasien.
Rekam medis adalah berkas yang berisi identitas, anamnesa, penentuan
fisik, laboraturium, diagnosa dan tindakan medis terhadap seorang pasien yang
dicatat baik secara tertulis maupun elektronik. Bilamana penyimpananya secara
elektronik akan membutuhkan komputer dengan memanfaatkan manajemen basis
data. Pengertian rekam medis bukan hanya sekedar kegiatan pencacatan,
pelayanan dan tindakan medis apa saja yang diterima pasien, selanjutnya
penyimpanan berkas sampai dengan pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan
manakala di perlukan untuk kepentingannya sendiri maupun untuk keperluan
lainnya.
Menurut UU Praktek Kedokteran dalam penjelasan pasal 46 ayat (1) yang
dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen
tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengbatan, tindakan dan pelayanan lain
yang telah diberikan kepada pasien. Pengertian rekam medis diperkuat melalui
Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 269/2008,bahwa jenis data rekam
medis dapat berupa teks (baik yang terstruktur maupun naratif).
Rekam Medis Elektronik idealnya sebuah rekam medis berisi data riwayat
kesehatan pasien dari mulai ia lahir hingga saat ini. Namun karena sistem yang
ada indonesia sekarang ini terkait informasi kesehatan belum terintegrasi dan
belum di dukung sepenuhnya oleh teknologi informasi, maka data-data pasien
tersebut terpisah-pisah dan terbagi tergantung pada tempat dimana ia
mendapatkan pelayanan kesehatan pertama [Link] RME bukan
merupakan wacana baru bagi penyelenggara pelayanan kesehatan seperti rumah
sakit. Beberapa rumah sakit bahkan berani menyatakan telah
mengimplementasikan RME di dalam manajemen nya. Bagi rumah sakit yang
belum memiki RME umumnya beragumentasi sudah berkeinginan untuk memiliki
RME tetapi masih terbentur bebrapa kendala organisasi seperti: biaya, budaya
kerja, teknis dan sumber daya.(wiwie handiwidjojo,2015).
Rumah sakit PMC Pekanbaru merupakan salah satu rumah sakit swasta
yang berada di pusat kota pekanbaru. Rumah sakit pmc ini didirikan untuk
melayani kebutuhan masyarakat akan tau arti penting sebuah pelayanan kesehatan
yang profesional dan berkualitas. Selain itu rumah sakit PMC ini juga ingin
menciptakan nuansa yang aman, asri dan kebetahan pasien dilayani di rumah sakit
PMC dengan adanya unit-unit yang menunjang dari pelayanan rumah sakit ini.
Dari survei awal kepada petugas pendafaran di rumah sakit PMC, bahwa
gambaran rekam medis elektonik nya masih dalam proses. Sesuai dengan uraian
di atas dapat disimpulkan bahwa rumah sakit ini masih terdapat permasalahan di
rekam medis elektonik pada rumah sakit PMC Pekanbaru tahun 2021.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis memilih mengangkat
masalah sesuai judul ‘’ Gambaran Rekam Medis Elektronik Pada
Pendaftaran Pasien Di Rumah Sakit PMC Tahun 2021’’
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan maka dapat dirumuskan
bahwa permasaalahan adalah bagaimana gambaran rekam medis elektronik pada
pendaftaran pasien di rumah sakit pmc tahun 2021.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui gambaran rekam medis elektronik pada pendaftaran pasien
di rumah sakit pmc tahun 2021
2. Tujuan Khusus
a) Mengetahui gambaran rekam medis elektronik pada pendaftaran
pasein di rumah sakit pmc tahun 2021
b) Mengetahui permasalahan rekam medis elektronik pada pendaftaran
pasien di rumah sakit pmc tahun 2021
c) Mengetahui alur rekam medis elektronik pada pendaftaran pasien di
rumah sakit pmc pekanbaru tahun 2021
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil dari penelitian ini dapat menjadi referensi atau masukan bagi
perkembangan ilmu rekam medis dan informasi kesehatan.
2. Manfaat Praktis
a) Bagi Rumah Sakit
Dapat digunakan sebagai bahan informasi atau masukkan serta
penilaian (evaluasi) pelayanan kesehatan dan untuk meningkatkan
pengetahuan terutama tentang gambaran rekam medis elektronik pada
pendaftaran pasien di rumah sakit pmc tahun 2021
b) Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan pertimbangan dan panduan untuk mahasiswa yang
akan melakukan penelitian dimasa akan datang dan sebagai bahan evaluasi
belajar dalam peningkatan mutu pendidikan khususnya tentang gambaran
rekam medis elektronik pada pendaftran pasien di rumah sakit pmc tahun
202.
c) Bagi Mahasiswa
Untuk menambah pengetahuan, pengalaman wawasan dan
memperluas informasi sehingga bisa menerapkan ilmu yang di dapat
selama perkuliahan sebagai bahan masukkan untuk mengetahui tentang
gambaran rekam medis elekttrronik pada pendaftaran pasien di rumah sakit
pmc tahun 2021 da membandingkan antara teori dengan fakta di lapangan
yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam penelitian lebih lanjut.
BAB ll
TINJAUAN KEPERPUSTAKAAN
1. RUMAH SAKIT
a. Pengertian Rumah Sakit
Rumah Sakit didefinisikan sebagai institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat (Permenkes
No. 47 Tahun 2010).
Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks,
pada pakar, pada modal. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan rumah sakit
menyangkut berbagai fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian, serta
mencakup berbagai tingkatan maupun jenis disiplin, agar rumah sakit mampu
melaksanakan fungsi yang profesional baik di bidang teknis medis maupun
admnistrasi kesehatan. Untuk menjaga dan meningkatkan mutu rumah sakit harus
mempunyai suatu ukuran yang menjamin peningkatan mutu disemua tingkatan
(Rustiayanto,2010).
b. Tujuan Rumah Sakit
Tujuan Rumah Sakit menurut undang-undang rebuprik indonesia nomor
44 tahun 2009 tentang rumah sakit adalah :
1. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayannan kesehatan
2. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat,
lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit
3. Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayaman rumah sakit
4. Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber daya
manusia rumah sakit, dan rumah sakit.
c. Fungsi Rumah Sakit
Menurut undang-undang no 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, fungsi
rumah sakit adalah :
1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai
dengan standar pelayanan rumah sakit.
2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan
kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis.
3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam
rangka peningkatan pelayanan kesehatan.
4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi
bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan
memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.
2. Rekam Medis
a. Pengertian Rekam Medis
Dalam penjelasan pasal 46 ayat (1) UU No. 29 Tahun 2004 tentang praktek
kedokteran yang di maksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan
dan dokumen tentang identitas pasien pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan
pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien, rekam medis adalah catatan
yang mencerminkan segala informasi yang menyangkut seorang pasien yang akan
dijadikan dasar dalam menentukan tindakan lebih lanjut dalam upaya pelayanan
medis maupun tindakan medis lainnya yang diberikan kepada seorang pasien
(Bambang Poenomo,2000).
b. Tujuan Rekam Medis
Tujuan rekam medis adalah menunjang tercapainya tertib admnistrasi dalam
rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tanpa di dukung
suatu sistem pengeolaan rekam medis yang baik dan benar, tidak akan tertib
admnistrasi rumah sakit sebagai mana yang diharapkan. Sedangkan tertib
admnistrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya
pelayanan kesehatan di rumah sakit (DepKes RI 2006).
c. Kegunaan Rekam Medis
Kegunaan Rekam Medis dapat di lihat dari beberapa aspek antara lain :
1. Aspek Admnistrasi
Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nilai admnistrasi, karena isinya
menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga
medis dan paramedic dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.
2. Aspek Medis
Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nlai medis, karena catatan
tesebut di pergunakan sebagai dasar merencanakan pengobatan atau perawatan
yang diberikan kepada seorang pasien dan dalam rangka mempertahankan serta
menngkatkan mutu pelayanan melalui kegiatan audit medis, manajemen resiko
kinis serta keamanan / keselamatan pasien dan kendali biaya.
3. Aspek Hukum
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya
menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan.
Dalam rangka usaha menengakkan hukum serta penyedian bahan bukti untuk
menengakkan hukum serta penyedian bahan bukti untuk menenggakkan keadilan.
4. Aspek Keuangan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang, karena isinya
mengandung data atau informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek
keuangan.
5. Aspek Penelitian
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai penelitian karena isinya
menyangkut data dan informasi yang dapat di pergunakan sebagai aspek
pendukung penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehataan.
6. Aspek Pendidikan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai pendidikan, karena isinya
menyangkut data atau informasi tentang perkembangan kronlogi dan kegiatan
pelayanan medis yang diberikan kepada pasien, informasi tersebut dapat
dipergunakan sebagai bahan atau referensi pengajaran di bidang profesi
pendidikan kesehatan.
7. Aspek Dokumentasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai dokumentasi, karena isinya
menyangkut sumber ingatan yang harus di dokumentasikan dan di pakai sebagai
bahan pertanggung jawaban dan laporan rumah sakit.
Dengan melihat dari beberapa aspek tersebut di atas, rekam medis
mempunyai kegunaan yang sangat luas, karena tidak hanya menyangkut antara
pasien dengan pembeli pelayanan kesehatan saja.
Kegunaan rekam medis secara umum menurut DepKes RI (2006) adalah
sebagai berikut :
1. Sebagaimana alat komunikasi antara dokter dengan tenaga ahli
lainnya yang ikut ambil bagian di dalam proses pembelian pelayanan,
pengobatan dan perawatan kepada pasien.
2. Sebagai dasar untuk merencankan pengbatan atau perawataan yag
harusdi berikan kepada seorang pasien.
3. Sebagai bukti tertulis maupun terekam atas segala tindakan pelayanan,
pengobatan dan perkembangan penyakit selama pasien berkunjung
atau di rawat di rumah sakit.
4. Sebagai bahan yang berguna untuk analisa, penelitian, dan evaluasi
terhadap kualitas pelayanan yang telah di berikan kepada pasien
5. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit maupun
dokter dan tenaga medis lainnya.
6. Menyediakan data-data khusus yang sangat berguna untuk keperluan
penelitian dan pendidikan.
7. Sebagai dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan
medis yang di terima oleh pasien
8. Menjadi sumber ingatan yang harus di dokumentasikan serta sebagai
bahan pertanggung jawaban dan laporan.
3. RME ( Rekam Medis Elektronik)
a. Pengertian Rekam Medis Elektronik
Idealnya sebuah rekam medis berisi data riwayat kesehatan pasien dari
mulai ia lahir hingga saat ini. Namun karena sistem yang ada di Indonesia
sekarang ini terkait informasi kesehatan belum terintegrasi dan belum didukung
sepenuhnya oleh Teknologi Informasi, maka data-data pasien tersebut terpisah-
pisah dan terbagi tergantung pada tempat dimana ia mendapatkan pelayanan
kesehatan pertama kali. Jadi seandainya seorang pasien jatuh sakit di kota lain,
maka dia akan dibuatkan rekam medis baru oleh rumah sakit dimana ia berobat
dan riwayat kesehatannya akan diulang ditanyakan oleh dokter, syukurlah jika ia
masih mampu diajak berbicara, tetapi seandainya tidak?. Melihat pentingnya
sebuah rekam medis, maka sudah saatnya semua rumah sakit di Indonesia
membangun Rekam Medis Elektronik (RME) dan akan lebih berdaya guna jika
semua rekam medis itu terkoneksi didalam jaringan komputer seluruh rumah sakit
di Indonesia.
Sebenarnya Rekam Medis Elektronik (RME) bukan merupakan wacana
baru bagi penyelenggara pelayanan kesehatan seperti rumah sakit. Beberapa
rumah sakit bahkan berani menyatakan telah mengimplementasikan RME di
dalam manajemennya. Bagi rumah sakit yang belum memiliki RME umumnya
berargumentasi sudah berkeinginan untuk memiliki RME tetapi masih terbentur
beberapa kendala organisasi seperti: biaya, budaya kerja, teknis dan sumber daya.
Pada dasarnya RME adalah penggunaan perangkat teknologi informasi
untuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta peng-akses-an data yang
tersimpan pada rekam medis pasien di rumah sakit dalam suatu sistem manajemen
basis data yang menghimpun berbagai sumber data medis. Bahkan beberapa
rumah sakit modern telah menggabungkan RME dengan aplikasi Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang merupakan aplikasi induk
yang tidak hanya berisi RME tetapi sudah ditambah dengan fitur-fitur seperti
administrasi, billing, dokumentasi keperawatan, pelaporan dan dashboard score
card.
RME juga dapat diartikan sebagai lingkungan aplikasi yang tersusun atas
penyimpanan data klinis, sistem pendukung keputusan klinis, standarisasi istilah
medis, entry data terkomputerisasi, serta dokumentasi medis dan farmasi. RME
juga bermanfaat bagi paramedis untuk mendokumentasikan, memonitor, dan
mengelola pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien di rumah sakit. Secara
hukum data dalam RME merupakan rekaman legal dari pelayanan yang telah
diberikan pada pasien dan rumah sakit memiliki hak untuk menyimpan data
tersebut. Menjadi tidak legal, bila oknum di rumah sakit menyalah gunakan data
tersebut untuk kepentingan tertentu yang tidak berhubungan dengan pelayanan
kesehatan pasien.
Rekam Medis Elektronik (RME) berbeda dengan Rekam Kesehatan
Elektronik (RKE). RKE merupakan kumpulan dari RME pasien yang ada di
masing-masing rumah sakit (pusat pelayanan kesehatan). RKE dapat diakses dan
dimiliki oleh pasien serta datanya bisa digunakan di pusat pelayanan kesehatan
lain untuk keperluan perawatan berikutnya. RKE baru bisa terwujud jika sudah.
ada standarisasi format data RME pada masing-masing rumah sakit sehingga data-
data tersebut bisa diintegrasikan. Untuk mewujudkan RKE dibutuhkan suatu
sistem yang terintegrasi dan disepakati bersama oleh masing-masing pusat
pelayanan kesehatan pada suatu wilayah tertentu atau bahkan yang lebih luas dari
itu misalkan bersifat nasional. (Wimmie handiwidjojo, 2015).
b. Manfaat Rekam Medis Elektronik
Mempertimbangkan berbagai keuntungan termasuk faktor cost and benefits
dari penerapan RME di rumah sakit (pusat pelayanan kesehatan), maka penulis
melihat paling ada tiga manfaat yang dapat diperoleh, masing-masing adalah:
a. Manfaat Umum, RME akan meningkatkan profesionalisme dan
kinerja manajemen rumah sakit. Para stakeholder seperti pasien akan
menikmati kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan pelayanan
kesehatan. Bagi para dokter, RME memungkinkan diberlakukannya
standard praktek kedokteran yang baik dan benar. Sementara bagi
pengelola rumah sakit, RME menolong menghasilkan dokumentasi
yang auditable dan accountable sehingga mendukung koordinasi antar
bagian dalam rumah sakit. Disamping itu RME membuat setiap unit
akan bekerja sesuai fungsi, tanggung jawab dan wewenangnya.
b. Manfaat Operasional, manakala RME diimplementasikan paling tidak
ada empat faktor operasional yang akan dirasakan,
1. Faktor yang pertama adalah kecepatan penyelesaian pekerjaan-
pekerjaan administrasi. Ketika dengan sistem manual
pengerjaaan penelusuran berkas sampai dengan
pengembaliannya ketempat yang seharusnya pastilah memakan
waktu, terlebih jika pasiennya cukup banyak. Kecepatan ini
berdampak membuat efektifitas kerja meningkat
2. Yang kedua adalah faktor akurasi khususnya akurasi data,
apabila dulu dengan sistem manual orang harus mencek satu
demi satu berkas, namun sekarang dengan RME data pasien
akan lebih tepat dan benar karena campur tangan manusia lebih
sedikit, hal lain yang dapat dicegah adalah terjadinya duplikasi
data untuk pasien yang sama. Misalnya, pasien yang sama
diregistrasi 2 kali pada waktu yang berbeda, maka sistem akan
menolaknya, RME akan memberikan peringatan jika tindakan
yang sama untuk pasien yang sama dicatat 2 kali, hal ini
menjaga agar data lebih akurat dan user lebih teliti.
3. Ketiga adalah faktor efisiensi, karena kecepatan dan akurasi data
meningkat, maka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan
pekerjaan-pekerjaan administrasi berkurang jauh, sehingga
karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan utamanya.
4. Keempat adalah kemudahan pelaporan. Pekerjaan pelaporan
adalah pekerjaan yang menyita waktu namun sangat penting.
Dengan adanya RME, proses pelaporan tentang kondisi
kesehatan pasien dapat disajikan hanya memakan waktu dalam
hitungan menit sehingga kita dapat lebih konsentrasi untuk
menganalisa laporan terebut.(Wimmie handiwidjojo,2015).
B. Kerangka Teori
Kerangka teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang
teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang di teliti
(Sugiono,2017).
1 Rumah sakit Terlaksananya gamabaran
Gambar 2.1
rekam medis elektronk pada
2 Rekam medis Kerangka rumah
teori sakit PMC Pekanbaru
tahun 2021
3 RME
C. Kerangka berfikir
Kerangka berfikir model konsptual tentang bagaimana teori berhubungan
dengan berbagai faktor yang telah di identifikasi sebagai hal yang penting. Jadi,
kerangka berfikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-
pemahaman yang lainya, yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap
pemikiran suatu bentuk proses dari keseluruhan dari penelitian yang akan
dilakukan ( Sugiono,2009).
Output
Input Proses
Mengetahui
1 Mengetahui Mengetahui bagaimana
gambaran RME gambaran dan gamabaran rekam
permasalahan medis elektronik dan
2 Mengetahui rekam medis alur-alur rekam
permasalahan elektronik medis elektronik di
RME rumah sakit PMC
tahun 2021
3 Mengetahui alur-
Suqiono.(2017).Metode Penelitian [Link] dan
alur RME
R&d. bandung : Alfabeta,Cv.
Gambar 2.2
Kerangka Berfikir
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini adalah bersifat penelitian deskriptif dengan
metode pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode
penelitian yang di lakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau
deskriptif tentang suatu keadan secara objektif ( Notoadmojo,2012).
Pengelolaan data dalam penelitian ini mengunakan teknik wawancara
kualitatif pada saat memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek peneliti. Pada
tahp ini peneliti belum membawa masalah yang akan di teliti, maka penelitian
akan melakukan penjajahan umum dan menyeluruh, maka kualitatif terhadap
semua yang di lihat, di dengar dan di rasakan. Oleh karena itu, hasil dari
wawancara ini di simpulkan yang belum tertara ( Sugiono2017).
B. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di unit kerja bagian pendaftran rekam medis
di rumah sakit PMC Pekanbaru
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan oktober-februari tahun 2022
C. Informan Penelitian dan Objek Penelitian
1. Informan Penelitian
Informan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang yang terdiri dari 1 kepala
rekam medis dan petugas rekam medis di rumah sakit PMC Pekanbaru.
Rumah Sakit PMC Pekanbaru Tahun 2021
No Kode Jabatan Pendidikan
1. Kepala rekam medis Informan 1 Apreseris
2. Petugas rekam medis Informan 2 D3 Informatika
Tabel 3.1
Informan Penelitian
2. Objek Penelitian
Objek penelitian yang di teliti pada penelitian ini adalah gambaran rekam
medis elektronik pada rumah sakit PMC Pekanbaru
D. Variabel Penelitian dan Definisi Istilah
1. Variabel Penelitian
Variabel Penelitian menurut Hatch dan farhady (Sugiono,2015. H. 38)
adalah atribut atau objek yang memiliki variasi antara satu sama lainnya.
2. Definisi Operasional
Definisi operasional menurut Sugiyono (2015, h.38) adalah suatu atribut
atau sifat atau nilai dari obyek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang
telah ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.
Tabel 3.2
Variabel Penelitian dan Definisi Istilah
No Variabel Definisi istilah Instrumen Teknik Hasil
Penelitian Pengumpulan
111 1. Mengetahui Suatu tata cara Pedoman Wawancara Kualitatif
gambaran rekam gambaran rekam Observasi
medis elektronik medis elektronik
pada pendaftaran
2. Mengetahui Mengetahui Pedoman Wawancara Kualitatif
permasalahan suatu Observasi
rekam medis permasalahan
elektronik pada rekam medis di
pendaftaran pendaftran
pasien
3. Mengetahui Mengetahui Pedoman Wawancara Kualitatif
alur-alur rekam langkah-langkah Observasi
medis elektronik atau prosedur
pada pendaftaran rekam medis
elektronik
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang di gunakan membantu mengumpulkan data atau
informasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Alat Tulis
2. Alat Perekam (Handphone)
3. Pedoman Wawancara
4. Laptop
5. Pedoman (Observasi)
F. Pengelolaan Data
Data adalah manifulasi dari data ke dalam bentuk yang berguna dan lebih
berarti, berupa suatu informasi yang dapat di gunakan oleh orang yang
membutuhkan (Sutabri 2013).
Data mengambarkan suatu kejadian yang sedang terjadi, dimana data
tersebut akan di olah dan di terapkan dalam sistem menjadi input yang berguna
dalam suatu sistem ( Kristanto 2018 )
Unsur pengelolaan data dapat melibatkan secara keseluruhan atau sebagian
dari unsur pengelolaan data berikut :
1. Pengumpulan Data ( Data Capturing )
Pengelolaan data merupakan aktivitas penangkapan data dari dalam
dokumen dasar.
2. Pembacaan ( Reading )
Pembacaan data adalah proses pembacaan data dari dokumen dasar yang di
gunakan agar dapat di proses lebih lanjut.
3. Pemeriksaan ( Verifying )
Pemeriksaan perlu di lakukan hal ini bertujuan untuk menghindari
kesalahan dari data yang di baca dari dokumen dasar.
4. Perekam ( Recording )
Perekaman data merupakan proses penyimpanan data yang di baca dan di
verifikasi ke dalam alat penyimpanan berupa memori penyimpanan.
G. Analisis Data
Analisis data proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang di
peroleh dari hasil wawancara, catatan lapangan da dokumentasi, dengan cara
mengornisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit, melakukan
sintesa, menyusun ke dalam pola ( Sugiyono 2018 )
Trigulasi meliputi 3 hal yaitu :
1. Triangulasi Metode
Sebagaimana dalam penelitian kualitatif ini penelitian mengunakan
metode wawancara, observasi dan survei.
2. Triangulasi Teori
Triangulasi teori di mana hasil akhir penelitian kualitatif berupa
sebuah rumusan informasi, triangulasi teori dapat meningkatkan ke dalam
pemahamaan.
3. Triangulasi Sumber Data
Triangulasi sumber data mengali kebenaran informasi tentu dengan
mengunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip dan hasil
wawancara.
H. Jadwal Penelitian
Tabel 3.3
Jadwal Penelitian
No Kegiatan Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei
1. Bimbingan
Proposal Dan
KTI
2. Seminar
Proposal
3. Perbaikan
Proposal
4. Penelitian Dan
Bimbingan KTI
5. Sidang Hasil
KTI
6. Perbaikan dan
laporan KTI
I. Etika Penelitian
Penelitian harus menunjang tinggi etika yang merupakan standar etika
dalam melakukan penelitian. Adapun prinsip etika penelitian :
1. Respon for person
Tuliskan bahwa penelitian akan menghormati hak-hak responden yang
terlibat dalam penelitian, termasuk di antaranya : hak untuk membuat keputusan
untuk terlibat atau tidak terlibat dalam penelitian dan hak untuk menjaga
kerahasiaan nya.
2. Prinsip berbuat baik ( beneficence )
Tuliiskan manfaat yang di dapatkan melalui keikutsertaan dalam
penelitian secara spesifik. Antara lain : bebas dari bahaya, tuliskan bahwa yang
di lakukan tidak membahayakan jiwa dan membahayakan responden/ partisipan
apabila ada perlakukan tersebut sudah melewati etik sehingga telah di nilai untuk
aman di lakukan.
3. Prinsip Keadilan (justice )
Tuliskan bahwa penelittian akan memperlakukan semua yang terlibat
dalam penelitian secara adil dan tidak membeda-bedekan berdasarkan ras, agama
atau status sosial ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA
Menkes RI. 2008 Peraturan menteri kesehatan RI 269/menkes/ per/ lll / 2008
Tentang Rekam Medis.
Handdiwidjoyo, wimmie, jurnal rekam medis elektronik eksplorasi karya sistem
informasi dan sains,2009.
Bambang poenormo,2000, hukum kesehatan pertumbuhan hukum eksepsional di
bidang pelayanan kesehatan, yogyakarta, : aditya media.
Rustianto Ery. statistik rumah sakit untuk pengambilan keputusan edisi pertama,
graha ilmu. Yogyakarta.2010.
Undang- Undang Ri No 44 Tahun 2019 Tentang Rumah sakit Jakarta 2009.
Depkes RI. 2006 Pedoman penyelenggaaraan dan prosedur rekam medis rumah
sakit di indonesia. Jakarta : Depkes RI.
PEDOMAN WAWANCARA
GAMBARAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA PENDAFTARAN
PASIEN DI RUMAH SAKIT PMC TAHUN 2021
A. IDENTITAS INFORMAN
1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis Kelamin :
4. Pendidikan :
5. Jabatan :
6. Lama Bekerja :
B. Isi Wawancara
1. Informan gambaran rekam medis elektronik
a. Bagaimana gambaran rekam medis elektroniik di rumah sakit PMC
Pekanbaru ?
b. Apa-apa saja kendala mengunakan rekam medis elektronik di rumah
sakit PMC Pekanbaru ?
c. Apakah rekam medis elektronik sudah sempurna di rumah sakit
PMC Pekanbaru ?
2. Alur-alur rekam medis elektronik
a. Bagaimana alur-alur rekam medis elektronik di rumah sakit PMC
Pekanbaru ?
b. Apa- apa saja alur-alur rekam medis elektronik di rumah sakit PMC
Pekanbaru ?
PEDOMAN OBSERVASI
GAMBARAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA PENDAFTARAN
PASIEN DI RUMAH SAKIT PMC TAHUN 2021
NO KETERANGAN AD TIDAK
A ADA
1. Gambaran rekam medis elektronik di
rumah sakit PMC bagaimana ?
2. Apa – apa saja kendala mengunakan
rekam medis elektronik di rumah sakit
pmc ?
3. Apa saja kelebihan dan kekurangan
mengunakan rekam medis elektronik
di rumah sakit pmc ?
4. Apa saja alur-alur rekam medis
elektronik di rumah sakit PMC ?