0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan23 halaman

Teori Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan

Makalah ini membahas tentang teori-teori belajar behavioristik, kognitif, dan humanistik serta implementasinya dalam mendidik. Tujuannya adalah mengetahui pengertian masing-masing teori belajar dan bagaimana menerapkannya dalam pembelajaran.

Diunggah oleh

Muhammad Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan23 halaman

Teori Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan

Makalah ini membahas tentang teori-teori belajar behavioristik, kognitif, dan humanistik serta implementasinya dalam mendidik. Tujuannya adalah mengetahui pengertian masing-masing teori belajar dan bagaimana menerapkannya dalam pembelajaran.

Diunggah oleh

Muhammad Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

“Teori Belajar dan Implementasinya dalam Mendidik”

Dosen Pengampu
Prof. Dr. Nurhayati B, [Link].

Oleh:

Muhaemin Yudhistira (220013301034)

Galuh Try Astuti Ibrahim (220013301027)

Muhammad Kurniawan (220013301035)

Nuraini (220013301043)

PROGRAM PASCASARJANA
PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2022
ABSTRAK

Muhaemin Yudhistira, Galuh Try Astuti Ibrahim, Muhammad Kurniawan,


Nuraini, 2022. Teori Belajar dan Implementasinya dalam Mendidik. Makalah.
Program Pascasarjana Pendidikan Biologi Universitas Negeri Makassar.
Pengampu Nurhayati B.
Asumsi-asumsi yang mendukung program pendidikan seringkali tidak
sesuai dengan sifat pembelajaran, sifat peserta didik, atau sifat guru. Paradigma
digunakan untuk mendekati bidang pendidikan, dan lebih khusus lagi bidang
pembelajaran, yang tidak mampu menggambarkan secara memadai sifat
pembelajaran. Landasan teoretis dan konseptual yang salah sangat mempengaruhi
praktik dan hasil pendidikan. Teori belajar psikologi pendidikan berpotensi
mempengaruhi bagaimana siswa menyerap informasi. Guru, siswa, strategi dan
metode pembelajaran, dan media pembelajaran semuanya termasuk dalam teori
ini.
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui apa itu teori
belajar behavioristik dan implementasinya, mengetahui apa itu teori belajar
kognitif dan implementasinya dan mengetahui apa itu teori belajar humanistik dan
implementasinya.

Kata Kunci: Teori Behavioristik, Teori Kognitif, Teori Humanistik

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT senantiasa kita ucapkan,


atas karunia-Nya berupa nikmat iman dan kesehatan ini akhirnya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. Tak lupa shalawat serta salam tercurahkan bagi
Baginda Agung Rasulullah SAW yang syafaatnya akan kita nanti kelak.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat
sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis
mampu untuk meyelesaikan pembuatan makalah “Teori Belajar dan
Implementasinya dalam Mendidik”.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk makalah ini penulis
mohon maaf sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak
khusunya kepada Dosen kami yang telah membimbing dalam menulis makalah
ini. Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Makassar, Oktober 2022


Penyusun

Kelompok 2

ii
DAFTAR ISI

ABSTRAK...............................................................................................................i
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................2
C. Tujuan Penulisan...........................................................................................2
D. Manfaat Penulisan.........................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................4
A. Teori Belajar Behavioristik...........................................................................4
B. Teori Belajar Kognitif...................................................................................8
C. Teori Belajar Humanistik............................................................................11
BAB III PENUTUP..............................................................................................11
A. Kesimpulan.................................................................................................11
B. Saran............................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................14

iii
2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari belajar, karena dengan

belajar manusia menjadi mengerti dan paham tentang hal – hal yang sebelumnya

belum mereka ketahui. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu

untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan

sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dalam lingkungan.

Pendidik dituntut untuk menyediakan kondisi belajar untuk peserta didik

untuk mencapai kemampuan-kemampuan tertentu yang harus dipelajari oleh

subyek didik. Dalam hal ini peranan desain pesan dalam kegiatan belajar

mengajar sangat penting, karena desain pesan pembelajaran menunjuk pada

proses memanipulasi, atau merencanakan suatu pola atau signal dan lambang yang

dapat digunakan untuk menyediakan kondisi untuk belajar.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan pembelajaran

sebagai upaya untuk memperoleh kecerdasan atau pengetahuan, mempraktikkan,

dan memodifikasi perilaku atau tanggapan seseorang dalam menanggapi

pengalaman. Upaya yang dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana orang

belajar sehingga orang dapat memahami proses pembelajaran yang rumit inilah

yang merupakan teori pembelajaran.


3

Meskipun pengajar sudah merancang sedemikian rupa kadang masih sulit

untuk peserta didik dalam mengerti dan paham pada materi yang diberikan. Oleh

karena itu pengajar harus mampu menggunakan berbagai cara agar peserta didik

mampu memahami apa yang sudah diberikan oleh pengajar.

Seperti dapat dilihat dari uraian sebelumnya, perancang program

pendidikan dan pendidik harus menyadari pentingnya memahami hakikat

pembelajaran. Sangat penting untuk memahami dan menerapkan berbagai teori

pembelajaran dan pembelajaran, termasuk teori humanistik, kognitif, dan

behavioristik, tergantung pada kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi.

Selain itu, pengajaran yang efektif memerlukan pemahaman tentang bagaimana

instruksi dilakukan.

B. Rumusan Masalah

Dalam penyusunan makalah ini, penulis merumuskan permasalahan

sebagai berikut:

1. Apa pengertian dari belajar?

2. Apa saja teori pembelajaran yang mendukung pembelajaran?

3. Apa saja kelebihan dan kekurangan masing masing teori belajar?

C. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka, tujuan dari

penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui pemgertian dari belajar

2. Mengetahui teori apa yang yang mendukung pembelajaran


4

3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan teori teori belajar

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mampu memahami pengetian belajar dari pendapat beberapa ahli.

2. Untuk memahami teori teori belajar yang menunjang proses pembelajaran

3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing masing dari teori

belajar
5

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertrian Belajar

Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh

suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil

pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya

(Aunurrahman 2010).

Slameto (2010: 2) menjelaskan bahwa pengertian belajar secara

psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah

laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi

kebutuhan hidupnya. Rumusan lain adalah: belajar adalah suatu proses usaha yang

dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru

secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan

lingkungannya. Syaifuddin (2008) menambahkan bahwa belajar adalah proses

mencari, memahami, menganalisis suatu keadaan sehingga terjadi perubahan

perilaku, dan perubahan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai hasil belajar jika

disebabkan oleh karena pertumbuhan atau keadaan sementara.

Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar

sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya Perubahan tingkah

laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif)

dan keterampilan (psikomotorik) maupun yang menyangkut nilai dan sikap

(afektif) (Yuberti.2014).
6

Berdasarkan definisi diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar

adalah proses perubahan tingkah laku seseorang setelah berinteraksi dengan

lingkungannya, dalam hal ini adalah lingkungan kelas pada saat proses

pembelajaran, yang akan menambah pengetahuan, keterampilan, maupun sikap

(Ismanto.2017)

Pembelajaran (instruction) merupakan persiapan kejadian-kejadian

eksternal dalam suatu situasi belajar dalam rangka memudahkan pebelajar belajar,

menyimpan (kekuatan mengingat informasi), atau mentransfer pengetahuan dan

keterampilan (Yamin.2013). Sementara menurut Syaifuddin ( 2008) pembelajaran

adalah usaha mengorganisasikan lingkungan belajar sehingga memungkinkan

siswa melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan

menggunakan berbagai media dan sumber belajar tertentu yang akan mendukung

pembelajaran itu nantinya

Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan

maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. (Syaiful,

2003:61). Menurut Hamalik (2007:77) pembelajaran adalah suatu system artinya

suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponenyang berinteraksi antara

satu dengan lainnya dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan

pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun komponen-komponen

tersebut meliputi tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik dan siswa,

tenaga kependidikan khususnya guru, perencanaan pengajaran, strategi

pengajaran, media pengajaran, dan evaluasi pengajaran

Instruction atau pembelajaran sebagai suatu sistem


7

yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian

peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mendukung dan

mempengaruhi terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Dalam

pembelajaran, situasi atau kondisi yang memungkinkan terjadinya proses belajar

harus dirancang dan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh guru (Aunurrahman,

2010: 34). Dari teori-teori tersebut dapat

disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru

yang telah diprogram dalam rangka membelajarkan siswa untuk mencapai tujuan

pembelajaran yang telah ditentukan sesuai dengan petunjuk kurikulum yang

berlaku (Ismanto.2017).

B. Pengertian Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik merupakan teori yang mempelajari tingkah

laku manusia. Menurut Desmita (2009) teori belajar behavioristik adalah teori

belajar untuk mengerti tingkah laku manusia menggunakan pendekatan

mekanistik, objektif, dan materialistik, sehingga perubahan tingkah laku pada

diri seseorang dapat dilakukan melalui upaya pengkondisian. Dengan kata lain,

mempelajari tingkah laku seseorang seharusnya dilakukan melalui pengujian

dan pengamatan atas tingkah laku yang terlihat, bukan dengan mengamati

kegiatan bagian-bagian dalam tubuh. Teori ini mengutamakan pengamatan,

karena pengamatan adalah suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya

perubahan tingkah laku tersebut. Teori behavioristik menekankan pada kajian

ilmiah mengenai berbagai respon perilaku yang dapat diamati dan penentu
8

lingkungannya. Teori ini menekankan pada tingkah laku manusia sebagai akibat

dari interaksi antara stimulus dan respon. Aliran ini menekankan pada

terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.

1. Belajar Menurut Pandangan Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik adalah sebuah aliran dalam teori belajar yang

sangat menekankan pada perlunya tingkah laku (behavior) yang dapat diamati.

Menurut Andriyani (2015) belajar didefinisikan sebagai akibat adanya interaksi

antara stimulus (S) dengan respons (R). Menurut Zulhammi (2015) menyatakan

bahwa dalam belajar yang penting adalah adanya input berupa stimulus dan

output yang berupa respon. Seseorang dianggap telah belajar jika dapat

menunjukkan perubahan perilaku. Teori ini memandang individu lebih kepada

sisi fenomena jasmaniah dan mengabaikan aspek-aspek mental seperti

kecerdasan, bakat, minat, dan perasaan individu dalam kegiatan belajar. Hal ini

menurut Sujanto (2009) bahwa teori belajar behaviorisme objek ilmu jiwa harus

terlihat, dapat di indera, dan dapat diobservasi.

2. Ciri-ciri Teori Belajar Behavioristik

Menurut Ahmadi (2003) bahwa teori belajar behavioristik mempunyai

ciri-ciri, sebagai berikut :

1. Aliran behavioristik mempelajari perbuatan manusia dengan cara

mengamati perbuatan dan tingkah laku yang berdasarkan kenyataan bukan

dari kesadarannya.

2. Aliran ini memandang segala perbuatan dikembalikan kepada refleks.

Behaviorisme mencari unsur-unsur yang paling sederhana yakni


9

perbuatan-perbuatan bukan kesadaran yang dinamakan refleks (reaksi yang

tidak disadari terhadap suatu pengarang).

3. Behaviorisme berpendapat bahwa pada waktu dilahirkan semua orang

adalah sama. Menurut behaviorisme pendidikanlah yang akan mengubah

seseorang.

4. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Behavioristik

Menurut Mudlofir (2021) menyatakan bahwa kelebihan dan kelemahan

teori behavioritik yaitu:

a. Kelebihan Teori Behavioristik

1) Model behavioristik sangat cocok untuk pemerolehan prakrtik dan

pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan,

spontanitas, kelenturan, refleks, daya tahan dan sebagainya, contohnya:

percakapan bahasa asing, mengetik, menari, menggunakan komputer,

berenang, olahraga dan sebagainya.

2) Teori behavioristik juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang

membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus

dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan

langsung seperti diberi permen atau pujian.

b. Kelemhan Teori Behavioristik

1) Pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning),

bersifat mekanistik dan hanya berorientasi hasil yang dapat diamati dan

diukur. Sehingga kejadian dan kepekaan guru pada situasi dan kondisi

belajar sangat penting untuk menerapkan kondisi behavioristik.


10

2) Penerapan metode ini yang salah akan mengakibatkan terjadinya proses

pembelajaran tidak menyenangkan bagi peserta didik yaitu guru sebagai

sentral, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah guru melatih

dan menentukan apa yang harus dilakukan oleh murid. Murid dipandang

pasif.

3) Murid hanya mendengarkan dengan penjelasan dari guru dan

menghafalkan apa yang didengardan dipandang sebagai belajar yang

efektif.

4) Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh

behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk

menertibkan peserta didik.

5. Implementasi Teori Behavioristik dalam Mendidik

Teori belajar behavioristik cenderung membawa siswa untuk berfikir.

Pandangan teori belajar behavioristik merupakan proses pembentukan, yaitu

membawa siswa untuk mencapai target tertentu, sehingga menjadikan siswa

yang tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Pembelajaran yang dirancang pada

teori belajar behavioristik memandang pengetahuan adalah objektif, sehingga

belajar merupakan perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah

memindahkan pengetahuan kepada siswa. Hal yang paling penting dalam teori

belajar behavioristik adalah masukan dan keluaran yang berupa respons.

Menurut teori ini, antara stimulus dan respons dianggap tidak penting untuk

diperhatikan karena tidak dapat diamati dan diukur. Dengan demikian yang

dapat diamati hanyalah stimulus dan respons. Oleh sebab itu, apa saja yang
11

diberikan oleh guru dan apa saja yang dihasilkan oleh siswa semuanya harus

dapat diamati dan diukur yang bertujuan untuk melihat terjadinya perubahan

tingkah laku.

C. Teori Belajar Kognitif

1. Pengertian Teori Belajar Kognitif

Menurut Khodijah (2014) menyatakan bahwa dalam perspektif kognitif,

belajar adalah perubahan dalam struktur mental seseorang yang memberikan

kapasitas untuk menunjukkan perubahan prilaku. Struktur mental ini meliputi

pengetahuan, keyakinan, keterampilan, harapan dan mekanisme lain dalam

kepala pembelajar. Fokus teori kognitif adalah potensi untuk berprilaku dan

bukan pada perilakunya sendiri.

2. Belajar Menurut Pandangan Teori Belajar Kognitif

Menurut Umbara (2017) bahwa teori belajar kognitif lebih menekankan

pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia.

Seperti juga diungkapkan oleh Winkel (1996) bahwa “belajar adalah suatu

aktivitas mental atau psikis yang belangsung dalam interaksi aktif dengan

lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan

pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu besrifat secara relatif

dan berbekas”. Menurut pandangan kognitif, dalam situasi belajar seseorang

terlibat langsung dengan situasi itu dan memperoleh “insight” untuk pemecahan

masalah. Jadi kaum kognitif berpandangan bahwa, tingkah laku seseorang lebih

bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada di dalam satu

situasi. Keseluruhan adalah lebih kepada bagian-bagiannya. Mereka memberi


12

tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta

pada faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan.

3. Ciri-ciri Teori Belajar Kognitif

Menurut Rusman (2017) yang dikutip oleh Jonata (2021) menyatakan

bahwa ada tujuh ciri-ciri teori belajar kognitif, yaitu:

a) Perubahan perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam

dirinya (nativistik).

b) Mementingkan keseluruhan (holistic) dibandingkan bagian-bagian

(wholistik).

c) Mementingkan keseimbangan dalam diri individu (dynamic equilibrium).

d) Mementingkan peranan fungsi kognitif.

e) Perilaku manusia sangat ditentukan oleh masa kini.

f) Pembentukan perilaku manusia lebih banyak dipengaruhi oleh struktur

kognitif.

g) Ciri khas dalam pemecahan masalah, menurut teori kognitif adalah adanya

“insight”.

4. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Kognitif

Menurut Mudlofir (2021) menyatakan bahwa kelebihan dan kelemehan

teori kognitif, yaitu:

a. Kelebihan teori belajar kognitif

1) Pembelajaran berdasarkan kemampuan struktur kognitif peserta didik

sehingga kemampuan peserta didik tidak terlalu dipaksakan. Hal


13

demikian sebagai wujud penghargaan bahwa masing-masing peserta

didik memiliki potensi yang berbeda-beda sehingga pendekatan dalam

belajarnya pun harus berbeda-beda.

2) Pembelajaran berpusat pada peserta didik (student center) yang

mengakibatkan dinamisasi kelas yang tinggi, sehingga tidak

menimbulkan pembelajaran yang membosankan.

b. Kelemahan teori belajar kognitif

1) Bentuk pendisiplinan yang tidak diambil dari proses stimulus-respons

berakibat pada melemahnya disiplin peserta didik.

2) Strategi pembelajaran yang aktif yang dilakukan oleh guru yang tidak

mengenal manajemen kelas baik akan menimbulkan waktu yang sia-sia

dalam proses pembelajaran di kelas.

5. Implementasi Teori Belajar Kognitif

Menurut Hapudin (2021) bahwa secara general, aliran teori belajar

kognitivisme memiliki pandangan pokok yang membedakan dengan aliran yang

lainnya. Implementasi teori belajar kognitif secara general mengacu pada

prinsip-prinsip pembelajaran, antara lain:

1. Peserta didik dipandang bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam

proses berpikir, peserta didik mengalami perkembangan dan pertumbuhan

kognitif melalui tahap-tahapan tertentu.

2. Peserta didik dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran. Karena, hanya

dengan belajar aktif bagi peserta didik, maka proses asimilasi, akomodasi

pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi dengan baik.


14

3. Dalam upaya meningkatkan minat dan retensi belajar peserta didik perlu

mengorelasikan pengalaman atau informasi baru dengan struktur yang telah

dimiliki peserta didik.

4. Pemahaman dan retensi akan meningkat apabila materi pelajaran disusun

menggunakan pola dari sederhana ke kompleks atau dari yang mudah ke

yang sulit.

5. Belajar memahami memiliki makna lebih bagi peserta didik dari pola

menghafal. Agar belajar memiliki maknam maka informasi baru mesti

disesuaikan dan dikorelasikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki

peserta didik.

D. Teori Belajar Humanistik

1. Pengertian Teori Belajar Humanistik

Teori belajar humanistik adalah teori yang menyatakan bahwa manusia

berhak mengenali dirinya sendiri sebagai langkah untuk belajar, sehingga

diharapkan mampu mencapai aktualisasi diri. Itulah mengapa, teori ini

beranggapan bahwa proses belajar dinilai lebih penting daripada hasil belajar itu

sendiri. Pengertian tersebut juga berlaku jika teori ini diterapkan di kegiatan

pembelajaran. Artinya, pengertian teori belajar humanistik bisa disamakan

dengan pengertian teori pembelajaran humanistik (Magdalena, 2022).

2. Belajar Menurut Pandangan Teori Belajar Humanistik

Bagi penganut teori humanistik seperti Abraham Maslow, rangkaian

pembelajaran berangkat dan kembali kepada individu. Dari teori-teori belajar

behavioristik, kognitif dan kunstruktivistik, teori inilah yang paling abstrak yang
15

mendekati dunia filsafat. Realitasnya pandangan ini membahas pembelajaran

dan segala aspek dalam kemasan paling ideal. Artinya pandangan ini menaruh

minat pada pemikiran pembelajaran yang paling ideal dan relevan dari pada

pembelajaran pada umumnya (Sutianah, 2022).

3. Ciri-ciri Teori Belajar Humanistik

Menurut Magdalena (2022) menyatakan bahwa ciri-ciri humanistik

sebagai berikut:

1. Menekankan pada aktualisasi diri individu (manusia sebagai sosok

individu yang bisa mengeksplorasi dirinya).

2. Proses merupakan hal penting yang menjadi fokus belajar.

3. Melibatkan peran aspek kognitif dan afektif.

4. Mengedapankan pengetahuan atau pemahaman.

5. Mengedepankan bentuk perilaku diri sendiri.

4. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Humanistik

Menurut Mudlofir (2021) menyatakan bahwa kelebihan dan kelemahan

teori belajar humanistik, yaitu:

a. Kelebihan teori belajar humanistik

1) Sangat menghargai karakterisitik dan potensi manusia.

2) Peserta didik mempunyai kebebasan dalam mengembangkan potensi

diri tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

b. Kelemahan teori belajar humanistik


16

1) Karakter manusia tidak akan terbentuk sesuai dengan tujuan

pembelajaran, karena humanistik menganggap bahwa potensi manusia

adalah punya keinginan untuk belajar.

2) Apabila tidak diperlakukan pembimbingan dari guru kepada peserta

didiknya secara baik. Pembelajaran yang bebas akan menimbulkan

motivasi yang bebas pula, apalagi peserta didik yang masih usia

sekolah dasar.

5. Implementasi Teori Belajar Humanistik dalam Mendidik

Teori humanistik lebih menekankan pada bagaimana memahami

persoalan manusia dari berbagai dimensi yang dimilikinya, baik dimensi

kognitif, afektif dan psikomotorik. Kegiatan pembelajaran memiliki tujuan

utama untuk kepentingan memanusiakan manusia (proses humanistik). Teori ini

lebih banyak membahas mengenai konsep-konsep pendidikan untuk membentuk

manusia yang dia cita-citakan, serta tentang proses belajar dalam bentuknya

yang paling ideal. Keberhasilan implementasi menurut teori ini, dalam belajar

harus dilakukan dengan cara menciptakan susana pembelajaran yang

menyenangkan, menggairahkan, memberikan kebebasan siswa dalam

memahami dan mengatasi materi atau informasi yang diterimanya. Pendidik

harus bisa menciptakan pembelajaran secara interaktif, inspiratif,

menyenangkan, menantang dan memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan

pembelajaran (Yusuf, 2017).


12

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang setelah berinteraksi

dengan lingkungannya, dalam hal ini adalah lingkungan kelas pada saat proses

pembelajaran, yang akan menambah pengetahuan, keterampilan, maupun

sikap.

2. Teori teori yang mendukung pembelajaran yakni, teori belajar behavioristik

yang menyatakan bahwa tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi

antara stimulus dan respon. Kedua yaitu teori belajar behavioristik adalah teori

koginitif, yang lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya,

dan yang terakhir teori humanism, adalah memanusiakan manusia yaitu

mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri secara optimal.

3. Kelebihan teori belajar behavioristik yaitu, teori behavioristik juga cocok

diterapkan untuk melatih anak-anak yang membutuhkan dominasi peran

orang dewasa. Adapun Kelemahan teori behavioristik Pembelajaran yang

berpusat pada guru (teacher centered learning),

Kelebihan teori belajar kognitif yaitu, pembelajaran berdasarkan kemampuan

struktur kognitif peserta didik sehingga kemampuan peserta didik tidak terlalu

dipaksakan. Sementara kelemahan teori belajar kognitif yakni bentuk


13

pendisiplinan yang tidak diambil dari proses stimulus-respons berakibat pada

melemahnya disiplin peserta didik.

Kelebihan teori belajar humanistic yaitu, sangat menghargai karakterisitik

dan potensi manusia. Adapun Kelemahan teori belajar humanistic karakter

manusia tidak akan terbentuk sesuai dengan tujuan pembelajaran,

B. Saran

Pada saat pembuatan makalah ini penyusun menyadari bahwa masih

banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, penyusun

mengharapkan kritik serta saran yang membangun mengenai pembahasan

makalah ini yang nantinya sangat penting bagi kami untuk memperbaiki

kesalahan dalam penyusunan makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A. 2003. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Andriani, F. 2015. Teori Belajar Behavioristik dan Pandangan Islam Tentang


Behavioristik. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam. Vol. 6.
No. 2.

Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja


Rosdana

Hamalik, Oemar. 2003. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan


Sistem. Jakarta: Bumi Aksara

Ismanto Jumari.2017. Teori Teori Belajar. Prodi. PAI STAI Al-Musaddadiyah


Garut. Jawa barat.

Hapudin, Soleh, Muhammad. 2021. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta


Timur: Prenada Media.

Jonata. 2021. Teori Landasan Pendidikan Sekolah Dasar. Aceh: Yayasan Penerbit
Muhammad Zaini.

Magdalena, Ina. 2022. Jadi Desainer Pembelajaran? Siapa Takut!. Bojongsoang:


Cendekia Publisher.

Mudlofir, Ali, H. 2021. Desain Pembelajaran Inovatif: dari Teori ke Praktik.


Bali: Rajawali Pers.

Sujanto, A. 2012. Psikologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara

Sutianah, Cucu. 2022. Belajar dan Pembelajaran. Pasuruan: Penerbit Qiera


Media.
Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta
Syaifuddin Iskandar. 2008. Materi Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran.
Universitas Samawa

14
Umbara, U. 2017. Psikologi Pembelajaran Matematika (Melaksanakan
Pembelajaran Matematika Matematika Berdasarkan Tinjauan Psikologi).
Yogyakarta: Deepublish.
Yamin, M. 2013. Staretgi & Metode dalam Model Pembelajaran. Jakarta:
Referensi.
Yusuf, Rusli, Ruslan. 2017. Perencanaan Pemebelajaran PPKn. Aceh: Syiah
Kuala University Press.
Yuberti. 2014. Teori Pembelajaran Dan Pemgembangan Bahan Ajar Dalam
Pendidikan. Bandar Lampung. Anugrah Utama Raharja (AURA)

Zulhammi. 2015. Teori Belajar Behavioristik dan Humanistik Dalam Prespektif


Pendidikan Islam. Jurnal Darul ‘Ilmi. Vol. 3. No.1.

15

Anda mungkin juga menyukai