MAKALAH
“Teori Belajar dan Implementasinya dalam Mendidik”
Dosen Pengampu
Prof. Dr. Nurhayati B, [Link].
Oleh:
Muhaemin Yudhistira (220013301034)
Galuh Try Astuti Ibrahim (220013301027)
Muhammad Kurniawan (220013301035)
Nuraini (220013301043)
PROGRAM PASCASARJANA
PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2022
ABSTRAK
Muhaemin Yudhistira, Galuh Try Astuti Ibrahim, Muhammad Kurniawan,
Nuraini, 2022. Teori Belajar dan Implementasinya dalam Mendidik. Makalah.
Program Pascasarjana Pendidikan Biologi Universitas Negeri Makassar.
Pengampu Nurhayati B.
Asumsi-asumsi yang mendukung program pendidikan seringkali tidak
sesuai dengan sifat pembelajaran, sifat peserta didik, atau sifat guru. Paradigma
digunakan untuk mendekati bidang pendidikan, dan lebih khusus lagi bidang
pembelajaran, yang tidak mampu menggambarkan secara memadai sifat
pembelajaran. Landasan teoretis dan konseptual yang salah sangat mempengaruhi
praktik dan hasil pendidikan. Teori belajar psikologi pendidikan berpotensi
mempengaruhi bagaimana siswa menyerap informasi. Guru, siswa, strategi dan
metode pembelajaran, dan media pembelajaran semuanya termasuk dalam teori
ini.
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui apa itu teori
belajar behavioristik dan implementasinya, mengetahui apa itu teori belajar
kognitif dan implementasinya dan mengetahui apa itu teori belajar humanistik dan
implementasinya.
Kata Kunci: Teori Behavioristik, Teori Kognitif, Teori Humanistik
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT senantiasa kita ucapkan,
atas karunia-Nya berupa nikmat iman dan kesehatan ini akhirnya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. Tak lupa shalawat serta salam tercurahkan bagi
Baginda Agung Rasulullah SAW yang syafaatnya akan kita nanti kelak.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat
sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis
mampu untuk meyelesaikan pembuatan makalah “Teori Belajar dan
Implementasinya dalam Mendidik”.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk makalah ini penulis
mohon maaf sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak
khusunya kepada Dosen kami yang telah membimbing dalam menulis makalah
ini. Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.
Makassar, Oktober 2022
Penyusun
Kelompok 2
ii
DAFTAR ISI
ABSTRAK...............................................................................................................i
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................2
C. Tujuan Penulisan...........................................................................................2
D. Manfaat Penulisan.........................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................4
A. Teori Belajar Behavioristik...........................................................................4
B. Teori Belajar Kognitif...................................................................................8
C. Teori Belajar Humanistik............................................................................11
BAB III PENUTUP..............................................................................................11
A. Kesimpulan.................................................................................................11
B. Saran............................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................14
iii
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari belajar, karena dengan
belajar manusia menjadi mengerti dan paham tentang hal – hal yang sebelumnya
belum mereka ketahui. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan
sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dalam lingkungan.
Pendidik dituntut untuk menyediakan kondisi belajar untuk peserta didik
untuk mencapai kemampuan-kemampuan tertentu yang harus dipelajari oleh
subyek didik. Dalam hal ini peranan desain pesan dalam kegiatan belajar
mengajar sangat penting, karena desain pesan pembelajaran menunjuk pada
proses memanipulasi, atau merencanakan suatu pola atau signal dan lambang yang
dapat digunakan untuk menyediakan kondisi untuk belajar.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan pembelajaran
sebagai upaya untuk memperoleh kecerdasan atau pengetahuan, mempraktikkan,
dan memodifikasi perilaku atau tanggapan seseorang dalam menanggapi
pengalaman. Upaya yang dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana orang
belajar sehingga orang dapat memahami proses pembelajaran yang rumit inilah
yang merupakan teori pembelajaran.
3
Meskipun pengajar sudah merancang sedemikian rupa kadang masih sulit
untuk peserta didik dalam mengerti dan paham pada materi yang diberikan. Oleh
karena itu pengajar harus mampu menggunakan berbagai cara agar peserta didik
mampu memahami apa yang sudah diberikan oleh pengajar.
Seperti dapat dilihat dari uraian sebelumnya, perancang program
pendidikan dan pendidik harus menyadari pentingnya memahami hakikat
pembelajaran. Sangat penting untuk memahami dan menerapkan berbagai teori
pembelajaran dan pembelajaran, termasuk teori humanistik, kognitif, dan
behavioristik, tergantung pada kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi.
Selain itu, pengajaran yang efektif memerlukan pemahaman tentang bagaimana
instruksi dilakukan.
B. Rumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini, penulis merumuskan permasalahan
sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari belajar?
2. Apa saja teori pembelajaran yang mendukung pembelajaran?
3. Apa saja kelebihan dan kekurangan masing masing teori belajar?
C. Tujuan Penulisan
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka, tujuan dari
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui pemgertian dari belajar
2. Mengetahui teori apa yang yang mendukung pembelajaran
4
3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan teori teori belajar
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu memahami pengetian belajar dari pendapat beberapa ahli.
2. Untuk memahami teori teori belajar yang menunjang proses pembelajaran
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing masing dari teori
belajar
5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertrian Belajar
Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya
(Aunurrahman 2010).
Slameto (2010: 2) menjelaskan bahwa pengertian belajar secara
psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah
laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Rumusan lain adalah: belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya. Syaifuddin (2008) menambahkan bahwa belajar adalah proses
mencari, memahami, menganalisis suatu keadaan sehingga terjadi perubahan
perilaku, dan perubahan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai hasil belajar jika
disebabkan oleh karena pertumbuhan atau keadaan sementara.
Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar
sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya Perubahan tingkah
laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif)
dan keterampilan (psikomotorik) maupun yang menyangkut nilai dan sikap
(afektif) (Yuberti.2014).
6
Berdasarkan definisi diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar
adalah proses perubahan tingkah laku seseorang setelah berinteraksi dengan
lingkungannya, dalam hal ini adalah lingkungan kelas pada saat proses
pembelajaran, yang akan menambah pengetahuan, keterampilan, maupun sikap
(Ismanto.2017)
Pembelajaran (instruction) merupakan persiapan kejadian-kejadian
eksternal dalam suatu situasi belajar dalam rangka memudahkan pebelajar belajar,
menyimpan (kekuatan mengingat informasi), atau mentransfer pengetahuan dan
keterampilan (Yamin.2013). Sementara menurut Syaifuddin ( 2008) pembelajaran
adalah usaha mengorganisasikan lingkungan belajar sehingga memungkinkan
siswa melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan
menggunakan berbagai media dan sumber belajar tertentu yang akan mendukung
pembelajaran itu nantinya
Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan
maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. (Syaiful,
2003:61). Menurut Hamalik (2007:77) pembelajaran adalah suatu system artinya
suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponenyang berinteraksi antara
satu dengan lainnya dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan
pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun komponen-komponen
tersebut meliputi tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik dan siswa,
tenaga kependidikan khususnya guru, perencanaan pengajaran, strategi
pengajaran, media pengajaran, dan evaluasi pengajaran
Instruction atau pembelajaran sebagai suatu sistem
7
yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian
peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mendukung dan
mempengaruhi terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Dalam
pembelajaran, situasi atau kondisi yang memungkinkan terjadinya proses belajar
harus dirancang dan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh guru (Aunurrahman,
2010: 34). Dari teori-teori tersebut dapat
disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru
yang telah diprogram dalam rangka membelajarkan siswa untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditentukan sesuai dengan petunjuk kurikulum yang
berlaku (Ismanto.2017).
B. Pengertian Teori Belajar Behavioristik
Teori belajar behavioristik merupakan teori yang mempelajari tingkah
laku manusia. Menurut Desmita (2009) teori belajar behavioristik adalah teori
belajar untuk mengerti tingkah laku manusia menggunakan pendekatan
mekanistik, objektif, dan materialistik, sehingga perubahan tingkah laku pada
diri seseorang dapat dilakukan melalui upaya pengkondisian. Dengan kata lain,
mempelajari tingkah laku seseorang seharusnya dilakukan melalui pengujian
dan pengamatan atas tingkah laku yang terlihat, bukan dengan mengamati
kegiatan bagian-bagian dalam tubuh. Teori ini mengutamakan pengamatan,
karena pengamatan adalah suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya
perubahan tingkah laku tersebut. Teori behavioristik menekankan pada kajian
ilmiah mengenai berbagai respon perilaku yang dapat diamati dan penentu
8
lingkungannya. Teori ini menekankan pada tingkah laku manusia sebagai akibat
dari interaksi antara stimulus dan respon. Aliran ini menekankan pada
terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
1. Belajar Menurut Pandangan Teori Belajar Behavioristik
Teori belajar behavioristik adalah sebuah aliran dalam teori belajar yang
sangat menekankan pada perlunya tingkah laku (behavior) yang dapat diamati.
Menurut Andriyani (2015) belajar didefinisikan sebagai akibat adanya interaksi
antara stimulus (S) dengan respons (R). Menurut Zulhammi (2015) menyatakan
bahwa dalam belajar yang penting adalah adanya input berupa stimulus dan
output yang berupa respon. Seseorang dianggap telah belajar jika dapat
menunjukkan perubahan perilaku. Teori ini memandang individu lebih kepada
sisi fenomena jasmaniah dan mengabaikan aspek-aspek mental seperti
kecerdasan, bakat, minat, dan perasaan individu dalam kegiatan belajar. Hal ini
menurut Sujanto (2009) bahwa teori belajar behaviorisme objek ilmu jiwa harus
terlihat, dapat di indera, dan dapat diobservasi.
2. Ciri-ciri Teori Belajar Behavioristik
Menurut Ahmadi (2003) bahwa teori belajar behavioristik mempunyai
ciri-ciri, sebagai berikut :
1. Aliran behavioristik mempelajari perbuatan manusia dengan cara
mengamati perbuatan dan tingkah laku yang berdasarkan kenyataan bukan
dari kesadarannya.
2. Aliran ini memandang segala perbuatan dikembalikan kepada refleks.
Behaviorisme mencari unsur-unsur yang paling sederhana yakni
9
perbuatan-perbuatan bukan kesadaran yang dinamakan refleks (reaksi yang
tidak disadari terhadap suatu pengarang).
3. Behaviorisme berpendapat bahwa pada waktu dilahirkan semua orang
adalah sama. Menurut behaviorisme pendidikanlah yang akan mengubah
seseorang.
4. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Behavioristik
Menurut Mudlofir (2021) menyatakan bahwa kelebihan dan kelemahan
teori behavioritik yaitu:
a. Kelebihan Teori Behavioristik
1) Model behavioristik sangat cocok untuk pemerolehan prakrtik dan
pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan,
spontanitas, kelenturan, refleks, daya tahan dan sebagainya, contohnya:
percakapan bahasa asing, mengetik, menari, menggunakan komputer,
berenang, olahraga dan sebagainya.
2) Teori behavioristik juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang
membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus
dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan
langsung seperti diberi permen atau pujian.
b. Kelemhan Teori Behavioristik
1) Pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning),
bersifat mekanistik dan hanya berorientasi hasil yang dapat diamati dan
diukur. Sehingga kejadian dan kepekaan guru pada situasi dan kondisi
belajar sangat penting untuk menerapkan kondisi behavioristik.
10
2) Penerapan metode ini yang salah akan mengakibatkan terjadinya proses
pembelajaran tidak menyenangkan bagi peserta didik yaitu guru sebagai
sentral, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah guru melatih
dan menentukan apa yang harus dilakukan oleh murid. Murid dipandang
pasif.
3) Murid hanya mendengarkan dengan penjelasan dari guru dan
menghafalkan apa yang didengardan dipandang sebagai belajar yang
efektif.
4) Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh
behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk
menertibkan peserta didik.
5. Implementasi Teori Behavioristik dalam Mendidik
Teori belajar behavioristik cenderung membawa siswa untuk berfikir.
Pandangan teori belajar behavioristik merupakan proses pembentukan, yaitu
membawa siswa untuk mencapai target tertentu, sehingga menjadikan siswa
yang tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Pembelajaran yang dirancang pada
teori belajar behavioristik memandang pengetahuan adalah objektif, sehingga
belajar merupakan perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah
memindahkan pengetahuan kepada siswa. Hal yang paling penting dalam teori
belajar behavioristik adalah masukan dan keluaran yang berupa respons.
Menurut teori ini, antara stimulus dan respons dianggap tidak penting untuk
diperhatikan karena tidak dapat diamati dan diukur. Dengan demikian yang
dapat diamati hanyalah stimulus dan respons. Oleh sebab itu, apa saja yang
11
diberikan oleh guru dan apa saja yang dihasilkan oleh siswa semuanya harus
dapat diamati dan diukur yang bertujuan untuk melihat terjadinya perubahan
tingkah laku.
C. Teori Belajar Kognitif
1. Pengertian Teori Belajar Kognitif
Menurut Khodijah (2014) menyatakan bahwa dalam perspektif kognitif,
belajar adalah perubahan dalam struktur mental seseorang yang memberikan
kapasitas untuk menunjukkan perubahan prilaku. Struktur mental ini meliputi
pengetahuan, keyakinan, keterampilan, harapan dan mekanisme lain dalam
kepala pembelajar. Fokus teori kognitif adalah potensi untuk berprilaku dan
bukan pada perilakunya sendiri.
2. Belajar Menurut Pandangan Teori Belajar Kognitif
Menurut Umbara (2017) bahwa teori belajar kognitif lebih menekankan
pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia.
Seperti juga diungkapkan oleh Winkel (1996) bahwa “belajar adalah suatu
aktivitas mental atau psikis yang belangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan
pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu besrifat secara relatif
dan berbekas”. Menurut pandangan kognitif, dalam situasi belajar seseorang
terlibat langsung dengan situasi itu dan memperoleh “insight” untuk pemecahan
masalah. Jadi kaum kognitif berpandangan bahwa, tingkah laku seseorang lebih
bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada di dalam satu
situasi. Keseluruhan adalah lebih kepada bagian-bagiannya. Mereka memberi
12
tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta
pada faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan.
3. Ciri-ciri Teori Belajar Kognitif
Menurut Rusman (2017) yang dikutip oleh Jonata (2021) menyatakan
bahwa ada tujuh ciri-ciri teori belajar kognitif, yaitu:
a) Perubahan perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam
dirinya (nativistik).
b) Mementingkan keseluruhan (holistic) dibandingkan bagian-bagian
(wholistik).
c) Mementingkan keseimbangan dalam diri individu (dynamic equilibrium).
d) Mementingkan peranan fungsi kognitif.
e) Perilaku manusia sangat ditentukan oleh masa kini.
f) Pembentukan perilaku manusia lebih banyak dipengaruhi oleh struktur
kognitif.
g) Ciri khas dalam pemecahan masalah, menurut teori kognitif adalah adanya
“insight”.
4. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Kognitif
Menurut Mudlofir (2021) menyatakan bahwa kelebihan dan kelemehan
teori kognitif, yaitu:
a. Kelebihan teori belajar kognitif
1) Pembelajaran berdasarkan kemampuan struktur kognitif peserta didik
sehingga kemampuan peserta didik tidak terlalu dipaksakan. Hal
13
demikian sebagai wujud penghargaan bahwa masing-masing peserta
didik memiliki potensi yang berbeda-beda sehingga pendekatan dalam
belajarnya pun harus berbeda-beda.
2) Pembelajaran berpusat pada peserta didik (student center) yang
mengakibatkan dinamisasi kelas yang tinggi, sehingga tidak
menimbulkan pembelajaran yang membosankan.
b. Kelemahan teori belajar kognitif
1) Bentuk pendisiplinan yang tidak diambil dari proses stimulus-respons
berakibat pada melemahnya disiplin peserta didik.
2) Strategi pembelajaran yang aktif yang dilakukan oleh guru yang tidak
mengenal manajemen kelas baik akan menimbulkan waktu yang sia-sia
dalam proses pembelajaran di kelas.
5. Implementasi Teori Belajar Kognitif
Menurut Hapudin (2021) bahwa secara general, aliran teori belajar
kognitivisme memiliki pandangan pokok yang membedakan dengan aliran yang
lainnya. Implementasi teori belajar kognitif secara general mengacu pada
prinsip-prinsip pembelajaran, antara lain:
1. Peserta didik dipandang bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam
proses berpikir, peserta didik mengalami perkembangan dan pertumbuhan
kognitif melalui tahap-tahapan tertentu.
2. Peserta didik dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran. Karena, hanya
dengan belajar aktif bagi peserta didik, maka proses asimilasi, akomodasi
pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi dengan baik.
14
3. Dalam upaya meningkatkan minat dan retensi belajar peserta didik perlu
mengorelasikan pengalaman atau informasi baru dengan struktur yang telah
dimiliki peserta didik.
4. Pemahaman dan retensi akan meningkat apabila materi pelajaran disusun
menggunakan pola dari sederhana ke kompleks atau dari yang mudah ke
yang sulit.
5. Belajar memahami memiliki makna lebih bagi peserta didik dari pola
menghafal. Agar belajar memiliki maknam maka informasi baru mesti
disesuaikan dan dikorelasikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki
peserta didik.
D. Teori Belajar Humanistik
1. Pengertian Teori Belajar Humanistik
Teori belajar humanistik adalah teori yang menyatakan bahwa manusia
berhak mengenali dirinya sendiri sebagai langkah untuk belajar, sehingga
diharapkan mampu mencapai aktualisasi diri. Itulah mengapa, teori ini
beranggapan bahwa proses belajar dinilai lebih penting daripada hasil belajar itu
sendiri. Pengertian tersebut juga berlaku jika teori ini diterapkan di kegiatan
pembelajaran. Artinya, pengertian teori belajar humanistik bisa disamakan
dengan pengertian teori pembelajaran humanistik (Magdalena, 2022).
2. Belajar Menurut Pandangan Teori Belajar Humanistik
Bagi penganut teori humanistik seperti Abraham Maslow, rangkaian
pembelajaran berangkat dan kembali kepada individu. Dari teori-teori belajar
behavioristik, kognitif dan kunstruktivistik, teori inilah yang paling abstrak yang
15
mendekati dunia filsafat. Realitasnya pandangan ini membahas pembelajaran
dan segala aspek dalam kemasan paling ideal. Artinya pandangan ini menaruh
minat pada pemikiran pembelajaran yang paling ideal dan relevan dari pada
pembelajaran pada umumnya (Sutianah, 2022).
3. Ciri-ciri Teori Belajar Humanistik
Menurut Magdalena (2022) menyatakan bahwa ciri-ciri humanistik
sebagai berikut:
1. Menekankan pada aktualisasi diri individu (manusia sebagai sosok
individu yang bisa mengeksplorasi dirinya).
2. Proses merupakan hal penting yang menjadi fokus belajar.
3. Melibatkan peran aspek kognitif dan afektif.
4. Mengedapankan pengetahuan atau pemahaman.
5. Mengedepankan bentuk perilaku diri sendiri.
4. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Humanistik
Menurut Mudlofir (2021) menyatakan bahwa kelebihan dan kelemahan
teori belajar humanistik, yaitu:
a. Kelebihan teori belajar humanistik
1) Sangat menghargai karakterisitik dan potensi manusia.
2) Peserta didik mempunyai kebebasan dalam mengembangkan potensi
diri tanpa ada tekanan dari pihak manapun.
b. Kelemahan teori belajar humanistik
16
1) Karakter manusia tidak akan terbentuk sesuai dengan tujuan
pembelajaran, karena humanistik menganggap bahwa potensi manusia
adalah punya keinginan untuk belajar.
2) Apabila tidak diperlakukan pembimbingan dari guru kepada peserta
didiknya secara baik. Pembelajaran yang bebas akan menimbulkan
motivasi yang bebas pula, apalagi peserta didik yang masih usia
sekolah dasar.
5. Implementasi Teori Belajar Humanistik dalam Mendidik
Teori humanistik lebih menekankan pada bagaimana memahami
persoalan manusia dari berbagai dimensi yang dimilikinya, baik dimensi
kognitif, afektif dan psikomotorik. Kegiatan pembelajaran memiliki tujuan
utama untuk kepentingan memanusiakan manusia (proses humanistik). Teori ini
lebih banyak membahas mengenai konsep-konsep pendidikan untuk membentuk
manusia yang dia cita-citakan, serta tentang proses belajar dalam bentuknya
yang paling ideal. Keberhasilan implementasi menurut teori ini, dalam belajar
harus dilakukan dengan cara menciptakan susana pembelajaran yang
menyenangkan, menggairahkan, memberikan kebebasan siswa dalam
memahami dan mengatasi materi atau informasi yang diterimanya. Pendidik
harus bisa menciptakan pembelajaran secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang dan memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan
pembelajaran (Yusuf, 2017).
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang setelah berinteraksi
dengan lingkungannya, dalam hal ini adalah lingkungan kelas pada saat proses
pembelajaran, yang akan menambah pengetahuan, keterampilan, maupun
sikap.
2. Teori teori yang mendukung pembelajaran yakni, teori belajar behavioristik
yang menyatakan bahwa tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi
antara stimulus dan respon. Kedua yaitu teori belajar behavioristik adalah teori
koginitif, yang lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya,
dan yang terakhir teori humanism, adalah memanusiakan manusia yaitu
mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri secara optimal.
3. Kelebihan teori belajar behavioristik yaitu, teori behavioristik juga cocok
diterapkan untuk melatih anak-anak yang membutuhkan dominasi peran
orang dewasa. Adapun Kelemahan teori behavioristik Pembelajaran yang
berpusat pada guru (teacher centered learning),
Kelebihan teori belajar kognitif yaitu, pembelajaran berdasarkan kemampuan
struktur kognitif peserta didik sehingga kemampuan peserta didik tidak terlalu
dipaksakan. Sementara kelemahan teori belajar kognitif yakni bentuk
13
pendisiplinan yang tidak diambil dari proses stimulus-respons berakibat pada
melemahnya disiplin peserta didik.
Kelebihan teori belajar humanistic yaitu, sangat menghargai karakterisitik
dan potensi manusia. Adapun Kelemahan teori belajar humanistic karakter
manusia tidak akan terbentuk sesuai dengan tujuan pembelajaran,
B. Saran
Pada saat pembuatan makalah ini penyusun menyadari bahwa masih
banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, penyusun
mengharapkan kritik serta saran yang membangun mengenai pembahasan
makalah ini yang nantinya sangat penting bagi kami untuk memperbaiki
kesalahan dalam penyusunan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, A. 2003. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Andriani, F. 2015. Teori Belajar Behavioristik dan Pandangan Islam Tentang
Behavioristik. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam. Vol. 6.
No. 2.
Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja
Rosdana
Hamalik, Oemar. 2003. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan
Sistem. Jakarta: Bumi Aksara
Ismanto Jumari.2017. Teori Teori Belajar. Prodi. PAI STAI Al-Musaddadiyah
Garut. Jawa barat.
Hapudin, Soleh, Muhammad. 2021. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta
Timur: Prenada Media.
Jonata. 2021. Teori Landasan Pendidikan Sekolah Dasar. Aceh: Yayasan Penerbit
Muhammad Zaini.
Magdalena, Ina. 2022. Jadi Desainer Pembelajaran? Siapa Takut!. Bojongsoang:
Cendekia Publisher.
Mudlofir, Ali, H. 2021. Desain Pembelajaran Inovatif: dari Teori ke Praktik.
Bali: Rajawali Pers.
Sujanto, A. 2012. Psikologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara
Sutianah, Cucu. 2022. Belajar dan Pembelajaran. Pasuruan: Penerbit Qiera
Media.
Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta
Syaifuddin Iskandar. 2008. Materi Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran.
Universitas Samawa
14
Umbara, U. 2017. Psikologi Pembelajaran Matematika (Melaksanakan
Pembelajaran Matematika Matematika Berdasarkan Tinjauan Psikologi).
Yogyakarta: Deepublish.
Yamin, M. 2013. Staretgi & Metode dalam Model Pembelajaran. Jakarta:
Referensi.
Yusuf, Rusli, Ruslan. 2017. Perencanaan Pemebelajaran PPKn. Aceh: Syiah
Kuala University Press.
Yuberti. 2014. Teori Pembelajaran Dan Pemgembangan Bahan Ajar Dalam
Pendidikan. Bandar Lampung. Anugrah Utama Raharja (AURA)
Zulhammi. 2015. Teori Belajar Behavioristik dan Humanistik Dalam Prespektif
Pendidikan Islam. Jurnal Darul ‘Ilmi. Vol. 3. No.1.
15