Rencana Pembelajaran Design Thinking
Rencana Pembelajaran Design Thinking
Kosakata kunci: Design Thinking, Empathize, Define, Ideate, Prototyping, Testing, iterasi, agile, kolaborasi, inovasi
Bahan Kajian
1. Design Thinking dan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa (pertemuan 1-2)
2. Menggunakan Empati untuk Membangun Pemahaman / Fase Empathize (pertemuan 3-5)
3. Perumusan Tujuan Pembelajaran dengan Design Thinking / Fase Define (pertemuan 6)
4. Melahirkan Gagasan Inovatif untuk Pembelajaran / Fase Ideate (pertemuan 7-8)
5. Mengembangkan dan Menguji Coba Rancangan Media Pembelajaran / Fase Prototyping dan Testing (pertemuan 9-10)
6. Peluang dan Tantangan Penerapan Design Thinking pada Praktik Sekolah (pertemuan 11-12)
7. Design Thinking dan Transformasi Pendidikan (pertemuan 13-15)
Pustaka
a. Wajib
● IDEO. “Design Thinking for Educators Toolkit”, (2013). Creative Commons.
● IDEO. “Co-Designing Schools Toolkit: Equitable Learning Practices”, (2020). Creative Commons.
● Brown, T. (2009) Change by Design: How Design Thinking Transforms Organizations and Inspires Innovation. Harper-Collins.
● Kelley, D., Kelley, T. (2022). Creative Confidence: Unleashing the Creative Potential Within Us All. IDEO. [Link]
● Doorley, S. (2018). Design Thinking Bootleg. Hasso Plattner Institute of Design. Stanford University.
● Loescher, S.T. (2019). “Policy to practice: Design thinking in K-12 education”. Center for Secondary School Redesign Presentations 2019.
[Link]
b. Tambahan
● Goldman, S. Kabayadondo, Z. (2016) “Taking design thinking to school: How the technology of design can transform teachers, learners, and classrooms”. Routledge.
● Panke, Stefanie. (2019). “Design Thinking in Education: Perspectives, Opportunities and Challenges”.
● Taman Gagasan Anak. (2015). “Aku Bisa! Inspirasi dari Gerakan Design for Change oleh Kiran Bir Sethi”. Noura Books
● Thomas Riddle. (2020). “Beginner's Guide to K-12 Design Thinking”.
● [Link] (sumber belajar, metode dan media pembelajaran)
● Jones, S. et al. (2018). “How to Build Empathy and Strengthen Your School Community.” Harvard Graduate School of Education. [Link]
for-educators/how-build-empathy-strengthen-school-community
● Scott, K. (2015). “Service-Learning: Implications for Empathy and Community Engagement in Elementary School Children.” Journal of Experiential Education.
● Zahedi, S. Jaffer, R. Bryant, C.L. (2021). “Service-learning effects on student civic engagement and community - A case study from India” Education, Citizenship and
Social Justice. [Link]
_A_case_study_from_India
● Nathanson, D. (1998). “From Empathy to Community.” [Link]
● National School Climate Center (2018) “Connecting Communities of Courage: Building Inclusive, Safe, and Engaging Schools.” [Link]
content/uploads/2021/05/NSCC_SummitRecap.pdf
● Sekarwulan, Kandi. (2020) “Modul Pelatihan Design Thinking untuk Pendidik”.
1 2 3 4 5 6 7
1 Memahami konsep dasar Pengantar Design Thinking - Belajar mandiri eksplorasi pustaka dan video Kreteri: - Ketajaman mengolah dan 2%
Design Thinking dan Ketajaman menganalisis pengalaman pada
aplikasinya dalam dunia Apa, mengapa dan bagaimana - Refleksi pengalaman belajar yang sangat berkesan Ketepatan aktivitas refleksi
pendidikan (S1, P1, Design Thinking dalam pendidikan positif dan alasan pengalaman tersebut berkesan Bentuk non-test: - Ketepatan menjelaskan filosofi
KK3) IDEO(2013): “Design Thinking for - Diskusi tentang konsep Design Thinking Refleksi dan prinsip dasar Design
Educators Toolkit”, 2nd Edition Diskusi Thinking
2 Memahami pentingnya Design Thinking dan Pembelajaran - Kerja kelompok: hadiah untuk kawan (mempraktikkan Kreteri: - Ketajaman mengolah dan 10%
empati dalam Design yang Berpusat pada Peserta Didik metodologi Design Thinking dalam waktu singkat) Ketajaman menganalisis pada aktivitas (tugas)
Thinking dan Student- Design Thinking sebagai cara - Diskusi hubungan Design Thinking, konsep empati dan Ketepatan diskusi
Centered Learning (S1, pandang pendidikan yang berpusat Orisinalitas - Ketepatan mengkorelasikan
Student-centered Learning
P2, KU1, KU2, KK3) pada siswa Bentuk non-test: konsep empati dalam Design
- Tugas mandiri: keterkaitan antar mata kuliah, personal Diskusi Thinking dan Student-centered
[Link]
essay Tugas Learning
- Keunikan sudut pandang
dalam personal essay
3 Memahami penerapan Menggunakan Empati untuk - Eksplorasi dan diskusi tentang fase Empathize Kreteri: - Ketepatan menjelaskan prinsip 2%
empati dalam Design Membentuk Pemahaman: Fase - Kerja kelompok mengembangkan instrumen in-depth Ketepatan dasar dan makna setiap
Thinking, menguasai Empathize 1 interview dengan pendekatan empatik Sistematika tahapan dalam kerangka kerja
pengembangan Bentuk non-test: Double Diamond
Eksplorasi konsep empathize dan
instrumen riset Design Hasil inkuiri - Kemampuan merunut tahapan
penerapannya dalam in-depth
Thinking (S1, P1, KK3) Diskusi kerja secara sistematis
interview
berdasarkan kerangka kerja
Design Thinking (Double
Diamond)
4 Melatih dan Menggunakan Empati untuk - Praktik observasi dan in-depth interview kepada siswa di Kreteri: - Kesesuaian menerapkan 4%
mengembangkan empati Membentuk Pemahaman: Fase sekolah (tema interview sesuai bidang studi yang diampu) Kesesuaian teknik empati dalam observasi
terhadap karakteristik Empathize 2 Ketajaman dan wawancara
serta kebutuhan belajar Sikap - Ketajaman dalam mengajukan
Observasi dan menggali kebutuhan
siswa terkait bidang studi Bentuk non-test: pertanyaan dan menggali
yang diampu (S1, P2, belajar peserta didik Instrumen praktik informasi
KU1, KU2, KK3) Praktik - Sikap empati/keberpihakan
kepada siswa
5 Menguasai teknik Menggunakan Empati untuk - Refleksi temuan dari praktik (pertemuan 4) Kreteri: - Ketajaman mengolah dan 2%
pengolahan data dan Membentuk Pemahaman: Fase - Praktik teknik Diverge-Converge untuk menemukan Ketajaman menganalisis data temuan,
penarikan kesimpulan Empathize 3 kebutuhan esensial siswa sekolah sesuai bidang studi yang Kesesuaian serta menghimpunnya dalam
dalam Design Thinking Kerjasama kesimpulan
Menemukan kebutuhan spesifik diampu calon guru
(P1, P2, P3, KU3, KU9, Bentuk non-test: - Kesesuaian praktik dengan
KK3) peserta didik dengan teknik Diverge- - Diskusi penarikan kesimpulan tentang kebutuhan spesifik Diskusi teknik Diverge-Converge di
Converge peserta didik sesuai bidang studi Praktik kelompok pustaka/diktat
- Kualitas kerjasama dan
pengambilan keputusan
bersama dalam kerja kelompok
6 Menguasai perumusan Teknik perumusan tujuan - Ceramah singkat tentang perumusan tujuan (Design Kreteri: - Kesesuaian rumusan tujuan 2%
tujuan dalam Design pembelajaran dengan Design Challenge) dalam Design Thinking Kesesuaian dengan teknik Design
Thinking dan Thinking: Fase Define - Praktik merumuskan tujuan dengan teknik Design Kerjasama Challenge dalam pustaka/modul
penerapannya dalam Ketajaman - Kualitas kerjasama dan
Mendefinisikan tujuan pembelajaran Challenge
pengembangan media Bentuk non-test: pengambilan keputusan
dengan Design Challenge - Presentasi Design Challenge, dan saling memberikan
pembelajaran (P1, P2, Design Challenge bersama dalam kerja kelompok
P3, KU3, KU9, KK3) masukan terhadap Design Challenge Kerja kelompok - Ketajaman analisis dan
Presentasi evaluasi dalam presentasi serta
pemberian masukan
7 Menguasai Melahirkan Gagasan Inovatif - Permainan pemantik tentang kreativitas dan ideasi Kreteri: - Ketajaman menganalisis dan 2%
pengembangan dan untuk Rancangan Pembelajaran: - Eksplorasi konsep ideasi dan inkuiri berbagai media Ketajaman mengkorelasikan teknik ideasi
seleksi ide dalam Design Fase Ideate pembelajaran kreatif Kesesuaian dan pola pikir Double Diamond
Thinking, serta Kerjasama - Kesesuaian praktik dengan
Menggunakan Diverge-Converge - Praktik Diverge ideasi (curah gagasan) untuk
penerapannya pada Orisinalitas/kreativi teknik Diverge-Converge di
sebagai cara mendapatkan ide menghasilkan ide media kreatif dalam pembelajaran,
pengembangan media tas pustaka
pembelajaran kreatif dan berpusat berdasarkan Design Challenge di pertemuan 6
pembelajaran sesuai Bentuk non-test: - Kualitas kerjasama dan
pada siswa
bidang studi yang - Praktik Converge ideasi (pengolahan, analisis dan Kerja kelompok, pengambilan keputusan
diampu ((P1, P2, P3, seleksi) untuk memilih ide media kreatif dalam Rancangan bersama dalam kerja kelompok
KU3, KU9, KK3) pembelajaran, berdasarkan Design Challenge di pertemuan pembelajaran, - Kuantitas dan kualitas ide
6. Presentasi yang dihasilkan, termasuk
kebaruan/keunikan ide
8 Melakukan iterasi untuk Melahirkan Gagasan Inovatif untuk - Presentasi dan menerima masukan tentang ide media Kreteri: - Ketajaman dalam 2%
mengembangkan Rancangan Pembelajaran: Fase pembelajaran yang dibuat bersama kelompok Ketajaman menganalisis dan mengajukan
rancangan media Ideate - Diskusi dengan narasumber tentang pengembangan Orisinalitas pertanyaan selama diskusi
pembelajaran (P3, KU2, Bentuk non-test: - Ketajaman mengidentifikasi
Pengembangan rancangan media media pembelajaran sesuai jenjang dan bidang studi
KU3, KU9, KK3) Diskusi, dan mengolah masukan untuk
pembelajaran - Pemetaan ide perbaikan dari berbagai mata kuliah lain Rancangan media perbaikan rancangan
- Kerja kelompok: Iterasi rancangan media pembelajaran pembelajaran - Orisinalitas dalam
pengembangan rancangan
media pembelajaran
9 (Finalisasi dan Mengembangkan rancangan - Belajar mandiri eksplorasi konsep dan jenis-jenis Kreteri: - Konsistensi rancangan dengan 30%
pengumpulan prototipe pembelajaran: Fase Prototipe prototipe dalam Design Thinking Konsistensi hasil temuan dan rumusan
media pembelajaran Sikap tujuan pembelajaran
yang dikembangkan Orisinalitas/Kreativi - Sikap empati/keberpihakan
selama pertemuan 4-8) tas kepada pengguna yang muncul
Merancang inovasi media - Penugasan mengembangkan prototipe media Bentuk non-test: pada rancangan
pembelajaran yang berpusat pada pembelajaran sesuai jenjang dan bidang studi yang diampu Prototipe - Inovasi dalam rancangan
peserta didik (berdasarkan proses pada pertemuan 4-8) media pembelajaran
10 Menguasai teknik uji Mengujicoba rancangan - Persiapan mandiri untuk menguji coba rancangan media Kreteri: - Konsistensi uji coba dengan 2%
coba prototipe dalam pembelajaran: Fase Testing pembelajaran Konsistensi metode pada pustaka/diktat
Design Thinking, serta Menguji coba rancangan media - Praktik uji coba rancangan media pembelajaran dengan Sikap - Sikap empati/keberpihakan
mempraktikkan empati pembelajaran dengan melibatkan Kerjasama kepada pengguna
metode user testing dari Design Thinking
dalam uji coba pengguna (guru dan/atau peserta Bentuk non-test: - Kualitas kerjasama dan
rancangan (S1, P1, P2, - Memetakan masukan dari uji coba dan menyepakati Praktik pelibatan anggota kelompok
didik)
P3, KU1, KU2, KU3, tindak lanjut terhadap rancangan media pembelajaran Refleksi dalam praktik kelompok
KU9, KK3)
11 Melatih serta Peluang dan Tantangan Penerapan - Refleksi temuan dari pengalaman pribadi Kreteri: - Kesesuaian penerapan 4%
mengembangkan empati Design Thinking di Sekolah - Eksplorasi pustaka tentang penerapan Design Thinking Kesesuaian metode observasi dan (praktik)
terhadap berbagai Observasi peluang dan tantangan di sekolah, membandingkan temuan pribadi dengan Ketajaman wawancara
peluang dan tantangan praktik sekolah melalui wawancara Sikap - Ketajaman dalam
temuan dari pustaka
dalam praktik terhadap guru Bentuk non-test: mengkorelasikan temuan
operasional sekolah (S1, Shawn Thomas Loescher. (2019). - Penugasan: mengembangkan instrumen wawancara Instrumen praktik dengan pustaka
P2, KU1, KU2, KK3) dengan pendekatan Design Thinking, melakukan Praktik - Ketajaman dalam mengajukan
“Policy to practice: Design thinking in
K-12 education”. Center for wawancara pada guru terkait peluang-tantangan praktik di pertanyaan dan menggali
Secondary School Redesign sekolah informasi
Presentations 2019. - Sikap empati/keberpihakan
kepada responden
12 Mendalami dan Peluang dan Tantangan Penerapan - Diskusi temuan dari praktik wawancara, menarik Kreteri: - Ketajaman dalam 2%
mengidentifikasi Design Thinking di Sekolah kesimpulan tentang peluang dan tantangan penerapan Ketajaman menganalisis pengalaman
berbagai peluang dan Eksplorasi peluang dan tantangan Design Thinking di sekolah Orisinalitas praktik
tantangan penerapan penerapan Design Thinking di Bentuk non-test: - Ketajaman dalam
- Lembar kerja identifikasi keterkaitan antara dengan
Design Thinking pada Sekolah Diskusi mengidentifikasi peluang dan
level praktik di sekolah berbagai mata kuliah lain tantangan
Panke, Stefanie. (2019). Design
(P1, P2, P3, KU3, KU9, - Envisioning mengembangkan visi ideal mengenai - Ketajaman mengkorelasikan
Thinking in Education: Perspectives,
KK3) Opportunities and Challenges. penerapan Design Thinking dalam praktik operasional temuan praktik dengan isi
sekolah pustaka dan mata kuliah lain
- Orisinalitas dalam penulisan
visi
13 Memahami prinsip Design Thinking dan Transformasi - Simulasi praktik Design Thinking: team-building dan Kreteri: - Kesesuaian praktik dengan 2%
kolaborasi dan empati Pendidikan 1 empathy dari literatur diikuti dengan refleksi Kesesuaian metode yang terdapat pada
dalam Design Thinking, Praktik-praktik empati dan kolaborasi - Diskusi pustaka: peran Design Thinking dalam Kerjasama pustaka
menguasai praktik dalam Design Thinking Orisinalitas - Kualitas kerjasama dan
transformasi pendidikan
kolaborasi dan empati Jones, S. et al. (2018). “How to Build Ketajaman pengambilan keputusan
yang dapat diterapkan di Empathy and Strengthen Your Bentuk non-test: bersama dalam praktik
sekolah (S1, KU1, KU2, School Community.” Praktik - Kualitas dan kuantitas
KU3, KU9) Diskusi gagasan (orisinalitas, kebaruan)
Rivers, D. (2015). “The Seven
- Ketajaman dalam
Challenges Workbook: Cooperative menganalisis pustaka
Communication Skills”
14 Menerapkan praktik- Design Thinking dan Transformasi - Studi kasus tentang konflik dan diskriminasi dalam Kreteri: - Kesesuaian praktik dengan 2%
praktik Design Thinking Pendidikan 2 praktik persekolahan, serta ideasi pemecahan masalah Kesesuaian teknik yang terdapat pada
untuk menyelesaikan Menggunakan Design Thinking tersebut dengan pendekatan Design Thinking Ketajaman pustaka
berbagai permasalahan untuk Mengatasi Permasalahan di - Presentasi dan diskusi hasil studi kasus kelompok Sikap - Ketajaman merefleksikan dan
di sekolah (S1, P2, KU1, Sekolah dan Mengembangkan Bentuk non-test: menganalisis pengalaman
KU2, KK3) Pembelajaran Berkeadilan Curah gagasan praktik
Studi kasus - Ketajaman dalam
menganalisis studi kasus dan
mengkorelasikannya dengan
praktik empati yang sesuai
- Sikap empati kepada berbagai
pihak dalam studi kasus
15 Memahami kekuatan Design Thinking dan Transformasi - Menonton video “I Can School Challenge” tentang Kreteri: - Ketajaman dalam 2%
Design Thinking dalam Pendidikan 3 pemberdayaan siswa sebagai pencetus inovasi sosial Ketajaman mengidentifikasi, mengolah dan
memberdayakan peserta Pendidikan untuk Perubahan: dengan framework Design for Change (modifikasi Ketepatan menganalisis informasi dari
didik serta menciptakan Praktik Baik Design Thinking dalam Design Thinking untuk anak-anak) Sikap video
inovasi sosial berbasis Memberdayakan Peserta Didik - Eksplorasi konsep Design for Change Bentuk non-test: - Ketajaman dalam
sekolah (S1, KU1, KU2, (Taman Gagasan Anak. Eka, N.S. - Diskusi tentang keterkaitan Design Thinking, Diskusi mengkorelasikan Design
KU3, KU9) ed. (2015). “Aku Bisa! Inspirasi dari pemberdayaan siswa dan inovasi sosial yang berawal Thinking, pemberdayaan siswa,
Gerakan Design for Change oleh dari sekolah dan pemecahan masalah
Kiran Bir Sethi”. Noura Books) sosial-ekonomi-lingkungan yang
berpusat dari sekolah.
- Ketepatan dalam
mengidentifikasi dan
menjelaskan isi pustaka
- Sikap empati/keberpihakan
kepada siswa
16 Merangkum seluruh -UAS- - Memetakan potensi mata kuliah lain dalam Kreteri: - Ketepatan penerapan pola 30%
pembelajaran dan Proposal Inovasi: pengembangan rancangan inovasi Ketepatan pikir dan prinsip-prinsip Design
menguatkan tindak lanjut Menciptakan Praktik Sekolah - Merancang proposal inovasi, yaitu aplikasi Design Orisinalitas Thinking dalam pemecahan
pembelajaran dengan Berkeadilan dengan Design Thinking Thinking untuk mentransformasi praktik kurang baik di Sikap masalah
mengembangkan inovasi sekolah (diskriminasi, kekerasan, dsb) menjadi praktik Kerjasama - Keunikan rancangan, variasi
praktik sekolah yang lebih berkeadilan Bentuk non;test: kegiatan, dan adanya inovasi
berkeadilan (S1, P1, P2, Proposal inovasi - Empati/keberpihakan kepada
KU1, KU2, KU3, KU9, pengguna
KK3) - Kualitas kerjasama dan
pengambilan keputusan
bersama dalam kerja kelompok