0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Syarat Izin Klinik Pratama DKI Jakarta

Klinik pratama adalah klinik yang menyediakan layanan medis dasar di bawah pengawasan dokter umum. Untuk mendirikan klinik pratama di DKI Jakarta, pendiri harus memenuhi 19 persyaratan termasuk izin praktik dokter dan perawat, sertifikat pendidikan, proposal teknis, dan bukti kepemilikan tanah atau bangunan. Izin klinik pratama berlaku 5 tahun dan dapat diperpanjang setiap 6 bulan se

Diunggah oleh

ferdy m.s
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Syarat Izin Klinik Pratama DKI Jakarta

Klinik pratama adalah klinik yang menyediakan layanan medis dasar di bawah pengawasan dokter umum. Untuk mendirikan klinik pratama di DKI Jakarta, pendiri harus memenuhi 19 persyaratan termasuk izin praktik dokter dan perawat, sertifikat pendidikan, proposal teknis, dan bukti kepemilikan tanah atau bangunan. Izin klinik pratama berlaku 5 tahun dan dapat diperpanjang setiap 6 bulan se

Diunggah oleh

ferdy m.s
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Syarat dan Izin Mendirikan Klinik Pratama

Klinik merupakan salah satu jenis fasilitas kesehatan selain puskesmas dan rumah sakit. Klinik
menyediakan penyedian layanan medis dasar dan/atau spesialistik dimana dapat diselenggarakan
oleh pemerintah, pemerintah daerah, badan hukum/usaha atau perorangan.

Berdasarkan jenis pelayanannya, klinik dibagi menjadi dua yaitu Klinik Utama dan Klinik Pratama.
Jenis pelayanan klinik ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI  No. 28 Tahun 2011 tentang
Klinik. Lalu apa perbedaan dari Klinik Pratama dan Klinik Utama?

Klinik Utama adalah klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik spesialistik atau pelayanan
medik dasar dan spesialistik dengan dipimpin oleh dokter spesialis atau dokter gigi spesialis yang
memiliki kompetensi sesuai dengan jenis kliniknya. Kemudian tenaga medis pada Klinik Utama
minimal terdiri dari 1 (satu) orang dokter spesialis dari masing-masing spesialisasi sesuai jenis
pelayanan yang diberikan. Perizinan klinik utama ini hanya dapat dimiliki oleh badan usaha dan
dapat menyelenggarakan rawat inap.

Sedangkan Klinik Pratama merupakan klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar yang
dipimpin oleh dokter umum atau dokter gigi. Perizinan ini dapat dimiliki oleh perorangan ataupun
badan usaha. Jika klinik dimiliki oleh perorangan, maka klinik hanya bisa melakukan pelayanan rawat
jalan. Namun jika berbentuk badan usaha klinik pratama dapat melakukan rawat inap.

Adapun beberapa fasilitas yang terdapat dalam klinik utama dan Pratama antara lain pelayanan
rawat jalan, one day care, rawat inap, dan home care. Dan bagi klinik yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan 24 (dua puluhempat) jam harus menyediakan dokter serta tenaga kesehatan
lain sesuai kebutuhan yang setiap saat berada di tempat.

Izin Mendirikan Klinik Pratama

Untuk mendirikan dan menyelenggarakan klinik tentu saja harus mendapat izin dari pemerintah
daerah kabupaten/kota. Namun syarat untuk mengajukan permohonan izin klinik ada berbagai
macam tergantung pada peraturan daerah dimana klinik tersebut akan di dirikan. Di DKI Jakarta,
untuk mendapatkan izin klinik, pendiri harus membuat permohonan dan melengkapi syarat perizinan
ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kecamatan tempat klinik akan beroperasi. Berikut adalah
persyaratan untuk mendirikan dan menyelenggarakan klinik pratama di DKI Jakarta:

1. Surat permohonan yang didalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan


dokumen & data di atas kertas bermaterai Rp. 6.000;
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) Pemohon;
3. NPWP Pemohon
4. Surat pernyataan persetujuan tetangga (kiri, kanan, depan, belakang disertai Fotokopi KTP);
5. SPPL (klinik rawat jalan) / UKL-UPL (klinik rawat inap);
6. Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter/Perawat/Tenaga Kesehatan
lain yang bekerja di Klinik. Dalam hal ini juga setiap dokter/Perawat/Tenaga Kesehatan  yang
berpraktik di klinik  harus membuat surat pernyataan di atas kertas bermaterai Rp 6.000 yang
menyatakan kesediaan berpraktik berikut hari dan jam praktik;
7. Izin Apotek / Laboratorium / Pelayanan lainnya (jika memiliki izin tersendiri);
8. Surat penunjukan sebagai dokter penanggung jawab dari pemilik klinik dan surat pernyataan
di atas kertas bermaterai Rp 6.000 yang menyatakan kesediaan sebagai penanggung jawab
Klinik;
9. Surat pernyataan di atas kertas bermaterai Rp 6.000 dari pemilik klinik yang menyatakan
bersedia menaati dan tunduk pada peraturan yang berlaku serta surat pernyataan di atas
kertas bermaterai Rp 6.000 dari pemilik klinik yang menyatakan tidak akan melakukan
tindakan aborsi dan tindakan anastesi umum dengan inhalasi dan/atau spinal;
10. Sertifikat pendidikan dan pelatihan (kecantikan estetika, gawat darurat, kontrasepsi, APN
PONED, EKG, USG, dan lain-lain) yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan nasional
atau organisasi profesi terkait yang diakui oleh pemerintah (sesuai jenis pelayanan yang
diberikan);
11. Sertifikat izin edar alat kesehatan yang digunakan dari Kementerian Kesehatan dan jadwal
pengujian dan Hasil Pengujian/kalibrasi alat dimaksud. Apabila klinik yang menggunakan alat
kesehatan radiasi pengion harus melampirkan izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir
(BAPETEN) yang masih berlaku;
12. Surat kerjasama dengan Puskesmas Kecamatan setempat dan Rumah Sakit terdekat sebagai
rujukan pasien;
13. Surat kerjasama dengan distributor obat yang disesuaikan dengan jenis layanan klinik dan
harus dilengkapi dengan Nomor Registrasi Obat dari Badan POM;
14. Sertifikat izin edar alat kesehatan yang digunakan dari Kementerian Kesehatan dan jadwal
pengujian dan Hasil Pengujian/kalibrasi alat dimaksud;
15. Proposal Teknis Klinik yang berisikan struktur organisasi klinik, daftar ketenagaan (tenaga
kesehatan dan non kesehatan), denah lokasi dengan situasi sekitar klinik, denah ruangan
klinik, data kelengkapan bangunan atau ruangan, daftar kelengkapan alat medis dan non
medis dan daftar obat yang tersedia serta daftar tarif dan jenis pelayanan yang dilengkapi
dengan nama penanggung jawab pelayanan;
16. Pasfoto berwarna dokter penanggung jawab ukuran 4x6 cm;
17. Bukti kepemilikan tanah dan KTP pemilik tanah atau bangunan;
18. Jika Milik Pribadi maka yang harus dilampirkan yaitu sertifikat Tanah/ Akte Waris/ Akte
Hibah/ Akte Jual Beli (AJB), bila bukan atas nama pemohon , lampirkan data pendukung.
Sedangkan jika tanah atau bangunan disewa harus melampirkan perjanjian sewa-menyewa
tanah atau bangunan, surat pernyataan diatas kertas bermaterai Rp 6.000 dari pemilik tanah
atau bangunan yang menyatakan tidak keberatan tanah atau bangunan digunakan;
19. Surat pernyataan tidak keberatan dari atasan langsung (untuk PNS atau TNI atau POLRI atau
BUMN atau BUMD).

Nantinya jika keseluruhan syarat izin diatas sudah terlengkapi, pemilik klinik / kuasa dapat
mendaftarkan ke sistem [Link]. Apabila permohonan tersebut telah disetujui, izin
klinik akan diberikan dengan waktu 5 tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan
permohonan perpanjangan 6 bulan sebelum masa berlaku tersebut habis.
Penyelenggaraan klinik ini diawasi oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Apabila terdapat klinik
yang melakukan pelanggaran, maka pemerintah akan mengenakan sanksi administratif berupa
teguran, teguran tertulis dan pencabutan izin klinik.

Anda mungkin juga menyukai