0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan13 halaman

Penerapan CPKB dalam Industri Kosmetik

Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) merupakan faktor penting untuk menghasilkan produk kosmetik yang memenuhi standar mutu dan keamanan. Dokumen ini menjelaskan latar belakang dan tujuan penerapan CPKB serta sistem manajemen mutu yang harus dimiliki industri kosmetik, termasuk struktur organisasi dan prosedur untuk memastikan mutu produk terjaga.

Diunggah oleh

Arif Rahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan13 halaman

Penerapan CPKB dalam Industri Kosmetik

Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) merupakan faktor penting untuk menghasilkan produk kosmetik yang memenuhi standar mutu dan keamanan. Dokumen ini menjelaskan latar belakang dan tujuan penerapan CPKB serta sistem manajemen mutu yang harus dimiliki industri kosmetik, termasuk struktur organisasi dan prosedur untuk memastikan mutu produk terjaga.

Diunggah oleh

Arif Rahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cara

Pembuatan CPKB
Kosmetik yang
Baik

Meliana Novitasari
Pendahuluan
 Latar belakang
Ø Cara pembuatan kosmetik yang baik ( CPKB )
merupakan salah satu faktor penting untuk dapat
menghasilkan produk kosmetik yang memenuhi
standard mutu dan keamanan.
Ø Mengingat pentingnya penerapan CPKB maka
pemerintah secara terus menerus memfasilitasi
industri kosmetik baik skala besar maupun kecil
untuk dapat menerapkan CPKB melalui langkah-
langkah dan pentahapan yang terprogram
Latar belakang
 Penerapan CPKB merupakan persyaratan
kelayakan dasar untuk menerapkan sistem
jaminan mutu dan keamanan yang diakui dunia
internasional.
 Terlebih lagi untuk mengantisipasi pasar bebas di
era globalisasi maka penerapan CPKB merupakan
nilai tambah bagi produk kosmetik Indonesia
untuk bersaing dengan produk sejenis dari negara
lain baik di pasar dalam negeri maupun
internasional
Latar belakang
 Dalam pembuatan kosmetik, pengawasan yang
menyeluruh disertai pemantauan sangat penting
untuk menjamin agar konsumen memperoleh produk
yang memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan
 Mutu produk tergantung dari bahan awal, proses
produksi dan pengawasan mutu, bangunan,
peralatan dan personalia yang menangani.
 Hal ini berkaitan dengan seluruh aspek produksi dan
pemeriksaan mutu
Tujuan
 Umum :
Ø Melindungi masyarakat terhadap hal-hal
yang merugikan dari penggunaan kosmetik
yang tidak memenuhi persyaratan standar
mutu dan keamanan
Ø Meningkatkan nilai tambah dan daya saing
produk kosmetik Indonesia dalam era pasar
bebas
Tujuan
 Khusus :

Ø Dipahaminya penerapan CPKB oleh para


pelaku usaha industri kosmetik sehingga
bermanfaat bagi perkembangan industri
kosmetik

Ø Diterapkannya CPKB secara konsisten


oleh industri kosmetik
Sistem manajemen mutu
 Sistem manajemen mutu harus dibangun,
dimantapkan dan diterapkan sehingga
kebijakan yang ditetapkan dan tujuan yang
diinginkan dapat dicapai

 Hendaknya dijabarkan struktur organisasi,


tugas dan fungsi, tanggung jawab, prosedur-
prosedur, instruksi-instruksi, proses dan sumber
daya untuk menerapkan manajemen mutu
Sistem Manajemen Mutu
 Sistem mutu harus dibentuk dan disesuaikan dengan
kegiatan perusahaan, sifat dasar produk-produknya, dan
hendaknya diperhatikan elemen-elemen penting yang
ditetapkan dalam pedoman ini

 Pelaksanaan sistem mutu harus menjamin bahwa apabila


diperlukan, dilakukan pengambilan contoh bahan awal,
produk antara dan produk jadi, serta dilakukan pengujian
terhadapnya untuk menentukan diluluskan atau ditolak ,
yang didasarkan atas hasil uji dan kenyataan-kenyataan
yang dijumpai yang berkaitan dengan mutu
Sistem Manajemen Mutu
 Setiap perusahaan hendaklah memiliki visi dan misi yang
menunjukkan komitmen terhadap mutu dan keamanan
produk yang diproduksi
 Setiap perusahaan harus menjamin bahwa produk
kosmetik yang dihasilkan memenuhi persyaratan peraturan
perundangan yang berlaku.
 Perusahaan hendaknya memahami sistem penjaminan
mutu termasuk cara pembuatan kosmetik yang baik
( CPKB ), dan dilengkapi dengan personil yang handal,
bangunan, peralatan dan fasilitas yang sesuai serta cukup
dalam mencapai sasaran mutu yang telah ditetapkan.
Sistem Manajemen Mutu

 Penjaminan mutu mencakup semua hal yang


dapat mempengaruhi mutu produk, baik
secara individu maupun kolektif

 Hal ini terkait pada semua aktivitas


perusahaan secara total untuk memastikan
bahwa produk yang dihasilkan sesuai
dengan persyaratan mutu yang telah
ditetapkan
Struktur Organisasi Industri Kosmetik
 Kewenangan dan tanggung jawab manajemen
telah ditetapkan secara jelas
Sistem Manajemen Mutu
 Dipastikan bahwa produk yang diluluskan telah diperiksa oleh
personil yang diberi kewenangan

 Menyediakan sarana yang memadai untuk memastikan produk


disimpan, didistribusikan, dan ditangani secara baik

 Melakukan secara teratur Audit Internal Mutu

 Struktur organisasi pada industri kosmetik harus dibuat sedemikian


rupa yang mencerminkan keterpisahan antara personil dan
fungsi dari bagian produksi dengan bagian pengawasan mutu

 Bagian lain merupakan pendukung untuk pelaksanaan


operasional suatu pabrik dan bila diperlukan dapat
dikembangkan sesuai dengan keperluan pabrik.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai